Anda di halaman 1dari 18

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULi
HALAMAN PENGESAHAN.........ii
DAFTAR ISI .....iii
BAB I PENDAHULUAN........1
1.1 Latar Belakang......1
1.2 Tujuan Penulisan......2
1.3 Manfaat Penulisan....2
BAB II GAGASAN .......................2
2.1 Kondisi Kekinian ............2
2.2 Solusi Umum3
2.3 Kekinian Status Hidrasidapat Diperbaiki melalui URITES........3
2.4 Pihak yang Terlibat dalam Pendistribusian dan Pelaksanaan Gagasan..4
2.5 Langkah-langkah strategis....5
BAB III KESIMPULAN.................................................................................5-6
DAFTAR PUSTAKA............7
LAMPIRAN
Lampiran 1.BiodataKetua, Anggota dan Dosen Pembimbing
Lampiran 1.1.BiodataKetua...8
Lampiran 1.2.BiodataAnggota 1...9-10
Lampiran 1.3.BiodataAnggota 2......11
Lampiran 1.4.BiodataAnggota 3..12
Lampiran 1.5.Biodata Dosen Pembimbing 1......13
Lampiran 2.Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan PembagianTugas........14
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Tim....15

RINGKASAN
Tingginya angka dehidrasi yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia
terutama penduduk Jakarta yang mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi)
menempati urutan kedua yaitu sebesar 46,1% (The Indonesian Regional
Hydration Study). Menurut anjuran PUGS 8-10 gelas per hari, sedangkan
menurut Permenkes No 41 tahun 2014 seseorang dianjurkan untuk minum 2000
liter air perhari sedangkan remaja yang mengonsumsi air putih sebanyak 8
gelas/hari hanya 27.4% dari subjek penelitian (Oktaviyani 2012). Konsekuensi
dari dehidrasi dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satu dampak dari
dehidrasi adalah infeksi saluran kemih bahkan kanker (Alim 2014).
Urites merupakan sebuah inovasi dalam memperkenalkan cara baru untuk
mendeteksi status hidrasi. Hal yang membedakan urites dengan urinoir lain yang
ada dipasaran adalah penggunaan bahan baku yang dilengkapi dengan sensor
warna yang di program oleh microcontrorel arduino dan dihubungkan dengan
urinoir tersebut kemudian status dehidrasi akan ditampillkan pada display screen
yang ada pada urioir tersebut sehingga dengan urites ini dapat membantu
pemerintah untuk mengatasi tingginya masalah dehidrasi dan dapat meningkatkan
kesadaran masyarakat untuk konsumsi air yang cukup.
Kata kunci : Dehidrasi, urites, sensor warna

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
URITESI URINOIR DENGAN INOVASI MAMPU MENDETEKSI
STATUS HIDRASI
BIDANG KEGIATAN :
PKMGAGASAN TERTULIS
Diusulkan oleh :
Harki Taufiqurrohman
Fitri Purnama Sari
Rizki Kurniawan Hadi
Revina Febri N.P

I14120045
I14130019
G74130028
I14130064

2012
2013
2013
2013

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


BOGOR
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Hasil penelitian THIRST (The Indonesian Regional Hydration Study) pada


2009 menunjukkan bahwa masih tingginya angka dehidrasi yang terjadi
diberbagai wilayah di Indonesia.Masyarakat Indonesia mengalami tingkat
dehidrasi ringan yang cukup tinggi.Jumlah penduduk di Jakarta yang mengalami
kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) menempati urutan kedua, setelah Makassar.
THIRST mengungkap bahwa 46,1% subjek yang diteliti mengalami kurang air
atau hipovolemia ringan. Kejadian ini lebih tinggi pada remaja (49,5%) dibanding
pada orang dewasa (42,5%). THIRST juga mengungkap bahwa prevalensi
hipovolemia ringan pada daerah dataran rendah yang panas lebih tinggi dibanding
didataran tinggi yang sejuk. Alasan yang paling sering ditemu pada subyek yang
tidak cukup minum adalah karena meras tidak haus, lupa minum, merepotkan,
tidak mau sering ke kamar mandi. Sebanyak 70% subyek minum setelah merasa
haus, padahal haus dirasakan setelah tubuh kurang air sekitar 1% yang berpotensi
menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh, mood, dan kognitif (The French
Ministry of Health).
Menurut Departemen Kesehatan orang dewasa Indonesia disarankan untuk
mengonsumsi air minum sebanyak 2 Liter atau 8 gelas per hari untuk menjaga
kesehatan tubuh serta mengoptimalkan kemampuan fisiknya. Selain itu, untuk
pertama kalinya dalam WNPG direkomendasikan tentang kebutuhan minum
untuk orang Indonesia yaitu 0.82.8 liter perhari tergantung pada umur, jenis
kelamin, aktivitas, dan suhu lingkungan. Mengonsumsi air putih sesuai dengan
kebutuhan tubuh sangat penting, karena dapat mencegah timbulnya berbagai
penyakit serta membuat tubuh sehat dan nyaman. Peran air dalam tubuh adalah
sebagai pembentuk sel dan jaringan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat
dalam tubuh (zat gizi, gas, sisa metabolisme), media transportasi zat gizi dan
oksigen, pelumas dan bantalan pada persendian, media pengeluaran racun dan sisa
metabolism (Hidayat et al. 2014). Konsekuensi dari dehidrasi dapat menyebabkan
masalah kesehatan, salah satu dampak dari dehidrasi adalah infeksi saluran kemih
bahkan kanker (Alim 2014).
Tingkat dehidrasi seseorang dapat dideteksi melalui urin dengan cara
melihat tingkat kejernihan urin. Apabila urin seseorang jernih, maka orang
tersebut terhidrasi dengan baik. Urin yang berwarna kuning sampai kuning pekat
menunjukkan seseorang kurang terhidrasi dengan baik sehingga harus minum
dengan jumlah yang sedikit, dan apabila urinnya berwarna cokelat ini
menunjukkan kekurangan cairan (Santoso et al 2012).Berdasarkan masalah
tersebut, penulis memberikan gagasan baru yaitu URITES : urinoir dengan
inovasi mampu mendeteksi status hidrasi. Besar harapannya, gagasan ini mampu
direalisasikan dan mampu melakukan kerja sama dengan beberapa pihak serta
mampu memberikan manfaat dalam mengatasi masalah dehidrasi terutama pada
golongan pria.
1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan PKM ini adalah terwujudnya sebuah urinoir dengan inovasi
mampu mendeteksi status hidrasi.
1.3 Manfaat Penelitian
Manfaat dari PKM ini ditujukan kepada 2 sasaran :
a. Manfaat bagi pemerintah, yaitu membantu pemerintah untuk mengatasi
tingginya masalah dehidrasi dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk
konsumsi air yang cukup.
b. Manfaat bagi masyarakat, menjaga status hidrasinya sehingga dapat
terhindar dari gangguan atau penyakit yang disebabkan karena dehidrasi sehingga
dapat meningkatnya status kesehatan.

BAB II
GAGASAN
2.1 Kondisi Kekinian Masalah Dehidrasi
Masalah kurang air bukan saja masalah di Indonesia tetapi juga maslaah
global. Penelitian di Hongkong pada orang dewasa menunjukan hasil bahwa 50%
subyek minum air kurang dari 8 gelas per hari, bahkan 30% diantaranya minum
air kurang dari 5 gelas per hari. Penelitian di Singapura menunjukkan bahwa
kelompok remaja dan dewas muda (15-24 tahun) merupakan kelompok yang
banyak mengalami kekurangan air. Sebagian besar pria minum 6-8 gelas per hari,
padahal rekomendasi kebutuahan air minum adalah 8 gelas per hari (Santoso et al
2012). Alasan yang paling sering ditemu pada subyek yang tidak cukup minum
adalah karena meras tidak haus, lupa minum, merepotkan, tidak mau sering ke
kamar mandi. Sebanyak 70% subyek minum setelah merasa haus, padahal haus
dirasakan setelah tubuh kurang air sekitar 1% yang berpotensi menimbulkan
gangguan pada fungsi tubuh, mood, dan kognitif (The French Ministry of Health).
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kurang air berdampak buruk
terhadap kesehatan atau meningkatkan risiko kejadian berbagai penyakit, seperti
sembelit, kram, batu ginjal, infeksi saluran kemih dan lain-lain (Santoso et al
2012).Selain itu juga berdampak buruk pada stamina, produktivitas kerja dan
bahkan meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Kurang air 1% berat badan mulai
mengganggu kerja otak dan kemampuan berfikir, dan kurang dari 2% berat badan
menyebabkan penurunan konsentrasi dan daya ingat sesaat (Rondleau 2009).
Kurang air umumnya disebabkan kurangnya asupan air yang diperoleh dari
minuman. Dampak buruk kurang minum seperti juga halnya dampak buruk
kurang makan, harus dicegah bersamaan dalam konsep gizi seimbang secara utuh.
Meskipun pesan Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya telah
lama menjadi salah satu Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) oleh Departemen
Kesehatan (Depkes 2002), masih diperlukan upaya yang lebih sistematik dan
berdaya ungkit besar untuk mensosilisasikan pesan ini dan mengatasi masalah
kurang air.

2.2 Solusi Umum


Status hidrasi seseorang dapat dijaga dengan selalu mengonsumsi cairan
sesuai dengan rekomendasi (Prayitno 2012). Menurut anjuran PUGS 8-10 gelas
per hari, sedangkan menurut Permenkes No 41 tahun 2014 seseorang dianjurkan
untuk minum 2000 liter air perhari.Anjuran ini sebaiknya juga disesuaikan sesuai
kebutuhan individu. Anak-anak dianjurkan untuk minum air sebanyak 1200-1500
ml air/hari, sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2013 tentang Angka
Kecukupan Gizi yang dianjurkan bagi Bangsa Indonesia. Sementara kelompok
usia lanjut perlu air minum yang cukup sekitar 1500-1600ml/hari atau setara 6
gelas. Hal ini karena sistem hidrasi pada usia lanjut sudah menurun sehingga
kurang sensitif terhadap kekurangan maupun kelebihan cairan. Dehidrasi pada
usia lanjut dapat mengakibatkan demensia, mudah lupa, kandungan Na dalam
darah menjadi naik sehingga memiliki risiko hipertensi, sedangkan bila kelebihan
cairan akan meningkatkan beban jantung dan ginjal (Permenkes 2014).
Umumnya, seseorang cenderung kurang dalam mengonsumsi air putih. Menurut
Oktaviyani 2012, remaja yang mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas/hari hanya
27.4% dari subjek penelitian. Seseorang cenderung minum air putih jika merasa
sudah haus. Padahal jika seseorang sudah merasa haus artinya sudah mengalami
dehidrasi ringan. Selain itu, pengetahuan tentang hidrasi akan mempengaruhi
konsumsi air putih seseorang (Prayitno 2012).
2.3 Kondisi Kekinian Status Hidrasi dapat Diperbaiki melalui URITES
Urites merupakan solusi yang diharapkan dapat lebih efektif dalam mengatasi
masalah dehidrasi. Urites bertujuan untuk memperbaiki kebiasaan minum orang
dewasa dengan cara ketika pria remaja atau dewasa buang air kecil pada urites,
maka status hidrasi seseorang akan terdeteksi dan akan muncul pada display
screen, sehingga ketika seseorang dalam keadaan terhidrasi kurang baik atau
dehidrasi, maka akan mengingatkan seseorang itu untuk minum air yang cukup.
Tujuan lain yang di luar lingkup gizi dan kesehatan yaitu menciptakan lapangan
pekerjaan baru.

2.4 Pihak yang Dipertimbangkan dapat Membantu Mengimplementasikan


URITES
Pendistribusian dan pelaksanaan gagasan urites tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak. Adapun pihak yang terlibat dalam pelaksanaan gagasan ini adalah
pemerintah, seperti dinas kesehatan. Selain itu, juga para manager pengadaan
barang dan jasa sebuah perusahaan, institusi, penyedia fasilitas umum, dan
masyarakat. Dinas kesehatan bertugas untuk menyusun penyelenggaraan
perencanaan dan informasi kesehatan. Salah satunya adalah dapat

mensosialisasikan terkait pentingnya konsumsi air yang cukup setiap harinya dan
salah indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kecukupan adalah
dengan urites. Selain itu, sebuah perusahaan, institusi, penyedia fasilitas umum
bagian manager pengadaan barang dan jasa diperlukan juga karena bagian ini
bertugas untuk menyediakan inpur berupa barang yang dibutuhkan dalam
kegiatan produksi maupun kegiatan lain dalam perusahaan tersebut, termasuk
penyediaan fasilitas toilet. Selanjutnya, masalah kesehatan di Indonesia terkait
tingginya kasus dehidrasi diharapkan dapat berkurang prevalensinya.
2.5 Langkah-langkah Strategis Implementasi URITES
Urites tersebut merupakan sebuah inovasi dalam memperkenalkan cara
baru untuk mendeteksi status hidrasi Produk urites dikembangkan dengan bahan
baku yang dilengkapi dengan sensor warna TCS3200 yang di program oleh
microcontroler arduino dan dihubungkan dengan urinoir tersebutkemudian status
hidrasi seseorang pada display screen yang ada pada urinoir tersebut. Adapun
langkah-langkah pembuatan urites sebagai berikut.

Pembuatan
/ rangkaian sensor
cahaya dengan
modul sensor
// TSC3200 dan
aruduino uno
/

Modifikasi bagian
pipa urinoir untuk
penempatan modul
sensor TSC3200

Pembuatan
valve pada
pipa urinoir
dilengkapi
dengan servo

Gambar 1 Langkah-langkah Strategis Implementasi URITES

Pembuatan rangkaian sensor cahaya dilakukan dengan menghubungkan


modul sensor TSC3200 ke aruduino uno. Sensor TSC3200 pin empat di
hubungkan pada ground, kemudian pin lima dihubungkan pada vcc, lalu pin s0
dihubungkan ke pin enam pada arduino, pin s1 dihubungkan pada pin 7 arduino,
pin s2 dihubungkan pada pin 9 arduino, pin s3 dihubungkan pada pin 10 arduino,
dan pin out dihubungkan pada pin 13 arduino. Setelah selesai pembuatan

rangkaian sensor cahaya, kemudian pipa urinoir di modifikasi dengan melakukan


pemotongan sebagian dan di lapisi resin untuk penempatan modul sensor
TSC3200, lalu modul di tempel pada pipa tersebut agar dapat medeteksi warna
urin.Langkah selanjutnya modifikasi pipa untuk penempatan valve. Valve terbuat
dari karet tipis yang berguna sebagai katup buka tutup pipa urinoir.Valve
dilengkapi dengan servo sehingga urin dapat tertampung sementara, setelah urin
tertampung maka warna urin tersebut akan dideteksi warnanya, setelah proses
deteksi warna selesai kemudian servo akan membuka valve dan air akan keluar ke
pembuangan. Servo dihubungkan pada pin analog A0 arduino dan dihubungkan
dengan vcc dan gnd. Tahap selanjutnya adalah output hasil ke LCD.
Menghubungkan LCD ke arduino dengan menghubungkan pin pada LCD ke pin
arduino, pin RS dihubungkan ke pin 12 arduino, pin enable ke pin 11, pin D4 ke
pin 5, pin D5 ke pin 4, pin D6 ke pin 3, dan pin D7 ke pin 2. Langkah yang
terakhir adalah pemograman arduino untuk mengatur sensor input yang masuk
(sensor cahaya), mengatur servo, dan menampilkan hasil output ke LCD.
Status hidrasi seseorang dapat dilihat dengan menggunakan metode urine
color. Urine color terbagi atas warna-warna urin yang dibagi menjadi 8 level.
Warna urine tersebut dapat di mapping dengan arduino, hasil pemantulan LED ke
urin yang kemudian diterima fotodioda pada sensor TSC3200 menghasilkan data
data yang berbeda. Data yang diolah arduino adalah frekuensi hasil pemantulan
warna, semakin gelap maka frequensi semakin rendah. Range frekuensi diatur
sesuai dengan derajat hidrasi.
BAB III

KESIMPULAN
Menurut anjuran PUGS 8-10 gelas per hari, sedangkan menurut Permenkes
No 41 tahun 2014 seseorang dianjurkan untuk minum 2000 liter air perhari
sedangkan remaja yang mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas/hari hanya
27.4% dari subjek penelitian (Oktaviyani 2012). Tingginya angka dehidrasi yang
terjadi diberbagai wilayah di Indonesia terutama penduduk Jakarta yang
mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) menempati urutan kedua yaitu
sebesar 46,1% (The Indonesian Regional Hydration Study). Alasan yang paling
sering ditemu pada subyek yang tidak cukup minum adalah karena meras tidak
haus, lupa minum, merepotkan, tidak mau sering ke kamar mandi. Sebanyak 70%
subyek minum setelah merasa haus, padahal haus dirasakan setelah tubuh kurang
air sekitar 1% yang berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh, mood,
dan kognitif (The French Ministry of Health).Hal tersebut merupakan alasan
penulis menulis gagasan urites. Urinoir dengan inovasi mampu mendeteksi status
hidrasi yang dilengkapi dengan sensor warna yang di program oleh
microcontrorel arduiono dan dihubungkan dengan urinoir tersebutkemudian status
dehidrasi akan ditampillkan pada display screen yang ada pada urioir tersebut.
sehingga dengan urites ini dapat membantu pemerintah untuk mengatasi tingginya

masalah dehidrasi dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk konsumsi


air yang cukup.

DAFTAR PUSTAKA
Prayitno SO. 2012. Perbedaan Konsumsi Cairan dan Status Hidrasi pada Remaja
Obesitas dan Non Obesitas[Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang
Pedoman Gizi Seimbang.

The

French
Ministry
of
Health.Driking
water
quality.http://www.lesagencesdeleau.fr/uk/qualite/citeres.php?lien=1
Departemen Kesehatan RI (Depkes). Permenkes Nomor 907/SK/VII/2002.
Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Jakarta (ID):
Departemen Kesehatan RI.
Rondleau V. 2009. Aluminum and silica in drinkingwater and the risk of
alzheimers disease or cognitive decline: findings forum 15 years follow up
of the PAQUID cohort. Am J Epidemiol 169:489-96
Santoso BI, Hardinsyah, Siregar P, Pardede SO. 2012. Air bagi Kesehatan. Jakarta
(ID): Centra Comunications.

LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing
Lampiran 1.1. Biodata Ketua
A. Identitas Diri
Nama Lengkap (dengan gelar)
Jenis Kelamin
NIM/NIDN

Harki Taufiqurrohman
Laki-laki
I14120045

Tempat dan Tanggal Lahir


E mail
Nomor Telepon/HP
B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Institusi
SDN 1 Paniis
Jurusan
Tahun MasukLulus

2000-2006

Kuningan, 3Juli 1994


harkitaufiqurrohman@gmail.com
081288093772
SMP
SMPN2 Pasawahan
2006-2009

SMA
SMA Negeri 1
Mandirancan
IPA
2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
No
Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,
No.

asosiasi atau institusi lainnya)

Nama
Tahun
Institusi PemberiPenghargaan
Penghargaan
Juara 1 Lomba
KecamatanPasawahanKabupaten 2005
mengarang
Kuningan
Tingkat SD
Juara 3 MTQ lt.2 Kecamatan Pasawahan Kabupaten 2005
kwartir
Kuningan
Juara 3 MTQ
SMP Negeri 2 Pasawahan
2008
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah
benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan hibah.
/

Lampiran 1.2.Biodata Anggota 1


A. Identitas Diri
Nama Lengkap (dengan gelar)
Jenis Kelamin
NIM/NIDN
Tempat dan Tanggal Lahir
E - mail
Nomor Telepon/HP
B. Riwayat Pendidikan
SD

SMP

SMA

Nama Institusi

MTsN Tiku, Kab

SMAN 2 Lubuk

SDN 12 Pasir

Fitri Purnama Sari


Perempuan
I114130019
Tiku, 10 Maret 1995
fitripurnamasari883@gmail.com
082311951176

Jurusan
Tahun MasukLulus

Tiku (kelas 1)
SDN 11
Kampung
Darek, Kab
Agam (kelas
2-6)

Agam

Basung,
Agam

Kab

2001-2007

2007-2010

IPA
2010-2013

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
No
Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat
Ilmiah / Seminar
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau
institusi lainnya)
No.
Nama Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1.
Finalis Lomba Kimia +200
SMAN 2 Lubuk
2010
peserta se-Sumatera Barat
Basung, Kab Agam
2.

Peringkat 8 Lomba Kimia +200


peserta se-Sumatra Barat

3.

SMAN 2 Lubuk
Basung, Kab Agam

Finalis Lomba Cerdas Cermat


Universitas Negri
Kimia +400 peserta se-Sumatera Padang (UNP)
4.
5.

Finalis Lomba Cerdas CermatUniversitas


Kimia + 400 peserta se-Sumatera (UNAND )
Tim PKMM yang didanai
DIKTI
Penerima Beasiswa PPA +2000
participant
DIKTI

Andalas

2011
2011
2012
2014
2014-juni
2016

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah
benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian
hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup
menerima sanksi.Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk
memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah.
Bogor, 25 April 2016
Pengusul,
/

(Fitri Purnama Sari)

Lampiran 1.2.Biodata Anggota 2


A. Data Diri Anggota
Nama Lengkap (dengan gelar)
Jenis Kelamin
Tempat dan Tanggal Lahir
E - mail
Nomor Telepon/HP
B. Riwayat Pendidikan
SD

Rizki Kurniawan Hadi


Laki-Laki
Jakarta, 13 Desember 1995
rizkikurnyawan@gmail.com
083878574459
SMP

SMA

Nama Institusi

SDN 05Pejaten
Timur

SMP Negeri
107 Jakarta

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

2001-2007

2007-2010

SMA Negeri 104


2 Jakarta
2
IPA
2010-2013

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)


No
Nama Pertemuan
Judul Artkel Ilmiah
Ilmiah / Seminar
1
D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah,
institusi lainnya)
No.
Nama Penghargaan
Institusi Pemberi
Penghargaan
-

Waktu dan
Tempat
asosiasi atau
Tahun
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah
benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan hibah.
/

Lampiran 1.2.Biodata Anggota 3


A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
2
Jenis Kelamin
3
Program Studi
4
NIM
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
E-mail
7
Nomor Telepon / HP

Revina Febri Nadiasari Putri


Perempuan
Ilmu Gizi
I14130064
06, Februari 1995
revinafebri.s.gz@gmail.com
085735833073

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi

SD
SD Negeri 02
Mojorejo
Madiun

SMP

SMA

SMP Negeri 2
Madiun

SMA Negeri
2 Madiun

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

2001-2007

2007-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


Nama Pertemuan
No
Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah / Seminar
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir
No
Jenis Penghargaan
-

IPA
2010-2013
Waktu dan
Tempat
-

Institusi
Pemberi
Penghargaan
-

Tahun
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian data ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi satu persyaratan
dalam pengajuan hibah PKM-GT.
/

Lampiran 1.5. Biodata Dosen Pembimbing 1


A. Identitas Diri
Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Dosen Program Studi
NIP/NIDN
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP
B. Riwayat Pendidikan
Undergraduate
degree
Nama Institusi
Institut Pertanian
Bogor
Jurusan
Nutrisi
Tahun Lulus
1982
1
2
3
4
5
6
7

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS.


Laki-laki
Ilmu Gizi

19590807 198303 1001/0007085915


7 agustus 1959
Hardinsyah2010@gmail.com
08129192259
Masters degree

PhD degree

Institut Pertanian
Bogor
Nutrisi
1987

University of
Queensland Australia
Nutrisi
1996

C.Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No
Jenis Penghargaan
1.

The best lectures and researcher


achievement award

2.

The best lectures and reseacher


achievement award

3.

The Best Participant on International


Training on Community Development
in Taiwan

Institusi
Pemberi
Penghargaan
Institut
Pertanian
Bogor
Fakultas
Pertanian,
Institut
Pertanian
Bogor

Tahun
1998
1998

2004

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian data ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi satu persyaratan
dalam pengajuan hibah PKM-GT.
/

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No

Nama/NIM

Program
Studi

Bidang
Ilmu

Alokasi Waktu
(jam/minggu)

Uraian
Tugas

Harki
Taufiqurrohman/
I14120045
Fitri Purnama
Sari/ I14130019

Ilmu Gizi

IPA

10 jam /
minggu

Ketua tim,
gagasan

Ilmu Gizi

IPA

10 jam /
minggu

Anggota
tim,
gagasan

2
3

Rizki Kurniawan Fisika


Hadi/
G74130028

IPA

10 jam /
minggu

Anggota
tim,
gagasan

Revina Febri
N.P/ I14130064

IPA

10 jam /
minggu

Anggota
tim,
gagasan

Ilmu Gizi

Pemogram
Modifikasi
bagian
an
Arduino
panel atas
untuk
urinoir
mengatur
untuk
sensor

Anda mungkin juga menyukai