Anda di halaman 1dari 8

I.

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Kita merasakan apakah udara itu panas atau dingin,


angina itu bertiup atau tidak, hujan atau tdak dan
sebagainya. Kita melihat apakah langit berwarna atau
cerah, hujan turun daun-daundi tiup angina. Semua
komponen-komponen cuaca tersebut adalah disarankan
dan diketahui sejak dahulu kala, akan tetapi apa yang
disarankan dan dilihat oleh masing-masing orang
sangatlah berlainan. Seseorang merasakan keadaan udara
pada suatu saat adalah panas sekali akan tetapi orang lain
hanya merasakan panas biasa saja. Jadi apa yang
dirasakan dan dilihat oleh indra adalah sangat subjektif.
Untuk menghilangkan subjektifitas ini kemudian
digunakan alat-alat pengamatan ( instrument ).
Meteorology ilmiah ( scientific meteorology ) telah
berkembang sejak ditemukannya thermometer oleh
Galileo (1593), barometer oleh Toricelli (1643) system
penghubung yang cepat. Ini adalah tonggak pertama
dalam perkembangan pertanian meteorology. Masih

bnayak lagi yang harus dilakukan untuk menyempurnakan


peralatan baik dalam prinsip mekanismenya maupun
dalam ketelitian alat-alat pengamatan masing-masing
komponen cuaca.

B Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk melatih
mahasiswa agar dapat mengukur iklim atau cuaca
dengan benar.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Cuaca dan iklim merupakan salah satu komponen


ekosistem alam yang sangat mempengaruhi kehidupan
yang ada dipermukaan bumi. Unsur iklim / cuaca
mempunyai peran penting, misalnya dalam hal :
pertumbuhan dan produksi tanaman, perkembangan hama
dan penyakit tanaman, proses pelapukan atau
pembentukan tanah ( tipe tanah, sifat fisik dan kehidupan
organisme dalam tanah ), kenyamanan kerja orang, dan
lain-lain.

Penetapan iklim pada suatu tanaman, penempatan


alat ukur harus mewakili untuk kondisi iklim tanaman
secara umum dan lingkungannya. Penempatan akan
mewakili iklim tanaman yang seluas mungkin. Tempattempat dimana akan mempunyai perbedaan iklim yang
mencolok seperti daerah rawa, pegunungan, sungai dan
danau harus dihindari. Walaupun pada tempat tersebut
sering digunakan untuk pemasangan pengukuran
fenomena cuaca seperti curah hujan, kelembapab dan
angin dalam penggambaran perbedaan catatan yang ada.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam


pengamatan dan pengumpulan data iklim/cuaca pertanian
adalah :
1. Letaknya mewakili untuk keadaan iklim tanaman
secara umum dalam lingkungannya.
2. Peralatan yang ada memberikan ukuran yang dapat
dipercaya tentang unsur iklim (kuat/ tahan lama dan
mudah pemeliharaannya).
3. Pengamatan mudah dibuat dan dicatat (letaknya
mudah dicapai oleh pengamatan).
4. Pengamatan terlatih dan dapat dipercaya.
Iklim mikro adalah kondisi iklim pada suatu ruang
yang sangat terbatas, modifikasi iklim mikro adalah
upaya untuk menciptakan lingkungan agar lebih
optimal untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan tanaman dalam kegiatan pertanian.
Pendekatan lain untuk memodofikasi iklim mikro
yang dilakukan manusia diantaranya adalah merubah
kelembapan udara dan temperature.
Perubahan kadar uap air atmosfer ini berdasarkan
tempat dan waktu adalah penting oleh karena :

1. Jumlah gas itu dalam suatu masa udara merupakan


indikasi dari kapasitas potensial atmosfer untuk
presipitasi (endapan).
2. Uap air yang mempunyai sifat menghisap radiasi
bumi adalah pengatur kevepatan kehilangan panas
dari bumi dan karenanya mempengaruhi suhu.
3. Lebih besar jumlah uap air, lebih besar energy
dasar pertumbuhan hujan ( Muhammad,1970).
Penguapan merupakan proses perubahan fase dari air
atau es menjadi uap. Penguapan di alam berlangsung
secara laten pada suhu di bawah temperature didih air.
Alat pengukuran penguapan yang termasuk golongan
efaporasi yang menggunakan panic atau tangki berisi air.
Sedangkan suhu udara san tanah mempengaruh proses
pertumbuhan tanaman. Setiap jenis tanaman mempunyai
batas suhu minimum, optimum, dan maksimum untuk
setiap tingkat pertumbuhan. Suhu udara merupakan factor
lingkungan yang penting karena berpengaruh pada
pertumbuhan tanaman, tempat, waktu penanaman yang
cocok, factor penentu dari pusat-pusat produksi tanaman

III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1.Thermometer bola basah dan thermometer bola kering.

2. Baskom ( panci evapotranspirasi ).


3. Alat tulis.

B. Prosedur Kerja

1. Tempatkan thermometer bola basah dan thermometer


bola kering, serta baskom yang telah diisi air pada
tempat yang tidak dihalangi oleh apapun.
2. Kemudian air di baskom di ukur setiap pukul 06.00
(pagi), 12.00 (siang), 18.00(sore) menggunakan gelas
ukur. Begitupula dengan thermometer bosa basah dan
thermometer bola kering.
3. Mencatat hasil pengukuran.