Anda di halaman 1dari 5

REFLEKSI KASUS 4

Ileus Obstruktif
RSUD Panembahan Senopati Bantul
1. Pengalaman
Anamnesis :
Kira-kira 4 hari SMRS pasien mengeluh nyer perut. Nyeri perut
terutamadirasakan pada perut sebelah kiri. Nyeri bersifat hhilangg tmbul. BAB (+),
buanga n g i n ( + ) , p e r u t t e r a s a t e g a n g / k e m b u n g , m u a l m u n t a h
( + ) . B A B d a r a h ( - ) . Benjolan pada lipat paha (-). Makan-minum
(</<). Panas (+) kira-kira 1 minggu y a n g l a l u . P a n a s n a i k t u r u n . P a n a s
b i a s a n y a t i n g g i p a d a s o r e h a r i . P a s i e n a d a minum obat oenurun anas dan
obat sakit perut sebelumnya, namun keluhan tidak berkurang sehingga
kemudian pasien dibawa ke RSS. Pasien jug a ada BAB encer selama 4
hari, frekuensi >5x sehari, ampas(-), darah (-), lendir (-). Pasien juga ada
riwayat diurut bagian perut sebelumnya.
Pemeriksaan :
Pemeriksaan fisik pasien menunjukkan KU: baik, CM. VS: TD 110/70, RR
28x/m, HR 96x/m, T 37,0. Palpasi abdomen: dbn, akral hangat nadi kuat
Status Lokalis :
Abdomen: I : s u p e l , d e f a n s m u s k u l e r ( + ) P : n y e r i t e k a n ( + ) ,
n y e r i t e k a n l e p a s ( + ) P : hipertimpani A : bising usus (+) menurun
Laboratorium :

Pemeriksaan Penunjang :
Radiologis: Terdapat gambaran air fluid level, dilatasi usus bagian proximal
2. Masalah Yang dikaji
Apakah diagnosis kasus tersebut dan bagaimana tatalaksananya ?
3. Analisa Kritis
a. Definisi klinik
Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus obstruktif Nyeri abdomen, Muntah,
Distensi, Kegagalan buang air besar atau gas(konstipasi).
Gejala ileus obstruktif tersebut bervariasi tergantung kepada Lokasi obstruksi:
Lamanya obstruksi, Penyebabnya, Ada atau tidaknya iskemia usus
Gejala selanjutnya yang bisa muncul termasuk dehidrasi, oliguria, syok
hypovolemik, pireksia, septikemia, penurunan respirasi dan peritonitis. Terhadap
setiap penyakit yang dicurigai ileus obstruktif, semua kemungkinan hernia harus
diperiksa.
Nyeri abdomen biasanya agak tetap pada mulanya dan kemudian menjadi
bersifat kolik. Ia sekunder terhadap kontraksi peristaltik kuat pada dinding usus
melawan obstruksi. Frekuensi episode tergantung atas tingkat obstruksi, yang muncul
setiap 4 sampai 5 menit dalam ileus obstruktif usus halus, setiap 15 sampai 20 menit
pada ileus obstruktif usus besar.
Nyeri dari ileus obstruktif usus halus demikian biasanya terlokalisasi
supraumbilikus di dalam abdomen, sedangkan yang dari ileus obstruktif usus besar
biasanya tampil dengan nyeri intaumbilikus. Dengan berlalunya waktu, usus
berdilatasi, motilitas menurun, sehingga gelombang peristaltik menjadi jarang,
sampai akhirnya berhenti. Pada saat ini nyeri mereda dan diganti oleh pegal
generalisata menetap di keseluruhan abdomen. Jika nyeri abdomen menjadi
terlokalisasi baik, parah, menetap dan tanpa remisi, maka ileus obstruksi strangulata
harus dicurigai.
Muntah refleks ditemukan segera setelah mulainya ileus obstruksi yang
memuntahkan apapun makanan dan cairan yang terkandung, yang juga diikuti oleh
cairan duodenum, yang kebanyakan cairan empedu.
Setelah ia mereda, maka muntah tergantung atas tingkat ileus obstruktif. Jika
ileus obstruktif usus halus, maka muntah terlihat dini dalam perjalanan dan terdiri
dari cairan jernih hijau atau kuning. Usus didekompresi dengan regurgitasi, sehingga
tak terlihat distensi. Jika ileus obstruktif usus besar, maka muntah timbul lambat dan
setelah muncul distensi. Muntahannya kental dan berbau busuk (fekulen) sebagai
hasil pertumbuhan bakteri berlebihan sekunder terhadap stagnasi. Karena panjang
usus yang terisi dengan isi demikian, maka muntah tidak mendekompresi total usus
di atas obstruksi.
Distensi pada ileus obstruktif derajatnya tergantung kepada lokasi obsruksi
dan makin membesar bila semakin ke distal lokasinya. Gerkakan peristaltik
terkadang dapat dilihat.
Konstipasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konstipasi absolut ( dimana
feses dan gas tidak bisa keluar) dan relatif (dimana hanya gas yang bisa keluar).
Kegagalan mengerluarkan gas dan feses per rektum juga suatu gambaran
khas ileus obstruktif. Tetapi setelah timbul obstruksi, usus distal terhadap titik ini

harus mengeluarkan isinya sebelum terlihat obstipasi. Sehingga dalam ileus


obstruktif usus halus, usus dalam panjang bermakna dibiarkan tanpa terancam di
usus besar. Lewatnya isi usus dalam bagian usus besar ini memerlukan waktu,
sehingga mungkin tidak ada obstipasi, selama beberapa hari.
Sebaliknya, jika ileus obstruktif usus besar, maka obstipasi akan terlihat lebih
dini. Dalam ileus obstuksi sebagian, diare merupakan gejala yang ditampilkan
pengganti obstipasi.
Dehidarasi umumnya terjadi pada ileus obstruktif usus halus yang disebabkan
muntah yanbg berulang-ulang dan pengendapan cairan. Hal ini menyebabkan kulit
kering dan lidah kering, pengisian aliran vena yang jelek dan mata gantung dengan
oliguria. Nilai BUN dan hematokrit meningkat memberikan gambaran polisitemia
sekunder.
Hipokalemia bukan merupakan gejala yang sering pada ileus obstruktif
sederhana. Peningkatan nilai potasium, amilase atau laktat dehidrogenase di dalam
serum dapat sebagai pertanda strangulasi, begitu juga leukositosis atau leukopenia.
Pireksia di dalam ileus obstruktif dapat digunaklan sebagai petanda :
1. Mulainya terjadi iskemia
2. Perforasi usus
3. Inflamasi yang berhubungan denga penyakit obsruksi
Hipotermi menandakan terjadinya syok septikemia. Nyeri tekan abdomen
yang terlokalisir menandakan iskemia yang mengancam atau sudah terjadi.
Perkembangan peritonitis menandakan infark atau prforasi.
Sangat penting untuk membedakan antara ileus obstruktif dengan strangulasi
dengan tanpa strangulasi, karena termasuk operasi emergensi.
b. Diagnosis
Dari hasil anamnesa, pemeriksaan fisik dan laboratorium diagnosis pasien
tersebut menderita Ileus obstruktif
c. Penatalaksanaan
Direncanakan operasi sito laparotomi dengan kemungkinan kolostomiTerapi
pre-operasi:
-IVFD RL:D5:Titofusin (1:1:1) 28 tts/menit
- NGT, DC
-BC (Balance cairan)
-Inj. Ceftriaxon 2x1 g
-Inj. Antrain 3x1 amp
-Metonidazol 3x500 mg
d. Dokumentasi
Nama
: Tn. MS
Umur
: 38 tahun
Alamat
: Sleman

e. Referensi
3

1. Mana NM, Kartadinata : Obstruksi Ileus. Cermin Dunia Kedokteran 1983;29.


2. Sjamsuhidajat R, De Jong W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta: EGC,2003.
H:181-192
3. Anonymous. Ileus. [Online].2007. Available from
UR:http://medlinux.blogspot.com/2007/09/ileus.html.
4. Anonym. Mechanical Intestinal Obstruction. [Online].2008. Available
fromURL:http://www.Merck.com.

Bantul, Mei 2014


Ko-ass

Pembimbing

(Willy)

(dr.Gunawan Iswamdi Sp.B)

RHESUS
ILEUS OBSTRUKTIF

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti


Ujian Kepaniteraan Klinik di Bagian Bedah
RSUD Panembahan Senopati Bantul

Disusun Oleh :
WILLY
20090310034

Diajukan kepada :
dr. Gunawan Iswandi Sp.B

SMF BEDAH
RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
2014