Anda di halaman 1dari 4

Interaksi Diet Rendah Karbohidrat dan Pemberian Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum)

dengan Polimorfisme Gena Kcnq1 berdasarkan Indeks Glikemik Pada Pasien Diabetes Mellitus
Tipe 2.
Latar Belakang
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang (definisi). Jumlah penderita
diabetes melitus di dunia pada tahun 2014 diperkirakan berjumlah 422 juta orang. Di
indonesia, jumlah penderita DM masih belum bisa dipastikan, hal ini dikarenakan masih
banyaknya pasien yang tidak terdiagnosis berkisar 52,8% kasus. Pada tahun 2015, diperkirakan
jumlah penderita DM mencapai 8.5 juta orang, jumlah penderita ini diperkirakan akan
meningkat dua kalinya pada tahun 2030. Peningkatan jumlah penderita ini akan sangat
mempengaruhi banyak aspek, salah satunya yakni aspek ekonomi, baik ekonomi pasien,
keluarga, sistem kesehatan maupun ekonomi pemerintahan. Peningkatan ini dapat terjadi
karena DM merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat di
kontrol. Penyebab DM sendiri terdiri dari dua faktor, yakni faktor yang tidak dapat
dimodifikasi dan faktor yang dapat di modifikasi.
Faktor yang tidak dapat di modifikasi pada DM salah satunya ialah faktor genetik. Faktor
genetik yang pernah diteliti sebelumnya, salah satunya ialah gen KCNQ1. Gen ini berkerja
dalam fungsi sekresi insulin di pankreas. Polimorfisme gen KCNQ1 ini akan mempengaruhi
masa sel beta pankreas dimana yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah insulin yang di
sekresikan. Faktor berikutnya ialah faktor yang dapat dimodifikasi, contohnya nutrisi. Pada
kasus DM, nutrisi sangat berperan penting, hal ini dikarenakan nutrisi sangat berperan penting
dalam hal pengontrolan gula darah penderita. Nutrisi dapat berupa asupan makanan ataupun
berupa suplemen yang di konsumsi.
Berdasarkan hal diatas, peneliti memiliki ketertarikan untuk mencari efektivitas asupan
nutrisi dengan restriksi karbohidrat dibandingkan dengan asupan ekstrak bay leaf dalam
mengontrol gula darah pada penderita DM dengan polimorfisme gen KCNQ1 guna mencari
solusi yang ekonomis dan dengan bahan yang dapat ditemukan disekitar kita.
Urgensi Penelitian

Kejadian DM dan komplikasi yang terus meningkat


Kurangnya pencegahan komplikasi DM, karena diet yang seringkali tidak terkontrol

Dapat melihat perkiraan efektifitas terapi diet restriksi karbohidrat dan ekstrak daun
salam apabila dilihatdari gene pasien diabetes

Tujuan Peneltian

Mencari prevalensi polimorfisme gen kcnq1


Mencari efektivitas terapi bay leaf pada polimorfisme gen kcnq1
Mencari efektivitas restriksi karbohidrat pada polimorfisme gen kcnq1
Membandingkan efektivitas terapi bay leaf dibandingkan restriksi karbohidrat pada
polimorfisme gen kcnq1

Kebaruan Penelitian
N

Nama

Judul

Metode

Hasil

o
1

(tahun)
Cristine

AsosiasiVariasiGenetik

Observasional

Studi ini tidak menunjukkan adanya Perbedaan

(2014)

KCNQ1 dan PPARG , kuntatitaf

korelasi signifikan antara kedua SNPs metode,

terhadapRisiko

dengan risiko T2DM pada populasi variable

Diabetes MelitusTipe 2

orang Indonesia.

padaPopulasi
2

Perbedaan

yang

diteliti,

Orang

populasi,

E.L.Li

Indonesia
Reversal of type 2 Eksperimental

waktu, tempat,
Normalisation of both beta cell Perbedaan

diabetes: normalisation

function

(2011)

of beta cell function in

sensitivity in type 2 diabetes was variable

association

achieved by dietary energy restriction diteliti,

with

and

hepatic

insulin metode,

decreased pancreas and

alone. This was associated with populasi,waktu

liver triacylglycerol

decreased

pancreatic

triacylglycerol
abnormalities

and

liver , tempat,

stores.
underlying

The
type

diabetes are reversible by reducing


dietary energy intake.
Esensi Penelitian

Penelitian ini dilakukan guna mencari perbandingan efektivitas asupan nutrisi dengan
restriksi karbohidrat dibandingkan dengan asupan ekstrak bay leaf dalam mengontrol

yang

gula darah pada penderita DM dengan polimorfisme gen KCNQ1


Pentingnya pemilihan terapi nutrisi diabetes yang paling berpengaruh untuk masingmasing individu

Pentingnya interaksi faktor genetika dengan faktor nutrisi dalam mencapai efek
terapeutik diabetes mellitus.

Hipotesis Penelitian
Terapi bay leaf dan restriksi karbohidrat efektif dalam mengontrol gula darah pada
penderita DM dengan variasi polimorfisme gena kcnq1 di Rumah Sakit Margono Soekarjo
Purwokerto.
Metode
Penelitian ini menggunakan bentuk studi eksperimental dengan desain penelitian two
group pre test post test group design with placebo. Populasi terjangkau pada penelitian ini
adalah pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Margono Soekarjo
Purwokerto. Sampel penelitian ini ialah populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi. Metode pengumpulan subjek pada penelitian ini menggunakan non probability
sampling jenis consecutive dimana pasien yang dirawat di RSMS dan memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi dimasukkan menjadi sampel sampai jumlah diperlukan terpenuhi.
Waktu Pelaksanaan :
Lokasi Pelaksanaan :

Oktober 2016 Juni 2017.


1. Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
2. Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman.

Anggaran Biaya
1. Administrasi
2. Konsumsi
3. Bahan Makanan tambahan dan pengolahannya
4. Honor petugas penyajian makanan
5. Alat dan Bahan Pemeriksaan Indeks Glikemik
6. Bahan habis pakai laboratorium
7. Sewa Alat dan Laboratorium

Rp. 1.000.000,Rp. 5.000.000,Rp. 20.000.000,Rp. 10.000.000,Rp. 15.000.000,Rp. 100.000.000,Rp. 30.000.000,-

Anggaran Total

Rp. 181.000.000,-

1. WHO. 2016. Global report on diabetes. France : WHO Press.


2. International Diabetes Foundation. 2015. IDF Diabetes Atlas 7th Edition. Online version.
Diambil dari http://www.diabetesatlas.org . Diakses pada 26 April 2016.
3. Juris J., R. C. Bonadonna. Role of Reduced b-Cell Mass Versus Impaired b-Cell Function
in the Pathogenesis of Type 2 Diabetes. Diabetes Care. 2013. 36(2): S113-S119.

4. Christine ,W. Silo, F. Kartawidjajaputra, Susana, A. Suwanto. 2015. Asosiasi Variasi


Genetik KCNQ1 dan PPARG terhadap Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Populasi
Orang Indonesia. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya & Nutrifood Research Center.
5. Robyn J. T., P. Z. Zimmet, C. A. Harper, D. J. McCarty, dkk. Six year incidence and
progression of diabetic retinopathy: Results from the Mauritius diabetes complication
study. Diabetes Research and Clinical Practice. 2006. 73(3): 298-303.
6. Jrgen V. N.,E. A. Joensson. Low-carbohydrate diet in type 2 diabetes: stable
improvement of bodyweight and glycemic control during 44 months follow-up. Nutrition
& Metabolism. 2008. 5(14) : 1-6.
7. Robert C. T., C. A. Cull, V. Frighi, R. R. Holman. Glycemic Control With Diet,
Sulfonylurea, Metformin, or Insulin in Patients With Type 2 Diabetes Mellitus:
Progressive Requirement for Multiple Therapies. JAMA. 1999. 281(21): 2005-2012.
8. Tri W., W. W. Purnawan, I. J. Atangwho, N. A. Yusoff, M. Ahmad, dkk. Anti-Diabetic
Activity Of Syzygium Polyanthum (Wight) Leaf Extract, The Most Commonly Used
Herb Among Diabetic Patients In Medan, North Sumatera, Indonesia. International
Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 2014. 6(4): 1684-1704.
9. Tuanny C. de F., L. L. S. Pereira, C. A. Pereira. Syzygium sp (Myrtaceae): Promising for
Diabetes Treating?. European Journal of Medicinal Plants. 2015. 7(4): 167-176.