Anda di halaman 1dari 320

Pengenalan Scilab

Perangkat Lunak Gratis untuk Komputasi Numerik dan Visualisasi Data

Pengenalan Scilab Perangkat Lunak Gratis untuk Komputasi Numerik dan Visualisasi Data Saifuddin Arief
Pengenalan Scilab Perangkat Lunak Gratis untuk Komputasi Numerik dan Visualisasi Data Saifuddin Arief

Saifuddin Arief

ii

Untuk kedua anakku:

Izzuddin dan Hanif

iii

Kata Pengantar

Scilab adalah sebuah perangkat lunak gratis yang dikembangkan untuk komputasi numerik dan visualisasi data. Scilab cocok digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan matematika yang sederhana maupun untuk menyelesaikan berbagai persoalan komputasi numerik yang rumit. Hal ini karena di dalamnya telah terpasang ratusan fungsi yang merupakan implementasi dari algoritma-algoritma dalam metode numerik. Selain itu Scilab juga merupakan sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Seperti judul buku ini, obyektif dari buku ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang dasar-dasar penggunaan Scilab serta penerapannya dalam komputasi numerik. Sebagai ilustrasi yang lebih konkrit mengenai penggunaan Scilab maka di dalam buku juga terdapat puluhan contoh perhitungan yang diambil dari berbagai macam studi kasus. Beberapa topik tingkat lanjut. seperti pengunaan fitur antar muka grafis (GUI), pengolahan sinyal, simulasi, tidak dijelaskan dalam buku ini.

Saran, masukan atau komentar tentang buku akan penulis terima dengan senang hati dan dapat disampaikan melalui email dengan alamat saifuddin.arief@rocketmail.com.

Tulisan ini dapat digunakan secara gratis untuk keperluan personal dan pendidikan. Bagi yang ingin menggunakannya untuk kepentingan komersial harap menghubungi penulis melalui alamat email di atas.

Saifuddin Arief 20 Februari 2015

iv

Daftar Isi

Kata Pengantar

iii

 

Daftar Isi

iv

1

Pendahuluan

1

Menjalankan Program Scilab

1

Jendela-Jendela Scilab

2

Sistem Bantuan

4

2 Dasar-Dasar Penggunaan Scilab

6

 

Interaksi dengan Scilab

6

Scilab Sebagai Kalkulator Sains

6

Statemen

7

Baris Komentar

8

Bilangan

9

Variabel

10

Matrik

11

Tipe dan Dimensi Variabel

12

Operator

14

Fungsi

15

Format Output Numerik

18

Penulisan dan Pengeditan Perintah

20

Daftar Riwayat Perintah

21

Melihat Daftar Variabel-Variabel yang Telah Dibuat

21

Menghapus Variabel

22

v

Direktori Kerja

23

3 Matematika Dasar

25

Konstanta-Konstanta Matematika

25

Operator-Operator Aritmatika

26

Variabel-Variabel Khusus untuk Aritmatika Komputer

30

Pembagian dengan Nol

32

Akar Kuadrat

33

Nilai Mutlak

35

Tanda Bilangan

36

Pembulatan

36

Aproksimasi Bilangan Real dengan Bilangan Rasional

37

Trigonometri

38

Hiperbolik

42

Eksponensial dan Logaritma

44

Faktorial

46

Bilangan Kompleks

47

4 Matrik dan Vektor

51

Definisi Matrik dan Vektor

51

Pembuatan Vektor dan Matrik Secara Manual

52

Vektor Inkremental

53

Fungsi-Fungsi untuk Membuat Suatu Vektor

54

Fungsi-Fungsi untuk Membuat Suatu Matrik

55

Konkatenasi

58

Dimensi Matrik

59

Merubah Dimensi Matrik

60

vi

Mengekstrak Elemen-Elemen Suatu Matrik

62

Merubah Nilai Elemen Suatu Vektor atau Matrik

64

Menghapus Elemen-Elemen Suatu Vektor atau Matrik

66

Mencari Elemen-Elemen Matrik atau Vektor Yang Memenuhi Kriteria Tertentu

67

Matrik Non-Numerik

69

5 Operasi Matematika terhadap Matrik dan Vektor

70

Penjumlahan dan Pengurangan

70

Perkalian dan Pembagian antara Matrik atau Vektor dengan Skalar

73

Perkalian Matrik

76

Pembagian Matrik

82

Pemangkatan

87

Matrik atau Vektor sebagai Argumen dari Suatu Fungsi Matematika

93

Nilai Maksimum dan Minimum

94

Fungsi-Fungsi Penjumlahan dan Perkalian

96

6 Aljabar Linier

101

Transpose

101

Norma Vektor

103

Norma Matrik

105

Rank Matrik

105

Determinan

106

Matrik Inverse

108

Penyelesaian Sistem Persamaan Linier

110

Nilai Eigen dan Vektor Eigen

117

7 Polinomial dan Rasional

120

Pembuatan Fungsi Polinomial

120

vii

Koefisien Polinomial

122

Pembuatan Fungsi Rasional

122

Evaluasi terhadap Fungsi Polinomial dan Rasional

124

Penjumlahan dan Pengurangan

125

Perkalian

126

Pembilang dan Pembagi dari Fungsi Rasional

127

Hasil Bagi dan Sisa dari Suatu Pembagian Polinomial

128

Akar-Akar Polinomial

128

Faktorisasi

131

Turunan

132

Matrik Polinomial dan Matrik Rasional

135

8 String

139

Pembuatan String

139

Penggabungan String

139

Panjang String

139

Ekstraksi Karakter String

140

Mencari Posisi Suatu String pada String yang Lain

140

Memecah String

141

Substitusi String

142

Penggabungan Elemen-Elemen Suatu Matrik String

143

Konversi ke Huruf Besar dan Huruf Kecil

143

Konversi dari Karakter ke Kode ASCII atau Sebaliknya

143

Konversi dari Numerik ke String

144

Evaluasi terhadap Suatu String Ekspresi

144

Operasi Matrik terhadap Suatu Matrik String

145

viii

Tanggal dan Waktu

147

Kalender

147

Stopwatch

148

10 Perbandingan dan Logika

150

Operasi Perbandingan

150

Operasi Logika

153

Fungsi-Fungsi Logika

156

Fungsi-Fungsi Pengujian

157

11 Perulangan dan Kondisional

161

For

161

While

164

Break

165

Continue

166

If-Else

167

Select-Case

170

12 Editor Teks SciNotes

172

13 Skrip

174

Pembuatan Skrip

174

Cara Menjalankan Suatu Skrip

175

Kelebihan dan Kelemahan Skrip

177

14 Fungsi

178

File-Fungsi

178

Penggunaan Fungsi-Fungsi yang Tersimpan pada Suatu File-Fungsi

181

Membuat Suatu Fungsi Secara Langsung pada Jendela Scilab

182

Variabel Lokal dan Variabel Global

184

ix

Pengontrolan Eksekusi Suatu Fungsi

187

Menyela Eksekusi Program dan Melakukan Debugging

190

Jumlah Argumen Input dan Output

194

Menampilkan Baris Komentar yang Terdapat Pada Bagian Awal Suatu Fungsi

196

Kelebihan Fungsi

197

15 Input dan Output

200

Memasukkan Data dengan Fungsi Input

200

Menampilkan Nilai Suatu Variabel dengan Fungsi Disp

200

Penanda File

201

Mencetak Nilai Variabel dengan Fungsi Print

202

Membuka dan Menutup File Data

203

Informasi Mengenai File-File yang Telah Dibuka

207

Menyimpan dan Membaca Data String dalam Format Teks ASCII

208

Menyimpan dan Membaca Data dengan Format Fortran

209

Menyimpan dan Membaca Data dengan Format C

211

Mencetak Nilai Variabel dengan Fungsi Mprintf

213

Menyimpan dan Membaca Suatu Data Matrik

213

Menyimpan dan Membaca Data dengan Format Biner

215

16 Grafik Dua Dimensi dan Tiga Dimensi

218

Membuat Grafik Dua Dimensi dengan Fungsi Plot atau Plot2d

219

Judul dan Label Grafik

221

Pembuatan Beberapa Grafik Sekaligus pada Sebuah Jendela Grafik

223

Bentuk dan Warna Garis

224

Legenda Grafik

229

Skala Sumbu-Sumbu Grafik

230

x

Kisi-kisi (grid)

235

Beberapa Macam Variasi dari Fungsi Plot2d

236

Grafik dari Sebuah Fungsi dengan Variabel Tunggal

238

Grafik Polar

238

Pengeditan Suatu Grafik Secara Interaktif Melalui Jendela Grafik

239

Membagi Jendela Grafik ke dalam Sejumlah Jendela Subgrafik

247

Visualisasi Data Pada Beberapa Jendela Grafik Sekaligus

249

Kurva Parametrik Tiga Dimensi

251

Membuat Grafik Tiga Dimensi dengan Fungsi Plot3d dan Plot3d1

252

Mengatur Sudut Pandang

255

Mengatur Gradasi Warna

256

Membuat Grafik Tiga Dimensi dengan Fungsi Surf

257

Grafik Tiga Dimensi Dari Suatu Fungsi

259

Menyimpan, Menyalin dan Mencetak Gambar

261

17 Metode Numerik

262

Persamaan Nonlinier

262

Regresi Linier

269

Interpolasi

272

Gradien

276

Integrasi Numerik

277

Persamaan Differensial Biasa

282

Bilangan Random dan Simulasi

292

18 Penggunaan Scilab yang Efisien

299

Menghindari Penggunaan Statemen Perulangan

299

Menggunakan Alokasi Memori Awal

304

xi

Daftar Pustaka

309

Bab 1 Pendahuluan

Scilab adalah sebuah perangkat lunak yang dirancang dan dikembangkan untuk komputasi numerik serta untuk visualisasi data secara dua dimensi maupun tiga dimensi. Scilab juga merupakan sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi numerik. Scilab adalah suatu interpreter sehingga suatu kode program yang dibuat dapat dieksekusi secara langsung dan dilihat hasilnya tanpa harus melalui tahapan kompilasi.

Scilab adalah sebuah freeware yang dapat digunakan secara gratis untuk keperluan pribadi maupun komersial. Scilab tersedia dalam berbagai macam sistem operasi utama, seperti Windows (XP, Vista, 7, 8), Linux, serta MacOS X.

Alamat website Scilab adalah http://www.scilab.org. Pada website tersebut kita dapat memperoleh file instalasi Scilab, source code, dokumentasi tentang Scilab, modul-modul tambahan serta berbagai informasi lainnya yang berkaitan dengan Scilab.

Menjalankan Program Scilab

Scilab dapat dijalankan melalui menu Start atau melalui jalan-pintas Scilab yang terdapat pada dekstop. Setelah Scilab dijalankan maka beberapa saat kemudian pada layar komputer akan muncul sebuah jendela Scilab seperti yang terlihat pada Gambar 1.1.

Untuk mengakhiri penggunaan Scilab dapat digunakan perintah exit, melalui menu File

Quit, atau dengan menekan tombol

Scilab.

yang terdapat pada ujung kanan atas dari jendela

exit , melalui menu File  Quit , atau dengan menekan tombol Scilab. yang terdapat pada

Pendahuluan - 2

Pendahuluan - 2 Jendela-Jendela Scilab Gambar 1.1 Scilab Konsol Scilab ( Scilab Console ) merupakan bagian

Jendela-Jendela Scilab

Gambar 1.1 Scilab

Konsol Scilab (Scilab Console) merupakan bagian utama dari Jendela Scilab. Hampri sebagian besar interaksi antara kita dengan Scilab dilakukan melalui jendela konsol Scilab. Konsol Scilab adalah tempat untuk memasukkan semua perintah diberikan kepada Scilab.

Selain konsol Scilab, secara bawaan Scilab juga menampilkan beberapa jendela lainnya yaitu:

Penjelajah File (file browser). Jendela ini dapat digunakan untuk memilih direktori kerja. Semua file yang ada pada direktori kerja akan ditampilkan pada jendela penjelajah file.

Penjelajah variabel (variabel browser). Jendela ini menampilkan daftar dari semua variabel yang dihasilkan oleh statemen yang dijalankan pada jendela konsol Scilab.

Riwayat perintah (command history). Jendela riwayat perintah berisi rekaman dari perintah atau statemen yang dijalankan pada jendela Scilab. Ilustrasi mengenai jendela-jendela di atas dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Pendahuluan - 3

Pendahuluan - 3 Gambar 1.2 Jendela Scilab Selain jendela-jendela yang telah disebutkan, masih terdapat tiga jendela

Gambar 1.2 Jendela Scilab

Selain jendela-jendela yang telah disebutkan, masih terdapat tiga jendela lagi yaitu:

Jendela bantuan. Jendela ini yang menampilkan penjelasan mengenai suatu fungsi, operator atau perintah yang terpasang di dalam Scilab. Jendela bantuan akan muncul jika kita jalankan perintah help atau apropos.

SciNotes. SciNotes adalah sebuah program editor teks yang disediakan oleh Scilab untuk memudahkan pembuatan atau pengembangan sebuah skrip atau fungsi. Penjelasan lebih detail mengenai SciNotes dapat dilihat pada Bab 12: Editor Teks SciNotes.

Jendela grafik. Jendela ini digunakan untuk melakukan visualisasi terhadap suatu data atau sebuah fungsi matematika. Jendela grafik akan muncul apabila kita menjalankan perintah-perintah yang berkaitan dengan visualisasi grafik. Penjelasan mengenai pembuatan grafik dapat dilihat pada Bab 16: Grafik Dua Dimensi dan Tiga Dimensi.

Pendahuluan - 4

Sistem Bantuan

Jendela bantuan dapat ditampilkan dengan perintah help, melalui menu ? Scilab Help, atau dengan menekan tombol F1. Tampilan dari jendela bantuan adalah seperti pada gambar di bawah ini.

jendela bantuan adalah seperti pada gambar di bawah ini. Gambar 1.3 Jendela Bantuan Scilab Penjelasan mengenai

Gambar 1.3 Jendela Bantuan Scilab

Penjelasan mengenai suatu perintah, fungsi atau operator tertentu dapat kita peroleh dengan menelusuri jendela bantuan. Namun cara ini mungkin kurang praktis, untuk mendapatkan penjelasan mengenai suatu perintah, fungsi atau operator tertentu, kita dapat menggunakan perintah help("topik") atau help topik. Sebagai contoh, untuk melihat penjelasan tentang fungsi round maka perintahnya adalah help("round") atau help round. Apabila kita jalankan perintah tersebut maka akan muncul sebuah jendela seperti pada Gambar 1.4.

Pendahuluan - 5

Pendahuluan - 5 Gambar 1.4 Contoh penjelasan detail tentang suatu fungsi Daftar dari semua dokumentasi yang

Gambar 1.4 Contoh penjelasan detail tentang suatu fungsi

Daftar dari semua dokumentasi yang berkaitan dengan sebuah topik atau kata tertentu dapat ditampilkan dengan dipergunakan fungsi apropos("topik") atau apropos "topik". Sebagai contoh untuk mencari dokumentasi yang berkaitan dengan kata inv perintahnya adalah apropos("inv"). Dokumentasi yang berkaitan dengan sebuah topik tertentu juga dapat dicari melalui fasilitas pencarian yang terdapat pada Jendela Bantuan melalui tab yang terdapat pada jendela bantuan.

Bantuan melalui tab yang terdapat pada jendela bantuan. Selanjutnya, melalui menu ?  Scilab Demonstrations

Selanjutnya, melalui menu ? Scilab Demonstrations dapat dilihat berbagai macam demonstrasi yang memperlihatkan kemampuan Scilab dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan komputasi numerik, simulasi serta visualisasi data. Dengan melihat berbagai macam demonstrasi yang telah disediakan oleh Scilab, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai kemampuan Scilab.

Bab 2 Dasar-Dasar Penggunaan Scilab

Interaksi dengan Scilab

Konsol Scilab adalah tempat utama untuk berinteraksi dengan program Scilab. Tanda --> yang terdapat pada jendela tersebut adalah tempat untuk menjalankan suatu perintah atau statemen. Sebagai contoh, untuk melakukan suatu perhitungan sederhana yaitu 123 + 456 maka setelah tanda --> kita harus mengetikkan 123 + 456 dan kemudian menekan tombol Enter untuk menjalankan perintah tersebut. Hasil perhitungannya akan ditampilkan pada baris berikutnya. Setelah itu di bawahnya akan muncul lagi tanda --> yang berarti bahwa Scilab siap untuk mengerjakan suatu perintah atau perhitungan yang lain.

-->123 + 456 =

ans

579.

-->

Scilab Sebagai Kalkulator Sains

Cara mudah untuk mengenal Scilab yaitu dengan menggunakannya untuk menyelesaikan suatu perhitungan matematika sederhana seperti pada contoh berikut ini.

-->14.59*(1 + 0.0043*80) =

ans

19.60896

-->2/sqrt(5^2 + (16*%pi - 1/(40*%pi))^2) =

ans

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 7

Dua contoh di atas adalah perintah Scilab untuk menyelesaikan dua perhitungan matematika sebagai berikut:

(

)

⁄ √

(

)

Beberapa penjelasan mengenai statemen Scilab untuk menyelesaikan dua perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:

Simbol +, -, *, / dan ^ masing-masing adalah operator untuk operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan pemangkatan.

Tanda kurung-buka dan kurung-tutup adalah sepasang operator yang digunakan untuk mengelompokkan suatu ekspresi matematika.

sqrt adalah fungsi untuk menghitung akar kuadrat dari suatu bilangan.

%pi adalah sebuah variabel khusus untuk konstanta matematika .

ans adalah sebuah variabel yang digunakan oleh Scilab untuk menyimpan hasil dari suatu perhitungan yang nilainya tidak disimpan ke dalam sebuah variabel tertentu.

Statemen

Statemen adalah suatu baris pernyataan yang dapat dieksekusi oleh Scilab. Hasil eksekusi dari statemen tersebut akan ditampilkan pada baris di bawahnya, kecuali apabila pada baris pernyataan tersebut ditambahkan tanda titik-koma (;) di belakangnya.

-->23 + 9 =

ans

32.

-->FV = 500*(1 + 5/100)^4 =

FV

607.75313

-->c = sqrt(8^2 + 6^2);

-->x = cos(%pi/4)^2 + sin(%pi/4)^2;

Pada contoh perhitungan di atas FV, c, x adalah variabel-variabel yang digunakan untuk menyimpan hasil perhitungan.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 8

Nilai yang tersimpan pada suatu variabel dapat ditampilkan dengan cara mengetikkan nama variabelnya pada baris perintah.

-->c

c =

10.

-->x

x =

1.

Beberapa statemen dapat dimasukkan sekaligus pada satu baris perintah yang sama. Antara statemen yang satu dengan statemen yang lainnya dapat dipisahkan dengan tanda koma (,) atau titik-koma (;). Jika digunakan tanda koma maka nilai dari hasil eksekusi statemennya akan ditampilkan pada baris berikutnya, namun jika digunakan tanda titik- koma maka nilai dari eksekusi statemennya tidak akan ditampilkan.

-->V = 120; R = 240; I = V/R, P = V*I

I

P

=

0.5

=

60.

Untuk sebuah statemen yang relatif panjang sehingga tidak dapat dimasukkan dalam satu baris maka statemennya dapat ditulis dalam beberapa baris dengan menggunakan dua titik

atau lebih (

) sebagai tanda sambung antara satu dengan baris berikutnya.

-->e5 = 1 + 1/1 + 1/(1*2) + 1/(1*2*3) + 1/(1*2*3*4) +

-->1/(1*2*3*4*5)

e5

=

2.7166667

Baris Komentar

Baris komentar adalah suatu catatan yang dibuat untuk menjelaskan sebuah statemen atau suatu blok statemen tertentu. Baris komentar dapat ditulis sebagai suatu baris tersendiri atau ditulis di belakang suatu statemen. Tanda // adalah operator untuk membuat baris komentar.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 9

Berikut ini adalah contoh-contoh penggunaan baris komentar.

-->d = 53;

// jarak (m)

-->t = 15;

// waktu tempuh (detik)

-->// kecepatan rata-rata (m/detik)

-->v = d/t =

v

3.5333333

Apabila variabel-variabel yang digunakan dalam suatu perhitungan sudah cukup jelas artinya seperti pada contoh di bawah ini maka baris komentar sebaiknya tidak digunakan.

-->panjang = 20;

-->lebar = 10;

-->luas = panjang*lebar

luas

=

200.

Bilangan

Di dalam Scilab, semua bilangan disimpan dengan menggunakan presisi ganda dengan akurasi sekitar 16 digit desimal signifikan. Suatu bilangan dapat dinyatakan dengan notasi desimal biasa atau dengan notasi saintifik. Pada notasi desimal tanda titik (.) digunakan sebagai penanda desimal. Berikut ini adalah contoh-contoh penulisan bilangan dengan notasi desimal.

777

-123

99.9998

-4.68

Pada notasi saintifik huruf e, E, d, atau D dapat digunakan untuk menyatakan pangkat dari angka 10. Beberapa contoh penulisan suatu bilangan dalam notasi saintifik adalah sebagai berikut:

3e8

2.778E-4

1.660d-27

-9.87D34

Notasi saintifik biasanya digunakan untuk menyatakan suatu bilangan yang sangat kecil atau sangat besar. Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan penulisan serta lebih memudahkan pembacaan.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 10

Variabel

Variabel adalah sebuah nama yang digunakan untuk menyimpan nilai suatu bilangan, hasil perhitungan, atau sebuah obyek tertentu. Penyimpanan nilai suatu obyek ke dalam suatu variabel dilakukan dengan menggunakan statemen penugasan sebagai berikut:

var = ekspresi

dimana var adalah nama variabel yang digunakan untuk menyimpan nilai dari ekspresi yang terdapat di sebelah kanannya.

Sebagai contoh, untuk menyimpan hasil perhitungan ( )⁄ ke dalam variabel x,

statemennya adalah sebagai berikut.

-->x = (1 + sqrt(5))/2 =

x

1.618034

Apabila hasil eksekusi dari suatu statemen tidak disimpan ke dalam sebuah variabel tertentu maka hasilnya akan disimpan oleh Scilab pada variabel ans.

-->(7 - 2)*8 =

ans

40.

Seperti halnya variabel lainnya, variabel ans juga dapat dipanggil atau dipergunakan dalam perhitungan selanjutnya, seperti pada contoh di bawah ini.

-->ans*10

ans

=

400.

Dalam penamaan suatu variabel terdapat beberapa aturan-aturan sebagai berikut:

Nama suatu variabel harus berupa satu kata yang utuh dan di dalamnya tidak boleh terdapat tanda spasi maupun simbol operator aritmatika (+, -, /, \, *, ^).

Karakter pertama harus berupa abjad (A-Z dan a-z) atau simbol tertentu (%, _ , #, $, ?), kemudian karakter berikutnya dapat berupa abjad (A-Z dan a-z), angka (0-9), atau simbol (%, _, #, $, ?).

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 11

Nama sebuah variabel dapat dibuat sepanjang mungkin namun hanya 24 karakter pertama yang akan digunakan oleh Scilab.

Berikut contoh nama variabel yang mengikuti kaidah penulisan variabel yang benar: x,

Jumlah, nilai_awal, temp, x0, s100.

Dalam penamaan sebuah variabel, huruf kecil dan huruf besar adalah berbeda. Sebagai contoh, variabel r dan R merupakan dua variabel yang berbeda, begitu juga dengan total, Total dan TOTAL, dimana ketiganya merupakan variabel yang berbeda.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan dalam penamaan suatu variabel yaitu nama suatu variabel tidak boleh menggunakan nama-nama dari suatu fungsi atau perintah yang telah terpasang di dalam Scilab, seperti abs, input, ones, roots, sum, dan lain sebagainya.

Apabila nama sebuah fungsi atau perintah yang terpasang di dalam Scilab digunakan sebagai nama sebuah variabel maka akan muncul sebuah pesan peringatan Warning :redefining function, seperti pada contoh berikut ini.

-->sqrt = 4 Warning :redefining function: sqrt

Peringatan ini muncul karena sqrt adalah nama sebuah fungsi terpasang dalam Scilab.

Suatu fungsi atau perintah yang secara tak sengaja dipergunakan sebagai nama sebuah variabel dapat dibuat berfungsi kembali secara normal dengan menggunakan perintah clear foo, dimana foo adalah nama fungsi atau perintah yang telah terdefinisi ulang. Sehingga untuk membuat fungsi sqrt kembali berfungsi normal maka perintahnya yaitu:

-->clear sqrt

Matrik

Matrik adalah tipe dasar dari semua data atau obyek di dalam Scilab. Matrik adalah sebuah larik data yang berbentuk segiempat. Bilangan atau skalar adalah bentuk khusus dari sebuah matrik, dimana skalar adalah matrik dengan elemen tunggal.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 12

Berikut adalah sebuah contoh obyek matrik.

-->A = [1 2 3; 4 5 6]

A

=

1.

2.

3.

4.

5.

6.

// numerik

Tanda kurung-siku kanan ([) dan kurung-siku kiri (]) adalah sepasang operator yang dapat digunakan untuk membuat suatu matrik atau vektor secara manual. Penjelasan terperinci tentang matrik akan diberikan pada Bab 4: Matrik dan Vektor.

Tipe dan Dimensi Variabel

Di dalam Scilab, suatu variabel dapat langsung dibuat tanpa harus ditentukan tipe dan dimensinya, seperti pada contoh di bawah ini.

-->e1000 = (1 + 1/1000)^1000

e1000

=

2.7169239

-->M = [8 1 6 3; 5 7 4 9]

M

=

8.

1.

6.

3.

5.

7.

4.

9.

// skalar

// matrik numerik ukuran 2 x 3

Tipe dari sebuah variabel dapat kita ketahui dengan menggunakan fungsi typeof. Ukuran atau dimensi dari suatu variabel dapat kita ketahui dengan fungsi size.

-->typeof(e1000)

ans

=

constant

-->typeof(M)

ans

=

constant

-->size(e1000)

ans

=

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 13

-->size(M)

ans

=

 

2.

4.

Terlihat bahwa variabel e1000 dan M mempunyai tipe yang sama yaitu constant, yang berarti kedua variabel tersebut adalah suatu obyek numerik. Ukuran dari variabel e1000 adalah 1x1, yang berarti e1000 adalah suatu skalar. Selanjutnya ukuran dari variabel M adalah 2x3, yang berarti M adalah sebuah matrik yang berukuran 2x3.

Suatu variabel yang telah dibuat dapat berubah dimensinya, tipenya atau bahkan tipe dan dimensinya sekaligus, sesuai dengan operasi yang dilakukan terhadapnya, seperti yang diilustrasikan pada contoh-contoh di bawah ini.

-->x = 9.867;

// x adalah suatu skalar

-->typeof(x)

ans

=

constant

-->size(x)

ans

=

 

1.

1.

-->x = [10, 20; 0, 30]

x

=

10.

20.

0.

30.

-->typeof(x)

ans

=

constant

-->size(x)

ans

=

// x berubah menjadi suatu matrik

2. 2.

-->x = "Scilab"

x =

Scilab

// x berubah lagi menjadi suatu string

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 14

Pada contoh ini, pertama kali variabel x adalah suatu skalar kemudian berubah ukurannya menjadi suatu matrik, kemudian variabel x berubah tipenya menjadi sebuah string. Penjelasan terperinci mengenai obyek string akan diberikan pada Bab 8: String.

Operator

Operator adalah simbol khusus yang melambangkan suatu operasi tertentu, seperti plus (+) untuk operasi penjumlahan dan operasi konkatenasi string, bintang (*) untuk operasi perkalian, lebih besar (>) untuk operasi perbandingan lebih besar, dan lain sebagainya.

Ilustrasi untuk operator-operator aritmatika telah kita lihat pada contoh-contoh yang telah diberikan. Selanjutnya, contoh-contoh di bawah ini adalah ilustrasi mengenai beberapa operator lain yang terdapat di dalam Scilab.

-->test = 1001 < 999

test

=

F

-->1 + %eps/2 > 1 =

ans

F

-->x = 5; =

ans

(x >= 0) & (x <= 10)

T

Penjelasan mengenai beberapa operator yang terdapat pada contoh-contoh di atas adalah sebagai berikut:

Simbol <, >, ==, <=, >= masing-masing adalah operator untuk operasi perbandingan lebih-kecil, lebih-besar, sama, lebih-kecil atau sama dan lebih-besar atau sama.

Simbol & adalah operator untuk operasi logika dan.

Variabel khusus %eps adalah variabel khusus untuk menyatakan presisi komputer dalam operasi aritmatika.

Operator aritmatika akan dijelaskan secara terperinci pada Bab 3: Matematika Dasar dan Bab 5: Operasi Matematika Terhadap Matrik dan Vektor. Selanjutnya penjelasan mengenai

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 15

operator untuk operasi perbandingan dan operasi logika akan diberikan pada Bab 10:

Perbandingan dan Logika.

Fungsi

Fungsi adalah sebuah nama yang merepresentasikan suatu perhitungan matematika, (seperti perhitungan akar kuadrat, perhitungan sinus, pembulatan); atau sebuah operasi tertentu (seperti melihat tanggal sekarang, melihat nama direktori kerja).

Berikut ini ilustrasi dari beberapa fungsi yang telah terpasang di dalam Scilab.

-->n = exp(4)

n

=

54.59815

-->tan(%pi/4)

=

ans

1.

-->r = modulo(10,4)

r =

2.

-->rand()

ans

=

0.2113249

-->date()

ans

=

06-Mar-2010

Penjelasan dari beberapa fungsi di atas adalah sebagai berikut:.

Fungsi exp adalah fungsi untuk menghitung nilai exponensial dari suatu bilangan.

Fungsi tan adalah fungsi untuk menghitung nilai tangen dari suatu sudut.

Fungsi modulo adalah fungsi untuk menghitung sisa pembagian dari suatu operasi pembagian terhadap dua bilangan bulat.

Fungsi rand adalah fungsi untuk membuat bilangan random.

Fungsi date adalah fungsi untuk melihat tanggal sekarang.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 16

Nama suatu fungsi juga bersifat sensitif terhadap ukuran huruf. Sebagai contoh, jika kita tuliskan fungsi sqrt dengan Sqrt atau SQRT maka akan muncul sebuah pesan kesalahan

undefined variable.

-->Sqrt(100)

!--error 4 Undefined variable: Sqrt

Sebuah fungsi baru yang merepresentasikan suatu perhitungan atau operasi tertentu juga dapat kita buat di dalam Scilab. Sebagai contoh, fungsi matematika sebagai berikut:

f (x) x expx

dapat dibuat dengan menggunakan statemen-statemen sebagai berikut:

-->function y = foo(x)

-->

-->endfunction

y = x - exp(-x)

Penjelasan tentang cara pembuatan suatu fungsi akan diberikan pada Bab 14: Fungsi.

Suatu fungsi yang telah kita buat dapat dijalankan seperti halnya sebuah fungsi yang telah terpasang di dalam Scilab, seperti pada contoh di bawah ini.

-->fx = foo(1)

fx

=

0.6321206

Suatu fungsi dapat mempunyai argumen input dan output lebih dari satu. Untuk fungsi- fungsi tersebut, pada umumnya terdapat beberapa argumen input atau output yang bersifat opsional dan hanya perlu digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai contoh, untuk mencari suatu bilangan rasional yang merupakan aproksimasi dari suatu bilangan real, dapat digunakan fungsi rat yang mempunyai notasi sebagai berikut:

[m, n] = rat(x, tol)

dimana x adalah suatu bilangan real, m dan n adalah bilangan bulat serta tol adalah toleransi aproksimasi. Argumen tol bersifat opsional, jika tidak dipakai maka nilai toleransi aproksimasi yang digunakan adalah 10 -6 . Bilangan rasional m/n adalah hampiran untuk bilangan real x yang dihasilkan oleh fungsi rat. Berikut ini adalah contoh penggunaan fungsi rat untuk mencari nilai aproksimasi dari bilangan irrasional .

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 17

-->[m, n] = rat(%pi)

n

=

113.

m

=

355.

-->[m, n] = rat(%pi, 1e-3)

n

m

=

7.

=

22.

// argumen tol dengan nilai default

// tol = 1e-3

Pada sebuah fungsi yang mempunyai argumen output lebih dari satu, hanya argumen output pertama yang harus digunakan, argumen ouput kedua dan seterusnya dapat digunakan sesuai dengan yang kita perlukan. Sebagai contoh, akar dari suatu fungsi nonlinier dapat kita hitung dengan fungsi fsolve dengan sintaks sebagai berikut:

[x, fval, info] = fsolve(x0, fcn)

Dimana fcn adalah fungsi nonlinier yang dicari akarnya, x0 adalah nilai awal dalam perhitungan iterasi, x adalah hampiran akar dari fungsi fcn, fval adalah nilai fungsi fcn pada x (fval = fcn(x)) dan info adalah argumen output yang menyatakan kondisi iterasi perhitungan (konvergen atau divergen). Argumen fval dan info pada fungsi fsolve adalah argumen yang bersifat opsional.

Misalkan fungsi nonlinier yang akan kita cari akarnya adalah

-->function y = fx(x)

-->

-->endfunction

y = x^2 - sin(x)

f (x)

2

x

sinx

.

Selanjutnya, kita dapat menjalankan fsolve untuk mencari akar dari fungsi f(x) dengan tiga macam bentuk argumen output adalah sebagai berikut:

-->x0 = fsolve(1.0, fx)

x0

=

0.8767262

// Satu argumen output

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 18

-->[x0, f0, iter] = fsolve(1.0, fx)

iter

f0

1.

=

=

- 1.110D-16

x0

=

0.8767262

// Tiga argumen output

Selain fungsi-fungsi matematika standar, di dalam Scilab juga terpasang fungsi-fungsi yang merupakan implementasi dari algoritma-algoritma dalam metode numerik, seperti fsolve untuk mencari akar-akar suatu persamaan nonlinier, regress untuk perhitungan regresi linier, intg untuk melakukan integrasi numerik, dan lain sebagainya. Ilustrasi penggunaan Scilab untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam komputasi numerik diberikan pada Bab 17: Metode Numerik.

Format Output Numerik

Scilab akan menampilkan nilai sebuah variabel atau hasil dari suatu perhitungan sesuai dengan format yang sedang digunakan. Sebagai contoh apabila dijalankan statemen:

NA = 6.0221367e23

maka tampilan yang muncul pada jendela Scilab adalah seperti di bawah ini.

-->NA = 6.0221367e23 =

NA

6.022D+23

Terlihat bahwa tampilan bilangan yang muncul adalah berbeda dengan statemen yang diketikkan dimana tidak semua digit desimal yang telah diketikkan ditampilkan.

Format output numerik pada contoh di atas adalah tampilan yang dihasilkan oleh format default untuk ouput numerik. Apabila diperlukan format output numerik dapat dirubah dengan menggunakan fungsi format. Fungsi format hanya akan berpengaruh terhadap tampilan format numerik saja dan tidak berpengaruh terhadap penyimpanan hasil perhitungannya di dalam memori komputer.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 19

Fungsi format dapat dijalankan dengan tiga macam sintak sebagai berikut

format(fmt, n) untuk merubah tipe format dan panjang digit yang digunakan untuk menampilkan bilangan. Argumen fmt adalah tipe format, yaitu 'v' untuk format default dan 'e' untuk format saintifik, n adalah panjang digit yang digunakan untuk menampilkan bilangan (2 sampai 25 digit). Format default yang digunakan oleh Scilab

yaitu format('v',10).

format(n) untuk merubah panjang digit yang digunakan untuk menampilkan bilangan menjadi n digit sedangkan tipe formatnya tetap.

v = format() untuk menampilkan format yang sedang digunakan. Output dari perintah ini adalah sebuah vektor baris v yang terdiri dari dua elemen. Elemen pertama dari vektor v adalah tipe format yaitu 0 untuk format saintifik atau 1 untuk format desimal. Nilai elemen kedua adalah panjang digit yang digunakan.

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan fungsi format.

-->// Tampilan dengan format default

-->x = 1/7

x

=

0.1428571

-->y = 123456789

y

=

1.235D+08

-->// Tampilan dengan format desimal menggunakan 20 digit

-->format('v',20)

-->x

x =

0.14285714285714285

-->y

y

=

123456789.

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 20

-->NA

NA

=

6.0221367000000D+23

-->// Tampilan dengan format saintifik menggunakan 15 digit

-->format('e',15)

-->x

x =

1.42857143D-01

-->y

y =

1.23456789D+08

-->NA

NA

=

6.02213670D+23

Penulisan dan Pengeditan Perintah

Misalkan kita akan melakukan sebuah perhitungan sebagai berikut:

(

)⁄

Anggap perhitungan tersebut kita selesaikan dengan statemen sebagai berikut

rho = (1 + sqr(5))/2

maka statement tersebut tidak dapat dieksekusi dan akan muncul sebuah pesan kesalahan, seperti di bawah ini.

-->rho = (1 + sqr(5))/2 !--error 4 undefined variable : sqr

Pesan kesalahan ini muncul karena terdapat kesalahan dalam statemen di atas yaitu fungsi sqr seharusnya ditulis sqrt.

Daripada menulis kembali seluruh statemennya, terdapat sebuah cara yang lebih mudah untuk memperbaiki kesalahan pada statemen di atas. Caranya yaitu dengan menggunakan tombol panah ke atas () untuk menampilkan kembali statemen yang telah diberikan dan menggunakan tombol panah ke kiri () untuk memindahkan kursor sehingga berada di

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 21

depan kata sqr. Setelah itu sisipkan huruf t sehingga sqr berubah menjadi sqrt. Berikut ini adalah statemen yang dihasilkan dari proses pengeditan serta hasil perhitungannya.

-->rho = (1 + sqrt(5))/2

rho

=

1.618034

Pada saat penulisan atau pengeditan suatu perintah kita juga dapat menggunakan fitur tab completion. Dengan menggunakan fitur ini, pada saat pengetikan suatu perintah atau statemen apabila kita tekan tombol tab setelah kita ketikkan beberapa karakter awal dari nama suatu variabel atau fungsi maka akan muncul sebuah kotak yang berisi daftar nama- nama variabel atau fungsi yang berawalan dengan karakter yang telah kita ketikkan. Pada daftar pilihan yang muncul, pilih nama variabel atau fungsi yang kita maksud kemudian tekan enter. Berikut ini adalah ilustrasi dari fitur tab completion.

Berikut ini adalah ilustrasi dari fitur tab completion . Daftar Riwayat Perintah Perintah-perintah atau

Daftar Riwayat Perintah

Perintah-perintah atau statemen-statemen yang kita jalankan pada Jendela Scilab dapat ditelusuri kembali dengan menggunakan tombol panah ke atas () dan tombol panah ke bawah (). Selain dengan menggunakan tombol-tombol panah kita juga dapat melihat statemen atau perintah yang telah diberikan pada Jendela Command History.

Melihat Daftar Variabel-Variabel yang Telah Dibuat

Semua variabel yang telah kita buat pada jendela Scilab akan disimpan dan dikelola oleh Scilab dalam ruang kerja (workspace). Selain variabel-variabel yang kita buat pada ruang kerja juga tersimpan variabel-variabel yang dibuat secara otomatis oleh Scilab. Daftar dari semua variabel yang tersimpan pada ruang kerja dapat ditampilkan pada jendela Scilab dengan menggunakan gunakan perintah wh o atau whos. Perintah who akan menampilkan

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 22

daftar yang berisi nama variabel saja sedangkan perintah whos akan menampilkan daftar variabel secara lengkap, yaitu nama, tipe dan ukuran variabel. Sayangnya output dari kedua perintah tersebut juga menampilkan semua variabel yang secara otomatis dijalankan oleh Scilab sehingga outputnya tidak informatif. Cara lebih praktis untuk melihat variabel yang telah dibuat adalah melaluli jendela variabel browser.

Menghapus Variabel

Semua variabel yang telah tersimpan pada ruang-kerja dapat dihapus sekaligus dengan menggunakan perintah clear. Untuk menghapus hanya beberapa variabel tertentu saja, misalkan variabel var1, var2, var3 perintahnya adalah clear var1 var2 var3.

Berikut ini adalah ilustrasi dari penggunaan perintah clear.

-->h = 60;

-->L = 300;

-->w = 0.118;

-->To = (w*L^2)/(8*h) =

To

22.125

-->Tmax = (w*L)/2*sqrt(1 + (L/(4*h))^2) =

Tmax

28.333825

-->clear L w

-->L !--error 4 Undefined variable: L

-->clear

-->Tmax !--error 4 Undefined variable: Tmax

// menghapus variabel L dan w

// menghapus semua variabel

-->S = L*(1 + (8/3)*(h/L)^2 - (32/5)*(h/L)^4) !--error 4 Undefined variable: L

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 23

Seperti pada contoh di atas, akan muncul sebuha pesan kesalahan apabila sebuah variabel telah dihapus jika dipanggil atau digunakan kembali.

Membersihkan Jendela Scilab

Jendela Scilab dapat dibersihkan dari statemen-statemen yang telah kita berikan beserta outputnya dengan menggunakan perintah clc, melalui menu Edit Clear Console atau dengan menggunakan tombol F2. Perintah ini hanya akan membersihkan jendela perintah saja dan tidak akan menghapus statemen-statemen yang telah diberikan dari daftar riwayat perintah.

Direktori Kerja

Direktori kerja yang sedang digunakan dapat dilihat dengan menggunakan perintah pwd.

-->pwd

ans

=

F:\Scilab

Cara lainnya untuk melihat direktori kerja adalah dengan menggunakan menu File

Display Current Directory.

Untuk pindah ke direktori lain sebagai direktori kerja, kita dapat menggunakan perintah cd atau chdir. Sintaks dari kedua perintah tersebut adalah sebagai berikut:

cd str atau cd('str')

chdir str atau chdir('str')

dimana str adalah direktori kerja yang akan digunakan. Misalkan kita akan menggunakan direktori "C:\Komputasi Numerik\Scilab" sebagai direktori kerja maka kita dapat melakukannya dengan menjalankan salah satu dari statemen sebagai berikut.

-->chdir('C:\Komputasi Numerik\Scilab');

-->cd 'C:\Komputasi Numerik\Scilab';

Selain dengan perintah pwd kita juga dapat melakukan perubahan direktori kerja dengan

menggunakan menu File Change Current Directory.

Perubahan direktori kerja dengan menggunakan cara-cara yang telah disebutkan hanya

Dasar-Dasar Penggunaan Scilab - 24

bersifat sementara saja. Ketika kita menjalankan Scilab pada sesi berikutnya maka direktori kerja yang telah kita atur pada sesi sebelumnya akan hilang. Perubahan direktori kerja yang bersifat permanen dapat dilakukan dengan cara memasukkkan nama direktori yang dikehendaki pada kotak teks untuk argumen "Start in" yang terdapat di dalam form properties dari jalan-pintas (shorcut) Scilab. Form tersebut dapat ditampilkan dengan melakukan klik-kanan terhadap shorcut Scilab dan kemudian kita pilih properties.

Bab 3 Matematika Dasar

Konstanta-Konstanta Matematika

Tabel 3.1 adalah daftar dari beberapa konstanta matematika yang telah terpasang di dalam Scilab.

Tabel 3.1 Konstanta Matematika di dalam Scilab

Variabel

Deskripsi

%i

i =  1

i = 1

%pi

= 3.1415927

%e

e = 2.7182818

Contoh penggunaan konstanta-konstanta matematika di atas adalah sebagai berikut.

-->sin(%pi/2)

=

ans

1.

-->log(%e)

ans

=

1.

-->%i^2

=

ans

Matematika Dasar - 26

Operator-Operator Aritmatika

Simbol-simbol untuk operator aritmatika yang terdapat di dalam Scilab diperlihatkan pada Tabel 3.2. Selain simbol-simbol tersebut, terdapat simbol lain yang digunakan dalam penulisan suatu ekspresi matematika yaitu tanda kurung-buka dan kurung-tutup, ( ), yang digunakan untuk mengelompokkan suatu bagian ekspresi matematika.

Tabel 3.2 Operator Matematika

Operasi

Notasi Matematika

Notasi Scilab

Penjumlahan

a + b

a

+ b

Pengurangan

a b

a

b

Perkalian

a × b

a

* b

Pembagian

a

/ b

Pemangkatan

a ^ b atau a ** b

Urutan operasi aritmatika dari tingkatan yang paling tinggi ke tingkatan yang lebih rendah adalah sebagai berikut:

1. Operasi matematika yang terletak di antara tanda kurung ( )

2. Operasi pemangkatan

3. Operasi perkalian atau pembagian

4. Operasi pejumlahan atau pengurangan.

Eksekusi terhadap suatu ekspresi matematika yang didalamnya terdapat beberapa macam operasi aritmatika dimulai dari operasi yang mempunyai tingkatan tertinggi kemudian ke operasi berikutnya yang mempunyai tingkatan operasi lebih rendah dan seterusnya sampai selesai. Apabila di dalam suatu ekspresi matematika terdapat beberapa operasi yang mempunyai tingkatan sama maka urutan eksekusinya dimulai dari sebelah kiri ke kanan.

Matematika Dasar - 27

Berikut ini ilustrasi berbagai macam perhitungan aritmatika.

-->1 + 2/(3*4) =

ans

1.1666667

-->(1 - 2/(3 + 2))/(1 + 2/(3 - 2)) =

ans

0.2

-->1000*(1 + 0.15/12)^60 =

ans

2107.1813

Penggunaan tanda spasi dalam penulisan suatu ekspresi matematika bersifat opsional namun sebaiknya tanda spasi digunakan untuk mempermudah pembacaan dari ekspresi matematika yang dibuat.

Contoh 1. Tentukan besarnya resultan gaya yang dihasilkan oleh gaya-gaya yang bekerja pada roda-roda mobil, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.1, serta posisi resultan gaya tersebut dari titik A?

3.1, serta posisi resultan gaya tersebut dari titik A? Gambar 3.1 Penyelesaian . Misalkan F A

Gambar 3.1

Penyelesaian. Misalkan F A , F B dan F C adalah gaya-gaya yang bekerja pada titik A, B dan C maka resultan gaya R yang dihasilkan oleh ketiga gaya tersebut adalah R = F A + F B + F C

Matematika Dasar - 28

Misalkan d adalah letak resultan gaya dari titik A, maka d dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

d

F x

A

A

F x

B

B

F x

C

C

 

R

dimana x A , x B , x C adalah letak gaya F A , F B dan F C dari titik A.

Perhitungan resultan gaya R dan letaknya dari titik A adalah sebagai berikut:

-->FA = 20;

// Gaya pada titik A (kN)

-->FB = 20;

// Gaya pada titik B (kN)

-->FC = 10;

// Gaya pada titik C (kN)

-->xA = 0;

// Letak gaya FA (m)

-->xB = 3;

// Letak gaya FB (m)

-->xC = 5;

// Letak gaya FC (m)

-->R = FA + FB + FC

// Resultan gaya R (kN)

R =

50.

-->d = (FA*xA + FB*xB + FC*xC)/R

d =

2.2

// Letak gaya R (m)

Jadi resultan gaya R adalah sebesar 50 kN dan letaknya sejauh 2.2 m dari titik A.

Contoh 2. Sebuah baterei mempunyai gaya gerak listrik 12 V dan tahanan internal 0.05 . Jika pada terminal-terminal baterei tersebut dihubungkan dengan sebuah tahanan luar sebesar 3 . Tentukan arus yang mengalir pada rangkaian tersebut dan beda tegangan yang terdapat pada terminal baterei tersebut?

Penyelesaian. Arus (I) pada rangkaian tersebut dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut:

I

R

r

dimana

adalah gaya gerak listrik, r adalah tahanan internal dan R adalah tahanan luar.

Matematika Dasar - 29

Beda tegangan (V) yang terdapat di antara terminal baterei dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

V Ir

Arus yang mengalir pada rangkaian dan beda tegangan yang terdapat pada terminal baterei dapat kita hitung dengan perintah-perintah sebagai berikut.

-->epsilon = 12;

// gaya gerak listrik

-->r = 0.05;

// tahanan internal baterei (Ohm)

-->R = 3;

// tahanan luar (Ohm)

-->I = epsilon/(R + r)

// arus yang mengalir pada rangkaian (Ampere)

I

=

3.9344262

-->V = epsilon - I*r

V

=

11.803279

// beda tegangan pada terminal baterei (Volt)

Arus yang mengalir pada rangkaian adalah 3.9 A dan beda tegangan yang terdapat pada terminal baterei yaitu 11.8 V.

Contoh 3. Sebuah bahan radioaktif mempunyai waktu paruh 150 hari. Apabila hari ini massa radioaktif tersebut adalah 10 gram, berapakah jumlah massa radioaktif yang tertinggal setelah 300 hari ?

Penyelesaian. Peluruhan suatu bahan radioaktif dapat dihitung dengan sebagai berikut:

(

)

dimana m adalah massa bahan radioaktif yang tertinggal, m o adalah massa awal bahan radioaktif, t adalah waktu peluruhan, serta h adalah waktu paruh.

Perhitungan massa radioaktif yang tertinggal adalah sebagai berikut.

-->massa_awal = 10;

Matematika Dasar - 30

-->waktu = 300;

-->massa_tersisa = massa_awal * (1/2)^(waktu/waktu_paruh) massa_tersisa =

2.5

Sehingga setelah 300 hari, bahan radioaktif yang tertinggal yaitu sejumlah 2.5 gram.

Variabel-Variabel Khusus untuk Aritmatika Komputer

Di dalam Scilab, terdapat beberapa variabel khusus yang berkaitan dengan operasi aritmatika dengan komputer. Variabel-variabel khusus tersebut yaitu %eps, %inf dan %nan. Deskripsi singkat mengenai ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Daftar Beberapa Konstanta Aritmatika Komputer

Variabel

Deskripsi

%eps

Presisi komputer

%nan

Bukan sebuah bilangan (not a number)

%inf

Takhingga (, infinity)

Variabel %eps merupakan variabel khusus yang menyatakan presisi komputer. Nilai dari variabel ini adalah nilai terkecil yang dapat ditambahkan pada suatu bilangan sehingga menghasilkan suatu nilai yang berbeda dengan nilai dari bilangan tersebut. Nilai variabel %eps akan tergantung pada jenis komputer. Untuk komputer yang mendukung sistem 64 bit IEEE, nilai variabel %eps kira-kira adalah 2.220 10 -16 .

Berikut ini beberapa contoh ilustrasi mengenai variabel %eps.

-->%eps

%eps

=

2.220D-16

-->format(20)

Matematika Dasar - 31

-->1 + %eps =

ans

1.00000000000000022

-->1 + %eps/2 =

ans

1.

Variabel %inf merupakan suatu variabel yang digunakan untuk menyatakan operasi pembagian suatu bilangan real, (selain bilangan nol), dengan bilangan nol.

-->ieee(2)

-->9.99/0

ans

Inf

=

-->-345/0

ans

=

-Inf

Fungsi ieee yang terdapat pada contoh ini digunakan untuk mengontrol suatu perkecualian yang terjadi dalam sebuah operasi aritmatika. Penjelasan mengenai fungsi ini akan diberikan pada subbab berikutnya tentang pembagian dengan nol.

Variabel %inf digunakan untuk merepresentasikan suatu bilangan yang nilainya diluar jangkauan bilangan yang dapat disimpan oleh Scilab. Jika suatu bilangan mempunyai nilai yang lebih besar dari 10 308 maka nilainya akan dinyatakan dengan simbol %inf namun jika nilainya lebih kecil dari -10 308 maka nilainya akan dinyatakan dengan simbol -%inf.

-->2^1023

ans

=

8.98D+307

-->2^1024

ans

=

Inf

Matematika Dasar - 32

-->-2^1024

ans

=

- Inf

Variabel %nan adalah variabel yang digunakan untuk menyatakan suatu operasi matematika yang tidak didefinisikan, seperti 0/0, - ∞, ∞/∞

-->0/0

ans

Nan

=

Pembagian dengan Nol

Terdapat suatu perkecualian dalam suatu operasi pembagian yaitu pembagi nilainya tidak boleh sama dengan nol. Jika hal ini terjadi maka Scilab secara default akan menampilkan suatu pesan kesalahan, seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini.

-->99/0

!--error 27 division by zero

Fungsi ieee dapat digunakan untuk mengontrol perkecualian yang mungkin terjadi pada suatu operasi aritmatika. Fungsi ieee mempunyai sintaks sebagai berikut:

ieee(m)

dimana m adalah mode untuk menangani operasi perkecualian yang terdapat di dalam suatu ekpresi aritmatika. Terdapat tiga pilihan untuk argumen mode dalam fungsi ieee yaitu 0, 1, dan 2. Dekripsi untuk ketiga mode tersebut adalah sebagai berikut:

Mode 0 (mode default), jika terdapat suatu operasi pembagian dengan bilangan nol maka akan muncul sebuah pesan error.

Mode 1, jika terdapat suatu operasi pembagian dengan bilangan nol maka akan muncul suatu pesan peringatan yang disertainya dengan hasil perhitungannya yang berupa Inf atau Nan sesuai dengan operasi aritmatikanya.

Mode 2, jika terdapat suatu operasi pembagian dengan bilangan nol maka hasil perhitungannya berupa Inf atau Nan sesuai dengan operasi aritmatikanya tanpa disertai suatu pesan peringatan.

Matematika Dasar - 33

Berikut ini beberapa contoh perhitungan sebagai ilustrasi untuk fungsi ieee.

-->ieee(1)

-->99/0

Warning :division by zero

ans

Inf

=

-->0/0

Warning :division by zero

ans

=

Nan

-->ieee(2)

-->99/0

ans

=

Inf

-->0/0

ans

=

Nan

Apabila fungsi ieee() dijalankan tanpa menggunakan argumen maka fungsi tersebut akan menampilkan mode ieee yang sedang dipergunakan.

Akar Kuadrat

Fungsi sqrt adalah fungsi untuk menghitung akar kuadrat dari suatu bilangan real (termasuk bilangan negatif) maupun akar kuadrat dari suatu bilangan kompleks.

Contoh 4. Sebuah mobil bergerak dari keadaan diam dengan percepatan konstan 5 m/det 2 . Tentukan kecepatan mobil tersebut setelah menempuh jarak sejauh 40 m?

Penyelesaian. Kecepatan mobil dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Matematika Dasar - 34

dimana v 0 adalah kecepatan awal, a adalah percepatan dan d jarak yang ditempuh.

Berikut ini statemen-statemen Scilab untuk menentukan kecepatan mobil.

-->v0 = 0;

// kecepatan awal [m/s];

-->a = 5;

// percepatan mobil [m/det^2]

-->d = 40;

// jarak tempuh [m]

-->v = sqrt(v0 + 2*a*d) =

v

20.

Jadi kecepatan mobil adalah 20 m/det.

// kecepatan mobil [m/s]

Contoh 5. Tentukan akar-akar dari persamaan kuadrat x 2 + x + 1 = 0.

Penyelesaian. Akar-akar dari sebuah persamaan kuadrat ax 2 + bx + c = 0 dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut :

,

Perhitungan akar-akar dari persamaan

adalah sebagai berikut:

-->a = 1; b = 1; c = 1;

// koefisien persamaan kuadrat

-->D = b^2 - 4*a*c;

-->r1 = (-b + sqrt(D))/(2*a) =

r1

// diskriminan

// akar pertama

- 0.5 + 0.8660254i

-->r2 = (-b - sqrt(D))/(2*a)

r2

=

-

0.5 - 0.8660254i

// akar kedua

Jawaban yang diperoleh yaitu akar-akar dari persamaan kuadrat x 2 + x + 1 = 0 adalah

Matematika Dasar - 35

Nilai Mutlak

Fungsi abs adalah fungsi untuk menghitung nilai mutlak dari suatu bilangan real atau nilai modulus dari suatu bilangan kompleks. Berikut ini contoh penggunaan fungsi abs.

-->abs(-28.9)

=

ans

28.9

-->abs(3 - 4*%i) =

ans

5.

Contoh 6. Tentukan jarak terdekat antara titik (1, -4, -3) dengan sebuah bidang planar 2x 3y + 6z = -1.

Penyelesaian. Jarak terdekat antara suatu titik P(x 0 , y 0 , z 0 ) dengan sebuah bidang planar ax + by + cz + d = 0 dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut

|

|

Dengan menggunakan rumus ini, jarak antara titik P dengan bidang planar dapat dihitung dengan statemen-statemen sebagai berikut:

-->a = 2; b = -3; c = 6; d = 1;

// normal bidang

-->x0 = 1; y0 = -4; z0 = -3;

// Titik P0

-->D = abs(a*x0 + b*y0 + c*z0 + d)/sqrt(a^2 + b^2 + c^2) D

=

0.4285714

Jawaban yang diperoleh yaitu jarak terdekat antara titik (1, -4, -3) dengan bidang planar 2x 3y + 6z = -1 adalah 0.429.

Matematika Dasar - 36

Tanda Bilangan

Tanda suatu bilangan dapat diketahui dengan fungsi sign yang mempunyai definisi sebagai berikut:

sign x

1, jika

0, jika

1, jika

x

x

x

0

0

0

Contoh-contoh penggunaan fungsi sign adalah sebagai berikut.

-->sign(56.78)

ans

1.

=

-->sign(-28.9)

ans

=

- 1.

Pembulatan

Scilab menyediakan beberapa macam fungsi untuk melakukan operasi pembulatan, seperti yang terlihat pada Tabel 3.4.

Tabel 3.4 Fungsi-Fungsi Pembulatan

Fungsi

Deskripsi

round

Pembulatan

ceil

Pembulatan ke atas

floor

Pembulatan ke bawah

fix atau int

Pembulatan ke arah nol

clean

Pembulatan nilai yang sangat kecil menjadi nol

Matematika Dasar - 37

Contoh-contoh penggunaan fungsi pembulatan adalah sebagai berikut:

-->round(5.67)

ans

=

6.

-->ceil(2.34)

=

ans

3.

-->floor(5.67)

ans

5.

=

-->int(-123.45)

ans

=

- 123.

Fungsi clean(x, tol) akan membulatkan nilai dari suatu variabel x menjadi angka nol apabila nilai absolutnya lebih kecil daripada suatu nilai toleransi tol. Argumen tol adalah argumen yang bersifat opsional dengan nilai default 10 -10 .

-->x = cos(%pi/2)

x

=

6.123D-17

-->x = clean(x)

x =

0.

Aproksimasi Bilangan Real dengan Bilangan Rasional

Suatu bilangan real x dapat diaproksimasi nilainya dengan suatu bilangan rasional m/n melalui fungsi rat sebagai berikut:

[m,n] = rat(x, )

dimana adalah toleransi aproksimasi. Apabila argumen tidak dipergunakan maka nilai toleransi aproksimasi yang digunakan adalah 10 -6 .

Matematika Dasar - 38

Ilustrasi penggunaan fungsi rat adalah sebagai berikut:

-->[n,d] = rat(1.25)

d

n

=

4.

=

5.

-->[m,n] = rat(%pi,0.001)

n

m

=

7.

=

22.

Contoh yang terakhir ini adalah salah satu pendekatan nilai yang populer.

Trigonometri

Daftar dari fungsi-fungsi trigonometri dan inverse trigonometri yang terdapat di dalam Scilab diberikan pada Tabel 3.5. Sebagian besar fungsi trigonometri dan inverse trigonometri hanya membutuhkan argumen input tunggal, kecuali fungsi atan dan atand. Terdapat dua macam sintaks untuk kedua fungsi tersebut, yaitu sintak dengan argumen input tunggal (atan(n) dan atand(n)), serta sintak lainnya dengan dua argumen input

(atan(y,x) dan atand(y,x)).

Fungsi atan(n) dan atand(n) menggunakan dua kuadran dalam perhitungan nilai inverse tangen. Output dari fungsi atan(n) dan atand(n) masing-masing berada dalam interval sudut [-½, ½] radian dan [-90, 90] derajat. Fungsi atan(y,x) dan atand(y,x) menggunakan empat kuadran dalam perhitungan nilai inverse tangen. Output dari fungsi atan(y,x) dan atand(y,x) masing-masing berada dalam interval sudut [-, ] radian dan [-180, 180] derajat.

Matematika Dasar - 39

Tabel 3.5 Fungsi-Fungsi Trigonometri

Fungsi

Deskripsi

sin

Sinus (radian) Sinus (derajat) Cosinus (radian) Cosinus (derajat) Tangen (radian) Tangen (derajat) Cotangen (radian) Inverse sinus (radian) Inverse sinus (derajat) Inverse cosinus (radian) Inverse cosinus (derajat) Inverse tangen (radian) Inverse tangen (derajat)

sind

cos

cosd

tan

tand

cotg

asin

asind

acos

acosd

atan

atand

Contoh-contoh penggunaan fungsi-fungsi trigonometri adalah sebagai berikut:

-->sin(%pi/3)

=

ans

0.8660254

-->cosd(45)

ans

=

0.7071068

-->tan(%pi/4)

=

ans

1.

Berikut ini adalah beberapa contoh pengunaan fungsi-fungsi inverse trigonometri.

-->acosd(0.5*sqrt(2))

ans

=

Matematika Dasar - 40

-->4*atan(1)

ans

=

3.1415927

-->atan(-1,1)

=

ans

- 0.7853982

Contoh 7. Sebuah peluru ditembakkan dari sebuah meriam dengan kecepatan awal 72 m/detik dan sudut kemiringan terhadap bidang horisontal adalah 60 derajat. Tentukan jarak jangkauan peluru tersebut ?

Penyelesaian. Jarak jangkauan (r) peluru dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:

(

)

dimana v o adalah kecepatan awal, adalah sudut tembakan, g adalah percepatan gravitasi.

Statemen-statemen untuk menghitung jarak jangkauan peluru adalah sebagai berikut:

-->v0 = 72;

-->theta = 60;

-->g = 9.81;

-->r = v0^2*sind(2*theta)/g r

=

457.64278

// kecepatan awal (m/detik)

// sudut tembakan (derajat)

// percepatan gravitasi (m/detik^2)

// jangkauan peluru (m)

Jadi jangkauan peluru adalah sejauh 457.6 m.

Contoh 8. Dengan mengacu pada Gambar 3.2, tentukan besarnya gaya F yang harus dikerjakan pada ujung pengungkit sehingga dihasilkan momen pada titik O sebesar 15 Nm

yang bekerja searah jarum jam? Diketahui = 60 o , = 30 o , a = 50 mm, serta b = 300 mm.

Matematika Dasar - 41

Matematika Dasar - 41 Gambar 3.2 Penyelesaian . Momen yang dihasilkan oleh gaya F yang bekerja

Gambar 3.2

Penyelesaian. Momen yang dihasilkan oleh gaya F yang bekerja pada pengungkit adalah:

M F cosa bsinF sinbcos

Dari persamaan ini diperoleh besarnya gaya F untuk menghasilkan momen M yaitu"

F

 

M

cosa

bsin

bsincos

Berikut ini adalah statemen-statemen Scilab untuk menghitung gaya F.

-->M = 15;

// Nm

-->phi = 60;

// derajat

-->theta = 30;

// derajat

-->a = 0.05;

// m

-->b = 0.30;

// m

-->F = M/(cosd(theta)*(a + b*sind(phi)) - b*sind(theta)*cosd(phi)) =

F

77.599076

Jadi gaya yang diperlukan untuk menghasilkan momen sebesar 15 Nm adalah 77.6 N.

Matematika Dasar - 42

Hiperbolik

Daftar dari fungsi-fungsi hiperbolik dan inverse hiperbolik yang terdapat di dalam Scilab dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.6 Fungsi-Fungsi Hiperbolik dan Inverse Hiperbolik

Fungsi

Deskripsi

sinh

Sinus hiperbolik

cosh

Cosinus hiperbolik

tanh

Tangen hiperbolik

coth

Cotangen hiperbolik

asinh

Inverse sinus hiperbolik

acosh

Inverse cosinus hiperbolik

atanh

Inverse tangen hiperbolik

Berikut ini adalah ilustrasi penggunaan fungsi-fungsi hiperbolik dan inverse hiperbolik.

-->sinh(2)

ans

=

3.6268604

-->tanh(0.5 + 2.5*%i) =

ans

0.6433315 - 0.5249367i

-->asinh(3.5)

=

ans

1.9657205

Contoh 9. Sebuah kabel optik tergantung pada tiang-tiang dimana ujung-ujung pada setiap bentangnya membentuk sudut terhadap horisontal (Gambar 3.3). Tentukan tegangan minimum yang bekerja pada kabel dan tinggi maksimum lendutannya? Diketahui kabel optik mempunyai kerapatan massa 0.9 kg/m dan jarak antar tiang adalah 30 m.

Matematika Dasar - 43

Matematika Dasar - 43 Gambar 3.3 Penyelesaian . Tegangan tarik maksimum ( T m a x

Gambar 3.3

Penyelesaian. Tegangan tarik maksimum (T max ) yang bekerja pada kabel dan tinggi lendutan maksimum (h) dapat ditentukan dengan rumus-rumus sebagai berikut

F H

w

a

2

asinhtan

T

max

h

F

H

F H

w

cos

cosh

w g

Dimana:

w

a

2

F

H

1

F H adalah tegangan tarik horisontal yang bekerja pada kabel optik T max adalah tegangan tarik maksimum yang bekerja pada kabel optik

h adalah panjang lendutan maksimum

a adalah jarak antara tiang

w adalah berat satuan kabel

adalah kerapatan massa (density) kabel

g adalah percepatan gravitasi

Perhitungan tegangan tarik maksium (T max ) yang bekerja pada kabel dan tinggi lendutan maksimum (h) adalah sebagai berikut.

Matematika Dasar - 44

-->g = 9.81;

// percepatan gravitasi (m/s^2)

-->rho = 0.9;

// density kabel (kg/m)

-->w = rho*g;

// berat satuan kabel;

-->theta = 22/180*%pi; // sudut kemiringan pd ujung kabel (rad)

-->a = 30;

// jarak antar tiang (m)

-->FH = w*(a/2)/asinh(tan(theta)) =

FH

// Gaya horisontal (N)

336.32494

-->Tmax = FH/cos(theta) // Tegangan tarik maksimum pd kabel (N) =

Tmax

362.73813

-->h = FH/w*(cosh(w*(a/2)/FH) - 1) // Tinggi lendutan maksimum =

h

2.9916403

Jadi tegangan tarik maksimum yang bekerja pada kabel adalah 362.7 N dan tinggi lendutan maksimum pada bagian tengah kabel adalah 2.99 m.

Eksponensial dan Logaritma

Daftar dari fungsi-fungsi exponensial dan logaritma yang terdapat terpasang di dalam Scilab diberikan pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7 Fungsi-Fungsi Exponensial dan Logaritma

Fungsi

Deskripsi

exp

Exponensial

nextpow2

Pangkat dua terbesar selanjutnya

log

Logaritma alami

log2

Logaritma base 2

log10

Logaritma base 10

Matematika Dasar - 45

Deskripsi mengenai fungsi-fungsi tersebut adalah sudah jelas dari deskripsi yang diberikan pada Tabel 3.7 kecuali untuk fungsi nextpow2. Fungsi nextpow2(x) adalah suatu fungsi yang digunakan untuk menghitung suatu bilangan integer n terkecil yang memenuhi persyaratan 2 n |x|.

Contoh penggunaan fungsi-fungsi exponensial dan logaritma adalah sebagai berikut:

-->exp(2.5)

ans

=

12.182494

-->log(10)

ans

=

2.3025851

-->log10(0.001)

ans

=

- 3.

-->nextpow2(20)

ans

5.

=

Contoh 10. Anggap suatu minuman kopi mempunyai kandungan ion hidrogen sebanyak 1.2×10 -6 mol/Liter. Tentukan berapakah nilai pH-nya ?

Penyelesaian. Nilai pH suatu zat dapat ditentukan dengan formula sebagai berikut:

pH  log

10

H

dimana [H + ] adalah konsentrasi dari ion hidrogen dalam satuan mol/Liter. Maka nilai pH dari minuman kopi dapat dihitung sebagai berikut:

-->kopi = 1.2E-6;

-->pH_kopi = -log10(kopi) pH_kopi =

5.9208188

// kandungan ion hidrogen dalam kopi

Matematika Dasar - 46

Contoh 11. Jumlah penduduk dunia pada awal tahun 1990 diperkirakan adalah sekitar 5.3 milyar dengan laju pertambahan penduduk sekitar 2% per tahun. Dengan mengunakan asumsi bahwa pertumbuhan populasi penduduk akan bertambah secara eksponensial, maka perkirakan jumlah penduduk dunia pada awal tahun 2015 ?

Penyelesaian. Jumlah penduduk pada awal suatu tahun tertentu dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

y y e

o

kt

dimana y o adalah jumlah penduduk pada awal tahun 1990 (dalam satuan milyar), k adalah laju pertambahan penduduk dan t adalah perbedaan waktu sejak tahun 1990 (dalam satuan tahun).

Perhitungan jumlah penduduk dunia pada awal tahun 2015 dapat diselesaikan dengan perintah-perintah sebagai berikut:

-->y0 = 5.3;

// jumlah penduduk pada awal th 1990 (milyar)

-->k = 0.02;

// laju pertumbuhan pertahun

-->t = 20151990;

// selang waktu sejak awal th 1990 (tahun)

-->y = y0*exp(k*t) // jumlah penduduk pada awal th 2015 (milyar) =

y

8.7382227

Jadi jumlah penduduk dunia pada awal tahun 2015 adalah sebanyak 8.73 milyar.

Faktorial

Notasi matematika untuk faktorial dari suatu bilangan bulat n adalah n!. Di dalam Scilab, nilai faktorial dari suatu bilangan dapat dihitung dengan menggunakan fungsi factorial, seperti yang ditunjukkan pada contoh di bawah ini:

-->factorial(6)

ans

=

720.

Matematika Dasar - 47

Contoh 12. Sebuah panitia yang terdiri dari tiga orang akan diambil dan dibentuk dari delapan orang. Tentukan berapa banyak kombinasi panitia yang dapat dibentuk apabila satu orang hanya dapat masuk sekali saja dalam satu grup?

Penyelesaian. Jumlah kombinasi panitia yang dapat dibentuk dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

( dimana n adalah jumlah orang yang akan dipilih dan k adalah jumlah anggota panitia. Jadi, jumlah kombinasi panitia yang dapat dibentuk adalah

)

-->K = factorial(8)/(factorial(3)*factorial(8-3))

K =

56.

Bilangan Kompleks

Misalkan z adalah bilangan kompleks z = x + iy, dimana i adalah simbol bilangan imajiner

z = x + iy , dimana i adalah simbol bilangan imajiner  1 , maka

1 , maka bilangan kompleks z di dalam Scilab dapat dinyatakan sebagai berikut:

z = x + y*%i

atau

z = x + %i*y

Sebagai contoh, notasi untuk bilangan kompleks z = 2 3i adalah sebagai berikut:

-->z = 2 - 3*%i

z

=

2. - 3.i

Operasi Aritmatika terhadap Bilangan Kompleks Operasi aritmatika terhadap suatu bilangan kompleks dapat dilakukan dengan menggunakan notasi yang sama seperti notasi pada bilangan real. Berikut ini beberapa contoh operasi aritmatika terhadap bilangan kompleks.

-->x = 1 - 3*%i;

-->y = -2 + %i*5;

-->p = x + y

p =

Matematika Dasar - 48

-->q = x - y

q

=

3.

- 8.i

-->r = x*y

r =

13. + 11.i

-->r/x

ans

=

- 2. + 5.i

Komponen Real dan Imajiner. Komponen real dan imajiner dari suatu bilangan kompleks dapat diekstrak dengan menggunakan fungsi real dan imag, seperti pada contoh di bawah ini.

-->x = 3 + 4*%i;

-->real(x)

ans

3.

=

-->imag(x)

ans

4.

=

Conjugate Bilangan Kompleks. Jika z = x + iy maka conjugate untuk bilangan compleks tersebut didefiniskan sebagai ̅ Conjugate suatu bilangan kompleks dapat dihitung dengan fungsi conj, seperti pada contoh di bawah ini.

.

-->w = 8 + 10*%i;

-->conj(w)

ans

=

8. - 10.i

Matematika Dasar - 49

Modulus Bilangan Kompleks Modulus atau nilai mutlak dari bilangan z = x + iy didefinisikan sebagai berikut

Modulus bilangan kompleks dapat kita hitung dengan fungsi abs.

|

|

-->v = 12 - 5*%i;

-->abs(v)

ans

=

13.

Bentuk Polar dari Bilangan Kompleks Selain dalam notasi kartesian (x, y) sebuah bilangan komplek z = x + iy juga dapat dinyatakan dengan notasi koordinat polar (r, ) sebagai berikut:

(

(

)

(

))

dimana:

 

(

)

Seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini.

( ) Seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini. Gambar 3.4 Ilustrasi Bentuk Polar dari

Gambar 3.4 Ilustrasi Bentuk Polar dari Bilangan Kompleks

Sebagai contoh, bilangan kompleks z = -3 + 4i dapat dirubah ke dalam bentuk polar dengan perhitungan sebagai berikut.

-->z = -3 + 4*%i;

-->r = abs(z) =

r

Matematika Dasar - 50

-->theta = atand(imag(z),real(z))

theta

=

126.8699

// derajat

Jadi bentuk polar untuk bilangan kompleks z = -3 + 4i adalah z = 5 (cos(126.9 o ) + i sin(126.9 o ))

Notasi Eksponensial untuk Bentuk Polar

Dengan

menggunakan

identitas