Anda di halaman 1dari 3

KISI-KISI UJIAN BLOK 30-2011

1. Ilmu kedokteran yang selama ini dipelajari dalam forensik untuk membantu membuat VeR
demi kepentingan peradilan dan penegakkan hukum.
2. Laporan penemuan mayat dari pihak kepolisian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh
penyidik membuat surat permintaan VeR kepada dokter.
3. Untuk penentuan ras yang biasa dipakai adalah tulang panggul.
4. Keluarga korban yang menolak untuk dilakukan bedah jenasah (autopsi) dapat dikenai
sanksi tuntutan pidana maksimum 9 bulan denda dari 100 ribu-1 juta rupiah, sesuai
dengan KUHP 222.
5. Kaku mayat timbul sebagai akibat koagulasi aktin dan myosin akibat hilangnya ATP.
6. Bercak darah kering dari manusia tentukan pakai colon albumin.
7. Luka akibat larutan asam basa kuat. Basa kuat= terbakar, licin. Asam kuat= kering.
8. Yang mengalami asfiksia seksual karena untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan cara
asfiksia.
9. Gambaran histologi paru-paru bayi yang belum bernapas adalah projection.
10. Tulang yang TIDAK penting dalam penentuan ras adalah iga.
11. Kesimpulan VeR dalam kekerasan seksual harus ada tanda-tanda persetubuhan dan
tanda-tanda kekerasan. Tidak boleh bilang tanda pemerkosaan.
12. Diagnosa pasti kematian akibat racun ditegakkan berdasarkan ditemukan racun atau
metabolitnya yang ada dalam darah/urin. Bila di lambung artinya obat baru dimakan; bila
diparu berarti baru diinhalasi. Yang menunjukkan keracunan bila ditemukan racun di
sirkulasi darah/ di ekskresi (urin).
13. Bahan yang perlu diperiksaan dalam kasus toksikologi mayat keracunan morfin adalah
darah, empedu, dan urin. Bila masih hidup hanya perlu darah dan urin.
14. Yang berwajib untuk menjaga rahasia kedokteran pasien adalah dokter pemeriksa.
15. Dokter yang membocorkan rahasia kedokteran pasien tanpa persetujuan pasien akan
dikenakan pidana. Keadaan dimana tidak dipidana: menjalankan perintah atasan yang sah,
menghadapi keadaan pasien dalam gawat darurat, melaksanakan ketentuan dalam Undangundang (membuat VeR).
16. Hak undur diri adalah hak seseorang untuk tidak memberikan kesaksian di pengadilan/
memberikan jawaban/ membocorkan rahasia jabatan.
17. Perbedaan lepuh dengan terbakar dangkal.
18. Korban meninggal akibat terjatuh kena belakang kepala bentur lantai umumnya
menimbulkan memar dgn letak coop yang terkena bagian temporal.
19. Luka tembak pada dahi dan perut berbeda dalam hal intentitas jejas laras.
20. Tanda khas dari kekerasan tumpul adalah jembatan jaringan.
21. Pemeriksaan mayat korban akibat kekerasan tajam dapat ditemukan pakaian yang ikut
robek.
22. Korban yang tersambar petir setelah meninggal pada kulitnya akan terlihat aboresent
mark.
23. Pada korban terbakar tanda intravital adalah bullae dan vesikel pada kulit.

24. Yang merupakan tanda intravital luka adalah infiltrasi leukosit polimorfonuklear.
25. Perubahan warna yang terjadi pada luka memar biru-hijau-kuning-sembuh.
26. Perbedaan luka sayat dan luka tusuk.
27. Tembakan senjata api yang pelurunya menembus kepala menunjukkan lubang tabula
eksterna (berbentuk corong ke dalam) lebih kecil dari lubang tabula interna.
28. Gambaran tepi marginal haemorrhage ditemukan pada pukulan dengan rotan.
29. Hipoksia hipoksik terjadi pada kepala anak yang terperangkap dalam kantung plastik.
30. Pada mayat korban tenggelam dalam air laut terdapat kadar magnesium darah ventrikel
kiri lebih tinggi daripada ventrikel kanan.
31. Korban penjeratan dapat ditemukan jejas jerat berjalan mendatar.
32. Di TKP ditemukan mayat bunuh diri dengan jejas jerat yang menandakan bunuh diri adalah
jarak kaki yang dekat dengan lantai.
33. Menurut KUHAP yang BUKAN merupakan alat bukti sah adalah keterangan korban.
34. Mahasiswa tidak mempunyai rahasia jabatan kedokteran, hanya mempunyai rahasia
kedokteran. Yang dapat dikenai sanksi administrasi oleh menteri kesehatan.
35. Kecepatan penurunan suhu tubuh mayat dipengaruhi medium dimana mayat berada.
36. Bayi yang mengalami maserasi ditemukan bullae dan vesikel pada kulit. Terjadi
pembusukan dari luar ke dalam sehingga organ-organ dalam belum busuk, tidak berbau
busuk.
37. Korban pecandu morfin ditemukan narcotic lung (paru-paru yang besar dan berat). Yang
didalamnya ada narcotic cell terdapat makrofag yang memakani tepung-tepung yang
dicampur pada proses pembuatan.
38. Seorang wanita melapor pada polisi karena pemerkosaan pada 7 hari yang lalu, setelah
diberi minuman tertentu. Hasil pemeriksaan ditemukan robekan baru pada selaput dara
(sembuh dlm 10-14 hari dalam keadaan basah, bila kering bias dalam 7 hari).
39. Pelaku dalam keadaan azospermia, maka lakukan pemeriksaan fluoresent pada semen.
40. Pemeriksaan untuk memastika pelaku dengan pemeriksaan DNA Y kromosom.
41. Ditemukan mayat yang terapung di sungai. Ditemukan tubuh yang mulai membusuk,
terdapat busa halus pada kedua hidung dan mulut, pada tangan dan kaki ditemukan kulit
yang keriput, wajah masih utuh. Untuk membuktikan korban meninggal akibat tenggelam
perlu ditemukan diatome dalam uji getah paru (gmbrn dinding rangkai dengan struktur
garis sejajar/ radier).
42. Mekanisme kematian no.41 adalah asfiksia mekanik.
43. Bila ternyata korban sudah meninggal sebelum dibuang ke sungai gambaran yang dapat
ditemukan adalah washer womans hand.
44. Seorang wanita ditemukan mati dalam sebuah ruangan yang terbakar, ditemukan lecet yang
berbentuk bulan sabit dan memar pada leher, pakaian lengkap kecuali tidak ada celana
dalam, tubuh bagian belakang hangus terbakar, dan tercium bau minyak tanah. Penyebab
kematian pada kasus ini belum dapat ditentukan.
45. Luka-luka pada leher terjadi intravital, tidak ada jelaga pada saluran napas. Penyebab
kematian adalah pencekikan yang menyebabkan asfiksia (ada luka berbentuk setengah
lingkaran di leher).
46. Polisi memerlukan VeR harus meminta surat permintaan dari penyidik polri.

47. Untuk menentukan sebab kematian harus autopsi.


48. Ada jenasah yg datang, maka yang pertama kali dilakukan adalah cium bau mayat.
49. Orang dengan pendarahan dan kukunya kebiru-biruan maka korban mayat beberapa saat
baru mati (terjadi sianosis terlebih dahulu).
50. Luka tembak jarak dekat gambarnya adalah kelim tatto. Jarak sangat dekat kelim jelaga
dan kelim api. Jarak jauh ada kelim lecet dan kelim lemak.
51. Untuk mengetahui jarak tembakan dapat diperkirakan dengan cara mengukur ukuran dan
distribusi kelim tatto pada jaket (dilakukan tembakan percobaan dan dibandingkan
dengan pada korban).
52. Seorang laki-laki muda ditemukan mati dengan kondisi tergantung dengan tali penggantung
yang melingkari leher. Pemeriksaan selanjutnya ditemukan lebam mayat pada kedua lengan
bawah dan tungkai bawah, dan pada leher terdapat lingkaran jerat. Tidak ditemukan tandatanda kekerasan lain. Maka cara kematian orang ini didasarkan atas diduga gantung diri
dengan melihat arah jerat yang melingkari leher.
53. Mekanisme kematian adalah mati lemas akibat asfiksia.
54. Fase perjalanan mati lemas yang sudah non-reversibel adalah fase apneu.
55. Gambaran primitif pada orang mati lemas adalah adanya titik perdarahan Tardieus spot.
56. Jika dilakukan pemeriksaan lagi ditemukan kadar CO2 yang tinggi.
57. Pada kasus penjeratan ditemukan gambaran jejas jerat letak rendah, melingkari leher,
dan dengan simpul hidup.
58. Yang dimaksud dengan seksual asfiksia adalah perbuatan asfiksia yang bertujuan
pemuasan seksual.
59. Yang dapat menentukan golongan darah yang diperiksa adalah semen, air liur, cairan
vagina, air mata, dan ingus.
60. Dokter menggugurkan kandungan karena dipaksa dan diancam maka tidak dipidana
(KUHP 45).
61. Abortus adalah pengguguran kandungan sebelum waktunya (tidak berdasarkan umur
kehamilan).