Anda di halaman 1dari 2

P.

1
Angio Displa Sia
Angio Displa Sia
Ratings: (0)|Views: 271|Likes: 0
Published by Muhammad Fadillah
Angio Displa Sia
See More
ANGIODISPLASIAEpidemiologi dan Insidensi
Sekitar 2 sampai 5% dari hemoragi pada saluran pencernaan atas dan 3 sampai 6% dari
saluran pencernaan bawah merupakan kontribusi dari angiodisplasia. Pasien yang mengalami
perdarahanakibat angiodisplasia kolon biasanya berusia lebih dari 60 tahun, tetapi
ada laporan kasus baruyang terjadi pada anak dan infant. Ras dan jenis kelamin
tidak berpengaruh pada prevalensi.Angiodisplasia bukan merupakan penyakit familial.
Etiologi dan Patogenesis
Peningkatan prevalensi dari angiodisplasia pada usia lanjut memunculkan teori
bahwa hal initerkait dengan degenerasi dari integritas vascular. Obstruksi kronis
dari aliran balik vena padalapisan muskularis memunculkan defek patofisiologis
yang nyata, yang dapat berimbas pada pelebaran submukosa dari vena dan pembuluh
kapiler. Mungkin juga factor neurovascular ataumekanisme hormonaldapat menginduksi
angiodisplasia karena responnya terhadap hipoperfusi local.Angiodisplasia telah
dikaitkan dengan beberapa penyakit. Prevalensi angiodisplasia dilaporkanmeningkat pada
stenosis aorta, akan tetapi, banyak studi-studi terdahulu gagal untuk menjelaskanhal ini.
Angiodisplasia tercatat sebagai penyebab perdarahan gastrointestinal terbanyak
pada pasien dengan gagal ginjal (19 samapai 32%), tetapi kaitan patofisiologis antara
angiodisplasiad a n g a g a l g i n j a l k r o n i s m a s i h c o n t r o v e r s i a l . P e n i n g k a t a n
p r e v a l e n s i a n g i o d i s p l a s i a p a a d a scleroderma atau sindrom CREST, sindrom Turner,
dan hipotensi portal telah dilaporkan.
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis angiodisplasia adalah perdarahan gastrointestinal tanpa nyeri. Kebanyakan
lesikolonik berlokasi pada kolon kanan dan berkaitan dengan perdarahan kronis ringan atau
anemiadefisiensi besi, tapi 10-15% memperlihat perdarahan akut yang masif.Tes
diagnosticE n d o s k o p i a d a l a h p r o s e d u r p i l i h a n u n t u k m e n d i a g n o s i s
a n g i o d i s p l a s i a . E n d o s k o p i s a l u r a n pencernaan atas, endoskopi usus halus,
endoskopi capsule, dan kolonoskopi adalah metode primer untuk mengidentifikasi
angiodisplasia pada saluran pencernaan. Ukuran lesi berkisar antara 0.2 sampai 1 cm
dengan tipikal discrete dan darah terang, tersusun oleh jaringan densereticular
dari pembuluh darah. Dapat dilakukan angiografi untuk menemukan lesi
angiografi pada usus halu yang tidak tervisualisasi oleh enteroskopi ditambah endoskopi
kapsul. Pasiend e n g a n p e r d a r a h a n s a l u r a n c e r n a b a w a h a k u t h a r u s m e n j a l a n i
kolonoskopi emergensi atau
erythrocyte scintigraphy
sebagai prosedur pencitraan yang inisial.Tatalaksana

Suplementasi Fe

Terapi hormonal berupa estrogen atau dikombinasi dengan progesterone,


khususnyauntuk pasien dengan gagal ginjal atau telangiectasia. Hormonal terapi

harus dihindari pada pasien dengan riwayat tromboembolism, aterosklerosis, atau


neoplasma yangsensitive hormone estrogen.

Transfusi darah pada pasien dengan perdarahan yang akut.

Terapi endoskopis
You're reading a free preview.
Page 2 is not shown in this preview.