Anda di halaman 1dari 8

METODE NUMERIK

Metode Posisi Palsu


Dosen Pengampu :
Siti Dinarti. S.Pd., M.Pd

Disusun oleh :
Lailatul Arifah

(1251145)

PENDIDIKAN MATEMATIKA 2012-A


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
JOMBANG
2015

METODE POSISI PALSU


Metode posisi palsu ini merupakan alternatif perbaikan metode bagi dua yaitu untuk
mempercepat kekonvergenan metode bagi dua. Prosedur metode posisi palsu ini mulai
dengan memilih dua tebakan awal yaitu

x1

dan

x2

dimana nilai fungsinya pada kedua

tebakan awal ini berbeda tanda. Hubungkan kedua titik yaitu


( x 2 , f ( x 2))

( x 1 , f ( x1 ))

dan

dengan garis lurus dan tentukan titik perpotongan garis ini dengan sumbu x

Kenyataan bahwa penggantian kurva oleh garis lurus memberikan posisi palsu dari akar
yang merupakan asal mula dari nama metode posisi palsu (method of false position) atau
dalam bahasa latinnya regula falsi. Metode ini juga disebut dengan metode interpolasi linear.
Langkah-langkah perhitungan dengan menggunakan metode posisi palsu :

1. Tentukan nilai
2. Tentukan

x3

x1

dan

x2

x
sehingga f ( 1)

x
f ( 2)

0.

dengan menggunakan rumus :

x 3=x 2

3. Untuk pergantian

x1

dan

x2

f ( x2)
f ( x 2 )f ( x 1 )

( x 2x 1)

x
f
(
1)
berikutnya ditentukan oleh

x
f ( 3)

Nilai tersebut digunakan untuk menghitung nilai


untuk interpolasi linier dengan nilai

f ( x1 )

atau

f ( x3 ) ,
f (x2 )

yang kemudian digunakan lagi


sedemikian sehingga kedua

fungsi mempunyai tanda berbeda. Prosedur ini diulang lagi sampai didapat nilai

f (x3 )

mendekati nol.
Syarat untuk menentukan subinterval yang akan memuat harga akar :
x
f
(
1)
1. Jika

x
f ( 3)

0 , maka

x2

baru =

x3

2. Jika

x
f ( 1)

x
f ( 3)

0 , maka

x1

baru =

x3

3. Jika

x
f ( 1)

x
f ( 3)

0 , maka proses berhenti dan akarnya =

x3

X2
f (x2)
Gambar metode interpolasi linier (metode status palsu)

y
X2 x3

f (x)
X3 f (x ) f(x )
2
1

x2 x1

atau

Kelebihan dari metode posisi palsu ini adalah mempercepat kekonvergenan


dibandingkan dengan metode bagi dua, sedangkan kelemahannya adalah bahwa salah satu
ujungnya tidak mengalami perpindahan atau stagnan. Dengan demikian pendekatan ke harga
akar sebenarnya hanya berasal dari salah satu ujungnya saja.

Contoh soal :
Hitung salah satu akar dari persamaan

f ( x )=x 3 + x 23 x3=0

dengan menggunakan

metode posisi palsu!


Penyelesaian :
Langkah pertama adalah menghitung nilai

f (x)

pada interval antara dua titik sedemikian

f ( x) pada kedua titik tersebut berlawanan tanda.

sehingga nilai
Untuk

x 1=1

f ( x 1=1 ) =4

Untuk

x 2=2

f ( x 2=2 ) =3

Dengan menggunakan rumus ,di dapat :


Iterasi yang pertama :
x 3=x 2

f ( x2 )
f ( x 2 )f ( x 1 )

(x 2x 1)

3
( 21 )=1,5714286
[ 3(4 ) ]

f ( x 3 )=(1,5714286)3+(1,5714286)23 ( 1,5714286 )3=1,3644315


Iterasi yang kedua :
x 3=2

3
( 21,5714286 )=1,7054108
3 (1,3644315 )

f ( x 3 )=(1,7054108)3+(1,7054108)23 ( 1,7054108 )3=0,2477451


Dan seterusnya .......

Prosedur hitungan diatas dilanjutkan dengan menggunakan program computer (microsoft


excel) agar lebih cepat dalam proses perhitungan. Dan hasilnya diberikan dalam tabel berikut
ini :

Hasil hitungan metode posisi palsu


Iteras

x1

x
f ( 1)

2
3
4
5
6
7
8
9
10

1,0000000
1,5714286

x
f ( 3)

x3

2,0000000

1,5714286

3,0000000

-1,3644315

1,7054108

4.0000000
-

3,0000000

-0,2477451

3,0000000

-0,0393396

i
1

x
f ( 2)

x2

2,0000000

1,7054108

2,0000000

1,7278827

1,3644315
-

1,7278827

2,0000000

1,7314049

0,2477451
-

3,0000000

-0,0061107
-0,0009459
-0,0001463

1,7314049
1,7319509

2,0000000
2,0000000

1,7319509
1,7320353

0,0393396
-0,0061107 3,0000000
3,0000000

1,7320353

2,0000000

1,7320484

0,0009459
-

3,0000000

-0,0000226

1,7320484

2,0000000

1,7320504

0,0001463
-

3,0000000

-0,0000035

1,7320508

0,0000226
-

3,0000000

-0,0000005

1,7320508

0,0000035
-

3,0000000

-0,0000001

1,7320504
1,7320508

2,0000000
2,0000000

0,0000005

Terlihat bahwa hasil hitungan diperoleh pada iterasi ke-10 yaitu


x
x
f ( 3) mendekati nol, yakni f ( 3) = - 0,0000001.

x3

= 1,7320508 dengan

DAFTAR PUSTAKA
Chapra, Steven C. dkk. 1988. METODE NUMERIK. Jakarta : Erlangga
Triatmodjo, bambang. 2002. METODE NUMERIK. Yogyakarta : Beta offset