Anda di halaman 1dari 29

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Bahasan Topik


1. Menjelaskan tentang Survei
a. Definisi
b. Tujuan
c. Langkah
d. Metode survei
e. Kekurangan atau kelemahan survei
2. Menjelaskan tentang Perencanaan
a. Definisi
b. Tujuan
c. Macam
d. Ciri-ciri
e. Langkah
f. Unsur rencana
g. Teknik
3. Menjelaskan tentang Promosi Kesehatan
a. Definisi
b. Tujuan
4. Menjelaskan tentang Alat bantu (peraga)
a. Definisi
b. Tujuan
c. Sasaran
d. Macam

5. Menjelaskan tentang Evaluasi


a. Definisi
b. Tujuan
c. Macam
d. Langkah
e. Teknik
f. Indikator
g. Ruang lingkup

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Survei
2.1.1 Definisi

Adalah suatu penelitian yang dilakukan tanpa melakukan intervensi


terhadap subjek penelitian (masyarakat), sehingga sering disebut

penelitian noneksperimen.
Tidak dilakukan intervensi/perlakuan terhadap variable, kemudian
dilihat perubahannnya pada variable lain, tapi sekedar mengamati

thp fenomena alam/sosial yang terjadi, atau mencari hubungan


fenomena tersebut dengan variable-variabel yang lain.
2.1.2 Tujuan Survei

Menemukan/menguji fakta baru/lama sehubungan dengan bidang

kesehatan/kedokteran
Menganalisis hubungan/ interaksi antar fakta-fakta yg ditemukan
Menjelaskan tentang fakta dan hubungannya dengan teori yang ada
Mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dalam bidang

kesehatan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan rakyat


Menemukan teori, konsep, atau generalisasi baru tentang

kesehatan/kedokteran
Memperbaiki/memodifikasi teori, konsep, system, atau proses
Memperkokoh teori, konsep, atau generalisasi yang sudah ada

2.1.3 Langkah-Langkah Survei


1. Memilih masalah yang akan diteliti.
2. Merumuskan
dan
mengadakan

pemberantasan

masalah,kemudian berdasarkan salah satu masalah tersebut


diadakan studi pendahuluan untuk menghimpun informasi dan
teori-teori sebagai dasar menyusun kerangka konsep penelitian.
3. Mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diamati atau
dikumpulkan.
4. Merumuskan dan memilih teknik pengumpulan data.
5. Menentukan kriteria atau kategori untuk mengadakan klasifikasi
data.
6. Menentukan teknik dan alat pengumpulan data yang akan
digunakan.
7. Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data.
8. Melakukan pengolahan dan analisis data.
9. Menarik kesimpulan atau generalisasi.
10. Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian.
2.1.4 Metode Survei Deskriptif
1. Survei rumah tangga
Adalah survei deskriptif yang ditujukan kepada rumah tangga.
Biasanya pengumpulan data dilakukan wawancara kepada keluarga.
2. Survei morbiditas

Adalah suatu survei deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui


kejadian dan distribusi penyakit dalam suatu masyarakat/populasi.
Survei ini dapat digunakan untuk mengetahui insidensi atau
prevalensi suatu penyakit.
3. Survei analisis jabatan
Survei ini bertujuan terutama untuk mengetahui tentang tugas dan
tanggung jawab para petugas kesehatan serta kegiatan para
petugas tersebut sehubungan dengan pekerjaan mereka.
4. Survei pendapat umum
Survei ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran
tentang pendapat umum serta suatu program pelayanan kesehatan
yang sedang berjalan dan yang menyangkut seluruh lapisan
masyarakat.

2.1.5 Kekurangan survei


1. Membutuhkan waktu yang relative lama
2. Pewawancara/peneliti

memiliki

kompetensi

khusus

dalam

melaksanakan survey
3. Sulitnya merumuskan pertanyaan sehingga menjadi subjektivitas
peneliti
4. Sasaran

sulit

dalam

menjawab

pertanyaan/memberikan

tanggapan, terjadi adanya perubahan sikap, tanggapan, dan lain


sebagainya.
2.2 Perencanaan
2.2.1 Definisi
1. Definisi menurut Harold Koontz dan Cyrill ODonnell:
Perencanaan adalah funsi dari seorang manajer yang meliputi
pemilihan berbagai alternative tujuan-tujuan, kebijaksanaankebijaksanaan, prosedur-prosedur dan program-program.

2. Definisi perencanaan menurut Levey dan Loomba:


Suatu proses menganalisis dan memahami sistem yang
dianut, merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus yang
ingin dicapai, memperkirakan segala kemampuan yang
dimiliki,

menguraikan

segala

kemungkinan

yang

dapat

dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,


menganalisis efektivitas dari berbagai kemungkinan tersebut,
menyusun perincian selengkapnya dari kemungkinan yang
terpilih, serta mengikatnya dalam suatu sistem pengawasan
yang terus menerus sehingga dapat dicapai hubungan yang
optimal antara rencana yang dihasilkan dengan sistem yang
dianut
2.2.2 Tujuan perencanaan
1. Diharapkan tercapainya nsuatu pengarahan kegiatan, adanya
pedoman bagi pelaksana kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada
pencapaian tujuan pembangunan
2. Dilakukan suatu perencaraan (forecasting) terhadap hal-hal dalam
masa pelaksanaan yang akan dilalui (mengenai potensi-potensi dan
prospek perkembangan tetapi juga mengenai hambatan-hambatan
dan resiko yang mungkin dihadapi.
3. Memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang
cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara
yang terbaik.
4. Dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urut-urutan nya
5. Akan ada evaluasi suatualat ukur standar untuk mengadakan
pengawasan pengendalian/evaluasi
2.2.3 Macam perencanaan
1. Menurut jangka waktu:
a. Jangka panjang (20-25 tahun)
b. Jangka menengah ( 5 tahun )
c. Jangka pendek ( 1 tahun)
2. Menurut wilayah
Perencanaan disesuaikan dengan derah yang akan dilakukan
pelaksanaan program antara lain daerah perkotaan akan berbeda
dgn daerah pedesaan, Daerah Aliran Sungai (DAS) dsb.

3. Menurut perumusanya
a. Forward planning / Planning from above
Penyusunan rencana menyeluruh (aggregate),

kemudian

membaginya ( disagregat) menjadi rencana rencana sector dan


selanjutnya menjadi rencana rencana proyek, perencanaan ini
juga di sebut top down planning
b. Backward planning / Planning from below
Disusun kegiatanya terlabih dahulu, kemudian di sesuaikan
dengan kerangka makronya atau disebut juga dengan bottom up
planning
4. Menurut level
a. Master planning
Untuk pedoman planning yang lain yang bersifat detail
b. Operasional planning
Lebih mengutamakan pedoman, atau tata kerja

untuk

melaksanakan program
c. Day to day planning
Perencanaan hari ke hari untuk melaksanakan program yang
telah rutin
5. Menurut ruang lingkup atau luasnya perencanaan
a. Strategic planning
Perencanaan yang dipakai sebagai pedoman pokok, berisikan
tujuan utama yang ingin dicapai ( berlaku dalam waktu panjang)
b. Tactical planning
Perencanan yang lebih singkat masa berlakunya, mudah
menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, asal tujuan dapat
di capai dan lebih mementingkan cara pencapaian hasil
c. Comprehensive planning
Perencanaan bersifat menyeluruh, bersifat lengkap dan terperinci
dengan memasukkan berbagai factor yang diperkirakan ada
hubunganya dengan rencana yang telah disusun
d. Integrated planning
Perencanaan yang menyeluruh saling kait mengkait embentuk
suatu kesatuan dengan berbagai factor yang mempunyai tujuan
yang sama.
6. Menurut sifat dan materi
a. Perencanaan kebijaksanaan (policy planning)
b. Perencanaan program( program planning)
c. Perencanaan pelaksanaan ( operasional planning )
2.2.4 Ciri Perencanaan

1. Bagian dari system administrasi


Suatu perencanaan yang baik adalah yang berhasil menempatkan
pekerjaan perencanaan sebagai bagian dari system administrasi
secara keseluruhan.
2. Dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan
Suatu perencanaan yang baik adalah yang dilakukan terus
menerus dan berkesinambungan.
3. Berorientasi pada masa depan
Suatu perencanaan yang baik adalah yang berorientasi pada masa
depan.
4. Mampu menyelesaikan masalah
Suatu perencanaan yang baik adalah yang mampu menyelesaikan
berbagai masalah dan ataupun tantangan yang dihadapi
5. Mempunyai tujuan
Suatu perencanaan yang bai adalah yang mempunyai tujuan yang
dicantumkan secara jelas.
6. Bersifat mampu kelola
Suatu perencanaan yang baik adalah yang bersifat mempu kelola,
dalam arti bersifat wajar, logis, objektif, jelas, runtun, fleksibel serta
telah disesuaikan dengan sumber daya.
2.2.5 Langkah Perencanaan
Langkah perencanaan menurut Soekidjo Notoadmojo:
1. Analisis situasi
2. Mengidentifikasi masalah & prioritasnya
3. Menetukan tujuan program
4. Mengkaji hambatan & kelemahan program
5. Menyusun rencana kerja operasional (RKO)
1. Analisis situasi
Menganalisis data laporan, dapat berupa data primer dan data
sekunder
Berbekalkan lima ilmu antara lain:

1. Ilmu

epidemiologi

menjelaskan

distribusi

penyakit/gangguan kesehatan yang terjadi & factor


risikonya dimasyarakat
2. Ilmu antropologi berbagai aspek budaya yang
berkaitan

dengan

perilaku

sehat-sakit

kelompok

masyarakat tertentu di suatu wilayah tertentu


3. Ilmu

demografi

aspek

kependudukan

yang

berpengaruh pada kesehatan masyarakat


4. Imu statistic mengolah & mempresentasikan data
menjadi

informasi

yang

mudah

dipahami

oleh

pengambil keputusan (dapat berupa table/grafik)


5. Ilmu

ekonomi

penyakit/gangguan

dampak

kesehatan

ekonomi

suatu

merencanakan

system asuransi kesehatan.


Tujuan dari analisis situasi mengidentifikasi masalah
menghasilkan rumusan masalah & factor yang berkaitan
Data yang diperlukan untuk ansit:
1. Data tentang penyakit & kejadian sakit (disease &
illness) diperoleh dari pengawasan rutin & laporan
organisasi kesehatan lainnya
2. Data kependudukan jumlah & distribusi penduduk
per wilayahm per jenis kelamin, per kelompok umur,
tingkat kepadatan penduduk
3. Data potensi organisasi kesehatan pelayanan
kesehatan klinik, praktik swasta dokter/dokter gigi,
jumlah rumah sakit
4. Keadaan lingkungan & geografi berkaitan dengan
perkembangan penyakit sekolah, pasar, tempat

ibadah,

sumber

air,

mutu

air

minum,

system

pembuangan limbah, jamban keluarga, genangan air


permanen (vector penyakit)
5. Data sarana & prasarana sarana transportasi &
komunikasi mobilitas penduduk, pengiriman data &
logistic, kemudahan rujukan.
Proses pengumpulan data untuk ansit
1. Mendengarkan

keluhan

masyarakat

melalui

pengamatan langsung ke lapangan berupa data data


kualitatif untuk mendukung (verifikasi) data kuantitatif
yang sudah dikumpulkan
2. Membahas langsung masalah kesehatan & kebutuhan
pelayanan

kesehatan

yang

akan

dikembangkan

bersama tokoh-tokoh formal & informal masyarakat


setempat
3. Membahas

pelaksanaan

program

kesehatan

masyarakat di lapangan, bersama petugas pelayanan


kesehatan
4. Membaca laporan kegiatan program kesehatan pada
pusat-pusat pelayanan kesehatan disuatu wilayah
5. Mempelajari peta wilayah, sensus penduduk, statistic
kependudukan dikecamatan, laporan khusus, hasil
survey,
(juklak)

peraturan-peraturan/petunjuk
program

kesehatan

puskesmas.
Langkah perencanaan menurut Azrul Azwar:
1. Menetapkan prioritas masalah
a. Melakukan pengumpulan data
b. Melakukan pengolahan data
c. Melakukan penyajian data
d. Memilih prioritas masalah

&

pelaksanaan

laporan

tahunan

10

2. Menetapkan prioritas jalan keluar


a. Menyusun alternative jalan keluar.
Dengan langkah langkah :
Menentukan berbagai penyebab masalah
Dengan melakukan curah pendapat/ brainstorming dan

alat bantu diagram sebab akibat


Memeriksa kebenaran penyebab masalah
Pengumpulan data tambahan. Uji statistic

untuk

mengidentifikasi penyebab masalah


Mengubah penyebab masalah ke dalam bentuk kegiatan
Mengubah daftar penyebab masalah tersebut ke dalam

bentuk kegiatan.
b. Memilih prioritas jalan keluar
c. Melakukan uji lapangan
d. Memperbaiki prioritas jalan keluar
e. Menyusun uraian rencana prioritas jalan keluar
Langkah perencanaan menurut Djoko Wijono:
1. Penetapan/perumusan tujuan organisasi/program/kegiatan
2. Analisis keadaan dan masalah (analisis situasi)
3. Analisis permasalahan yang ada
a. Identifikasi masalah/perumusan masalah
b. Teknik pengelompokan masalah
c. Pendekatan sistem dalam pemecahan masalah
d. Model masalah
4. Penetapan prioritas masalah
5. Penyusunan program dan kegiatan
6. Penilaian terhadap rencana yang dibuat
2.2.6 Kesimpulan Langkah Perencanaan
1. Identifikasi masalah menentukan prioritas masalah
2. Menentukan penyebab masalah menentukan prioritas penyebab
masalah
3. Menentukan jalan keluar/solusi
2.2.7 Unsur rencana
1. Rumusan Misi
Suatu rencana yang baik haruslah mengandung rumusan
tentang misi yang dianut organisasi yang menyusun rencana

11

Uraian yang tercantum dalam misi mencakup ruang lingkup


yang sangat luas seklai. Antara lain, latar belakang, cita-cita,

tujuan pokok, serta ruang lingkup kegiatan organisasi.


Selain dipakai pedoman bagi mereka yang

akan

melkasanakan rencana yang telah disusun, tetapi juga


memperoleh dukungandari pihakketiga misalnya dukungan
dana dari pihak donor, dan ataupun dukungan izin dari
petugas pemerintah.
2. Rumusan masalah
Suatu rencana yang baik haruslah

mengandung rumusan

tentang maslaah yang ingin diselesaikan. Rumusan maslaah


yang baik banyak syaratnya, yang terpenting adalah :
Harus mempunyai tolok ukurpaling tidak mencakup
lima hal pokok yakni tentang apa maslaahnya, dimana
masalah ditemukan, bilamana masalah terjadi, serta
berapa besar masalahnya
Bersifat netral tidak mengandung uraian yang dpaat
diartikan

sebagaimnyalahkan

orang

lain,

menggambarkan penyebab timbulnya masalah dan


ataupun cara mengatasi masalah.
3. Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus
Suatu rencana kerja yang baik haruslah memilki tujuan yang
ingin dicapai
a. Tujuan umum
Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi
Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin
diatasi
Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai
b. Tujuan khusus
Tolok ukur yang digunakan seperti tentang
maslaah apa yang ingin diatasi oleh rencana
kerja yang ingin dicapai, serta berapa lama
rencana kerja akan dilaksanakan.
4. Rumusan kegiatan
Kegiatan yang dimaksud disini adalah di satu pihak dapat
mengatasi masalah yang dihadapi dan disatu pihak
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
a. Kegiatan pokok

dapat

12

Kegiatan mutlak dan merupakan kunci bagi keberhasilan


rencana.
b. Kegiatan tambahan
Kegiatan tersebut sifatnya fakultatif. Artnya apabila kegiatan
tersebut

tidak

dilaksanakna

tidak

akan

menetukan

keberhasilan suatu rencana


5. Asumsi perencanaan
Asumsi perencanaan yang bersifat positif
Uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan
ada

yang

berperan

dalam

memperlancar

pelaksanaan

rencana.misalnya, adanya kerjasama yang abik dengan

berbagai instansi pemerintah dan institusi masyarakat


Asumsi perencanaan yang bersifat negative
Uraian tentang berbagai faktor penghambat yang diperkirakan
ada yang berperan sebagai kendala. Misalnya, dedikasi

tenaga pelaksana yang kurang


6. Strategi pendekatan
Uraian tentang strategi yang akan dipergunakan pada pelaksanaan
rencana. Secara umum pendekatan tersebut dibagi menjadi :
Pendekatan institusi
Pendekatan ini yang dilakukan sangat memerlukan dukungan
legalitas, dan karena itu lazimnya sering menerapkan prinsipprinsip

kekuasaan

dan

kewenangan.

Keuntungan

dari

penerapan strategi ini ialah dapat mempercepat pelaksanaan


program. Tetapi kekurangannya hasil yang ingin dicapai tidak

langgeng, karena seolah-olah ada pemaksaaan


Pendekatan komunitas
Pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk menimbulkan
kesadaran dalam diri masyarakat sendiri.keuntungannya,
bertahan

lama

kesadaran.

karena

memang

Kerugiannya

bertolak

pelaksanaan

dari

program

adanya
akan

membutuhkan waktu yang lebih lama.


7. Kelompok sasaran langsung
Adalah kepada siapa program kesehatan tersebut ditujukan. Ada 2
macam sasaran:
-

Sasaran

langsung

adalah

anggota

masyarakat

memanfaatkan langsung program kesehatan.

yang

13

- Sasaran tidak langsung adalah kelompok sasaran antara.


8. Waktu
Factor-faktor yang mempengaruhi penetapan jangka waktu:
-

Kemampuan

organisasi

dalam

mencapai

target.

Jika

kemampuan cukup, jangka waktu pelaksanaan dapat singkat.


Strategi pendekatan yang akan diterapkan. Jika lebih banyak
menerapkan pendekatan komunitas, maka jangka waktu

pelaksanaan program lebih lama.


9. Organisasi dan tenaga pelaksanaan
Cantumkan

struktur

organisasi

dan

susunan

staf

pelaksana,pembagian tugas, dan wewenang masing-masing.


10. Biaya
Besarnya biaya tergantung dari jenis dan jumlah kegiatan yang akan
dilaksanakan. Patokan yang digunakan: jumlah serta penyebaran
sasaran yang ingin dicapai, jumlah dan jenis kegiatan yang akan
dilakukan, jumlah dan jenis tenaga pelaksana yang terlibat, waktu
pelaksanaan program serta jumlah dan jenis sarana yang digunakan.
11. Metode penilaian dan criteria keberhasilan
Metode penilitian yang baik sebaiknya berdasarkan data. Criteria
keberhasilan ada 3 macam:
-

Criteria keberhasilan unsure masukan. Contoh: tersedianya

tenaga, dana dan sarana sesuai rencana.


Citeria keberhasilan unsure proses. Contoh: terselenggaranya

penyuluhan kesehatan sesuai rencana.


Criteria keberhasilan unsure keluaran.

Menunjuk

pada

tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

2.2.8 Teknik Perencanaan


1. Gantt Chart
Pada bentuk yang sederhana, bagan yang dihasilkan hanya
berisikan daftar kegiatan yang akan dilakasanakan lengkap dengan

14

urutan serta hubungannya dengan waktu yang diperlukan. Pada


umumnya bentuk yang sederhana ini berupa kotak empat persegi
panjang. Sisi tegak berisikan keterangan tentang kegiatan. Sisi
mendatar berisikan keterangan tentang waktu. Pada bentuk yang
lebih kompeks, keterangan pada sisi mendatar tidak hanya tentang
waktu, tetapi berbagai hal lainnya, misalnya tenaga pelaksana, biaya,
sasaran, tempat, instansi yang terlibat, kriteria keberhasilan.
2. Program Evaluation Review Technique
Langkah-langkah :
a. Menyususn jaringan kegiatan
Langkah pertama adalah menyusun jaringan kegiatan. Untuk ini
ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, kejadian (event)
yakni hasil dari suatu kegiatan, yang digambarkan dalam bentuk
lingkaran dengan nomor yang meniunjukkan urutan kejadian di
tengahnya. Kedua, kegiatan (activity) yakni sesuatu yang akan
dilaksanakan, yang digambarkan dalam bentuk anak panah.
b. Menaksir waktu untuk tiap kegiatan
c. Menghitung waktu tercepat untuk menyelesaikan seluruh
kegiatan
d. Menghitung waktu terlambat yang masih diperkenankan.
3. Critical Path Method
Rencana pelakasanaan
mengutamakan

aspek

biaya.

dalam
Dengan

bentuk

CPM

lebih

demikian

pada

CPM,

disamping dilakukan taksiran waktu, juga dilakukan taksiran biaya.


Untuk dapat melakukan taksiran biaya yang dalam pelaksanaanya
dikaitkan dengan taksiran waktu tersebut, pedoman yang dipakai
adalah makin dipercepat waktu pelaksanaan suatu kegiatan , makin
besar biaya yang dibutuhkan. Dengan diketahuinya hubungan antara
waktu

dengan

biaya,

dapat

dilakukan

percepatan

waktu

penyelesaian suatu kegiatan tanoa harus diikuti oleh kenaikan biaya


yang terlalu mencolok.

2.3 Promosi Kesehatan


2.3.1 Pengertian

15

Menurut WHO, promosi kesehatan adalah proses mengupayakan


individu-individu dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan
mereka mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan

sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya.


Di Indonesia, promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan
kemampuan
bersama

masyarakat

masyarakat

melalui

agar

pembelajaran

mereka

dapat

dari,oleh,dan

menolong

dirinya

sendiri,serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya


masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh
kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.

Jadi promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan


menyangkut

pendidikan,

organisasi,kebijakan

dan

peraturan

perundangan untuk merubah lingkungan


2.3.2 Tujuan dan Sasaran Promosi Kesehatan
Tujuan umum:
Meningkatkan kemampuan individu , keluarga , kelompok dan
masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya
kesehatan

yang

bersumber

lingkungan yang konduktif

masyarakat

serta

terciptanya

untuk mendorong terbentuknya

kemampuan tersebut.
Tujuan khusus:
- Individu dan keluarga
- Tatanan sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat kerja, dan
-

tempat umum
Organisasi kemasyarakatan/ oganisasi profesi/ LSM dan media

massa
Program atau petugas kesehatan
Lembaga pemerintah lintas sector, atau politisi atau swasta.

2.4 Alat Bantu (Peraga)


2.4.1 Pengertian

16

Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang


digunakan oleh penyidik dalam menyampaikan bahan pendidikan
atau pengajaran.
2.4.2 Tujuan Yang Hendak Dicapai
1. Tujuan pendidikan. Tujuan ini dapat untuk:
- Mengubah pengetahuan atau pengertian, pendapat dan
konsep-konsep
- Mengubah sikap dan persepsi
- Menanamkan tingkah laku atau kebiasaaan yang baru
2. Tujuan penggunaan alat peraga
- Sebagai alat bantu dalam latihan atau penataran atau
-

pendidikan
Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah
Untuk mengingatkan sesuatu pesan atau informasi
Untuk menjelaskan fakta-fakta, prosedur, tindakan.

2.4.3 Sasaran Yang Dicapai Alat bantu Pendidikan


Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang
sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut.
1. Individu atau kelompok
2. Kategori-kategori sasaran sepeperti kelompok umur, pendidikan,
3.
4.
5.
6.

pekerjaan, dan sebagainya.


Bahasa yang mereka gunakan
Adat istiadat serta kebiasaaan
Minat dan perhatian
Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan
diterima
Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga:
a. Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan
rumah, waktu menolong persalinan, merawat bayi atau
menolong orang sakit dan sebagainya.
b. Di masyarakat, misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari
besar, arisan, pengajaran, dan sebagainya; serta dipasang
juga di tempat-tempat umum yang strategis.
c. Di instansi-instansi, antara lain puskesmas, rumahsakit, kantorkantor, sekolah-sekolah, dan sebagainya.

17

Alat-alat perga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan


oleh:
a.
b.
c.
d.

Petugas-petugas puskesmas atau kesehatan


Kader kesehatan
Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya
Pamong desa.

2.4.4 Macam Alat bantu Pendidikan


Pada garis besarnya, hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan
(alat peraga):
a. Alat Bantu Lihat (Visual Aids)
Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera
mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan.
Alat ini ada 2 bentuk:
1) Alat yang diproyeksikan, misalnya slide, film, film strip, dan
sebagainya.
2) Alat-alat yang tidak diproyeksikan:
- 2 dimensi, gambar, peta, bagan, dan sebagainya.
- 3 dimensi missal bola dunia, boneka, dan sebagainya.
b. Alat-alat Bantu Dengar (Audio Aids)
Adalah alat yang dapat membantu menstimulasi indera
pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan
atau pengajaran. Misalnya, piringan hitam, radio, pita suara, dan
sebagainya.
c. Alat Bantu Lihat-Dengar
Seperti televise dan video cassette. Alat-alat bantu pendidikan
ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA).
2.4.5 Metode Pendidikan
1. Metode pendidikan individual (perorangan)
a. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling), yaitu:
1) Kontak antara klien dengan npetugas lebih intensif
2) Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan
dibantu penyeleseiannya
3) Akhirnya klien tersebut

akan

dengan

sukarela

dan

berdasarkan kesadaran, penuh pengertian akan menerima


perilaku tersebut (mengubah perilaku)
b. Interview (wawancara)
1) Merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan

18

2) Menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima


perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah
atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan
kesadaran yang kuat, apabila belum maka perlu penyuluhan
yang lebih mendalam.
2. Metode pendidikan kelompok
a. Kelompok besar
1) Ceramah
Cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya
tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan
pengalaman peserta.
2) Seminar
Hanya cocok untuk kelompok besar dengan pendidikan
menengah ke atas.
b. Kelompok kecil
1) Diskusi kelompok
- Adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran
antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok
kecil, yang direncanakan untuk mencapai suatu tujuan
-

tertentu.
Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan
kesamaan pendapat atau kesepakatan tau mencari suatu

rumusan terbaik mengenai suatu persoalan


Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan
diskusi pleno atau diskusi kelas atau disebut juga diskusi
umum yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi

kelompok.
2) Curah pendapat (BrainStorming)
- Merupakan modifikasi diskusi kelompok, dimulai dengan
memberikan satu masalah, kemudian peserta memberikan
jawaban/tanggapan,

tanggapan/jawaban

tersebut

ditampung dan ditulis dalam flipchart/papan tulis, sebelum


semuanya

mencurahkan

komentar

dari

siapapun,

pendapat

tidak

baru

setelah

boleh

ada

semuanya

mengemukakan pendapat, tiap anggota mengomentari


dan akhirnya terjadi diskusi.
3) Bola Salju (Snow Balling)

19

Tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang


2 orang). Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau
masalah, setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang
bergabung menjadi satu. Mereka tetap mendiskusikan
masalah tersebut dan mencari kesimpulannya. Kemudian
tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini
bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian

seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas.


4) Kelompok kecil-kecil (Buzz Group)
- Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok
kecil,

kemudian

dilontarkan

suatu

permasalahan

sama/tidak sama dengan kelompok lain dan masingmasing kelompok mendiskusikan masalah tersebut.
5) Memainkan peranan (Role Play)
- Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang
pemeran tertentu untuk memainkan peranan tertentu.
6) Permainan Simulasi
- Merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok.
- Pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti
-

permainan monopoli.
Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli
dengan menggunakan dadu, gaco (petunjuk arah) dan

papan main.
Beberapa orang menjadi pemain dan sebagian lagi
berperan sebagai narasumber.

3. Metode pendidikan massa


a. Ceramah umum (public speaking)
Dilakukan pada acara tertentu, misalnya Hari Kesehatan Nasional
oleh menteri atau pejabat kesehatan lain.
b. Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik
baik TV maupun radio, pada hakikatnya adalah merupakan
bentuk pendidikan kesehatan massa
c. Simulasi, dialog antar pasien dengan dokter atau petugas
kesehatan

lainnya

tentang

suatu

penyakit

atau

masalah

kesehatan melalui TV atau radio adalah juga merupakan


pendidikan kesehatan massa.
d. Sinetron Dokter Sartika di dalam acara TV juga merupakan
bentuk pendekatan kesehatan massa.

20

e. Tulisan-tulisan di majalah/ Koran, baik dalam bentuk artikel


maupun tanya jawab/ konsultasi tentang kesehatan antara
penyakit juga merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa.
f. Bill board, yang dipasang di pinggir jalan, spanduk poster dari
sebagainya adalah juga bentuk pendidikan kesehatan massa.

2.5 Evaluasi
2.5.1 Definisi Evaluasi

Menurut WHO, evaluasi adalah suatu cara yang sistematis untuk


memperbaiki kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan sekarang serta
untuk

meningkatkan

perencanaan

yang

lebih

baik

dengan

menyeleksi secara seksama alternatif-alternatif tindakan yang akan


datang.

Evaluasi adalah kegiatan untuk membandingkan antara hasil yang


telah dicapai dengan rencana yang telah ditentukan.

2.5.2 Tujuan Evaluasi


Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna perencanaan
dan pelaksanaan program serta memberikan petunjuk dalam
pengelolaan tenaga, dana, dan fasilitas untuk program yang ada
sekarang dan yang akan datang.
Komponen utama penilaian yang digunakan sebagai pendekatan
untuk menilai pelaksanaan program, yaitu:
1. Kesesuaian yang berkaitan dengan alasan-alasan atau maksud
mengadakan program, rencana kegiatan, pelayanan atau unitunit.
2. Tinjauan terhadap kemajuan program.
3. Daya guna dan hasil guna program .
4. Dampak pelaksanaan program.

21

Tujuan dari evaluasi program kesehatan adalah untuk


memperbaiki program-program kesehatan dan pelayanannya untuk
mengantarkan dan mengarahkan alokasi tenaga dan dan untuk
program dan pelayanan yang sedang berjalan dan yang akan
datang.
Evaluasi harus digunakan secara konstruktif dan bukan untuk
membenarkan tindakan yang telah lalu atau sekedar mencari
kekurangan-kekurangan saja.
2.5.3 Macam Evaluasi

Penilaian pada tahap awal program


i. Dilakukan pada saat merencanakan suatu program
(formative evaluation)
ii. Untuk meyakinkan bahwa rencana yang akan
disusun benar-benar telah sesuai dengan masalah
yang ditemukan, dalam arti dapat menyelesaikan

masalah
Penilaian pada tahap pelaksanaan program
i. Dilakukan saat program sedang

dilaksanakan

(promotive evaluation)
ii. Untuk mengukur apakah program yang sedang
dilaksanakan telah sesuai dengan rencana atau

tidak
iii. Ada dua bentuk:
Pemantauan (monitoring)
Penilaian berkala (periodic evaluation)
Penilaian pada tahap akhir program
i. Dilakukan saat program telah selesai dilaksanakan
(summative evaluation)
ii. Untuk mengukur keluaran serta mengukur dampak
yang dihasilkan

2.5.4 Langkah Evaluasi


1. Pahami dulu program yang akan dinilai
Untuk dapat memahami harus dilakukan ke semua unsure program :
Latar belakang dilaksanakannya program
Masalah yang mendasari lahirnya program

22

Tujuan yang ingin dicapai oleh program


Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan program
Organisasi dan tenaga pelaksana
Sumberdaya yang dipergunakan program
Waktu dan pentahapan program
Tolok ukur, criteria keberhasilan dan rencana penilaian

program
2. Tentukan macam dan ruang lingkup penilaian yang akan dilakukan
3. Susunlah rencana penilaian
Syarat rencana penilaian yang baik :
Tujuan penilaian jelas
Tetapkan macam data
Tetapkan sumber data
Tetapkan cara mendapatkan data
Cara menarik kesimpulan :
a. Membandingkan hasil yang diperoleh dengan data awal
b. Membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan
program
c. Membandingkan

hasil

yang

diperoleh

dengan

hasil

program lain
d. Membandingkan hasil yang diperoleh dengan suatu tolok
ukur
e. Membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil control
4. Laksanakan penilaian
5. Tarik kesimpulan
6. Susunlah saran saran
2.5.5 Teknik Evaluasi
Sering menggunakan RPM / Ragpie Program Matrix. Prinsip:
1. Sederhanakan dan kelompokkan program ke dalam 3 penahapan
2. Sederhanakan dan kelompokkanlah program ke dalam 3 komponen
3. Isilah kotak yang terbentuk dengan keterangan yang sesuai dan
lakukan perbandingannya
2.5.6 Indikator Evaluasi
Indikator

adalah

variabel

yang

dapat

perubahan-perubahan.
Beberapa contoh indikator kesehatan :

membantu

mengukur

23

a. Indikator Kebijaksanaan Kesehatan


- Komitmen politis pada tingkat tinggi terhadap kesehatan bagi
-

semua.
Alokasi sumberdaya yang cukup untuk pelayanan kesehatan

dasar.
Tingkat pemerataan pembagian sumberdaya.
Tingkat keterlibatan masyarakat dalam mencapai kesehatan

bagi semua.
Penyusunan suatu kerangka organisasi dan manajerial yang

sesuai dengan strategi nasional untuk kesehatan bagi semua.


Manifestasi praktis dari komitmen politik internasional untuk
kesehatan bagi semua.

b. Indikator-Indikator Sosial dan Ekonomi


- Laju pertumbuhan penduduk.
- Pendapatan nasional kotor (Gross natinal product).
- Distribusi pendapatan (Income distribution).
- Tersedianya pekerjaan (Work availability).
- Angka melek huruf di kalangan orang dewasa.
- Kecukupan perumahan dinyatakan dalam jumlah orang per
-

kamar.
Tersedianya energi per kapita.

c. Indikator-Indikator Penyediaan Pelayanan Kesehatan


- Ketersediaannya (availability).
- Aksesibilitas secara fisik.
- Aksesibilitas secara ekonomi dan budaya.
- Penggunaan pelayanan.
- Indikator-indikator untuk menilai mutu pelayanan.
d.

Indikator-Indikator Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar


-

Tingkat pengetahuan di bidang kesehatan


-

Tersedianya air bersih di rumah atau di tempat yang jaraknya

bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


Fasilitas sanitasi yang cukup di rumah atau di dekat rumah.
Kemudian mendapatkan pelayanan kesehatan setempat bagi

ibu-ibu dan anak-anak.


Pertolongan persalinan oleh petugas yang terlatih.
Prosentase anak terancam (at risk yang telah di imunisasi

terhadap penyakit infeksi masa kanak-kanak.


Tersedianya obat-obat esensial sepanjang tahun.
Aksesibilitas lembaga-lembaga rujukan.

24

Rasio jumlah penduduk terhadap berbagai jenis tenaga kerja


kesehatan di pelayanan kesehatan dasar dan di tingkat-tingkat
rujukan.

e. Indikator Status Kesehatan


- Prosentase bayi-bayi yang dilahirkan dengan berat badan
-

pada waktu lahir paling sedikit 2500 g.


Prosentase anak yang berat badannya menurut umur dengan

norma-norma tertentu.
Indikator-indokator perkembangan psikososial anak-anak.
Angka kematian bayi.
Angka kematian anak.
Angka kematian anak di bawah 5 tahun.
Harapan hidup pada umur tertentu.
Angka kematian ibu.
Angka kematian menururt jenis penyakit.
Angka cacat tubuh.
Indikator-indikator patologi sosial dan mental, seperti angkaangka bunuh diri, kecanduan obat, kejahatan, kenakalan
remaja, minuman keras, merokok berlebihan, kegemukan, dan
penggunaan obat penenang.

2.5.7 Ruang Lingkup Evaluasi

DENISTON

GEORGE

ROEMER

BLUM

JAMES
1. Kelayakan

1. Upaya

1. Status

1. Pelaksanaan

program
2. Kecukupan

program
2. Penampilan

kesehatan
2. Kualitas

program
2. Pemenuhan

program
3. Efektivitas

program
3. Ketepatan

program
3. Kuantitas

criteria
3. Efektivitas

program
4. Efisiensi

penampilan
4. Efisiensi

program
4. Sikap

program
4. Efisiensi

masyarakat
5. Sumber

program
5. Keabsahan

program

program

25

program
6. Biaya

hasil
6. System

program

DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Azrul. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan edisi 3. Tangerang.
Bina Rupa Aksara.
Fitriani, Sinta. 2011. Promosi Kesehatan . Yogyakarta: Graha Ilmu.
Muninjaya, A.A.Gede. 2004. Manajemen Kesehatan 2. Jakarta: EGC
Notoadmojo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Jakarta: Rineka Cipta.
Wijono, Djoko. 2009. Manajemen Program dan Kepemimpinan Kesehatan.
Surabaya: CV Duta Prima Airlangga.

26

LAPORAN DISKUSI KELOMPOK


TOPIK: MANAJEMEN KESEHATAN
SEKENARIO I
BLOK. 4.7.13

Fasilitator
Tanggal DK 1/DK 2

: drg. Trining Widodorini, Mkes


: 20 September 2011/ 27
September 2011
Kelompok 4

27

Ketua
Sekertaris

: Shalahudin M
: Arumdina Sandriana

(0810743016)
(0810740010)

Anggota

: Adinda C L K N
Ajeng Poerborani

(0810740002)
(0810740005)

Andi Octafianto

(0810740008)

Antuk Tyassing P.

(0810740009)

Lenny Samalo

(0810740030)

Meilia Aquina
Petter Tedjo

(0810740033)
(0810740042)

Pinta Ayu Abdilah


R. Putri Noer P

(0810740043)
(0810740044)

Philadelphi

(0810743007)

Regina Lintang Saraswati

(0810743015)

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2011
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul

Daftar Isi

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Bahasan Topik

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Survei
2.1.1 Definisi Survei

2.1.2 Tujuan Survei

28

2.1.3 Langkah-Langkah Survei

2.1.4 Metode Survei Deskriptif

2.1.6 Kekurangan Survei

2.2 Perencanaan
2.2.1 Definisi

2.2.2 Tujuan perencanaan

2.2.3 Macam perencanaan

2.2.6 Ciri Perencanaan


2.2.7 Langkah Perencanaan

8
8

2.2.6 Kesimpulan Langkah Perencanaan

12

2.2.7 Unsur Rencana

12

2.2.8 Teknik Perencanaan

15

2.3 Promosi Kesehatan


2.3.1 Pengertian

16

2.3.2 Tujuan dan Sasaran Promosi Kesehatan

17

2.4 Alat Bantu (Peraga)


2.4.1 Pengertian

17

2.4.2 Tujuan

18

2.4.3 Sasaran

18

2.4.4 Macam

19

2.4.5 Metode

19

2.5 Evaluasi
2.5.1 Definisi Evaluasi

22

2.5.2 Tujuan Evaluasi

23

29

2.5.3 Macam Evaluasi

23

2.5.4 Langkah Evaluasi

24

2.5.5 Teknik Evaluasi

25

2.5.6 Indikator Evaluasi

25

2.5.7 Ruang Lingkup Evaluasi

28

DAFTAR PUSTAKA

29