Anda di halaman 1dari 10

RESUME STUDI EKSKURSI

TUGAS PRASARANA TRANSPORTASI

NAMA :

Dewa Ketut Surya Pramana 125060102111004

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
MEI 2016

Studi ekskursi Teknik Sipil Brawijaya 2015 yang dilaksanakan tanggal 1-5 Mei 2015 di
Jakarta dan bandung ,proyek yang kami kunjungi ada 2. Yang pertama adalah proyek Pelabuhan
Kalibaru Tanjung Priok Jakarta Utara yang dikerjakan oleh salah satu perusahaan BUMN
ternama di Indonesia yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. Pelabuhan ini salah satu
Prasarana untuk menunjang sarana ,kenapa? karena pelabuhan ini sebagai tempat berlabuhnnya
kapal kontainer international yang terdiri dari 7 terminal petik emas dan 2 terminal produk (curah
air /BBM/Gas). Pada kesempatan ini kami diajak untuk melihat apa saja fasilitas yang menunjang
pelabuhan tersebut , proyek ini di buat dalam jangka waktu 5 tahun .

Proyek ini dibangun dengan anggaran 9 triliun. Proyek ini dilaksanakan dengan reklamasi
pantai dengan pembangunan proyek Kalibaru ini diharapkan dapat berfungsi untuk mendorong
penguatan dan efisiensi logistik nasional yang dapat bermanfaat bagi Indonesia.

Gambar Proyek Pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Jakarta Utara.


Beberapa data yang diketahui :
- LOA = 397 m
- Beam = 56 m
- Draft maximal = 15,5 m
- Jumlah kapasitas kontainer = 15.000 kontainer
Beberapa fasilitas yang tersedia :
1. Fasilitas darat
2. Fasilitas Laut

1. Fasilitas Darat

Jaringan Jalan
Jaringan jalan berfungsi sebagai jalur penghubung antara darat menuju lokasi
proyek melalui jembatan , yang dimana jembatan tersebut adalah jalur keluar
masuknya bahan kontruksi yang digunakan .

( Gambar Jembatan Penghubung Darat dengan Pelabuhan )

Kantor Administrasi
Kantor Administrasi salah satu sarana penunjang yang berfungsi sebagai pusat
kelola dari pelabuhan Tanjung Priok termasuk nantinya menangani kegiatan di
terminal petikemas Kalibaru.

(Gambar Kantor Administrasi Pelabuhan Tanjung Priok)

Peralatan Bongkar Muat Barang


Mengangkat petikemas dari kapal ke pelabuhan dan sebaliknya , peralatan
bongkar muat barang terdiri dari :

Mobile Crane : alat yang berfungsi untuk mengangkat dan


menurunkan petikemas/bongkar muat petikemas, mobile crane dapat
berpindah .

(Gambar Mobile Crane di Pelabuhan Tanjung Priok)

Gantry crane merupakan alat bongkar muat yang khusus untuk menangani
container. Dengan menggunakan gantry crane, kegiatan bongkar muat jauh lebih
cepat dibandingkan menggunakan mobile crane maupun crane kapal. Hal
tersebut karena kapasitas yang bisa diangkat jauh lebih besar dibandingkan

mobile crane, karena dengan menggunakan gantry crane sanggup untuk


mengangkat 2 s/d 4 container ukuran 20 feet sekaligus.

( Gambar Gantry Crane di Pelabuhan Tanjung Priok)

K3 ( Kesehatan Keselamatan Kerja)


Berfungsi sebagai rambu-rambu dan kalimat yang demi menunjang keselamatan
dalam bekerja .

( Gambar K3 di proyek pelabuhan tanjung priok)


Lapangan Penumpukan Terbuka
Lapangan penumpukan terbuka berfungsi sebagai tempat meletakkan petikemas
dari pelabuhan dan juga sebagai gudang penumpukan petikemas. Terletak dalam
jarak tidak jauh dari penurunan petikemas (apron).

2. Fasilitas laut

Fender
Fender adalah tempat bersandarnya kapal atau sebagai bantalan atau bumper
sehingga kapal tidak menabrak jety atau dermaga . Jarak antar fender dalam
Pelabuhan Kalibaru ini adalah 6,4 m
Gambar fender pada Pelabuhan kali baru

Breakwater
Breakwater adalah benda yang berfungsi untuk pemecah gelombang memecah
energi gelombang dengan maksud untuk melindungi pantai atau memperoleh
kondisi perairan yang tenang.

Bolder
Bolder adalah perangkat pelabuhan yang digunakan untuk menambat kapal
,bolder terbuat dari material besi dan dibuat agar biasa menahan kapal yang
sedang berlabu

Untuk proyek yang kedua adalah proyek pembangunan Tol Cisumdawu. Sesuai namanya
proyek ini menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan. Cisumdawu merupakan jalan tol sepanjang
60 kilometer bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. . Proyek ini dikerjakan oleh 3 perusahaan yaitu PT
Wijaya Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) dan Shanghai Construction Group dengan
presentase pengerjaan masing-masing 10% 10% dan 80%. Pembangunan terbagi menjadi 6 bagian,
sedangkan yg kami datangi merupakan tahapan Tanjungsari-Sumedang sepanjang 17 kilometer. Untuk
pengerjaan masih mengalami kendala utama di proses pembebasan lahan.