Anda di halaman 1dari 25

PEMBELAHAN MITOSIS

MAKALAH SAINS-BIOLOGI

Oleh:
Gde Parie Perdana
Sagung Ratih Saraswati Antari
Made Krisna Semara Putra
I Putu Eka Putra Sanjaya

PENDIDIKAN SAINS
PROGAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2016

DAFTAR ISI

COVER
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .........................................................................................

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................

1.3 Tujuan ......................................................................................................

1.4 Manfaat ....................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pembelahan Sel ........................................................................................

2.2 Pembelahan pada Sel Prokariotik .............................................................

2.3 Pembelahan Biner ....................................................................................

2.4 Pembelahan Mitosis .................................................................................

2.5 Siklus sel .................................................................................................. 12


2.6 Sel Kanker ................................................................................................ 14
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 22
3.2 Saran ......................................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sel merupakan unit dasar kehidupan. Reproduksi sel adalah proses
memperbanyak jumlah sel dengan cara membelah diri baik pada organisme
uniseluler maupun multiseluler Pembelahan sel pada organisme uniseluler
merupakan suatu cara bagi organisme tersebut untuk melestarikan jenisnya
Sedangkan, bagi

organisme multiseluler, pembelahan

sel

menyebabkan

pertumbuhan dan perkembangan organism. Misalnya, pada manusia, sel-sel


memperbanyak diri sehingga tubuh manusia tersebut menjadi besar dan tinggi.
Selain itu reproduksi sel pada organisme multiseluler juga menghasilkan sel-sel
gamet yang berguna pada saat perbanyakan secara generatif (reproduksi organisme
melalui proses perkawinan). Reproduksi sel merupakan proses penggandaan mater
genetik (DNA) yang terdapat di dalam nukleus. Sehingga menghasilkan sel-sel
anakan yang memiliki materi genetik yang sama.
Reproduksi sel pada organisme prokariotik, seperti bakteri dan protozoa,
terjadi melalui proses pembelahan sel secara langsung, yaitu dari satu sel akan
membelah menjadi dua sel yang sama besar dan mengandung materi genetik yang
sama. Pembelahan sel seperti ini disebut pembelahan biner. Pembelahan biner tidak
mengalami tahapan pembelahan, seperti pembelahan sel secara mitosis dan meiosis.
Berdasarkan organisasi sel, organisme dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
organisme prokariotik dan eukariotik. Pada organisme prokariotik, reproduksi sel
dilakukan dengan cara membelah diri (pembelahan biner). Sedangkan, reproduksi
sel pada organisme eukariotik dengan cara mitosis dan meiosis.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan
masalah sebagai berikut.
1.2.1 Bagaimana pembelahan sel dengan cara mitosis?
1.2.2 Bagaimana berkembangnya sel kanker?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut.
1.3.1

Untuk memahami pembelahan sel dengan cara mitosis

1.3.2

Untuk memahami proses berkembangnya sel kanker.

1.4 Manfaat
Penyusunan karya tulis ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk
memahami pembelahan sel secara mitosis dan proses berkembangnya sel kanker
dari sel yang tidak normal, serta cara menanggulangi agar tidak tumbuhnya sel
kanker.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pembelahan Sel


Sel mikroskopik merupakan komponen penting dari semua organisme hidup
dan setiap tubuh yang hidup. Tumbuhan atau hewan terdiri dari sel-sel tersebut yang
berkontribusi terhadap pelaksanaan fungsi hidup dasar. Dalam rangka untuk
mempertahankan hidup, sel-sel ini perlu untuk mereproduksi diri waktu ke waktu
sehingga menjaga jumlah mereka agar tetap konstan. Seiring berjalannya waktu,
sel-sel mengalami keausan dan akhirnya berhenti berfungsi, sehingga sangat
penting untuk sel-sel ini untuk hadir dalam jumlah besar dan dalam keadaan sehat
untuk mempertahankan hidup.
Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi
dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel biasanya merupakan bagian kecil dari suatu
siklus sel yang lebih besar.
Pembelahan sel pada prokariota dikenal dengan nama pembelahan biner.
Pembelahan yang dimaksud bertujuan untuk kepentingan reproduksi. Sel yang
dihasilkan adalah sel anak yang memiliki otonomi sendiri. Sedangkan pembelahan
sel pada eukariota ada dua jenis yaitu mitosis dan meosis. Mitosis menghasilkan sel
anak yang dapat membelah lagi, sedangkan meiosis mengubah suatu sel menjadi
suatu gamet yang tidak dapat membelah lagi hingga fetilisasi.
Salah satu perbedaan utama dalam mitosis adalah satu sel membelah menjadi
dua sel yang merupakan replika satu sama lain dan memiliki jumlah kromosom
yang sama. Jenis pembelahan sel yang baik bagi pertumbuhan dasar, perbaikan, dan
pemeliharaan. Dalam meiosis sel membelah menjadi dua sel yang memiliki
setengah jumlah kromosom. Mengurangi jumlah kromosom setengah penting untuk
reproduksi seksual dan memberikan keragaman genetik.
Pada siklus hidup sel, umumnya pembelahan sel berlangsung singkat.
Selebihnya sel mengalami 2 fase. Pertama fase fungsional yang terdiri dari fase
sintesis (Fase S) dan fase mitosis (Fase M) dan kedua fase persiapan yang terdiri
dari fase growing pertama (Fase G1) dan fase growing kedua (Fase G2).

Gambar 1 Siklus Sel

2.2 Pembelahan pada Sel Prokariotik


Dalam setiap organisme, gen terdiri dari DNA yang terletak dalam satu atau
lebih dari satu kromosom. Reproduksi sel biasanya terdiri dari duplikasi kromosom
dan mendistribusikan satu set lengkap ke sel anak. Cara ini mengakibatkan sel anak
secara genetik identik dengan sel induk.
Bakteri dan protista seperti amoeba dan paramecia merupakan bagian dari
sel prokariotik. Pada umumnya bakteri berkembang biak dengan pembelahan biner,
artinya pembelahan terjadi secara langsung, dari satu sel membelah menjadi dua sel
anakan. Masing-masing sel anakan akan membentuk dua sel anakan lagi, demikian
seterusnya.
Pembelahan biner berlangsung secara
sederhana dan spontan. Proses pembelahan ini
juga dikenal dengan proses pembelahan
amitosis. Proses pembelahan biner diawali
dengan proses replikasi DNA menjadi dua kopi
DNA identik, diikuti pembelahan sitoplasma
dan akhirnya terbentuk dinding pemisah di
antara kedua sel anak bakteri. Hal ini disebut
sebagai reproduksi aseksual karena satu sel

Gambar 2 Bakteri Escherichia coli yang


sedang melakukan pembelahan bine.
Hal ini dilihat dari hasil laboratorium

induk akan menghasilkan keturunan identik.

Organisme prokariotik tidak mempunyai membran inti sel, sedangkan


organisme eukariotik mempunyai membran inti sel. Oleh karena itu, eukariotik
dikatakan mempunyai inti sel (nukleus) sejati. Pembelahan biner pada organisme
prokariotik terjadi pada bakteri. DNA pada bakteri relatif lebih kecil dibandingkan
dengan DNA pada sel eukariotik. Sel prokariotik memiliki kromosom tunggal yang
hanya terdiri dari beberapa protein. Kromosom prokariotik sebagian besar
merupakan lingkaran tunggal DNA yang berada pada daerah yang disebut nucleoid.

2.3 Pembelahan Biner


Sel prokariotik bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner.
Pembelahan biner merupakan proses pembelahan dari 1 sel menjadi 2 sel tanpa
melalui fase-fase atau tahap-tahap pembelahan sel. Proses ini dinamakan
pembelahan biner karena pembelahan menghasilkan dua (biner) sel anak yang sama
persis dengan sel induk. Pembelahan biner banyak dilakukan organisme uniseluler
(bersel satu), seperti bakteri, protozoa, dan mikroalga (alga bersel satu yang bersifat
mikroskopis). Pada E. coli, proses pembelahan sel dimulai ketika terjadi duplikasi
DNA untuk membuat dua set DNA yang lengkap, kemudian sel mengembang
menjadi sel yang ukurannya jauh lebih besar dari sebelumnya. Selama sel
membesar, kedua set DNA pindah ke ujung-ujung sel yang berlawanan. Setelah
ukuran sel menjadi dua kali lipat dari sebelumnya, maka membran plasma
membentuk ke dalam (membentuk sekat), membagi induk E. sel coli menjadi dua
sel anak dengan DNA yang identik. Proses ini akan terjadi manakala organisme
berada dalam kondisi lingkungan yang stabil (Gambar 4).
Pembelahan biner dalam sel biasanya terjadi ketika sel dalam proses
replikasi dan membagi sebagai bagian dari siklus sel. Kesalahan yang terjadi selama
proses ini akan menyebabkan masalah dengan sel anak yang dihasilkan. Kesalahan
ini dapat menyebabkan kematian sel karena sel baru tidak bisa bertahan hidup
sendiri, atau kesalahan saat pembelahan dapat menyebabkan kondisi seperti kanker,
yaitu pertumbuhan sel yang tidak semestinya.

Replikasi DNA
dimulai.

Proses replikasi
berlanjut. Salinan dari
DNA berada pada
setiap akhir sel.
Sementara itu, sel
memanjang
Membrane plasma
tumbuh ke dalam. Dan
dinding sel baru
terbentuk.

Dihasilkan 2
sel anak
Gambar 3 Tahapan dalam pembelahan biner pada bakteri Escherichia coli

Keuntungan dari pembelahan biner dari perspektif bakteri adalah bahwa hal
itu cepat dan sederhana. Dari perspektif pengendalian penyakit dan pencegahan,
pembelahan biner adalah menguntungkan karena menyederhanakan produksi obat.
Biasanya hanya satu obat yang diperlukan untuk mengobati infeksi bakteri karena
semua bakteri adalah identik dan akan merespon dengan cara yang sama.
Sayangnya, bagaimanapun, beberapa bakteri yang mengalami resistensi melalui
mutasi yang membuat infeksi lebih sulit untuk mengobati.

2.4 Pembelahan Mitosis


Pembelahan sel adalah sesuatu yang telah mempesona dan kemampuan selsel untuk membuat salinan identik sempurna dari diri mereka sendiri benar-benar
mengagumkan. Terlepas dari semua keajaiban teknologi di sekitar kita, fakta

menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti pembelahan sel adalah proses
yang benar-benar ajaib yang telah bertahun-tahun diuraikan. Pembelahan sel
dikenal sebagai mitosis. Proses mitosis pada tumbuhan dan hewan sangat berbeda.
Mitosis merupakan pembelahan sel yang terjadi pada organisme eukariot.
Pembelahan sel secara mitosis terjadi pada jaringan somatik. Dalam pembelahan
mitosis ini, satu sel membelah menjadi dua sel yang sama persis. Pembelahan
mitosis terdiri atas pembelahan inti dan pembelahan sitoplasma. Pembelahan
mitosis ini di awali dengan pembelahan inti. Oleh karena itu, bila kita melihat
kumpulan sel yang sedang membelah, mungkin kita akan menemukan satu atau
beberapa sel yang mempunyai dua inti. Hal ini berarti sel telah selesai melakukan
pembelahan inti tetapi belum melakukan penbelahan sitoplasma. Mitosis
merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh
(meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman.
Proses mitosis terjadi dalam lima fase, yaitu profase, prometafase, metafase,
anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun
hewan. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan.
Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel
pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah. Dengan mitosis terjadi
proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan dan organ tubuh makhluk hidup.
Tujuan pembelahan mitosis adalah mewariskan semua sifat induk kepada kedua sel
anaknya. Pewarisan sifat induk kepada kedua sel anaknya terjadi secara bertahap
fase demi fase. Berikut adalah gambar fase-fase dalam pembelahan mitosis.

Gambar 4 Fase Pembelahan Mitosis

2.4.1 Interfase
Interfasse, disebut juga fase istirahat. Sebagian besar waktu hidup sel berada
pada tahap ini. DNA mulai bersiap-siap mengadakan replikasi. Fase ini terdiri dari
fase gap 1 (G1), fase sintesis (S), dan fase gap 2 (G2). Pada fase ini, selaput
nukleus membatasi nukleus. Di dalam nukleus mengandung satu atau lebih
nukleolus. Terdapat dua sentrosom yang telah terbentuk melalui replikasi
sentrosom tunggal. Sedangkan, kromosom yang diduplikasikan selama fase S, tidak
bisa dilihat secara individual karena belum terkondensasi.
2.4.2 Profase
Pada awal profase, sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan
dihasilkan dua sentrosom. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi
ke sisi berlawanan dari inti. Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua
sentrosom dan membentuk benang-benang spindle, yang membentuk seperti bola
sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk
aster. Pada saat bersamaan, kromosom teramati dengan jelas, yaitu terdiri dua
kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identik tersebut
bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari
sentromer (Campbell et al. 1999). Kromatin yang menyebar selama interfase secara
perlahan-lahan terkondensasi menjadi kromosom yang mantap. Jumlah kromatin
yang tepat merupakan ciri khas dari setiap species, sekalipun pada species yang
berbeda dapat mempunyai jumlah kromatin yang sama. Selain itu pada profase salut
inti mulai berdegenerasi dan secara perlahan-lahan inti menjadi tidak tampak, dan

terjadilah pembentukan spindel mikrotubul. Sebelum profase masing-masing


kromosom mengalami duplikasi selama fase sintesis dari siklus sel. Setiap
kromosom terdiri atas dua kromatid sister yang bergabung pada suatu tempat yang
disebut sentromer atau kinetockor.
Pada awal profase, massa mikrotubul sitoplasma yang merupakan bagian
dari sitoskeleton rusak dan membentuk kelompok molekul-molekul tubulin yang
besar. Molekul-molekul tubulin digunakan kembali untuk konstruksi komponen
utama aparatus mitosis atau spindel mitosis. Spindel mitosis merupakan struktur
benang bipolar yang sebagian besar disusun oleh mikrotubul yang mula-mula
terbentuk di luar nukleus. Pusat pembentukan spindel atau kumparan pada
kebanyakan sel hewan ditandai dengan adanya sentriol. Pasangan sentriol pada sel
mula-mula berduplikasi dengan suatu proses yang dimulai tepat sebelum fase
sintesis. Duplikasi menghasilkan dua pasang sentriol. Masing-masing pasangan
sentriol sekarang menjadi pusat mitosis yang membentuk pusat bagi susunan
mikrotubul radial yang disebut aster. Kedua aster tersebut terletak berdampingan
dekat salut inti. Pada profase akhir, berkas-berkas mikrotubul polar berinteraksi
diantara dua aster, mula- mula memnajang dan tanpak mendorong sentriol ke
bagian sepanjang sisi salut inti. Dengan cara ini spindel mitosis bipolar terbentuk.
Spindel mitosis terdiri dari mikrotubul dan mikrofilamen yang berasosiasi dengan
protein. Berdasarkan perlekatannya, spindel mitosis dibagi menjadi dua yaitu
serabut-serabut bipolar yang merentang dari dua kutub spindel ke arah ekuator, dan
serabut-serabut kinetokor yang melekat pada sentromer pada setiap kromatid dan
merentang ke arah spindel.
2.4.3 Prometafase
Fase ini mendahului metafase, dan dalam hal ini fragmen inti mulai
melanggar dan bergerak menuju kromosom. Mikrotubulus sel juga perlahan-lahan
mulai melampirkan sendiri ke kromosom dan ini adalah tanda bahwa pembelahan
sel telah benar-benar dimulai. Prometafse (metafase awal) dimulai secara tiba-tiba
dengan rusaknya inti yang pecah menjadi fragmen-fragmen membran yang tidak
dapat dibedakan dengan potongan-potongan retikulm endoplasma. Fragmenfragmen tersebut tetap berada disekitar kumparan atau spindel selama mitosis.
Kumparan-kumparan yang terletak di luar inti sekarang dapat masuk ke daerah inti.

Pada saat prometafase, kromosom-kromosom bermigrasi ke arah pusat spindel.


Gerakan tersebut disebabkan karena adanya gerakan yang beragitasi yang
disebabkan oleh adanya interaksi antara benang-benang kinetokor dengan
komponen-komponen lain dari spindel.
2.4.4 Metafase
Masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing
kinetokor dihubungkan ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Sementara itu,
kromatid bersaudara begerak ke bagian tengah inti membentuk keping metafase
(metaphasic plate) (Campbell et al. 1999). Selama metafase, sentromer dari setiap
kromosom berkumpul pada bagian tengah spindel pada bidang ekuator. Pada
tempat-tempat ini, sentromer-sentromer diikat oleh benang-benang spindel yang
terpisah, dimana setiap kromatid dilekatkan pada kutub-kutub spindel yang
berbeda. Kadang-kadang benang-benang spindel tidak berasosiasi dengan
kromosom dan merentang secara langsung dari satu kutub ke kutub yang lain. Pada
saat metafase, sentromer- sentromer diduplikasi dan setiap kromatid menjadi
kromosom yang berdiri sendiri atau independen.
2.4.5 Anafase
Masing-masing kromatid memisahkan diri dari sentromer dan masingmasing kromosom membentuk sentromer. Masing-masing kromosom ditarik oleh
benang kinetokor ke kutubnya masing-masing (Campbell et al. 1999). Anafase
dimulai secara tiba-tiba ketika pasangan kinetochor pada masing-masing kromatid
terdorong secara perlahan-lahan menuju kutub spindel. Jadi anafase ditandai
dengan terjadinya pemisahan kromatid sister membentuk anak kromosom yang
bergerak menuju kutub spindel yang berlawanan.
2.4.6 Telofase
Ketika kromosom saudara sampai ke kutubnya masing-masing, mulainya
telofase. Kromosom saudara tampak tidak beraturan dan jika diwarnai, terpulas
kuat dengan pewarna histologi (Campbell et al. 1999). Tahap berikutnya terlihat
benang-benang spindle hilang dan kromosom tidak terlihat (membentuk kromatin;
difuse). Keadaan seperti ini merupakan karakteristik dari interfase. Pada akhirnya
membran inti tidak terlihat diantara dua anak inti (Campbell et al. 1999). Ketika
kromatid-kromatid anakan yang terpisah sampai di kutub, benang-benang

10

kinetochor lenyap, benang-benang kumparan kembali memanjang dan salut inti


yang baru kembali terbentuk disekitar masing-masing kromatid anakan. Kromosom
nukleulus tanpak kembali dan mitosis berakhir.

Perbedaan Mitosis Pada Hewan dan Tumbuhan


Mengetahui dasar-dasar tentang berbagai tahapan mitosis adalah sesuatu
yang sangat penting untuk memahami perbedaan antara mitosis pada tumbuhan dan
hewan. Meskipun premis dasar dan proses adalah sama, ada beberapa perbedaan
mendasar antara keduanya. Adapun gambar pembelahan mitosis hewan maupun
tumbuhan adalah sebagai berikut.

Gambar 5 Fase Pembelahan Pada Sel Hewan Dan Tumbuhan

Perbedaan yang paling penting antara keduanya adalah bahwa sel-sel hewan
tidak ada dalam bentuk yang kaku. Hal ini terjadi karena hewan yang bersifat
mobile terhadap lingkungan serta hidup dalam perubahan dari waktu ke waktu. Di
sisi lain, sel-sel tumbuhan selalu ada dalam satu bentuk yang tetap dan terlebih lagi
mereka dirancang untuk melakukan fotosintesis yang sangat penting untuk
kelangsungan hidup mereka. Hal tersebut mengakibatkan bentuk dan fungsi yang
sangat berbeda dan pada akhirnya mempengaruhi proses mitosis tumbuhan itu
sendiri. Selain itu, sel-sel hewan juga memiliki vakuola kecil. Vakuola merupakan
kantong kecil pada sel yang mengandung air dan penting bagi pelestarian sel.
Setelah mitosis selesai dan mulai pada sitokinesis, sel-sel tumbuhan nampak

11

membentuk lempeng sel. Hal ini terjadi ketika sel-sel mulai memisahkan diri satu
sama lain. Namun, hal ini tidak terlihat pada sel-sel hewan. Pada fase ini, sel hewan
akan berpisah satu sama lain setelah mitosis. Tujuan dari lempeng sel dan alur
pembelah adalah untuk memisahkan inti yang dihasilkan satu sama lain. Sentriol
lain adalah perbedaan antara dua sel selama mitosis. Mereka ditemukan pada sel
hewan tetapi tidak ada dalam sel-sel tumbuhan, terutama selama metafase mitosis.
Sentriol adalah struktur serat spindle terikat yang menarik sel terpisah selama
pembelahan.

2.5 Siklus Sel


Sel merupakan satuan dasar struktural, fungsional dan hereditas makhluk
hidup untuk pertumbuhan dan perkembangannya, setiap organisme hidup
tergantung pada pertumbuhan dan penggandaan sel-selnya. Pada organisme
uniseluler, pembelahan sel diartikan sebagai reproduksi, dan dengan proses ini dua
atau lebih individu baru dibentuk dari sel induk. Pada organisme multiseluler,
individu-individu baru berkembang dari satu sel primordial yang dikenal dengan
nama zygot, selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Selama
rentang hidupnya, sel-sel pada organisme multiseluler sebagian mengalami
penuaan dan kerusakan. Oleh sebab itu perlu diperbaiki melalui pembelahan sel.
Dengan demikian pembelahan sel berfungsi dalam reproduksi, pertumbuhan, dan
perbaikan. Umumnya, sebelum suatu sel mengalami pembelahan, sel-sel terlebih
dahulu mengalami pertumbuhan hingga mencapai ukuran tertentu. Setiap sel
mengalami dua periode yang penting dalam siklus hidupnya, yaitu periode interfase
atau periode non pembelahan dan periode pembelahan sel (M) yang menghasilkan
sel-sel baru. Kedua periode tersebut secara umum dikenal dengan nama siklus sel.
Dengan kata lain, kegiatan yang terjadi dari satu pembelahan sel ke pembelahan sel
berikutnya disebut siklus hidup (daur) sel . Secara singkat tahapan pada siklus hidup
sel dapat dilihat pada gambar.

12

Gambar 6 Siklus Hidup Sel

Interfase terdiri atas tiga fase, yaitu: G1 (Gap pertama), S (Sintesis DNA),
dan G2 (Gap kedua), Pada fase G1, sel anak mengalami pertumbuhan, pada fase S
terjadi replikasi dan transkripsi DNA; sedangkan pada fase G2, merupakan fase
post sintesis, dimana sel mempersiapkan diri untuk membelah. Pembelahan sel
meliputi dua tahapan yaitu :kariokinesis ataumitosis dansitokinesis. Perlu diingat
bahwa apabila pembelahan sel menghasilkan dua buah sel anak yang tidak sama
besarnya, maka G1 bagi sel anak yang kecil lebih lama daripada sel anakan yang
besar. Puncak siklus hidup sel yaitu pembelahan sel, yang secara umum diberi tanda
M yang berarti fase mitosis. Pada waktu yang singkat kromatin di dalam inti sel
induk memampat membentuk kromosom, untuk kemudian bersama-sama dengan
seluruh isi sel, dibagi dua ke masing-masing sel anak. Selama periode interfase,
kromosom tidak tampak disebabkan karena materi kromosom dalam bentuk
benang-benang

kromatin,

dan

komponen-komponen

makromolekulnya

didistribusikan di dalam inti. Selama siklus sel terjadi perubahan-perubahan yang


sangat dinamis.
Perubahan-perubahan tersebut terutama komponen-komponen kimia dari
sel seperti DNA, RNA, dan berbagai jenis protein. Duplikasi DNA berlangsung
selama periode khusus dari interfase yang disebut fase sintesis atau periode S.
Periode sintesis didahului oleh periode G1 dan diikuti oleh periode G2. Fase
pembelahan sel yang terdiri atas fase mitosis dan sitokinesis. Fase mitosis terdiri

13

atas beberapa fase yaitu fase profase, fase prometafase, fase metafase, fase anafase,
dan fase telofase. Selama pembelahan sel, inti mengalami serangkaian perubahanperubahan yang sangat kompleks, terutama peruahan-perubahan kandungan
intinya. Pada saat pembelahan sel berlangsung, salut inti dan nukleus menjadi tidak
tampak dan subtansi kromatin mengalami kondensasi menjadi kromosom.

2.6 Sel Kanker


Kanker muncul dari perkembangan abnormal pada sel-sel normal sehingga
membuat sel kanker tumbuh berlebih dan menyebar ke lokasi lain. Perkembangan
tidak normal ini dapat disebabkan oleh mutasi yang dipicu oleh berbagai faktor
seperti bahan kimia, radiasi, sinar ultraviolet, dan kesalahan replikasi kromosom.
Mutasi memicu perubahan DNA dengan mengubah basa nukleotida dan bahkan
mengubah bentuk DNA. DNA yang berubah akan menghasilkan kesalahan dalam
replikasi DNA serta kesalahan dalam sintesis protein. Perubahan ini mempengaruhi
pertumbuhan sel, pembelahan sel, dan penuaan sel. Virus juga memiliki
kemampuan menyebabkan kanker dengan mengubah gen sel. Virus kanker
mengubah sel dengan mengintegrasikan materi genetik mereka ke DNA sel inang.
Sel yang terinfeksi lantas diatur oleh gen virus sehingga mengalami pertumbuhan
abnormal. Beberapa virus telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker pada
manusia. Misal, Virus Epstein-Barr dikaitkan dengan limfoma Burkitt, virus
hepatitis B dikaitkan dengan kanker hati, dan virus papiloma manusia dikaitkan
dengan kanker serviks.

2.6.1 Penyebab Kanker


Kanker muncul dari perkembangan abnormal pada sel-sel normal sehingga
membuat sel kanker tumbuh berlebih dan menyebar ke lokasi lain. Perkembangan
tidak normal ini dapat disebabkan oleh mutasi yang dipicu oleh berbagai faktor
seperti bahan kimia, radiasi, sinar ultraviolet, dan kesalahan replikasi kromosom.
Mutasi memicu perubahan DNA dengan mengubah basa nukleotida dan bahkan
mengubah bentuk DNA. DNA yang berubah akan menghasilkan kesalahan dalam
replikasi DNA serta kesalahan dalam sintesis protein. Perubahan ini mempengaruhi
pertumbuhan sel, pembelahan sel, dan penuaan sel.

14

Virus juga memiliki kemampuan menyebabkan kanker dengan mengubah


gen sel. Virus kanker mengubah sel dengan mengintegrasikan materi genetik
mereka ke DNA sel inang. Sel yang terinfeksi lantas diatur oleh gen virus sehingga
mengalami pertumbuhan abnormal. Beberapa virus telah dikaitkan dengan
beberapa jenis kanker pada manusia. Misal, Virus Epstein-Barr dikaitkan dengan
limfoma Burkitt, virus hepatitis B dikaitkan dengan kanker hati, dan virus papiloma
manusia dikaitkan dengan kanker serviks.
Semua organisme hidup terdiri dari sel. Sel-sel tumbuh dan membelah
secara terkendali agar organisme dapat berfungsi dengan baik. Perubahan pada selsel normal bisa membuat mereka tumbuh tak terkendali. Pertumbuhan yang tidak
terkendali adalah ciri khas sel kanker.

2.6.2 Mekanisme Terjadinya Kanker


Proses transformasi sel normal menjadi sel ganas melalui displasi terjadi
melalui mekanisme yang sangat rumit, tetapi secara umum mekanisme
karninogenesis ini terjadi melalui tiga tahap sebagai berikut.

Gambar 7 Tahap mekanisme karninogenesis

1.

Tahap Inisiasi
Tahap inisiasi merupakan tahap pertama karsinogenesis yang bersifat
irreversible, dimana gen pada sel normal bertransformasi menjadi malignan.
DNA dirusak oleh zat-zat inisiator seperti radiasi dan radikal bebas dapat
mengganggu proses reparasi normal, sehingga terjadi mutasi DNA dengan
kelainan pada kromosomnya. Kerusakan DNA ini diturunkan pada anak-anak
sel berikutnya. Tahap inisiasi berlangsung dalam satu sampai beberapa hari.

15

2.

Tahap Promosi
Pada proses floriferasi fase sel mengalami pengulangan siklus sel tanpa
hambatan dan secara continue terus mengulang. diteruskan dengan proses
metastasis dimana penyebab utama dari kenaikan morbiditas dan mortalitas
pada pasien dengan keganasan. Dalam berlangsungnya proses ini melibatkan
interaksi kompleks, tidak hanya ditentukan oleh jenis sel kanker itu sendiri,
namun matriks ekstraseluler, membran basal, reseptor endotel serta respon
kekebalan host yang berpartisipasi. mekanisme metastasis merupakan indikasi
bahwa host pertahanan mechanims pasien kanker gagal untuk mengatasi dan
memblokir penyebaran sel kanker. Setelah itu terjadi lagi proses
neoangiogenesis. Angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah
baru yang terjadi secara normal dan sangat penting dalam proses pertumbuhan
dan perkembangan. Angiogenesis juga terlibat dalam proses penyembuhan,
seperti pembentukan jaringan baru setelah cidera. Akan tetapi, angiogenesis
juga merupakan langkah yang sangat penting dalam Carsiogenesis atau
pertumbuhan sel kanker (cancer) sehingga terjadi perkembangan sel kanker
yang tidak terkendali dan bersifat ganas.

3.

Tahap Prpgresif
Pada progresif ini gen-gen pertumbuhan yang diaktivasi oleh kerusakan DNA
mengakibatkan mitosis dipercepat dan pertumbuhan liar dari sel-sel ganas.
Terjadi aktivasi, mutasi atau hilangnya gen. Pada progresi ini timbul perubahan
benigna menjadi pra-malignan dan malignan.

2.6.3 Karakteristik Sel

Gambar 8 Gambar sel normal dan abnormal

16

Sel Normal
Sel-sel normal memiliki karakteristik tertentu yang penting bagi
berfungsinya jaringan, organ, dan sistem tubuh. Sel-sel ini memiliki kemampuan
untuk bereproduksi, berhenti bereproduksi bila perlu, tetap tinggal di lokasi
tertentu, menjalami fungsi tertentu, dan merusak diri sendiri bila diperlukan.
Berikut adalah karakteristik sel normal:
1. Reproduksi Sel
Reproduksi sel diperlukan untuk mengganti sel yang mati, rusak, atau hancur.
Sel-sel normal bereproduksi secara benar dan terkendali. Kecuali sel kelamin,
semua sel tubuh berkembang biak dengan mitosis. Sel kelamin mereproduksi
melalui proses yang disebut meiosis.
2. Komunikasi Sel
Sel berkomunikasi dengan sel lain melalui sinyal kimia. Sinyal ini membantu
sel-sel normal untuk mengetahui kapan waktu harus bereproduksi dan kapan
harus berhenti. Sinyal sel biasanya dihantarkan ke sel melalui protein tertentu.
3. Adhesi Sel
Sel memiliki molekul adhesi pada permukaannya yang memungkinkan mereka
menempel pada membran sel lainnya. Adhesi membantu sel untuk berada di
lokasi yang tepat serta membantu menghantarkan sinyal antara sel-sel.
4. Spesialisasi Sel
Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi sel khusus.
Sebagai contoh, sel dapat berkembang menjadi sel jantung, sel otak, sel paruparu, atau sel lain.
5. Kematian Sel
Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk merusak diri sendiri ketika terinfeksi
atau rusak. Kemampuan bunuh diri ini disebut sebagai apoptosis. Sisa sel
lantas dibuang oleh sel darah putih.
Sel Kanker
Sel-sel kanker memiliki karakteristik yang berbeda dari sel normal.
1. Reproduksi Sel
Sel-sel kanker dikenal memiliki kemampuan reproduksi tak terkendali. Sel-sel
ini mungkin mengalami mutasi gen atau mutasi kromosom yang mempengaruhi

17

sifat-sifat reproduksi sel. Sel-sel kanker berkembang biak tak terkendali serta
tidak mengalami penuaan biologis serta terus bertumbuh.
2. Komunikasi Sel
Sel-sel kanker kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan sel lain
melalui sinyal kimia. Mereka juga kehilangan kepekaan terhadap sinyal antipertumbuhan dari sel disekitarnya yang berfungsi membatasi pertumbuhan sel.
3. Adhesi Sel
Sel-sel kanker kehilangan molekul adhesi yang membuat mereka terikat pada sel
berdekatan. Beberapa jenis sel kanker memiliki kemampuan untuk bermetastasis
atau menyebar ke area lain dari tubuh melalui darah atau cairan getah bening.
Setelah berada dalam aliran darah, sel-sel kanker melepaskan pesan kimia yang
disebut kemokin yang memungkinkan mereka untuk melewati pembuluh darah
ke dalam jaringan sekitarnya.
4. Spesialisasi Sel
Sel-sel kanker tidak terspesialisasi dan tidak mampu berkembang menjadi sel
jenis tertentu. Serupa dengan sel induk, sel-sel kanker berkembang biak atau
mereplikasi berkali-kali dalam jangka waktu lama. Penyebaran sel kanker
berlangsung cepat dan mampu menyebar ke seluruh tubuh.
5. Kematian Sel
Ketika gen dalam sel normal rusak dan tidak bisa diperbaiki, DNA tertentu
memeriksa sinyal untuk memicu mekanisme kerusakan sel. Mutasi yang terjadi
pada mekanisme pemeriksaan gen memungkinkan kerusakan pada sel kanker
tidak terdeteksi. Hal ini menyebabkan hilangnya kemampuan sel kanker untuk
menjalani kematian sel terprogram.

2.6.4 Pengobatan
Secara Konvensiaonal
a. Pengobatan dengan Kemoterapi
Prinsip kerja pengobatan ini adalah dengan meracuni atau membunuh
sel - sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan
pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk mengurangi gejala-gejala
yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi terkadang merupakan pilihan

18

pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat sistematik, berbeda


dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi
dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar
ke bagian tubuh yang lain. Penggunaan kemoterapi berbeda-beda pada setiap
pasien, kadang-kadang sebagai pengobatan utama, pada kasus lain dilakukan
sebelum atau setelah operasi dan radiasi. Tingkat keberhasilan kemoterapi juga
berbeda-beda tergantung jenis kankernya. Kemoterapi biasa dilakukan di
rumah sakit, klinik swasta, tempat praktek dokter, ruang operasi (walaupun
jarang dilakukan) dan juga di rumah (oleh perawat, penderita sendiri, atau
anggota keluarga lainnya).
Efek samping kemoterapi adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah
(akan kembali normal sekitar seminggu kemudian), infeksi (ditandai dengan
panas , sakit tenggorokan, rasa panas saat kencing, menggigil dan luka yang
memerah, bengkak, dan rasa hangat), anemia, pendarahan seperti mimisan,
rambut rontok, kadang ada keluhan seperti kulit yang gatal dan kering, mual
dan muntah, dehidrasi dan tekanan darah rendah, sembelit/konstipasi, diare,
gangguan sistem syaraf.
b. Pengobatan dengan Terapi Penyinaran (Radiasi)
Terapi radiasi biasanya dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk
mengecilkan tumor. Radiasi dilakukan dalam usaha menghancurkan jaringanjaringan yang sudah terkena kanker.
Efek samping penyinaran adalah mual dan muntah, penurunan jumlah
sel darah putih, infeksi/peradangan, reaksi pada kulit seperti terbakar sinar
matahari, rasa lelah, sakit pada mulut dan tenggorokan, diare dan dapat
menyebabkan kebotakan.
c. Pengobatan dengan pembedahan
Pembedahan merupakan bentuk pengobatan kanker yang paling tua.
Beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan jika
dilakukan pada stadium dini.
d. Pengobatan dengan terapi kombinasi
Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik merupakan kombinasi dari
pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran

19

mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi bertujuan


membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun
penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum
pembedahan untuk memperkecil ukuran tumor atau setelah pembedahan untuk
menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tersisa.

Pengobatan Herbal
Pengobatan herbal adalah suatu pengobatan menggunakan berbagai macam
ekstrak dari tumbuh-tumbuhan (tanaman obat), contohnya, ekstrak dari keladi tikus
(Extract Typhonium Flagelliforme) yang dikombinasikan dengan bahan alami
lainnya yang diolah secara modern, yang dapat membantu detoxifikasi jaringan
darah dan menstimulasi system kekebalan tubuh untuk bersama-sama memberantas
sel kanker. Pengobatan herbal adalah salah satu alternatif pengobatan yang telah
banyak terbukti keampuhannya selain pengobatan yang dilakukan secara
modern/konvensional.
Penggunaan herbal untuk mengobati kanker tidak muncul begitu saja. Ada
beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut,
yaitu sebabagi berikut:
1. Konsep dari hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal
kembali)
2. Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena
karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan.
Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker
akan terhambat.
3. Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel
kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian
tua dan mati.
4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan
cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel
sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel
kanker.

20

2.6.5 Pencegahan
Pencegahan Secara Umum
Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan
karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak,
menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik,
mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat. Pencegahan
juga dapat dilakukan dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan
terkena kanker. Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui
kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian
akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium sangat dini, dimana
kanker belum menyebar lebih jauh, biasanya kanker tersebut dapat diobati dan
memberikan hasil yang optimal.
Terapi Mental
Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam hal terapi mental untuk penderita
kanker adalah sebagai berikut.

Mengelola stress

Menyadari adanya stress

Dukungan moral pada pasien kanker

Tetap aktif dan bergembira

Berempati (mamahami beratnya beban mental yang dialami penderita untuk


mendukung pemulihan kanker)

Optimis dalam menjalankan hidup

Buanglah dendam dan kebencian

Terapi doa (mendekatkan diri kapada Tuhan)

21

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh melalui pembahasan yang telah dilakukan
sebelumnya adalah sebagai berikut.
1. Pembelahan sel adalah suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi
dua atau lebih sel anak.
2. Pembelahan sel pada prokariota dikenal dengan nama pembelahan biner,
sedangkan pembelahan sel pada eukariota ada dua jenis yaitu mitosis dan
meosis.
3. Pembelahan biner merupakan proses pembelahan dari 1 sel menjadi 2 sel
tanpa melalui fase-fase atau tahap-tahap pembelahan sel.
4. Mitosis adalah proses pembelahan inti pada sel eukariotik yang terjadi
ketika sel induk membelah untuk menghasilkan dua sel anak yang identik.
Pembelahan mitosis terdiri dari interfase, profase, prometafase, metaphase,
anafase, dan telofase.
5. Sel-sel pada organisme multiseluler sebagian mengalami penuaan dan
kerusakan. Oleh sebab itu perlu diperbaiki melalui pembelahan sel.
Pembelahan sel berfungsi dalam reproduksi, pertumbuhan, dan perbaikan.
6. Kanker muncul dari perkembangan abnormal pada sel-sel normal sehingga
membuat sel kanker tumbuh berlebih dan menyebar ke lokasi lain.
Perkembangan tidak normal ini dapat disebabkan oleh mutasi yang dipicu
oleh berbagai faktor seperti bahan kimia, radiasi, sinar ultraviolet, dan
kesalahan replikasi kromosom.

3.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebaiknya
mengamati pembelahan sel secara langsung dengan preparan yang telah disiapkan
untuk menambah wawasan tentan materi pembelahan sel. Selain itu, untuk
mencegah tumbuhnya sel kanker dapat dilakukan dengan cara mengurangi paparan
terhadap bahan karsinogen, makanan makanan bergizi, olahraga, dan hidup sehat.

22

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N.A., Reece, J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky,
P.V., Jackson, R.B. 2012. Biology 9th Edition. Benjamin Cummings
Raven, P.H. & Johnson, G.B. 2002. Biology 6th Edition. McGraw-Hill, Boston

23

Anda mungkin juga menyukai