Anda di halaman 1dari 16

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN:
INVENTARISASI LINGKUNGAN PERUMAHAN
BERBASIS SPATIAL
I.
1.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan fisik dan sosial di Kabupaten Hulu
Sungai Utara terus menerus mengalami peningkatan sesuai
dengan

meningkatnya

berkembangnya

jumlah

kehidupan

penduduk

yang

semakin

dan

kompleks.

Perkembangan perumahan yang semakin cepat dapat


berpengaruh terhadap kualitas lingkungan perumahan
yang

berdampak

negatif.

Perkembangan

tersebut

mendorong perlunya informasi atau data yang terperinci,


khususnya berkenaan dengan perkembangan perumahan
di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Perumahan dan Permukiman merupakan salah satu
kebutuhan dasar manusia dalam rangka peningkatan dan
pemerataan kesejahteraan rakyat. Permasalahan yang
dihadapi sesungguhnya tidak terlepas dari aspek yang
berkembang

dalam

dinamika

kehidupan

masyarakat

maupun kebijakan pemerintah dalam mengelola persoalan


yang ada. Dalam mengatasi permasalahan perumahan dan
permukiman,

setiap

prosesnya

dilaksanakan

secara

bertahap yakni melalui tahap persiapan, perencanaan,


pelaksanaan konstruksi fisik, pengelolaan, pemeliharaan,
dan pengembangan.
Pembangunan

perumahan

dan

permukiman

merupakan kegiatan yang bersifat multi sektor, Hasilnya


langsung

menyentuh

salah

satu

kebutuhan

dasar

masyarakat , juga pendorong terjadinya pertumbuhan


ekonomi. Pembangunan perumahan dan permukiman di
Indonesia telah diselenggarakan berdasarkan prinsip :
1
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

a. Pemenuhan kebutuhan akan rumah layak merupakan


tugas dan tanggung jawab masyarakat sendiri.
b. Pemerintah mendukung melalui penciptaan iklim yang
memungkinkan masyarakat mandiri dalam mencukupi
kebutuhannya akan rumah layak. Dukungan diberikan
melalui penyediaan prasarana dan sarana, perbaikan
lingkungan permukiman, peraturan, perundangan yang
bersifat

memayungi,

layanan

kemudahan

dalam

perijinan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan


rendah dan lain-lain.
Sebagaimana arahan dalam Undang-Undang Nomor
1

Tahun

2011

tentang

Permukiman

(Lembaran

Tahun

Nomor

2011

7,

Perumahan
Negara

dan

Kawasan

Republik Indonesia

Tambahan

Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 5188). dan dalam Rencana


Pembangunan Jangka Oanjang ( RPJP ) Kabupaten Hulu
Sungai

Utara

menyatakan

Tahun

2005

Pemerataan

2025

salah

perkembangan

satunya

infrastruktur

kependudukan dan infrastruktur penunjang permukiman


yang terencana guna dapat terus memberikan pelayanan
yang optimal sehingga tidak terjadi akumulasi kepadatan
penduduk dan permukiman pada masa-masa mendatang.
Sebelum itu semua kembali suatu data atau informasi
yang dapat digunakan sebagai bahan analisis untuk
mengambil kebijakan sangat diperlukan. Tersedianya data
dan informasi yang memadai sebagai bahan pertimbangan
untuk

pengambilan

kebijakan

atau

melakukan

kajian

terhadap berbagai potensi dan masalah daerah, sehingga


optimalisasi

target

dari

kebijakan

dan

program

pembangunan yang akan dilaksanakan dapat tercapai,


apalagi ditunjang oleh berbagai data dan informasi yang
akurat, valid dan up to date. Sehingga perlu adanya
inventarisasi lingkungan perumahan di Kabupaten Hulu
2
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

Sungai Utara yang bersifat kewilayahan (spatial) yaitu


memiliki referensi ruang kebumian (georeference) dimana
berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial.
Sekarang ini data spasial menjadi media penting untuk
perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya
alam

yang

berkelanjutan

pada

cakupan

wilayah

continental, nasional, regional maupun lokal. Pemanfaatan


data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologi
pemetaan

digital

dan

pemanfaatannya

pada

Sistem

Informasi Geografis (SIG). Format data spasial dapat


berupa vector (polygon, line, points) maupun raster,
dengan basis spatial /spasial ini suatu informasi atau data
lebih komunikatif tanpa mengesampingkan data yang
besifat tabular. Dan dengan basis spasial dengan SIG ini
data-data terutama atribut-atributnya dapat di update
dikemudian hari serta lingkup cakupan wilayah atau
kawasan yang cukup luas seperti Kabupaten Hulu Sungai
Utara ini sehingga wilayah atau kawasan yang belum
terdigitasi bisa dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya.
Untuk itulah pada tahun anggaran 2014 ini dilakukan
penyusunan data dasar perumahan dan permukiman
dengan cara inventarisasi Lingkungan Perumahan Berbasis
Spasial dan dibatasi hanya pada 2 (dua) Kecamatan yaitu
Kecamatan

Amuntai

Tengah

dan Kecamatan

Amuntai

Selatan.
2. Dasar Pelaksanaan
Pengadaan Jasa Konsultansi untuk pekerjaan ini
dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai
berikut:
1. Undang-undang
Perumahan

dan

Nomor

Tahun

Permukiman

1992

tentang

(Lembaran

Negara

Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan


Lembaran Negara Nomor 3469),
2. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM,
3
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

3. Undang-Undang

Nomor

26

tahun

2007

tentang

Penataan Ruang,
4. Undang-Undang

Nomor

Tahun

2011

tentang

Perumahan dan Kawasan Permukiman,


5. PP Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan,
6. PP Nomor : 80 Tahun 1999 tentang Kawasan Siap
Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri
Sendiri,
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 54
Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
barang/Jasa Instansi Pemerintahan beserta petunjuk
Teknis,
8. Permenpera Nomor 10 Tahun 2010 tentang Acuan
Pengelolaan Lingkungan Perumahan Tapak,
9. Surat
Edaran
Bersama
Badan
Perencanaan
Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor :
1203/D.II/03/2000. SE-38/A/2000, Tanggal 17 Maret
2000 perihal : Petunjuk Penyusunan Rencana Anggaran
Biaya (RAB) untuk jasa konsultansi Biaya Langsung
Personil

(Remuneration)

dan

Biaya

Langsung

Non

Personil (Direct Reimbursable Cost),


10. Sumber Dana APBD Tahun Anggaran 2014 Kabupaten
Hulu Sungai Utara.
II.

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Maksud
Maksud pengadaan jasa konsultansi untuk pekerjaan
inventarisasi lingkungan perumahan berbasis spasial ini
adalah : untuk menyusun data dan informasi yang akurat
terhadap lingkungan perumahan dalam rangka mendukung
penyelenggaraan pengembangan dan kualitas lingkungan
perumahan yang sehat dan layak huni bagi Pemerintah
Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara atau stakeholder.
2. Tujuan
4

KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

Tujuan

jasa

konsultansi

untuk

pekerjaan

inventarisasi lingkungan perumahan berbasis spasial ini


antara lain adalah :
1. Mengidentifikasi

kondisi

eksisting

lingkungan

perumahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara;


2. Menginventarisir Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU)
lingkungan

perumahan

penyelenggara

baik

perumahan

yang

dikelola

perseorangan

oleh

maupun

badan hukum.
3. Mendigitasi lingkungan perumahan termasuk persil
rumah di Kecamatan Amuntai Tengah, dan Kecamatan
Amuntai Selatan.
III.

SASARAN
Sasaran

yang

ingin

dicapai

dari

pekerjaan

inventarisasi lingkungan perumahan berbasis spasial adalah :


a. Sasaran
Fungsional
adalah
tersedianya
informasi
lingkungan perumahan di daerah, sebagai bahan masukan
bagi

penyusunan

rencana

serta

kebijakan

program

pemerintah,

oleh

penyusunan

berbagai

pihak

yang

berkepentingan sesuai ketentuan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.


b. Sasaran Operasional adalah :
1.
Teridentifikasinya kondisi eksisting lingkungan perumahan
di Kecamatan Amuntai Tengah dan Kecamatan Amuntai
Selatan termasuk juga permasalahan perumahan dan
2.

permukiman (existing dan prediksi);


Terinventarisirnya Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU)
lingkungan

perumahan

baik

yang

dikelola

oleh

penyelenggara perumahan Perseorangan maupun badan


3.

hukum;
Terdigitasinya
Amuntai

lingkungan

Tengah

dan

perumahan

Kecamatan

di

Kecamatan

Amuntai

Selatan

termasuk persil rumah sehingga tersusunnya data dasar


lingkungan perumahan secara sistematis dan informatif.

5
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

IV. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA ANGGARAN


Nama pengguna jasa adalah Pemerintah Kabupaten
Hulu Sungai Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
V.

SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA


1. Sumber

dana

yang

diperlukan

untuk

membiayai

pengadaan jasa konsultansi ini dibebankan pada APBD


Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun Anggaran 2014.
2. Besarnya biaya pekerjaan yang terdiri atas biaya langsung
Personil

dan

Biaya

Langsung

Non

Personil.

Sebagai

Petunjuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya untuk


Pengadaan Jasa Konsultansi pekerjaan perencanaan untuk
Penyedia Jasa mengikuti ketentuan sebagaimana yang
diatur dalam :
a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 54
tahun 2010 tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa

Instansi

Teknisnya.
b. Surat
edaran

Pemerintah

Bersama

beserta

Badan

Petunjuk

Perencanaan

Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor:


1023/D.II/03/2000 . SE-38/A/2000, Tanggal 17 Maret
2000 perihal : Petunjuk Penyusunan Rencana Anggaran
Biaya (RAB) untuk jasa konsultansi Biaya Langsung
Personil (Remuneretion) dan Biaya

Langsung Non

Personil (Direct Reimbursable Cost).


VI. LINGKUP KEGIATAN
1. Lingkup Kegiatan
a. Lingkup Kegiatan penyusunan Inventarisasi Lingkungan
Perumahan ditinjau dari ruang lingkupnya mencakup 2
(dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Amuntai Tengah, dan
Kecamatan Amuntai Selatan.
b. Digitasi
Lingkungan
Perumahan

untuk

Lingkup

Perumahan (Kompleks Perumahan) yang dibangun oleh


6
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

pengembang atau yang berbadan hukum maupun


perseorangan.
c. Digitasi Lingkungan Perumahan untuk Lingkup Kawasan
Permukiman diutamakan pada Kecamatan Amuntai
Tengah, dan Kecamatan Amuntai Selatan.
2. Penyusunan Data
Pada kegiatan ini melakukan penyediaan data yang
akurat dan ditampilkan secara menarik dan informatif serta
dapat dibaca oleh semua kalangan meliputi :
a. Pada tahap awal yakni mengumpulkan data primer dan
sekunder dengan cara yang sesuai dengan kondisi
setempat berdasarkan aspek fisik, aspek sosial, aspek
ekonomi dan aspek yang disepakati bersama;
b. Data-data lingkungan perumahan dan persil rumah
(rumah tidak layak huni)

pada atribut spasialnya

memuat by name by address di Kecamatan Amuntai


Tengah, dan Kecamatan Amuntai Selatan.;
c. Data Spasial yang merupakan digitasi dari peta citra
resolusi tinggi dengan format .shp;
d. Analisis sederhana dengan memprediksikan data yang
ditemui (umum dan spesifik) termasuk backlog rumah
sesuai level masyarakat yang membutuhkannya.
VII. PRODUK YANG DIHASILKAN
Untuk mencapai maksud, tujuan, dan sasaran, maka
kegiatan ini menghasilkan produk berupa Buku / Laporan dan
softcopy berupa CD/DVD. Merupakan titik berat hasil pekerjaan
inventarisasi lingkungan perumahan ini yang langsung dapat
dilihat dan dinilai keakuratnya.
1. Uraian

tentang

permasalahan

lingkungan

perumahan

(umum dan spesifik meliputi berbagai aspek terkait);


2. Data eksisiting dilengkapi dengan layanan prasarana dan
sarana, termasuk rumah tidak layak huni;
3. Peta-peta sebagai media informasi yang menarik dan
mudah dibaca. File peta tersebut harus dapat diedit untuk
7
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

mempermudah

aparat

pemerintah

kabupaten

dalam

pemutakhiran data yaitu berupa format .shp untuk GIS.


VIII. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu

yang

dibutuhkan

untuk

menyelesaikan

pekerjaan ini adalah 120 (seratus dua puluh) hari kalender


sejak dikeluarkannya Surat Perintah Melaksanakan Kegiatan
(SPMK).
IX. TENAGA AHLI
A. Tenaga Ahli Profesional
Produk akhir yang dihasilkan harus optimal, oleh
sebab

itu

dalam

pelaksanaan

kegiatan

ini

diperlukan

layanan keahlian dengan tingkat disiplin ilmu sekurangkurangnya setingkat dengan sarjana muda ke atas. Tenaga
ahli yang akan ditugaskan dalam pekerjaan ini harus
memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman pada
bidang pekerjaan yang mendukung adalah sebagai berikut :
1. Ketua Tim (Team Leader) Teknik Perencanaan Wilayah dan
Kota (PWK) / Ahli Planologi / Infrastruktur,
2. Ahli Perumahan dan Permukiman / Teknik Lingkungan,
3. Ahli Pemetaan / S1 Geodesi / S1 Geografi,
4. Ahli Sosial Ekonomi.
Jika dibutuhkan, Penyediaan Jasa dapat menambah
tenaga ahli untuk bidang keahlian lainnya serta perlu
dibantu oleh tenaga pendukung yang sesuai dengan lingkup
kegiatannya.
B. Kualifikasi dan Pengalaman
1. Ketua Tim
Ketua
Tim
adalah

seorang

Sarjana

Teknik

Perencanaan Wilayah dan Kota / Planologi / Infrastruktur


lulusan Perguruan Tinggi dengan ijazah S2, berprestasi
baik dan minimal berpengalaman 5 (lima) tahun dalam
8
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

perencanaan, desain, pengawasan pelaksanaan program,


dan manajemen program serta pembangunan perkotaan.
Ketua Tim yang akan menjalankan tugasnya,
disamping mempunyai keahlian dibidangnya juga harus
mempunyai kemampuan yang kuat dalam komunikasi dan
manajerial, mempunyai catatan reputasi yang baik dan
berhasil dalam kedua hal tersebut pada pekerjaanpekerjaan sebelumnya yang membutuhkan intergrasi dan
koordinasi dengan konsultan, Pemerintah Daerah, Staf
pendamping (counterpart) dan pihak/unsur terkait serta
masyarakat.
2. Ahli

Perumahan

dan

Permukiman

Teknik

Lingkungan
Ahli Perumahan dan Permukiman adalah seorang
Sarjana

Teknik

Lingkungan

lulusan Perguruan Tinggi

berprestasi baik dan minimal berpengalaman 5 (lima)


tahun dalam bidang perencanaan, desain, pelaksanaan
dan pengawasan perumahan dan permukiman.
3. Ahli Pemetaan
Ahli Pemetaan adalah seorang Sarjana Geodesi atau
Geografi lulusan Perguruan Tinggi berprestasi baik dan
minimal berpengalaman 5 (lima) tahun dalam bidang
perencanaan,

desain,

pelaksanaan

dan

pengawasan

pembangunan prasarana dan sarana perkotaan.


4. Ahli Sosial Ekonomi
Ahli Sosial Ekonomi adalah seorang Sarjana Ekonomi
atau Sarjana Sosial dengan pengalaman minimal 5 (lima)
tahun dalam pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan
keahlian dibidang sosial ekonomi masyarakat perkotaan.
5. Tenaga Pendukung
Dalam proses pekerjaan

Inventarisasi

Lingkungan

Perumahan berbasis spasial ini tenaga ahli perlu dibantu


atau didukung oleh beberapa asisten ahli dan tenaga
9
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

pendukung lainnya minimal lulusan Perguruan Tinggi (S1)


dengan pengalaman minimal 1 (satu) tahun, antara lain :
a) Asisten Ahli Sistem Informasi Geografi (SIG)
b) Surveyor Pemetaan dan SIG,
c) Tenaga Administrasi,
d) Drafter.
X.

METODOLOGI PENDEKATAN
Penyedia Jasa harus mengusulkan metodologi mulai
dari

kegiatan

survey

dan

pengumpulan

data,

analisis

pemecahan masalah, sampai pada kajian teoritis dan empiris


dalam inventarisasi lingkungan perumahan berbasis spasial
Kabupaten Hulu Sungai Utara sesuai yang tertuang dalam KAK
ini.
Metode pendekatan yang digunakan dalam pekerjaan
ini antara lain :
a. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan secara sistematik
mulai dari pengumpulan data yang relevan, tersusunnya
data

dasar

diperhitungkan
stakeholder.
b. Penyedia jasa

perumahan
sehingga
diwajibkan

dan
dapat
untuk

permukiman

yang

dipergunakan

oleh

melakukan

seluruh

persiapan dan mobilisasi sumberdaya yang diperlukan untuk


menyelesaikan pekerjaan seperti terantum pada ruang
lingkup.
c. Dalam pelaksanaan pekerjaannya penyedia jasa agar selalu
berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pengguna jasa dan
instansi terkait/stakeholder.
d. Pihak Penyedia Jasa dipersilahkan untuk menggunakan dan
mengembangkan metode pendekatan sejalan dengan tujuan
dan sasaran yang diinginkan.
XI.

TEKNIS PELAKSANAAN
Sebelum
melaksanakan

pekerjaan penyedia jasa

konsultan diwajibkan membuat

atau

dan merencanakan tahapan

persiapan pelaksanaan, diantaranya :


10
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

1. Penyedia Jasa

Tenaga

ahli

dalam

melaksanakan

inventarisasi Lingkungan Perumahan di Kabupaten Hulu


Sungai Utara hendaknya terlebih dahulu benar-benar
memahami isi dari Kerangka Acuan Kerja ini.
2. Dalam proses pelaksanaan pekerjaan,

Konsultan /

Tenaga ahli harus menyusun jadwal pertemuan berkala,


Jadwal rencana kerja, susunan personalia

yang bertitik

tolak pada ketentuan-ketentuan awal bekerja dan lama


bekerja sesuai dengan petunjuk yang diberikan pemberi
tugas.
3. Dalam
yang

penilaian
harus

berkala

tersebut

ditentukan

produk

dilaporkan konsultan / tenaga ahli sesuai

dengan pengarahan pemberi tugas.


4. Dalam kegiatan pengumpulan data, konsultan / tenaga
ahli wajib menyajikan kumpulan data tersebut sejauh halhal yang diperlukan dalam penyusunan peraturan yang
dimaksud di atas.
5. Pengajuan / konsultasi pekerjaan Inventarisasi Lingkungan
Perumahan berbasis spasial ini harus melibatkan Pemda
setempat atau stakeholder dan asosiasi terkait pelaku
pengembang

perumahan

khususnya

perumahan yang tertata/buatan.


6. Apabila hasil yang diberikan

pada

oleh

lingkungan

Konsultan

tidak

sesuai dengan ketentuan yang termuat didalam KAK ini,


maka

pemberi

pekerjaan

tugas

dan

berhak

mewajibkan

memperbaikinya;
7. Apabila ada kesulitan

didalam

untuk

menolak

konsultan
pelaksanan

Hasil
untuk

pekerjaan

terkait dengan koordinasi dengan instansi lain, konsultan


diperkenankan meminta bantuan kepada Pengguna Jasa
atau PPTK.
8. Dalam Membuat kajian harus didasari Sumber Acuan Buku
atau Dokumen Payung Hukum yang dapat dipertanggung
jawabkan;

11
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

9. Konsultan / Penyedia Jasa /


memperhitungkan

bahwa

tenaga

ahli

harus

selalu

waktu

pelaksanaan tugas

adalah mengikat.
10.
Konsultansi dan Pembahasan Laporan Pada tahapan ini, agar
Penyedia Jasa melakukan konsultansi sejak awal kegiatan.
Konsultansi bisa dilakukan baik formal maupun informal. Setiap
pembahasan minimal dihadiri oleh steakholder, Pembahasan formal
dilakukan sebanyak 2 (dua) kali Pembahasan Awal (untuk Laporan
Pendahuluan) dan Pembahasan Akhir (untuk Draft Laporan Akhir)
sesuai dengan jadwal yang dituangkan dalam kontrak.
XII.

LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN


Produk yang dihasilkan oleh Penyedia Jasa harus sesuai
dengan alokasi dana yang disediakan. Untuk memenuhi persyaratan
administrasi,

maka

seluruh

kegiatan

dituangkan

dalam

bentuk

pelaporan sebagai berikut :


1. Laporan Pendahuluan, yang berisi :
a. Pemahaman Kerangka Acuan Kerja (KAK);
b. Penjabaran KAK ke dalam item-item jenis dan urutan kegiatan
(menampilkan jadwal kegiatan);
c. Struktur organisasi tata kerja dan personil yang bertanggung
jawab;
d. Bahan dan rencana kegiatan survei;
Laporan ini disiapkan 4 (empat) minggu, dimulai semenjak
kontrak ditandatangani, diserahkan sebanyak 5 buku, setelah
muatan laporan dibahas dan disetujui oleh pemberi tugas.
2. Laporan Antara / Draft Laporan Akhir minimal memuat :
a. Data lingkungan perumahan yang ada (eksisting), suatu hasil
dari suatu proses pendataan terhadap :
1. Jumlah dan persebaran rumah yang ada (existing),
2. Kepadatan setiap luasan tertentu dalam suatu lokasi yang
disepakati,
3. Tipologi dan jenis perumahan dan permukiman,
4. Backlog, yaitu selisih antara jumlah rumah yang ada dan
jumlah keluarga yang terdaftar (setiap KK dianggap perlu
mendiami satu rumah).
5. Tingkat penghunian, dan lain-lain.
12
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

b. Luasan dan persebaran kawasan perumahan, sebagai hasil


analisis terhadap pendataan.
c. Layanan prasarana dan sarana, sebagai hasil analisis terhadap
tingkat layanan prasarana dan sarana dasar terhadap besaran
penduduk yang harus dilayani. Untuk itu dapat digunakan
standard yang ada atau disesuaikan dengan kondisi daerah.
Dari bagian ini dapat diketahui Kondisi eksisting prasarana dan
sarana dasar.
d. Investarisasi rencana
permukiman :
1. Rencana

pengembangan

pembangunan

kawasan

perumahan

dan

perumahan

dan

permukiman yang disusun oleh pengembang,


2. Rencana serupa yang disusun dan direncanakan untuk
dilaksanakan oleh masyarakat secara berkelompok atau
pembangunan non provit lainnya,
3. Lahan peruntukan perumahan dan permukiman, yang
terdiri dari :
a) Lokasi dan luasan keseluruhan lahan yang disediakan
bagi

pengembangan

kawasan

perumahan

dan

permukiman baru,
b) Lokasi dan luasan lahan yang sudah diberikan ijinnya,
dicatat juga yang sudah dibebaskan dan waktu yang
disediakan untuk penguasaan lahan tersebut,
c) Lokasi dan luasan lahan permukiman yang ada yang
masuk dalam areal yang ijinnya diberikan pada
perusahaan pengembangan perumahan, juga yang
belum berjalan,
d) Kondisi prasarana dan sarana penunjang berskala kota
atau regional (yang telah ada, yang masih diperlukan
serta

rencana

pengembangannya

apakah

sesuai

dengan perkembangan perumahan yang terjadi),


Laporan draf akhir ini sebagai bahan pembahasan dengan
SKPD terkait, disampaikan sebanyak 5 buku, penyusunannya
direncanakan 14 (empat belas) minggu sejak SPMK .
3. Laporan Akhir,
13
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

Laporan ini merupakan finalisasi dari Draft Laporan Akhir atau


Laporan Antara berikut album peta.
Laporan akhir ini sebanyak 10 buku dan ditambah CD/DVD
sebanyak 10 (sepuluh) set dan 2 (dua) buku Album Peta serta 2
(dua) buah banner. Setelah Laporan Laporan Antara / Draft
Laporan

Akhir

diekspose

dibahas

dan

diperbaiki

maka

disampaikan maksimum 3 (tiga) minggu setelah pembahasan /


ekspose atau sebelum kontrak pelaksanaan berakhir.
XIII. FORMAT LAPORAN
Format Produk laporan yang dihasilkan oleh Penyedia Jasa
dibuat dalam bentuk tulisan yang dilengkapi dengan gambar, peta, foto,
dan label, dengan format, sebagai berikut :
1. Kertas :
Ukuran kertas : A4 (21,5 cm x 29,7 cm), 80 gram.
Jenis kertas
: Polos, HVS, warna putih.
2. Tulisan :

Jenis huruf
Bentuk huruf
Spasi :
Warna

:
Tegak, standar.
:
Jelas, huruf cetak .
1,5 spasi.
:
Tulisan, peta, gambar, foto,

yang penting berwarna sesuai kebutuhan.


3. Sampul/ cover :

Bahan sampul

Kertas

tebal,

jenis

buffalo, dilaminasi (atau sesuai Kreatifitas


Penyedia Jasa yang disetujui oleh oleh pihak

Pengguna Jasa)
Warna sampul
:

Akan

disepakati

kemudian.
Jilid
:
Dijilid rapi.
Format sampul :
Desain dan tata letak
tulisan pada sampul didesain oleh Penyedia
Jasa dan disetujui oleh pihak Pengguna Jasa.

4. Gambar dan Peta :


Ukuran kertas

A3, atau lebih besar

dilipat seukuran A4.


Skala :
1:500 atau lebih besar.
14

KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

5. Tabel :

Ukuran kertas

dilipat seukuran A4.


Format tabel
:

A4, atau lebih besar


kreatifitas

Penyedia

Jasa, lebih mudah dibaca dan dimengerti.


XIV.

PROGRAM KERJA
Penyedia Jasa harus segara menyusun Program kerja yang
menyangkut :
1. Jadwal kegiatan secara terperinci.
2. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya) tenagatenaga yang diusulkan Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan
dari Pengguna Jasa.
3. Program kerja tersebut harus mendapat kesepakatan bersama
untuk dapat digunakan sebagai pedoman tugas pelaksanaan tugas
perencanaan dan pengawasan berkala pada waktu pelaksanaan
KAK ini.

XV. PENUTUP
1. Setelah KAK diterima, Penyedia Jasa hendaknya memeriksa
semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan
lain yang dibutuhkan.
2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut, Penyedia Jasa menyusun
program kerja sebagai bahan diskusi untuk menghasilkan pedoman
penugasan.
3. Setelah mempelajari dan mendapat penjelasan tentang KAK ini dari
panitia, Penyedia Jasa agar segera membuat Usulan Administrasi,
Usulan Teknis dan Usulan Biaya, dan disampaikan kepada panitia
Pengadaan Jasa Konsultansi Satuan Kerja Bappeda Kabupaten
Hulu

Sungai

Utara

sesuai

dengan

jadwal

dan

ketentuan

sebagaimana terlampir.
Amuntai, 10 April 2014
Dibuat oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen

15
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara

H. M. Haridi, SP, MP.


NIP. 19680915 199703 1004

16
KAK Inventarisasi Lingkungan Perumahan (Berbasis Spatial) Kabupaten Hulu Sungai Utara