Anda di halaman 1dari 4

PENGAMBILAN DARAH KAPILER

( KAPILER PUNCTIE )

SOP

No. Dokumen
No. Revisi
Tgl. Terbit
Halaman

UPT.

: 02/SOP/Lab-NPI/2016
: 01
: 01 April 2016
: 1- 3
Kepala UPT
Puskesmas Nusa Penida I

PUSKESMAS
NUSA PENIDA I

dr. I Ketut Rai Sutapa


NIP. 19790401 200604 1 012

1. Pengertian

Cara pengambilan darah pada kapiler. Pada orang dewasa biasanya


pada ujung jari manis atau jari tengah di bagian tepi, sebab di daerah
tersebut

banyak

pembuluh

kapilernya

dan

kurang

sensitif.

Sedangkan pada bayi dan anak kecil dapat dilakukan di bagian tumit
atau ibu jari kaki dibagian pinggir.
2. Tujuan
3. Kebijakan

Untuk mendapatkan darah kapiler dengan cara punksi


1. SK Kepala Puskesmas Nusa Penida I No. 133 Tahun 2016
Tentang Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur unit
Laboratorium UPT. Puskesmas Nusa Penida I
2. SK Kepala Puskesmas Nusa Penida I No. 38 Tahun 2015
Tentang Pelayanan Laboratorium dan Jenis Pemeriksaan
Laboratorium UPT. Puskesmas Nusa Penida I

4. Referensi

1. Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Departemen


Kesehatan RI, Th. 1991
2. Pedoman Penyelenggaraan Praktek Laboratorium, Pus Lab Kes
Dep.Kes RI, Jakarta Tahun 1999.

5. Prosedur

1. DARAH KAPILER
1/3

a. Lokasi :
1. Pada orang dewasa biasanya diambil pada ujung jari manis
atau jari tengah bagian tepi, sebab di daerah tersebut
banyak pembuluh darah kapilernya dan kurang sensitive.
2. Pada bayi dan anak kecil dapat diambil pada bagian tumit
atau ibu jari kaki dibagian pinggir.

b. Cara :
1. Bersihkan ujung jari pasien dengan kapas alkohol 70%
biarkan kering sendiri
2. Peganglah bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak
dan tekan sedikit ,
3. Tusuk dengan lancet steril sedalam 3 mm ( pada bayi
tidak boleh lebih 2,5 mm). Darah harus keluar dengan
sendiri tanpa harus diperas.
4. Teteskan darah pertama di hapus dengan kapas kering dan
tetesan

berikutnya

dapat

dipergunakan

untuk

pemeriksaan pemeriksaan.
5. Dipergunakan kapas kering agar lubang bekas lancet tidak
cepat menutup lagi dan darah keluar tidak melebar.

c. Kesalahan kesalahan yang dapat ditemukan :


1. Mengambil darah dari Tempat yang mengalami gangguan
peredaran darah. Seperti penyempitan pembuluh darah,
pelebaran pembuluh darah
2. Tusukkan kurang dalam sehingga darah diperas keluar
3. Kulit yang ditusuk masih basah oleh alcohol sehingga
darah tersebut bukan saja diencerkan tetapi juga darah
akan keluar melebar diatas kuluit sehingga sukar di hisap.
4. Tetesan darah pertama untuk pemeriksaan
2/3

5. Terjadi bekuan dalam tetesan darah kapiler karena terlalu


lambat kerja.

6. Diagram/
Bagan Alir

Persiapan
Alat dan
Pasien

Tentukan
lokasi
penusukan,
pilih yang
tidak
mengalami

Lakukan
Penusukkan
dengan
lancet
pada
lokasi pembeluh kapiler
tadi.
Darah selanjutx dapat
dipergunakan
sebagai
sampel
pemeriksaan,
darah tidak boleh di
peras.

Desinfektan
lokasi
penusukan
dengan alkohol
70 %

Biarkan darah
pertama keluar dan
hapus dengan kapas
kering.
Tutup dengan kapas
kering pada daerah
penusukan agar tidak
terjadi pelebaran
pembuluh darah

Segera lakukan penanganan


pada sampel darah untuk
dilakukan pemeriksaan.

3/3

7. Unit Terkait

1.
2.
3.
4.

Laboratorium
Rawat Jalan
Rawat Inap
UGD

Nengah Mahendra Risanu,Amd.AK


Dibuat oleh

Koordinator Laboratorium
dr. Agus Putu Agung,S.Ked
Koordinator UKP

Disetujui oleh

dr. I Ketut Apriantara,S.Ked


WMM

4/3