Anda di halaman 1dari 3

RUMAH SAKIT BAPTIS BATU

Jl. Raya Tlekung No. 1 Tlekung Junrejo Batu


Telp. (0341) 594161
Fax. (0341) 598911

MEMO INTERNAL
Nomor
Kepada

RUMAH SAKIT BAPTIS BATU


: 003/MI /2014
: Kepala

ISI MEMO
Sehubungan dengan adanya Kebijakan Kriteria Pasien Masuk dan Keluar Instalasi
Rawat Intensif, maka dengan ini kami mensosialisasikan sbb :
1. KRITERIA MASUK.
PRIORITAS 1
Pasien sakit kritis, kondisi tidak stabil yang memerlukan terapi intensif dan
monitoring yang tidak bias dilakukan di ruang rawat ianap yang lain
Pasien yang memerlukan bantuan ventilator, obat vasoactive kontinu, terapi
tidak terbatas.
ARDS, Syok, hemodinamik tidak stabil
PRIORITAS 2
Pasien yang memerlukan monitoring ketat dan berpotensi memerlukan
Chronic comorbid disease eksaserbasi akut yang berat secara medis atau
bedah
PRIORITAS 3
Pasien kritis kronik yang cenderung masuk tahap recovery, menjalani terapi
untuk kasus akutnya tetapi tidak memerlukan intubasi atau resusitasi jantung
paru
Keganasan dengan metastase komplikasi dengan infeksi, tamponade jantung
atau obstruksi jalan nafas
PRIORITAS 4
Pasien yang secara umum tidak perlu masuk ke IRI
Tidak banyak keuntungannya di rawat di IRI.
Misal : bedah vaskuler perifer, hemodinamik stabil pada ketoasidosis
diabetikum, gagal jantung ringan
Pasien stase terminal dan irreversible illness.
Misal : pada keganasan dengan metastase disertai multi organ failure.
2. DIAGNOSIS PENYAKIT YANG LAYAK UNTUK RAWAT DI IRI
1. Cardiac System
Acute myocard infarction with complications
Cardiogenic shock
Complex arrhythmia
Acute congestive heart failure with respiratory failure
Hypertensi emergensi
Unstable angina, dysrhytmia, hemodinamik instability, persistent chest
pain
Cardiac arrest
Cardiac tamponade or constriction with hemodynamic instability
Dissecting aortic aneurysms
Complete heart block

RUMAH SAKIT BAPTIS BATU


Jl. Raya Tlekung No. 1 Tlekung Junrejo Batu
Telp. (0341) 594161
Fax. (0341) 598911

MEMO INTERNAL
RUMAH SAKIT BAPTIS BATU
2. Pulmonary System
Acute respiratory failure requiring ventilator support
Pulmonary emboli with hemodynamic instability
Patient inan intermediate care unit who are demonstrating respiratory
deterioration
Massive hemoptysis
Respiratory failure with imminent intubation
3. Neurologic Disorders
Acute stroke with altered mental status
Coma metabolic, toxic or antoxic
Intracranial hemorrhage with potential for herniation
Acute subarachnoid hemorrhage
Meningitis with altered mental satatus or respiratory compromise
Central nervous system or neuromuscular disorder with deteriorating
pulmonary function
Status epilepticus
Brain dead or potentially brain dead, managed while determining organ
donation status
Vasospasm
Severe head injury
4. Drug Ingestion and drug overdose
Hemodinamically unstable drug ingestion
Drug ingestion with significantlyaltered mental status with inadequate
airway protection
Seizures following drug ingestion
5. Gastrointestinal Disorder
Life threatening gastrointestinal bleeding
Fulminant hepatic failure
Severe pancreatitis
Esophageal perforation
6. Endocrine
Diabestic ketoacidosis complicated by hemodynamic instability, altered
mental status, respiratory insufficiency, or severe acidosis
Thyroid storm. Mix oedem with hemodynamic instability
Coma hyperosmolar state
Hypo or hypernatremia with seizure
Hypo or hyperkalemia with dysrhytmia or muscular weakness
Hypo or hypermagnesemia with hemodynamic compromise or dysrhytmias
Hypophosphatemia with muscular weakness
7. Surgical
Post operative patients requiring hemodynamic monitoring/ventilator
support or extensive nursing care
8. Miscellaneous
Septic shock with hemodynamic instability
Hemodinamic monitoring
Environment injuries
New/ experiment therapies with potensial complication
3. KRITERIA KELUAR.

RUMAH SAKIT BAPTIS BATU


Jl. Raya Tlekung No. 1 Tlekung Junrejo Batu
Telp. (0341) 594161
Fax. (0341) 598911

MEMO INTERNAL
RUMAH SAKIT BAPTIS BATU
Prioritas pasien dipindahkan dari IRI berdasarkan pertimbangan medis oleh kepala
IRI dan tim yang merawat pasien.

Bila status fisik pasien sudah stabil dan tidak perlu monitoring ketat lebih
lama
Bila status fisik telah menurun jauh tetapi tidak ada rencana intervensi
aktif.

Dimohon untuk segera menindaklanjutinya.


Terima kasih telah berperan serta dalam meningkatkan kualitas pelayanan kita
kepada pasien.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.
Tuhan Memberkati.
Batu, 04 April 2014
Wakil Direktur Pelayanan
Dr. Dolly Irbantoro

Anda mungkin juga menyukai