Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PERENCANAAN WTP (Water Treatment Plant) KECAMATAN


SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN

1. LATAR BELAKANG
Untuk mewujudkan suatu sistem pelayanan air minum yang baik serta mampu melayani
kebutuhan penduduk yang berada di daerah layanannya, sangat diperlukan suatu perencanaan
yang sifatnya komprehensif, sehingga sistem pelayanan yang akan dioperasikan dapat berfungsi
secara optimal dan terjamin kontinuitasnya.
Kondisi pelayanan air minum saat ini
belum optimal, terutama dari segi kontinuitas pada
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak di
bidang pengelolaan dan penyediaan air minum serta banyaknya daerah-daerah yang belum
mempunyai sistem pelayanan air minum bagi penduduknya, menjadi dasar pemikiran untuk
melaksanakan kegiatan perencanaan sistem pelayanan air minum berupa kegiatan perencanaan
untuk mengoptimalkan sistem pelayanan di kawasan baru dan perbaikan-perbaikan di kawasan
yang telah tersedia pelayanan air minum sehingga dapat memenuhi kebutuhan penduduk yang
berada di daerah layanan untuk masa yang akan datang.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Pemerintah Provinsi Aceh,pada Anggaran
Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2015 melalui Dinas
Cipta Karya melaksanakan kegiatan penyusunan Perencanaan Perbaikan Jaringan
Air
Minum Perkotaan Kabupaten Aceh Tenggara. Diharapkan dengan tersusunnya
Perencanaan ini, akan tersusun suatu pedoman pelaksanaan fisik (konstruksi) sesuai dengan
persyaratan dan standar teknis yang berlaku.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


2.1 Maksud
a. KAK (Kerangka Acuan Kerja) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencanaan yang
memuat masukan, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi, diperhatikan serta
diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas Perencanaan tersebut.
b. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Perencanaan WTP(Water Treatment Plant)
Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan dapat melaksanakan tanggung jawabnya
dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini

2.2 Tujuan
Tujuan membuat Perencanaan Perencanaan WTP (Water Treatment Plan) Kecamatan
Samadua Kabupaten Aceh Selatan adalah :

Untuk menghasilkan desain sistem perpipaan air minum pada Kab. Aceh Selatan yang
sesuai dengan persyaratan dan standar teknis yang berlaku sehingga terpenuhinya
kebutuhan penduduk pada daerah pelayanan sistem air minum.

Untuk mengidentifikasi masalah dan rencana pengembangan prasarana dan sarana air
minum masyarakat yang berfungsi dengan baik, optimal dan terjamin kontinuitasnya;

3. SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai adalah :

Tersusunnya suatu laporan perencanaan teknis yang dapat dijadikan sebagai pedoman
bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan pada bidang penyediaan air minum;

Tersedianya identifikasi masalah dan rencana pengembangan prasarana dan sarana air
minum masyarakat yang berfungsi dengan baik, optimal dan terjamin kontinuitasnya;

Terpenuhinya kebutuhan air minum bagi penduduk yang berada pada daerah pelayanan
sistem air minum tersebut.

4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Kegiatan Perencanaan Pengembangan Infrastruktur pada Bidang Program, Perencanaan
dan
Evaluasi Dinas Cipta Karya
Aceh
5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp. 47.000.000,- (Empat Puluh
Tujuh Juta Rupiah) termasuk PPN dibiayai Dana APBA Tahun Anggaran 2015.
6.

LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG

6.1. Lingkup Kegiatan


Untuk merencanakan penyelesaian Perencanaan WTP (Water Treatment Plant) Kecamatan
Samadua Kabupaten Aceh Selatan ini konsultan harus mengikuti proses dan lingkup tugas yang
harus dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku, yang dapat meliputi
tugas- tugas Perencanaan Perbaikan Jaringan Air Minum Perkotaan Kabupaten Aceh Selatan
yang terdiri dari :
1. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat :

a) Rencana teknis air baku, meliputi rencana detail bangunan pengambil air baku dan
unti transmisi air baku.

b) Rencana teknis unit produksi, meliputi unit koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi,
netralisasi, dan desinfeksi dan bangunan penangkap mata air (broncaptering.
c) Rencana teknis unit distribusi, meliputi rencana jaringan pipa yang ditentukan oleh kondisi
topografi, lokasi reservoir, luas wilayah pelayanan, jumlah pelanggan, dan jaringan jalan
dimana pipa akan dipasang. Unit bangunan termasuk didalamnya reservoir, pompa
distribusi, dan pipa distribusi.
b) Rencana teknis unit pelayanan, meliputi rencana sambungan rumah, hidran/kran umum,
terminal air, hidran kebakaran dan meter air.
c) Rencana teknis bangunan penunjang , meliputi Bak Pelepas Tekan (BPT), Booster
Station, Jembatan pipa, Syphon, Perlintasan Kereta Api, Manhole, Slum Well, Thrust
Block,
d) Rencana teknis bangunan pelengkap, meliputi Rumah Pompa dan laboratorium dan
Gudang
2. Penyusunan rencana detail antara lain membuat :
a) Gambar-gambar pelaksanaan detail unit air baku, unit produksi, unit distribusi, unit
pelayanan, unit bangunan pelayanan dan unit bangunan penunjang
b) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
c) Rincian Estimasi Biaya pekerjaan.

6.2. Lokasi Kegiatan


Lokasi kegiatan adalah Kabupaten Aceh Selatan.
6.3. Data dan Fasilitas Penunjang
Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa tidak ada, tetapi fasilitas tersebut harus
disediakan oleh penyedia jasa sendiri seperti yang tercantum dalam kontrak. Fasilitas tersebut
berupa akomodasi dan perlengkapannya, sewa alat-alat survey, sewa kendaraan, biaya-biaya
survey dan operasional kantor serta biaya-biaya penggandaan laporan dan gambar.
7. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
1. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan/gedung yang
ada termasuk melakukan pengukuran site plan, dan membuat interpretasi secara garis
besar terhadap KAK.
a. Pengumpulan Data Sekunder, meliputi :
1) Peta dasar, topografi, hidrologi, geohidrologi, morfologi, tata guna lahan, foto udara
atau citra satelit

2) Data cuaca dan iklim


3) Data Kepedudukan, sosialekonomi, kepadatan penduduk
4) Kondisi eksisting sistem air minum
5) Peraturan perundangan yang berlaku
b. Persiapan peralatan
2.

Perencanaan Teknis harus meliputi komponen-komponen dari unit-unit Sistem Pengolahan


Air Minum yaitu :
a)

Perencanaan unit air baku

b) Perencanaan unit produksi


c) Perencanaan unit distribusi
d) Perencanaan unit pelayanan
e) Perencanaan bangunan penunjang
f)

Perencanaan bangunan pelengkap

3. Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pekerjaan perencanaan ini dilakukan sesuai


dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Selain kriteria umum diatas untuk pekerjaan
perencanaan berlaku pula ketentuan ketentuan seperti standarisasi, pedoman &
peraturan
peraturan yang berlaku antara lain :
a. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan
(Kontrak) dengan sistem Kontrak Lumpsum dari Pengguna Barang / Jasa.
b. Peraturan Pembangunan yang dikeluarkan oleh Pemda yang terkait dengan
pekerjaan ini.
c. Peraturan standarisasi dan normalisasi yang digunakan antara lain :
- Peraturan Menteri Pekerjaan
Penyelenggaraan SPAM

Umum

Nomor

18/PRT/M/2007

tentang

- Pedoman Penyusunan Perencanaan Teknis Pengembangan Sistem Penyediaan Air


Minum
- Standar SNI 03-6419-2000 tentang Spesifikasi Pipa PVC bertekanan berdiameter
110-315 mm untuk Air Bersih dan SK SNI S-20-1990-2003 tentang Spesifikasi Pipa
PVC untuk Air Minum
- SNI 06-4829-2205 tentang Pipa Polietilena untuk Air Minum
- AWWA C 200 atau SNI 07-0822-1989 atau SII 2527-90 atau JIS G 3451 dan JIS G
3457 untuk fabrikasi pipa baja
- ISO 2531 dan BS 4772 untuk standar pipa ductile
- SNI 19-6773-2002 tentang Spesifikasi Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Sistem
Konvensional dengan Struktur Baja

- SNI 19-6774-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernih Air
- Dan Peraturan lainnya yang dianggap perlu.
8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan jasa konsultansi ini diperkirakan selama 1,5 (Satu koma Lima)
bulan.
9. TENAGA AHLI
Tenaga Ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:
1. Ketua Tim / Teknik Lingkungan ;
Memiliki sertifikat keahlian di sub bidang teknik lingkungan. Jumlah tenaga ahli yang
dibutuhkan adalah 1 (satu) orang
Team leader ini disyaratkan minimal berpendidikan Teknik Lingkungan (S1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus
ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman
dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan sistem pengolahan air minum selama 6
(Enam) tahun. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim selama 6
(Enam) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang
ke-PU-an dari LPJK.
2. Ahli Teknik Sipil Hidrolika;
Memiliki keahlian di bidang perencanaan bangunan air (hidrolika). Jumlah tenaga ahli yang
dibutuhkan adalah 1 (satu) orang.
Tenaga Ahli Hidrolika ini disyaratkan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil Hidrolika
(S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan
berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan bangunan air (hidrolika)
selama 5 (Lima) tahun. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman sebagai Tenaga
Ahli Teknik Hidrololika selama 5 (Lima) tahun, diutamakan yang telah mengikuti pelatihan
tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.
3. Ahli Teknik Sipil;
Memiliki sertifikat keahlian di sub bidang Sipil. Jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan adalah 1
(satu) orang.
Tenaga Ahli Teknik Sipil Struktur ini disyaratkan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil
Struktur (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah diakreditasi
atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi

dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan gedung dan


prasarananya selama 5 (Lima) tahun . Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman
sebagai Tenaga Ahli Teknik Sipil Struktur selama 5 (Lima) tahun, diutamakan yang telah
mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.
4. Ahli Cost Estimator;
Jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan adalah 1 (satu) orang.
Tenaga Ahli Cost Estimator ini disyaratkan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil
Manajemen (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan analisis biaya
bangunan/gedung selama 5 (Lima) tahun. Diutamakan yang telah mempunyai pengalaman
sebagai Tenaga Ahli Teknik Sipil Manajemen selama 5 (Lima) tahun, diutamakan yang telah
mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK.
Untuk mendukung lancarnya pekerjaan Perencanaan Perbaikan Jaringan Air Minum Perkotaan
Kabupaten Aceh Tenggara ini, diperlukan tenaga pendukung dengan posisi sebagai berikut :
a. Surveyor;
Surveyor disyaratkan minimal berpendidikan STM negeri atau swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang
telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan survey lapangan selama 4
(empat) tahun. Dapat bekerja dalam tim dan membantu tenaga ahli dalam
melaksanakan survey lapangan.
b. Pembantu Surveyor;
Pembantu Surveyor disyaratkan minimal berpendidikan STM negeri atau swasta yang
telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara. Dapat bekerja dalam tim dan
membantu Surveyor dalam melaksanakan survey lapangan.
c. Operator AutoCad;
Operator AutoCad disyaratkan minimum Sarjana Muda Komputer (D3) Lulusan
Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta atau yang disamakan, atau lulusan
SMK/SMA/sederajat Negeri atau Swasta. Mempunyai pengalaman dalam bidang
penggambaran teknik sipil dengan program AutoCad atau sejenisnya elama 2 (dua)
tahun serta menguasai bahasa program. Dapat bekerja cepat dengan ketelitian tinggi
dan memiliki kemampuan memperbaiki komputer dengan baik.
d. Operator Komputer;
Operator Komputer/AutoCad disyaratkan minimum Sarjana Muda Komputer (D3)
Lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta atau yang disamakan, atau

lulusan SMK/SMA/sederajat Negeri atau Swasta. Mempunyai pengalaman dalam bidang


menguasai Microsoft Office. Dapat bekerja cepat dengan ketelitian tinggi dan memiliki
kemampuan memperbaiki komputer dengan baik
e. Office Boy;
Office Boy disyaratkan mempunyai pengalaman dan berprilaku baik, jujur, rajin dan
mampu mengerjakan pekerjaan dengan baik dengan hasil memuaskan.

10. PELAPORAN
Keluaran yang diminta dari konsultan perencana dengan pengarahan penugasan ini adalah :
Dokumen Perencanaan yang akan menjadi standar dalam pelaksanaan fisik kegiatan yaitu :
Gambar rencana uk. A3.
RAB/EE.
Spesifikasi Teknis.
CD.
Laporan Akhir
Seluruh kegiatan ini dituangkan dalam bentuk laporan yang harus diserahkan dalam rangka 3
(Tiga).

Kuasa Pengguna Anggaran


Kegiatan Perencanaan Pengembangan Infrastruktur
Dinas Cipta Karya Aceh

Ir. Khalidin, MT
Pembina (IV/a)
NIP. 19651231 199403 1 047