Anda di halaman 1dari 31

1

BAB I
PENDAHULUAN

Batasan Topik
1.1

1.2

Menjelaskan tentang survey


a. Definisi
b. Macam dan indikasi
c. Tujuan
d. Metode dan teori (perbedaan yang mendasari)
Menjelaskan tentang manajemen kesehatan

(perencanaan,

pelaksanaan dan evaluasi)


a. Definisi
b. Macam
c. Tujuan
d. Sasaran
e. Metode
f. Dasar-dasar

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Survei
2.1.1 Definisi
Suatu penelitian yang dilakukan tanpa melakukan intervensi terhadap
subjek

penelitian

(masyarakat),

sehingga

sering

disebut

noneksperimen. Dalam survey, penelitian tidak dilakukan terhadap


seluruh objek yang diteliti atau populasi, tetapi hanya mengambil
sebagian dari populasi tersebut (sampel).
Penelitian Survei adalah suatu penelitian yang mengambil sampel
dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat
pengumpulan data yang pokok, lazimnya dengan menguji hipotesis.

2.1.2 Tujuan Survei


Menemukan/menguji fakta baru/lama sehubungan dengan bidang
kesehatan/kedokteran
Menganalisis hubungan/ interaksi antar fakta-fakta yg ditemukan
Menjelaskan tentang fakta dan hubungannya dengan teori yang
ada
Mengembangkan alat, teori, atau konsep baru dalam bidang
kesehatan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan
rakyat
Menemukan

teori,

konsep,

atau

generalisasi

baru

tentang

kesehatan/kedokteran
Memperbaiki/memodifikasi teori, konsep, system, atau proses
Memperkokoh teori, konsep, atau generalisasi yang sudah ada

2.1.2 Macam-macam Survei


2.1.2.1

Metode Survei Deskriptif:


a. Survei Rumah Tangga (Household Survey)
ditujukan kepada rumah tangga.
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada

keluarga.
Informasi yang diterima mengenai dirir kepala keluarga,
informasi tentang diri atau keadaan anggota-anggota
keluarga yang lain dan informasi tentang rumah dan

lingkungannya.
b. Survei Morbiditas (Morbidity Survey)
bertujuan untuk mengetahui kejadian dan distribusi penyakit

dalam masyarakat atau populasi.


Dapat sekaligus digunakan untuk mengetahui incidence
atau

kejadian

suatu

penyakit

maupun

(prevalence)
c. Survei Analisis Jabatan (Functional Analysis Survey)

prevalensi

bertujuan terutama untuk mengetahui tentang tugas dan tanggung


jawab para petugas kesehatan serta kegiatan-kegiatan para petugas
tersebut sehubungan dengan pekerjaan mereka.
Dapat mengetahui status dan hubungan antara satu dengan lainnya,
atau hubungan antara atasan dengan bawahan, kondisi kerja, serta
fasilitas yang ada untuk melaksanakan tugas.
d. Survei Pendapat Umum (Public Opinion Survey)
dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran
tentang pendapat umum terhadap suatu program pelayanan
kesehatan yang sedang berjalan dan yang menyangkut

seluruh lapisan masyarakat.


Dapat digunakan untuk menggali pendapat masyarakat atau
publik tentang pelayanan kesehatan, dan masalah-masalah

2.1.2.2

kesehatan masyarakat.
Metode Survei Analitik
Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba
menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu
terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika kolerasi antara
fenomena, baik antara faktor risiko dengan faktor efek, antar
faktor risiko, maupun antar faktor efek.
Yang dimaksud faktor efek adalah suatu akibat dari adanya
faktor risiko, sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomena
yang mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh). Secara garis
besar survey analitik ini dibedakan dalam 3 pendekatan (jenis),
yakni Survey Analitic Cross Sectional, Survey Analitic Case
Control

(Retrospective),

dan

Survey

Analitic

Cohort

(Prospective).
Macam-macam metode survey analitik:
a. Penelitian Cross Sectional
Survey cross sectional ialah suatu penelitian untuk
mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko
dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time
approach). Penelitian cross sectional ini sering disebut juga
penelitian

transversal,

dan

sering

penelitian-penelitian epidemiologi.
Langkah-langkah cross sectional:
1. Mengidentifikasi
variabel-variabel

digunakan

dalam

penelitian

dan

mengidentifikasi faktor risiko dan faktor efek


2. Menetapkan subjek penelitian atau populasi dan sampel
3. Melakukan observasi atau pengukuran variabel-variabel
yang merupakan faktor risiko dan efek sekaligus
berdasarkan status keadaan variabel pada saat itu

4. Melakukan

analisis

korelasi

dengan

cara

membandingkan proporsi antar kelompok-kelompok

hasil observasi
Keunggulan cross sectional:
a. Mudah dilaksanakan, sederhana ,ekonomis dalam hal
waktu dan hasilnya dapat diperoleh dengan cepat.
b. Dalam waktu yang bersamaan dapat dikumpulkan
variabel yang banyak, baik variabel risiko maupun

variabel efek.
Keterbatasan cross sectional:
a. Diperlukan subjek penelitian yang besar
b. Tidak dapat menggambarkan perkembangan penyakit
secara akurat
c. Tidak valid untuk meramalkan suatu kecenderungan
d. Kesimpulan korelasi faktor risiko dengan faktor efek
paling lemah bila dibandingkan dengan dua rancangan

penelitian cross sectional yang lain


b. Penelitian Case Control
Penelitian case control adalah suatu penelitian (survey)
analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari
dengan menggunakan pendekatan retrospective. Dengan
kata lain efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi
pada saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya
atau terjadinya pada waktu yang lalu. Adapun tahap-tahap
penelitian case control ini adalah sebagai berikut :
- Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor risiko atau
efek)
- Menetapkan objek penelitian (populasi dan sampel)
- Identifikasi kasus
- Pemilihan subyek sebagai kontrol
- Melakukan pengukuran retrospektif (melihat kebelakang)
untuk melihat faktor risiko
- Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi
antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabelvariabel objek kontrol.
Kelebihan:
a. Adanya kesamaan ukuran waktu antara kelompok kasus
dengan kelompok kontrol
b. Adanya pembatasan atau pengendalian faktor resiko
sehingga hasil penelitian lebih tajam dibanding dengan
hasil rancangan kasua cross sectional
c. Tidak menghadapi kendala etik seperti pada penelitian
eksperimental atau cohort
d. Tidak memerlukan waktu lama (lebih ekonomis)

e. Biaya yang diperlukan relatif murah


Kekurangan:
a. Pengukuran variabel yang retrospektif, objektivitas, dan
reliabilitasnya kurang karena subjek penelitian harus
mengingat kembali faktor-faktor resikonya
b. Tidak dapat diketahui efek variabel luar karena secara
teknis tidak dapat dikendalikan
c. Kadang-kadang sulit memilih kontrol yang benar-benara
sesuai dengan kelompok kasus karena banyaknya faktor
resiko yang harus dikendalikan
c. Penelitian Cohort
Penelitian cohort sering disebut penelitian prospektif adalah
suatu penelitian survei (non eksperimen) yang paling baik
dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko dengan efek
(penyakit). Artinya, faktor risiko yang akan dipelajari
diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke depan secara
prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit atau salah satu
indikator status kesehatan.Langkah-langkah pelaksanaan
penelitian cohort antara lain sebagai berikut:
- Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek
- Menetapkan subyek penelitian (menetapkan populasi
-

dan sampel)
Pemilihan subyek dengan faktor risiko positive dari

subjek dengan efek negative


Memilih subyek yang akan menjadi anggota kelompok

control
Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas

waktu yang ditentukan


Mengidentifikasi timbul atau tidaknya efek pada kedua

kelompok
Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek
yang mendapat efek positif dengan subjek yang
mendapat efek negatif baik pada kelompok risiko positif

maupun kelompok control


Kekurangan cohort
a. Memerlukan waktu yang cukup lama
b. Memerlukan sarana & pengelolaan yang rumit
c. Kemungkinan adanya subjek penelitian yang drop out dan
akan mengganggu analisis hasild. Karena faktor resiko
yang ada pada subjek akan diamat sampai terjadinya efek
(mungkin penyakit) maka hal ini berarti kurang atau tidak
etis

Keunggulan cohort
a. Dapat mengatur komparabilitas antara dua kelompok
(kelompok subjek dan kelompok kontrol) sejak awal
penelitian
b. Dapat secara langsung menetapkan besarnya angka
risiko dari suatu waktu ke waktu yang lain
c. Ada keseragaman observasi, baik terhadap faktor risiko
maupun efek dari waktu ke waktu

2.1.3 Metode pengumpulan data


2.1.3.1 Pengamatan
Adalah suatu hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian
untuk menyadari rangsangan
Rangsangan akan merangsang panca indra untuk melakukan
pengindraan sehingga menyebabkan terjadinya pengamatan
Sehingga pengamatan adalah suatu prosedur yang berencana,
antara lain meliputi melihat, mendengar, dan mencatat sejumlah
dan taraf aktivitas tertentu atau situasi tertentu yang ada
hubungannya dengan masalah yang diteliti
JENIS PENGAMATAN
a. Pengamatan terlibat
Observer mengambil bagian dalam pengamatan aktif
berpartisipasi pada aktivitas dalam kontak sosial yang tengah

diselidiki
Biasanya digunakan pada penelitian yang bersifat eksploratif
atau kualitatif, contoh: penelitian yang terkait dengan pelaku
kesehatan, pola makan, gaya hidup, perilaku penggunaan

jamban keluarga, dll


Biasanya digunakan di dalam penelitian eksploratif
Jangan sampai observee tahu bahwa observer berada di

tengah-tengah mereka. Jika ketahuan data akan menjai bias


Sebaiknya pengamatan dilakukan melalui tokoh-tokoh

masyarakat setempat (key person)


Yang perlu diperhatikan adalah observee jangan sampai tahu
bahwa pengamat yang berada di tengah-tengah mereka
memperhatikan gerak gerik mereka, bila ketahuan maka

kemungkinan akan terjadi:


o Tingkah laku mereka dibuat-buat
o Kepercayaan pada pengamat akan hilang
o Mengganggu situasi dan relasi pribadi
o Data dan informasi menjadi bias
b. Pengamatan sistematis
Ciri utama mempunyai kerangka atau struktur yang jelas
dimana di dalamnya berisi faktor yang diperlukan dan sudah

dikelompokkan dalam kategori sehingga memiliki scope yang

lebih terbatas
Biasanya didahului

dengan

observasi

penelitian

yaitu

observasi partisipatif guna mencari penemuan dan perumusan

masalah yang akan dijadikan sasaran observasi


Bila tidak ada sistematika kategoris/kerangka struktur

pengamatan non sistematis


c. Observasi eksperimental
Sasaran dicoba dimasukkan dalam suatu keadaan atau
kondisi tertentu sehingga perilaku yang diinginkan bisa

muncul
Semua kondisi dan faktor-faktornya bisa dikendalikan
Keuntungan : tidak perlu menunggu timbulnya gejala yang

diperlukan
Kelemahan : hasilnya sering bias karena observee merasa
dipaksa tingkah laku dibuat-buat sehingga digunakan
one way screen untuk memungkinkan pengamat mengamati

observee tanpa diketahui observee (CCTV)


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan

Cara yang mudah, murah, dang langsung dapat mengamati

berbagai gejala
Tidak mengganggu sasaran
Banyak gejala fisik yang sulit diperoleh dengan interview atau

angket
Dimungkinkan mengadakan pencatatan secara serempak pada
pengamatan

Kekurangan

Banyak peristiwa fisik seperti harapan, keinginan, dan amsalah

pribadi yang tidak bisa diamati


Butuh waktu yang lama
Bila diketahui oleh sasaran hasil tidak maksimal
Subyektivitas dari observer tidak bisa dihindari
Kurang efisien, karena memboroskan waktu, tenaga, pikiran, dan

biaya.
Diperlukan adanya keahliannya atau penguasaan bahasa dari

interviewer.
Member kemungkinan interviewer dengan sengaja memutarbalikan
jawaban

Apabila interviewer dan interviewee mempunyai perbedaan yang


sangat mencolok, sulit untuk mengadakan rapport sehingga data

yang diperoleh akurat.


Jalannya interviewe sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi
sekitar, sehingga akan menghambat dan mempengaruhi jawaban

dan data yang diperoleh.


ALAT OBSERVASI
a. Check list
Daftar untuk mengecek yang berisi nama, subyek, dan ebberapa

gejala serta identitas lainnya dari sasaran pengamatan


Dapat bersifat individual atau kelompok
Kelemahan: menyajikan data kasar saja, mencatat ada/tidaknya

gejala, kurang memberi info yang bersifat kualitatif


b. Skala penelitian
Berupa daftar yang berisikan ciri tingkah laku yang dicatat

secara bertingkat
Alat untuk mengelompokkan, menggolongkan, dan menilai
seseorang atau suatu gejala
Macam
o Bentuk kuantitas yang menggunakan skor pengamat
memberikan nilai sesuai pendapatnya
o Rating scale dalam bentuk deskripsi

pengamat

memberikan cek pada angka atau nilai


o Rating scale dalam bentuk grafis pengamat memberi
tanda cek pada skala yang gejalanya telah tersusun
c. Daftar riwayat perlakuan
Catatan mengenai tingkah laku seseorang yang sifatnya luar

biasa/khas
Dibuat oleh pengamat, guru, pemimpin organisasi, pendeta,

direktur, dsb
Harus dibuat secepat mungkin di kala peristiwa itu terjadi
d. Alat mekanik atau elektronik
Dapat diputar kembali sewaktu-waktu untuk analisis secara teliti
Contoh: handycam, camera, dsb
2.1.3.2 Wawancara
Suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data,
dimana peneliti mendapat keterangan atau informasi secara lisan
dari responden, atau bercakap-cakap langsung.
Jenis wawancara:
a. Wawancara tidak terpimpin (non directive

unguided

interview)
Diartikan tidak ada focus persoalan tidak sistematis
Hanya digunakan untuk memperoleh data-data yang tidak
didapat dari wawancara terpimpin
b. Wawancara terpimpin
Berdasar pedoman-pedoman kuisioner mencakup
variable, sesuai hipotesis

c. Wawancara bebas terpimpin


Kombinasi
Ada unsur kebebasan, tapi mengarah pembicaraan tegas
Sering digunakan untuk menggali gejala-gejala kehidupan
psikis antropologis, missal latar belakang keyakinan
d. Free talk dan diskusi
Hubungan sangat terbuka interviewer dan interviewee
information hunter dan information supplier free talk,
interviewer selain sebagai pencari data juga sebagai
sugester, motivator, dan educator
Biasa dipakai dalam action research, interaksi klinis
dokter dan pasien
Keuntungan : Karena ada partisipasi aktif dari peneliti
pada anggota masyarakat, informan akan terangsang dan
mendapatkan manfaat dalam memberikan informasi
Kelemahan : kurang relevan untuk penelitian dalam
rangka menguji hipotesis
Berdasar banyak interviewee
Wawancara pribadi dan kelompok

(dapat

saling

menambah informasi)
Tehnik Wawancara
a. Hubungan baik antara pewawancara dengan sasaran (interviewee)
Interviewee akan memberi informasi / menjawab pertanyaan
dengan baik dan benar bila suasana bebas dan tidka kaku
tercipta hubungan baik, saling percaya disebut rapport
Cara:
Warming up
Bahasa sederhana
Masalah dengan permasalahan sesuai minat / keahlian
responden
Suasana bebas dan santai
Hindarkan kesan buru-buru, tidak sabar, kurang menghargai
Beri sugesti bahwa jawaban berharga tapi jangan overacting
Probing (menstimulasi percakapan)
Hati-hati, jangan menyentuh critical point
Harus memegang kode etik
b. Ketrampilan sosial interviewer
Ramah, sopan, pakaian rapi
Bahasa sopan, ringkas, mudah ditangkap
Luwes, supel, bijaksana
Nada suara menarik, tidak keras, jangan lembut
Responsif
Sugesti halus, tapi tidak memepengaruhi jawaban responden
Terbuka dan setia, sukarela, tidak tertutup dan memaksa
Ada alat-alat pencatat jangan sampai terlihat
Tatap wajah interviewee
Lebih baik menyebut dengan nama
c. Pedoman dan cara pencatatan wawancara
1. Pencatatan langsung

10

Keuntungan : interviewer belum lupa


Kerugian : hubungan kaku dan tidak bebas
2. Pencatatan dari ingatan
Keuntungan : suasana baik
Kerugian : data bnyak hilang / lupa, data banyak terdesak (karena
diartikan dramatis), banyak kesalahan
3. Pencatatan dengan alat recording
o Memudahkan pewawancara
o Kelemahan : kerja 2x, mahal
4. Pencatatan dengan field rating (angka)
5. Pencatatan data wawancara dengan kode (field code)
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN WAWANCARA
KELEBIHAN:
1. Tidak menemui kesulitan, meski buat huruf karena verbal
2. Karena luwes dan fleksibel bisa sebagai verifikasi data
observasi / angket
3. Sekaligus observasi perilaku pribadi
4. Efektif menggali gejala psikis
5. Cocok untuk pengumpulan data social
KEKURANGAN :
Kurang efisien boros waktu, tenaga, pikiran, biaya
Perlu keahlian bahasa
Kemungkinan interviewer memutarbalikkan jawaban
Interviewer dan interviewee perbedaan mencolok sulit rapport
Jelasnya interview dipengaruhi keadaan sekitar
2.1.3.3 Angket
Definisi Angket
Adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian
1.
2.
3.
4.

mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut


kepentingan umum.
Tipe Angket
Menurut sifatnya:
Angket umum:

berusaha

untuk

memperoleh

data

selengkap-lengkapnya tentang kehidupan seseorang.


Angket khusus: hanya mendapatkan data tentang sifat

khusus dari pribadi seseorang.


Menurut cara penyampaiannya:
Angket langsung: disampaikan langsung ke orang yang
dimintai info tentang dirinya.
Angket tidak langsung: orang yang mengisi angket bukan
responden langsung. Ia memberi informasi tentang diri

orang lain.
Menurut bentuk strukturnya
Angket berstruktur: angket yang disusun sedemikian
rupa sehingga responden mudah mengisinya

11

Angket

tidak

berstruktur:

dipakai

jik

apeneliti

menghendaki uraian dari responden tentang suatu


masalah dengan suatu penulisan, pertanyaan bersifat

terbuka an bebas.
Menurut jenis penyusunan item yang diwujudkan
Angket berbentuk isian: responden bebas mengisi
jawaban yang sesuai menurut responden
Angket berbentuk pilihan: jawaban sudah disediakan,
responden tinggal memilih.

2.2 Manajemen Kesehatan - Perencanaan


2.2.1 Definisi
adalah suatu proses kerja yang terus-menerus, meliputi:
- pengambilan keputusan yang bersifat pokok dan penting yang akan
dilaksanakan secara sistematik
- mengorganisir secara sistematik segala upaya yang dipandang perlu untuk
melaksanakan segala keputusan yang telah ditetapkan.
- serta mengukur keberhasilan dari pelaksanaan keputusan tersebut dengan
membandingkan hasil yang dicapai terhadap target yang telah ditetapkan
melalui pemanfaatan umpan balik yang diterima dan telah disusun secara
teratur dan baik.
Menurut Hani Handoko, 1997:
Ada pada semua jenis kegiatan

Pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya yang


berkaitan dengan:

Apa yang harus dilakukan

Bagaimana melakukan

Kapan melakukannya

Siapa yang melakukan

Adalah proses untuk mengantisipasi peristiwa di masa dating dan


menentukan strategi untuk mencapai tujuan organisasi di masa
mendatang
Adalah proses memobilisasi informasi dan sumber daya dari sifat
naluriah, sppontan, peralaman subyektif menjadi disengaja

12

2.2.2 Tujuan Perencanaan


a. Dengan adanya perencanaan diharapkan tercapainya suatu,
pengarahan

kegiatan,

adanya

pedoman

bagi

pelaksanaan-

pelaksanaan kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan


pembangunan.
b. Dengan perencanaan maka dilakukan suatu penelitian terhadap halhal dalam mata pelaksanaan yang akan dilalui.
c. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai
alternative tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk
memilih kombinasi cara yang terbaik.
d. Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas
e. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur atau
standart untuk mengadakan pengawasan pengendalian atau
evaluasi.
Tambahan tujuan perencanaan:
a. Definisi
Adalah suatu pernyataan tentang apa yang ingin dicapai melalui
kegiatan rencana atau kegiatan. Tujuan yang baik mengandung
elemen SMART atau SPIRO
b. Elemen SMART
Spesific
: hasil yang ingin dicapai relevan engan

permasalahan
Measurable : indikator dari input-proses-output dan outcome

bisa diukur
Attainable
Realistic

: hasil tersebut bisa dicapai


: hasil didapat engan kemampuan sumber daya

yang ada
Time bound : ada batas waktu yang jelas untuk bisa dicapai
c. Elemen SPIRO
Spesific
: visi, misi, sasaran, tujuan, dan
strategi organisasi jelas,

tidak rancu dan memiliki

keunggulan bersaing
Performance results: indikator hasil jelas, nyata dan terukur
Institutional rewarding
: program atau kegiatan harus
memberi memberi nilai tambah bagi institusi dan semua pihak

(stakeholders)
Realistic

: tujuan harus bisa dicapai dan diukur,

disesuaikan dengan sumber daya yang ada.

13

Open and objective : dalam mencapai tujuan, semua proses


kegiatan

harus

bisa

dipertanggungjawabkan

untuk

kesejahteraan semua.

2.2.3 Prinsip Perencanaan

Menetapkan cara-cara untuk mengubah keadaan


Mempertimbangkan kelayakan
Mendukung pelaksanaan
Perencana perlu bekerjasama dengan pelaksana dan penerima

program
Perencana melakukan monitoring dan evaluasi

2.2.4 Aspek Perencanaan


1. Hasil dari pekerjaan perencanaan
Hasil dari pekerjaan perencanaan adalah nama rencana, yang dapat
berbeda antara satu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain.
Contohnya hasil perencanaan di pekerjaan kesehatan disebut
rencana kesehatan, sedangkan dalam bidang pendidikan disebut
rencana pendidikan.
2. Perangkat perencanaan
Adalah satuan organisasi yang ditugaskan atau yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pekerjaan perencanaan. Sama halnya
dengan hasil, perangkat perencanaan juga berbeda anatar satu
pekerjaan dengan pekerjaan yang lain.
3. Proses perencanaan
Adalah langkah-langkah yang harus dilaksanakan pada pekerjaan
pereencanaan. Berbeda halnya dengan hasil dan perangkat, proses
perencanaan

pada

dasarnya

adalah

sama

dari

berbagai

perencanaan.

2.2.5 Unsur Perencanaan


1. Rumusan Misi
Suatu rencana yang baik haruslah mengandung rumusan
tentang misi yang dianut organisasi yang menyusun rencana

14

Uraian yang tercantum dalam misi mencakup ruang lingkup


yang sangat luas seklai. Antara lain, latar belakang, cita-cita,

tujuan pokok, serta ruang lingkup kegiatan organisasi.


Selain dipakai pedoman bagi mereka yang akan melkasanakan
rencana

yang

telah

disusun,

tetapi

juga

memperoleh

dukungandari pihakketiga misalnya dukungan dana dari pihak


donor, dan ataupun dukungan izin dari petugas pemerintah.
2. Rumusan masalah
Suatu rencana yang baik haruslah mengandung rumusan
tentang maslaah yang ingin diselesaikan. Rumusan maslaah
yang baik banyak syaratnya, yang terpenting adalah :
Harus mempunyai tolok ukurpaling tidak mencakup
lima hal pokok yakni tentang apa maslaahnya, dimana
masalah ditemukan, bilamana masalah terjadi, serta
berapa besar masalahnya
Bersifat netral tidak mengandung uraian yang dpaat
diartikan

sebagaimnyalahkan

orang

lain,

menggambarkan penyebab timbulnya masalah dan


ataupun cara mengatasi masalah.
3. Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus
Suatu rencana kerja yang baik haruslah memilki tujuan yang
ingin dicapai
a. Tujuan umum
Jelas keterkaitannya dengan misi organisasi
Jelas keterkaitannya dengan masalah yang ingin
diatasi
Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai
b. Tujuan khusus
Tolok ukur yang digunakan seperti tentang
maslaah apa yang ingin diatasi oleh rencana kerja
yang ingin dicapai, serta berapa lama rencana
kerja akan dilaksanakan.
Menetapkan besarnya target
Secara statistic, besar target minimal :
1,96 = p1 p2
P1Q1 + P2Q2
N1
N2
P1 = besarnya masalahnya sebelum program
dalam %
P2 = besarnya masalah setelah program dalam %
(target)
Q1 = 100% -P1
Q2 = 100% - P2
N1 = Jumlah populasi sebelum program
N2 = jumlah populasi setelah program
Menetapkan jangka waktu pelaksanaan
Pegangan = kemampuan yang dimiliki

15

4. Rumusan kegiatan
Kegiatan yang dimaksud disini adalah di satu pihak dapat
mengatasi masalah yang dihadapi dan disatu pihak

dapat

mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


a. Kegiatan pokok
Kegiatan mutlak dan merupakan kunci bagi keberhasilan
rencana.
b. Kegiatan tambahan
Kegiatan tersebut sifatnya fakultatif. Artnya apabila kegiatan
tersebut tidak dilaksanakna tidak akan menetukan keberhasilan
suatu rencana
5. Asumsi perencanaan
Asumsi perencanaan yang bersifat positif
Uraian tentang berbagai faktor penunjang yang diperkirakan
ada

yang

berperan

rencana.misalnya,

dalam

adanya

memperlancar

kerjasama

yang

pelaksanaan
abik

dengan

berbagai instansi pemerintah dan institusi masyarakat


Asumsi perencanaan yang bersifat negative
Uraian tentang berbagai faktor penghambat yang diperkirakan
ada yang berperan sebagai kendala. Misalnya, dedikasi tenaga

pelaksana yang kurang


6. Strategi pendekatan
Uraian tentang strategi yang akan dipergunakan pada pelaksanaan
rencana. Secara umum pendekatan tersebut dibagi menjadi :
Pendekatan institusi
Pendekatan ini yang dilakukan sangat memerlukan dukungan
legalitas, dan karena itu lazimnya sering menerapkan prinsipprinsip

kekuasaan

dan

kewenangan.

Keuntungan

dari

penerapan strategi ini ialah dapat mempercepat pelaksanaan


program. Tetapi kekurangannya hasil yang ingin dicapai tidak

langgeng, karena seolah-olah ada pemaksaaan


Pendekatan komunitas
Pendekatan yang dilakukan bertujuan untuk menimbulkan
kesadaran
bertahan
kesadaran.

dalam
lama

diri

masyarakat

karena

memang

Kerugiannya

sendiri.keuntungannya,
bertolak

pelaksanaan

dari

adanya

program

akan

membutuhkan waktu yang lebih lama.


7. Kelompok sasaran langsung
Adalah kepada siapa program kesehatan tersebut ditujukan. Ada 2
macam sasaran:
-

Sasaran

langsung

adalah

anggota

masyarakat

memanfaatkan langsung program kesehatan.


- Sasaran tidak langsung adalah kelompok sasaran antara.
8. Waktu

yang

16

Factor-faktor yang mempengaruhi penetapan jangka waktu:


-

Kemampuan

organisasi

dalam

mencapai

target.

Jika

kemampuan cukup, jangka waktu pelaksanaan dapat singkat.


Strategi pendekatan yang akan diterapkan. Jika lebih banyak
menerapkan pendekatan komunitas, maka jangka waktu

pelaksanaan program lebih lama.


9. Organisasi dan tenaga pelaksanaan
Cantumkan

struktur

organisasi

dan

susunan

staf

pelaksana,pembagian tugas, dan wewenang masing-masing.


10. Biaya
Besarnya biaya tergantung dari jenis dan jumlah kegiatan yang akan
dilaksanakan. Patokan yang digunakan: jumlah serta penyebaran
sasaran yang ingin dicapai, jumlah dan jenis kegiatan yang akan
dilakukan, jumlah dan jenis tenaga pelaksana yang terlibat, waktu
pelaksanaan program serta jumlah dan jenis sarana yang digunakan.
11. Metode penilaian dan criteria keberhasilan
Metode penilitian yang baik sebaiknya berdasarkan data. Criteria
keberhasilan ada 3 macam:
-

Criteria keberhasilan unsure masukan. Contoh: tersedianya

tenaga, dana dan sarana sesuai rencana.


Citeria keberhasilan unsure proses. Contoh: terselenggaranya

penyuluhan kesehatan sesuai rencana.


Criteria keberhasilan unsure keluaran.

Menunjuk

pada

tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

2.2.6 Prinsip Perencanaan


a. Mempertimbangkan situasi masa depan berdasar sumber daya yang
ada.
b. Dapat memeberikan petunjuk tentang penggerakkan dan pelaksanaan
dalam pencapaian tujuan.
c. Dengan adanya perencanaan

memudahkan

pengawasan

dan

pengendalian karena indikatornya sudah dengan jelas ditetapkan


sejak dini dalam proses perencanaan.
d. Dapat mendorong peningkatan dan pengembangan.
2.2.7 Macam-macam Perencanaan
1. Menurut jangka waktu:

17

a. Jangka panjang (20-25 tahun)


b. Jangka menengah ( 5 tahun )
c. Jangka pendek ( 1 tahun)
2. Menurut wilayah
Perencanaan disesuaikan dengan derah yang akan dilakukan
pelaksanaan program antara lain daerah perkotaan akan berbeda
dgn daerah pedesaan, Daerah Aliran Sungai (DAS) dsb.
3. Menurut perumusanya
a. Forward planning / Planning from above
Penyusunan rencana menyeluruh (aggregate), kemudian
membaginya ( disagregat) menjadi rencana rencana sector dan
selanjutnya menjadi rencana rencana proyek, perencanaan ini juga
di sebut top down planning
b. Backward planning / Planning from below
Disusun kegiatanya terlabih dahulu, kemudian di sesuaikan dengan
kerangka makronya atau disebut juga dengan bottom up planning
4. Menurut level
a. Master planning
Untuk pedoman planning yang lain yang bersifat detail
b. Operasional planning
Lebih mengutamakan pedoman, atau tata kerja untuk
melaksanakan program
c. Day to day planning
Perencanaan hari ke hari untuk melaksanakan program yang telah
rutin
5. Menurut ruang lingkup atau luasnya perencanaan
a. Strategic planning
Perencanaan yang dipakai sebagai pedoman pokok, berisikan
tujuan utama yang ingin dicapai ( berlaku dalam waktu panjang)
b. Tactical planning
Perencanan yang lebih singkat masa berlakunya, mudah
menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, asal tujuan dapat di
capai dan lebih mementingkan cara pencapaian hasil
c. Comprehensive planning
Perencanaan bersifat menyeluruh, bersifat lengkap dan terperinci
dengan memasukkan berbagai factor yang diperkirakan ada
hubunganya dengan rencana yang telah disusun
d. Integrated planning
Perencanaan yang menyeluruh saling kait mengkait embentuk
suatu kesatuan dengan berbagai factor yang mempunyai tujuan
yang sama.
6. Menurut sifat dan materi
a. Perencanaan kebijaksanaan (policy planning)
b. Perencanaan program( program planning)
c. Perencanaan pelaksanaan ( operasional planning )

2.2.8 Teknik Perencanaan

18

1. Gantt Chart
Pada bentuk yang sederhana, bagan yang dihasilkan hanya
berisikan daftar kegiatan yang akan dilakasanakan lengkap dengan
urutan serta hubungannya dengan waktu yang diperlukan. Pada
umumnya bentuk yang sederhana ini berupa kotak empat persegi
panjang. Sisi tegak berisikan keterangan tentang kegiatan. Sisi
mendatar berisikan keterangan tentang waktu. Pada bentuk yang lebih
kompeks, keterangan pada sisi mendatar tidak hanya tentang waktu,
tetapi berbagai hal lainnya, misalnya tenaga pelaksana, biaya,
sasaran, tempat, instansi yang terlibat, kriteria keberhasilan.
2. Program Evaluation Review Technique
Langkah-langkah :
a. Menyususn jaringan kegiatan
Langkah pertama adalah menyusun jaringan kegiatan. Untuk ini
ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, kejadian (event)
yakni hasil dari suatu kegiatan, yang digambarkan dalam bentuk
lingkaran dengan nomor yang meniunjukkan urutan kejadian di
tengahnya. Kedua, kegiatan (activity) yakni sesuatu yang akan
dilaksanakan, yang digambarkan dalam bentuk anak panah.
b. Menaksir waktu untuk tiap kegiatan
c. Menghitung waktu tercepat untuk menyelesaikan seluruh kegiatan
d. Menghitung waktu terlambat yang masih diperkenankan.
3. Critical Path Method
Rencana
pelakasanaan

dalam

bentuk

CPM

lebih

mengutamakan aspek biaya. Dengan demikian pada CPM, disamping


dilakukan taksiran waktu, juga dilakukan taksiran biaya. Untuk dapat
melakukan taksiran biaya yang dalam pelaksanaanya dikaitkan
dengan taksiran waktu tersebut, pedoman yang dipakai adalah makin
dipercepat waktu pelaksanaan suatu kegiatan , makin besar biaya
yang dibutuhkan. Dengan diketahuinya hubungan antara waktu
dengan biaya, dapat dilakukan percepatan waktu penyelesaian suatu
kegiatan tanoa harus diikuti oleh kenaikan biaya yang terlalu
mencolok.

2.2.9 Langkah-langkah Perencanaan


1. Penetapan/perumusan tujuan organisasi/program/kegiatan
2. Analisis keadaan dan masalah (analisis situasi)
a. Analisis keadaan umum dan lingkungan : keadaan umum
daerah, geografi, pemerintahan, lingkungan social ekonomi

19

budaya, lingkungan fisik dan biologic, keadaan komunikasi,


trasnportasi, dan sebagainya.
b. Analisis keadaan masalah berkaitan dengan organisasi atau
issue yang dikemukakan
c. Masalah manajemen dapat terjadi pada setiap fungsi/unsur
manajemen, beberapa atau pada salah satu unsur saja
3. Analisis permasalahan yang ada
- Identifikasi masalah/perumusan masalah
- Teknik pengelompokan masalah
- Pendekatan sistem dalam pemecahan masalah
- Model masalah
4. Penetapan prioritas masalah
Penetapan prioritas tersebut berdasarkan data atau fakta yang ada
serta adanya wawasan dan kebijaksanaan yang dimiliki
5. Penyusunan program dan kegiatan suatu bentuk rencana yang
konkrit
6. Penilaian terhadap rencana yang dibuat
Untuk mengetahui apakah rencana dapat menjadi pedoman, acuan
pelaksanaan kegiatan, pengendalian, evaluasi dalam pencapaian
tujuan.
Tambahan langkah-langkah perencanaan:
LANGKAH LANGKAH PERENCANAAN
1. Analisis situasi
2. Mengidentifikasi masalah
3. Menentukan prioritas masalah
4. Mengidentifikasi penyebab masalah.
5. Menetapkan penyebab utama masalah kesehatan
6. Menganalisa program terpadu yg mungkin perlu dilakukan
7. Menetapkan program yg paling mungkin dilakukan.
8. Menyusun indikator keberhasilan program
9. Menyusun uraian kegiatan utk mencapai tujuan (plan of action)
1. Analisis situasi
data

primer

(dicari

sendiri,

observasi,

survery,

wawancara,

penelitian lainnya dll ),


data sekunder (laporan organisasi yg sdh ditulis),
data tertier ( data fihak ke tiga / lembaga lain yg sdh dlm bentuk
tertulis dari BPS, SKRT, SDKI dll) :
Status kesehatan masyarakat (kesakitan, ,kematian, gizi dll)
Perilaku kesehatan masyarakat ( merokok, melahirkan di dukun
dll)
Lingkungan :
Lingkungan fisik ( luas wilayah sarana jalan, transportasi

dll)
Lingkungan
pendidikan)

sosial

budaya

(kepercayaan,

agama,

20

Lingkungan

ekonomi

pekerjaan,

penduduk)
Demografi

(jumlah,golongan

umur,

penghasilan
penyebaran

penduduk dll )
Sarana pelayanan kesehatan ( jenis, jumlah, penyebarannya,
penggunaan oleh masyarakat))
Status organisasi (kekuatan dan kelemahan organisasi) :
ketenagaan ( jenis, jumlah, motivasi )
dana (sumber, jumlah)
fasilitas yg tersedia (peralatan, gedung dll)
type kepemimpinan (lihat di penggerakan)
2. Identifikasi masalah kesehatan
Masalah dpt dibagi dalam 2 (dua ) katagori :
Masalah manajemen ( masukan, proses, keluaran, hasil)
Masalah masyarakat ( status kesehatan, lingkungan, perilaku
masyarakat, pelayanan kesehatan lainnya)
A) Masalah manajemen (contoh) :
a) Masukan (input) :
Tenaga jmlnya kurang atau tidak terampil, kurang motivasi
( M1)
Jumlah obat kurang (material) (M3)
Dana yg diterima kurang dan terlambat (M2)
dll
b)Proses :
Tujuan program kurang jelas (P)
Perumusan masalah kurang tajam/tidak relevan (P)
Pembagian tugas tidak jelas (O)
Koordinasi dan motivasi bawahan kurang (A)
Pengawasan oleh pimpinan jarang dilakukan (C)
c) Keluaran :
Jenis pelayanan kurang diminati masyarakat
Pelaksnaan pelayanan tidak teratur
Lokasi pelayanan sulit dijangkau masyarakat
dll
d) Hasil :
Masyarakat (pasen, ibu hamil, balita dll ) yg memanfaatkan
pelayanan kesehatan yg kurang dari target
B) Masalah masyarakat ( di luar manajemen ):
Status kesehatan masyarakat : kematian ibu tinggi, status gizi
balita jelek dll
Lingkungan fisik : mutu air minum buruk
Perilaku masyarakat : % remaja pengguna narkoba tinggi

21

Pelayanan kesehatan : jumlah / mutu / penyebarannya tidak


merata
Pertanyaan utk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat (data
epidemiologi) :

What : aspek apa yg sedang diamati


How many : berapa banyak
Who : kelompok penduduk yg menderita
When : sejak kapan terjadinya ( jam, hari, minggu, bulan, tri

wulan dll)
Where : di mana ( desa, kecamatan, ) luas/terbatas
3. Menentukan prioritas masalah kesehatan
Dilakukan jika masalahnya banyak sedangkan sumberdaya terbatas.
Utkmenentukan prioritas masalahkes.mas jika:
Terjadi pada sebagian besar penduduk
Potensial penyebab tingginya kematian bayi
Mempengaruhi kesakitan dan kematian anak balita
Mengganggu kesehatan dan mengakibatkan kematian ibu hamil

/ melahirkan
Bersifat khronis / endemik shg mengganggu produktifitas

penduduk di wilayah tersebut


Menimbulkan kepanikan penduduk
Metoda /teknik mentapkan prioritas masalah
A. Teknik skoring : membuat pembobotan : 5 (tinggi) 1(rendah) atau
1 10 (lebih teliti) Variabelnya :
Tingginya/jumlah kejadian/masalah (prevalence)
a. Beratnya akibat yg ditimbulkan (severity)
b. Keinginan masyarakat utk menyelesaikannya (degree of
unmeet need)
c. Keuntungan sosial jika bisa diatasi (social benefit)
d. Teknologinya memungkinkan (technical feasibility)
e. Ketersedian sumberdaya (resources availability)
Semua variabel dijumlahkan. Skor tertinggi sbg prioritas
B. Teknik non skoring (NGT : nominal group technique)
Penilaian dilakukan melalui diskusi/pembahasan.
Ada beberapa jenis teknik. Yg terpenting :
a. Delphi technique :
Penilai beberapa ahli yg tak bertemu muka (tdk saling

mengetahui) .
Masalah diajukan tertulis oleh koordinator.
Hasil dari pendapat para ahli dirrumuskan dan diajukan lagi

sampai tercapai kata sepakat hasil akhir sbg prioritas.


b. Delbecq technique :
Masalah dibahas dlm forum khusus (tatap muka)
Para ahli yg berbeda keahliannya bertemu dlm waktu
bersamaan
ekonom, dll )

(epidemiolog,

statistik,

sosiolog,

antropolog,

22

Masalah dikemukan oleh seorang fasilitator yg memahami

permasalahan kesehatan
Para ahli menyampaikan pendapatnya sesuai dgn keahliannya.
Dirumuskan oleh fasilitator utk dimintakan kesepakatan mereka.
Hasil akhir sbg prioritas.
4. Identifikasi penyebab masalah.
Ada dua jenis penyebab :
Penyebab langsung (misalnya kematian ibu bersalin krn

perdarahan).
Penyebab tdk langsung ( misalnya kematian ibu bersalin

ditolong paraji yg menimbulkan perdarahan )


Kendala sbg penyebab tdk langsug :
Lingkungan (fisik, biologis, sosial ekonomi)
Perilaku penduduk
Fasilitas pelayanan kesehatan yg tersedia
5. Menetapkan penyebab utama masalah kesehatan
Dipilih berdasarkan atas :
Kajian teoritis / pendapat para ahli yg lebih mampu.
Hasil penelitian di tempat lain (pembanding)
Tersedianya sumberdaya ( masalah manajemen )
Perlu koordinasi dgn unsur non kesehatan
6. Menganalisa program terpadu yg mungkin perlu dilakukan
Program
promotif

meningkatkanperilakusehatmasyarakatdenganpenyuluhan,

pendampingan, advokasi
Program
preventif
pemasanganalatpelindungtubuh,

imunisasi,
menjauhkanbarangbarang

yang membahayakankesehatan
Program kuratif : memberikanpengobatanygadekuat
Program rehabilitatif : memulihkan staus kesehatan sesusia

kapasitas fisik, dan mentalnya


7. Menetapkan program yang paling mungkin dilakukan
Faktor2 yg diperhatikan :
Secara ekonomis efekif dan efisien mengatasi masalah (needs)
Sesuai dgn budaya masyarakat
Sesuai dgn keinginan masyarakat ( demand)
Terjangkau secara geografis (accessible)
Sesuai dgn kemampuan masyarakat
Sumberdaya yg diperlukan tersedia di sarana pelayanan
(masalah manajemen) / masyarakat
8. Langkah2 penyusunan PERENCANAAN program
Menetapkan tujuan program (SMART)
Menetapkan waktu utk mencapainya
Menetapkan sasaran kegiatan program
Menetapkan jumlah sasaran yg hrs tercapai dlm periode tsb.
(target)

23

Menyusun indikator keberhasilan program


Indikator sumberdaya (tenaga, dana, fasilitas, peralatan
Indikator keluaran (jenis pelayanan yg dilakukan)
Indikator hasil kegiatan (jml masyarakat yg memanfaatkan).
Dimana kegiatan itu dilakukan ?
Siapa/Golongan masyarakat dan berapa banyak yg jadi

sasaran ?
Metoda apa yg akan dilakukan ?
Fasilitas apa saja yg akan digunakan ?
Tolok ukur apa utk mengukur keberhasilan pelaksanaannya

berdasarkan atas waktu dan penggunaan sumberdaya ?


9. Menyusun uraian kegiatan utk mencapai tujuan (plan of action)
Rencana tindakan
Apa yg akan dilakukan ?
Siapa yg akan melakukan ?
Kapan/berapa lama kegiatan itu dilakukan ?
2.3 Manajemen Kesehatan Pelaksanaan (Promosi Kesehatan)
2.3.1 Dasar
a. Motivasi
Perangsang Pada Motivasi
Ada 2 macam:
1. Perangsang Positif (Positive Incentive)
- ialah imbalan yang menyenangkan yang disediakan untuk
-

karyawan yang berprestasi.


Macam dari perangsangan yang positif ini adalah hadiah,
pengakuan, promosi dan ataupun melibatkan karyawan

tersebut pada kegiatan yanf bernilai gengsi yang lebih tinggi.


2. Perangsang Negatif (Negative Incentive)
- ialah imbalan yang tidak menyenangkan berupa hukuman bagi
karyawan yang tidak berprestasi dan ataupun yang berbuat
-

tidak seperti yang diharapkan.


Macam dari perangsangan yang negatif ini adalah denda,
teguran, pemindahan tempat kerja (mutasi) dan ataupun
pemberhentian.

b.
c.
d.
e.

Komunikasi
Kepempimpinan
Pengarahan
Pengawasan
Pengawasan ialah suatu proses untuk mengukur penampilan suatu
program yang

kemudian

dilanjutkan

dengan

mengarahkannya

24

sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat


tercapai.
3 hal yang perlu diperhatikan:
1. Objek Pengawasan
Ialah hal-hal yang harus diawasi dari pelaksanaan suatu
rencana kerja.
2. Metoda Pengawasan
Ialah teknik atau cara melakukan pengawasan terhadap objek
pengawasan yang telah ditetapkan.
3. Proses Pengawasan
Ialah langkah-langkah yang harus dilakukan sedemikian rupa
sehingga pengawasan tersebut dapat dilakukan.
Manfaat:
1. Tujuan yang ditetapkan dapat diharapkan pencapaiannya dan
selanjutnya pencapaiannya tersebut adalah dalam kualitas dan
kuantitas tertinggi yang direncanakan.
2. Pembiayaan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tesebut tidak
melebihi apa yang telah ditetapkan, dan bahkan mungkin dapat
ditekan, sehingga efisiensi dapat lebih ditingkatkan.
3. Pengawasan yang baik, akan dapat memacu

karyawan

berprestasi dan berkreasi sesuai dengan kemampuan yang


dimilikinya.
f. Supervise
PENGERTIAN

Salah satu upaya pengarahan dengan pemberian petunjuk dan


saran setelah menemukan alas an dan keluhan pelaksana dalam

mengatasi masalah
Upaya pembinaan dan pengarahan untuk meningkatkan gairah dan

prestasi kerja
Terminology : super atas, visi pandangan sehingga supervisi
adalah pengamatan atasan terhadap bawahan

YANG PERLU DIPERHATIKAN

Pengamatan pelaksanaan perencanaan

25

Mengkaji keberhasilan perencanaan


Mengindentifikasi masalah
Memberi bimbingan penyelesaian masalah

TUJUAN
Peningkatan dan pemantapan pengelolaan sumberdaya, program, dan
peran serta masyarakat

CARA

Langsung pada pelaksana


Tidak langsung laporan, catatan

2.3.2 Promosi Kesehatan


2.3.2.1 Pengertian
Menurut WHO, promosi kesehatan adalah proses mengupayakan
individu-individu dan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan
mereka mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan
sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya.
Di Indonesia, promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari,oleh,dan bersama
masyarakat agar mereka dapat menolong dirinya sendiri,serta
mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai
sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang
berwawasan kesehatan.
Jadi promosi kesehatan adalah kombinasi berbagai dukungan
menyangkut

pendidikan,

organisasi,kebijakan

dan

peraturan

perundangan untuk merubah lingkungan


2.3.2.2 Tujuan dan Sasaran Promosi Kesehatan
Tujuan umum:
Meningkatkan kemampuan individu , keluarga , kelompok dan
masyarakat untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya
kesehatan

yang

bersumber

lingkungan yang konduktif


kemampuan tersebut.
Tujuan khusus:
- Individu dan keluarga

masyarakat

serta

terciptanya

untuk mendorong terbentuknya

26

Tatanan sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat kerja,

dan tempat umum


Organisasi kemasyarakatan/ oganisasi profesi/ LSM dan media

massa
Program atau petugas kesehatan
Lembaga pemerintah lintas sector, atau politisi atau swasta.

2.3.2.3 Alat Bantu (Peraga)

Pengertian
Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan
oleh

penyidik

dalam

menyampaikan

bahan

pendidikan

atau

pengajaran.

Tujuan Yang Hendak Dicapai


1. Tujuan pendidikan. Tujuan ini dapat untuk:
- Mengubah pengetahuan atau pengertian, pendapat dan konsepkonsep
- Mengubah sikap dan persepsi
- Menanamkan tingkah laku atau kebiasaaan yang baru
2. Tujuan penggunaan alat peraga
- Sebagai alat bantu dalam latihan atau penataran

atau

pendidikan
- Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah
- Untuk mengingatkan sesuatu pesan atau informasi
- Untuk menjelaskan fakta-fakta, prosedur, tindakan.
Sasaran Yang Dicapai Alat bantu Pendidikan
Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran
pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut.
1. Individu atau kelompok
2. Kategori-kategori sasaran sepeperti kelompok umur, pendidikan,
3.
4.
5.
6.

pekerjaan, dan sebagainya.


Bahasa yang mereka gunakan
Adat istiadat serta kebiasaaan
Minat dan perhatian
Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan
diterima
Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga:
a. Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan
rumah,

waktu

menolong

persalinan,

merawat

bayi

atau

menolong orang sakit dan sebagainya.


b. Di masyarakat, misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari
besar, arisan, pengajaran, dan sebagainya; serta dipasang juga
di tempat-tempat umum yang strategis.

27

c. Di instansi-instansi, antara lain puskesmas, rumahsakit, kantorkantor, sekolah-sekolah, dan sebagainya.


Alat-alat perga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh:

a. Petugas-petugas puskesmas atau kesehatan


b. Kader kesehatan
c. Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya
d. Pamong desa.
Macam Alat bantu Pendidikan
Pada garis besarnya, hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan (alat
peraga):
a. Alat Bantu Lihat (Visual Aids)
Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera
mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan.
Alat ini ada 2 bentuk:
1) Alat yang diproyeksikan, misalnya slide, film, film strip, dan
sebagainya.
2) Alat-alat yang tidak diproyeksikan:
- 2 dimensi, gambar, peta, bagan, dan sebagainya.
- 3 dimensi missal bola dunia, boneka, dan sebagainya.
b. Alat-alat Bantu Dengar (Audio Aids)
Adalah alat yang dapat membantu menstimulasi indera
pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan
atau pengajaran. Misalnya, piringan hitam, radio, pita suara, dan
sebagainya.
c. Alat Bantu Lihat-Dengar
Seperti televise dan video cassette. Alat-alat bantu pendidikan
ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA).

2.3.2.4 Metode Pendidikan


1. Metode pendidikan individual (perorangan)
a. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling), yaitu:
1) Kontak antara klien dengan npetugas lebih intensif
2) Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan
dibantu penyeleseiannya
3) Akhirnya klien tersebut akan dengan sukarela dan berdasarkan
kesadaran, penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut
(mengubah perilaku)
b. Interview (wawancara)
1) Merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan
2) Menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima
perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau
yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian

dan

kesadaran yang kuat, apabila belum maka perlu penyuluhan


yang lebih mendalam.

28

2. Metode pendidikan kelompok


a. Kelompok besar
1) Ceramah
Cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya
tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan
pengalaman peserta.
2) Seminar
Hanya cocok untuk kelompok besar dengan pendidikan
menengah ke atas.
b. Kelompok kecil
1) Diskusi kelompok
- Adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran
antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok
kecil, yang direncanakan untuk mencapai suatu tujuan
-

tertentu.
Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan
kesamaan pendapat atau kesepakatan tau mencari suatu

rumusan terbaik mengenai suatu persoalan


Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi
pleno atau diskusi kelas atau disebut juga diskusi umum

yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok.


2) Curah pendapat (BrainStorming)
- Merupakan modifikasi diskusi kelompok, dimulai dengan
memberikan satu masalah, kemudian peserta memberikan
jawaban/tanggapan, tanggapan/jawaban tersebut ditampung
dan ditulis dalam flipchart/papan tulis, sebelum semuanya
mencurahkan pendapat tidak boleh ada komentar dari
siapapun,

baru

setelah

semuanya

mengemukakan

pendapat, tiap anggota mengomentari dan akhirnya terjadi


diskusi.
3) Bola Salju (Snow Balling)
- Tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang 2
orang). Kemudian

dilontarkan

suatu

pertanyaan

atau

masalah, setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang


bergabung menjadi satu. Mereka tetap mendiskusikan
masalah tersebut dan mencari kesimpulannya. Kemudian
tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini
bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian
seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas.
4) Kelompok kecil-kecil (Buzz Group)
- Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok-kelompok
kecil, kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama/tidak
sama dengan kelompok lain dan masing-masing kelompok
mendiskusikan masalah tersebut.
5) Memainkan peranan (Role Play)

29

Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang

pemeran tertentu untuk memainkan peranan tertentu.


6) Permainan Simulasi
- Merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok.
- Pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti permainan
-

monopoli.
Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli
dengan menggunakan dadu, gaco (petunjuk arah) dan

papan main.
Beberapa orang menjadi pemain dan sebagian lagi berperan

sebagai narasumber.
3. Metode pendidikan massa
a. Ceramah umum (public speaking)
Dilakukan pada acara tertentu, misalnya Hari Kesehatan Nasional
oleh menteri atau pejabat kesehatan lain.
b. Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik
baik TV maupun radio, pada hakikatnya adalah merupakan bentuk
pendidikan kesehatan massa
c. Simulasi, dialog antar pasien dengan dokter atau petugas
kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan
melalui TV atau radio adalah juga merupakan pendidikan
kesehatan massa.
d. Sinetron Dokter Sartika di dalam acara TV juga merupakan
bentuk pendekatan kesehatan massa.
e. Tulisan-tulisan di majalah/ Koran, baik dalam bentuk artikel
maupun tanya jawab/ konsultasi tentang kesehatan antara penyakit
juga merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa.
f. Bill board, yang dipasang di pinggir jalan, spanduk poster dari
sebagainya adalah juga bentuk pendidikan kesehatan massa.

2.4 Manajemen Kesehatan Evaluasi


2.4.1 Definisi

Menurut WHO, evaluasi adalah suatu cara yang sistematis untuk


memperbaiki kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan sekarang serta
untuk meningkatkan perencanaan yang lebih baik dengan menyeleksi

secara seksama alternatif-alternatif tindakan yang akan datang.


Evaluasi adalah kegiatan untuk membandingkan antara hasil yang

telah dicapai dengan rencana yang telah ditentukan.


Monitoring pengumpulan dan analisis informasi yang sistematis dan

berkelanjutan tentang proses pekerjaan sepanjang waktu


Monitoring program pengamatan sistematis eterhadap pencapaian
hasil pelaksanaan program; kegiatan mengumpulkan, menganalisa

30

data, menyusun, dan melaporkan informasi tentang estimasi tingkat


pencapaian

program

secara

teratur

dan

sistematis

menganai

pelaksanaan program
2.4.2 Komponen Utama
a. Kesesuaian yang berkaitan dengan alasan-alasan atau maksud
mengadakan program, rencana kegiatan, pelayanan atau unit-unit.
b. Tinjauan terhadap kemajuan program
c. Daya guna dan hasil guna program
d. Dampak pelaksanaan program

2.4.3 Tujuan Evaluasi


adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna perencanaan dan
pelaksanaan program serta memberikan petunjuk dalam pengelolaan tenaga,
dana dan fasilitas untuk program yang ada sekarang dan yang akan datang.

2.4.4 Macam-macam Evaluasi


a. Penilaian pada tahap awal program
Penilaian yang dilakukan

disini

adalah

pada

saat

merencanakan suatu program.


Tujuan utamanya adalah untuk meyakinkan bahwa rencana
yang akan disusun benar-benar telah sesuai dengan masalah
yang ditemukan, dalam arti dapat menyelesaikan masalah

tersebut.
b. Penilaian pada tahap pelaksanaan program
Penialaian yang dilakukan disini adalah pada saat program

sedang dilaksanakan.
Tujuan utamanya adalah untuk mengukur apakah program yang
sedang dilaksanakan tersebut telah sesuai dengan rencana
atau tidak, atau apakah terjadi penyimpangan yang dapat

merugikan pencapaian tujuan dari program tersebut.


c. Penilaian pada tahap akhir program
Penilaian yang dilakukan disini adalah pada saat program telah

selesai dilaksanakan.
Tujuan utamanya secara umum dapat dibedakan atas dua
macam yakni untuk mengukur keluaran serta untuk mengukur
dampak yang dihasilkan.

2.4.5 Cara Evaluasi

31

Mengawasi atau mengamati


Mencatat atau mengumpulkan data
Melaporkan kegiatan program

2.4.6 Teknik Evaluasi


Sering menggunakan RPM / Ragpie Program Matrix. Prinsip:
1. Sederhanakan dan kelompokkan program ke dalam 3 penahapan
2. Sederhanakan dan kelompokkanlah program ke dalam 3 komponen
3. Isilah kotak yang terbentuk dengan keterangan yang sesuai dan
lakukan perbandingannya

DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Azrul. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan edisi 3. Tangerang.
Bina Rupa Aksara.
Fitriani, Sinta. 2011. Promosi Kesehatan . Yogyakarta: Graha Ilmu.
Notoadmojo, Soekidjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta:
Rineka Cipta.
Wijono, Djoko. 2009. Manajemen Program dan Kepemimpinan Kesehatan.
Surabaya: CV Duta Prima Airlangga.
Muninjaya, A.A.Gede. 2004. Manajemen Kesehatan 2. Jakarta: EGC
Supriyanto, S, dkk. 2007. Perencanaan dan Evaluasi. Surabaya: Airlangga
University Press