Anda di halaman 1dari 2

LUKA TEMBAK

Luka tembak yang terjadi terdiri dari luka keluar dan luka masuk. Luka keluar mengakibatkan
luka yang tidak beraturan. Luka masuk mengakibatkan luka yang bentuknya teratur, berbentuk
bulat, lonjong (bila tidak tegak lurus).
Luka tembak masuk
Tembakan yang mengenai tubuh korban mengakibatkan luka yang diakibatkan oleh berbagai
unsur atau komponen yang keluar dari laras senjata api yang digunakan. Pada saat tembakan
terdapat komponen atau unsur-unsur yang keluar, yaitu:
anak peluru
butir-butir mesiu yang tidak terbakar atau sebagian terbakar
asap atau jelaga
api
partikel logam
minyak pelumas (bila senjata yang digunakan sering diberi minyak pelumas maka
minyak yang melekat pada anak peluru dapat terbawa dan melekat pada luka)
jejas laras (bila penembakan dilakukan dengan posisi moncong senjata menempel dengan
erat pada tubuh korban)
Bila senjata yang digunakan termasuk senjata yang tidak beralur (smooth bore), maka komponen
yang keluar adalah anak peluru dalam satu kesatuan atau tersebar dalam bentuk pelet, tutup dari
peluru itu sendiri juga dapat menimbulkan kelainan dalam bentuk luka. Komponen atau unsur
yang keluar dapat menimbulkan kelainan pada tubuh korban, yaitu:
akibat anak peluru (bullet effect). Luka yang diakibatkan berupa luka terbuka. Luka yang
terjadi diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu:
o kecepatan peluru yang memiliki kecepatan tinggi (high velocity), akan
menimbulkan luka yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan peluru yang
kecepatannya lebih rendah posisi peluru saat masuk ke dalam tubuh
o bentuk dan ukuran peluru
o densitas jaringan tubuh dimana peluru masuk kerusakan jaringan tubuh akan
lebih berat bila peluru mengenai bagian tubuh yang densitasnya lebih besar. Pada
organ tubuh yang berongga seperti jantung dan vesica urinaria bila terkena
tembakan dan kedua organ tersebut sedang terisi penuh (jantung dalam keadaan
sistole), maka kerusakan yang terjadi akan lebih hebat bila dibandingkan dengan
jantung dalam keadaan diastole dan vesica urinaria yang kosong, karena adanya
penyebaran tekanan hidrostatik ke seluruh bagian
akibat butir mesiu (gunpowder effect): tattoo, stippling. Butir-butir mesiu yang yang tidak
terbakar atau sebagian terbakar akan masuk ke dalam kulit, daerah dimana butir tersebut
masuk akan tampak berbintik hitam dan bercampur dengan perdarahan.Penetrasi butir
mesiu yang cukup dalam mengakibatkan bintik hitam tersebut tidak dapat dihapus
dengan kain dari luar. Jangkauan butir mesiu untuk senjata genggam berkisar sekitar
60cm. Black powder adalah butir mesiu yang komposisinya terdiri dari nitrit, tiosianat,

tiosulfat, kalium karbonat, kalium sulfat, dan klaium sulfid, sedangkan smoke less
powder terdiri dari nitrit dan selulosa nitrat yang dicampur dengan karbon dan grafit.
akibat asap (smoke effect): jelaga. Proses pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan
terbentuknya asap atau jelaga.