Anda di halaman 1dari 25

Nama mata uang negara Jepang adalah yen.

Negara yang terkenal dengan sebutan Nippon ini


memang paling maju di Asia meski dulu pernah hancur luluh lantak gara-gara dijatuhi bom atom di kota
Hiroshima dan Nagasaki. Maka tak heran banyak orang yang ingin tau apa rahasia mereka membangun
negara yang dalam waktu singkat bisa melakukan perubahan yang sangat besar. Ternyata rahasianya
adalah SDA nya. Sudah menjadi rahasia umum kalau orang Jepang itu gila kerja semua.
Tapi kali ini saya tidak akan membahas masalah kerja keras mereka. Yang akan saya bahas sekarang ini
adalah mata uang yang digunakan secara resmi di negara yang dulu pernah menjajah Indonesia yang
konon lebih kejam dari pada penjajah Belanda. Mengapa saya katakan kejam? Karena saya pernah
dengar nenek bilang, Jepang kui kejem senajan awake kuntet ngeluwihi londo sing gede duwur.

Asal usul atau sejarah mata uang Jepang yen


Di negara yang sering disebut negeri matahari terbit ini, mata uang resmi yang digunakan adalah yen,
tepatnya sejak 27 Juni 1871. Berdasarkan ISO 4217 kodenya JPY dan bersimbol . Sedangkan kalau
ditulis dengan huruf kanji menjadi . Aksara katakana tersebut sebenarnya dibaca en saja. Namun bisa
menjadi yen berdasarkan romaji alias alih aksara dari bahasa jepang ke abjad latin.
Kalau berdasarkan arti, aksara kanji tersebut berarti lingkaran. Pada tradisi orang jepang, jika mau
menyebut mata uang, mereka biasa melambangkannya dengan lingkaran yang dibentuk dengan jari
telunjuk dan ibu jari. Selain itu kan biasanya uang logam memang kebanyakan berbentuk bundar. Maka
dari itulah mereka menyebut bundar itu mata uang mereka (yen). Cukup berbeda ya dengan asal muasal
rupiah yang berarti perak dan berasal dari bahasa Mongolia.

Kelebihan mata uang Jepang yen


Selain gila kerja, orang yang bermata sipit ini juga mempunyai rasa disiplin tinggi dan sangat menghargai
negaranya dengan baik. Hal ini diterapkan juga pada cara mereka memperlakukan uang yen pada
kehidupan sehari-hari. Antara lain sebagai berikut:

1. Selalu tersedia kembalian dalam jumlah yang cukup


Jika anda berbelanja di toko/ warung negara Jepang, bisa dipastikan mereka akan ngasih uang
kembalian dengan pas. Maksudnya tidak seperti di Indonesia yang kadang dikasih kembalian permen
kalau stok uang receh habis.
Nah di toko-toko jepang, hal itu tidak akan terjadi. Mereka, para penjual pasti menyediakan uang receh
sampai pada pecahan terkecil sekalipun, yaitu 1, meskipun sebenarnya pecahan tersebut sangat kecil
dan tidak berarti.
Mengapa mereka sampai segitunya? Karena orang Jepang akan dianggap tidak serius jualan kalau tidak
menyediakan stok kembalian receh dengan jumlah yang cukup. Silakan baca lainnya: Mata uang
Thailand baht dilarang di injak.

2.Mudah dikenali, tidak terkecuali untuk para tuna


netra

Uang kertas jepang memiliki lebih sedikit denominasi / pecahan bila dibanding mata uang kita, rupiah.
Yaitu 4 pecahan doang. Selain sedikit, pecahan tersebut juga dilengkapi blind code semua (sedangkan
rupiah hanya beberapa saja). Yaitu kode yang bisa digunakan untuk orang tuna netra biar bisa mengenali
nominalnya dengan cara diraba. Adapun tanda tersebut adalah berupa tanda garis untuk uang 1000yen,
tiga bulatan untuk 2000yen, satu tanda bulat untuk 5000yen dan garis siku untuk pecahan terbesar
10,000 yen.
Bagaimana dengan uang logamnya? Ternyata justru lebih mudah lagi dikenalinya karena masing-masing
koin memiliki ukuran, berat, warna dan juga bentuk yang sangat berbeda.Koin terbesar dan paling
terberat adalah pecahan 500 yen yang berwarna kuning berbahan nikel sedangakan koin paling kecil dan
paling ringan berbahan alumunium adalah 1 yen nerwarna perak dan sisa lainnya adalah 100 yen.
Bagaimana dengan pecahan 50 dan 5 yen? Dua pecahan ini memiliki lubang pada bagian tengahnya.
Yang terasa lebih berat adalah 50 yen dan yang ringan adalah 5 yen.

3. Nilai yang hampir stabil dan rendah inflasi


Sebagai negara yang maju tentu perekonomiannya juga stabil. Stabil atau tidaknya perekonomian suatu
negara kadang bisa kita amati dengan melihat harga barang-barang di negara tersebut mengalami inflasi
yang tinggi atau tidak. Bila terjadi inflasi yang tinggi, itu adalah indikasi perekonomian tidak sehat. Nah di
Jepang nilai Yen lumayan stabil. Harga karcis kereta kalau dibandingkan selama sepuluh tahun terakhir
nyaris tidak ada perubahan sama sekali.

4. Jarang ditemukan uang yen dalam keadaan lecek


dan dekil
Bank central Jepang memberlakukan sebuah aturan yang dikenal clean money policy. Jadi tidak heran di
sini rata-rata uangnya terlihat baru. Tidak seperti rupiah milik Indonesia, mentang-mentang nominal uang
kecil kadang dicoret-coret bahkan diedit gambar pahlawannya.

Selain kebijakan tersebut, hal lain yang menyebabkan uang yen terawat ya karena orang jepang
memperlakukan dengan baik, sudah gitu bahan pembuatan uangnya juga dari bahan yang berkualitas
tinggi (washi) yang otomatis menjadikannya tidak mudah rusak.

5. Design dan warna yang hampir sama sepanjang


tahun
Untuk membuat uang model baru, negara Jepang memang tergolong irit. Uang yang beredar sekarang
nyaris sama sepanjang tahun. Uang yang berlaku sekarang adalah series tahun 2004 kecuali untuk
pecahan 2000 yen yang merupakan seri tahun 2000.
Khusus untuk design uang baru umumnya mempunyai pola yang hampir seragam yaitu bulatan putih
yang berisi gambar transparan atau gambar air pada bagian tengah kemudian gambar tokoh selalu
terletak di sebelah kanan.

6. Ada fitur pengaman yang menyebabkan sulit


dipalsukan
Di negara ini melakukan pemalsuan uang bisa dibilang sangat susah sekali. Hal ini dikarenakan uang
kertas yen dicetak dengan fitur pengaman yang sangat canggih. Salah satunya adalah stiker bulat yang
berwarna perak. Bila anda mencoba memfotokopinya dengan mesin tercanggih sekalipun, maka akan
menyebabkan warnanya menjadi hitam.

7. Gambar tokoh atau pehlawan yang unik

Kebanyak uang kan gambarnya pahlawan nasional yang berjasa pada negara, nah di gambar uang
Jepang ada keunikan tersendiri. Yaitu letak gambar tokohnya berada diposisi sebelah kanan semua. Dan
kalau kita perhatikan lebih lanjut, ternyata tokoh yang fotonya bisa tampil di situ bukanlah kaisar ataupun
anggota keluarga kerajaan, bukan pula tokoh kepala negara. Yang tampil disitu justru tokoh pendidikan,
peneliti atau bahkan penulis novel yang di negara kita nayris tidak dianggap terlalu penting. Novelis
tersebut bernama Ichiyo, gadis dari keluarga miskin yang meninggal di usia muda karena penyakit
tuberkolosis. Jika anda ingin mengenalnya lebih dekat silakan baca: Mata uang Jepang dengan foto
perempuan biasa, bukan pahlawan nasional

Kurs mata uang Jepang Yen ke rupiah


Di atas sudah dibahas bahwa negara jepang adalah negara yang maju dengan perekonomian yang
stabil. Jadi secara otomatis nilai tukar yen terhadap mata uang asing lainnya juga cenderung stabil
bahkan bisa menguat. Namun kalau anda tetap ingin tau nilai konversinya, berikut saya sampaikan
dibawah ini.

1 yen berapa rupiah? Jawabannya adalah 121,9777

1 yen berapa dollar Amerika? Jawabannya 0,0083

Nilai kurs di atas berdasarkan Yahoo Currency tanggal di mana artikel ini ditulis yaitu 2
Oktober 2015 alias terbaru saat ini.

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata


Uang
February 26, 2014 2 Comments
Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara adalah nilai
tukar mata uang. Dalam hubungan transaksi perdagangan antar negara (ekspor dan impor) nilai tukar
tersebut mempunyai peranan yang sangat penting, apalagi saat ini di era globalisasi hampir seluruh
negara di dunia terlibat dalam kegiatan ekonomi perdagangan bebas. Nilai tukar uang suatu negara akan
membawa efek pada return dan portfolio perusahaan-perusahaan investasi dan investor dari luar negeri.

Nilai Tukar Mata Uang: Apakah itu?

Secara singkat, menurut ekonom Salvatore, definisi


nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai suatu mata uang
terhadap nilai mata uang lainnya. Nilai tukar mata uang pada suatu negara bersifat fluktuatif dan
dinyatakan dalam perbandingan dengan mata uang negara lain. Jika nilai mata uang menguat maka nilai
ekspor produk dari negara tersebut akan menjadi lebih tinggi dan sebaliknya jika nilai mata uang
melemah, maka nilai impor barang dari negara lain akan lebih rendah atau murah.
Kenaikan nilai tukar uang dalam negeri disebut apresiasi atas mata uang asing, sedangkan depresiasi
adalah penurunan nilai tukar uang domestik atas mata uang asing. Mengapa Nilai Mata Uang
Berfluktuasi? Ada beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi nilai mata uang. Berikut adalah beberapa
di antaranya.
Nilai Tukar Mata Uang dan Tingkat inflasi
Negara-negara dengan tingkat kemakmuran ekonomi yang tinggi cenderung akan konsisten rendah
tingkat inflasinya sehingga nilai mata uangnya menjadi lebih kuat dibandingkan dengan negara lain yang
tingkat inflasinya tinggi sebagaimana di Indonesia. Hal itu akan menyebabkan purchasing power atau
daya beli negara-negara maju tersebut lebih tinggi daripada negara lain. Negara-negara yang tergolong
mempunyai tingkat kemakmuran tinggi adalah Swiss, Jerman, dan Jepang pada akhir abad 20, kemudian
Amerika dan Canada menyusul sebagai negara dengan tingkat inflasi rendah. Bagi negara-negara yang

tingkat inflasinya tinggi, nilai mata uangnya akan mengalami depresi daripada negara rekanan transaksi
perdangangannya.
Dalam pasar foreign exchange atau valuta asing, dasar yang utama adalah transaksi internasional baik
dalam komoditas jasa atau barang sehingga perubahan harga dalam negeri yang tidak tetap terhadap
harga luar negeri berdampak pada pergerakan valuta asing. Ilustrasinya adalah demikian, jika Jepang
yang bekerja sama dengan Indonesia dalam transaksi perdagangan internasional mengalami inflasi,
maka produk impor dari Jepang otomatis akan meningkat harganya sehingga permintaan masyarakat
atas produk tersebut akan berkurang.

Nilai Tukar Mata Uang dan Tingkat Suku Bunga


Nilai tukar uang, inflasi, dan suku bunga mempunyai korelasi yang kuat. Bank Indonesia misalnya, dapat
turun tangan untuk mengatasi inflasi dan mempengaruhi nilai tukar mata uang dengan mengubah
tingkat suku bunga. Jika suku bunga Indonesia tinggi maka permintaan mata uang rupiah akan
bertambah dan investor baik lokal maupun mancanegaraakan tertarik berinvestasi demi keuntungan yang
lebih besar. Tetapi jika inflasi semakin meningkat investor akan keluar untuk menghindari kerugian
sampai bank pusat kembali menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika bank Indonesia menurunkan suku
bunga, maka nilai tukar uang akan semakin lemah.
Nilai Tukar Mata Uang dan Neraca perdagangan
Pengertian neraca perdagangan adalah semua pembayaran dari hasil ekspor dan impor barang ataupun
jasa dari dua negara rekanan dagang. Bila suatu negara mengeluarkan uang lebih banyak untuk
membayar negara rekan dagangnya daripada jumlah yang diterima sebagai pembayaran atas produk
ekspornya, maka dikatakan negara tersebut mengalami defisit. Selanjutnya negara tersebut
membutuhkan lebih banyak mata uang negara partner dagangnya yang berakibat pada melemahnya nilai
tukar uang negara tersebut terhadap mata uang negara rekanan. Sedangkan kondisi banyaknya
keuntungan yang diterima negara rekan bisnisnya disebut surplus, yaitu nilai tukar uang negara tersebut
menguat dibandingkan mata uang negara rekanan.
Nilai Tukar Mata Uang dan Hutang publik
Selain untuk aktivitas perdagangan dengan negara lain, neraca anggaran lokal suatu negara juga
digunakan untuk menunjang proyek-proyek dalam negeri untuk kepentingan pemerintahan dan
masyarakat. Anggaran yang defisit akan menyebabkan meningkatnya hutang publik atau public debt dan
hal ini akan berakibat pada tingginya nilai inflasi. Defisit anggaran dapat diatasi dengan menjual aset
pemerintah atau mencetak lebih banyak uang. Jika keadaan terus memburuk, pemerintah bisa saja
mengalami gagal bayar atau default sehingga peringkat hutangnya turun. Salah satu faktor yang dapat
melemahkan nilai tukar uang suatu negara adalah hutang publik yang tinggi.
Nilai Tukar Mata Uang dan Ekspor-Impor
Jika jumlah ekspor barang ataupun jasa suatu negara meningkat daripada nilai ekspornya, dapat
dipastikannilai tukar mata uang negara tersebut akan menguat. Dengan peningkatan komoditas ekspor
baik barang atau jasa berarti permintaan mata uang akan meningkat. Sebaliknya, bila nilai impor lebih
tinggi daripada jumlah ekspor, bisa saja negara mengalami defisit sehingga nilai tukar melemah.
Nilai Tukar Mata Uang dan Kondisi Ekonomi dan Politik
Untuk menginvestasikan dananya, para investor tentu akan memilih negara dengan kondisi ekonomi
yang baik termasuk keadaan politik yang stabil dan aman. Ketidakstabilan kondisi ekonomi secara
otomatis akan mempengaruhi kepercayaan investor karena cenderung memiliki resiko tinggi sebagai

tempat mengeluarkan dananya. Oleh karena itu dikatakan keadaan politik akan berdampak pula pada
nilai tukar uang suatu negara.
Nilai Tukar Mata Uang dan Tingkat pendapatan
Dalam pasar mata uang asing faktor yang berdampak pada permintaan dan penawaran adalah laju
pertumbuhan riil terhadap harga produk luar negeri. Laju peningkatan pendapatan riil domestik diprediksi
akan melemahkan nilai tukar mata uang asing, sementara pendapatan riil domestik akan menyebabkan
permintaan valuta asing bertambah bila dibandingkan stok yang tersedia.
Nilai Tukar Mata Uang dan Kontrol Pemerintah
Menurut ahli ekonomi, Madura, Kebijakan pemerintah juga turut berperan dalam mempengaruhi nilai
tukar uang dalam berbagai bentuk, yaitu berusaha menghindari hambatan nilai tukar mata uang asing,
berusaha untuk menghindari hambatan transaksi perdagangan internasional, dan melakukan campur
tangan dalam pasar uang untuk menyeimbangka atau menytabilkan nilai tukar dengan membeli atau
menjual mata uang. Alasan pemerintah untuk melakukan campur tangan dalam pasar uang adalah, untuk
memperlancar perubahan dari nilai tukar uang dalam negeri, membuat kondisi nilai tukar dalam negeri
masih berada dalam batas yang ditentukan, dan respon pemerintah atas adanya kekacauan dalam pasar
uang yang mungkin dalam jangka waktu sesaat.
Nilai Tukar Mata Uang dan Ekspektasi
Faktor berikutnya yang juga berperan dalam nilai tukar mata uang adalah harapan atau kemungkinan
untuk mendapat nilai tukar tinggi di masa yang akan datang. Sama seperti investasi sekuritas
seperti saham dan lainnya, pasar valuta asing akan merespon dengan cepat setiap berita yang
mempunyai pengaruh di masa depan. Sebagai contoh, rumor yang beredar bahwa inflasi di Amerika akan
meningkat akan membuat investor valas menjual mata uang dollarnya secepat mungkin karena
menganggap nilai tukarnya akan menurun di masa yang akan datang. Tindakan ini akan langsung
berpengaruh pada turunnya nilai tukar dollar dalam market uang.
Demikianlah beberapa hal yang mempengaruhi nilai tukar mata uang. Jika berniat terjun pada investasi
valas, sebaiknya carilah informasi sebanyak dan sedetail mungkin tentang faktor-faktor yang
mempengaruhi fluktuasi nilai mata uang

Pasar valuta asing (bahasa Inggris: foreign exchange market, forex)


atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi
yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang
negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar
uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.
Pergerakan pasar valuta asing berputar mulai dari pasar Selandia Baru dan
Australia yang berlangsung pukul 05.0014.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu
Jepang, Singapura, dan Hongkong yang berlangsung pukul 07.0016.00 WIB,
ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung pukul 13.00
22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pukul 20.30
10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negaranegara dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat
dikalahkan oleh kekuatan pasar valuta asing yang bebas.Menurut survei BIS
(Bank International for Settlement, bank sentral dunia), yang dilakukan pada
akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar valuta asing mencapai lebih dari
USD$1,4 triliun per harinya.
Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi
tersebut, valuta asing juga telah menjadi alternatif yang paling populer
karena ROI (return on investment atau tingkat pengembalian investasi) serta
laba yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya.
Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka pasar valuta asing juga
memiliki risiko yang sangat tinggi.
Kapitalisasi dan likuiditas pasar
Pasar valuta asing adalah suatu pasar yang unik karena:

volume perdagangannya
likuiditas pasar yang teramat besar
banyaknya serta variasi dari pedagang di pasar valuta
asing
geografis penyebarannya

jangka waktu perdagangannya yang 24 jam sehari (kecuali


akhir pekan)
aneka ragam faktor yang memengaruhi nilai tukar mata
uang

Menurut BIS, rata-rata perputaran pasar valuta asing dunia per hari
diestimasikan bernilai $3,21 trilliun, yang terbagi atas:
$1005 milliar di transaksi spot
$362 milliar di pasar kontrak serah(forward contract)
$1714 milliar di pasar swap
$129 milliar diestimasikan sebagai selisih pelaporan
Sebagai tambahan di luar perputaran tradisional ini, sebesar $2,1 trilliun
diperdagangkan di pasar derivatif.
Kontrak berjangka valuta asing yang diperkenalkan pada tahun 1972 pada
Chicago Mercantile Exchange tumbuh secara cepat dalam beberapa tahun
belakangan ini tetapi volumenya masih hanya sebesar 7% dari total volume
perdagangan pasar valuta asing.
Menurut data International Financial Services,London (IFSL), secara
keseluruhan perputaran harian pasar tradisional valuta asing rata-rata
mencapai total nilai 2,7 billiun US dollar pada April 2006. Estimasi tersebut
berdasarkan data tengah tahun dari Komite Bursa Valuta Asing (Foreign
Exchange Committee) di London, New York, Tokyo and Singapura
Pada perdagangan valuta asing secara langsung (OTC), pialang dan
pedagang melakukan negosiasi secara langsung tanpa melalui bursa atau
kliring. Pusat perdagangan terbesar secara geografis berada di London,
Inggris, dimana menurut data IFSL diperkirakan telah meningkat
kontribusinya dari 31,3% pada April 2004 menjadi 32,4% pada April 2006
Karakteristik perdagangan valuta asing
Tidak ada suatu keseragaman dalam pasar valuta asing. Dengan adanya
transaksi di luar bursa perdagangan (over the counter)[3] sebagai pasar
tradisional dari perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing
yang saling berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang
berbeda diperdagangkan, sehingga secara tidak langsung artinya bahwa
tidak ada kurs tunggal mata uang dollar melainkan kurs yang berbeda-beda
tergantung pada bank mana atau pelaku pasar mana yang bertransaksi.
Namun dalam prakteknya perbedaan tersebut seringkali sangat tipis.
PERINGKAT

MATA UANG

ISO 4217 KODE

SIMBOL

United States dollar

USD

Eurozone euro

EUR

Japanese yen

JPY

British pound sterling

GBP

Swiss franc

CHF

Australian dollar

AUD

6 Peringkat Teratas Mata Uang Yang Diperdagangkan


Pusat perdagangan utama adalah di London, New York, Tokyo dan Singapura
namun bank-bank diseluruh dunia menjadi pesertanya. Perdagangan valuta
asing terjadi sepanjang hari. Apabila pasar Asia berakhir maka pasar Eropa
mulai dibuka dan pada saat pasar Eropa berakhir maka pasar Amerika
dimulai dan kembali lagi ke pasar Asia, terkecuali di akhir pekan.
Sangat sedikit atau bahkan tidak ada perdagangan orang dalam atau
informasi orang dalam (Insider trading) yang terjadi dalam pasar valuta
asing. Fluktuasi kurs nilai tukar mata uang biasanya disebabkan oleh gejolak
aktual moneter sebagaimana juga halnya dengan ekspektasi pasar terhadap
gejolak moneter yang disebabkan oleh perubahan dalam pertumbuhan
Produk Domestik Bruto (PDB/GDP), inflasi, suku bunga, rancangan anggaran
dan defisit perdagangan atau surplus perdagangan, penggabungan dan
akuisisi serta kondisi makro ekonomi lainnya. Berita utama selalu
dipublikasikan untuk umum, sehingga banyak orang dapat mengakses berita
tersebut pada saat yang bersamaan. Namun bank yang besar memiliki nilai
lebih yang penting yaitu mereka dapat melihat arus pergerakan pesanan
mata uang dari nasabahnya.
Mata uang diperdagangkan satu sama lainnya dan setiap pasangan mata
uang merupakan suatu produk tersendiri seperti misalnya EUR/USD, USD/JPY,
GBP/USD dan lain-lain. Faktor pada salah satu mata uang misalnya USD akan
memengaruhi nilai pasar pada USD/JPY dan GBP/USD, ini adalah merupakan
korelasi antara USD/JPY dan GBP/USD.
Pada pasar spot, menurut penelitian yang dilakukan oleh Bank for
Internasional Settlement (BIS) , produk yang paling sering diperdagangkan
adalah
EUR/USD 28 %
USD/JPY 18 %
GBP/USD (also called sterling or cable) 14 %
dan mata uang US dollar terlibat dalam 89% dari transaksi yang dilakukan,
kemudian diikuti oleh mata uang Euro (37%), Yen (20%) dan Pound Sterling

(17%).
Walaupun perdagangan dalam mata uang Euro meningkat secara cepat
sejak mata uang tersebut diterbitkan pada January 1999 1999, US dollar
masih mendominasi pasar valuta asing. Sebagai contoh misalnya dalam
perdagangan antara Euro dan mata uang non Eropa (XXX), biasanya selalu
melibatkan dua jenis perdagangan yaitu EUR/USD dan USD/XXX,
pengecualiannya hanya pada perdagangan EUR/JPY yang merupakan
pasangan mata uang yang secara tetap diperdagangkan di pasar spot antar
bank.

Proses transaksi
Di bursa valas (valuta asing) ini orang dapat membeli ataupun menjual mata
uang yang diperdagangkan. Secara obyektif adalah untuk mendapatkan
profit atau keuntungan dari posisi transaksi yang anda lakukan. Di Bursa
valas dikenal istilah Lot dan Pip. 1 Lot nilainya adalah $100.000 dan 1 pip
nilainya adalah $10. Sedangkan nilai dolar di bursa valas berbeda dengan
nilai dolar yang kita kenal di bank-bank. Nilai dolar di bursa valas sangat
bervariasi, 6000/8000 dan 10.000 rupiah.
Transaksi dua arah
Transaksi di valuta asing dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam
mengambil keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy),
lalu ditutup dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan
dahulu, lalu ditutup dengan membeli.
Pemain pasar valuta asing
10 Pedagang Valuta Terbesar
% dari volume keseluruhan, Mei
2006
PERINGKAT

NAMA

% DARI VOLUME

Deutsche Bank

19.26

UBS AG

11.86

Citigroup

10.39

Barclays Capital

6.61

Royal Bank of Scotland 6.43

Goldman Sachs

5.25

HSBC

5.04

Bank of America

3.97

JPMorgan Chase

3.89

10

Merrill Lynch

3.68

Sumber: Survei oleh Euromoney FX [6]


Tidak seperti halnya pada bursa saham dimana para anggota bursa memiliki
akses yang sama terhadap harga saham, pasar valuta asing terbagi atas
beberapa tingkatan akses.
Pada akses tingkat tertinggi adalah pasar uang antar bank (PUAB) yang
terdiri dari perusahaan-perusahaan bank investasi besar.Pada PUAB, selisih
antara harga penawaran/harga jual (ask) dan harga permintaan/harga beli
(bid) adalah sangat tipis sekali bahkan biasanya tidak ada , dan harga ini
hanya berlaku untuk kalangan mereka sendiri yang tidak diketahui oleh
pemain valuta asing di luar kelompok mereka.
Pada akses tingkat dibawahnya, rentang selisih antara harga jual dan harga
beli menjadi besar tergantung dari volume transaksi.
Apabila seorang trader dapat menjamin terlaksananya transaksi valuta asing
dalam jumlah besar maka mereka dapat meminta agar selisih nilai jual dan
beli diperkecil yang disebut better spread ( selisih tipis antara harga jual dan
beli).
Level akses terhadap pasar valuta asing adalah sangat ditentukan oleh
ukuran transaksi valuta yang dilakukan.
Bank-bank peringkat atas menguasai pasar uang antar bank (PUAB)
hingga 53% dari seluruh nilai transaksi. Dan setelah bank-bank peringkat
atas tersebut maka peringkat selanjutnya adalah bank-bank investasi kecil
lalu perusahaan-perusahaan multi nasional besar ( yang membutuhkan
lindung nilai atas risiko transaksi serta membayar para pegawainya
diberbagai negara), hedge fundbesar , dan juga para pedagang eceran yang
menjadi penentu pasar valuta asing.
Menurut Galati dan Melvin , dana pensiun, perusahaan asuransi, reksadana
dan investor institusi adalah merupakan pemain yang memiliki peran besar
dalam pasar keuangan secara umum dan khususnya pasar valuta asing sejak
dekade 2000an.
Bank
Pasar uang antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari
perputaran uang di dunia usaha serta kebutuhan dari transaksi para
spekulan setiap harinya yang dapat mencapai nilai triliunan dollar. Beberapa

transaksi dilaksanakan untuk dan atas nama nasabahnya, tetapi sebagian


besar adalah untuk kepentingan pemilik bank ataupun untuk kepentingan
bank itu sendiri.
Hingga saat ini, pialang valuta asing adalah merupakan pelaku perputaran
valuta dalam jumlah yang besar, memfasilitasi perdagangan PUAB dan
mempertemukan penjual dan pembeli untuk upah(fee) yang kecil. Namun
saat ini banyak bisnis valuta asing ini yang beralih kepada suatu sistem
elektronis yang lebih efisien seperti misalnya EBS (sekarang dimiliki oleh
ICAP), Reuters Dealing 3000 Matching (D2), the Chicago Mercantile
Exchange, Bloomberg dan TradeBook(R)
Dunia usaha
Salah satu pemeran pasar valuta asing ini adalah adanya kebutuhan dari
aktivitas perusahaan dalam melakukan pembayaran harga barang ataupun
jasa dalam mata valuta asing. Kebutuhan mata valuta asing dari suatu
perusahaan seringkali hanya kecil nilainya dibandingkan dengan kebutuhan
dari bank dan spekulan dan perdagangan valuta asing yang dilakukannya
seringkali hanya membawa dampak yang kecil sekali bagi nilai pasaran kurs
mata uang. Meskipun demikian arus perdagangan valuta asing dari
perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya merupakan faktor
yang penting bagi arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi beberapa
perusahaan multinasional dapat membawa akibat yang tidak terduga
sewaktu mereka menutup posisi (posisi jual ataupun beli) yang amat besar
sekali dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh para pemain
pasar.
Bank sentral
Bank sentral suatu negara memegang peran yang amat penting dalam pasar
valuta asing. Bank sentral ini senantiasa berupaya untuk mengendalikan
suplai uang, inflasi, dan ataupun suku bunga bahkan seringkali mereka
memiliki suatu target baik resmi maupun tidak resmi terhadap nilai tukar
mata uang negaranya. Seringkali bank sentral ini menggunakan cadangan
devisanya untuk menstabilkan pasar.
Dengan ekspektasi pasar ataupun isu tentang intervensi yang dilakukan oleh
bank sentral belaka telah cukup untuk menstabilkan kurs mata uang
setempat, tetapi intervensi yang agresif dilakukan beberapa kali dalam
setiap tahunnya pada suatu negara yang kurs mata uangnya bergejolak.
Berbagai sumber dana yang ada di pasaran valuta asing apabila disatukan
dapat dengan mudah mempermainkan bank sentral (menarik atau menjual
mata uang dalam jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank sentral
tidak mampu lagi melakukan intervensi) dimana skenario ini nampak pada
tahun 1992-1993 dimana mekanisme nilai tukar Eropa ( European Exchange
Rate Mechanism ERM) mengalami kejatuhan serta beberapa kali jatuhnya
nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.
Perusahaan manajemen investasi

Perusahaan manajemen investasi (yang mana biasanya adalah merupakan


pengelola banyak sekali akun atas nama nasabahnya seperti misalnya dana
pensiun dan dana sumbangan yayasan) yang bertransaksi di pasar valuta
asing untuk kebutuhan mata uang asing guna melakukan transaksi
pembelian saham di luar negeri. Transaksi valuta asing bagi mereka adalah
bukan merupakan tujuan investasi utamanya sehingga transaksi yang
dilakukannya bukan dengan tujuan spekulasi ataupun dengan tujuan
memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Hedge funds
Hedge funds ( sebuah perusahaan investasi yang menjalankan kegiatan
usaha transaksi spekulatif untuk mendapatkan keuntungan ) seperti
misalnya George Soros yang reputasinya naik disebabkan oleh kegiatan
spekulasi mata uang yang dilakukannya secara agresif sejak tahun 1990. Ia
mengelola dana triliunan US dollar dan masih bisa meminjam lagi triliunan
US dollar dan oleh karenanya mampu membuat intervensi yang dilakukan
oleh bank sentral suatu negara untuk menjaga nilai tukar mata uangnya
menjadi tidak berdaya apabila fundamental ekonomi tergantung pada belas
kasihan hedge funds.
Pialang valuta asing

Pialang valuta asing adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk


melakukan kegiatan jasa perantara bagi kepentingan nasabahnya di bidang
pasar uang dengan memperoleh imbalan atas jasanya. Menurut CNN, sebuah
pialang valuta asing memiliki volume transaksi antara 25 hingga 50 triliun
US dollar perharinya atau sekitar 2% dari keseluruhan nilai transaksi pasar
valuta asing dan sebagaimana dilaporkan oleh situs Komisi Perdagangan
Berjangka (Commodity Futures Trading Commission CFTC) bahwa investor
pemula dengan mudah dapat menjadi sasaran penipuan dalam perdagangan
valuta asing.
Bookmark the permalink.

Saat ini, banyak broker yang menggunakan 5 dan 3 desimal dibelakang koma
dalam menampilkan harganya. Hal itu disebut dengan FRACTIONAL PIPS, atau
disebut dengan pipette. Singkatnya, jika EUR/USD bergerak dari 1.16505 ke
1.16506, berarti nilai EUR naik 0.00001 terhadap USD yang artinya naik 1
pipette.
Oleh karena setiap mata uang mempunyai nilai relatif sendiri-sendiri, maka
diperlukan perhitungan khusus untuk setiap pasangan mata uang. Contoh
berikut adalah harga yang menggunakan 4 desimal. Untuk memudahkan
penjelasan dalam perhitungannya, nilai tukar (kurs) dituangkan dalam bentuk
perbandingan (rasio), misalnya EUR/USD di 1.1600 akan ditulis 1 EUR / 1.1600
USD.
Contoh rasio nilai tukar (kurs) :
USD/CAD = 1.2500, akan dibaca 1 USD terhadap 1.2500 CAD atau 1 USD /
1.2500 CAD.
(Nilai yang berubah pada counter currency) dikali rasio nilai tukar = nilai pip
(dalam base currency)
(0.0001 CAD) x (1 USD/1.2500 CAD)
Atau jika disederhanakan,
{(0.0001 CAD) : (1.2500 CAD)} x 1 USD = 0.00008 USD per unit yang
ditransaksikan atau diperdagangkan.
Dengan menggunakan contoh perhitungan diatas, jika kita memperdagangkan
10.000 unit USD/CAD, maka 1 (satu) pip perubahan pada nilai tukar, maka nilai
posisinya akan berubah sekitar 0.8 USD (10.000 unit x 0.00008 USD/unit).

(Penggunaan sekitar karena setiap kali nilai tukar berubah, maka nilai pip
juga akan berubah).
Berikut satu contoh lain yang melibatkan yen Jepang sebagai counter currencynya :
EUR/JPY di 134.00
Ingat bahwa semua pasangan mata uang yang melibatkan yen Jepang, nilai
tukarnya hanya menggunakan 2 desimal. Jadi, perubahan 1 (satu) pip yang
dimaksud adalah perubahan 0.01 JPY.
(Nilai yang berubah pada counter currency) dikali rasio nilai tukar = nilai pip
(dalam base currency)
(0.01 JPY) x (1 EUR/134.00 JPY)
Atau jika disederhanakan,
{(0.01 JPY) : (134.00 JPY)} x 1 EUR = 0.0000746 EUR per unit yang
ditransaksikan atau diperdagangkan.
Jadi, ketika kita memperdagangkan 10.000 unit EUR/JPY, maka setiap pip yang
berubah akan bernilai sekitar 0.746 EUR.

Menemukan Nilai Pip di Akun Denominasi Kita


Sekarang, pertanyaan terakhir ketika mencari tahu nilai pip dari posisi kita
adalah apa nilai pip dari sisi mata uang yang ada dalam akun kita?. Oleh
karena pasar forex adalah pasar global, tidak semua orang mempunyai akun
dengan mata uang yang sama. Bisa saja trader Eropa mempunyai akun dengan
denominasi Euro, atau trader Jepang menggunakan Yen dalam akun mereka.
Hal tersebut berarti nilai pip harus di konversikan ke dalam mata uang apapun
dimana mata uang tersebut akan diperdagangkan.
Perhitungan atau rumus berikut mungkin yang paling sederhana, yaitu dengan
mengalikan atau membagi nilai pip dengan nilai tukar (kurs) dari mata uang
yang ada dalam akun kita.
Jika mata uang dari nilai pip sama dengan mata uang base currency dalam
nilai tukar suatu pasangan mata uang, maka :
Kita gunakan contoh EUR/JPY di atas, coba kita konversikan nilai pip 0.746 EUR
ke dalam nilai pip USD dengan menggunakan EUR/USD pada rasio nilai tukar
1.1620. Jika mata uang yang kita konversikan merupakan counter currency,
yang harus kita lakukan adalah membagi nilai pip dengan rasio nilai tukar
yang bersangkutan.

0.746 EUR per pip / (1 EUR/1.1620 USD) atau


{(0.746 EUR) / (1 EUR)} x (1.1620 USD) = 0.867 USD per pip.
Jadi, setiap perubahan 1 pip pada perdagangan 10.000 unit, nilainya sekitar
0.867 USD.
Jika mata uang yang kita konversikan merupakan base currency, yang harus
kita lakukan adalah mengalikan nilai pip dengan rasio nilai tukar yang
bersangkutan.
Kita gunakan contoh USD/CAD di atas, kita akan mencari nilai pip dari 0.8 USD
ke dalam New Zealand dollar (NZD). Kita gunakan rasio nilai tukar 0.6430
untuk mengonversinya.
0.8 USD per pip X (1 NZD/.6430 USD) atau
{(0.8 USD) / (0.6430 USD)} x (1 NZD) = 1.2441 NZD per pip.
Jadi, setiap perubahan 1 pip pada perdagangan 10.000 unit USD/CAD, nilainya
sekitar 1.2441 NZD.
Sebenarnya kita tidak perlu hafal dalam perhitungan seperti di atas. Yang
terpenting buat kita adalah kita bisa memahami konsep dasar mengenai apa itu
pengertian pip dan pipette serta konsep dasar dari perhitungannya.
Semua broker forex sekarang ini sudah melakukan perhitungan tersebut secara
otomatis dalam trading platform mereka.

aluta asing dalam istilah bahasa Inggris dikenal dengan money changer atau foreign
exchange, sedangkan dalam istilah Arab disebut al-sharf. Dalam kamus al-Munjid fi alLughah disebutkan bahwa al-sharf berarti menjual uang dengan uang lainnya. Al-sharf yang
secara harfiyah berarti penambahan, penukaran, penghindaran, atau transaksi jual beli. Dengan
demikian al-sharf adalah perjanjian jual beli satu valuta dengan valuta lainnya. Valas atau alsharf secara bebas diartikan sebagai mata uang yang dikeluarkan dan digunakan sebagai alat
pembayaran yang sah di negara lain, seperti dollar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit
Malaysia dan sebagainya.
Jual beli mata uang merupakan transaksi jual beli dalam bentuk finansial yang mencakup
beberapa hal sebagai berikut: pembelian mata uang, pertukaran mata uang, pembelian barang
dengan uang tertentu, penjualan barang dengan mata uang, penjualan promis (surat perjanjian
untuk membayar sejumlah uang) dengan mata uang tertentu, atau penjualan saham dalam
perseroan tertentu dengan mata uang tertentu.
Masing-masing dari kegiatan di atas dapat diklasifikasi menjadi dua macam kegiatan,
yaitu jual beli dan pertukaran. Sehingga untuk masing-masing kegiatan tersebut dapat
diberlakukan hukum jual beli dan pertukaran. Penjualan mata uang dengan mata uang yang
serupa atau penjualan mata uang dengan mata uang asing dalam Islam inilah yang kemudian
disebut sebagai al-sharf.[1]
Apabila antara negara terjadi perdagangan internasional, maka tiap negara membutuhkan
valuta asing untuk alat bayar luar negeri, yang dalam dunia perdagangan disebut devisa.
Misalnya, eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil ekspornya, sebaliknya importir
Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor barang dari luar negeri.
Dengan demikian, akan timbul penawaran dan permintaan devisa di bursa valuta
asing. Setiap negara berwewenang penuh menetapkan kurs mata uangnya masing-masing (kurs
adalah perbandingan nilai uangnya terhadap uang asing). Misalnya 1 dolar Amerika = Rp
9.540,00. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing diselenggarakan di Bursa
Valuta Asing, money changer, bank devisa dan perusahaan bisnis valas.[2]
Demikian juga misalnya, bila sebuah perusahaan di Indonesia mengekspor barang,
misalnya ke Jepang, maka pertukaran mata uang asing diperlukan. Pembayaran oleh Jepang
untuk perusahaan Indonesia harus dengan mata uang lokal, rupiah. Sementara importir Jepang
hanya memiliki mata uang yen.
Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang dapat ditempuh, guna memenuhi kebutuhan
transaksi antara eksportir Indonesia dan importir Jepang tersebut. Pertama, bila eksportir
Indonesia menagih dalam bentuk rupiah, maka importir Jepang harus menjual yen dan membeli
rupiah untuk membayar barang yang diimpor dari Indonesia. Kedua, bila eksportir Indonesia

dibayar dengan mata uang yen, maka eksportir Indonesialah yang harus menukar yen itu kepada
rupiah.
Kurs mata uang tersebut bisa berubah-ubah, tergantung pada situasi ekonomi negara
masing-masing. Islam mengakui perubahan nilai mata uang asing dari waktu ke waktu
secara sunnatullah (mekanisme pasar). Bila perubahan itu terlalu tinggi, maka campur tangan
pemerintah diperlukan untuk menjaga stabilitas mata uang, karena Islam menginginkan
terciptanya stabilitas kurs mata uang.[3]
2.

Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing


Dalam jual beli antara bank dengan nasabah seperti bank notes, traveller cheque,
rekening giro atau deposito valas yang penyerahannya dapat dilakukan pada saat transaksi,
namun untuk transaksi valas yang dilakukan dalam perdagangan internasional tidak selamanya
penyerahan dapat dilakukan pada saat transaksi, mengingat jarak yang relatif jauh, perbedaan
waktu serta volume transaksi yang besar walaupun pada akhirnya semua transaksi ditutup secara
tunai (spot). Oleh karena itu, ada 3 jenis transaksi yang dapat dilakukan di bursa valas, yaitu:
a. Transaksi Tunai (spot transaction)
Dalam transaksi tunai biasanya penyerahan valas ditetapkan 2 hari kerja berikutnya.
Misalnya kontrak jual beli valas ditutup tanggal 10, maka penyerahannya dilakukan tanggal 12,
namun apabila tanggal 12 adalah hari Minggu atau hari libur negara asal, maka penyerahan dapat
dilakukan pada kari berikutnya. Tanggal penyelesaian transaksi seperti ini disebut tanggal valuta
atau value date.
Penyerahan dana dalam transaksi tunai pada dasarnya dapat dilakukan dalam 3 cara:
1) Value today disebut juga cash settlement, yaitu penyerahan dilakukan pada tanggal (hari)
yang sama dengan tanggal (hari) dilakukannya transaksi.
2) Value tomorrow disebut juga one day settlement, yaitu penyerahan dilakukan pada hari kerja
berikutnya.
3) Value spot, yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal transaksi.
b. Transaksi berjangka/tunggak (forward transaction)
Dalam transaksi berjangka penyerahan dilakukan beberapa hari mendatang baik secara
mingguan atau bulanan. Kurs dilakukan pada waktu kontrak dilakukan, akan tetapi pembayaran
dilakukan beberapa waktu yang akan datang sesuai dengan jangka waktunya.
Akibatnya rate yang digunakan dalam transaksi berjangka lebih tinggi dibandingkan dengan
transaksi tunai. Transaksi semacam ini disebut premium dan bila sebaliknya disebut discount.
Transaksi berjangka ini sering dilakukan untuk pemagaran risiko terhadap fluktasi tingkat
pertukaran (exchange rates) dan menjamin nilai tagihan di masa ynag akan datang dan juga
untuk tujuan spekulasi.

c.

d.

Sebagai contoh, misalkan harga satu unit rumah di Yordania adlah USD 10 ribu. Harga
rumah yang sama di Indonesia adalah Rp 6o juta. Dari harga rumah itu, maka harga spot USD
terhadap rupiah adalah Rp 60 juta : $ 10 juta = Rp 6.000 per 1 USD. Lalu A menukarkan Rupiah
(IDR) dengan US dollar (USD) kepada B dengan tanggal penyerahan 30 hari kemudian. Jika
tingkat bunag di pasar IDR adalah 20% per tahun dan tingkat bunga di pasar USD adalah 8% per
tahun, maka B akan memperoleh bunga sebesar 12 % lebih rendah daripada yang diterima oleh
A. Perbedaan tingkat bunga itulah yang mendasari penetapan nilai tukar USD terhadap IDR
berjangka karena B kehilangan kesempatan mendapatkan bunga 12%, maka B mengenakan
premi sebesar 12% kepada Sebaliknya karena A memperoleh bunga 12% dari B, maka A
memberikan diskon kepada B.
Perhitungannya: 0,12 x 30 : 360 = 0,01. Apabila harga USD di pasar spot adalah Rp 6.000
per 1 USD, maka 30 hari lagi A harus membayar harga spot ditambah premi, yaitu Rp 6.000 x (1
+ 0,01) = Rp 6.060 per 1 USD. Atau B hanya berkewajiban membayar jumalah USD yang
ditransaksikan dikurangi diskon hasilnya adalah Rp USD 1 x (1 0,01) = 0,99 USD per Rp
6.000.
Transaksi barter (swap transaction)
Transaksi barter dalam pasar antar bank adalah pembelian dan penjualan secara
bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda.
Dengan demikian, transaksi barter merupakan kombinasi antar pembeli dan penjual untuk dua
mata uang secara tunai yang diikuti membeli dan menjual kembali mata uang yang sama secara
tunai dan berjangka secara stimulan dalam batas waktu yang berbeda. Transaksi barter sering kali
disebut transaksi tukar pakai suatu mata uang untuk jangka waktu tertentu dan transaksi barter
jumlah pembelian suatu mata uang selalu sama dengan jumlah penjualannya, oleh kerenanya
tidak mengubah posisi pertukaran keuntungan.
Tujuan dari transaksi barter adalah untuk menjaga kemungkinan dari kerugian yang
disebabkan oleh perubahan kurs. Transaksi barter dapat dilakukan oleh BI dengan bank atau
antara bank dengan nasabahnya. Dengan kata lain, bahwa barter merupakan transaksi berjangka
yang dikaitkan dengan transaksi tunai atau kebalikannya. Misalnya, jual tunai beli berjangka atau
beli berjangka jual tunai. Transaksi barter banyak dilakukan oleh bank apabila suatu saat bank
mengalami kelebihan jenis mata uangnya. Sebagai contoh, bank berlebihan uang yang disimpan
nasabah dalam deposito valas US$ sedangkan kredit yang diberikan kebanyakan dalam yen JPN,
maka kepincangan ini dapat ditutup melalui transaksi barter.[4]
Transaksi Option
Transaksi Option adalah sebuah kontrak finansial yang memberikan hak kepada pembeli
dan kewajiban pada penjual untuk membeli atau menjual sesuatu pada harga, satuan dan waktu
tertentu. Pembeli dalam hal ini adalah pihak yang mengalihkan resiko kepada penjual dengan
cara membayar premi. Melalui perjanjian ini, pembeli tidak mau menerima resiko melebihi

3.

a.
b.

4.

a.
b.
c.

premi yang dibayarkan namun berhak untuk mengambil keuntungan yang tidak terbatas.
Sementara di sisi lain, penjual adalah pihak yang menerima premi sebagai keuntungan maksimal
dan bersedia untuk menanggung kerugian yang tidak terbatas.
Pembeli berhak memilih apakah akan menggunakan hak tersebut atau tidak. Jika pembeli
memilih menggunakan hak tersebut, maka penggunaan tersebut dikenal dengan nama exercise.
Dengan meng-exercise option, pembeli akan membeli atau menjual pada harga yang sudah
disepakati dalam kontrak. Jika pembeli memilih untuk tidak menggunakan hak pembeli atau
lapse maka kontrak akan berakhir tanpa nilai. TransaksiOption dilakukan di bursa atau di luar
bursa (OTC) melalui broker tertentu. Dan jenis instrumen yang dapat dicakup oleh
Transaksi Option beraneka ragam, bisa mata uang, komoditi fisik, sekuritas atau properti.[5]
Valuta Asing Menurut Perspektif Islam
Perdagangan valuta asing dapat dianalogikan dengan pertukaran antara emas dan perak
(sharf). Harga atau pertukaran itu dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan
pembeli.
Diriwayatkan oleh Abu Ubadah ibnush-Shamid bahwa Rasullah Saw. telah bersabda,

: :




Emas (hendaklah dibayar) dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum,
syair dengan syair, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam, sama dan sejenis haruslah
dari tangan ke tangan (cash). Maka apabila berbeda jenisnya, juallah sekehendak kalian dengan
syarat kontan. (HR Muslim, dalam kitab al-Musaqah)
Arahan Rasulullah Saw. dalam hadits ini mengindikasikan:
Emas dan perak sebagai mata uang tidak boleh ditukarkan dengan sejenisnya (Rupiah dengan
rupiah atau dollar dengan dollar) kecuali sama jumlahnya.
Bila berbeda jenisnya, rupiah dengan yen, dapat ditukarkan (exchange) sesuai dengan market
ratedengan catatan harus naqdan atau spot.[6]
Norma-Norma Syariah Dalam Valuta Asing
Aktivitas perdagangan valuta asing harus terbebas dari unsur riba, maisir, gharar. Dalam
pelaksanaannya haruslah memperhatikan beberapa batasan sebagai berikut.
Pertukaran tersebut harus dilakukan secara tunai (spot), artinya masing-masing pihak harus
menerima/menyerahkan masing-masing mata uang pada saat yang bersamaan.
Motif pertukaran adalah untuk kegiatan bisnis sektor riil, yaitu transaksi barang dan jasa, bukan
dalam rangka spekulasi.
Harus dihindari jual beli bersyarat. Misalnya, si A setuju membeli barang dari B hari ini dengan
syarat B harus membelinya kembali pada tanggal tertentu di masa mendatang.

d.
e.

a.
b.
c.
d.
5.

Transaksi berjangka harus dilakukan dengan pihak-pihak yang diyakini mampu menyediakan
valuta asing yang dipertukarkan.
Tidak dibenarkan menjual barang yang belum dikuasai atau dengan kata lain tidak dibenarkan
jual beli tanpa hak kepemilikan (bai al-fudhuli).
Dengan memperhatikan beberapa batasan tersebut, terdapat beberapa tingkah laku
perdagangan yang dewasa ini biasa dilakukan di pasar valuta asing konvensional harus dihindari,
antara lain:
Perdagangan tanpa penyerahan (future non-delivery trading atau margin trading)
Jual beli valas bukan transaksi komersial (arbitrage), baik spot maupun forward
Melakukan penjualan melebihi jumlah yang dimiliki atau dibeli (oversold)
Melakukan transaksi swap.[7]
Fatwa tentang Jual Beli Mata Uang (Valas)
Berikut ini adalah fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) NO.28/DSN-MUI/III/2002
tentang transaksi jual beli mata uang.
Pertama : Ketentuan Umum:
Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:
1.
Tidak untuk spekulasi (untung-untungan)
2.

Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan)

3.
Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama
dan secara tunai (at-taqabudh).
4.
Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.
Kedua : Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing
1.
Transaksi Spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing (valas)
untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat
dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan

waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari (
)dan merupakan transaksi internasional.
2.
Transaksi Forward, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valas yang nilainya
ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x
24 jam sampai dengan satu tahun. Hukumnya adalah haram, karena harga yang
digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwaadah) dan penyerahannya dilakukan
di kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama
dengan nilai yang disepakati, kecuali dilakukan dalam bentuk forward agreement untuk
kebutuhan yang tidak dapat dihindari (lil hajah).

3.
Transaksi Swap, yaitu suatu kontrak pembelian atau penjualan valas dengan harga
spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan
harga forward. Hukumnya haram, karena mengandung unsur maisir (spekulasi).
4.
Transaksi Option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli
atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valuta asing pada
harga dan jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram, karena
mengandung unsur maisir (spekulasi).
6.

a.

1)
2)
3)
4)
b.

Larangan Spekulasi Valas


Jual beli valas apabila motifnya untuk spekulasi, sebagaimana yang banyak terjadi saat
ini, maka hukumnya haram. Argumentasi dan dasar pemikiran larangannya dirumuskan dalam
bentuk poin di bawah ini :
Pendapat Mahathir Muhammad, PM Malaysia, Mahathir Muhammad dikenal luas sebagai orang
yang mengecam keras praktik perdagangan valas (Margin trading valas). Larangan keras ini
didasarkan pada sejumlah alasan :
Berdagang valuta asing ini tidak ubahnya seperti judi, karena dalam transaksinya penuh dengan
spekulasi.
Konstribusi margin trading sangat signifikan terhadap melemahnya rupiah atas dollar AS.
Sedangkan melemahnya rupiah atas dollar merupakan bencana bagi ekonomi Indonesia.
Praktik margin trading biasanya tidak mengindahkan fair bussines.
Karena tidak ada proses transaksi riel, para pelaku hanya mengandalkan selisih dari harga valuta
pada saat penutupan.
Uang bukan komoditas. Dalam ekonomi Islam, uang tidak boleh dijadikan sebagai komoditas,
namun dalam perdagangan valuta, yang secara jelas, telah dijadikan sebagai komoditas.
Perdagangan valas dalam kegiatan spekulasi adalah sebuah transaksi maya (semu),
karena padanya tidak terdapat jual beli sektor riil. Dalam perdagangan valas, yang
diperjualbelikan adalah uang itu sendiri, bukan barang atau jasa. Mereka hanya
memperjualbelikan kertas berharga dan mata uang untuk tujuan spekulasi. Selisih dan tambahan
(gain) yang diperoleh tanpa jual beli itu termasuk kepada riba. Karena gainitu diperoleh bighairi
iwadhin, yakni tanpa ada sektor riil yang dipertukarkan, kecuali mata uang itu sendiri.
Tegasnya, gain (harga beli lebih besar dari harga jual) yang diperoleh dalam perdagangan
valas adalah riba. Pelarangan riba yang secara tegas terdapat dalam Al-Quran (QS. Al-Baqarah :
275-279), pada hakikatnya, merupakan pelarangan terhadap transaksi maya. Firman Allah,