Anda di halaman 1dari 24

CHAPTER 6

Gangguan Perilaku dan Gangguan Belajar Pada


Penyandang Disabilitas
PENDAHULUAN
Perilaku diartikan sebagai sikap atau perlakuan yang ditunjukkan kepada orang lain. Hal
ini didasarkan pada premis yang menyatakan bahwa seluruh tindakan manusia dapat
dianalisis melalui stimulus dan respons, serta bahwa kemampuan untuk memperkirakan
tindakan ini didasarkan oleh studi mendalam mengenai sikap dan perilaku. Perilaku
dapat ditunjukkan secara jelas dan nyata; seperti berbicara, atau lebih samar seperti
berkedip; dapat bersifat verbal (berkomunikasi dengan kata, seperti berbicara di
telepon) atau non-verbal (gestur dan gerak badan seperti pantomim). Studi perubahan
perilaku dan emosi merupakan bidang psikiatri dan psikologis klinis. Pada bab ini kami
akan memperlihatkan pandangan luas mengenai bidang penting ini dan pengaruhnya
terhadap perjalanan atau rehabilitasi seseorang.
PENGOBATAN PERILAKU
Bidang ini merupakan bidang sub khusus kesehatan mengenai interaksi beberapa faktor
psikologi dengan intervensi medis. Terdapat dua jenis perilaku, yaitu:
PERILAKU RESPONDEN
Perilaku ini merupakan perilaku yang ditunjukkan secara alami dan dikontrol oleh otot
polos dan kelenjar secara involunter. Perilaku ini tidak disadari dan bersifat naluriah,
misalnya ketika seseorang dikejar anjing, maka denyut nadinya akan menjadi semakin
cepat, adrenalin dipompakan kedalam sistem tubuhnya, dan bulu kuduknya berdiri; ini
merupakan tampilan tipikal dari respons fright and flight(takut dan lari) dalam
menghadapi situasi mengancam. Tidak ada waktu untuk berpikir, memtuskan, dan
bereaksi.
PERILAKU OPERAN
Perilaku operan merupakan perilaku voluntary yang didasarkan oleh stimulasi
sebelumnya. Keramahan yang ditunjukkan kepada tamu, marah dan kekesalan yang
ditujukan kepada seseorang yang telah menyakiti Anda merupakan respons operan
terhadap stimulus yang telah ada sebelumnya.
Kekuatan respons dipengaruhi oleh konsekuensinya. Jika konsekuensinya
positif, maka frekuensinya akan meningkat, dan sebaliknya. Jika seseorang harus
memberikan yang terbaik dalam ujian, konsekuensi positif dalam mendapatkan
penghargaan/medali akan membuat seseorang lebih semangat belajar. Di sisi lain,
1

ketakutan untuk ditangkap oleh polisi akan menurunkan insiden pelanggaran lalu lintas;
mengemudi dengan hati-hati merupakan respons operan terhadap konsekuensi negatif
ini.
Pada beberapa keadaan disabilitas, penyesuaian telah dimulai sejak lahir, seperti
anomali kongenital. Pada beberapa keadaan lainnya ditemukan kemudian. Cara
menghadapi disabilitas merupakan fungsi repertoar bagi penyandang disabilitas dan
respons lingkungan terhadapnya.
Repertoar perilaku merupakan fungsi kompleks dari predisposisi biologi,
stimulus lingkungan, serta proses belajar. Penyandang disabilitas banyak menjadi
aversif akibat disabilitas mereka. Nyeri akibat reumatoid artritis, bahkan hanya dengan,
kesulitan dalam melakukan aktivitas harian dasar seperti buang air kecil pada penderita
paraplegia, dapat menyebabkan perubahan negatif pada perilaku.
Disabilitas dianggap sebagai hukuman, kehendak Tuhan bagi beberapa orang,
yang akan menolak untuk kooperatif dengan segala usaha untuk mengubah situasi
tersebut. Seringkali sikap negatif tersebut dapat bergabung untuk kemudian
menghasilkan bencana emosional yang luar biasa. Orang dengan disabilitas seringkali
untuk kabur, memiliki perilaku menghindar, dan psikosis depresif.
Terkadang program rehabilitasi dapat dianggap sebagai hukuman. Tim
rehabilitasi harus menghadapi makian verbal dan tidak kooperatifnya pasien. Jika
perilaku untuk lebih kooperatif dalam rehabilitasi diperkuat oleh keluarga dan tim
pasien, perbaikan yang didapat akan erlipat ganda.
Masalah perilaku dapat berasal dari penyebab organik dan inorganik.
Penyebab organik berarti bahwa masalah yang ada mungkin berhubungan dengan
adanya patologi dalam otak.. Contoh keadaan ini adalah demensia, cedera kepala,
cerebral palsy, epilepsi, dan stroke. Namun penyandang disabilitas dapat mengalami
perubahan perilaku tanpa lesi neurologi apapun; seperti amputasi, paraplegi (Gambar
6.1).
FAKTOR PRIMER
Perubahan struktur di
otak

Gangguan kognitif

FAKTOR SEKUNDER
Gangguan fungsional
atau metabolik pada
otak

Penyakit

Depresi akibat inaktivitas


Pengabaian dari lingkungan
sosial

Manifestasi perilaku

Faktor personal
Faktor lingkungan

Gambar 6.1 Faktor primer dan sekunder dalam penyakit jiwa


MASALAH PSIKIATRI PADA PENYANDANG DISABILITAS
Psikosis
Psikosis merupakan kelompok besar penyakit mental, yang terdiri dari:

Psikosis organik: Jenis ini merupakan psikosis yang ditandai oleh atau
berhubungan dengan adanya gangguan fungsi jaringan otak. Pasien menunjukkan

gangguan kesadaran, memori, inteligensia, dan orientasi.


Psikosis fungsional: Jenis ini merupakan kelompok penyakit mental dimana
terdapat adanya gejala psikosis meski tidak ditemukan adanya kerusakan jaringan
otak.

Neurosis
Neurosis merupakan kelompok penyakit mental dimana gejala pasien tidak
mempengaruhi kemampuan daya tilik dan daya putusannya; mereka memiliki orientasi
baik terhadap sekitar dan gangguan mentalnya lebih ringan dibandingkan psikosis.
Dapat disimpulkan bahwa kelompok pasien ini mengalami masalah minor.

Neurosis ansietas: Reaksi ansietas merupakan keadaan kekhawatiran kronis


dengan gejala episode akut ansietas yang berulang. Banyak orang merasa cemas
sebelum ujian atau wawancara namun ketika ia menjadi hiperaktif, denyut nadinya
menjadi cepat, tekanan darahnya naik, atau tidurnya terganggu, serta tidak dapat
berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang diberikan. Jika demikian, ia mungkin saja

mengalami neurosis ansietas.


Neurosis fobia: Gangguan ketakutan yang tidak dapat dijelaskan dan tidak masuk
akal mengenai objek hidup atau mati dikenal sebagai fobia. beberapa orang takut
terhadap ruang sempit (klaustrofobia); sementara yang lainnya tidak berani

menghadapi laba-laba (arachnophobia) atau takut akan ketinggian (vertigo).


Neurosis obsesif-kompulsif: Obsesi merupakan timbulnya ide yang tidak lazim
secara berulang dan persisten. Pada umumnya, ide yang timbul adalah seputar seks,
kebersihan, atau agama. Beberapa orang terobsesi untuk memulai kerja pada waktu
3

yang tidak lazim, ada pula yang terobsesi terhadap kebersihan dan bahkan tidak
masalah untuk mandi 12 kali sehari. Mereka seringkali sedih dan merasa bersalah
terkait obsesi ini dan berusaha untuk menghilangkannya dari pikiran mereka namun
tidak begitu berhasil. Kompulsi merupakan desakan yang tidak bisa dihentikan
untuk melakukan aktivitas irasional dan tidak bermakna, jika pasien tidak
melakukan kegiatan tersebut, ia akan merasakan rasa tidak nyaman dan tegang.
Kami melihat orang seringkali memeriksa apakah mereka telah membawa kunci,
dompet, atau tiket mereka, atau juga memeriksa apakah kamar mereka telah

terkunci atau belum keadaan ini merupakan gangguan kompulsif.


Reaksi histeria-konversi: Ketika tekanan alam bawah sadar dan alam tidak sadar
bermanifestasi dalam gejala somatik yang menyebabkan penyakit, dikenal sebagai

reaksi konversi.
Depresi reaktif: Jenis depresi ini umumnya timbul pada orang melankolis yang
cenderung gelisah atau pada orang dengan kepribadian obsesif. Penyakit ini
dicetuskan oleh situasi tekanan fisik, fisiologi, atau psikososial seperti kematian
dalam

keluarga,

kehilangan

pekerjaan

atau

gengsi,

beban

finansial,

ketidakharmonisan pernikahan atau hubungan seksual, dan lain-lain. Pasien


mengalami insomnia dan merasa lebih baik di malam hari dibandingkan pagi hari.

Ia merasa lebih nyaman jika ditemani dibandingkan sendiri.


Temper tantrum: Keadaan ini merupakan gangguan perilaku yang diperlihatkan
oleh beberapa anak-anak yang akan berteriak agar masalahnya selesai ketika telah
frustrasi. Gangguan ini juga dapat disertai dengan henti usaha napas.
Laki-laki lebih cenderung untuk menunjukkan perangai dan perilaku agresif
serta hiperaktivitas, sementara perempuan lebih cenderung untuk merasa cemas,
takut, malu, dan bergantung.

Delusi
Delusi merupakan kepercayaan yang salah atau keliru, yang telah menjadi keyakinan
bagi pasien dan dipegang teguh meskipun seluruh bukti membuktikan sebaliknya,
misalnya waham kebesaran dimana orang tersebut mempercayai bahwa ia adalah
seorang raja.
Halusinasi
Halusinasi merupakan persepsi melalui panca indera yang tidak berkaitan dengan
stimulus apapun dari dunia luar. Seseorang dapat memiliki halusinasi visual dalam
wujud ada bentuk/makhluk yang ada di depan mereka, halusinasi auditori mendengar

ada suara-suara yang berbicara kepada mereka, dan terkadang mereka mengeluhkan
perasaan seperti seseorang menyentuh atau mengikat mereka (halusinasi taktil).
Ilusi
Ilusi merupakan persepsi yang meski dihasilkan oleh stimulus eksternal, disalah
interpretasikan oleh pasien menjadi bentuk yang murni subjektif. Contoh klasik keadaan
ini adalah bahwa orang tersebut melihat tali dan mengiranya sebagai ular.
Masalah perilaku Penyandang Disabilitas
Demensia: ini adalah kondisi patologis di mana perilaku akan berubah karena gangguan
atrofi, perubahan terkait usia atau iskemia di otak. tokoh masyarakat dapat menjaga
telinga mereka atau isyarat untuk orang tertentu di atas platform pertemuan politik.
Perilaku tak tahu malu dan perilaku yang telah sesuai, seperti kemajuan seksual atau
masturbasi atau berkemih di depan umum, mungkin merupakan tanda pertama dari
sesuatu yang sangat serius yang salah sampai sekarang dianggap normal oleh orang tua
dan masih dihormati.
Cedera Kepala dan Stroke: Beberapa pasien cedera otak menampilkan gangguan
hambatan, agresif, perilaku kasar atau sebaliknya tidak sesuai dengan perilaku.Juga
dapat menjadi depresi atau menarik diri. Dalam hemiplegia mereka mungkin tidak
menyadari sisi yang terkena, anosognia, dan mungkin menunjukkan emosi yang tidak
sesuai dan sebagai kewajiban emosional. Tujuan utama adalah modifikasi perilaku yang
tidak sesuai dan pengajaran yang lebih efektif dalam komunikasi dan interaksi sosial.

Assessment
Perlakukan pasien dengan sopan. Dengarkan dia, dan memetakan program dan
menentukan tujuan dengan keikutsertaannya. Psikolog harus memantau peningkatan
pasien dalam program dan memperkuat staf dan perilaku keluarga. Hal ini sangat
penting karena staf dan keluarga berada dalam kontak konstan dengan pasien dan harus
sangat termotivasi untuk menanganinya.
Evaluasi Psikologis: Hal ini penting untuk melihat kerangka mental pasien untuk
memprediksi prognosis nya. Semakin baik orang keterampilan coping yang sebelum
kecelakaan semakin baik hasilnya. Di sinilah sejarah mengambil keterampilan
pemeriksa datang ke dalam bermain. Dia harus menyelidiki masa lalu pasien, latar
belakang pendidikan, sifatnya, apakah suka berteman atau ditarik, rincian anggota
5

keluarganya, teman-temannya dan comprehesion mereka situasi. Ini harus dicocokkan


dengan sampel perilaku saat pasien oleh pengamatan yang tajam dan terus
menerus. Alasan untuk elaborateness tersebut adalah karena fakta bahwa perilaku masa
depan ased pada perilaku masa lalu.
Tes untuk penilaian perilaku: persediaan adaptasi Portland adalah instrumen yang
mengukur tingkat kerusakan di bidang temperamen, emosi, aktivitas, perilaku sosial dan
kemampuan fisik.
Halstead-Reitan Neuropsicology Battery: Ini adalah pendekatan baterai tetap dalam
satu set spesifik tes diberikan kepada semua pasien. Berikut set tujuh tes standar
diberikan yang meliputi skala Wechsler Intelligence, uji coba membuat, pemeriksaan
persepsi sensorik, dan pemeriksaan Skrining Reitan-Indiana Aphasia.

Gangguan Perilaku pada Anak-anak


gangguan perilaku adalah hasil dari interaksi kompleks antara anak dan lingkungannya.
"Jika perilaku anak memiliki efek negatif pada penyesuaian sendiri atau jika itu
mengganggu kehidupan orang lain, maka dikatakan bahwa anak adalah perilaku
teratur."
Secara umum diperkirakan bahwa enam sampai sepuluh persen anak-anak usia
sekolah memiliki masalah perilaku yang nyata. Insiden lebih besar anak laki-laki
dibandingkan anak perempuan.

Karakteristik Anak dengan Gangguan Perilaku


Keterlambatan perkembangan kognitif sosial:

Mereka tidak belajar dari pengalaman masa lalu mereka sendiri atau pengalaman
anak-anak lain.
6

Mereka tidak sensitif terhadap fakta bahwa perilaku mereka mempengaruhi


orang lain dengan cara yang negatif.

Mereka terisolasi dari rekan-rekan mereka.

Mereka tidak memiliki rasa benar dan salah.

Prestasi akademis yang rendah: Sebagian besar anak-anak ini miskin di bidang
akademik, tidak suka sekolah, dan miskin dalam waktu tugas terikat seperti
menyelesaikan pekerjaan rumah atau assigments. Mereka memiliki citra diri yang buruk
yang mengganggu pembelajaran dan mereka menolak perubahan.

AUTIS
Autisme berarti cacat perkembangan signifikan mempengaruhi komunikasi verbal dan
nonverbal dan interaksi sosial, umumnya terjadi sebelum usia tiga yang negatif
mempengaruhi kinerja pendidikan anak. anak-anak autis umumnya terlibat dalam
activivtes berulang dan gerakan stereotip. Ada kurangnya kontak mata, resistensi
terhadap perubahan respon rutin dan normal sehari-hari untuk pengalaman sensorik.
Hal ini berlaku umum bahwa autisme tidak satu kesatuan melainkan serangkaian
perilaku.

PENANGANAN GANGGUAN PERILAKU


Terapi Obat-obatan: Obat harus diresepkan oleh psikiater. Kombinasi berikut dapat
digunakan:

obat antipsikotik

obat antiansietas

obat antidepresan.

Terapi Berkelompok: Ketika pasien dalam kelompok dia bisa berinteraksi dengan orang
lain seperti dia. umpan balik visual ini memberinya informasi tentang apa yang akan
orang lain melalui. Dia melihat bahwa ada orang lain lebih buruk dari dia, dan
memutuskan bahwa hidup ini layak dijalani setelah semua.
Terapi Keluarga: Kadang-kadang anggota keluarga dalam semua niat baik berakhir
dengan melakukan lebih berbahaya. Mereka mencegah perilaku rehabilitasi yang sesuai
dengan melakukan semua fungsi untuk pasien, atau dengan memberi mereka simpati
yang tidak diinginkan. Memberikan pekerjaan beton untuk pasien dan keluarga anggota
dapat mencegah melamun dan sikap negatif.
Terapi Perilaku
Setiap kali dipanggil untuk memperbaiki perilaku menyimpang, psikolog menggunakan
terapi perilaku yang meletakkan penekanan pada perilaku individu saat ini bukan asalusul historis dari masalah.
Pertama, perilaku untuk meningkatkan atau menurunkan diidentifikasi. Hal ini
juga

mencatat

seberapa

sering

perilaku

ini

terjadi

dan

reinforcers

diidentifikasi. Reinforcers hanyalah stimulus yang meningkatkan atau menurunkan


frekuensi perilaku. reinforcers positif (wortel) meningkatkan frekuensi sementara
reinforcers negatif (stick) menurunkan frekuensi.
Misalnya seorang anak tidak bekerja operasi terapi dapat ditawarkan manis, atau
terapi yang dapat dikonversi menjadi sebuah permainan. Orang dewasa dapat diberikan
pilihan untuk mendengarkan musik sambil melakukan terapi. Hal ini tidak cukup untuk
mengurangi perilaku yang tidak diinginkan adalah sama penting untuk memberikan
perilaku alternatif.
Untuk tugas-tugas yang rumit yang tidak menemukan persetujuan atau
kerjasama dengan pasien, tugas dipecah menjadi langkah-langkah kecil dan pasien
diinstruksikan pada apa yang bisa dia lakukan. Dorongan meningkatkan kinerja.
Kenyamanan dan kegiatan kejuruan harus diberikan. Kita harus ingat bahwa
pasien memiliki banyak waktu di tangannya. Pikiran menganggur adalah bengkel
8

setan. Oleh karena itu ia harus memiliki sesuatu untuk menduduki pikirannya sepanjang
masa jabatannya.
teknik modifikasi perilaku diklasifikasikan sebagai:
Teknik untuk mengurangi kecemasan termasuk pelatihan relaksasi pengobatan
eksposur Dinilai melibatkan mengekspos tunduk takut stimulus satu langkah pada satu
waktu. keengganan terapi bertujuan untuk mengurangi perilaku maladaptif dengan
mengaitkannya dengan pengalaman tidak sedap, seperti nyeri atau bau berbahaya.
Ringkasan teknik manajemen contigency ditunjukkan pada tabel 6.1.

Table 6.1: Summary of contigency management techniques


Techniques
Negative reinforcement

Fitur Utama
Sebuah stimulus

(Hukuman)

dikenal

Aplikasi
negatif Stimulus

diberikan

ini

dapat

untuk menganggu

jalannya

mengurangi frekuensi atau program terapi, oleh karena


intensitas perilaku yang tidak itu
diinginkan.
Ini

berhenti.

tidak

dan

karena

sampai mendukung penolakan.

menjadi

diinginkan

ini

dianjurkan

dipertahankan

perilaku

teknik

yang

kemudian

Misalnya

orang

tersebut dapat ditangguhkan


dari pekerjaan sampai dia
menyerah

alkohol

dan

dipulihkan ketika dia telah


menyerah kebiasaan itu.
Penguatan perilaku yang Digunakan

Fading

sebagai

diinginkan secara bertahap khusus

dalam

ditarik untuk membawanya dengan

anak-anak

fitur

program
yang

di bawah penguatan yang sering mengompol di malam


terjadi secara alami.
hari.
Attention to discriminative Lingkungan setelan diubah Teknik ini sangat membantu
stimuli

untuk

memberikan

positif,

misalnya

isyarat ketika perilaku buruk dapat


pusat diprediksi

dalam

skenario

rehabilitasi untuk anak-anak tertentu, seperti klinik dokter.


dapat cerah dihiasi dengan
banyak

mainan

dan

permainan.

Teknik untuk meningkatkan perilaku yang seharusnya

imbalan

10

Perilaku kontrak-kontrak tertulis antara orang-orang yang menginginkan


perubahan dalam perilaku

Membentuk-bertahap

pengembangan

potongan

kompleks

perilaku

oleh

penguatan bagian konstituen. Teknik ini digunakan untuk mengembangkan


keterampilan dasar (seperti makan dan berpakaian) dalam kasus keterbelakangan
mental.

Psikologis pengobatan hipnosis

RETARDASI MENTAL
keterbelakangan mental adalah istilah yang digunakan untuk suatu kondisi dimana
perkembangan mental terbelakang pada saat lahir atau pada anak usia dini. anak
memiliki kecerdasan yang terbatas dengan kesulitan dalam adaptasi. keterbelakangan
mental adalah masalah pendidikan, psikologis dan sosial.
Ini dapat mempengaruhi semua aspek fungsi manusia termasuk pidato, perkembangan
bahasa, pendengaran dan fungsi visual serta otot koordinasi.
Prevalensi
Sebuah studi yang dilakukan oleh Survei Sampel Nasional India pada tahun 1991
mengatakan bahwa 3 persen dari anak-anak kita telah mengembangkan dealys mental
yang sering dikaitkan dengan keterbelakangan mental. Beberapa studi non-resmi juga
telah menyarankan bahwa 2 sampai 2,5 persen anak-anak memiliki keterbelakangan
mental. India memiliki sekitar 300 juta anak-anak kurang dari 16 tahun. Ini berarti
bahwa negara itu memiliki populasi muda besar dengan keterbelakangan.
Definisi
"Keterbelakangan mental berarti kondisi ditangkap atau tidak lengkap pengembangan
pikiran seseorang yang khusus ditandai dengan sub-normal pikiran seseorang yang
khusus ditandai oleh intelijen sub-normal."

Intelijen harus sub-rata secara signifikan

Ini harus terjadi pada periode perkembangan, yaitu sampai 18 tahun

Perilaku sholuld secara signifikan tidak pantas.

11

Klasifikasi
1.

Menurut karakteristik fisik

jenis familial

microcephaly

hidrosefalus

kretinisme

mongolisme

2. Klasifikasi berdasarkan American Association of Mental Retardation (AAMR)


Derajat Retardasi
Rentang IQ
Retardasi sangat berat
0-24
Retardasi berat
25-39
Retardasi sedang
40-54
Retardasi ringan
55-69
Borderline
70-84
Nilai IQ, rentang persentil, dan klasifikasi berdasarkan Skala Inteligensi Dewasa
Wechster disajikan pada tabel 6.2 berikut.
Tabel 6.2 Nilai IQ, rentang persentil, dan klasifikasi berdasarkan Skala
Inteligensi Dewasa Wechster

Nilai IQ
Di atas 130
120-129
110-119
90-109
80-90
70-79
50-69
35-49
20-34
Di bawah 20

Rentang Persentil
Di atas 98
91-97
74-89
25-73
9-23
2-8
<2
<1
<1
<1

Klasifikasi
Sangat superior
Superior
Di atas rata-rata
Rata-rata
Di bawah rata-rata
Borderline
RM ringan
RM sedang
RM berat
RM sangat berat

Pencegahan Cerebral Palsi dan Retardasi Mental

12

Edukasi publik
Pelayanan maternal dan kesehatan anak
Konseling genetik
Garis keturunan
Malnutrisi

EDUKASI KHUSUS
Edukasi khusus adalah metode yang telah disesuaikan untuk membantu siswa
berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kemandirian, mampu secara akademik, dan
sukses di sekolah dan juga dalam kelompoknya. Kemajuan yang diharapkan jika siswa
tersebut mengkuti kegiatan rutin sekolah. Tujuannya direncanakan dan dimonitor
perkembangannya secara sistematis. Prosedur mengajar, peralatan adaptasi, dan
intervensi lainnya yang membuat perbedaan tersebut. Poin utamanya adalah intervensi
dini, karena semakin dini edukasi diberikan, semakin cepat perkembangan berpengaruh.
Terdapat 4 model edukasi khusus, yaitu:
Inklusi: Kelas pada sekolah reguler untuk setiap hari atau mendekati disebut inklusi.
Anal-anak dengan kebutuhan khusus diberikan pelayanan edukasi khusus secara
terpisah.
Tendensi: pada kasus anak yang diberikan edukasi rutin dengan anak-anak normal dan
kemudian diberikan kelas edukasi khusus dengan anak-anak berkebutuhan khusus.
Pemsiahan: pembelajaran secara penuh pada edukasi khusus disebut pemisahan. Pada
negara kami, ada beberapa sekolah khusus untuk anak-anak spastik atau Sindrom
Down, dimana anak-anak diajarkan secara penuh. Ini mungkin pada ruang kelas pada
sekolah biasa atau pada sekolah khusus. Fasilitas lainnya yang mungkin tersedia pada
sekolah khusus seperti terapi wicara dan terapi okupasi.
Eksklusi: Kadang-kadang anak-anak hanya di rumah atau di institusi kedokteran pada
disabilitas berat. Pada skenario lain, dia mungkin menerima instruksi one-on-one atau
intruksi grup dalam institusi.
Pada negara kami, SARVA SHIKSHA ABHIYAN (SSA) menjamin setiap anak dengan
kebutuhan khusus diberikan edukasi yang berarti dan berkualitas.Tidak ada anak yang
berkebutuhan khusus membutuhkan ketergantungan berdasarkan macam, kategori dan
derajat disabilitas, mendapatkan edukasi tepat yang masih kurang dan harus difasilitasi
pada sekolah khusus, atau pada sekolah normal dengan bimbingan khusus. SSA

13

memfasilitasi sejumlah anak untuk diidentifikasi, asesmen, penempatan studi dan


inklusi pada anak disabilitas. Terdapat juga dana untuk pembekalan kesehatan dan
peralatan, pelatihan guru, penghapusan penghalang arsitektur, penelitian, monitoring,
dan evaluasi dengan fokus khusus pada anak perempuan dengan kebutuhan khusus.
Beberapa karakteristik edukasi khusus adalah:

Terdapat perhatian khusus pada profil akademik dan stres terbesar pada pelatihan
penjurusan dan pre-penjurusan dan pada praktik pengalaman hidup

Pengajar khusus berusaha untuk mengenal poin-poin kecil pada fungsional anak, izin
identifikasi yang tepat pada fakultasnya dan membangun program individual dengan
aset-aset yang ada

Petunjuk dan konsultasi psikologi dilakukan oleh guru dan instruktur

Strategi Mengajar
Guru harus mengingat bahwa anak dengan Retardasi Mental menerima informasi lebih
lambat. Guru harus sabar dan membuat anak belajar dengan cara meniru dan
mengulangi pengajaran lebih sering. Termasuk mengambil tugas besar, guru
membaginya dalam unit yang lebih kecil dan membuat anak melalui langkah awal yang
ragu-ragu tersebut secara perlahan-lahan dan bertahap. Semuanya diproses dari yang
diketahui sampai yang tidak diketahui. Karena itu anak dibuat melakukan apa yang
diketahui pertama kali dan selanjutnya melakukan pelatihan keterampilan yang
dibutuhkan. Anak harus menghabiskan waktu dengan anak lainnya yang seumuran
dengannya. Orang tua dari anak khususnya ibu harus diajarkan cara memberikan
edukasi ke anaknya dan dia harus berperan seperti guru untuk anaknya ketika di rumah.
Kadang-kadang ini membantu dengan membuat pembelajaran yang menyenangkan dan
penuh permainan, role play, drama atau menari yang dapat dimasukkan ke dalam
kurikulum. Prosesnya mungkin lambat tetapi tim termasuk orang tua tidak boleh putus
asa, tetapi memberikan hadiah pada setiap keberhasilan yang kecil sekalipun, termasuk
walau hanya melakukan hal yang sederhana.

14

Gambar 6.2 Peralatan Mengajar


Pengajaran tidak membutuhkan peralatan yang mahal karena dapat menggunakan
peralatan yang sedrhana dan murah. Gunakan alat-alat latihan yang sesuai, menarik, dan
tersedia. Anak-anak harus diberikan latihan secara periodik. Relawan di komunitas
dapat datang untuk ikut mengajar pada bidang yang mereka kuasai. Ini dapat membantu
partisipasi sosial.

15

Anak-anak yang diajar terkadang dapat mencapai kelas 4 atau 5. Pada beberapa kasus,
mereka mungkin diintegrasikan pada sekolah pada umumnya. Anak-anak yang dilatih
mungkin harus pergi ke sekolah khusus. Terdapat ribuan sekolah khusus di India
INTEGRASI SENSORIS
Integrasi sensoris adalah teori yang dikembangkan oleh A. Jean Ayres, seoang terapis
okupasional yang mendefinisikan integrasi sensoris sebagai proses neurologis yang
mengatur sensasi dari tubuh sendiri dan dari lingkungan dan membuatnya
memungkinkan untuk menggunakan tubuh secara efektif bersama lingkungan
Integrasi sensoris adalah kemampuan menerima informasi melalui sensasi, lalu
menganalisis input ini dengan membandingkan dengan memori dan pengalaman yang
ada dan terakhir mengartikannya melalui proses. Ini biasanya dilakukan oleh otak
tengah dan batang otak pada tahap awal, yang juga terlibat pada proses bawah sadar
seperti fungsi otonom, koordinasi, dan kesadaran. Input yang masuk ini diproses pada
pusat ini dan kemudian disimpan pada area otak yang melayani emosi, memori, dan
fungsi kognitif yang lebih tinggi.
Disfungsi pada integrasi sensoris adalah ketidakmampuan untuk membedakan
secara adaptasi, mengatur dan mengkoordinasikan sensasi
Anak-anak dengan masalah integrasi sensori mempunyai masalah dengan
sensoris mereka, dimana mungkin sensoris khusus, vestibular atau propioseptif. Anakanak dapat secara kongenital lebih atau kurang sensitif dan mungkin memiliki masalah
pada satu atau lebih sensasi. Mereka mungkin hipersensitif pada beberapa aroma, suara,
tekstur dan ras. Beberapa lainnya mungkin hiposensitif yang mereka rasakan seperti
kurang rasa nyeri dan pada kasus ekstrim, mungkin menikmati sensasi tak
menyenangkan seperti aroma kuat dari amonia, dingin atau rasa yang tidak
mengenakkan.. Satu contoh pada ketidaksesuaian dan ketidaksesnsitifan reaksi terhadap
nyeri, dimana anak tersenyum atau tertawa ketika disuntik atau mendapat luka bakar
derajat 2.
Peneliti belum dapat menjelaskan dengan tepat mengapa ini terjadi, tetapi
kemungkinan otak tidak mampu menyeimbangkan sensasi atau menyaring stimulasi,
juga pada waktu yang sama memilih mana yang penting. Ini tidak sama dengan buta
atau tuli, dimana anak tidak bisa melihat dan mendengar dan olehnya tidak terdapat

16

stimulasi. Pada kasus ini, input diterima oleh anak-anak dengan gangguan integrasi
sensori, tetapi informasi diproses oleh otak secara berbeda sehingga menyebabkan
distress atau kebingungan.
Beberapa anak tidak suka dipeluk atau dicium, dan ini menyebabkan terlalu banyak
distress pada orang tua mereka. Ini hanya perlu dipahami bahwa setiap sentuhan yang
diterima menjadi tidak menyenangkan, bukan karena anak menolak suatu hubungan.
Hipersensitifitas juga dikenal sebagai sensori defensiveness. Contohnya dalah
merasakan nyeri saat memakai jam tangan, atau tidak mampu bertahan dari terpaan
angin normal dari kipas angin di ruangan.
Tanda-Tanda Gangguan Fungsi Intergrasi Saraf Sensorik / Sensory Integratif
Dysfunction
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, SID dapat menunjukkan tanda-tanda sebagai
berikut:
Sensitivitas berlebihan pada penglihatan, sentuhan, suara, dan gerakan : Anak
menghindari kontak fisik dan menolak untuk bergabung dalam permainan.
Aktivitas tidak normal yang berlebihan atau terlalu sedikit : Seseorang dapat terus
menerus bergerak atau sebaliknya sangat lamban dan merasa kelelahan
Kurang reaktif terhadap masukan sensorik : Seseorang mungkin tidak berespon
terhadap suara yang keras bahkan pada rasa nyeri, dan pada beberapa kesempatan
membutuhkan pengalaman sensorik yang kuat seperti cubitan berulang-ulang, putaran,
atau merusak perabot sampai menjadi berkeping-keping dan menjadi terluka dalam
prosesnya.
Rendahnya konsep diri : Anak tidak dapat dengan mudah mempelajari keterampilan
baru dan mungkin tampak malas atau bosan. Hal ini sering dianggap sebagai keadaan
keras kepala atau pemalu. Terdapat pula kelemahan dalam belajar atau aktivitas seharihari, walaupun secara intelegensi normal atau bahkan terkadang diatas rata-rata.
Kurangnya koordinasi : Memiliki koordinasi antara mata dan tangan yang lemah dan
ditemukan kesulitan dalam mempelajari gerakan halus. Bahkan dalam berjalan dapat
tampak sulit atau kikuk. Kegiatan sehari-hari seperti menulis, mengggunakan peralatan
seperti telepon, atau kegiatan perawatan diri sendiri seperti memasang sepatu atau baju
dapat pula mengalami masalah.

17

Kesulitan dalam menilai situasi baru : Anak sangat mudah teralihkan, impulsif, atau
tidak dapat mengikuti perintah sederhana. Hal ini akan menimbulkan frustasi ketika
suatu tugas baru tidak dapat diselesaikan. Beberapa anak menjadi agresif dan
melakukan kekerasan.
Identifikasi dan Penilaian Gangguan Fungsi Intergrasi Saraf Sensorik /Sensory
Integratif Dysfunction
Suatu keterampilan profesional diperlukan dalam menghadapi kondisi prestasi anak
yang rendah dibandingkan anak lain berdasarkan masukan dari guru atau orang tua,
perlu dikumpulkan informasi yang lengkap tentang prestasi anak baik di kelas ataupun
di rumah Metode yang dilakukan meliputi observasi secara berhati-hati pada anak
setelah mewawancarai orangtua, yang dilakukan dengan memberikan ceklist dan
kuesioner pada mereka. Terdapat tes yang telah distandardisasi untuk menilai
perkembangan umum dan

fungsi motorik yang dapat digunakan seperti Sensory

Integration and Praxis Test Batterry(SIPT).


Sensory Processing Disorders (SPD)
Sensory Processing Disorders sering digunakan sebagai suatu istilah yang mencakup
kesemua bentuknya namun juga diklasifikasikan menjadi 3 tipe.
Tipe I : Sensory Modulation Disorder (SMD). Respon yang hiper atau hipo terhadap
sensasi-sensasi atau dalam mencari stimulus sensorik, bahkan jika timbul pada dirinya
sendiri.
Tipe II : Sensory Based Motor Disorder (SBMD). Ketika suatu informasi sensorik
salah diproses di otak, hal ini dapat berakibat pada keluaran motorik yang abnormal
seperti melakukan putaran, menabrak benda atau reaksi berlebihan terhadap sentuhan
yang lembut.
Tipe III : Sensory Discrimination Disorder (SDD). Anak yang tidak dapat melakukan
dengan baik sesuatu dalam hal akademis atau menunjukkan keterlambatan dalam
mempelajari tugas sehari-hari yang mudah, mungkin dapat mengalami masalah dalam
membedakan sesuatu yang tampak sebagai suatu keadaan kurang memperhatikan, atau
kurangnya kemampuan mengorganisasi.

18

Masalah-Masalah Modulasi Sensorik


Respon yang tidak biasa terhadap stimulus sensorik adalah hal yang umum terjadi pada
keadaan autisme dan pada beberapa gangguan perkembangan lain, dimana digabungkan
menjadi satu sebagai Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak dapat
tampak hiperaktif, namun sebetulnya mengalami masalah sensorik pada sistem
vestibular yang menyebabkan ia berlari berkeliling mencari input sensorik tambahan
untuk dapat mencapai keseimbangan postur tubuhnya.
SENSORY INTEGRATIVE DYSFUNCTION
Sensory Integrative Dysfunction atau gangguan pemprosesan sensorik, adalah satusatunya yang dikenal dan ditangani ketika secara signifikan mengganggu kegiatan
sehari-hari anak. Terdapat pandangan yang berbeda-beda terhadap sesuatu yang disukai
dan tidak disukai, dan hal ini memerlukan beberapa keterampilan dan pengalaman
dalam membedakan SID dan kondisi normal atau sebaliknya terhadap suatu input
sensorik seperti beberapa suara di sekitarnya.
SID dapat juga menunjukkan tampilan kondisi neurologis lain, termasuk ADHD,
gangguan autisme, dan dyspraxia yang berhubungan dengan perkembangan.
Terapi Integrasi Sensorik
Terapi Integrasi Sensorik disesuaikan dengan kondisi, bukan suatu terapi yang baku.
Berdasarkan teori SI, anak dengan masalah integrasi sensorik memiliki respon yang
berbeda dan unik terhadap lingkungan sekitarnya dan suatu hal yang dapat
menenangkan satu anak mungkin malah dapat mengganggu anak lain. Penanganan
biasanya disesuaikan dengan respon mereka. Hal ini dapat terbawa sampai dewasa dan
ketika dilupakan, dapat mengganggu pekerjaan, atau pengorganisasian di rumah dan
tempat kerja.
Terkadang persepsi terhadap dunia yang berbeda ini dapat berakibat anak berkembang
memiliki bakat yang luar biasa dalam seni, kemampuan melihat yang detail diluar
kemampuan orang-orang lainya. Kami kemudian menemukan beberapa anak membuat
sketsa atau menggambar seperti seorang profesional tetapi tidak dapat mengancing
sendiri baju mereka. Hal inilah yang harus dikembangkan untuk karir mereka
selanjutnya.

19

INTERVENSI BERDASARKAN TEORI INTEGRASI SENSORIK


Intervensi dimulai dengan mengajarkan guru dan orang tua tentangSensory Integrative
Dysfunction dan membantu mereka dalam mengembangkan strategi yang dapat
membantu adaptasi atau kompensasi terhadap gangguan ini.
Modifikasi Lingkungan
Lingkungan merupakan sumber sebagian besar stimulus sensorik. Ketika seseorang
kehilangan input ini dinamakan sebagai kehilangan sensasi sensorik. Kehilangan sensasi
sensorik adalah suatu kondisi dimana indera kehilangan stimulasi secara total atau
secara berat. Hal ini ditemukan pada tahanan perang yang telah dikurung disel sendiri
yang terpencil dan telah mengalami perubahan fisiologis yang besar. Hal ini desebabkan
karena subyek telah dikurung di ruangan tanpa cahaya, sentuhan atau pun suara, yang
biasanya sering terjadi pada orang-orang dengan cacat jasmani berat. Selama suatu
periode waktu tertentu mereka mengalami gangguan disorientasi dan gangguan mental
yang berat.
Aliran stimulus external menuju aktivitas otak merupakan suatu hal yang
penting, jika kehilangan hal ini maka otak akan menjadi mati rasa. Hal ini mirip seperti
sensasi tersebut memberikan nutrisi pada otak, dan mereka bertanggung jawab terhadap
gelombang alpha atau gelombang dasar otak pada kondisi sadar penuh. Kemampuan
mendengar kemungkinan merupakan input fungsi sensorik yang paling penting. Sistem
sensorik menstimulasi Reticular Activation System di batang otak yang bertanggung
jawab

pada

kondisi

bangun,

kewaspadaan,

koordinasi

aksi,

dan

bereaksi

terhadaptantangan yang akan datang. RAS sangat penting dalam belajar dan pengaturan
tingkah laku. Hal ini karena sensasi perlu mengalir secara konstan ke otak kita dengan
sangat cepat, dan kemudian untuk melakukan tindakan, bereaksi dan mengorganisir
input ini disaat yang diperlukan dalam proses belajar.
Diet Sensorik
Input atau masukan vestibular dan auditorik sangat penting dalam belajar dan
membantu membentuk konsentrasi dan emosi yang baik. Seseorang yang tidak dapat
mendengar dan berkonsentrasi tampaknya memiliki masalah dalam perkembangan

20

seperti autisme, dyslexia, atau ketidakmampuan berbicara dan berbahasa atau sulit
untuk berinteraksi dengan orang lain.
Suatu input dengan madalitas tunggal sering dapat mempengaruhi orang lain,
sebagai contohnya, telah ditemukan bahwa anak yang berayun atau melambung dari
mainan bola Swiss mengalami peningkatan dalam berbicara. Hal ini tampak
menjelaskan pandangan pada beberapa anak yang mengalami peningkatan dalam hal
belajar dan berkonsentrasi setelah diberikan stimulasi visual yang banyak. Otak
bertindak sebagai unit pusat pemprosesan, dengan di pengaruh oleh pengaturan satu
modalitas sensorik yang kemudian akan mengalir pada modalitas yang lainnya pula.
Bagian dari otak yang melakukan proses sensorik ini adalah batang otak, termasuk otak
tengah, pons, medulla, serebellum dan sistem limbik.
Pemberi terapi integrasi sensorik dan orang tua pasien perlu membuat suatu
diet sensorik, (suatu istilah yang diberikan oleh ahli pengobatan okupasi Anna Jean
Ayres) dimana suatu jadwal kegiatan harian diberikan pada anak sesuai kebutuhan
masukan sensoriknya yang mirip dengan diet yang didesain sesuai dengan kebutuhan
nutrisi individual. Jumlah stimulasi sensorik haruslah cukup sehingga dapat dikuasai
anak. Diet sensorik didasarkan pada dasar pemikiran bahwa input sensorik eksternal
yang terkontrol dapat mempengaruhi kemampuan fungsional seseorang. Anak dengan
sensitivitas kurang diberikan sensasi yang kuat, sementara anak dengan sensitivitas
berlebihan diberikan aktivitas yang lebih tenang. Sebagai contoh, kita dapat memainkan
musik di kelas, memajang gambar yang cerah atau memberi banyak permainan
interaktif. Sebaliknya, perlu menahan diri melakukan pelukan yang telalu banyak,
mengurangi materi visual yang mengganggu di kelas, atau mengindari penggunaan
parfum dengan bau yang kuat.
Terdapat suatu teknik yang disebut protokol Wilbarger, yang menggunakan
tekanan yang dalam pada bagian tubuh tertentu diikuti dengan propriosepsi dalam
membentuk berbagai tekanan sendi. Anak-anak diberikan perubahan sederhana dari
aktivitas yang rutin dilakukan, seperti melakukan permainan loncat tali, melompat, atau
dengan menutup mata dan mendengarkan musik yang dapat membantu mereka dalam
menangani masalah sensorik mereka.

21

Terapi Integrasi Sensorik Tradisional


Pengobatan terhadap masalah ini belumlah ditemukan; oleh sebab itu terdapat banyak
pendekatan dan protokol. Pemberi terapi di seluruh dunia telah menggunakan lensa
prisma, stimulasi sensorik seperti melakukan penekanan yang dalam, aktivitas fisik dan
musik, tetapi tidak terdapat suatu penanganan berbasis bukti yang terstandardisasi,
karena luasnya cakupan dari penyakit ini.
Terapi integrasi sensorik tradisional dilakukan secara langsung pada pasien,
dengan pendekatan satu lawan satu tanpa gangguan dari orang lain. Hal ini dilakukan
dilakukan di suatu ruangan dengan peralatan yang memungkinkan melakukan berbagai
gerakan dan pengalaman sensorik, yang disebut sebagai ruangan integrasi sensorik.
Sangat penting untuk tidak memaksa anak, tetapi memilih dan memodifikasi kegiatan
sesuai respon anak.
Seluruh input yang diberikan baik input visual, taktil, auditorik, dan
proprioseptif dalam memberikan tantangan yang cukup pada anak untuk merespon
secara adekuat terhadap tantangan lingkungannya. Telah diamati bahwa anak akan lebih
merasa senang jika mereka melakukan pelukan dibanding jika menerima pelukan. Anak
lebih merasa nyaman dengan sentuhan tidak bergerak yang akrab yang biasanya
diantisipasinya. Selanjutnya, anak bahkan dapat mentolerir sentuhan ringan. Stimulasi
yang awalnya dianggap tidak menyenangkan kemudian dapat diterima anak.
Stimulus lingkungan dengan memberikan cahaya lampu yang terang atau
pakaian yang ketat jangan diberikan pada anak dengan hipersensitivitas untuk
meningkatkan kenyamanan anak dan kemampuannya dalam menjaga perhatian. Hal ini
dinamakan tantangan yang benar, dimana dinilai berlebihan jika aktivitas dan persepsi
anak tidak sesuai.
Prinsip-Prinsip

Beri tantangan yang benar (anak harus bisa memenuhi tantangan / aktivitas yang
diberikan)

Arahan berasal dari anak (aktivitas yang dipilih anak yang digunakan dalam
sesi)

Kegiatan yang aktif (anak secara aktif memenuhi tantangan atau aktivitas yang
diberikan, karena hal itu adalah sesuatu yang menyenangkan)

22

Respon yang adaptif (anak memodifikasi tantangannya pada periode waktu


tertentu)

Pemberian hadiah dapat digunakan untuk mendorong anak dalam mentoleransi


aktivitas yang normalnya mereka hindari

Beberapa Tips :
1. Ketika anak menyukai sesuatu yang lengket, berikan aktivitas seni atau
kerajinan dengan banyak lem. Jika anak suka bermain pasir dapat diberikan
bahan seperti pasir sungai, nasi, atau ragi
2. Beberapa anak, terutama anak autis, menyukai tekanan pada seluruh tubuhnya.
Mereka dapat diberikan pelukan secara reguler, dilibatkan dalam permainan
petak umpet dibawah selimut.
3. Anak-anak yang tidak menyukai bau-bauan dapat diberikan wewangian yang
dicampur dengan bahan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Jika mereka
bereaksi terlalu keras terhadap wewangian ini, dapat diberikan wewangian
dengan bau yang lebih lembut.
4. Musik merupakan favorit semua anak, tetapi genre perlu disesuaikan dengan
kesukaan anak. Mainan atau instrumen musik dapat diberikan sebagai suatu
percobaan.
5. Program berkelompok seperti Bhajans, bertepuk tangan bersama, meniru suara
hewan atau suara siulan burung bernyanyi dengan nada yang berbeda dapat
diberikan dan reaksi anak kemudian diukur.
6. Untuk meningkatkan propriosepsi (dimana biasanya rendah pada anak dengan
autisme), kita dapat memasukkan permainan dengan mainan berat, melompatlompat pada trampoline atau bola besar, lompat tali, menarik atau mendorong
benda berat. Bermain kriket atau bola basket juga dapat membantu. Terkadang
kita dapat mengajak anak berdarmawisata atau mengunjungi taman atau tempat
bermain, tetapi penting untuk memastikan keselamatan anak sebelum
merencanakan suatu kegiatan.

23

Keseimbangan
Indera keseimbangan dan koordinasi kita tergantung pada stimulus yang diberikan pada
kanalis semisirkularis yang menstimulasi respon terhadap gerakan dan gravitasi. Terapi
dapat berupa tarian berayun yang kreatif pada ayunan kuda, menggantung ke bawah,
berayun di tali, berputar atau berguling-guling di tanah. Pada kenyataannya, anak dapat
mentoleransi ini dan kita harus lebih banyak memberikan stimulasi. Gerakan berayun
kedepan dan belakang biasanya dapat menenangkan anak (lihatlah ibu yang
mengayunkan bayi nya yang menangis) dimana gerakan yang penuh semangat seperti
tarian dapat menstimulasi anak.
Latihan Keterampilan
Mencontohkan aktivitas seperti memakai baju atau menggosok gigi dapat dilatih dengan
memberikan aktivitas persiapan seperti berenang, kegiatan melakukan rintangan. Fungsi
tangan ditingkatkan dengan memberikan mainan dan menyusun balok-balok serta
meminta anak untuk membuat objek tertentu.
Menggunakan kedua bagian tubuh dan kedua tangan bersamaan atau berurutan dapat
dilatih dengan memberikan kegiatan seperti merayap, lompat tali, memainkan keyboard,
menyulap, kriket dan permainan lain. Koordinasi mata dan tangan dapat ditingkatkan
dengan kegiatan seperti bermain menangkap bola, memukul bola dengan alat,
membuntuti keledai, memukul balon melewati ruangan, dan melompat-lompat di
tumpukan bola dan terapi dengan bola.
Kesimpulan
Setiap orang dengan kecacatan jasmani memiliki kesulitan dalam mengatasi kekurangan
mereka dan kita harus menilainya secara menyeluruh dan bukan hanya pada masalah
tertentu saja. Kita harus menyadari bahwa dalam hati mereka ingin menjadi orang yang
normal dan kita harus memberikan dukungan emosional dan mental sebanyakbanyaknya. Pendidik khusus, psikolog klinis dan psikiater merupakan satu kesatuan tim
dalam rehabilitasi. Tidak ada program yang dapat selesai tanpa penanganan dalam pola
pikir seseorang dan berbagai aspek dalam gangguan belajar dan perilaku.

24