Anda di halaman 1dari 4

Coass THT periode 16 mei 2016 s/d 18 juni 2016

Ferina Evangelin / 11 2015 283


1. Fungsi saraf kranial ?
Nama
I
Olfaktorius

Jenis
Sensori

II

Optikus

Sensori

III
IV
V

Okulomotorius
Troklearis
Trigeminus

Motorik
Motorik
Gabungan

VI
VII

Abdusen
Fasialis

Motorik
Gabungan

VII
I

Vestibulokoklearis

Sensori

IX

Glosofaringeal

Gabungan

Vagus

Gabungan

Aksesorius
Hipoglosus

Motorik
Motorik

XI
XII

Fungsi
Menerima rangsang dari hidung dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses
sebagai sensasi bau.
Menerima rangsang dari mata dan
menghantarkannya ke otak untuk diproses
sebagai persepsi visual.
Menggerakkan sebagian besar otot mata.
Menggerakkan beberapa otot mata.
Sensori : Menerima rangsangan dari wajah
untuk diproses di otak sebagai sentuhan.
Motorik: Menggerakkan rahang.
Abduksi mata
Sensorik: Menerima rangsang dari bagian
anterior lidah untuk diproses di otak sebagai
sensasi rasa.
Motorik:Mengendalikan otot wajah untuk
menciptakan ekspresi wajah.
Sensori sistem vestibular : Mengendalikan
keseimbangan.
Sensori koklea : Menerima rangsang untuk
diproses di otak sebagai suara.
Sensori: Menerima rangsang dari bagian
posterior lidah untuk diproses di otak sebagai
sensasi rasa.
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam
Sensori: Menerima rangsang dari organ
dalam.
Motorik: Mengendalikan organ-organ dalam.
Mengendalikan pergerakan kepala.
Mengendalikan pergerakan lidah.

2. Perbedaan OMSK dan OMA ?


Perbedaannya di lama perjalanan sakitnya. Dikatakan OMSK apabila otitis media akut
dengan perforasi membran timpani yang prosesnya sudah lebih dari 2 bulan.
3. Apa itu nyeri alih ?
Nyeri alih merupakan rasa nyeri yang dirasakan di bagian tubuh yang letaknya cukup
jauh dari jaringan yang menyebabkan rasa nyeri. Contohnya, rasa nyeri di dalam dalah
satu organ viseral sering dialihkan ke suatu daerah di permukaan tubuh. Ini terjadi apabila

serabut nyeri viseral terangsang, sinyal nyeri yang berasal dari visera selanjutnya
dijalarkan melalui beberapa neuron yang sama yang menjalarkan sinyal nyeri yang
berasal dari kulit.
4. Perbedaan nyeri tajam dan nyeri tumpul ?
Dikatakan nyeri tajam jika rasa nyeri dapat kita tunjukkan tempat/daerah yang terasa
nyeri tersebut. Sedangkan pada nyeri tumpul kita sulit menerangkan batas bagian nyeri
tersebut, bahkan terkadang hanya terasa pegal, kemeng atau tidak nyaman saja.
5. Bagaimana terjadinya polip ?
Polip adalah pertumbuhan menonjol yang abnormal pada selaput lendir yang
bersifat jinak. Polip nasi atau polip hidung adalah kelainan selaput permukaan hidung
berupa massa lunak yang bertangkai berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih keabuabuan dengan permukaan licin dan agak bening karena mengandung banyak cairan.
Kelainan pada hidung biasanya timbul karena manifestasi dari penyakit yang lain dan
tidak berdiri sendiri, penyakit ini sering dihubungkan dengan astma, rhinitis alergika, dan
sinusitis, di luar negeri sendiri penyakit ini sering dihubungkan dengan seringnya
penggunaan aspirin. Terdapat 3 faktor penting yang berperan di dalam terjadinya polip,
yaitu :
Peradangan lama dan berulang pada selaput permukaan hidung dan sinus
Gangguan keseimbangan Vasomotor
Peningkatan tekanan cairan antar ruang sel dan bengkak selaput permukaan hidung
Dengan adanya faktor alergi dan radang kronis yang berulang-ulang, maka
terjadilah perubahan pada mukosa hidung, perubahan pembuluh darah, dan juga
pembuluh limfe. Keadaan ini akan berkembang terjadinya hambatan balik cairan
interstitial. Cairan yang terkumpul selanjutnya akan menimbulkan semacam bendungan
yang bersifat pasif. Dari keadaan ini, berkembang menjadi pembengkakan di mukosa
hidung. Makin lama proses ini berlangsung, penonjolan mukosa hidung akan bertambah
panjang, sampai pada akhirnya terbentuk tangkai, maka terbentuklah polip. Epitel normal
dari kavum nasi adalah epitel kolumnar bertingkat semu bersilia. Epitel permukaan dari
sinus lebih tipis, memiliki sel goblet dan silia yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan
kavum nasi.
6. Bagaimana mekanisme hidung tersumbat ?
Penyakit ringan merupakan penyebab hidung tersumbat yang paling sering. Yang
dimaksud penyakit ringan disini misalnya, common cold, flu, dan infeksi sinus. Penyakitpenyakit tersebut dapat menyebabkan hidung tersumbat karena menimbulkan peradangan
pada lapisan rongga hidung dan sinus yang merupakan jaringan yang kaya akan
pembuluh darah. Radang akan menyebabkan pembuluh darah melebar dan menimbulkan
pembengkakan sehingga hidung menjadi tersumbat.

7. Apa yang akan terjadi bila sinus tersumbat ?


Sinus memproduksi cairan atau lendir yang berguna untuk membersihkan rongga hidung,
melembabkan lapisan tipis pada hidung dan tenggorokan, membantu resonansi suara,
membantu keseimbangan kepala, meredam perubahan tekanan udara dan kelembaban

udara. Apabila terjadi peradangan dan penyumbatan karena virus, bakteri atau jamur pada
saluran sinus, maka timbulah penyakit sinusitis.
8. Mekanisme bersin, rhinorrhea dan obstruksi nasal ?
Bersin adalah respon tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi
adanya bakteridan kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara
otomatis tubuh akan menolak bakteri itu.Syaraf-syaraf yang terdapat di hidung dan
mata itu sebenarnya saling bertautan, sehingga pada saat kitabersin, maka secara
otomatis mata kita akan terpejam. Hal ini untuk melindungi saluran air mata dan
kapilerdarah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang keluar dari membran
hidung.Pada saat kita bersin, secararefleks maka otot-otot yang ada di muka kita
menegang, dan jantung kita akan berhenti berdenyut. Setelahselesai bersin maka
jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali.Bersin adalah respon
tubuh yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya bakteridan
kelebihan cairan yang masuk ke dalam hidung, sehingga secara otomatis tubuh akan
menolak bakteri tersebut. Bersin juga dapat timbul akibat adanya peradangan
(rhinosinusitis), benda asing, infeksi virus, atau reaksi alergi. Reaksi alergi tersebut
muncul karena paparan terhadap bahan alergen.
Rinorrhea terjadi karena mucus dalam jumlah kecil pada hidung bersifat normal untuk
membersihkan hidung dari partikel-partikel yang ikut masuk melalui respirasi seperti
debu, kotoran, dal lain-lain. Partikel tersebut akan ditangkap oleh mucus yang
dikeluarkan oleh sel goblet dan akan dialirkan oleh silia pada mukosa hidung. Jika
terjadi terjadi gangguan pada mukosa seperti edema mukosa akan menyebabkan
ostium tersumbat karena silia tidak dapat bergerak. Akibatnya terjadi tekanan negatif
di dalam rongga sinus yang menyebabkan terjadinya transudasi, mula-mula serous.
Bila kondisi ini menetap, sekret yang terkumpul merupakan media baik untuk
pertumbuhan bakteri. Sekret jadi purulen
Obstruksi hidung adalah penyumbatan pada bagian hidung yang disebabkan lapisan
membran hidung menjadi bengkak karena proses inflamasi pada hidung. Hal ini juga
dikenal sebagai hidung tersumbat.
9. Gejala dominan rhinitis alergi ?
Gejala yang mendukung diagnosis : rinorea berair, bersin paroksismal, obstruksi nasal,
hidung gatal, dan kunjungtivitis (mata berair, gatal atau bengkak).
10. Telinga tengah steril atau tidak ?
Pada umumnya telinga tengah dan dalam bersifat steril.
11. Bakteri di telinga tengah bila terjadi infeksi ?
- Streptococcus pneumonia (40% pada OMA)
- Haemophilus unfluenza (25-30% pada OMA)
- Streptococcus haemolyticus

Staphylococcus aureus
Streptococcus anhemolytikus
Moraxella cararrhalis (10-20% pada OMA)
Eschericia coli
Proteus vulgaris
Pseudomonas aeruginosa

12. Gambaran merah pada trauma dan OMA ?


Pada umunya sulit dibedakan pada pemeriksaan fisik. Harus di lakukan anamnesis untuk
mengetahui apakah pernah terjadi trauma pada liang telinga atau didapati adanya tandatanda peradangan yang dirasakan pasien.
13. Apa itu granuloma ?
Granuloma adalah istilah tidak tepat yang digunakan terhadap nodul kecil yang
membatasi agregasi sel peradangan mononuklear, atau kumpulan yang menyerupai sel
epiteloid, biasanya dikelilingi oleh lingkaran sel limfosit, seringkali dengan sel raksasa
berinti banyak. Beberapa granuloma berisi eosinofil dan sel plasma, serta banyak
diantaranya mengandung fibrosis. Pembentukan granuloma menunjukan respon
peradangan kronik yang disebabkan oleh berbagai agen yang infeksius maupun yang
noninfeksius.