Anda di halaman 1dari 4

Nama : Cindy Larasati Sihotang

Kelas : 3AC
PD Kenanga adalah perusahaan mebel. PD Kenanga menyimpan uangnya di Bank Mandiri. Pada tanggal
31 Desember 2015, PD Kenanga menerima rekening koran dari Bank Mandiri. Setelah dilakukan
pemeriksaan, ternyata saldo di buku besar sebesar Rp6.090.000, sedangkan saldo di rekening koran sebesar
Rp5.797.000. Berikut adalah rekening koran dari Bank Mandiri dan buku besar PD Kenanga.
Bank Mandiri
Rekening Koran
Periode Desember 2015
Tanggal
Keterangan
1/12/2015 Pemindahan saldo
2/12/2015 Pembayaran utang
10/12/2015 Penerimaan piutang usaha
10/12/2015 Biaya administrasi bank
23/12/2015 Pendapatan jasa giro
27/12/2015 Biaya administrasi bank
28/12/2015 Penerimaan piutang usaha
29/12/2015 Penerimaan piutang usaha
Keterangan: B adalah benar; S adalah salah.

Cabang
326
356
235
275
236
355
324

Mutasi
Rp5.000.000
Rp3.660.000
Rp1.850.000
Rp50.000
Rp52.000
Rp35.000
Rp1.000.000
Rp1.640.000

Cr
Dr
Cr
Dr
Cr
Dr
Cr
Cr

Saldo
Rp5.000.000 S
Rp1.340.000 S
Rp3.190.000 S
Rp3.140.000 S
Rp3.192.000 S
Rp3.157.000 S
Rp4.157.000 B
Rp5.797.000 B

PD Kenanga
Buku Besar
Kas dan Setara Kas
1/12/2015 Rp5.000.000

2/12/2015

111
Rp6.360.000 S

21/12/2015

Rp2.080.000 S

8/12/2015

Rp2.940.000

27/12/2015

Rp860.000

Rp360.000
28/12/2015 Rp1.000.000

29/12/2015 Rp1.640.000

30/12/2015 Rp3.090.000

31/12/2015 Rp6.090.000
Adapun transaksi-transaksi yang telah terjadi selama bulan Desember 2015 adalah sebagai berikut.
Pada 1 Desember 2015, Bank Mandiri dan PD Kenanga melakukan pemindahan saldo yang diperoleh pada
tanggal 30 November 2015 ke rekening koran dan rekening buku sebesar Rp5.000.000.
Pada 2 Desember 2015, PD Kenanga mencatat pembayaran utang kepada PD Nusantara sebesar
Rp3.660.000 tidak sama dengan Bank Mandiri yang mencatat sebesar Rp6.360.000, sehingga perlu
direkonsiliasi.

Pada 8 Desember PD Kenanga menyetor uang ke Bank Mandiri sebesar Rp2.940.000 pada tanggal 31
Desember 2015, tidak sama dengan Bank Mandiri yang baru mencatat pada tanggal 2 Januari 2016,
sehingga perlu direkonsiliasi.
Pada 10 Desember 2015, PD Kenanga belum mencatat penerimaan tagihan oleh Bank Mandiri dari PD
Samudra sebesar Rp1.850.000 dan biaya penagihan sebesar Rp50.000, tidak sama dengan Bank Mandiri
telah mencatatnya, sehingga perlu direkonsiliasi.
Pada 21 Desember 2015, PD Kenanga mencatat pengeluaran cek No.112 sebesar Rp2.080.000, berbeda
dengan Bank Mandiri yang belum mencatatnya karena sampai tanggal 31 Desember 2015 belum dicairkan
oleh pemegangnya, sehingga perlu direkonsiliasi.
Pada 23 Desember 2015, Bank Mandiri telah mencatat biaya jasa giro sebesar Rp52.000 tidak sama dengan
PD Kenanga yang belum mencatat biaya jasa giro di rekening bukunya, sehingga perlu direkonsiliasi.
Pada 27 Desember Bank Mandiri memberikan nota debit kepada PD Kenanga atas:
-Tolakan setoran yang berupa cek No.131 dari PD Singgalang sebagai pelunasan utangnya sebesar
Rp860.000 tetapi PD Kenanga belum mencatatnya, sehingga perlu direkonsiliasi.
-Biaya administrasi bank untuk bulan Desember 2015 sebesar Rp35.000. PD Kenanga belum mencatatnya,
sehingga perlu direkonsiliasi.
Pada 28 Desember 2015, PD Kenanga sudah mencatat penerimaan tagihan oleh Bank Mandiri dari PD
Mayora sebesar Rp1.000.000. Bank Mandiri juga sudah mencatatnya.
Pada 29 Desember 2015, PD Kenanga sudah mencatat penerimaan tagihan oleh Bank Mandiri dari PD
Gresik sebesar Rp1.640.000. Bank Mandiri juga sudah mencatatnya.
Pada 30 Desember 2015, PD Kenanga menyetor cek No.233 sebesar Rp3.090.000 dicatat oleh Bank
Mandiri dalam rekening koran di sebelah debit, sehingga seolah-olah PD Kenanga melakukan penarikan
uang sedangkan PD Kenanga sudah benar mencatatnya di sebelah debit.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh akuntan PD Kenanga, ternyata ditemukan perbedaan yang disebabkan
oleh hal-hal berikut ini.
2

Desember

Desember

10 Desember
21 Desember
23 Desember
27 Desember

30 Desember

Pembayaran utang kepada PD Nusantara sebesar Rp3.660.000 dicatat oleh PD Kenanga


sebesar Rp6.360.000.
Setoran uang ke Bank Mandiri sebesar Rp2.940.000 pada tanggal 31 Desember 2015
baru dicatat oleh Bank Mandiri pada tanggal 2 Januari 2016.
Rekening koran menunjukkan adanya penerimaan tagihan dari PD Samudra sebesar
Rp1.850.000 pada tanggal 27 Desember 2015. Bank mandiri memperhitungkan biaya
penagihan sebesar Rp50.000.
PD Kenanga mengeluarkan cek No.112 sebesar Rp2.080.000 tetapi sampai tanggal 31
Desember belum dicairkan oleh pemegangnya
PD Kenanga belum mencatat biaya jasa giro atas simpanan sebesar Rp52.000.
Bank Mandiri memberikan nota debit kepada PD Kenanga atas:
- Tolakan setoran yang berupa cek No.131 dari PD Singgalang sebagai pelunasan
utangnya sebesar Rp860.000.
- Biaya administrasi bank untuk bulan Desember 2015 sebesar Rp35.000.
Setoran PD Kenanga berupa cek No.233 sebesar Rp3.090.000 dicatat oleh Bank Mandiri
dalam rekening koran di sebelah debit, sehingga seolah-olah PD Kenanga melakukan
penarikan uang.

PD Kenanga
Rekonsiliasi Bank
Untuk Bulan Desember 2015
Saldo per laporan
perusahaan

Rp6.090.000

Penambahan:
Kesalahan catat
Rp2.700.000
Penerimaan piutang
usaha
oleh bank
Rp1.850.000
Pendapatan jasa giro
Rp52.000

Saldo per laporan


bank

Rp5.797.000

Penambahan:
Setoran dalam perjalanan Rp2.940.000
Kesalahan catat cek No.233 Rp3.090.000
Rp6.030.00
0
Rp4.602.000

Pengurangan:
Biaya administrasi
bank
Rp50.000
Cek kosong No.131 Rp860.000
Biaya administrasi
bank
Rp35.000
Saldo kas

Pengurangan:
Cek yang beredar No.112

(Rp2.080.000)

(Rp945.000)
Rp9.747.000
Saldo kas

Rp9.747.000

Ayat jurnal yang diperlukan untuk mengoreksi kesalahan pencatatan pada PD Kenanga adalah sebagai
berikut.
PD Kenanga
Jurnal Koreksi
Periode 31 Desember 2015
Tanggal
31 Desember 2015
31 Desember 2015
31 Desember 2015
31 Desember 2015
31 Desember 2015
31 Desember 2015

Ref.
post
111
121
111
112
111
411
511
111
112
111
511
111

Keterangan
Kas dan Setara Kas
Utang Usaha
Kas dan Setara Kas
Piutang Usaha
Kas dan Setara Kas
Pendapatan Jasa Giro
Biaya Administrasi Bank
Kas dan Setara Kas
Piutang Usaha
Kas dan Setara Kas
Biaya Administrasi Bank
Kas dan Setara Kas

Debit

Kredit

Rp2.700.000
Rp2.700.000
Rp1.850.000
Rp1.850.000
Rp52.000
Rp52.000
Rp50.000
Rp50.000
Rp860.000
Rp860.000
Rp35.000
Rp35.000

PD Kenanga
Buku Besar Setelah Rekonsiliasi
Kas dan Setara Kas
30/11/2015 Rp5.000.000 JU1
8/12/2015
27/12/2015

Rp2.940.000 JU1

2/12/2015

111
Rp6.360.000 JU1

21/12/2015 Rp2.080.000 JU1

Rp860.000 JU1
Rp360.000

28/12/2015 Rp1.000.000 JU1


29/12/2015 Rp1.640.000 JU1
30/12/2015 Rp3.090.000 JU1
31/12/2015 Rp6.090.000

31/12/2015

Rp50.000 JK1

31/12/2015

Rp860.000 JK1

31/12/2015

Rp35.000 JK1

31/12/2015 Rp2.700.000 JK1


31/12/2015 Rp1.850.000 JK1
31/12/2015

Rp52.000 JK1

31/12/2015 Rp10.642.000

31/12/2015 Rp9.747.000

PD Kenanga
Laporan Posisi Keuangan
Periode Desember 2015
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas Rp9.747.000

Kebijakan mengenai akun kas dan setara kas adalah sebagai berikut.
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang
jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak
dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.