Anda di halaman 1dari 3

Taman Nasional Bunaken

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Taman Nasional Bunaken


IUCN Kategori II (Taman Nasional)

Pemandangan Pulau Bunaken dari pulau Manado Tua

Bunaken NP
Letak di Sulawesi
Letak
Kota terdekat
Koordinat
Luas
Didirikan

Sulawesi, Indonesia
Manado
140LU 12439BTKoordinat:
890 km
1991

140LU 12439BT

Pengunjung

ca.35,000[1](tahun 2003-06)

Pihak pengelola Departemen Kehutanan

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman
ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang[2] dan
juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken
merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput laut, terumbu karang
dan ekosistem pantai.[3]
Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km. 97% dari
taman nasional ini merupakan habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan, meliputi
lima pulau: Bunaken, Manado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.
Daftar isi

1 Flora dan fauna

2 Aktivitas manusia

3 Konservasi dan ancaman

4 Referensi

5 Pranala luar

Flora dan fauna


Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya. [3]
Terdapat sekitar 390 spesies terumbu karang di wilayah ini. [2] Spesies alga yang
dapat ditemui di Taman Nasional Bunaken adalah Caulerpa, Halimeda dan Padina,
sementara spesies rumput laut yang banyak ditemui adalah Thalassia hemprichii,
Enhallus acoroides, dan Thalassaodendron ciliatum. Taman Nasional Bunaken juga
memiliki berbagai spesies ikan, mamalia laut, rept il, burung, moluska dan mangrove.[3]

Sekitar 90 spesies ikan tinggal di perairan wilayah ini.


Di daratan, pulau ini kaya akan Arecaceae, sagu, woka, silar dan kelapa. Selain itu, Taman
Nasional Bunaken juga memiliki spesies hewan yang tinggal di daratan, seperti rusa dan kuskus.
Hutan mangrove di taman ini menjadi habitat bagi kepiting, lobster, moluska dan burung laut.[3]

Aktivitas manusia

Nudibranch (Nembrotha cristata) di Taman Nasional Bunaken


Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35.000 jiwa. Kebanyakan dari
mereka bekerja sebagai nelayan atau petani kelapa, ubi jalar, pisang dan rumput laut untuk
diekspor, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai pemandu, pekerja di cottage dan nahkoda
kapal.[4]
Pariwisata di wilayah ini terus dikembangkan. Antara tahun 2003 hingga 2006, jumlah
pengunjung di Taman Nasional Bunaken mencapai 32.000 hingga 39.000 jiwa, dengan 8-10.000
diantaranya merupakan turis asing.[1]

Konservasi dan ancaman


Taman Nasional Bunaken secara resmi didirikan pada tahun 1991 dan merupakan salah satu
taman laut pertama Indonesia. Pada tahun 2005, Indonesia mendaftarkan taman nasional ini
kepada UNESCO untuk dimasukan kedalam Situs Warisan Dunia.[5] Meskipun memiliki status
taman nasional dan mendapat pendanaan yang cukup, taman ini mengalami degradasi kecil
akibat penambangan terumbu karang, kerusakan akibat jangkar, penggunaan bom dan sianida
dalam menangkap ikan, kegiatan menyelam dan sampah.[1] World Wildlife Fund (WWF)
memberikan bantuan konservasi sebagai bagian dari "Sulu Sulawesi Marine Eco-region Action
Plan". Konservasi meliputi patroli, yang berhasil mengurangi penggunaan bom dalam
menangkap ikan.