Anda di halaman 1dari 3

ICP (Inductively Coupled Plasma) merupakan instrumen yang digunakan untuk

menganalisis kadar unsur-unsur logam dari suatu sampel dengan menggunakan metode
spektrofotometer emisi. Spektrofotometer emisi adalah metode analisis yang didasarkan pada
pengukuran intensitas emisi pada panjang gelombang yang khas untuk setiap unsur. Bahan
yang akan dianalisis untuk alat ICP ini haruus berwujud larutan homogen. Ada sekitar 70
unsur yang dapat dianalisis dengan menggunakan alat ini.
ICP (Inductively Coupled Plasma) adalah metode yang

berdasarkan ion yang

tereksitasi dan memancarkan sinar. Intensitas cahaya yang terpancar pada panjang gelombang
tertentu dan mempunyai karakteristik unsur tertentu yang terukur berhubungan dengan
konsentrasi dari setiap unsur dari sampel. ICP adalah induksi yang diperoleh dari arus bolakbalik pada frekuensi radio melalui kumparan. Berguna untuk mendeteksi kandungan logam
dalam sampel dari lingkungan.
Prinsip utama dari ICP adalah mendapatkan unsur-unsur yang memancarkan
karakteristik cahaya pada panjang gelombang yang bisa diukur. ICP perangkat keras
dirancang untuk menghasilkan plasma. Atom dalam bentuk gas hadir dalam keadaan
terionisasi. Susunan dasar dari ICP adalah terdiri dari 3 tabung, terbuat dari silika, yaitu
termed outer loop, intermediet loop dan inner loop yang bersama menyusun obor ICP. Obor
diposisikan dalam water colled coil dari suatu frekuensi radio generator. Gas dialirkan dalam
obor, frekuensi radio bidang aktif dan gas di daerah coil dibuat secara elektris. Urutan
peristiwa ini membentuk plasma. Pembentukan plasma bergantung pada cukup kuatnya
intensitas medan magnet dan pola arus gas megikuti pola putaran simetris tertentu. Plasma
dijaga dengan induksi dari pengaliran gas (Marzuki, 2012).
Unsur-unsur yang akan dianalisa dengan ICP harus dalam bentuk larutan. Larutan
yang mengandung air lebih disukai daripada larutan organik sebab larutan organik

memerlukan perlakuan khusus sebelum penyuntikan ke dalam ICP, begitu juga dengan
sampel padat. Cahaya yang dipancarkan oleh atom dari unsur dalam ICP dikonversi menjadi
sinyal elktrik yang dapat diukur jumlahnya (kuantitasnya). Hal ini terpenuhi dengan tabung
photomultiplier pada panjang gelombang yang spesifik untuk masing-masing garis unsur.
Cahaya yang dipancarkan oleh atom atau ion di dalam ICP dikonversikan ke isyarat
elektrik oleh photomultiplier. Intensitas sinyal ini kemudian dibandingkan dengan intensitas
yang telah diketahui, sehingga konsentrasi dapat dihitung. Masing-masing unsur akan
memiliki panjang gelombang spesifik di dalam spektruum yang bisa digunakan untuk analisa.
Metode analisis yang menggunakan Inductively Coupled yaitu medan magnet dan
medan listrik. Coupled ini akan membentuk medan magnet dengan frekuensi tinggi, sehingga
atom tereksitasi tidak hanya ke satu tingkat elektron yang lebih tinggi, tetapi akan tereksitasi
ke beberapa macam tingkat energi elektron yang lebih tinggi. Gabungan elektron-elektron
yang tereksitasi akan membentuk awan-awan elektron yang jenuh dengan elektron yang
disebut dengan plasma sehingga disebut Inductively Coupled Plasma (ICP).
Elektron yang sah tereksitasi kembali ke keadaan dasar dengan sambil melepaskan
energi berupa sinar. Sinar yang dilepaskan masuk ke spektrometer oleh grafing difraksi sinar
dispensikan menjadi spektrum garis yang spesifik untuk masing-masing atom/ion yang
terkandung dalam sampel. Oleh sebab itu, intensitas sinar yang dilepas/diemisi ketika
kembali ke keadaan dasar yang diukur oleh spektrometer.
ICP memiliki suhu atomisasi yang lebih tinggi, lingkungan yang lebih inert, dan
kemampuan alami untuk penentuan hingga 70 elemen secara bersamaan. Hal ini membuat
ICP lebiih tahan terhadap gangguan matriks, dan lebih mampu untuk mengoreksinya ketika
terjadi gangguan matriks. Selain itu, ICP tidak menggunakan elektroda, sehingga tidak ada
kontaminasi dari pengotor yang berasal dari bahan elektroda. Adapun beberapa sifat yang

menguntungkan dari ICP adalah suhu tinggi (7000-8000K), kerapatan elektron tinggi (10141016 cm3), derajat ionisasi yang cukup besar untuk banyak unsur, kemampuan multiunsur
secara bersamaan (lebih dari 70 unsur termasuk P dan S), emisi background (latar belakang)
rendah, dan gangguan kimia yang relatif rendah, stabilitas tinggi yang menyebabkan akurasi
dan presisi yang sangat baik dan batas deteksi yang sangat baik untuk sebagian besar unsur
(0,1-100 ng/mL).