Anda di halaman 1dari 6

Kelompok 5 :

A.A Sagung Sinta Rahmawati

(1333121161)

A.A Istri Mas Pramesti Putri

(1333121253)

Made Aditya Saputra

(1333121172)

ELEMEN LAPORAN KEUANGAN


a. Informasi bagi Pemakai
Pelaporan keuangan diarahkan untuk menghasilkan satu set data untuk berbagai pemakai dan
kepentingan. Pemakai menyusun dan mengolah kembali data tersebut menjadi informasi yang
relevan untuk keputusan atau kepentingannya. Dengan kata lain, pemakai harus melakukan
analisis untuk menyerap informasi semantik yang ada di balik data akuntansi. Kebutuhan
informasi dan model pengambilan keputusan para atau kelompok pemakai diketahui dengan
pasti sehingga dapat disusun berbagai statemen atau laporan khusus untuk melayani berbagai
keperluan pengambilan keputusan tiap kelompok pemakai. Informasi dari laporan keuangan
sangat dibutuhkan oleh beberapa kalangan seperti investor, karyawan, pemberi pinjaman,
pemasok, pelanggan, pemerintah dan masyarakat berdasarkan PSAK (2004). Investor
menggunakan informasi untuk membantu apakah harus membeli, menahan atau menjual
investasi yang telah atau yang akan mereka lakukan pada suatu perusahaan. Karyawan
menggunakan informasi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa
manfaat pensiun dan kesempatan kerja sebagai tempat menggantungkan hidupnya. Pemberi
pinjaman dan pemasok menggunakan informasi untuk memutuskan apakah pinjaman serta
bunga dapat dibayar pada saat jatuh tempo. Pelanggan menggunakan informasi mengenai
kesehatan keuangan perusahaan yang akan melakukan kerja sama. Pemerintah menggunakan
informasi untuk dapat menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun
statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. Masyarakat menggunakan laporan
keuangan untuk mendapatkan informasi sebagai bahan ajar, analisis, kecenderungan (trend),
dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
b. Simbol / Elemen Laporan Yang Dibutuhkan Pemakai
Berikut adalah elemen-elemen secara eksplisit yang diidentifikasi FASB, antara lain:
1. Aset adalah manfaat ekonomis yang mungkin diperoleh oleh entitas tertentu sebagai akibat
transaksi atau kejadian dimasa lalu.
2. Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti yang
timbul dari keharusan.
3. Ekuitas adalah hak residual terhadap aset suatu entitas yang masih tersisa setelah
mengurangi aset dengan kewajibannya.

4. Investasi oleh pemilik adalah kenaikan jumlah modal dari suatu entitas bisnis dapat
melalui transfer dari entitas lain sehingga memberikan nilai atau peningkatan kepentingan
kepemilikan dalam kelompok entitas tersebut.
5. Distribusi ke Pemilik adalah penurunan dalam suatu ekuitas suatu badan usaha sebagai
akibat pentransferan aset, penyerahan jasa, dan penimbulan kewajiban oleh badan usaha
tersebut kepada pemilik.
6. Laba Komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas suatu badan usaha selama suatu
perioda yang berasal dari transaksi dan kejadian lain dan kondisi dari sumber-sumber
nonpemilik.
7. Pendapatan adalah aliran masuk aset atau kenaikan aset lainnya pada suatu entitas atau
pelunasan kewajiban entitas tersebut dari penyerahan atau produksi barang, pemberian
jasa, atau kegiatan lain yang membentuk operasi sentral atau utama dan berlanjut dari
entitas tersebut.
8. Biaya adalah aliran keluar aset atau penyerapan aset lainnya pada suatu entitas.
9. Untung adalah kenaikan dalam ekuitas dari transaksi-transaksi tambahan atau insidental,
kecuali yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.
10.Kerugian adalah penurunan dalam ekuitas dari transaksi-transaksi tambahan atau
insidental, kecuali yang berasal dari biaya atau distribusi kepada oleh pemilik.
c. Income and Capital Measurement System
Sistem pertama yang muncul adalah biaya historis (historical cost) khususnya pada tahun
1929 setelah kejadian runtuhnya Wall Street. Kemudian mulai pada tahun 1960 muncul
beberapa sistem alternatif yaitu biaya saat ini (current cost) dan harga jual saat ini (current
selling price).
d. Historical Cost Accounting
1. Tujuan Akuntansi
Dengan pertumbuhan perusahaan selama setengah abad terakhir, informasi akuntansi
membawa makna yang lebih besar sebagai sumber informasi tentang perusahaan. satu
alasan untuk ini adalah bahwa bentuk perusahaan untuk sebuah bisnis besar
menyebabkan pemisahan kepemilikan usaha dan kontrol, akuntabilitas, oleh karena itu
dipandang menjadi tujuan paling penting dari fungsi pelaporan. Tujuan kepengurusan
biaya historis menekankan pada sebuah hubungan kontrak konservatif antara perusahaan
dan mereka yang menyediakan sumber daya untuk itu dengan membuat manajemen
bertanggung jawab atas input dari aset operasional dan output berikutnya pada nilai
bersih dari ekuitas operasi. Dengan demikian, laporan laba rugi adalah mekanisme
komunikasi kunci.
2. Modal dan Laba
Dalam rangka historical cost profit akan ditentukan, entitas akuntansi harus terlebih
dahulu mempertahankan jumlah modal yang sama (aset dikurangi kewajiban) yang
dimiliki pada awal periode - di mana semua aset dan kewajiban dinilai berdasarkan biaya

3.

4.

5.

6.

pembelian historis mereka. Dengan demikian, pendapatan adalah kenaikan modal biaya
historis pada akhir periode akuntansi.
Pencocokan Teori Biaya
Akuntan biaya historis/historicsl cost terus melacak aliran biaya. Karena melampirkan
biaya, ini hanyalah cara lain untuk mengatakan bahwa akuntan menjaga rekening/akun
transaksi bisnis. sebagai pembelian barang dan jasa perusahaan, tugas akuntan adalah
untuk menelusuri pergerakan biaya dan melampirkan (match) mereka terhadap
pendapatan yang diterima saat mereka mengalir melalui bisnis. Dengan kata lain akuntan
harus memutuskan biaya yang telah jatuh tempo dan karena itu harus dicocokkan
terhadap pendapatan dalam laporan laba rugi, dan mana biaya yang masih belum jatuh
tempo dan karena itu harus ditempatkan pada neraca sebagai residual/sisa (unmatched
aset).
Konsevartisme
Komponen lain yang penting adalah penerapan prosedur pencocokan konservatif. Beban
harus dialokasikan sesegera mungkin, sedangkan pendapatan tidak harus diakui sampai
ada kemungkinan besar bahwa mereka akan diterima. yaitu, terdapat
kecurangan/kecondongan bias terhadap pengakuan beban vis a vis pengakuan
pendapatan. landasan konsep konservatisme lainnya adalah bahwa peningkatan nilai aset
tidak harus diakui, namun penurunan nilai harus menjadilebih rendah dari cost atau
aturan pasar.
Dukungan Historical Cost
- Biaya historis relevan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
- Biaya historis didasarkan pada aktual, bukan hanya mungkin, transaksi.
- Sepanjang sejarah, laporan keuangan berdasarkan biaya historis telah ditemukan untuk
menjadi berguna.
- Konsep terbaik memahami keuntungan merupakan selisih harga jual atas biaya
historis.
Kritik Terhadap Historical Cost
Kritik untuk akuntansi biaya historis telah berulang kali berargumen bahwa sistem gagal
dalam mendasari fungsi menyediakan informasi yang obyektif. Ada begitu banyak
keputusan terkait dengan pencatatan, pengukuran dan pelaporan informasi yang mana
sistem biaya historis jauh dari obyektif dan terbuka untuk manipulasi. Biaya historis
tidak mencukupi untuk mengevaluasi keputusan bisnis. Salah satu pembenaran untuk
penggunaan biaya historis adalah asumsi going concern (asumsi kelangsungan hidup
perusahaan).

e. Current Cost Accounting


1. Tujuan Current Cost Accounting
Akuntansi biaya saat ini adalah sebuah sistem akuntansi di mana aset dinilai berdasarkan
harga pasar saat pembelian dan laba ditentukan oleh alokasi berdasarkan biaya saat ini.
Apa tujuan dari akuntansi untuk current cost? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita
perlu mempertimbangkan jenis keputusan yang dihadapi oleh manajer dalam

menjalankan bisnisnya. Suatu asumsi yang dapat dibuat adalah bahwa manajer dari suatu
perusahaan ingin mengetahui bagaimana harus mengalokasikan sumber daya perusahaan
untuk memaksimalkan laba.
2. Konsep Laba Usaha dan Ekuitas Keuangan
Edwards dan Bell menawarkan konsep laba yang disebut "laba usaha" yang terdiri dari
(1) laba operasi saat ini dan (2) penghematan biaya realisasi. Laba operasi saat ini
merupakan kelebihan dari nilai output saat ini yang terjual melebihi dari biaya saat input
terkait. Penghematan biaya realisasi merupakan peningkatan biaya saat ini dari aset yang
ditahan oleh perusahaan pada periode berjalan. Keduanya mencakup perubahan biaya
yang telah direalisasi maupun yang belum direalisasi.
3. Holding Giant and Losses
Asumsi mendasar sebuah laba bisnis adalah bahwa penggabungan holding gains/losses
dan operating gains/losses membingungkan evaluasi keputusan manajemen dan
menghalangi alokasi sumber daya dalam perekonomian. Konsep laba usaha
memungkinkan pemisahan komponen ini. Holding komposisi aktiva dan kewajiban
tertentu adalah salah satu cara manajemen berusaha untuk meningkatkan posisi pasar
perusahaan. Dalam historical cost, gains dicatat hanya pada saat aktiva tersebut
dilepaskan. Oleh karena itu, menentukan apakah kegiatan pengelolaan akan berhasil atau
tidak hampir tidak mungkin, kecuali untuk aktiva yang dibeli dan dijual pada periode
yang sama. Serta berdasarkan akuntansi biaya historis, ketika perusahaan
membandingkan, kita mungkin akan disesatkan untuk perusahaan yang lebih efisien.
f. Financial Capital Versus Physical Capital
1. Dalam Dukungan Modal Fisik
Para pendukung modal fisik berpendapat modal merupakan unit fisik yang menunjukkan
kemampuan operasi perusahaan. Sebagaimana dicatat sebelumnya, dimasukkannya
pemegang saham sebagai labaterutama didasarkan pada dua argumen:
Mereka adalah penghematan biaya
Mereka merupakan peningkatan arus kas masa depan atas aset yang bersangkutan.
2. Fitur Utama dari Sistem Kapasitas Fisik
Kapasitas Pemeliharaan.
Sistem current cost ini didasarkan pada konsep entitas utuh mempertahankan
kemampuan perusahaan untuk terus memberikan jumlah yang sama barang dan jasa
pada kemampuan operasinya.Jika tidak ada perubahan teknologi, pemeliharaan modal
membutuhkan bahwa stok fisik awal aktiva bersih dipertahankan. Hal ini dicapai dengan
pencocokan penggunaan sumber daya dengan menggunakan harga beli saat ini dan
memastikan nilai pembelian item moneter umum dipertahankan, menggunakan konsep
ini, dana yang cukup dipertahankan dalam perusahaan untuk membiayai semua
penggantian pemulihan aset dari beban. Informasi ini juga dapat digunakan untuk
menghitung harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan masukan dan untuk
menghitung harga minimum di mana perusahaan itu saat menjual output dengan asumsi
kontinuitas dan tidak likuidasi.

g.

Exit Price Accounting


1. Pendapatan dan Modal
Exit Price Accounting merupakan sistem akuntansi yang menngunakan harga jual untuk
mengukur posisi keuangan dan kinerja suatu badan usaha Dua hal yang perlu
diperhatikan:
- Nilai aset non moneter disesuaikan dengan harga jual pada saat ini yang merupakan
bagian dari laba yang belum terealisasi
- Perubahan daya beli diperhitungkan untuk mengukur modal finansial dan hasil
operasi
2. Tujuan Akuntansi
Ketika sebuah perusahaan membeli aset tidak lancar, hal ini mengubah kemampuannya
untuk beradaptasi. Jika aset tersebut dibeli dengan kas, maka penurunan terhadap saldo
kas menjadi merosot, akan bebas menempatkan kas untuk investasi lainnya. Jika aset
tersebut dibeli secara kredit, hal ini menurunkan kemampuan perusahaan untuk
memperoleh kredit lebih lanjut.Tetapi konsep perilaku adaptif melihat bahwa perusahaan
selalu bersikap siap untuk membuang aset jika tindakan ini adalah kepentingan yang
terbaik. Oleh karena itu, perusahaan akan menjaga aset tidak lancar hanya jika nilai
sekarang dari arus kas bersih masa depan berasal dari alternatif investasi dari exit value
suatu aset
3. Argumen untuk exit price accounting
- Memberikan informasi yang bermanfaat
- Relevan dan dapat dipercaya
- Additive
- Alokasi
- Kenyataan
- Objective
- Ukuran risiko
4. Argumen yang bertentangan dengan exit price
- Konsep laba
- Kesulitan untuk melakukan menerapkan kemampuan additive
- Penilaian Liabilitas
- Current cost atau exit price
h. Value In Use versus Value In Exchange
Staubus menunjukkan bahwa sejumlah faktor yang umum untuk setiap viewpoint :
- pengamatan harga pasar lebih relevan untuk pengambilan keputusan keuangan.
- keandalan yang dibutuhkan oleh sistem pengukuran, yaitu penilaian tidak bergantung pada
alokasi subjektif.
- aditif (pengukuran) dari fenomena ekonomi adalah dibuat dalam satuan yang sama,
disesuaikan dengan pergerakan inflasi dan harga.
i. A Global Perspective and IFRS

Current Cost Accounting ini telah, atau direkomendasikan untuk digunakan, pada tahap
tertentu yaitu selama tahun 1970-an dan 1980-an di Amerika Serikat, United Kingdom dan
Australia dan kemudian ditinggalkan. Kebanyakan sistem didasarkan pada modal fisik dan
tidak mengakui holding gains sebagai pendapatan. Pemeriksaan IFRS menunjukkan bahwa
historical cost accounting umumnya dipakai dan masih berlaku umum dari beberapa jenis
nilai standar akuntansi yang berlaku. Namun, metode pengukuran tidak secara fundamental
didorong oleh prinsip-prinsip yang nyata dan terakhir standarIASB akuntansi telah
mengambil pendekatan sedikit demi sedikit untuk penilaian. Menurut Horton dan Macve,
IASB bergerak menuju pendekatan exit price dan pada tahun 2004, mengusulkan sistem
yang didasarkan pada akuntansi nilai wajar di mana semua kenaikan nilai wajar akan
dianggap menjadi bagian dari laporan laba rugi.
j. Issues For Auditors
Auditor harus memperoleh bukti yang cukup dan sesuai pada penyajian secara wajar dan
kepatuhan terhadap laporan keuangan. Berbagai risiko audit muncul dengan model
pengukuran campuran. Beberapa risiko ini ditangani oleh auditor dengan mendapatkan
penilaian ahli independen dan lainnya dengan menguji asumsi dasar untuk manajemen dan
input data ke model penilaian. Risiko dari salah saji yang lebih tinggi dalam kondisi tertentu,
seperti dalam keterlibatan pihak terkait.

Anda mungkin juga menyukai