Anda di halaman 1dari 4

ENDOKRINOLOGI ANAK

Pertumbuhan
Pertumbuhan normal
Tujuan Instruksional Umum (TIU):
Mengerti perbedaan perawakan dan pertumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya
Tujuan Perilaku Khusus (TPK):
Mengetahui fase-fase pertumbuhan manusia (C3, P1, A1)
Fase intra uterin
Fetus
Janin
Fase ekstra uterin
Fase bayi
Fase anak
Fase pubertas
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan manusia
Faktor genetik/heredokonstitutional
Faktor gizi
Faktor penyakit
Infeksi kronis
Organ kronis
Faktor hormonal
Intra uterin
Ekstra uterin
Mengetahui alat pembantu pemantauan pertumbuhan
Kurva pertumbuhan
NCHS, Husaeni, Yayah
Definisi
Usia kronologis
Usia tulang
Usia tinggi
Dental age
Catch-up
Catch down
Perawakan normal, pendek, dan tinggi
Pertumbuhan normal dan abnormal
Predicted final height
Potential genetic height
Antropometri
Pengukuran tinggi badan
Pengukuran berat badan
Pengukuran lingkaran kepala
Tinggi duduk/rasio segmen atas-bawah tubuh

Gangguan Pertumbuhan
Perawakan pendek
Tujuan Instruksional Umum
Mengenali dan mengetahui penatalaksanaan perawakan pendek
Tujuan Perilaku Khusus
Menyebutkan definisi perawakan pendek
Menyebutkan klasifikasi dan etiologi perawakan pendek
Varian normal
Patologis
Mengenal beberapa penyebab perawakan pendek
Malnutrisi dan penyakit kronis
Constitutional delay of growth and puberty
Gangguan kromosom
Sindrom Turner
Gangguan hormonal
Mengetahui pemeriksaan-pemeriksaan penunjang diagnostik
Kurva pertumbuhan
Akibat gangguan gizi/penyakit kronis
Akibat gangguan hormonal
Pemeriksaan skrining
Darah tepi, urin, feses rutin, uji Mantoux, LED, elektrolit serum, fungsi
hati/ginjal, analisis gas darah
Pencitraan (kepala, usi tulang, bone survey)
Hormonal (hormon pertumbuhan, tiroid, paratiroid)
Analisis kromosom (sindrom Turner, sindrom-sindrom tertentu)
Mengetahui tatalaksana utama pada pasien
Simtomatik
Hormonal
Mampu meramalkan prognosis pasien
Berdasar prediction of final height
Berdasar potensi tinggi genetik
Berdasar kurva pertumbuhan
Perawakan tinggi
Tujuan Instruksional Umum
Mengenali dan dapat mengelola perawakan tinggi
Tujuan Perilaku Khusus
Menyebutkan definisi perawakan tinggi
Menyebutkan klasifikasi dan etiologi perawakan tinggi
Varian normal
Patologis
Menyebutkan penyebab tersering perawakan tinggi
Menyebutkan masalah yang timbul akibat perawakan tinggi

Mengetahui pemeriksaan-pemeriksaan penunjang diagnostik


Hormonal
Pencitraan
Analisis kromosom (sindrom Klinefelter, Superfemale dll)
Mengetahui tatalaksana pasien
Mampu meramalkan prognosis pasien

Pubertas
Pubertas normal
Tujuan Instruksional Umum
Mengerti tahapan pubertas normal dan kelainan yang terjadi
Tujuan Perilaku Khusus
Pubertas normal
Mengerti definisi pubertas
Mengerti peran pubertas pada siklus tumbuh kembang anak
Mampu mengenali perubahan-perubahan khas pada pubertas
Perubahan hormonal dan sistem reproduksi
Fase adrenarche
Fase gonadarche
Mengetahui ciri-ciri pubertas
Awal pubertas
Menarche dan siklus menstruasi
Mengenal stadium pubertas menurut Marshall & Tanner
Mengetahui alat pembantu pemantauan pubertas
Perubahan fisik
Mengerti hubungan antara perubahan hormonal dengan perubahan berat dan
tinggi badan
Mengetahui perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas
Perubahan berat badan dan tinggi badan
Perubahan organ lainnya

Gangguan Pubertas
Pubertas terlambat
Tujuan Instruksional Umum
Mengenali dan mengetahui penatalaksanaan pubertas terlambat
Tujuan Perilaku Khusus
Mampu menyebutkan definisi pubertas terlambat
Mampu menyebutkan klasifikasi dan etiologi pubertas terlambat
Hipogonadotropik hipogonadism
Hipergonadotropik hipogonadism

Mampu melakukan diagnosis pubertas terlambat


Klinis (anamnesis, pemeriksaan fisis)
Pemeriksaan penunjang
Pencitraan (usia tulang, US, foto kepala)
Hormonal (gonadotropin dan seks steroid)
Kurva pertumbuhan
Analisis kromosom
Mengetahui tatalaksana pada pasien
Medis/Bedah
Psikologis/psikiatri
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis pasien
Pubertas Prekoks
Tujuan Instruksional Umum
Mengenali dan dapat mengelola pubertas prekoks
Tujuan Perilaku Khusus
Mampu menyebutkan definisi pubertas prekoks
Mampu menyebutkan klasifikasi dan etiologi pubertas prekoks
GnRH dependent
GnRH independent
Varian normal
Mampu melakukan diagnosis pubertas prekoks
Klinis (anamnesis, pemeriksaan fisis)
Pemeriksaan penunjang
Pencitraan (usia tulang, US, foto kepala)
Hormonal (gonadotropin & seks steroid)
Kurva pertumbuhan
Analisis kromosom
Mengetahui tatalaksana pasien
Medis/Bedah
Psikologis/psikiatri
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis pasien