Anda di halaman 1dari 9

Taman Nasional Komodo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Situs Warisan Dunia UNESCO

Taman Nasional Komodo


Nama sebagaimana tercantum dalam
Daftar Warisan Dunia

Tipe
Kriteria
Nomor identifikasi

Alam
vii, x
609
Kawasan UNESCO
Asia Pasifik
Tahun pengukuhan
1991 (sesi ke-15)
Taman Nasional Komodo
IUCN Kategori II (Taman Nasional)

Naga Komodo di Taman Nasional Komodo

Komodo NP

Letak
Koordinat

Nusa Tenggara Timur, Indonesia


83236LU 1192922BTKoordinat:

83236LU 1192922BT

Luas
Didirikan
Pengunjung
Pihak pengelola
Situs Warisan Dunia

1,733 km,[1]
1980
45.000(tahun 2010)
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia
1991

Taman Nasional Komodo terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara
Barat.
Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar
serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km dan wilayah total adalah
1817 km.
Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana
terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan
Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia.
Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang
dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka.
Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang
pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan
terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini.
Pulau-pulau ini aslinya adalah pulau vulkanis. Jumlah penduduk di wilayah ini kurang lebih
adalah 4.000 jiwa. Pada tahun 1991 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia
UNESCO.
Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara,
dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan
Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa,
dan Table Mountain[2]. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak [3].

Daftar isi

1 Kawasan Taman Nasional Komodo

2 Sejarah Pengelolaan

3 Keanekaragaman Hayati
o 3.1 Potensi Flora
o 3.2 Potensi Fauna
o 3.3 Keanekaragaman Hayati Perairan dan Lahan Basah

4 Potensi Flora

5 Potensi Sumberdaya Perikanan

6 Obyek Daya Tarik Wisata Alam


o 6.1 Loh Liang di Pulau Komodo
o 6.2 Loh Buaya di Pulau Rinca
o 6.3 Pulau Padar

7 Zonasi

8 Galeri

9 Referensi

10 Pranala luar

Kawasan Taman Nasional Komodo


Taman Nasional Komodo berada di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan
Indonesia Timur. Secara administrativ termasuk dalam Wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten
Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini ditetapkan sebagai Taman
Nasional Komodo pada tanggal 6 Maret 1980 dan dinyatakan sebagai Cagar Manusia dan
Biosfer pada tahun 1977 dan juga sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991,
sebagai Simbol Nasional oleh Presiden RI pada tahun 1992, sebagai Kawasan Perlindungan Laut
pada tahun 2000 dan juga sebagai salah satu Taman Nasional Model di Indonesia pada tahun
2006.
Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 ha meliputi wilayah daratan dan lautan dengan
lima pulau utama yakni Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan
juga pulau-pulau kecil lainnya. Kepulauan tersebut dinyatakan sebagai Taman nasional untuk
melindungi Komodo yang terancam punah dan habitatnya serta keanekaragaman hayati di dalam
wilayah tersebut. Taman lautnya dibentuk untuk melindungi biota laut yang sangat beragam yang
terdapat disekitar kepulauan tersebut, termasuk yang terkaya di bumi.
Taman Nasional komodo terletak di kawasan Wallacea Indonesia. Kawasan Wallacea terbentuk
dari pertemuan dua benua yang membentuk deretan unik kepulauan bergunung api, dan terdiri
atas campuran burung serta hewan dari kedua benua Autralia dan Asia. Terdapat 254 spesies
tumbuhan yang berasal dari Asia dan Australia di Taman Nasional Komodo. Selain itu, juga
terdapat 58 jenis binatang dan 128 jenis burung. Perpaduan berbagai vegetasi di Taman Nasional
Komodo memberikan lingkungan yang baik bagi berbagai jenis binatang dalam kawasan ini.

Terdapat empat kampung di dalam Taman Nasional Komodo. Pulau Komodo memiliki satu
kampung yakni kampung Komodo; Pulau Rinca memiliki dua kampung yakni Rinca dan Kerora,
dan Pulau Papagarang memiliki satu kampung yakni kampung Papagaran. Hingga tahun 2010,
masyarakat yang tinggal di dalam kawasan berjumlah 4.251 orang dan sebagian besar
masyarakat bermata pencaharian sebagai Nelayan. Mayoritas masyarakat memeluk agama Islam.

Sejarah Pengelolaan
Satwa Komodo menjadi terkenal di dunia ilmu pengetahuan sejak tahun 1911 ketika Peter
Ouwens, seorang kurator pada Museum Zoologi Bogor, menerima laporan tentang penemuan
satwa ini dari Perwira Pemerintah Hindia Belanda J.K.H. Van Steyn, yang selanjutnya diberi
nama Varanus komodensis Ouwens pada tahun 1912 pada tulisan Pieter Antonie Ouwens yang
berjudul "On a Large Species from The Island of Komodo". Dari penemuan ini muncul
kesadaran dari berbagai pihak untuk menjaga kelestarian satwa ini, hal ini terlihat adanya
beberapa peraturan yang memuat upaya perlindungan Satwa Komodo, yaitu:

SK. Sultan Bima tahun 1915 tentang Perlindungan Komodo (Verordening van het
Sultanat van Bima).

SK Pemerintah Daerah Manggarai tahun 1926 tentang Perlindungan Komodo (Besluit


van het Zelfbestuur van het Landschap Manggarai).

SK Residen Timor tahun 1927 tentang pengesahan SK Pemerintah Daerah Manggarai


pada butir 2 di atas.

Adapun kronologis pembentukan Taman Nasional Komodo adalah sebagai berikut:

Zelfbestuur van Manggarai, verordening No. 32/24 September 1938 tentang


Pembentukan Suaka Margasatwa Pulau Padar, Bagian Barat dan Selatan Pulau Rinca.

Residen van Timor en onder horigheden No. 19/27 Januari 1939 (Pengesahan Peraturan
Daerah pada butir 1)

Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.66/Dep.Keh/1965 tanggal 21 Oktober 1965


tentang Penunjukkan Pulau Komodo sebagai Suaka Margasatwa seluas 31.000 Ha.

Surat Keputusan Gubernur KDH Tk. I Nusa Tenggara Timur No.32 Tahun 1969 tanggal
24 Juni 1969 tentang penunjukkan Pulau Padar, Pulau Rinca dan Daratan Wae
Wuul/Mburak sebagai Hutan Wisata/ Suaka Alam seluas 20.500 Ha.

Surat Keputusan Dirjen Kehutanan No.97/Tap/Dit Bina/1970, tentang Pembentukan


Seksi PPA di Labuan Bajo.

Pengumuman Menteri Petanian tanggal 6 Maret 1980 tentang Pembentukan Taman


Nasional Komodo.

Keputusan Dirjen PHPA No.46/Kpts/VI-Sek/84 tanggal 11 Desember 1984 tentang


Penunjukkan Wilayah Kerja Taman Nasional Komodo.

Keputusan Menteri Kehutanan No.306/Kpts-II/92 tanggal 29 Februari 1992 tentang


Perubahan Fungsi Suaka Margasatwa Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar seluas
40.728 Ha serta Penunjukkan Perairan Laut di sekitarnya seluas 132.572 Ha yang terletak
di Kabupaten Dati II Manggarai Provinsi Dati I Nusa Tenggara Timur menjadi Taman
Nasional dengan nama Taman Nasional Komodo.

Tahun 1992, Komodo ditetapkan oleh Presiden RI sebagai Simbol Satwa Nasional
melalui Keppres No. 4 Tahun 1992 tanggal 9 Januari 1992.

Tahun 1992, Perubahan fungsi Suaka Margasatwa Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau
Padar seluas 40.728 Ha dan Penunjukan Perairan Laut seluas 132.572 Ha menjadi Taman
Nasional Komodo.

Tahun 2000, ditetapkan kawasan pelestarian alam perairan oleh Menteri Kehutanan
dengan luas 132.572 Ha.

Tahun 2006, Taman Nasional Komodo termasuk 21 Taman Nasional Model di Indonesia
sesuai dengan SK Direktur Jenderal PHKA Nomor SK.128/IV-Sek/2006 tentang
Perubahan Keputusan Direktur Jenderal PHKA Nomor SK.69/IV-Set/HO/2006 tentang
penunjukkan 20 (Dua puluh) Taman Nasional sebagai Taman Nasional Model.

Keanekaragaman Hayati
Potensi Flora
Ekosistem Taman Nasional Komodo dipengaruhi oleh iklim yang dihasilkan dari musim
kemarau panjang, suhu udara tinggi dan curah hujan rendah. Disamping itu Taman Nasional
Komodo terletak dalam zonasi transisi antara flora dan fauna Asia dan Australia. Ekosistem
perairannya dipengaruhi oleh dampak El-Nino/La Nina, yang berakibat memanasnya lapisan air
laut di sekitarnya dan sering terjadi arus laut yang kuat. Berikut adalah tipe-tipe vegetasi yang
terdapat di Taman Nasional Komodo ;
Padang Rumput dan Hutan Savana Terdapat Padang Rumput dan Hutan Savana yang luasnya
mencapai kurang lebih 70% dari luas Taman Nasional Komodo. Tumbuh berbagai jenis rumput
di antaranya; Setaria adhaerens, Chloris barbata, Heteropogon contortus, Themeda gigantea
dan Themeda gradiosa yang diselingi oleh pohon lontar (Borassus flobellifer) yang merupakan
tumbuhan khas dari Tempat ini.
Hutan Tropis Musim (di bawah 500 m dpl) Sekitar 25% dari luas kawasan Komodo
meruapakan vegetasi hutan tropis musim dengan jenis tumbuhan, antara lain : kesambi
(Schleichera oleosa), asem (Tamarindus indica), kepuh (Sterculia foetida), dan beberapa jenis
tumbuhan lainnya.

Hutan di atas 500 m dpl pada ketinggian di atas 500 m dpl. Di puncak-puncak bukit,
vegetasinya antara lain; Collophyllum spectobile, Colona kostermansiana, Glycosmis
pentaphylla, Ficus urupaceae, Mischarpus sundaicus, Podocarpus netrifolia, Teminalia
zollingeri, Uvaria ruva, rotan (Callamus sp.), bambu (Bambusa sp.), dan pada tempat yang
cukup teduh biasanya ditemukan lumut yang hidup menempel di bebatuan.

Potensi Fauna
Jenis-jenis Fauna yang terdapat di Taman Nasional Komodo antara lain;
Komodo (Varanus komodoensis) Komodo hidup di beberapa pulau kecil di bagian tenggara
Indonesia. Di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, komodo hanya ditemukan di Pulau
Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang dan Nusa Kode. Komodo tidak ditemukan di tempat lain lagi
di atas bumi ini, selain di tempat tadi.
Saat ini, terdapat 2,793 ekor komodo di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. 1,288 ekor
terdapat di Pulau Komodo, 1,336 ekor di Pulau Rinca, 83 ekor di Gili Motang dan 86 ekor di
Nusa Kode. Sedangkan di Pulau Padar komodo tidak ditemukan lagi. Komodo dapat ditemukan
hampir di semua tempat di Komodo, Rinca, Gili Motang dan Nusa Kode. Mereka dapat
ditemukan di hutan hujan, dalam Savanna dan di Pantai.
Komodo adalah binatang pemakan daging atau karnivora. Komodo yang masih muda memangsa
serangga, cicak dan burung sebagai makanannya. Komodo muda ini sampai berumur dua tahun
menghabiskan sebagian besar waktu mereka di pohon untuk melindungi diri dari serangan
komodo yang lebih besar atau predator lainnya seperti babi hutan. Komodo dewasa memangsa
rusa, babi hutan, kuda, dan kerbau air. Komodo juga memakan bangkai binatang.
Komodo menggunakan lidahnya untuk mencium bau dan dapat mencium bau hingga jarak 5 km.
air liur komodo mengandung banyak bakteri mematikan. Terdapat lebih dari 60 jenis bakteri
yang terdapat di dalam air liur komodo dan paling tidak salah satu di antaranya dapat
menyebabkan keracunan pada darah. Mangsa yang digigit dapat mati dalam waktu sehari sampai
beberapa minggu akibat keracunan dalam darahnya.
Musim kawin komodo terjadi pada bulan Juli - Agustus. Komodo betina dapat menghasilkan
telur lebih dari 30 butir setiap sarang dan akan menetas 6 - 9 bulan kemudian.
Mamalia Antara lain, rusa (Cervus timorensis), anjing hutan (Cuon alpinus), babi hutan (Sus
scrofa), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kuda liar (Equus caballus) dan kerbau liar
(Bubalus bubalis), musang (Paradoxurus hermaphroditus), tikus besar Rinca (Ratus ritjanus),
dan kalong buah (Cynopterus brachyotis dan Pteropsis sp.)
Burung Tercatat terdapat 111 jenis burung, antara lain ; burung gosong (Megapodius reinwardt),
kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), perkutut (Geopelia streptriata), tekukur
(Streptopelia chinensis), pergam hijau (Ducula aenea), Philemon buceroides, burung raja udang
(Halcyon chloris), dan burung kacamata laut (Zosterops chloris).

Reptil
Terdapat 34 jenis Reptil. Disamping reptil Komodo, jenis reptil lainnya, antara lain; ular kobra
(Naja naja), ular russel (Viperia russeli), ular pohon hijau (Trimeresurus albolabris), ular sanca
(Python sp.), ular laut (Laticauda colubrina), kadal (Scinidae, Dibamidae, dan Varanidae), tokek
(Gekko sp.), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas).

Keanekaragaman Hayati Perairan dan Lahan Basah

Potensi Flora
Terdapat di teluk yang terlindungi dari hempasan gelombang. Jenis vegetasinya, antara lain;
Rhizophora sp., Rhizophora mucronata, dan Lumnitzera racemosa merupakan jenis vegetasi
yang dominan. Namun secara umum terdapat pula api-api (Avicennia marina), Bruguiera sp.,
Capparis seplaria, Ceriops tagal, dan Sonneratia alba. Komunitas Mangrove di Taman Nasional
Komodo merupakan penghalang/benteng fisik alami terhadap Erosi Tanah dan akarnya menjadi
tempat pembiakan, berpijah, dan daerah perlindungan bagi ikan, kepiting, udang, dan moluska.

Potensi Sumberdaya Perikanan


Terumbu karang di perairan Taman Nasional Komodo termasuk yang terindah di dunia. Berbagai
bentuk dan warna karang keras dan karang lunak sangat menarik untuk dilihat. Terdapat lebih
dari 1000 jenis ikan, 260 jenis karang dan 70 jenis bunga karang (sponge) dan banyak
Invertebrata lain yang dapat dijumpai di banyak tecorampat di Taman Nasional Komodo.
Acropora spp, Favites sp, Leptoria sp, Fungia sp, Sarcophyton sp dan Xenia sp adalah jenis
karang yang umum dijumpai.
Selain itu dapat dijumpai juga berbagai jenis spesies gorgonians, sea fan, sea pens, anemon
dengan clown fish, Bintang Laut, christmas tree worms, kima (Tridacna sp), lobster,
nudibranchs, dll. Berbagai ikan karang hidup di sini, di antaranya Chaetodon spp, Amychiprion
spp, 8 jenis kereapu dan Napoleon (Chelinus undulatus). Selain itu perairan Taman Nasional
Komodo merupakan jalur Migrasi 5 jenis Paus, 10 jenis Lumba-lumba dan Duyung (Dugong
Dugon).

Obyek Daya Tarik Wisata Alam


Daya tarik utama Taman Nasional Komodo yaitu adanya reptil raksasa purba Biawak Komodo
(Varanus komodoensis), tetapi keaslian dan kekhasan alamnya, khususnya panorama Savana dan
Panorama bawah laut, merupakan daya tarik pendukung yang potensial. Wisata bahari misalnya,
memancing, snorkeling, diving, kano, bersampan. Sedangkan di daratan, potensi wisata alam
yang bisa dilakukan adalah pengamatan satwa, hiking, dan camping. Mengunjungi Taman
Nasional Komodo dan menikmati pemandangan alam yang sangat menawan merupakan
pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.
Objek wisata yang menarik di antaranya;

Loh Liang di Pulau Komodo


Loh Liang merupakan pintu masuk dan daerah wisata utama di Pulau Komodo. Aktivitas yang
dapat dilakukan di Loh Liang antara lain pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan,
pengamatan burung, pendakian (Loh Liang - Gunung Ara), penjelajahan (Loh Liang - Loh
Sebita), Photo hunting, video shooting, Menyelam dan snorkeling di Pantai Merah (Pink beach).
Pantai Merah merupakan pantai dangkal yang indah dengan terumbu karang yang menawan.
Aktivitas yang biasa dilakukan oleh turis yang berkunjung adalah snorkeling, diving dan mandi
matahari.
Loh Sebita merupakan daerah mangrove dan aktivitas yang cukup menarik untuk dilakukan
adalah pengamatan burung serta treking. Di Loh Liang terdapat fasilitas yang tersedia bagi
pengunjung yakni pondok wisata, pusat informasi, cafetaria, dermaga, shelter dan jalan setapak.

Loh Buaya di Pulau Rinca


Loh Buaya merupakan pusat kunjungan wisatawan di Pulau Rinca. Pengunjung dapat
menyaksikan hutan bakau, padang savana serta satwa liar misalnya komodo, rusa timor, kerbau
liar, monyet ekor panjang, kuda liar serta berbagai jenis burung.
Aktivitas yang ditawarkan kepada pengunjung di Loh Buaya antara lain pengamatan satwa liar,
penjelajahan (Loh Buaya - Wae Waso, Loh Buaya - Golo Kode), photo hunting, video shooting,
pengamatan kalong di Pulau Kalong (depan Kampung Rinca) dan pengamatan batu balok di
kampung Rinca.
Fasilitas yang tersedia di Loh Buaya antara lain pondok wisata, cafetaria, shelter dan jalan
setapak.
Di Pulau Kalong, aktivitas yang dapat dilakukan antara lain pengamatan koloni kelelawar dalam
jumlah yang cukup besar. Pengamatan paling menarik dilakukan pada saat sore hari ketika
kelelawar mulai keluar untuk mencari makan.
Dari puncak bukit yang dikenal dengan Golo Kode, pengunjung dapat menyaksikan panorama
dan bentang alam yang cukup fantastik karena keterwakilan berbagai tipe ekosistem dapat
disaksikan dari tempat ini.

Pulau Padar
Padar adalah Pulau kecil yang terletak di antara pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau Padar
memiliki pantai yang sangat indah dan tempat yang sangat baik untuk menyelam dan snorkling.

Zonasi
Tipe-tipe Zonasi di Taman Nasional Komodo;

Zona Inti, zona ini memiliki luas 34.311 Ha dan merupakan zona yang mutlak
dilindungi, di dalamnya tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas
manusia, kecuali yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian

Zona Rimba, zona ini memiliki luas 66.921,08 Ha merupakan zona yang di dalamnya
tidak diperbolehkan adanya aktivitas manusia sebagaimana pada zona inti kecuali
kegiatan wisata alam terbatas.

Zona Perlindungan Bahari, zona ini memiliki luas 36.308 Ha adalah daerah dari garis
pantai sampai 500 m ke arah luar dari garis isodepth 20 m sekeliling bats karang dan
pulau, kecuali pada zona pemanfaatan tradisional bahari. Pada zona ini tidak boleh
dilakukan kegiatan pengambilan hasil laut, seperti halnya pada zona inti kecuali kegiatan
wisata alam terbatas.

Zona Pemanfaatan Wisata Daratan, zona ini memiliki luas 824 Ha dan diperuntukkan
secara intensif hanya bagi wisata alam daratan.

Zona Pemanfatan Wisata Bahari, zona ini memiliki luas 1.584 Ha dan diperuntukkan
secara intensif bagi wisata alam perairan.

Zona Pemanfaatan Tradisional Daratan, zona ini memiliki luas 879 Ha, zona yang
dapat dilakukan kegiatan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar penduduk asli dalam
kawasan dengan izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai TN. Komodo.

Zona Pemanfaatan Tradisional Bahari, zona ini memiliki luas 17.308 Ha, zona yang
dapat dilakukan kegiatan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar penduduk asli dalam
kawasan dengan izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai TN. Komodo. Pada zona
ini dapat dilakukan pengambilan hasil laut dengan alat yang ramah lingkungan (pancing,
bagan, huhate, dan paying).

Zona Khusus Permukiman, zona ini memiliki luas 298 Ha, zona untuk bermukim
hanya bagi penduduk asli dengan peraturan tertentu dari kepala Balai TN. Komodo
bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Zona Khusus Pelagis, zona ini memiliki luas 59.601 hektare. Pada zona ini dapat
dilakukan kegiatan penangkapan ikan dan pengambilan hasil laut lainnya yang tidak
dilindungi dengan alat yang amah lingkungan (pancing, bagan, huhate, dan payang) serta
kegiatan wisata/ rekreasi.