Anda di halaman 1dari 10

Tulang merupakan jaringan ikat yang terspesialisasi mengandung intercellular kalsium, bone

matrix, dan 3 type sel.


Bone Matrix
Terdiri dari kompoen inorganic yang besar (50%) dan komponen organic. Komponen
inorganiknya yaitu :
-

Calcium dan phosphate yang berbentuk Ca 10(PO4)6(OH)2 (hydroxypatitechristal), dan yang

berbentuk amophorus (noncristal) calcium phosphate.


Carbonat, sitrat, magnesium, Natrium, dan Kalium.

Sedangkan komponen organiknya berupa :


-

Collagen type I
Agregat proteoglican
Structural glycoprotein

Sel-sel Tulang
1. Osteoblast
- Osteoblast adalah sel yang terletak di permukaan tulang di sisi ke sisi seperti simple
epithelium, yang bertanggungjawab dalam sintesis matrix tulang (collaen type I,
-

proteoglican, glycoprotein).
Saat aktif, maka bentuknya kuboid/kolumnar dengan basophilic sitoplasm, sedangkan saat

inaktif bentuknya lebih pipih dan terjadi penurunan basiphylic sitoplasm.


Dalam sintesis matrix, osteblast menghasilkan matrix yang belum tercalsifikasi yang disebut
osteoid, proses dimana garam-garam kalsium tersebut menjadi matrix baru dinamakan bone

apposition.
Osteoblast juga dapat mengjadi osteosit dengan terbentuknya space yang disebut lacuna.

2. Osteosit
- Merupakan sel turunan osteoblast yang terletak di lacuna, diantara lamella.
- Terdapat proses yg disebut kanalikuli yang menghubungkan antar osteosit dan juga
-

pembuluh darah untuk transfer nutrisi.


Memiliki sedikit reticulum endoplasma dan badan golgi, serta nuclear kromatin yang tinggi.
Long living cell.

3. Osteoclast
- Sel yang besar dan motil yang terdiri dari 5-50 intisel yang merupakan turunan dari sel
-

mononuclear bone marrow.


Pada osteoclast yang aktif, dia merada di suatu lacuna yang disebut Howships lacuna.
Pada permukaan yang menghadap ke matrix, terbentuk lipatan-lipatan yang disebut ruffled
border yang dikelilingi oleh clear zone zona sitoplasma tanpa organel dimana berfungsi

sebagai adhesi dan microenvirontment untuk resopsi.


Osteoclast mengeluarkan enzim collagenase, H+, dan enzim lain yang berfungsi untuk

pelarutan garam kalsium dan digesti collagen.


Dipengaruhi oleh cytokine dan calcitonin (hormone thyroid).

Jaringan Ikat Pelapis Tulang


Terdapat 2 jaringan ikat yang melapisi tulang, yaitu :
-

Periosteum, yang merupakan lapisan terluar tulang yang terdiri dari bundle periosteal
collagen fiber sharpheys fiber yang menempel pada bone matrix. Permukaan dalamnya

mengandung progenitor sel yang dapat berdiferensiasi menjadi osteoblast.


Endosteum, melapisi permukaan rongga di dalam tulang, mengandung selapis progenitor sel
dan sedikit jaringan ikat. Lapisan ini lebih tipis dibandingkan periosteum.

Secara umum fungsi dari kedua lapisan ini adalah untuk menutrisi tulang dan mensuplai
osteoblast baru untuk pertumbuhan dan repair tulang.

Type Tulang
Secara makroskopis tulang terbagi dalam :
-

Compact bone; area padat.


Spongy bone; area yang berongga, seperti spons.

Secara histology kedua type tulang diatas sama, tetapi secara histology tulang dapat dibagi
dalam:
-

Primary bone tissue/immature; yang tedapat pada embryonic development, bone fracture,
rapair, dsb. Jenis tulang ini bersifat sementara, kecuali dibeberapa tempat seperti suture, tooth
socket, insersi tendon. Secara structural berupa susunan irregular fiber collagen, dengan

mineral yang sedikit dan banyak osteosit.


Secondary Bone Tissue/mature/lamelar;
o Fiber collagen berada dalam lamella yang mengelilingi vascular canal.

o Terdapat susunan yang disebut Harversian Sistem (osteon), yang berupa complex
konsentrik lamella yang mengelilingi canal (Harversian canal) yang berisi vessel, nerve
dan loose connective tissue.
o Bagian luar Harversian canal dikelilingi oleh sementing substance, matrix yang
termineralisasi dengan sedikit fiber collagen.

o Lamella membentuk 3 organisasi, yaitu : (1) outer sircumferensial lamel : dekat dengan
periosteum, (2) inner sircumferensial lamel : lebih dalam, dan (3) interstisial lamel :
diantara 2 sircumferensial system.
o Antar Harversian canal terhubung dengan oblique Volkmanns canal.

Histology Cartilage
Cartilage merupakan jaringan ikat dengan extracellular matrix yang keras yang memungkinkan
tahan terhadap mechanical stress tanpa distorsi (penyimpangan). Fungsi dari jaringan ini adalah :
1. Shock-absorbing dan sliding pada area joint,
2. Untuk pertumbuhan tulang panjang.
3. Structural.

Cartilage terdiri dari :


1. Chondrocyte, yang terletak di lacuna, mensintesis ECM.
- Berbentuk elips, bias berbentuk bulat oleh karena mitosis chondrosit yang disebut
-

isogenousgroup.
Di peripheral chondrosit terdapat territorial matrix yang kaya akan glycosaminoglican

dan sedikit fiber collagen.


Kerja dipercepat oleh GH,Thyroxin, testosterone dan diperlambat oleh cortisone,

hyrocortison, estradiol.
Chondrosit memiliki aktivitas metabolic rendah, maka cartilage ini avascular dan
mendapat nutrisi dari difusi capiler jaringan ikat terdekat di perichondrium atau synovial

fluid.
Perichondrium mengelilingi jaringan cartilage, memisahkannya dari jaringan yang

disokongnya, mengandung vascular, nerve dan lymphatic.


Perichondrium merupakan dense connective tissue utamanya collagen type I. terdapat di
semua cartilage kecuali artikulasi cartilage of joint. Didalamnya terdapat fibrolast yang

dapat berdiferensiasi menjadi condroblast lalu menjadi chondrocyte.


2. Extracellular Matrix, yang mengandung collagen, hyaluronic acid,
glycoprotein, juga terdapat protein elastin pada elastic cartilage.

proteoglican,

Gambar : struktur penyusun cartilage


Pertumbuhan Cartilage :
1. Interestial Growth : mitosis chondrosit, terjadi di epifisis.
2. Appositional Growth : diferensiasi sel perichondrial, terjadi pada artikular cartilage
Menurut komposisi Extracellular matrixnya, maka Cartilage dibagi menjadi 3 type, yaitu :
1.
-

Hyaline Cartilage
Merupakan type cartilage yang paling umum
Warnanya pituh kebiruan dan tembus cahaya.
Lokasi : embryo : temporary skeleton, permukaan artikular tulang, saluran respirasi (hidung,

larynx, trachea, bronchy), ventral end ribs dengan sternum, epiphysial plate.
Matrix utama disusun oleh collagen type II, proteoglican dan structural glycoprotein.

Gambar : Hyaline cartilage


2. Elastic Cartilage
- Lokasi : auricle telinga, dinding external auditory canal, Eustachian tube, epiglottis,
-

cuneiform cartilage of larynx.


Warna : kekuningan karena elasin dari elastic fiber.
Struktur elastic cartilage sama dengan hyaline cartilage dengan tambahan fiber elastic selain

collagen type II.


Banyak ditemukan elastic cartilage yang gradually continous dengan hyaline cartilage.

Gambar : elastic cartilage


3.
-

Fibrocartilage
Lokasi : intervertebral disk, attachmen ligament (fibrous ligament), symphysis pubis.
Jaringan intermediate anatara dense connective tissue dengan hylin cartilage.
Selalu berbarengan dengan dense connective tissue tanpa batas yang tegas.
Fiber utama : collagen type I
Chondrosit (biasanya dalam isogenic group) berjajar dalam baris parallel yang dipisahkan

oleh collagen type I.


Tidak ada perichondrium

Gambar : Fibrocartilage

Fibril matrix

Hyaline Cartilage

Elastic Cartilage

Fibrocartilage

Collagen type II

Collagen type II +

Collagen type I

utama
Warna

Elactic Fiber
Putih kebiruan,

Putih kekuningan

Putihkebiruan

temporary skeleton

auricle telinga,

intervertebral disk,

(embryo), permukaan

dinding external

attachmen ligament

artikular tulang,

auditory canal,

(fibrous ligament),

saluran respirasi

Eustachian tube,

symphysis pubis.

(hidung, larynx,

epiglottis, cuneiform

trachea, bronchy),

cartilage of larynx.

tembus cahaya
Lokasi

ventral end ribs


dengan sternum,
epiphysial plate.
Perichondrium

Ada

ada

Tidak

Tabel : Perbandingan type Cartilage