Anda di halaman 1dari 28

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG

DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )
PELAYANAN
Puskesmas
Nusa Penida I

1.

PENANGANAN DAN
PENGOLAHAN SPESIMEN

NO.
DOKUMENTASI

47/LAB/2015

NO. REVISI

00

TGL. BERLAKU

01 JULI 2015

HALAMAN

1 dari 4

Tujuan dan Ruang Lingkup :


Sebagai pedoman baku dalam kegiatan pemeriksaan Laboratorium di Puskesmas
Nusa Penida I

2.

Tanggung jawab :
Prosedur ini berada di bawah tanggung jawab Penanggung Jawab Laboratorium
Puskesmas Nusa Penida I.

3.

Rujukan :
Puslabkes, Depkes. RI, Pedoman Praktek Laboratorium Yang Baik dan Benar, 1999
Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Departemen Kesehatan RI, Th.
1991

4.

Pengertian :
Penanganan dan Pengolahan Spesimen adalah prosedur analitik yang harus
dilakukkan sebelum melakukkan pemeriksaan spesimen, untuk menyiapkan jenis
spesimen yang diambil, jumlah spesimen yang diambil, cara pengolahan spesimen
dan syarat spesimen yang baik untuk pemeriksaan sehingga tidak mempengruhi
hasil pemeriksaan tersebut.
Jenis spesimen yang berasl dari manusia :
1. Serum
8 . Bilasan lambung
12. Sperma
2. Plasma
9. Apus tenggorok
13. Pus
3. Darah (whole Blood) 10. Apus rektum
14. Cairan pleura
4. Urine
11. Sekret :
15. Cairan arcites
5. Tinja
- Uretra
6. Sputum
- telinga
7. Cairan otak
- hidung dan mata

5.

Dokumen :
Kep.Kapus Nusa Penida Nomor 09 Tahun 2012 tentang pemberlakuan Standar
Prosedur Operasional (SPO) di UPT. Puskesmas Nusa Penida I.

NO. DOK : 47/LAB/2015

6.

Penanganan Dan Pengolahan


Spesimen

HAL : 2 dari 4

Penjelasan :
6.1 Persiapan pasien untuk pengambilan spesimen pada keadaan basal :
6.1.1
Untuk pemeriksaan tertentu pasien harus puasa selama 8 12 jam
sebelum diambil darah
6.1.2
Pengambilan spesimen sebaiknya pagi hari antara pukul 07.00
09.00
6.2

6.3
6.4

Menghindari obat-obatan sebelum spesimen diambil :


6.2.1
Untuk pemeriksan darah tidak minum oabt 4 24 jam sebelum
pengambilan spesimen
6.2.2 Apabila pemberian pengobatan tidak memungkinkan untuk di hentikan,
harus di informasikan kepada petugas laboratorium.
Menghindari aktifitas fisik/olah raga sebelum pengambilan spesimen
Memperhatikan efek postur
6.4.1 Untuk menormalkan keseimbangan cairan tubuh dari posisi berdiri ke
posisi duduk,
di anjurkan pasien duduk tenang sekurang
kurangnya 15 menit sebelum diambil darah.
6.4.2 Tabel pemeriksaan yang perlu puasa :
Glukosa Puasa

Puasa 10 12 jam

TTG (Test Toleransi Glukosa)

Puasa 10 12 jam

Glukosa kurva harian

Puasa 10 12 jam

Trigliserida

Puasa 12 jam

Asam Urat

Puasa 10 12 jam

VMA

Puasa 10 12 jam

Renin (PRA)

Puasa 10 12 jam

Insulin

Puasa 8 jam

C.peptide

Puasa 8 jam

Gastrin

Puasa 12 jam

Aldosteron

Puasa 12 jam

Homocysteine

Puasa 12 jam

Lp (a)

Puasa 12 jam

PTH Intact

Puasa 12 jam

Apo A1

Dianjurkan Puasa 12 jam

Apo B

Dianjurkan Puasa 12 jam

NO. DOK : 47/LAB/2015

6.5

Penanganan Dan Pengolahan


Spesimen

HAL : 3 dari 4

Faktor pada pasien yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan


6.5.1 Diet
Makan dan minum dapat mempengaruhi hasil beberapa jenis
pemeriksaan baik secara langsung ataupun secara tidak langsung
seperti :
1. Pemeriksaan gula darah dan trigliserida
Pada pemeriksaan gula darah diperlukan puasa selama 10 12 jam
dan pada pemeriksaan trigliserida diperlukan puasa jam 12 jam
sebelum diambil darah
2. Pemeriksaan LED, aktifitas enzim,besi dan trace element.
6.5.2 Obat-obatan
Daftar obat dan pemeriksaan yang dipengaruhi
JENIS OBAT
Diuretik

Cafein
Thiazid
Pil KB
Morfin
Phenobarbital
Asetosal
Vitamin C
Obat antidiabetika
Kartikosteroid

PEMERIKSAAN YANG DIPENGARUHI


- Hampir pada seluruh hasil
pemeriksaan
substrat
dan
enzim dalam darah akan
meningkat
karena
terjadi
hemokosentrasi,
terutama
pemeriksaan Hb, Hitung sel,
Hematongkrit, Elektrolit
- Pada
urin
akan
terjadi
pengenceran
Sama dengan diuretik
- Glukosa darah
- Test toleransi darah
- Ureum darah
- LED
- Kadar hormon
Enzim hati (GOT, GPT)
GGT
Iji hemostatis
Reduksi urine
- Gula darah
- Gula urine
- Hitung Eosinofil
- Tes toleransi glukosa

6.5.3 Merokok
Perubahan hasil pemeriksan terjadi dengan cepat hanya dalam 1 jam
dengan merokok
1 5 batang dan akan terlihat peningkatan
kadar asam lemak, epinefrin, glyserol bebas, aldosteron,kortisol
6.5.4 Alkohol
Perubahan akan terjadi selama 2 4 jam setelah mengkonsumsi alkohol
dan terlihat peningkatan kadar glukosa, laktat ,asam urat, dan terjadi
asidosis
metabolik.
Peningkataan
terjadi
pada
pemeriksaan
AST,ALT,Gamma GT,Trigliserida,kortisol,MCV sel darah merah.
6.5.5 Aktifitas Fisik
6.5.6 Ketinggian/altitude (pengaruh pemeriksaan terhadap tinggi rendahnya
daratan terhadap permukaan laut)
6.5.7 Demam
6.5.8 Trauma
6.5.9 Variasi circadian rytme (perubahan kadar-kadar zat tertentu dalam
tubuh, waktu pengambilan spesimen sangat menentukan seperti pagi,
siang , sore atau malam)
6.5.10 Umur
6.5.11 Ras

6.5.12 Gender (jenis kelamin)


6.5.13 Kehamilan

NO. DOK : 47 /LAB/2015

6.6

Penanganan Dan Pengolahan


Spesimen

HAL : 4 dari 4

PENGOLAHAN SPESIMEN :
6.6.1 Spesimen Serum
a. Biarkan darah membeku terlebih dahulu pada suhu kamar selama 20-30
menit kemudian di centrifuge 300 rpm selama 5 15 menit
b. Pemisahan serum dilakukkan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan
spesimen
c. Plasma yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh
(lipemik)
6.6.1.1
Cara Pembuatan Darah EDTA
a. Sediakan botol atau tabung berisi 2 mg EDTA
b. Alirkan 2 ml darah vena ke dalam botol tersebut dari semprit tanpa jarum
c. Tutuplah botol / tabung dan segera campur darah dengan antikoagulans
EDTA selama 60 detik atau lebih
d. Ambillah darah untuk pemeriksaan langsung dari botol/tabung tersebut,
tutuplah botol segera. Bila pemeriksaan tidak dapat dilakukan segera,
simpanlah botol / tabung di dalam lemari es, biarkan suhu kamar terlebih
dahulu sebelum botol/tabung darah diperiksa.
6.6.2 Spesimen Plasma
a. Kocok EDTA atau citrat dengan segera secara pelan-pelan
b. Pemisahan plasma dilakukan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan
spesimen
c. Serum yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh
(lipemik)
6.6.3 Darah ( Whole Blood)
a. Darah yang di peroleh di tampung dalam tabung yang telah berisikan
antikoagulan yang sesuai.
b. Homogenisasi dengan cara membolak balik tabung kira-kira 10 12
kali secara perlahan-lahan.
6.6.4 URINE
Untuk uji carik celup, urine tidak perlu ada perlakuan khusus, kecuali
pemeriksaan harus segera dilakukan sebelum 1 jam, sedangkan untuk
pemeriksaan sedimen harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu
dengan cara :
a. Wadah urine di goyangkan agar memperoleh sampel yang tercampur
(homogen)
b. Masukkan 15 ml urine kedalam tabung centrifuge
c. Putar urine selama 5 menit pada 1500- 200 rpm
d. Buang supernatan, sisakan 1 ml, kocok tabung untuk
mensuspensikan sedimen
e. Sespensi sedimen sebaiknya di berikan cat sternheimer-malbin untuk
menonjolkan unsur sedimen dan memperjelas strukturnya.
6.6.5 SPUTUM
a. Masukkan sputum ke dalam tabung steril yang berisi NaOH 4% sama
banyak.
b. Kocok dengan baik
c. Inkubasi pada suhu kamar (25-30 0C) selama 15-20 menit dengan
pengocokan teratur tiap 5 menit
d. Centrifuge tabung dengan kecepatan tinggi selasm 8-10 menitl.
e. Buang supernatan ke dalam air lysol
f. Ambil endapan untuk dilakukan pemeriksaan.

NO. DOK : 47 /LAB/2015

7.

Penanganan Dan Pengolahan


Spesimen

HAL : 5 dari 4

Prosedur :
7.1 Spesimen dari ruang sampling diterima oleh analis laboratorium, diperiksa
apakah layak periksa kalau tidak dikembalikan ke ruang sampling untuk
dilakukan sampling ulang, kalau memenuhi syarat maka dilanjutkan
dengan pengolahan specimen
7.2 Kepala ruangan laboratorium memeriksa apakah specimen memenuhi
syarat atau tidak kalau tidak dikembalikan ke ruang sampling kalau ya
specimen bisa dianalisa dengan kontrol.
7.3 Oleh analis specimen tersebut dianalisa kemudian hasil analisa diperiksa
oleh kepala ruangan laboratorium kalau analisa benar maka hasil bisa
dibuatkan kalau tidak periksa kembali konsep hasil analisa specimen.
7.4 Hasil bisa diserahkan ke bagian administrasi atau pasien.

Mengetahui,
Disusun oleh,
Analis Laboratorium

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


NIP. 19810908 2010 01 1 022

Disetujui oleh,
Kepala Puskesmas Nusa Penida I

dr. I Ketut Rai Sutapa,


S.Ked
NIP. 19790401
200604 1 012

ALUR PENERIMAAN DAN PEMERIKSAAN SPESIMEN di


PUSKESMAS NUSA PENIDA I
MULAI

PENDAFTARAN PASIEN

Petugas Loket

POLI
UMUM
&
POLI GIGI

POLI
BEDAH
&
POLI

UGD
&
RAWAT
INAP

Penyerahan Formulir
Pemeriksaan
CEK

TIDAK

Petugas Sampling
YA

PERSIAPAN ALAT , WADAH dan


Petugas Sampling
LABELISASI

PENGAMBILAN dan PENAMPUNGAN


SPESIMEN

Petugas

Sampling

CEKTIDAK

YA

PENANGANAN dan PENGOLAHAN


SPESIMEN
TIDAK

CEK

Analis

Laboratorium
YA

Laboratorium

ANALISA
SPESIMEN

Analis

HASIL PEMERIKSAAN
TIDAK
CEK
Analis
Laboratorium
YA
PASIEN

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )
PELAYANAN
Puskesmas
Nusa Penida I

PENGAMBILAN SPESIMEN

No. Dokumen

48/LAB/2015

NO. REVISI

00

TGL. BERLAKU

01 JULI 2015

HALAMAN

1 dari 6

1. Tujuan dan Ruang Lingkup :


Sebagai pedoman baku dalam kegiatan pemeriksaan Laboratorium di Puskesmas
Nusa Penida I
2.

Tanggung jawab :
Prosedur ini berada di bawah tanggung jawab Penanggung Jawab Laboratorium
Puskesmas Nusa Penida I.

3.

Rujukan :
Puslabkes, Depkes. RI, Pedoman Praktek Laboratorium Yang Baik dan Benar, 1999
Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Departemen Kesehatan RI, Th.
1991

4.

Dokumen :
Kep.Kapus Nusa Penida Nomor 09 Tahun 2012 tentang pemberlakuan Standar
Prosedur Operasional (SPO) di UPT. Puskesmas Nusa Penida I.

5.

Pengertian :
Sampling adalah Proses pengambilan spesimen baik yang berasal dari tubuh
manusia atau di luar tubuh manusia.
Spesimen adalah bahan yang digunakan untuk pemeriksaan laboratorium.

6. Prosedur :
6.1. Peralatan :
6.1.1. Bersih
6.1.2. Kering
6.1.3. Tidak mengandung bahan kimia atau ditergen
6.1.4. Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat-zat yang ada pada spesimen
6.1.5. Mudah dicuci dari bekas spesimen sebelumnya

6.1.6. Pengambilan

spesimen

untuk

pemeriksaan

menggunakan peralatan yang steril.

biakan

harus

Pengambilan spesimen yang

bersifat invasif harus menggunakan peralatan yang steril dan sekali


pakai buang (disposible ).

NO. DOK : 48/LAB/2015

Pengambilan Spesimen

HAL : 2 dari 6

6.2. Wadah :
6.2.1.
Terbuat dari gelas atau plastik ( untuk darah harus terbuat dari
gelas )
6.2.2.
Tidak bocor atau merembes
6.2.3.
Harus dapat di tutup rapat dengan tutup berulir
6.2.4.
Besar wadah disesuaikan dengan volume spesimen
6.2.5.
Bersih
6.2.6.
Kering
6.2.7.
Tidak mempengaruhi sifat zat-zat dalam spesimen
6.2.8.
Tidak mengandung bahan kimia atau ditergen
6.2.9. Untuk pemeriksaan zat dalam spesimen yang mudah rusak atau
terurai karena pengaruh sinar matahari, maka diperlukan wadah
6.2.10.

yang berwarna coklat.


Untuk pemeriksaan biakan dan uji kepekaan kuman , wadah harus

steril.
Untuk

pemeriksaan

urine,

sputum

atau

tinja

sebaiknya

menggunakan wadah steril.


6.3. Pengawet :
Pengawet adalah zat kimia yang di tambahkan kedalam sampel agar analit
yang akan diperiksa di pertahankan kondisi dan jumlahnya untuk kurun waktu
tertentu.
Antikoagulan adalah zat kimia yang digunakan untuk mencegah sampel darah
membeku.
Bahan tambahan harus memenuhi syarat agar tidak mengganggu atau
merubah kadar zat yang akan diperiksa.
6.4. Waktu :
Pada umumnya pengambilan spesimen dilakukan pada pagi hari terutama
untuk pemeriksaan kimia klinik,hematologi,dan imunologi karena umumnya
nilai normal ditetapkan pada keadaan basal.
Namun ada beberapa pemeriksaan yang waktu pengambilan spesimen harus
disesuaikan dengan perjalanan penyakit dan floktuasi harian, misalnya :
6.4.1. Demam Thyfoid
Untuk pemeriksaan biakan darah, paling baik dilakukan pada minggu I
atau II sakit, sedangkan untuk biakan urin atau tinja dilakukan pada
minggu II atau III.
6.4.2. Untuk pemeriksaan widal dilakukan pada fase akut dan konvalesen

6.4.3. Untuk biakan dan uji kepekaan Spesimen harus diambil sebelum pemberian
antibiotik.
6.4.4. Untuk pemeriksaan Gonorrhoe, pengambilan sekret uretra sebaiknya
dilakukan 2 jam setelah buang air kecil terakhir.
6.4.5. Untuk pemeriksaan mikrofilaria, sebaiknya pengambilan darah dilakukan
pada waktu senja menjelang tengah malam.
6.4.6. Untuk pemeriksaan tuberkulosis, pengambilan dahak pada pagi hari
segera setelah pasien bangun tidur yang memungkinkan di temukan
kuman M. Tuberkulosis lebih besar dibandingkan dengan dahak sewaktu.

NO. DOK : 48 /LAB/2015

Pengambilan Spesimen

HAL : 3 dari 6

6.5. Lokasi :
Sebelum mengambil spesimen, harus ditetapkan terlebih dahulu lokasi
pengambilan yangn tepat sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta,
misalnya :
6.5.1. Spesimen untuk pemeriksaan darah vena umumnya diambil dari Vena
Cubiti daerah siku.
Spesimen darah arteri umunya diambil dari Arteri radialis dipergelangan
tangan atau Arteri femoralis di daerah lipat paha.
Spesimen darah kapiler diambil pada ujung jari tengah tangan atau jari
manis tangan bagian tepi atau pada daerah tumit 1/3 bagian tepi
telapak kaki atau cuping telinga pada bayi. Tempat yang dipilih tidak
boleh memperlihatkan gangguan peredaran darah seperti cyanosis
atau pucat.
6.5.2. Spesimen untuk biakan , harus diambil di tempat yang sedang
mengalami infeksi, kecuali darah dan cairan otak.
Mikrofilaria : Sampel berupa darah lengkap yang diambil dari kapiler
( jari tangan )
Gas darah : Sampel berupa heparin yang diambil dari pembuluh arteri
atau kapiler.
6.6. Volume :
Volume spesimen yang diambil harus mencukupi kebutuhan pemeriksaan
laboratorium yang diminta atau dapat mewakili objek yang diperiksa.
6.7. Teknik :
Pengambilan spesimen harus dilaksanakan dengan cara yang benar, agar
spesimen tersebut mewakili keadaan yang sebenarnya.
6.7.1. Darah Vena :
6.7.1.1.
Posisi lengan harus lurus, jangan membengkokkan siku, pilih
lengan yang banyak melakukkan aktifitas.
6.7.1.2. Pasien diminta untuk mengepalkan tangan
6.7.1.3. Pasang torniquet 10 cm diatas lipat siku
6.7.1.4. Pilih bagian vena median cubital atau chepalic
6.7.1.5. Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil darahnya dengan
alkohol 70 % dan biarkan kering untuk mencegah terjadinya hemolisis
dan rasa terbakar. Kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.
6.7.1.6. Tusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap keatas
dengan sudut kemiringan antara jarum dan kulit 15 derajat , ( bila
menggunakan vakum tekan tabung vakum sehingga vakumnya bekerja

dan darah terhisap kedalam tabung. Bila jarum berhasil masuk vena,
akan terlihat darah masuk ke semprit. Bila darah tidak keluar, ganti
posisi penusukkan bila terlalu dalam, tarik sedikit dan sebaliknya),
usahakan darah dapat keluar dengan sekali tusuk.

NO. DOK : 48/LAB/2015

6.7.1.7.

Pengambilan Spesimen

HAL : 4 dari 6

Setelah volume darah dianggap cukup, lepaskan torniquet dan

pasien diminta membuka kepalan tangannya. Volume diambil 3 kali


jumlah serum atau plasma yang diperlukan untuk pemeriksaan.
6.7.1.8.
Lepaskan/tarik jarum dan segera letakkan kapas alkohol 70 %
diatas bekas suntikan untuk menekan bagian tersebut selama 15
menit. Jangan menarik jarum sebelum torniquet dibuka.
6.7.2. Darah Kapiler :
6.7.2.1.
Bersihkan bagian yang akan ditusuk dengan alkohol 70 % dan biarkan
sampai kering lagi
6.7.2.2.
Peganglah bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan
sedikit supaya rasa nyeri berkurang.
6.7.2.3.
Tusuklah dengan cepat memakai lanset steril. Pada jari tusuklah
dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik jari kulit jari, jangan
sejajar dengan itu. Pada daun telinga

tusuklah pinggirnya , jangan

sisinya. Tusukan harus cukup dalam supaya darah mudah keluar,


jangan menekan-nekan jari atau telinga untuk mendapat cukup darah.
Darah yang diperas keluar semacam itu telah bercampur dengan cairan
jaringan sehingga menjadi encer atau menyebabkan kesalahan dalam
pemeriksaan.
6.7.2.4.
Buanglah tetes darah yang pertama keluar dengan memakai
segumpal kapas kering, tetesan darah berikutnya boleh dipakai untuk
pemeriksaan.
6.7.3. Urine :
6.7.3.1.
Pada Wanita :
6.7.3.1.1. Penderita harus mencuci tangan memakai sabun kemudian
dikeringkan dengan handuk.
6.7.3.1.2. Tanggalkan pakaian dalam, lebarkan labia dengan satu tangan
6.7.3.1.3. Bersihkan labia dan vulva menggunakan kasa steril dengan arah
dari depan ke belakang
6.7.3.1.4. Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan kas steril yang lain
6.7.3.1.5. Selama proses ini berlangsung, labia harus tetap terbuka lebar
dan jari tangan jangan menyentuhdaerah yang sudah steril.
6.7.3.1.6. Keluarkan urine, aliran urin pertama keluar dibuang ke dalam
lubang kakus. Aliran urine selanjutnya di tampung dalam wadah
yang sudah disediakan. Hindari urine mengenai lapisan tepi
wadah. Pengumpulan urine selesai sebelum aliran urine habis.
6.7.3.1.7. Wadah ditutup rapat dan segera dikirim ke laboratorium.

NO. DOK : 48 /LAB/2015

Pengambilan Spesimen

HAL : 5 dari 6

6.7.3.2.
Pada laki-laki :
6.7.3.2.1. Penderita harus mencuci tangan memakai sabun
6.7.3.2.2. Jika tidak disunat tarik kulit preputium ke belakang, keluarkan
urine, aliran yang pertama keluar dibuang, aliran urine selanjutnya
ditampung dalam wadah yang sudah disediakan. Hindari urin
mengenai lapisan tepi wadah. Pengumpulan urin selesai sebelum
urin habis.
6.7.3.2.3. Wadah ditutup rapat segera dikirim ke laboratorium.
6.7.3.3. Pada Bayi dan Anak-anak :
6.7.3.3.1.
Penderita sebelumnya di beri minum banyak untuk
memudahkan buang air kecil
6.7.3.3.2. Bersihkan alat genital seperti yang telah diterangkan di atas.
6.7.3.3.3. Pengambilan urine dilakukkan dengan cara anak di dudukan di
pangkuan perawat, pengaruhi anak utnuk mengeluarkan urine,
kemudian tampung urin dalam wadah atau kantung plastik steril.
Untuk bayi dipasang kantung penampung urine pada alat genital.
.7.3.4.
Urine Karteter :
6.7.3.4.1.
Lakukkan desinfeksi dengan alkohol 70 % pada bagian selang
kateter yang dibuat dari karet ( jangan yang terbuat dari plastik )
6.7.3.4.2.
Aspirasi urine dengan menggunakan samprit sebanyak kurang
lebih 10 ml
6.7.3.4.3. Masukkan ke dalam wadah steril dan tertutup rapat
6.7.3.4.4. Kirim segera ke laboratorium.
6.7.3.5. Urine Suprapublik :
6.7.3.5.1

Lakukkan desinfeksi kulit di daerah suprapublik dengan Povidone


Iodine 10%, kemudian bersihkan sisa povidine iodine dengan

kapas alkohol 70%.


6.7.3.5.2
Aspirasi urine tepat di titik siprapublik menggunakan semprit
6.7.3.5.3
Ambil urine sebanyak kurang lebih 20 ml dengan cara aseptik
(dilakukan oleh petugas yang berwenang )
6.7.3.5.4
Masukkan ke dalam wadah steril dan tertutup rapat.
6.7.3.5.5 Kirim segera ke laboratorium.
6.7.4. Tinja :
Tinja untuk pemeriksaan sebaiknya berasal dari defekasi spontan, jika
pemeriksaan sangat diperlukan dapat pula sampel tinja diambil dari rektum
dengan jari bersarung tangan.

NO. DOK : 48 /LAB/2015


.7.5

Pengambilan Spesimen

HAL : 6 dari 6

Sputum :
Pasien diberikan penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang akan
dilakukkan dan dijelaskan perbedaan sputum dengan ludah.

Bila pasien mengalami kesulitan mengeluarkan sputum, pada malam hari


sebelumnya diminta minum teh manis atau diberi obat gliseril guayakolat
200 mg.
6.7.5.1 Sebelum pengambilan spesimen, pasien diminta untuk berkumur
6.7.5.2
6.7.5.3

dengan air.
Bila memakai gigi palsu sebaiknya dilepas.
Pasien berdiri tegak atau duduk tegak
Pasien diminta untuk menarik nafas dalam 2-3 kali kemudian
keluarkan nafas bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang kali

6.7.5.4

sampai sputum keluar.


Sputum yang dikeluarkan langsung ditampung di dalam wadah,
dengan cara mendekatkan wadah ke mulut. Amati ke dalam sputum,
sputum yang baik akan tampak kental purulen dengan volume cukup

6.7.5.5

(1-2 ml)
Tutup wadah dan segera kirim ke laboratorium.

6.7.6. Sekret Uretra :


6.7.6.1
6.7.6.2
6.7.6.3
6.7.6.4

Pasien diberi penjelasan mengenai tindakan yang akan dilakukkan.


Kenakan sarung tangan
Bagi yang tidak disirkumsisi, preputium di tarik ke arah pangkal
Bersihkan sekitar lubang kemaluan dengan NaCl fisiologis steril,

6.7.6.5

kemudian sekret dikeluarkan dengan menekan atau mengurut uretra.


Sekret yang keluar diambil dengan lidi kapas steril atau sengklit.
Apabila tidak ada sekret yang keluar atau terlalu sedikit, masukkan
sengklit atau lidi kapas steril berpenampang 2 mm kedalam uretra
sedalam kira-kira 2-3 cm sambil diputar searah jarum jam, kemudian

6.7.6.6

ditarik keluar.
Sekret diambil 2 kali yaitu untuk pemeriksaan mikroskopik dan untuk
biakan.

6.7.7. Sekret Vagina :


Pengambilan bahan pemeriksaan pada

vagina

disarankan hanya untuk

wanita yang telah hysterectomy. Pengambilan sekret dilakukan pada fornik


posterior.

Mengetahui,
Disusun oleh,
Analis Laboratorium

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


NIP. 19810908 2010 01 1 022

Disetujui oleh,
Kepala Puskesmas Nusa Penida I

dr. I Ketut Rai Sutapa,


S.Ked
NIP. 19790401
200604 1 012

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

Puskesmas
Nusa Penida I

1.

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )
PELAYANAN
PENYIMPANAN DAN
PENGIRIMAN
SPESIMEN

No. Dokumen

49/LAB/2015

NO. REVISI

00

TGL. BERLAKU

01 JULI 2015

HALAMAN

1 dari 5

Tujuan dan Ruang Lingkup :


Sebagai pedoman baku dalam kegiatan pemeriksaan Laboratorium di Puskesmas
Nusa Penida I

2.

Tanggung jawab :
Prosedur ini berada di bawah tanggung jawab Penanggung Jawab Laboratorium
Puskesmas Nusa Penida I.

3.

Rujukan :
Puslabkes, Depkes. RI, Pedoman Praktek Laboratorium Yang Baik dan Benar, 1999
Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Departemen Kesehatan RI, Th.
1991

4.

Dokumen :
Kep.Kapus Nusa Penida Nomor 09 Tahun 2012 tentang pemberlakuan Standar
Prosedur Operasional (SPO) di UPT. Puskesmas Nusa Penida I.

5.

Pengertian :
Spesimen sebaiknya segera dikirim ke laboratorium untuk diperiksa , karena
stabilitas spesimen dapat berubah. Beberapa spesimen yang tidak langsung
diperiksa dapat disimpan dengan memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan
diperiksa .
Pengiriman Spesimen adalah proses penanganan spesimen yang akan dikirim ke
laboratorium sebaiknya dikirm dalam bentuk relatif stabil.

NO. DOK : 49 /LAB/2015

Penyimpanan dan Pengiriman

HAL : 2 dari 5

Spesimen
6.

Prosedur :
A. Cara penyimpanan spesimen :
1. Disimpan pada suhu kamar
2. Disimpan dalam lemari es dengan suhu 2 8 oC
3. Dibekukan suhu 20 oC, - 70 oC atau -120 oC (jangan sampai terjadi beku
ulang ).
4. Dapat diberikan pengawet.
5. Penyimpanan spesimen darah sebaiknya dalam bentuk serum atau lisat.
B. Tata cara penyimpanan specimen di lemari pendingin :
1. Disimpan sesuai suhu penyimpanan yang dinginkan,jika suhu 2 8

specimen diletakkan pada rak bagian dalam lemari pendingin.


2.
Jika specimen harus di bekukan maka spesiemn di simpan pada frezer
3. Tidak diperbolehkan menyimpan specimen pada rak daun pintu lemari
pendingin karena suhu akan tidak stabil sewaktu membuka lemari
pendingin.
4. Tidak diperbolehkan terlalu sering membuka tutup pintu lemari pendingin
karena akan mempengaruhi temperature lemari pendingin
5. Jika spesiemn diperlukan dalam keadaan dingin atau beku agar menyiapkan
bok pendingin untuk penyimpanan specimen sementara agar tidak sering
membuka tutup pintu lemari pendingin.
C. Pengiriman spesimen :
1.
Waktu pengiriman jangan melampaui masa stabilitas spesimen.
2.
Tidak terkena sinar matahari
3. Kemasan harus memenuhui syarat keamanan kerja laboratorium termasuk
pemberian label yang bertuliskan bahan pemeriksaan infeksius atau
bahan pemeriksaan berbahaya
4.
Suhu pengiriman harus memenuhui persyaratan
5.
Penggunaan media transport untuk pemeriksaan mikrobiologi.

Tabel jenis spesimen, antikoagulan/pengawet, wadah dan stabilitas pemeriksaan


laboratorium

Jenis Pemeriksaan

Spesimen
Jumla
Jenis
h

Antikoagulan/
Pengawet

Wada
h

Stabilitas

HEMATOLOGI
Hematongkrit
LED westergren

Dara
h
Dara

2 ml
2 ml

Na2 EDTA 1 1.5 mg/ml


darah
Na2 EDTA 1 1.5 mg/ml

Gelas
Gelas

Suhu kamar
(6jam)
Suhu kamar

h
Dara

LED wintrobe

h
Dara

Lekosit, Hitung
Jumlah
Hemostatis (PT,APTT)
Retikulosit ,Hitung
jumlah

h
Dara
h
Dara
h
Dara

Trombosit
Clotting & Bleeding

h
dara

Time

NO. DOK : 49 /LAB/2015

Jenis Pemeriksaan

2 ml
2 ml
5 ml
2 ml
2 ml
2 ml

darah
Na2 EDTA 1 1.5 mg/ml

Gelas

darah
Na2 EDTA 1 1.5 mg/ml

Gelas

darah
Sitrat 3.8%

Plasti

perbandingan 1:9
Na2 EDTA 1 1.5 mg/ml

k
Gelas

darah
Na2 EDTA 1 1.5 mg/ml

Gelas

darah
-

Penyimpanan dan Pengiriman


Spesimen

Spesimen
Jumla
Jenis
h

Antikoagulan/
Pengawet

(2jam)
Suhu kamar
(2jam)
Suhu kamar
(2jam)
20-25 oC
(4jam)
Suhu kamar
(6jam)
Suhu kamar
(2jam)
Segera
diperiksa

HAL : 3 dari 5

Wada
h

Stabilitas

KIMIA KLINIK
Dara
h

2 ml

Gula darah
Seru

Kolesterol
Bilirubin
Asam Urate

m
Seru
m
Seru
m
Seru
m

Protein Total

2 ml

1 ml
1 ml
1 ml
1 ml

Seru

20-25 oC (3

NAF Oksalat 4.5mg/ml


darah

Gelas

Gelas
Gelas
Plasti
k
Gelas

hari)
4 oC (7 hari)
-20 oC (3 bulan)
2-8 oC (12 jam)
20-25 oC (6hari)
4 oC ( 6hari)
-20 oC (6 bulan)
Segera
diperiksa
20-25 oC (5hari)
4 oC ( 5hari)
-20 oC (6 bulan)
20-25 oC (6hari)
4 oC ( 6hari)

-20 oC (10 hari)


20-25 oC

Fosfatase Alkali

Kreatinin

Seru
m
Seru
m

(>7hari
1 ml

1ml

Gelas

Gelas

Aktifitas turun
1%)
4 oC ( 7hari)
4 oC ( 24 jam)
-20 oC (8 bulan)
20-25 oC
(>3hari
Aktifitas turun

GOT

Seru
m

1 ml

Gelas

10%)
4 oC (>3hari
Aktifitas turun
8%)
-20 oC (7 hari)
20-25 oC
(>3hari
Aktifitas turun

GPT

1 ml

Gelas

Seru
m

17%)
4 oC (>3hari
Aktifitas turun
10%)
-20 oC (7 hari)

NO. DOK : 49 /LAB/2015

Jenis Pemeriksaan
SEROLOGI
WIDAL
TREPONEMA, VDRL
HbsAg
Anti HBs

Penyimpanan dan Pengiriman


Spesimen

Spesimen
Jumla
Jenis
h
Serum
Serum
Serum
Serum
Serum

2
2
2
2
2

ml
ml
ml
ml
ml

Anti HIV

HAL : 4 dari 5

Antikoagulan/
Pengawet

Wada

Gelas
Gelas
Gelas
Gelas
Gelas

Stabilitas

2 8 oC (2-3 hari )
frezeer
compartment (1
bulan)
Deep frezeer -20 oC
(6 bulan, tidak
boleh gelas)

TOKSIKOLOGI
Obat, Logam
Obat

Darah

Urine

25 ml
25 ml

Sodium flouride 1
%
Sodium azide 0,1
%

Gelas
Tutup
ulir

Suhu kamar (7
hari )

Toluen 2-5
ml/urine
jam

Gelas

24 jam

URINALISA
Pemeriksaan urine
24 jam
Protein, Penetapan
kuantitatif
Reduksi

Urine

Urine

5 ml

5 ml

24

Plasti
k
Plasti

20 25 OC (4 hari)
20 25 OC

Urine
Urine rutin
(pH,BJ,protein,
glukosa,
Urobilinogen,
Bilirubin,keton

Urine
Pagi
Urine
pagi

Sedimen urine

Urine
pagi

Kehamilan
PARASITOLOGI
MIKROBIOLOGI
Malaria

Candida

NO. DOK : 49 /LAB/2015

7.

Gelas/
plasti
k

Suhu kamar (1jam)


4 8 oC (1hari)

Gelas
/
plasti
k

Suhu kamar (1jam)


4 8 oC (1hari)

Gelas

Suhu kamar
(Segera)
4 8 oC ( 2 hari )

Na2 EDTA
1 1.5 mg/ml
darah

Gelas

Secepatnya

Na2 EDTA
1 1.5 mg/ml
darah

Gelas

Secepatnya

10 ml

5 ml

3
tetes
kapile
r
(tetes
tebal
/ tipis
)
Darah
3
segar/d tetes
arah
kapile
EDTA
r
(tetes
tebal /
tipis )
Sekret
vagina/
uretra
Sekret
vagina/
uretra

Trichomonas

secepatnya
4OC (24 jam)

15 ml

Darah
segar/
darah
EDTA

Filaria

Langsung
dikerjakan
Langsung
dikerjakan

Penyimpanan dan Pengiriman


Spesimen

HAL : 5 dari 5

Catatan :
Faktor-faktor yang dapt mempengaruhi stabilitas antara lain :
b. Terjadi kontaminasi oleh kuman dan bahan kimia
c. Terjadi metabolisme oleh sel-sel hidup pada spesimen
d. Terjadi penguapan
e. Pengaruh suhu
f. Terkena paparan sinar matahari.
Beberapa spesimen yang tidak langsung diperiksa dapat disimpan dengan
memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa. Persyratan penyimpanan
beberapa

spesimen

memperhatikan

jenis

untuk

beberapa

spesimen,

stabilitasnya seperti tabel diatas .

pemeriksaan

antikoagulan/pengawet

laboratorium
dan

wadah

harus
serta

Mengetahui,
Disusun oleh,
Analis Laboratorium

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


NIP. 19810908 2010 01 1 022

Disetujui oleh,
Kepala Puskesmas Nusa Penida I

dr. I Ketut Rai Sutapa,


S.Ked
NIP. 19790401
200604 1 012

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )
PELAYANAN
Puskesmas
Nusa Penida I

1.

PENGAMBILAN DAN
PENANGANAN SPESIMEN
DI RUANG SAMPLING

Tujuan dan Ruang Lingkup :

No. Dokumen

50 /LAB/2015

NO. REVISI

00

TGL. BERLAKU

01 JULI 2015

HALAMAN

1 dari 2

Prosedur tetap ini dipakai sebagai pedoman baku dalam pengambilan dan
penanganan spesimen kimia dan patologi klinik yang diambil Laboratorium
Puskesmas

Nusa Penida I, sebelum spesimen didistribusikan ke masing-masing

ruangan analis.
2.

Tanggung Jawab :
Prosedur ini di bawah tanggung jawab penanggung jawab

Laboratorium

Puskesmas Nusa Penida I.


3.
3.1.
3.2.
3.3.
4.

Rujukan
Standar Pelayanan Laboratorium th. 1997.
Pedoman Pelaksanaan Pernantapan mutu Internal th. 1997.
Good Laboratory Practice ( GLP ) th. 1999.
Pengertian/definisi :
4.1.

Sampling adalah pengambilan spesimen baik yang berasal dari tubuh


manusia maupun di luar tubuh manusia.

4.2.

Spesimen

atau

sampel

adalah

bahan

petugas

yang

yang

akan

dilakukan

analisalpemeriksaan.
4.3.

Petugas

sampling

adalah

bertanggung

jawab

atas

pengambilan, penanganan dan distribusi spesimen.


4.4.

Petugas ruangan adalah petugas yang bertanggung jawab atas penerimaan


dan pemeriksaan/analisa spesimen di ruang analisa.

5.

Dokumentasi :
Dokumen yang berkaitan dengan prosedur ini adalah :
5.1
5.2

SPO pengambilan darah kapiler.


SPO pengambilan darah vena

NO. DOK : 49 /LAB/2015

6.

PENGAMBILAN DAN
PENANGANAN SPESIMEN DI
RUANG SAMPLING

HAL : 2 dari 2

Prosedur Kerja
6.1.

Setelah pasien mendaftar diloket, formulir pemeriksaan diserahkan ke


petugas sampling oleh petugas loket.

6.2.

Setelah petugas sampling memeriksa formulir dan cocok, kemudian


memanggil pasien.

Bila tidak cocok formulir dikembalikan ke petugas

loket.
6.3.

Setelah pasien dipanggil, identitas pasien dicocokkan dengan formulir, bila


tidak cocok dikembalikan ke petugas loket.

6.4.

Bila

sudah

cocok,

petugas

sampling

melakukan

persiapan

untuk

pengambilan spesimen.
6.5.

Bila pasien sudah siap, dilakukan pengambilan spesimen.

6.6.

Bila sudah mendapatkan spesimen segera dilakukan penampungan dan


pengolahan bila perlu.

6.7.

Dilakukan cek untuk mencocokkan jumlah dan jenis spesimen dengan


formulir.

6.8.

Distribusi keruangan analisa/pemeriksaan.

Mengetahui,
Disusun oleh,
Analis Laboratorium

Disetujui oleh,
Kepala Puskesmas Nusa Penida I

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


NIP. 19810908 2010 01 1 022

dr. I Ketut Rai Sutapa,


S.Ked
NIP. 19790401
200604 1 012

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

ALUR PENGAMBILAN DAN PENANGANAN SPESIMEN


DI RUANG SAMPLING

Penyerahan formulir pemeriksaan


Petugas Loket

CEK

TIDAK
Petugas Sampling

YA
Pemanggilan pasien dan
mencocokkan

Petugas Sampling

Identitas pasien
TIDAK

Petugas Sampling

CEK

Persiapan alat, wadah dan labelisasi


YA

Petugas Sampling

Pengambilan specimen
Penampungan spesimen

Petugas Sampling
CEK
TIDAK
Petugas Sampling
YA
Petugas Sampling

Penanganan dan pengolahan spesimen

TIDAK

CEK

Petugas Sampling
YA
Distribusi specimen ke ruangan Analisa
Sampling

Petugas

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )
PELAYANAN
Puskesmas
Nusa Penida I

No. Dokumen

PENGAMBILAN DAN
PENANGANAN SPESIMEN
DI LABORATORIUM

1.

50 /LAB/2015

NO. REVISI

00

TGL. BERLAKU

01 JULI 2015

HALAMAN

1 dari 2

Tujuan dan Ruang Lingkup :

Prosedur tetap ini dipakai sebagai pedoman baku dalam pengambilan dan
penanganan spesimen kimia dan patologi klinik yang diambil Laboratorium
Puskesmas Nusa Penida I , sebelum spesimen didistribusikan ke masing - masing
ruangan analis.
2.

Tanggung Jawab :
Prosedur ini di bawah tanggung jawab penanggung jawab

Laboratorium

Puskesmas Nusa Penida I.


3.

Rujukan :

3.1. Standar Pelayanan Laboratorium th. 1997.


3.2. Pedoman Pelaksanaan Pemantapan mutu Internal th. 1997.
3.3. Good Laboratory Practice ( GLP ) th. 1999.
4.

Pengertian / definisi :
4.1. Sampling adalah pengambilan spesimen baik yang berasal dari tubuh
manusia maupun di luar tubuh manusia.
4.2. Spesimen

atau

sampel

adalah

bahan

yang

akan

dilakukan

analisa

pemeriksaan.
4.3. Petugas

sampling

adalah

pengambilan, penanganan

petugas

yang

bertanggung

jawab

atas

dan distribusi spesimen.

4.4. Petugas ruangan adalah petugas yang bertanggung jawab atas penerimaan
dan pemeriksaan/analisa spesimen di ruang analisa.
5.

Dokumentasi
Dokumen yang berkaitan dengan prosedur ini adalah :
5.1. Instruksi kerja pengambilan darah kapiler.
5.2. Instruksi kerja pengambilan darah vena.

NO. DOK : 50 /LAB/2015

6.

PENGAMBILAN DAN
PENANGANAN SPESIMEN DI
LABORATORIUM

HAL : 2 dari 2

Prosedur Kerja :
6.1 Spesimen dari ruang sampling diterima oleh analis laboratorium, diperiksa
apakah layak periksa kalau tidak dikemablikan ke ruang sampling untuk
dilakukan sampling ulang, kalau memenuhi syarat maka dilanjutkan
dengan pengolahan specimen
6.2 Kepala ruangan laboratorium memeriksa apakah specimen memenuhi
syarat atau tidak kalau tidak dikembalikan ke ruang sampling kalau ya
specimen bisa dianalisa dengan kontrol.
6.3 Oleh analis specimen tersebut dianalisa kemudian hasil analisa diperiksa
oleh kepala ruangan laboratorium kalau analisa benar maka hasil bisa
dibuatkan kalau tidak periksa kembali konsep hasil analisa specimen.
6.4 Hasil bisa diserahkan ke bagian administrasi.

Mengetahui,
Disusun oleh,
Analis Laboratorium

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


NIP. 19810908 2010 01 1 022

Disetujui oleh,
Kepala Puskesmas Nusa Penida I

dr. I Ketut Rai Sutapa,


S.Ked
NIP. 19790401
200604 1 012

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

ALUR PENGAMBIL DAN PENANGANAN SPESIMEN


DI RUANG LABORATORIUM

Spesimen dari ruang sampling


Petugas Sampling

Ruangan

Penerimaan specimen di ruang


Analisa

Petugas

CEK

TIDAK

Petugas
Sampling
Pengolahan specimen
YA
(untuk pemeriksaan tertentu)

CEK

Analis Lab

TIDAK
Analis Lab
YA
Analisa specimen dengan
kontrol
Analis Lab

Konsep hasil analisa


spesimen
CEK

TIDAK
Hasil analisa spesimen
Analis Lab
YA
CEK
Analis Lab

Loket / Administrasi
TIDAK
Analis Lab
YA

Petugas Loket

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG


DINAS KESEHATAN
UPT. PUSKESMAS NUSA PENIDA I
Banjar Sampalan Desa Batununggul Kecamatan Nusa
Pendida.

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
( SPO )
PELAYANAN
Puskesmas
Nusa Penida I

No. Dokumen

ALUR
PENERIMAAN DAN
PEMERIKSAAN SPESIMEN
LABORATORIUM
DI PUSKESMAS NUSA
PENIDA I

60/LAB/2015

NO. REVISI

00

TGL. BERLAKU

01 JULI 2015

HALAMAN

1 dari 2

1. Tujuan dan Ruang Lingkup :


Prosedur tetap ini dipakai sebagai pedoman baku dalam pengambilan dan
penanganan spesimen kimia dan patologi klinik yang diambil Laboratorium
Puskesmas

Nusa Penida I, sebelum spesimen didistribusikan ke masing-masing

ruangan analis.
2. Tanggung Jawab :
Prosedur ini di bawah tanggung jawab penanggung jawab

Laboratorium

Puskesmas Nusa Penida I.


3. Rujukan
3.1.
Standar Pelayanan Laboratorium th. 1997.
3.2.
Pedoman Pelaksanaan Pernantapan mutu Internal th. 1997.
3.3.
Good Laboratory Practice ( GLP ) th. 1999.
4. Pengertian/definisi :
4.1.

Sampling adalah pengambilan spesimen baik yang berasal dari tubuh


manusia maupun di luar tubuh manusia.
4.2.

Spesimen

atau

sampel

adalah

bahan

yang

akan

dilakukan

analisa

pemeriksaan.
4.3.

Petugas

sampling

adalah

petugas

yang

bertanggung

pengambilan, penanganan dan distribusi spesimen.

jawab

atas

4.4.

Petugas ruangan adalah petugas yang bertanggung jawab atas penerimaan


dan pemeriksaan /analisa spesimen di ruang analisa.

5. Dokumentasi :
Dokumen yang berkaitan dengan prosedur ini adalah :
5.3
5.4

SPO Penanganan Sampel di Ruang Sampling


SPO Penanganan Sampel di Laboratorium

NO. DOK : 60
/LAB/2015

6.

ALUR PENERIMAAN DAN PEMERIKSAAN


SPESIMEN LABORATORIUM DI PUSKESMAS
NUSA PENIDA I

HAL : 2 dari 2

Prosedur Kerja

6.1.

Setelah

pasien

mendaftar

diloket,

pasien

akan

di

berikan

formulir

pemeriksaan sesuai dengan pemeriksaan yang diminta, kemudian di bawa ke poli


klinik atau unit gawat darurat (UGD)
6.2.

Setelah pemeriksaan dari poli atau unit gawat darurat pasien akan di
berikan formulir permintaan pemeriksaan laboratorium yang di serahkan ke
ruang sampling.

6.3.

Petugas

Sampling

pemeriksaan

yang

akan

mencocokan

diminta,jika

tidak

identitas,tanggungan
cocok

petugas

dan

jenis

sampling

akan

mengkonfirmasi atau mengembalikan ke unit pengirim.


6.4.

Bila

sudah

cocok,

petugas

sampling

melakukan

persiapan

untuk

pengambilan spesimen.
6.5.

Bila pasien sudah siap, dilakukan pengambilan spesimen.

6.6.

Bila sudah mendapatkan spesimen segera dilakukan penampungan dan


pengolahan bila perlu.

6.7.

Dilakukan cek untuk mencocokkan jumlah dan jenis spesimen dengan


formulir.

6.8.

Distribusi keruangan analisa/pemeriksaan.

6.9.

Setelah hasil selesai petugas laboratorium akan mengecek kembali hasil


dan persyaratan lainya.

6.10. Bila sudah hasil akan diserahkan kembali ke pasien, dan oleh pasien di bawa
kembali untuk dikonsultasikan ke unit pengirim.

Mengetahui,
Disusun oleh,
Analis Laboratorium

Disetujui oleh,
Kepala Puskesmas Nusa Penida I

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


NIP. 19810908 2010 01 1 022

dr. I Ketut Rai Sutapa,


S.Ked
NIP. 19790401
200604 1 012