Anda di halaman 1dari 3

SKABIES

DIAGNOSIS HOLISTIK
a. Aspek Personal
1. Keluhan dari PMK No. 5 hal 131
a) Pruritus nokturna yaitu gatal yang hebat terutama pada malam hari atau
saat penderita berkeringat
b) Menyerang manusia secara berkelompok
c) Adanya gambaran polimorfik pada daerah predileksi lesi di stratum
korneum yang tipis (sela jari, pergelangan volar tangan dan kaki, dsb)
d) Ditemukannya tungau dengan pemeriksaan mikroskopis.
2. Keluhan Utama
: gatal di malam hari selama 1 minggu
3. Keluhan Tambahan
: gatal menjalar ke siku, ketiak, menyerang secara
berkelompok, kunikulus, ditemukan tungau
4. Idea (pemikiran)
: ingin tau sakit apa sehingga datang ke dokter
5. Concern (perhatian)
: sakit mengganggu aktivitas
6. Expectation (harapan) : ingin cepat sembuh
7. Anxiety (kecemasan) : takut sakit bertambah parah dan menular
b. Aspek Klinis
1. Diagnosis klinis
Skabies
2. Diagnosis banding
a) Pyoderma
b) Impetigo
c) Dermatitis
d) Pedikularis korporis
c. Faktor resiko internal
1. Unmodified
a) Umur
: menyerang semua umur
b) Jenis kelamin
: laki-laki atau perempuan
c) Ras/suku
:2. Modified
a) Higiene yang buruk
b) Penggunaan perlengkapan tidur bersama dan saling meminjam pakaian,
handuk dan alat-alat pribadi lainnya
c) Sprei tidak pernah dicuci
d) Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan
e) Kebiasaan jarang mandi
d. Faktor resiko eksternal
1. Pemicu sosial keluarga
2. Pendidikan dan pergaulan
3. Rumah tidak memenuhi kriteria rumah sehat
4. Pemukiman padat hunian
5. Perumahan dekat jalan raya
6. hidup dalam kelompok yang padat seperti tinggal di asrama atau pesantren.
7. Sosial ekonomi rendahseperti di panti asuhan
e. Aspek skala fungsi sosial
1. Skala 1 : mampu melakukan pekerjaan seperti biasa

2. Skala 2 : mampu melakukan pekerjaan namun sedikit kesulitan dan


mengurangi aktivitas
3. Skala 3 : mampu melakukan perawatan diri dan pekerjaan ringan
4. Skala 4 : sebagian pekerjaan hanya duduk dan berbaring
5. Skala 5 : berbaring pasif, tidak bisa apa-apa

TATALAKSANA KOMPREHENSIF
a. Personal care
1. Initial plan
a) Pemeriksaan darah lengkap.
b) Pemeriksaan mikroskopis dari kerokan kulit untuk menemukan tungau
2. Kuratif
a) Medikamentosa
Terapi tidak dapat dilakukan secara individual melainkan harus serentak
dan menyeluruh pada seluruh kelompok orang yang ada di sekitar
penderita skabies. Terapi diberikan dengan salah satu obat topikal
(skabisid) di bawah ini:
1) Salep 2-4 dioleskan di seluruh tubuh, selama 3 hari berturut-turut,
dipakai setiap habis mandi
2) Krim permetrin 5%di seluruh tubuh. Setelah 10 jam, krim permetrin
dibersihkan dengan sabun
b) Nonmedikamentosa
1) Tidak menggunakan peralatan pribadi secara bersama-sama dan alas
tidur diganti bila ternyata pernah digunakan oleh penderita scabies
2) Mencuci semua pakaian, handuk, sprei dan sarung bantal guling
yang dipakai oleh penderita pda 3 hari terakhir dengan air mendidih
3) Potong kuku
4) Hindari menggaruk
3. Promotive dan Preventif
a) Menghindari kontak langsung dengan penderita skabies
b) Tidak menggunakan peralatan pribadi secara bersama-sama dan alas tidur
diganti bila ternyata pernah digunakan oleh penderita scabies
c) Mandi teratur dengan sabun
d) Menjemur kasur dan bantal min 2 minggu sekali
e) Menjaga kebersihan rumah dan ventilasi cukup
b. Family focused
1. Memberi pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan diri dan
lingkungan, antara lain:
a) Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukkan aktifitas dengan
menggunakan sabun.
b) Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih
c) Menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makan bergizi dan
olahraga teratur
2. Adanya dukungan moral dari keluarga dalam pengendalian penyakit pasien
3. Edukasi mengenai penyakit kepada keluarga
4. Edukasi mengenai faktor resiko
5. Screening untuk keluarga

c. Community focused
1. Memberi pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan diri dan
lingkungan, antara lain:
a) Mencuci tangan sebelum dan setelah melakukkan aktifitas dengan
menggunakan sabun.
b) Kondisi rumah dan lingkungan dijaga agar tetap bersih
c) Menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makan bergizi dan
olahraga teratur
d) Memotivasi komunitas untuk memberikan dukungan psikologis terhadap
pasien mengenai penyakitnya
2. Dibutuhkan pemahaman bersama agar upaya eradikasi skabies bisa melibatkan
semua pihak. Bila infeksi menyebar di kalangan santri di sebuah pesantren,
diperlukan keterbukaan dan kerjasama dari pengelola pesantren. Bila sebuah
barak militer tersebar infeksi, mulai dari prajurit sampai komandan barak harus
bahu membahu membersihkan semua benda yang berpotensi menjadi tempat
penyebaran penyakit
3. Penderita diliburkan dari tugas untuk mencegah penulaaran
4. Edukasi mengenai penyakit
5. Edukasi mengenai faktor resiko