Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM

MUTU PELAYANAN LABORATORIUM


RSD KOL. ABUNDJANIBANGKO TAHUN 2015
I. PENDAHULUAN
Tahun 2015 adalah tahun yang penuh tantangan bagi Rumah Sakit Daerah
KolonelAbundjaniBangko (RSD Kol. Abundjani), dampak dari globalisasi harus dihadapi
dengan serius untuk mencegah hal yang tidak diharapkan.RSD Kol.Abundjanimakin
dituntut untuk mampu memantapkan semua aspek pelayanannya. Baik itu pelayanan
medis, pelayanan keperawatan dan pendukungnya yang dilaksanakan dengan
memanfaatkan kemampuan dan fasilitas yang ada secara optimal. Dalam rangka
mendukung keberadaan rumah sakit ini sebagai unit sosio ekonomi yang mandiri, dengan
tanpa meninggalkan norma etika yang berlaku serta berdasar ilmu pengetahuan
kedokteran yang sesuai. Maka tuntutan masyarakat pengguna jasa rumahsakit seiring era
globalisasi, harus dapat dijawab secara benar dan terarah.
II. LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan di RSD Kol. Abundjaniagar dapat mencapai tujuan yang
diinginkan, maka paling tidak harus mencakup delapan hal pokok yakni ketersediaan
(available), kewajaran/ketepatan (appropriate), berkesinambungan (continue), dapat
diterima (acceptable), dapat dijangkau (affordable), efisien (efficient), efektivitas
(effectiveness) dan berkualitas (quality). Disadari bahwa untuk dapat menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang bermutu dan terpadu perlu banyak upaya yang harus disusun
secara terarah dan terencana, yang dikenal dengan Program Menjaga Mutu. Karenanya
terkait dengan harapan tersebut, maka Laboratorium RSD Kol. Abundjanimencanangkan
Program Pemantapan Mutu Internal pada tahun 2015, guna memfokuskan peningkatan
mutu pelayanan Laboratorium. Laboratorium

RSD Kol. Abundjaniwajib pula

melaksanakan quality control, quality assurance, dalam setiap aspek pelayanannya.


Selanjutnya diharapkan bahwa dalam pemilihan dan penggunaan alat ukur mutu dapat
saling terkait, karena persepsi dan pendekatan tentang mutu pelayanan di Laboratorium
RSD Kol. Abundjanidilaksanakan secara terpadu, mulai dari tahap pra-analitik, analitik
sampai dengan tahap pascaanalitik yang saling berkaitan dan melibatkan berbagai
institusi pelayanan yang ada di RSD Kol.Abundjani. Dalam laboratorium klinik
pemantapan mutu internal sangat berperan dalam menentukan mutu hasil pemeriksaan
laboratorium. Terutama dalam tahap pra-analitik 70% kesalahan hasil pemeriksaan
laboratorium disebabkan oleh kesalahan yang terjadi pada tahap ini, selanjutnya 30%
pada tahap analitik. Untuk itu perlu adanya evaluasi dalam setiap pelaksanaan program
pemantapan mutu internal dalam upaya menjaga mutu hasil pemeriksaan laboratorium
dalam setiap tahapannya.

III.

TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan dari Program Pemantapan Mutu dalam laboratorium adalah untuk menjamin
keandalan hasil pemeriksaa sampel penderita. Dalam pengertian luas, tujuan proram atau
sistem pemantapan mutu laboratorium adalah untuk memberikan informasi tentang
penderita yang dapat diandalkan. Informasi laboratorium itu tidak hanya berupa hasil
pemeriksaa laboratorium, tetapi juga semua data tentang latar belakang penderita yang
berguna untuk menilai atau menafsirkan hasil secara benar. Data tersebut antara lain
variasi sirkadian dan variasi intra-individua lain, pengaruh obat, dan nilai rujukan. Namun
kebanyakan faktor tersebut diluar kendali laboratorium.
2. Tujuan Kusus
1. Mempertinggi kesiagaan tenaga,sehingga pengeluaran hasil yang salah tidak terjadi
dan perbaikan kesalahan dapat dilakukan segera
2. Memastikan
bahwa
semua

proses

mulai

dari

persiapanpasien,pengambilan,pengiriman,penyimpanan dan pengolahan specimen


sampai dengan pencatatan dan pelaporan telah dilakukan dengan benar
IV.KEGIATAN POKOK
a. Kegiatan PraAnalitik
b. Kegiatan Analitik
c. Kegiatan Post Analitik
V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Penetapan Mutu Internal (PMI)
a. PraAnalitik
1) Edukasi pasien persiapan sebelum pengambilan sample
Sebelum specimen diambil, pasien harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan baik
sesuai dengan persyaratan pengambilan specimen yang telah ditetapkan
2) Evaluasi Pengambilan dan Pengelolahan specimen Specimen harus diambil secara
benar dengan memperhatikan waktu, lokasi, volume, cara, peralatan, wadah, specimen,
koagulasi, dengan persyaratan dan pengambilan yang telah ditentukan.
3) Kalibrasi peralatan Peralatan laboratorium harus secara periodik dilakukan kalibrasi
dan pemeliharaan secara terskedul
4) Suhu Lemari Es (Refrigerator/Freezer)

Secara

berkala

suhu

lemari

Es

(Refrigerator/Freezer) diperiksa,bila ada penyimpangan segera dilaporkan kebagian


elektromedis
5) Uji Kualitas Reagensia
Hal hal yang perlu diperhatikan adalah :
Etiket/Label wadah
Umumnya pada reagen komersial sudah tercantum nama atau kode bahan,tanggal
produksi dan batas kadaluarsa serta no batch reagen tersebut
6) Batas Kadaluarsa
Perhatikan batas kadaluarsanya

Batas kadaluarsa yang tercantum pada kemasan hanya berlaku untuk reagen yang
disimpan pada kondisi baik dan belum dibuka,karena ada beberapa reagen yang telah
dibuka mempunyai kadaluarsa lebih pendek dari yang tertera
7) Keadaan Fisik
Kemasan dalam keadaan utuh,isi tidak mengeras dan tidak ada perubahan warna
8) Penyimpanan
Penyimpanan reagen harus disesuaikan dengan ketentuan petunjuk penyimpanan
reagensia yang ada di setiap kit reagensia
9) Uji kualitas media
Uji kualitas reagen hal hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. memperhatikan secara visual yaitu memperhatikan warna,kekeruhan,dan lain lain
b. Uji sterilitas merupakan suatu keharusan terutama pada media yang diperkaya
dengan bahan bahan tertentu
b. Analitik
1) Uji kualitas Antigen - Antisera
Hal hal yang harus diperhatikan dalam pengunaan antigen-antisera
Penggunaan harus mengikuti petunjuk pabrik
Setiap akan digunakan ,antigen atau antibody dalam botol harus dikocok dahulu
dan disesuaikan suhunya dengan suhu kamar
Simpan pada suhu yang dianjurkan
Penyimpanan sesuai petunjuk dibekukan /tidak dibekukan
2) Uji Ketelitian Uji Ketepatan
Nilai presisi
Presisi dinyatakan dalam nilai Koefisien variasi (% KV atau % CV) yang dihitung
dengan rumus berikut :
KV (%) = SD x 100
X
SD = Standar Deviasi (simpangan baku )
X = Rata rata hasil pemeriksaan berulang
Presisi (ketelitian) sering dinyatakan juga sebagai impresisi (ketidak telitian )
Semakinkecil nilai KV (%) semakin teliti system/metode tersebut dan sebaliknya
Nilai Akurasi
Akurasi (Ketepatan ) atau inakurasi (ketidak tepatan ) dipakai untuk menilai adanya
kesalahan acak atau sistemik atau keduanya (total),Nilai akurasi menunjukan
kedekataan hasil terhadap nilai yang sebenarnya yang telah ditentukan dengan metode
standar
3) Melakukan uji sensifitas klinis dan Sensitivitas analitik
Sensivitas Klinis :

Positif sejati

Positif sejati + Negatif palsu X100 %


Sensivitas analitik:
Batas terendah dari suatu analit yang dapat dideteksi oleh suatu metode pemeriksaan
dengan sensitivitas tinggi sangat disyaratkan pada pemeriksaan untuk tujuan skrining
4) Melakukan uji spesifitas dan spesifitas analitik
Spesifitas klinik :
Negatif sejati
.
Negatif sejati +Positif palsu X100 %

Spesifitas analitik :
Kemampuan dan akurasi suatu metode untuk memeriksa suatu analit tanpa
dipengaruhi zat- zat yang lain
c. Post Analitik
1. Pembacaan hasil pemeriksaan meliputi : perhitungan,pengukuran,dan penilaian
harus benar dan teliti
2. Pengetikan hasil ke computer melalui LIS (sehigga salah ketik kemungkinan kecil)
3. Pelaporan Hasil tidak salah transkip,form hasil bersih dan tulisan jelas.
2. Penetapan Mutu Eksternal (PME)
Mengikuti kegiatan PME tingkat nasional yang telah diselanggarakan oleh Pemerintah
adalah :
1. Program Nasional Pemantapan Kualitas Laboratorium Kesehatan Di bidang Kimia
Klinik peniliain dilakukan dengan menggunakan perhitungan VIS (Varian Index
Score ) yaitu antara0 400 .Makin kecil nilai VIS yang diperoleh makin baik
tampilan hasil laboratorium tersebut.
2. Program Nasional Pemantapan Kualitas Laboratorium Kesehatan Di bidang
Hematologi.peniliain dilakukan dengan menggunakan perhitungan ID (Index
Deviasi ) dengan nilai 0 ->3. Makin kecil nilai ID yang diperoleh makin baik
tampilan hasil laboratorium tersebut.
3. Pemantapan Mutu eksternal dibidang Imunologi, meliputi pemeriksaan, Widal,
VDRL, Hbs Ag,serta HIV
4. Pemantapan mutu eksternal urinalisis (PME-U),Penilaian di lakukan dengan
mengunakan sistim scoring dengan 0-4,Maka tinggi nilai yang didapat makin baik
penampilan laboratorium tersebut
VI. SASARAN
1. 100% pasien memahami persiapan sebelum diambil sample
2. 100 % sample yang diterima sesuai persyaratan yang ditetapkan
3. 100 % bahan yang diterima sudah dilengkapi identitas pasien (minimal nama dan no
RM)
4. 100 % peralatan terkalibrasi
5. Air memenuhi batas syarat air bersih
6. 100 % reagensia memenuhi syarat
7. 98 % suhu dalam batas yang ditentukan
8. 80 % hasil PME dengan criteria BAIK
9. 80 % Hasil Indikaor mutu < batas yg ditentukan
10. 80 % pasien puas terhadap pelayanan laboratorium
11. 100 % hasil tercatat sesuai SOP
12. 100 % arsip hasil tersimpan sesuai SOP
13. 80 % pasien puas terhadap pelayanan laboratorium

VII. PENJADWALAN
JENIS
KEGIATAN

BULAN

SASARAN

PENANGGUN
G JAWAB

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

11

12

Edukasi
ke
pasien tentang
persiapan
pasien
sebelumpemeri
ksaan darah
Evaluasikelaya
kan
bahan
pemeriksaan
laboratorium
padasaat
penerimaan
bahan

Instalasi
laboratorium

100%
pasien
memahami
persiapan
sebelum
diambilsampel

Instalasi
laboratorium

100 % sample
yang
diterima
sesuai
persyaratan yang
ditetapkan

Evaluasi
penerapan
pemberian
identitas
pasien
Melaksanakan
kalibrasi
peralatan
secara berkala
Uji
Kualitas
Reagensia
Pengujian Air
bersih
dilaboratorium
Evaluasi
Reagensia
Evaluasi Suhu
Lemari Es

Instalasi
laboratorium

100 % bahan
yang
diterima
sudah dilengkapi
identitas pasien

Elektromedik

100 % peralatan
terkalibrasi

Intern
Laboratorium
Kesehatan
lingkungan

Melaksanaka
PME
Evaluasi
Indikator mutu

Instalasi
laboratorium
Instalasi
laboratorium

100% hasil uji <


2 SD
Air
memenuhi
batas syarat air
bersih
100 % reagensia
memenuhi syarat
100 %
suhu
dalam batas yang
ditentukan
80 % hasil BAIK

Evaluasi
terhadap
seluruh
pelayanan
laboratorium
melalui
evaluasi
kuesioner

Instalasi
laboratorium

Intern
Laboratorium
Instalasi
laboratorium

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

80
% Hasil
Indikator mutu
<batas
yg
ditentukan
80 % pasien puas
terhadap
pelayanan
laboratorium

Pengawasan dan pengendalian dilakukan setiap satu bulan sekali dan 6 bulan sekali
diketahui Ka.Insatalsi Laboratorium dan 1 tahun sekali dalam bentuk laporan tertulis
kepada Kepala Rumah Sakit
IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
1. Melaksanakan evaluasi kegiatan PMI dalam bentuk laporan kepada Ka.Instalasi
Laboratorium
2. Melakukan evaluasi dan tindak lanjut koordinasi internal dengan kesehatan lingkungan
dan elektromedis
3. Melakukan evaluasi dan tindak lanjut koordinasi eksternal dengan pihak luar vendor
alat

X. PENUTUP
Untuk dapat mencapai dan mempertahankan pelayanan laboratorium yang bermutu,
dalam rangka menghadapi globalisasi, perkembangan IPTEK serta tuntutan masyarakat
yang

semakin

maju,

maka

mutlak

diperlukan

pemantapan

mutu

berkesinambungan dan evaluasi secara terus menerus

Ditetapkan di : Bangko
Pada tanggal : 1Maret 2016
Laboratorium
KepalaRuangan,

ARMAINA, S.Si

secara