Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Pendirian Pabrik


Indonesia merupakan negara agraris sehingga sektor pertanian memegang

peranan penting dalam perekonomian negara. Berkembangnya sektor pertanian


menyebabkan meningkatnya kebutuhan pupuk. Kebutuhan pupuk dalam negeri
sebagian dipenuhi dengan cara impor. Di sisi lain, negara Indonesia mempunyai
sumber daya alam yang melimpah berupa bahan bahan yang dapat diolah
menjadi pupuk. Salah satu pupuk impor adalah pupuk amonium sulfat yang biasa
disebut pupuk ZA (Zwavelzure Ammoniak).
Pupuk ZA merupakan salah satu jenis pupuk buatan yang mempunyai 2
jenis unsur hara sekaligus yaitu nitrogen dan sulfur. Dua unsur tersebut sangat
dibutuhkan dalam perkembangan suatu tanaman, baik tanaman perkebunan
ataupun pertanian. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik, kebutuhan impor ZA
Indonesia tersaji pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Data Impor Amonium Sulfat di Indonesia (www.bps.go.id)
Tahun
2010
2011
2012
2013
2014

Impor (ton)
268.451
475.525
820.346
728.487
864.452

Data di atas menunjukkan bahwa impor amonium sulfat dari tahun ke


tahun mengalami peningkatan. Pendirian pabrik ammonium sulfat sangat
diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.

2
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Pendirian pabrik amonium sulfat di Indonesia dipandang strategis dengan alasan


sebagai berikut :
a.
Pendirian pabrik dapat memenuhi kebutuhan ammonium sulfat
dalam negeri.
b.
Menghemat devisa negara dengan mengurangi impor.
c.
Mendukung berkembangnya pabrik lain yang menggunakan
ammonium sulfat sebagai bahan baku.
d.

Membuka lapangan kerja baru, sehingga mampu menurunkan


tingkat pengangguran.

1.2.

Kapasitas Rancangan

1.2.1. Perkiraan Kebutuhan Amonium Sulfat di Indonesia


Berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik) yang ditunjukkan pada Tabel
1.1, perkirakan kebutuhan amonium sulfat pada tahun 2020 dapat dihitung dengan
cara melakukan linierisasi data impor. Hasil linierisasi ditunjukkan pada Gambar
1.1.
1000000
900000
800000
700000
600000
500000
Impor (ton/tahun)
400000
300000
200000
100000
0
2009

f(x) = 144496.34x - 290095184.76

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Tahun

Gambar 1.1 Data Impor Amonium Sulfat


Berdasarkan Gambar 1.1, persamaan hasil linierisasi adalah y = 144.496 x
290.095.184, dengan x adalah tahun dan y adalah jumlah kebutuhan impor
amonium sulfat. Perkirakan jumlah kebutuhan amonium sulfat pada tahun 2020

BAB I Pendahuluan

3
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

yang belum mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri sebesar 1.787.423
ton/tahun.
1.2.2. Kapasitas pabrik yang sudah berdiri
Pabrik amonium sulfat yang masih beroperasi di beberapa negara dapat
dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2. Pabrik Amonium Sulfat di Dunia
(www.alibaba.com)
No

Perusahaan

Kapasitas

1.

BASF ( IG Farben Industrie A/G )

600.000 Ton/Tahun

4.

Leuna , Germany
Wengfu Jianfeng Chemical Industry

200.000 Ton/Tahun

5.

Co., Ltd., China (Merseburg Process)


Laiwu Songfeng Fertilizer Co., Ltd,

15.000 Ton/Bulan

6.

Shandong, China
Hunan Yueyang Sanxiang Chemical

100.000 Ton/Tahun

7.

Co., Ltd, Hunan, China


FCI-Sindri and GSFC-Vadodara, India

468.000 Ton/Bulan

8.

(Merseburg Process)
Anqing Yuancheng Trading Co., Ltd,

10.000 Ton/Bulan

9.

China
Cameroon Chemical Complex Inc,

15.240 Ton/Bulan

11.

Malaysia
Shijiazhaung Yingyi Agricultural

5000 Ton/Bulan

12.

Material Co., Ltd, China


PT Petrokimia Gresik, Indonesia

650.000 ton/tahun

1.2.3. Ketersediaan Bahan Baku


Bahan baku pembuatan amonium sulfat proses Merseburg adalah gipsum,
NH3, CO2 dan H2O. Gipsum yang digunakan didapat dari PT. Petrokimia Gresik
yang menghasilkan 500.000 ton/tahun. Amonia yang digunakan berupa amonia

BAB I Pendahuluan

4
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

cair yang diperoleh dari PT. Pupuk Kujang yang menghasilkan produk sebesar
330.000 ton/tahun. Gas CO2 didapat dari PT. Resources Jaya Teknik Management
Indonesia (RMI) Krakatau Karbonindo dengan kapasitas produk 142.500
ton/tahun.
1.2.4. Rancangan kapasitas
Berdasarkan prediksi kebutuhan amonium sulfat dalam negeri yang belum
dapat terpenuhi, kapasitas pabrik yang telah beroperasi, dan ketersediaan bahan
baku, maka ditetapkan kapasitas prarancangan pabrik amonium sulfat yang akan
didirikan tahun 2020 sebesar 250.000 ton/tahun. Pemilihan kapasitas tersebut
dititikberatkan pada :
1. Kebutuhan amonium sulfat nasional pada tahun 2020 sebesar 1.787.423 ton
menyebabkan Indonesia harus meningkatkan jumlah impor amonium sulfat.
Pabrik dengan kapasitas 250.000 ton/tahun dapat berperan dalam pemenuhan
kebutuhan amonium sulfat nasional sebesar 13,98 %.
2. Kapasitas pabrik dengan proses Merseburg yang telah beroperasi sebesar
200.000 ton/tahun (Wengfu Jianfeng Chemical Industry Co., Ltd., China) dan
468.000 to/tahun (FCI-Sindri and GSFC-Vadodara, India).
3. Pertimbangan ketersediaan bahan baku, pabrik dengan kapasitas 250.000
ton/tahun membutuhkan bahan baku NH3 64.878 ton/tahun, CO2 83.540
ton/tahun, dan gypsum 331.875 ton/tahun.
1.3.

Lokasi Pabrik
Pemilihan lokasi pabrik merupakan salah satu langkah penting dalam

perancangan suatu pabrik. Lokasi suatu pabrik mempengaruhi kedudukan pabrik


dalam persaingan maupun penentuan kelangsungan berdirinya. Pemilihan lokasi
yang tepat, ekonomis dan menguntungkan dipengaruhi oleh banyak faktor, antara
lain penyediaan bahan baku, pemasaran produk, fasilitas transportasi, penyediaan
bahan bakar dan energi, penyediaan air, dan penyediaan tenaga kerja. Lokasi
pendirian pabrik amonium sulfat direncanakan di Cikampek, Jawa Barat dengan
pertimbangan sebagai berikut :
a. Penyediaan bahan baku
Bahan baku merupakan kebutuhan utama bagi kelangsungan suatu pabrik
sehingga pengadaan bahan baku sangat diprioritaskan. Lokasi pabrik di Cikampek

BAB I Pendahuluan

5
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

ini sangat tepat mengingat sumber bahan baku karbondioksida diperoleh dari PT
Resources Jaya Teknik Management Indonesia (RMI) Krakatau Karbonindo dan
amonia dipenuhi dari PT. Pupuk Kujang. Gipsum yang digunakan diperoleh dari
PT. Petrokimia Gresik. Lokasi pabrik yang dekat bahan baku ini, selain dapat
mengurangi biaya transportasi, sekaligus mengurangi investasi yang relatif besar.
b. Pemasaran produk
ZA merupakan pupuk anorganik yang banyak digunakan dalam sektor
pertanian maupun perkebunan. Kebutuhan pupuk di daerah Jawa Barat pada
khususnya dan daerah-daerah di Indonesia lainnya dapat dipenuhi dengan
didirikannya pabrik di daerah Cikampek.
c. Fasilitas transportasi
Dekatnya Cikampek dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek, diharapkan
pemasokan bahan baku dan pemasaran hasil produksi tidak mengalami kesulitan.
d. Penyediaan bahan bakar dan energi
Daerah Cikampek merupakan daerah kawasan industri sehingga
penyediaan bahan bakar dan energi dapat dipenuhi. Tenaga listrik dapat
disediakan PLN dan oleh pabrik sendiri untuk keadaan darurat.
e. Penyediaan air
Air dibutuhkan dalam jumlah besar dalam industri. Air digunakan dalam
proses untuk pendingin, pembangkit steam, hidrasi dan sanitasi. Penyediaan air
dipenuhi dengan pendirian unit pengolah air dimana airnya mengambil dari
Sungai Parungkadali dan Sungai Cikao.
f. Penyediaan Tenaga kerja
Tenaga kerja yang digunakan dalam industri berasal dari daerah sekitar,
yang meliputi tenaga kerja tingkat bawah, menengah dan atas. Pendirian pabrik
ini maka akan mengurangi tingkat pengangguran baik dari penduduk sekitar
ataupun penduduk urban.
Rincian peta lokasi pabrik amonium sulfat yang direncanakan ditunjukkan
pada Gambar 1.2.

BAB I Pendahuluan

6
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Ga
m
ba
r
1.2
.
Pe
ta
Lo
ka
si
Pa
bri
k
A
m
on
iu
m
Su
lfa
t
di
Ci

BAB I Pendahuluan

7
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

1.4.

Tinjauan Pustaka

1.4.1. Macam macam proses


a. Proses Netralisasi
H2SO4 (l) + 2NH3(g)
(NH4)2SO4(s)
Reaksi tersebut terjadi menurut mekanisme reaksi berikut :
H2SO4
2H+ + SO422NH3 + 2H+
2NH4+
+
22NH4 + SO4
(NH4)2SO4
H2SO4+ 2NH3
(NH4)2SO4

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Reaksi pembentukan amonium sulfat dari asam sulfat dan amonia


merupakan reaksi gas cair yang dioperasikan pada suhu 105-110 oC, tekanan
atmosfer,level larutan 3,6 - 4,5 meter, dan perbandingan mol reaktan H 2SO4 dan
NH3 sebesar 1 : 2. Kandungan nitrogen dalam amonium sulfat minimal sebesar
20,8 % berat, asam sulfat bebas maksimal 0,1 % berat, dan H 2O maksimal 0,1 %
berat.
Pembentukan kristal amonium sulfat di dalam reaktor melalui beberapa
tahapan berikut :
1. Pembentukan larutan amonium sulfat jenuh
Mula-mula mother liquor / kondensat yang diinginkan dimasukkan ke
dalam reaktor sampai mencapai level yang diinginkan, kemudian asam sulfat dan
uap amonia dimasukkan secara kontinyu ke dalam reaktor dalam bentuk
gelembung melalui sparger sehingga terjadi reaksi dan membentuk amonium
sulfat. Gas amonia dan asam sulfat cair dimasukkan secara terus-menerus
sehingga tercapai kondisi larutan jenuhnya.
2. Pembentukan larutan lewat jenuh
Larutan amonium sulfat saat tercapai kondisi jenuh, gas amonia dan asam
sulfat terus dimasukkan sehingga akan diperoleh kondisi lewat jenuh
(supersaturasi) dari larutan amonium sulfat, dan akhirnya membentuk kristal
amonium sulfat. (Sumarni, 2009, Laporan kerja Praktek Pabrik Amonium Sulfat
(ZA III), PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur)
b. Proses Karbonasi Batubara
Amonium sulfat dapat diproduksi dari batubara dengan 3 cara yaitu direct,
indirect dan semi direct method.
b.1.Direct Method

BAB I Pendahuluan

8
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Semua gas yang terbentuk pertama kali didinginkan untuk menghilangkan


sejumlah tar sebelum melewati saturator bubble atau type spray, dimana reaksi
dengan asam sulfat terjadi. Kristal amonium sulfat yang terbentuk turun kemudian
dipisahkan dan dicuci dalam centrifuge lalu dikeringkan. Kristal kering dikirim
lewat conveyor untuk disimpan.
b.2. Indirect Method
Pada proses ini, gas panas didinginkan dengan resirkulasi cairan pencuci
dan air scrubbing. Campuran cairan kemudian dipanaskan dengan steam dalam
kolom stripper tipe bubble untuk melepaskan amonia bebas dalam senyawa garam
seperti amonium karbonat dan amonium sulfit. Sebagian cairan dalam kolom
stripper kemudian ditambahkan dengan larutan kapur untuk menguraikan
komponen garam seperti amonium klorida. Gas keluar yang masih banyak
mengandung amonia dimasukkan ke dalam saturator yang sudah mengandung
asam sulfat sehingga terbentuk amonium sulfat.
b.3. Semi Direct Method
Dalam proses ini gas mula mula didinginkan dan dicuci untuk
menghilangkan sejumlah tar dan untuk memproduksi larutan amonia. Kemudian
amonia cair dipanaskan sampai suhu 70 oC dan diabsorbsi dengan asam sulfat
encer (5 % 6 %), menghasilkan larutan amonium sulfat jenuh dengan suhu 60 oC
70 oC.
Spray absorber atau saturator yang digunakan dalam operasi ini bervariasi
dan modifikasi dari sistem ini telah dirancang oleh para insinyur seperti Koopers,
Otto, Wilpitte, Simon Carves Woodal-Duckham dan lainnya. Spray tipe scrubbersaturator yang dikembangkan oleh perusahaan Otto telah dipakai secara luas
sebagai unit pemisah kristaliser untuk memberikan kontrol yang lebih baik dalam
pembentukan kristal.
c. Reaksi antara Amonium Karbonat dengan Gipsum (Proses Merseburg)
Proses ini masih digunakan di berbagai negara dimana asam sulfat sangat
mahal dan suplai gipsum tersedia dalam jumlah besar seperti Inggris, Prancis,
Jerman dan Indonesia. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :
2NH3 + CO2 + H2O
(NH4)2CO3 + CaSO4.2H2O

BAB I Pendahuluan

(NH4)2CO3
(NH4)2SO4 + CaCO3 + 2H2O

(6)
(7)

9
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Larutan amonium karbonat jenuh dibuat dengan cara melarutkan karbon


dioksida dalam larutan amonium hidroksida. Karbon dioksida tersedia sebagai
hasil samping pembakaran hidrokarbon. Konversi pada akhir reaksi kira-kira 95
% sesudah 2 jam, jika gipsum bereaksi sempurna dan suhu reaksi pada 50 oC - 60
o

C. Keluaran reaktor difilter untuk memisahkan kalsium karbonat dan kalsium

sulfat yang tidak bereaksi dari larutan amonium sulfat (Faith & Keyes, 1957).
1.4.2. Kegunaan Produk
Amonium sulfat dapat digunakan dalam bidang sebagai berikut :
a. Pertanian
Amonium sulfat merupakan pupuk yang sangat cocok digunakan pada
lahan pertanian dimana kandungan sulfur dalam tanah tersebut kurang. Amonium
sulfat lebih baik dibandingkan dengan urea karena mengandung 2 jenis unsur
yaitu nitrogen dan sulfur.
b. Biokimia
Senyawa amonium sulfat dapat digunakan sebagai nutrisi penambah kadar
nitrogen dalam proses fermentasi. Unsur nitrogen sangat diperlukan bagi
mikroorganisme disamping unsur unsur yang lain.
c. Bidang lain
Amonium sulfat dapat juga digunakan sebagai pengolahan air, bahan tahan
api dan penyamakan.

BAB I Pendahuluan

10
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

1.4.3. Sifat Fisik dan Kimia


1.4.3.1.Sifat Fisik dan Kimia Bahan Baku
a. Ammonia (NH3)
Sifat Fisik:
Berat Molekul
Titik leleh
Titik didih
Temperatur kritis
Tekanan kritis
Specific heat
Pada 0 oC
Pada 100 oC
Pada 200 oC
0
H pembentukan (25 oC)
Kelarutan dalam air (% berat)
Pada 0 oC
Pada 20 oC
Pada 40 oC
Pada 60 oC
Specific grafity
Pada -40 oC
Pada 0 oC
Pada 40 oC
Massa jenis (15 oC)
Sifat Kimia

: 17,03
: - 77,7 oC
: - 33,35 oC
: 133 oC
: 11,425 kPa
:
:
:
:

2097,2 J/(kg.K)
2226,2 J/(kg.K)
2105,6 J/(kg.K)
-46,222 Kj/mol

:
:
:
:

42,8
33,1
23,4
14,1

:
:
:
:

0,690
0,639
0,580
0,618 gram/liter
(Kirk and Othmer, 1978)

Pada temperatur tinggi terdekomposisi menjadi hidrogen

dan nitrogen
Bereaksi dengan Potassium Permanganat :
2NH3 + 2KMnO4
2KOH +2MnO2 + 2H2O + N2
Bereaksi dengan chlorine
8NH3 + 3Cl2
N2 + 6NH4Cl
Mengalami reaksi oksidasi pada pembuatan asam nitrat
dengan sangat cepat pada suhu 650 oC (katalis : platinum-rhodium)
4NH3 + 5O2
4NO + 6H2O
2NO + O2
2NO2
3NO2 + H2O
2HNO3 + NO
Bereaksi dengan air dan bersifat reversible
NH3 + H2O
NH4+ + OH(Kirk and Othmer, 1978)

b. Karbon dioksida (CO2)


Sifat fisis :

BAB I Pendahuluan

11
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Berat Molekul
Titik leleh
Titik didih
Temperatur kritis
Tekanan kritis
Volume kritis
H0 pembentukan (25 oC)
G0 pembentukan (25 oC)
Specific grafity
Liquid
Solid
Kelarutan dalam 100 bagian air
Pada 100 bagian air dingin (0 oC)
Pada 100 bagian air panas (20 oC)

:
:
:
:
:
:
:
:

44,01
-56,6 oC (5,2 atm)
tersublimasi pada 78,5 oC
304,2 K
7.390 kPa
0,095 m3/kmol
-393,51 Kj/mol
-394,37 Kj/mol

: 1,101 (-87 oC)


: 1,53 (dengan acuan udara)
: 1,56 (pada 79 oC)
: 179,7
: 90,1
(Perry, 1984)

Massa jenis (pada 273 K)


Sifat kimia :

: 928 gram/liter

Membentuk asam karbonat jika bereaksi dengan air

(H2CO3)
Membentuk garam dan ester jika bereaksi dengan asam
lemah

Membentuk CO jika dipanaskan di atas suhu 1700 oC


2CO2 2CO + O2
Mengalami reaksi reduksi jika bereaksi dengan hidrogen
CO2 + H2
CO + H2O
Karbondioksida bereaksi dengan ammonia akan

membentuk ammonium karbamat pada tahap pertama pembuatan urea


CO2 + 2NH3
NH2COONH4
(Kirk and Othmer, 1978)
c. Air (H2O)
Sifat fisis :
Berat Molekul
: 18,01
Titik didih
: 100 oC (1 atm)
Titik Leleh
: 0 oC (1atm)
Temperatur kritis
: 647,1 oK
Tekanan kritis
: 217,6 atm
Volume kritis
: 56 cc/gmol
H0 pembentukan (25 oC)
liquid
: -68,317 kjoule/mol
gas
: -57,798 kjoule/mol
BAB I Pendahuluan

12
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

pH
Specific grafity
Liquid
( ice)
Kelarutan

: 5,4 7,5

Massa jenis

: 1 gr/cc

: 1,004 tiap 100 bagian


: 0,195 tiap 100 bagian
: larut pada etil eter
Larut pada 95 % etanol
(Perry, 1984)

Sifat kimia:

Air dapat terhidrolisa menghasilkan H2 dan O2 dengan

reaksi
2H2O
H2 + O2
Dapat bereaksi dengan ammonia membentuk ammonium

hidroksida

NH3 + H2O
d. Gipsum (CaSO4.2H2O)
Sifat Fisis:
Berat Molekul
Titik leleh
Titik didih

NH4OH

: 172,17
: - 1 H2O, 128 (kehilangan 1 mol air
tiap berat pada 128 oC) tekanan 1 atm
: - 2 H2O, 163 ( kehilangan 2 mol air
tiap berat pada 163 oC) tekanan 1 atm
: 2,32
: -338,73 kcal/mol
: -311,9 kcal/mol

Specific gravity
H0 pembentukan (25 oC)
G0 pembentukan (25 oC)
Kelarutan
Pada 100 bagian air dingin (0 oC)
: 0,223
o
Pada 100 bagian air panas (50 C)
: 0,257
Larut pada asam, gliserol, gliserin, Na2S2O3 dan garam garam NH4
(Perry, 1984)
Sifat kimia:

Reaksi hidrasi kalsium aluminate dengan gipsum akan

menghasilkan kalsium sulfat aluminate hidrat dengan reaksi :


H2O
3 CaO.Al2O3 + CaSO4
3 CaO. Al2O3. 3 CaSO4 32 H2O
Gipsum apabila dipanaskan akan melepaskan senyawa H2O
CaSO4.2H2O + panas

BAB I Pendahuluan

CaSO4.1/2H2O + 11/2 H2O

13
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

e. Amonium Karbonat ((NH4)2CO3)


Sifat fisis :
Berat molekul
Titik leleh

: 96,09 g/mol
: 43 oC
(Kirk and Orthmer, 1978)

Kelarutan :
Pada 100 bagian air dingin ( 15 oC)
: 100
o
Pada 100 bagian air panas (49 C)
: 50
Tidak larut dalam CS2, etanol 95 %, dan NH3
(Perry, 1984)
Sifat kimia :

Pada suhu tinggi dapat terdekomposisi menjadi amonia,

karbon dioksida dan air dengan reaksi :


(NH4)2CO3 NH3 + CO2 + 2H2O
(Kirk and Orthmer, 1978)
1.4.3.2.Sifat Fisis dan Kimia Produk
a. Amonium Sulfat ((NH4)2SO4)
Sifat fisis :
Berat molekul
Massa jenis
Titik leleh
Kelarutan dalam air
Critical relative
Sifat kimia :

Pada suhu 280 oC dapat terdekomposisi menjadi amonium

bisulfat dengan reaksi :


(NH4)2SO4
(NH4)2SO4 + 2NaCl
b. Kalsium Karbonat (CaCO3)
Sifat fisik :
Berat molekul
Bau
Massa jenis
Titik leleh
Kelarutan dalam air
Flash point
Sifat Kimia

BAB I Pendahuluan

: 132,14
: 1,769 g/cm3 (20 oC)
: terdekomposisi pada
suhu 235280 oC
: 163,8 g/mL (100 oC)
: 79,2% (30 oC)
(www.wikipedia.org)

NH4HSO4
2NH4Cl + Na2SO4
(Kirk and Othmer, 1978)
: 100,0869 g/mol
: tidak berbau
: 2,83 g/cm3
: 825 oC
: 0,15 g/100 mL (25 oC)
: 825 oC
(www.wikipedia.org)

Jika bereaksi dengan asam kuat akan melepaskan CO2


CaCO3 + 2HCl
CaCl2(aq) + CO2(g) + H2O(l)

14
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

Jika dipanaskan pada suhu di atas 840 oC akan melepaskan


CO2 untuk membentuk CaO, reaksi ini disebut quicklime dengan Hr =
178 kJ/mol
CaCO3

CaO + CO2
(www.wikipedia.org)

1.4.4. Tinjauan Proses Secara Umum


Pertimbangan pemilihan proses Merseburg yaitu bahan baku mudah
diperoleh dari pasokan dalam negeri dan efisien. Kondisi operasi yang digunakan
adalah tekanan atmosferik dan suhu rendah sehingga dapat mengurangi biaya
produksi dalam penyediaan energi proses.
Pada proses pembuatan amonium sulfat dari gipsum dan amonium
karbonat terdiri dari beberapa langkah proses. Langkah yang pertama adalah
penyiapan bahan baku. Bahan baku ammonium karbonat diperoleh dengan proses
absorbsi gas NH3 dan CO2 oleh air, dengan reaksi
2NH3 + CO2 + H2O
(NH4)2CO3
(8)
Amonia cair disimpan dalam fase cair pada temperature 40 C dan tekanan 15,5
atm. Amonia diturunkan tekanannya menjadi 6,5 atm sebelum masuk ke absorber.
CO2 dialirkan melalui pipa menuju absorber dengan tekanan 6,5 atm dan suhu 35
C. Kondisi operasi absorber pada suhu 40 C dengan tekanan 6,5 atm. Reaksi
yang terjadi bersifat eksotermis dan irreversible.
Langkah kedua adalah proses reaksi. Dalam proses ini, terjadi reaksi antara
amonium karbonat dengan gipsum. Reaksi bersifat eksotermis dan irreversibel.
Reaksi terjadi di dalam 2 reaktor RATB yang disusun seri dengan suhu antara 50
C - 60 C dan tekanan 1 atm. Konversi pada akhir reaksi adalah 98 %. Reaksi
yang terjadi adalah sebagai berikut:
(NH4)2CO3 + CaSO4.2H2O

(NH4)2SO4 + CaCO3 + 2H2O

(9)

Langkah ketiga adalah proses pemurnian. Larutan amonium sulfat keluar


reaktor difiltrasi untuk memisahkan padatan dari cairan. Cairan dialirkan menuju
evaporator untuk pemekatan larutan ammonium sulfat. Cairan lewat jenuh dari
ammonium sulfat dialirkan menuju crystallizer untuk pembentukan kristal. Hasil
kristaliser dialirkan menuju centrifuge untuk pemisahan mother liquor dan kristal
ammonium sulfat. Kristal amonium sulfat dari centrifuge dikeringkan di rotary
dryer. Lalu dibawa ke tangki penyimpanan.
BAB I Pendahuluan

17
Prarancangan Pabrik Amonium Sulfat
Dari CO2, NH3, dan CaSO4.2H2O dengan Proses Merseburg
Kapasitas 250.000 Ton/Tahun

BAB I Pendahuluan