Anda di halaman 1dari 37

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Air minum dan Sanitasi yang merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi
keberlangsungan kehidupan manusia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38
Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Antara Pemerintah,
Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, penyediaan
air minum dan sanitasi merupakan urusan pemerintahan yang dibagi bersama antar
tingkatan dan/atau susunan pemerintahan, Pemerintah Pusat memiliki peran penting
khususnya

dalam

rangka

pencapaian

sasaran

nasional

dan

pengendalian

pelaksanaan untuk perwujudan standar pelayanan minimal. 1


Berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2014, cakupan layanan air minum
di Kabupaten Sorong Selatan Masih mencapai 35,33 %, sedangkan cakupan akses
sanitasi 46,23 %, Adapun sesuai RPJMD Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2019 ,
diharapkan cakupan ini dapat meningkat menjadi 100% untuk air minum dan 100 %
untuk sanitasi. (Dinas Kesehatan)
Sehubungan dengan hal ini diperlukan suatu perencanaan program air
minum dan sanitasi yang akan menjadi acuan seluruh pihak yang berkepentingan.
Rencana Aksi Daerah bidang Air Minum dan Sanitasi (RAD-AMPL) yang disusun ini
akan berguna sebagai acuan lebih lanjut.
1.2.

Maksud dan Tujuan

RAD-AMPL
Penyelenggara,

dan

ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Pemerintah Daerah,


pemangku

kepentingan

lainnya

dalam

melaksanakan

penyelenggaraan pengembangan Air Minum dan Sanitasi yang berkualitas.


RAD-AMPL ini bertujuan untuk:
1.

menyelesaikan permasalahan dan tantangan pengembangan Air Minum dan


Sanitasi;

2.

menyelenggarakan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan,


manajemen, keuangan, peran masyarakat, dan hukum) dalam kesatuan
yang utuh dan terintegrasi dengan prasarana dan sarana sanitasi;

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

3.

memenuhi kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia secara berkelanjutan


dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Melalui Program Nasional Pamsimas, Pemerintah Pusat bermaksud


membantu Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan untuk dapat meningkatkan
kapasitasnya dalam peningkatan akses masyarakat miskin terhadap air minum dan
sanitasi. Pada akhir program ini Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan diharapkan
dapat memiliki Kebijakan dan Strategi Daerah mengenai Pengembangan Sistem Air
Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), baik yang berbasis lembaga maupun
yang berbasis masyarakat dengan model Pamsimas.
Dalam rangka membantu Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam
pengarusutamaan kebijakan air minum dan penyehatan lingkungan, termasuk yang
berbasis masyarakat maka Pamsimas mendorong Pemerintah Kabupaten untuk
mengakomodasikan kebijakan pengembangan AMPL kedalam dua cara:

(1) Penyusunan kebijakan dan program prioritas Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan (AMPL) daerah jangka menengah dalam bentuk Rencana Aksi
Daerah (RAD) Bidang AMPL sebagai dokumen pendukung RPJMD (dan
menjadi substansi RPJMD bagi kabupaten Sorong Selatan yang sedang
menyusun RPJMD) dalam pencapaian target RPJMN 2019 bidang air
minum dan penyehatan lingkungan, yang implementasinya dilakukan melalui
integrasi RAD AMPL ke dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah),
Renstra SKPD terkait, dan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) kabupaten Sorong Selatan.
(2)

Peningkatan kapasitas pengelolaan sistem penyediaan air minum dan


sanitasi berbasis masyarakat melalui
a) peningkatan kapasitas organisasi non pemerintah, antara lain Asosiasi
Pengelola SPAMS perdesaan, BPSPAMS, dan Kader AMPL, dan
b) peningkatan dukungan kebijakan anggaran daerah, antara lain penerapan
pagu indikatif APBD untuk AMPL, pengembangan Sistem Informasi
Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi Perdesaan Berbasis Masyarakat,
dan (3) pengembangan regulasi yang mengatur penyelenggaraan AMPLBM.

1.3.

Kebijakan dan Strategi Nasional Bidang Air Minum dan Penyehatan lingkungan.
Arah kebijakan yang menjadi dasar pemikiran dari penyusunan RAD-AMPL ini
adalah:
2

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

1. UU No 26 Tahun 2002 tentang pembentukan kabupaten Sarmi, Kerong, Sorong


Selatan, Raja Ampat, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Waropen,
Kaimana, Boven degoel, Mappi, Asmat, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama (
Lembaran Negara tahun 2002 No.129, tambahan lembaran Negara No.4245)
2. UU No 25 tahun 2004 Tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
3. UU No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
4. UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup.
5. Peraturan Presiden No. 185 Tahun 2014 tentang percepatan Penyediaan Air
Minum dan Sanitasi
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 2 Tahun 2015 tentang rencana
Pembangungan Jangka Menengah Nasional 2015 - 2019
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan
peraturan pemerintah No 8 tahun 2008 tentang tahapan tahapan, tata cara,
penyusunan, pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah.
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana
Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014;
9. Peraturan Daerah kabupaten Sorong Selatan No 5 tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan jangka Menengah Tahun 2011 2015.

Sesuai dengan kebijakan nasional yang tercantum Peraturan Menteri


Pekerjaan Umum Nomor 13/PRT/M/2013 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan Sistem Pengembangan Air Minum, untuk mencapai kondisi
masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera baik di perkotaan maupun di perdesaan,
maka dibutuhkan ketersediaan air minum yangmemadai baik kuantitas, kualitas,
kontinuitas, dan keterjangkauan. Secaraumum, daerah perkotaan dan perdesaan
yang dilayani oleh air minum yangberkualitas mempunyai kriteria sebagai berikut:

a. Seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan air minum yang aman,


baik

di

lingkungan

perumahan,

perdagangan,

perkantoran,

maupun

tempattempat umum lainnya;


b. Masyarakat dapat meminum air secara langsung dari SPAM dengan jaringan
perpipaan, maupun bukan jaringan perpipaan;
c. Masyarakat terlindungi dari berbagai penyakit terkait dengan air, seperti
disentri, tipus, diare, dan sebagainya;
d. Berkembangnya pusat pertumbuhan ekonomi;

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

e. Masyarakat dapat menikmati peningkatan kesejahteraan dari pengusahaan


air minum yang efisien, profesional, dan terjangkau, khususnya masyarakat
yangberpenghasilan rendah;
f.

Masyarakat dan dunia usaha secara aktif dapat berpartisipasi dalam


penyelenggaraan pengembangan SPAM; dan

g. Pemerintah

Pusat

dan

Daerah

bersama

masyarakat

bersama-sama

mengamankan ketersediaan sumber air baku bagi keberlanjutan pelayanan


SPAM.

Bidang Sanitasi memiliki program dan kegiatan yang bertujuan untuk


mencapai kondisi masyarakat hidup sehat dan sejahtera dalam lingkungan yang
bebas dari pencemaran air limbah permukiman. Air limbah yang dimaksud adalah air
limbah permukiman (municipal wastewater) yang terdiri atas air limbah domestic
(rumah tangga) yang berasal dari air sisa mandi, cuci dapur dan tinja manusia dari
lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang tidak
mengandung Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Air limbah permukiman ini perlu
dikelola agar tidak menimbulkan dampak seperti mencemari air permukaan dan air
tanah, disamping sangat beresiko menimbulkan penyakit seperti diare, typus, kolera
dan lain-lain.
Beberapa upaya pencapaian sasaran RPJMN 2015 2019 , kebijakan dan
strategi yang dapat dilakukan meliputi :
c) Peningkatan akses pelayanan sanitasi, baik melalui system on-site maupun
off-site di perkotaan dan perdesaan.
d) Peningkatan pembiayaan pembangunan prasarana dan sarana sanitasi .
e) Meningkatkan

peran

serta

masyarakat

dalam

penyelenggaraan

pengembangan system sanitasi.


f)

Penguatan kelembagaan.

g) Pengembangan perangkat peraturan perundang-undangan.

1.4.

Ruang Lingkup
1.4.1 Pengertian Air Minum dan Sanitasi
Sumber air minum yang layak meliputi air minum perpipaan dan air
minum non-perpipaan terlindung yang berasal dari sumber air berkualitas dan
berjarak sama dengan atau lebih dari 10 meter dari tempat pembuangan
kotoran dan/atau terlindung dari kontaminasi lainnya. Sumber air minum layak

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

meliputi air leding, keran umum, sumur bor atau pompa, sumur terlindung dan
mata air terlindung, serta air hujan;
Sumber air minum tak layak didefinisikan sebagai sumber air di mana
jarak antara sumber air dan tempat pembuangan kotoran kurang dari 10
meter dan/atau tidak terlindung dari kontaminasi lainnya. Sumber tersebut
antara lain mencakup sumur galian yang tak terlindung, mata air tak
terlindung, air yang diangkut dengan tangki/drum kecil, dan air permukaan
dari sungai, danau, kolam, dan saluran irigasi/drainase;
Fasilitas sanitasi yang layak didefinisikan sebagai sarana yang aman,
higienis, dan nyaman, yang dapat menjauhkan pengguna dan lingkungan di
sekitarnya dari kontak dengan kotoran manusia.
Fasilitas sanitasi yang layak mencakup kloset dengan leher angsa,
toilet guyur (flush toilet) yang terhubung dengan sistem pipa saluran
pembuangan atau tangki septik, termasuk jamban cemplung (pit latrine)
terlindung dengan segel slab dan ventilasi; serta toilet kompos;
Fasilitas sanitasi yang tidak layak antara lain meliputi toilet yang
mengalir ke selokan, saluran terbuka, sungai, atau lapangan terbuka, jamban
cemplung tanpa segel slab, wadah ember, dan toilet gantung;
Tabel 1.1.
Definisi Sarana Air Minum dan Sanitasi yang Layak/Improved
Sarana
Air Minum

Sanitasi

Improved/Layak
House connection (Sambungan
rumah (SR))
Standpost/pipe (hidran)
Borehole (sumur bor)
Protected spring or well (sumur
terlindungi)
Collected rain water (air hujan)
Water disinfected at the point of
use

Sewer connection (sewer)


Septic tank
Pour flush (closet duduk)
Simple pit latrine (cubluk)
Ventilated Improved Pit-latrine
(cubluk dengan ventilasi udara)

Unimproved*)/Tidak layak
Unprotected well (sumur tak
terlindungi)
Unprotected spring (mata air
tak terlindungi)
Vendor-provided water (Air
dari penjual/pedagang)
Botlled water (Air kemasan)
Water provided by tanker
truck (air dari tanker truck)

- Service or bucket latrines


- Public latrines
- Latrines with an open pit

*) Karena tidak aman atau harga per satuannya lebih mahal


Sumber: Global Water Supply and Sanitation 2000 Report

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

1.4.2 Rencana Aksi Daerah Bidang AMPL


Rencana Aksi Daerah bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
(RAD AMPL)adalah rencana daerah dalam penyediaan pelayanan air minum
dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 (lima) tahun. RAD AMPL
berperan sebagai rencana pengembangan kapasitas daerah untuk perluasan
program pelayanan AMPL serta pengadopsian pendekatan AMPL berbasis
masyarakat (Pamsimas). RAD AMPL akan menjadi acuan bagi program dan
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi
Pemda dalam pengembangan program AMPL dalam periode 5 (lima) tahun.

Ruang lingkup RAD AMPL mencakup:


1) Penyediaan akses air minum layak dan berkelanjutan

2) Penyediaan akses sanitasi layak dan berkelanjutan


Mengingat salah satu fungsi RAD AMPL ini adalah sebagai channel
internalisasi program/kegiatan dengan pendekatan Pamsimas ke dalam
program/kegiatan SKPD yang menangani bidang AMPL, maka program
kunci RAD AMPL adalah program-program yang berhubungan dengan:
1) Program peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum
berbasis masyarakat
2) Program peningkatan akses penggunaan sanitasi yang layak

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB II
KONDISI UMUM PENCAPAIAN, PERMASALAHAN DAN
TANTANGAN

2.1

Kondisi Saat Ini

Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu Kabupaten di


wilayah Provinsi Papua Barat, yang terletak pada 01 o 00 - 02 o 30 Lintang
Selatan dan 131 o 00 - 133 o 00 Bujur Timur
Adapun batas-batas administratif Kabupaten Sorong Selatan sebagai berikut :
a.

Sebelah Utara berbatasan dengan

Kabupaten Sorong dan

Kabupaten Manokwari;
b.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sorong ;

c.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Laut Seram ;

d.

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Teluk Bintuni dan


Kabupaten Maybrat ;

Wilayah

administrasi

Kabupaten

Sorong

Selatan

beserta

batas

administrasinya ditunjukkan pada Gambar I.1.

Gambar I.1. Wilayah administrasi Kabupaten Sorong Selatan

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Luas Wilayah Kabupaten Sorong Selatan seluas + 7.897,91 km2, yang


terdiri dari 6594,306 km2 luas daratan dan 1204,83 km2 luas laut (sumber,
surat kepala BIG no B-1729:/BIG/KA/LP/12/2012, tanggal 08 desember 2012
pada 21 Kecamatan dan terdiri dari 40 Kelurahan dan 111Desa/Lembang.

Tabel 2.1 : Pembagian dan Luas Wilayah Kabupaten Sorong Selatan


Jumlah
Distrik

No

Luas
Wilayah

Kelurahan

Kampung

Total

Inanwatan

960,54

Kokoda

16

16

1037,76

Kokoda Utara

534,34

Kais

422,69

Kais Darat

676,31

Metemani

531,49

Moswaren

407,79

Teminabuan

14

16

388,98

Konda

612,70

Seremuk

208,04

Saifi

10

10

931,82

Wayer

317,88

Salkma

174,47

Sawiat

279,15

Fkour

305,01

121

123

7788,97

(km)

Sumber : Sorong Selatan dalam Angka Tahun 2014

Jumlah penduduk Kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2014 adalah


57,685 jiwa. Jumlah tersebut mengalami perubahan atau kenaikan dari tahun 2013
yang jumlahnya mencapai 56,474 jiwa.

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Tabel 2.2.
Proyeksi Jumlah Penduduk Tahun 2020 Kabupaten Sorong Selatan

No

Tahun

Distrik

2015

2020

Inanwatan

3.526

3.617

Kokoda

7.874

8.031

Kokoda Utara

2.475

2.506

Kais

2.217

2.267

Kais Darat

1.148

1.174

Metemani

3.217

3.308

Moswaren

2.916

3.028

Teminabuan

24.264

33.204

Konda

2.294

2.337

10

Seremuk

1.532

1.551

11

Saifi

2.678

2.809

12

Wayer

2.781

2.856

13

Salkma

1.072

1.092

14

Sawiat

1.547

1.576

15

Fkour

1.071

1.080

60.612

70.439

Jumlah

Sumber : Sorong Selatan dala Angka 2013

Berdasarkan rincian table diatas Jumlah Penduduk Kabupaten Sorong Selatan


pada tahun 2015 sebesar

60.612 jiwa, terdiri dari penduduk perkotaan sebesar

24.264 jiwa, dan perdesaan sebesar

36.348 jiwa. Sedangkan proyeksi jumlah

penduduk tahun 2020 sebesar 70.439 Jiwa, yang terdiri dari penduduk perkotaan
sebesar 33.204 jiwa dan penduduk perdesaan sebesar 37.235 jiwa.
2.1.1 Air Minum
Status capaian kinerja pelayanan air minum Kabupaten Sorong
Selatan dengan menggunakan indikator target univer acces tersebut pada
tahun 2015 adalah sebagai berikut:

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

35,33 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap


sumber air minum layak, perkotaan dan pedesaan :

a. 59,48 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap


sumber air minum layak- perkotaan;
b. 18,10 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap
sumber air minum layak-pedesaan.

Ditinjau dari sistem penyediaan air minum-nya, capaian kinerja


pelayanan air minum Kabupaten Sorong Selatan ditampilkan dalam Tabel
berikut ini:
Tabel 2.3
Jumlah Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Tahun 2014

No

DISTRIK

BUKAN JARINGAN PERPIPAAN (BJP)


Sumur Gali
Sumur Bor
Terminal Perlindungan
Terlindung
dengan pompa
Air ( TA )
Mata Air
dengan pompa
Tangan

Sumur Gali
Terlindung
Jml Sarana

Jml Sarana

Jml sarana

Jml Sarana

Jml Sarana

PERPIPAAN

TOTAL UNIT

Jml Sarana

Jml Sarana

Jml Sarana

Penampungan
Air Hujan

Teminabuan

15

23

2456

2494

Konda

119

129

Wayer

32

46

Moswaren

145

157

Kais Darat

70

75

Kais

57

63

Kokoda Utr

28

31

Kokoda

16

20

37

Metamani

20

20

10 Inanwatan

26

26

11 Saifi

20

50

46

120

12 Seremuk

10

72

30

114

13 Sawiat

56

66

14 Fkour

15 Salkma

10

32

42

Jumlah

45

39

109

611

2620

3424

Sumber: - Data Kesling 2014 ( DINKES )

2.1.2 Sanitasi
Status capaian kinerja pelayanan sanitasi Kabupaten Sorong Selatan
tahun 2013 adalah sebagai berikut :
65,63 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap
sanitasi layak, perkotaan dan pedesaan:

a. 70,82 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap


sanitasi layak- perkotaan;
10

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

b. 60,44 % rumah tangga telah memiliki akses berkelanjutan terhadap


sanitasi layak- pedesaan.

Ditinjau dari sistem penyediaan sanitasi-nya, capaian kinerja pelayanan sanitasi


Kabupaten Sorong Selatan ditampilkan dalam Tabel 8 berikut ini:
Tabel 2.4
Jumlah Rumah Tangga Menurut Jenis Sarana Sanitasi Tahun 2013
JAMBAN
JAMBAN
JAMBAN
KLOSET/LEHER ANGSA
CEMPLUNG (UNIT) PLENGSENGAN (UNIT)
(UNIT)

JAMBAN KOMUNAL/MCK
UMUM (UNIT)

JUMLAH
TOTAL
UNIT

1467

1793

174

188

367

135

119

262

192

392

589

Kais Darat

62

71

14

147

Kais

47

98

10

155

Kokoda Utr

64

22

18

104

Kokoda

50

68

16

134

Metamani

78

40

125

10 Inanwatan

197

229

10

436

11 Saifi

84

146

10

240

12 Seremuk

106

65

179

13 Sawiat

87

82

177

14 Fkour

24

38

15 Salkma

25

50

80

Jumlah

1628

3061

137

4826

NO

DISTRIK

Teminabuan

318

Konda

Wayer

Moswaren

Sumber : Dinas Kesehatan 2014

11

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Tabel 2.5
Perkembangan Kinerja Pelayanan AMPL Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2013
2015

No

Indikator

2013
1

Cakupan
penduduk
(%)
dengan
akses air
minum
yang layak
a. Perkot
aan
b. Perdes
aan
Cakupan
penduduk
(%)
dengan
akses
sanitasi
yang layak
a. Perkot
aan
b. Perdes
aan

Target
Kab/Kota

Target
Nasion
al

2020

2019

100

100

59,48

100

100

18,10

100

100

100

100

60,01

100

100

19,21

100

100

Capaian
Kabupaten/Kota
2014

2015

Capaian Provinsi
2013

2014

35,33

46,23

Capaian Nasional

2015

2013

27,26

67,7

24,44

59,7

2014

2015

Pada indikator akses air minum layak, dibandingkan dengan capaian provinsi
pada tahun 2015, status capaian kinerja pelayanan air minum Kabupaten 35,33%
relative, melampaui rata-rata provinsi. Capaian ini juga relative, melampaui / dibawah
rata-rata nasional ,dibandingkan capaian nasional.

Pada indikator akses sanitasi layak, dibandingkan dengan capaian provinsi


pada tahun 2015, status capaian kinerja pelayanan sanitasi Kabupaten Sorong
Selatan relative, melampaui rata-rata provinsi. Capaian ini juga, dibawah rata-rata
nasional dibandingkan capaian nasional.

12

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

2.2

Permasalahan
2.2.1. Air Minum
Tabel 2.6.
Permasalahan Mendesak Air Minum

A. Sistem Air minum Permukiman:


1.Aspek Pengembangan
Jumlah SR di Kab.Sorong Selatan adalah 1761 unit, sedangkan
Sarana dan Prasarana:
jumlahnya penduduknya adalah sebanayak 14.746 KK.
User Interface:

Akses yang baik terhadap air minum hanya mencapai = 35,33 %

Rendahnya alokasi pendanaan dari Pemerintah


Belum tertariknya sektor swasta untuk melakukan investasi
Belum tergalinya potensi pendanaan dari masyarakat
Masih rendah dan terbatasnya SDM yang terkait pengelolaan
Rendahnya koordinasi antar instansi dalam penetapan kebijakan
Belum adanya peran BPSPAMS dan Asosiasi SPAMS Perdesaan
Belum memadainya perangkat Peraturan perundangan ( Perda / Perbup,
dll ) yang diperlukan dalam pengelolaan
Belum adanya Peraturan perundangan ( Perda / Perbup/, dll ) terkait
Restribusi Air Limbah Permukiman
Masih rendahnya kesadaran masyarakat
Terbatasnya penyelenggaraan pengembangan system yang berbasis
masyarakat
Masih kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan
Rendahnya koordinasi antar instansi terkait dalam menggerakkan peran
masyarakat
Belum terlaksannya Sosialisasi, Advokasi dan Edukasi pemerintah kepada
masyarakat terkait pengelolaan air minum.
Masih rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam mulai proses
perencanaan sampai monev.

B. Lain-lain:
2. Aspek Pendanaan:

3. Aspek Kelembagaan:

4. Aspek Peraturan
Perundangan dan
penegakan hukum:
5. Aspek Peran serta
Masyarakat dan Dunia
Usaha / Swasta:

6. Aspek Komunikasi,
PMJK ( Pemberdayaan
Masyarakat Jender dan
Kemiskinan ) dll.

2.2.2. Sanitasi
Tabel 2.7.
Permasalahan Mendesak Sanitasi

A. Sistem Sanitasi Permukiman:


1.Aspek Pengembangan
Jumlah Jamban keluarga di Kab. Sorong Selatan adalah 6818 unit,
Sarana dan Prasarana:
sedangkan jumlahnya penduduknya adalah sebanayak 14746 KK
User Interface:

Jumlah jamban keluarga hanya mencapai = 46,23 %


13

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Belum tersedianya SPAL

Rendahnya alokasi pendanaan dari Pemerintah


Belum tertariknya sektor swasta untuk melakukan investasi
Belum tergalinya potensi pendanaan dari masyarakat
Masih rendah dan terbatasnya SDM yang terkait pengelolaan
Rendahnya koordinasi antar instansi dalam penetapan kebijakan
Masih kurangnya Perda dalam pengelolaan
Belum adanya Perda terkait Restribusi Air Limbah Permukiman

Masih rendahnya kesadaran masyarakat


Terbatasnya penyelenggaraan pengembangan system yang berbasis
masyarakat
Masih kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan
Rendahnya koordinasi antar instansi terkait dalam menggerakkan peran
masyarakat
Masih minimnya media sosiaolisasi berkaitan PHBS

B. Lain-lain:
2. Aspek Pendanaan:

3. Aspek Kelembagaan:
4. Aspek Peraturan
Perundangan dan
penegakan hukum:
5. Aspek Peran serta
Masyarakat dan Dunia
Usaha / Swasta:

6. Aspek Komunikasi,
PMJK ( Pemberdayaan
Masyarakat Jender dan
Kemiskinan ) dll.

2.3

Tantangan
2.3.1. Air Minum
Tabel 2.8.
Tantangan pengembangan Air minum

A. Sistem Pengembangan Air minum:


1.Aspek Pengembangan
Tidak tersedia nya sumber-sumber utama air baku di beberapa wilayah
Sarana dan Prasarana:
terutama di wilayah Imekko
User Interface:

Meningkatnya aktivitas masyarakat yang memerlukan dukungan pelayanan


air minum

B. Lain-lain:
2. Aspek Pendanaan:

Isu air minum belum cukup diprioritaskan dalam perumusan program dan
kebijakan anggaran

3. Aspek Kelembagaan:

Belum optimalnya koordinasi antar program dan antar pelaku bidang air
minum.

4. Aspek Peraturan
Perundangan dan
penegakan hukum:

Belum ada peraturan daerah yang mengatur kebijakan pengelolaan air


minum secara komprehensif

14

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

5. Aspek Peran serta


Masyarakat dan Dunia
Usaha / Swasta:

Rendahnya partisipasi aktif masyarakat

Belum adanya partisapasi dunia usaha / investor

6. Aspek Komunikasi,
PMJK ( Pemberdayaan
Masyarakat Jender dan
Kemiskinan ) dll.

2.3.2. Sanitasi
Tabel 2.9.
Tantangan pengembangan Sanitasi

A. Sistem Pengembangan Sanitasi


1.Aspek Pengembangan
Semakin luasnya wilayah permukiman yang belum dilengkapi dengan
Sarana dan Prasarana:
sarana sanitasi (SPAL, Jamban, Pengelolaan sampah dll) yang sesuai
standar

User Interface:

B. Lain-lain:
Kebijakan AMPL belum terintegrasi satu sama lain karena ego sektoral dan
banyaknya program-prograam AMPL dan program-program tersebut
memiliki metode pendampingan berbeda-beda.
Belum optimalnya koordinasi antar program dan antar pelaku bidang sanitasi

2. Aspek Pendanaan:

3. Aspek Kelembagaan:

4. Aspek Peraturan
Perundangan dan
penegakan hukum:

Belum ada peraturan daerah yang mengatur kebijakan pengelolaan secara


komprehensif

5. Aspek Peran serta


Masyarakat dan Dunia
Usaha / Swasta:

Rendahnya partisipasi aktif masyarakat

6. Aspek Komunikasi,
PMJK dll.

15

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB III
ISSUE STRATEGIS, ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Tabel 3.1. Tujuan dan Sasaran Pelayanan AMPL Jangka Menengah

NO.

TUJUAN

(1)
(2)
1. Meningkatka
n cakupan
akses air
minum yang
layak dan
berkelanjutan

SASARAN
(3)
Meningkatnya
cakupan akses air
minum yang layak
dan berkelanjutan
dari 35,33 %
menjadi 100 %

INDIKATOR
KINERJA
(4)
Cakupan penduduk
yang mengakses air
minum yang layak
dan berkelanjutan

TARGET KINERJA PADA


TAHUN KE1
2
3
4
5
(5) (6) (7) (8) (9)

35,3 48,3

70

85

100

75

85

95

100

35

70

90

100

86

95

100

80

87

95

100

30

75

95

100

59,4

70

80

90

100

55

65

75

85

100

Tambahan cakupan di 59,4


perkotaan
Tambahan cakupan di 18,1
perdesaan
1.

Meningkatka
n cakupan
akses sanitasi
yang layak
dan
berkelanjutan

Meningkatnya
cakupan akses
sanitasi yang layak
dan berkelanjutan
dari 46,23 %
menjadi 100 %

Cakupan penduduk
yang mengakses
sanitasi yang layak
dan berkelanjutan

46,2 78,5

Tambahan cakupan di 60
perkotaan (jiwa)
Tambahan cakupan di 19,2
perdesaan
3.

Meningkatka
n kinerja
teknis dan
pengelolaan
UPTD air
Minum di
Wilayah
Perkotaan

Meningkatnya
kapasitas unit
produksi

Meningkatka
n cakupan
penduduk
yang
memahami
dan
menerapkan
PHBS

Meningkatnya
cakupan penduduk
yang menerapkan
PHBS, dari 47,63%
menjadi 100 %

Tambahan cakupan di
perkotaan (KK)

Cakupan rumah
tangga yang
menerapkan PHBS
(%)

16

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

NO.

TUJUAN

(1)
(2)
6 Mengoptimal
kan kebijakan
anggaran
penyediaan
air minum
dan sanitasi
serta
meningkatka
n peran
pemerintah
dalam
pelibatan
dunia usaha

3.1

SASARAN
(3)
Meningkatkan
peran serta
Kelompok Kerja
Sanitasi/AMPL
dalam
merumuskan
kebijakan
penganggaran
bidang air minum
dan sanitasi.

INDIKATOR
KINERJA
(4)
Dokumen
Perencanaan bidang
air minum dan
sanitasi.

TARGET KINERJA PADA


TAHUN KE1
2
3
4
5
(5) (6) (7) (8) (9)

issu strategis
Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan dan tantangan Kabupaten
Sorong Selatan dalam penyediaan air minum dan sanitasi, maka isu strategis yang
akan diprioritaskan penanganannya sampai dengan 2019 adalah :
1)

Kesiapan teknis dan pengelolaan PDAM untuk memenuhi target cakupan


pelayanan

2)

Rendahnya cakupan akses air minum di pedesaan

3)

Terbatasnya sumber pasokan air yang sustainable dan dapat diandalkan

4)

Tidak tersedianya sumber air baku di beberapa wilayah terutama wilayah Imekko

5)

Rendahnya kesadaran untuk menerapkan PHBS

6)

Belum optimalnya dukungan kebijakan anggaran bagi perluasan cakupan akses


air minum dan sanitasi, khususnya di pedesaan

7)

Belum optimalnya fasilitasi pemerintah daerah untuk melibatkan dunia usaha dan
lembaga donor dalam pendanaan pembangunan air minum dan sanitasi

17

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

3.2

Arah Kebijakan 2016 2020


Berdasarkan tujuan dan sasaran peningkatan pelayanan AMPL Kabupaten
Sorong Selatan 2016-2020, arah kebijakan dan strategi yang akan dilakukan adalah
sebagai berikut:

1.

Memprioritaskan perluasan cakupan pelayanan PDAM pada kawasan perkotaan


dan kawasan pengembangan pelayanan PDAM (kawasan potensial PDAM)

2.

Menerapkan pendekatan berbasis masyarakat untuk perluasan cakupan akses


air minum yang layak dan berkelanjutan di kawasan perKelurahan/Desaan dan
kawasan yang tidak terjangkau pelayanan PDAM

3.

Menggalang kerjasama pendanaan dengan dunia usaha bagi perluasan akses


air minum dan sanitasi pada kawasan-kawasan pariwisata.

4.

Menggalakkan program STBM bagi Kelurahan/Desa dengan tingkat cakupan


akses sanitasi rendah/di bawah rata-rata kabupaten

5.

Menggalakkan kampanye PHBS melalui mobilisasi tenaga promosi kesehatan,


tokoh masyarakat, kelompok masyarakat, dan media massa

6.

Meningkatkan pengelolaan dan pengawasan sumber daya air untuk menjamin


kuantitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan air baku

7.

Mencari sumber air baku alternatif dengan penerapan teknologi tepat guna,
terutama di wilayah yang tidak memiliki sumber air seperti wilayah Imekko.

8.

Meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas pelaku pembangunan air


minum dan sanitasi melalui penguatan peran Bappeda

9.

Meningkatkan alokasi APBD untuk memenuhi minimal 40% kebutuhan investasi


AMPL Kabupaten Sorong Selatan dalam rangka pencapaian target 7C MDGs.
Adapun sisanya (60%) diupayakan melalui pendanaan APBD provinsi, APBN,
CSR, dunia usaha, dan lembaga keuangan/perbankan.

10. Sosialisasi dan peran masyarakat dalam pelaksanaan program AMPL

3.3

Strategi Pencapaian 2016 2020


Untuk mencapai arah kebijakan, maka strategi yang akan dilakukan adalah
sebagai berikut :
1.1 Peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum
2.1 Pengembangan pendanaan untuk penyelenggaran SPAM
3.1 Pengembangan kelembagaan, peraturan dan perundang-undangan
4.1 Peningkatan penyediaan air baku secara berkelanajutan
5.1 Peningkatan peran dan kemitraan dunia usaha, swasta dan masyarakat.
18

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB IV
PROGRAM DAN KEGIATAN
4.1 Program dan kegiatan bidang Air Minum 2016 2020

Tabel 4.1. Program dan Kegiatan di Bidang Air Minum 2016 -2020
No Kode

Program
Program dukungan manajemen
dan pelaksanaan tugas teknis
Kesehatan
Program Penyediaan Air dan
Pengelolaan Air Baku.

Kegiatan

SKPD Pelaksana

Penyehatan lingkungan
Pembangunan prasarana pengambilan
dan saluran pembawa.
Rehabilitasi prasarana pengambilan
dan saluran pembawa.
Pembangunan sumur-sumur air tanah.

Program
Pengembangan,
Pengelolaan, dan Konservasi
Sungai, Danau, dan SDA Lainnya.

Pembangunan embung dan bangunan


penampung air lainnya.
Pemeliharaan/rehabilitasi embung dan
bangunan penampung air lainnya.

Program Pengembangan Kinerja


Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah.

Penyediaan Sarana dan Prasarana Air


Minum bagi Masyarakat
Penyediaan Sarana dan Prasasrana
Pengolahan Air Limbah

Program Perencanaan Prasarana


Wilayah dan Sumberdaya Alam.

Koordinasi perencanaan air minum,


drainase, dan sanitasi perkotaan
Koordinasi pengembangan potensi SDA

Program rehabilitasi pemulihan


cadangan sumber daya alam

Rehabilitasi hutan dan lahan


Pengembangan kelembagaan
rehabilitasi hutan dan lahan
Program Pengendalian Pencemaran
dan Perusakan Lingkungan Hidup

Program
perlindungan
dan
konservasi sumber daya alam

Peningkatan peran serta masyarakat


dalam rehabilitasi dan pemulihan
cadangan SDA
Pengelolaan keanekaragaman hayati
dan ekosistem
Koordinasi pengelolaan konservasi
SDA

Program Pemanfaatan Potensi


Sumber Daya Hutan

Pengembangan Hutan Tanaman

19

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

No Kode

Program

Kegiatan

Program Rehabilitasi Hutan dan


Lahan

SKPD Pelaksana

Pembuatan bibit/benih tanaman


kehutanan
Penanaman pohon pada kawasan
hutan industri dan wisata
Pemeliharaan kawasan hutan industry
dan hutan wisata
Pembinaan, pengendalian dan
pengawasan gerakan RHL.
Peningkatan peran serta masyarakat
dalam rehabilitasi hutan dan lahan

Program
Perlindungan
Konservasi SDH

dan

Penyuluhan kesadaran masyarakat


mengenai dampak perusakan hutan
Peningkatan peran serta masyarakat
dala perlindungan dan konservasi SDH

Program
Kelembagaan

Peningkatan

Peningkatan Peran Serta Masyarakat


dalam Pengelolaan Air Minum

4.2 Program dan kegiatan bidang Sanitasi 2016 2020

Tabel 4.2. Program dan Kegiatan di Bidang Sanitasi 2016 -2020


No Kode

Program
Program

Promosi

Kegiatan

Kesehatan

dan

Pemberdayaan Masyarakat

SKPD
Pelaksana

Pemberdayaan Masyarakat dan


Promosi Kesehatan
Pengembangan Media Promosi dan
Informasi Sadar Hidup Sehat.
Monitoring, evaluasi, dan pelaporan

Program

Pembangunan

Saluran

Drainase/Gorong-gorong.
Program

Pembangunan Saluran Drainase dan


Gorong-Gorong

Pengembangan

Kinerja

Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana dan

Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah.

Prasarana Air Limbah

Program

Koordinasi perencanaan drainase dan

Perencanaan

Prasarana

Wilayah dan Sumberdaya Alam.

sanitasi perkotaan
Koordinasi penyehatan lingkungan

Program

Pengembangan

Pengelolaan Persampahan

Kinerja

Penyediaan sarana dan prasarana


pengelolaan persampahan.
Peningkatan operasi dan pemeliharaan
sarana dan prasarana persampahan.

20

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

No Kode

Program
Program

Peningkatan

Kegiatan
Kualitas

Lingkungan Hidup

SKPD
Pelaksana

Penerapan Standarisasi Tekhnologi


Lingkungan Hidup
Peningkatan Sarana dan Prasarana
Bidang Lingkungan Hidup
Pemantauan Kualitas Lingkungan
Koordinasi Penilaian Kota
Sehat/Adipura
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya
dan Beracun (B3)

Program Peningkatan Kelembagaan

Peningkatan Partsipasi Masyarakat


dalam pengelolaan Air Limbah

21

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB V
KEBUTUHAN INVESTASI

5.1.

Perkiraan Kebutuhan Investasi

Perkiraan kebutuhan investasi pelayanan AMPL daerah bertujuan untuk


mengetahui perkiraan investasi yang akan diperlukan dalam rangka pencapaian
target RPJMN 2019.
. Dengan adanya perkiraan ini, diharapkan pemerintah daerah dapat
mempersiapkan strategi pendanaan dan pilihan program/kegiatan yang lebih efektif
dan efisien dalam mencapai kinerja yang ditargetkan.
Angka hasil perkiraan investasi merupakan gambaran biaya yang diperlukan
daerah sebagai pertimbangkan dalam peningkatan alokasi anggaran APBD untuk
AMPL dan pertimbangan dalam perumusan program dan kegiatan yang diusulkan
untuk didanai APBD provinsi dan APBN, juga dunia usaha/perbankan, dan
masyarakat.
Upaya pencapaian target kinerja AMPL Kabupaten Sorong Selatan sampai
dengan tahun 2020 sebagaimana disebutkan diatas perlu didukung dengan
komitmen penuh dari berbagai pihak yang terkait, baik dari segi sumber daya
manusia maupun pendanaan. Sehubungan dengan itu, diperlukan perhitungan
kebutuhan investasi yang matang guna menyiapkan strategi investasi dan
pendanaan program AMPL. Sebagai acuan awal, perkiraan kebutuhan investasi
dalam rangka pencapaian target kinerja AMPL Kabupaten Sorong Selatan tahun
2020 adalah sebagai berikut :
Tambahan akses sampai dengan 2020 dihitung berdasarkan target
kabupaten/kota, baik pada air minum dan sanitasi. Berdasarkan tambahan akses
tersebut,

investasi

air

minum

dihitung

dengan

menggunakan

pendekatan

kelembagaan, pendekatan pemberdayaan masyarakat, dan kombinasi antara


pendekatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.Penerapan pendekatan
penghitungan investasi air minum didasarkan pada hasil pemetaan atas besar
tambahan

akses

yang

dapat

dipenuhi

dengan

pendekatan

kelembagaan,

pemberdayaan masyarakat, dan kombinasi keduanya.

22

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Tabel 5.1.
Analisis Kebutuhan Investasi Pelayanan Air Minum

Indikator
Jumlah penduduk
- Perkotaan
- Perdesaan
Jumlah penduduk
yang dilayani
- Perkotaan
- Perdesaan
Cakupan
penduduk yang
dilayani
- Perkotaan
- Perdesaan
Berbasis Lembaga
dan Masyarakat
A. PDAM
B. Berbasis
masyarakat

Kondisi saat
ini Tahun
2015
60.612
24.264
36.348

Kondisi
2020

Tambahan
cakupan
pelayanan

Biaya investasi
per orang(Rp)

Kebutuhan
investasi sd
2019

19.284,45
31.265

2.000.000
3.000.000

28.926.675.000
78.162.500.000

Total kebutuhan

107.089.175.000

33.204
37.235

19.890
13.919,55
5970

33.204
37.235

35,3

100

59,4
18,1

100
100

40,6
81,9

Investasi sanitasi dihitung dengan menggunakan pendekatan berbasis


masyarakat, baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Tabel 5.2.
Analisis Kebutuhan Investasi Pelayanan Sanitasi
Indikator
Jumlah penduduk
- Perkotaan
- Perdesaan
Jumlah penduduk
yang dilayani
- Perkotaan
- Perdesaan
Cakupan penduduk
yang dilayani
- Perkotaan
- Perdesaan

Kondisi saat
ini 2013

Kondisi
2020

60,612
24.264
36.348

33.204
37.235

Tambahan
cakupan
pelayanan

Biaya investasi
per orang
(Rp)

Kebutuhan
investasi sd
2019

13.278,28
30.235

500.000
1.500.000

6.639.140.000
45.378.823.500

Total kebutuhan

52.017.963.500

19.890
19.925,72
6982,451

33.204
37.235

46,23

100 %

60,01
19,21

100 %
100 %

39,99
80,79

Berdasarkan capaian kinerja AMPL Kabupaten Sorong Selatan sampai


dengan tahun 2015 , target pencapaian bidang air minum dan sanitasi, pada akhir
2020 Kabupaten/Kota diharapkan mampu mencapai kondisi 100 % penduduk
memiliki akses air minum layak dan 100

% penduduk memiliki akses sanitasi layak.


23

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Untuk mencapai kondisi tersebut, diperkirakan kebutuhan investasi selama 20162020 untuk air minum adalah Rp. 107.089.175.000,- dan untuk sanitasi adalah Rp
52.017.963.500

,-. Dengan demikian kebutuhan investasi air minum dan sanitasi

selama 2015-2019 mencapai Rp159.107.138.500,-.

atau Rp 31.821.427.700,- per

tahun.
Dengan rata-rata realisasi APBD untuk AMPL di Kabupaten Sorong Selatan
adalah Rp 3.000.000.000 per tahun, maka hasil perhitungan investasi air minum dan
sanitasi Kabupaten Sorong Selatan menunjukkan perlunya:
1.

anggaran AMPL difokuskan ke perdesaan,

2.

meningkatkan alokasi APBD untuk AMPL melalui refocusing program tahunan,


dan menggalang kerjasama pendanaan dengan dunia usaha untuk investasi
AMPL di perkotaan.

24

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

5.2.

Rencana Pembiayaan
Tabel 5.3.
Rencana Pembiayaan

NO

KEBIJAKAN / PRIORITAS /
PROGRAM /KEGIATAN

INDIKATOR / OUTPUT

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2016

2017

2018

2019

2020

SUMBER
PENDANAA
N

10

11

12

13

14

15

16

1500

1900

2100

2700

3400

APBD

UPTDSPAM

UPTDSPAM

CAPAIAN

TARGET CAPAIAN

ANGGARAN (Rp. 000.000,-)

PELAK
SANA

KET
17

Program Peningkatan kinerja pengelolaan air minum dan sanitasi


1.1

Peningkatan kapasitas
di Daerah perkotaan

1.
2.

1.2

1.3

Peningkatan kapasitas
Unit Distribusi dan
Pelayanan

Fasilitasi dan stimulan


air bersih dan sanitasi
berbasis masyarakat

1.
2.

Pembangunan Jaringan &


Sumber Air
Pemanfaatan Idle
Kapasitas
Tambahan SR hasil
pembangunan jaringan
baru 14.746 SR
Tambahan SR hasil
Program JDU untuk MBR

Proporsi rumah
tangga/keluarga yang
menggunakan air bersih

Proporsi rumah tangga


yang menggunakan
jamban

15 lt/dt

19

23

27

31

35

1 lt/dt

10

15

20

1761
Unit

4600

7500

9400

12500

14246

2839

2900

1900

3100

1746

APBD

500 Unit

200

300

300

300

500

200

300

300

300

500

APBN

1,17

1,09

0,25

0,25

0,25

0,24

4555

1078

1186

1305

1436

0,56

0,59

900

990

APBN /LOAN

0,32

0,23

0,23

0,23

0,22

891

800

800

800

760

DAK

0,31

0,02

0,02

0,02

0,02

447

98

107

118

130

APBD Kab.

0,21

0,17

35

25

Swadaya

0,14

0,42

0,58

0,64

0,56

0,31

1869

3456

4012

3888

2737

APBN, DAK,
APBD II

0,26

0,32

0,25

1400

1750

1400

APBN/ LOAN

0,13

0,38

0,29

0,29

0,28

0,28

1699

1869

2056

2262

2488

DAK

0,01

0,04

0,03

0,03

0,03

0,03

170

187

206

226

249

APBD II

APBN, DAK
APBD II

25

Tarki
m

Tarki
m

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

NO

KEBIJAKAN / PRIORITAS /
PROGRAM /KEGIATAN

INDIKATOR / OUTPUT

ANGGARAN (Rp. 000.000,-)

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2016

2017

2018

2019

2020

SUMBER
PENDANAAN

PELAK
SANA

KET

10

11

12

13

14

15

16

17

Peningkatan
Konservasi Air Tanah

Tersedianya Raperda
pengelolaan air tanah

25

50

75

100

100

150

200

250

350

APBD II

BMSDA

0%

5%

10%

15%

20%

25%

100

100

110

120

130

APBD/APBN

Dinkes

50

50

50

50

50

25

30

35

45

50

APBD/APBN

Dinkes

Program Pengembangan Lingkungan Sehat


4.1

Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat

Penyadaran
PROHISAN
masyarakat
pemukiman dan
masyarakat sekolah

Cakupan Kelurahan/Desa ODF

Advokasi dan
sosialisasi program
kesling

Jumlah rumah tangga yang


diadvokasi tentang program
kesling

4.2

TARGET CAPAIAN

Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya
3.1

CAPAIAN

Penyedian air bersih dan sanitasi dasar

Pengawasan Kualitas
Air Bersih dan
peningkatan cakupan
Air Bersih

Jumlah/cakupan titik yang


mendapat pengawasan

10%

65%

69%

73%

77%

80%

500

265

285

300

315

APBD/APBN

BPPLH

Peningkatan cakupan
Jamban Keluarga
terutama Kelurahan

Cakupan Jamban Keluarga

35,33%

75%

78%

81%

84%

88%

700

265

375

400

425

APBD/APBN

Tarkim

Peningkatan cakupan
SPAL rumah tangga

Cakupan SPAL Rumah Tangga

5%

62%

69*%

75%

80%

85%

500

80

85

90

100

APBD/APBN

Tarkim

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Kelurahan/Desa


5.1

Fasilitasi
Pembangunan Sarana
dan Prasaran Air
Bersih

2 Kelurahan/Lembang yang
difasilitasi per tahun

50

50

50

50

50

APBD

BPMPL

5.2

Fasilitasi Pembinaan
BPSPAMS

Cakupan BPSPAMS yang


meningkat statusnya

10

10

10

10

100

100

100

100

APBD

BPMPL

26

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB VI
PEMANTAUAN DAN EVALUASI

Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan RAD AMPL 2015-2019 pada


dasarnya dilakukan oleh semua pelaku atau pemangku kepentingan (stakeholders)
Kabupaten Sorong Selatan Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan RAD AMPL 2016
- 2020 Kabupaten Sorong Selatan pada lembaga pemerintah daerah dilakukan oleh
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, untuk mengetahui perkembangan
pelaksanaan program dan mengukur hasil program terhadap pencapaian target
AMPL 2020. Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan RAD AMPL 20162020 Kabupaten Sorong Selatan juga menerima masukan hasil pemantauan dan
evaluasi independen oleh lembaga-lembaga non pemerintah seperti LSM, perguruan
tinggi, lembaga penelitian, organisasi profesi, dan media massa. Hasil pemantauan
dan evaluasi, baik yang dilakukan oleh lembaga pemerintah daerah maupun
lembaga non pemerintah diverifikasi dan dikonsolidasikan oleh Tim Penyusun RAD
AMPL Kabupaten Sorong SelatanTahun 2016 2020 untuk kemudian dilaporkan
kepada Bupati Sorong Selatan melalui Kepala Bappeda.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan RAD AMPL 2016-2020
Kabupaten Sorong Selatan di tingkat lokal atau komunitas sepenuhnya merupakan
prakarsa dan kegiatan masyarakat sendiri. Untuk itu dapat diberikan pendampingan
dan/atau advokasi oleh Pokja AMPL/Tim Teknis Kabupaten Sorong Selatan maupun
oleh LSM yang memiliki kompetensi dalam evaluasi kebijakan dan pelaksanaan
pembangunan khususnya yang terkait dengan target RPJMN 2020..
Tujuan pemantauan dan evaluasi hasil pelaksanaan RAD AMPL adalah untuk
memberikan informasi tentang:

Tingkat pencapaian target kinerja program dan kegiatan RAD AMPL


berdasarkan hasil pelaksanaan tahun per tahun sampai dengan 2019.

Rekomendasi langkah tindak lanjut pada RKPD tahun berikutnya

Perbaikan/penyesuaian yang diperlukan terhadap program/kegiatan RAD


AMPL untuk tahun pelaksanaan berikutnya

6.1

Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi


Mekanisme

pemantauan

dan

evaluasi

RAD

AMPL

mengacu

pada

Permendagri Nomor 54 Tahun 2010. Mekanisme pemantauan dan evaluasi terhadap


RAD AMPL dilaksanakan sebagai berikut :

1. Materi Pemantauan dan Evaluasi


27

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

a.

Tingkat pencapaian target kinerja program pada tahun pelaksanaan dan


kumulatif sampai dengan tahun pelaksanaan;

b.

Tingkat penggunaan anggaran program pada tahun pelaksanaan dan


kumulatif sampai dengan tahun pelaksanaan.

2. Jadwal Pemantauan dan Evaluasi


a.

Pemantauan pelaksanakan RAD AMPL dilakukan minimal 2 kali dalam


setahun;

b.

Evaluasi pelaksanaan RAD AMPL dilakukan pada setiap akhir tahun


pelaksanaan

3.

Pelaksana Pemantauan dan Evaluasi


a.

Kepala SKPD kabupaten

melakukan pemantauan dan evaluasi

program/kegiatan RAD AMPL yang menjadi tanggung jawab SKPD


masing-masing;
b.

Kepala SKPD melalui Tim Teknis Penyusun RAD AMPL (Pokja RAD
AMPL) menyampaikan hasil pemantauan dan evaluasi kepada Kepala
Bappeda selaku Ketua TKK;

c.

Masyarakat dapat menyampaikan pendapat dan masukan kepada


Pemerintah Daerah melalui Tim Teknis Penyusun RAD AMPL atas
kinerja pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan daerah;

d.

Tim Teknis Penyusun RAD AMPL menghimpun dan menganalisis laporan


seluruh

SKPD

pelaksana

RAD

AMPL

dan

masyarakat

dan

melaporkannya kepada Kepala Bappeda;


e.

Kepala Bappeda Kabupaten melakukan evaluasi terhadap laporan hasil


pemantauan dan evaluasi yang telah diolah Tim Teknis Penyusun RAD
AMPL;

f.

Dalam

hal

evaluasi

dari

hasil

ketidaksesuaian/penyimpangan,

pemantauan

Kepala

ditemukan

Bappeda

adanya

menyampaikan

rekomendasi dan langkah- langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti


oleh Kepala SKPD;
g.

Kepala

SKPD

menyampaikan

hasil

tindak

lanjut

perbaikan/penyempurnaan kepada Kepala Bappeda;


h.

Kepala Bappeda melaporkan hasil pemantauan dan evaluasi kepada


Bupati..

4.

Peran DPRD dalam Pemantauan dan Evaluasi RAD AMPL


28

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

a.

Mengadakan pembahasan (misalnya melalui rapat kerja, rapat komisi)


hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program AMPL;

b.

Mendorong dilaksanakannya pemantauan dan evaluasi RAD AMPL;

c.

Memastikan adanya alokasi program dan anggaran untuk pengembangan


kapasitas dan kompetensi BPSPAMS dalam menyediakan pelayanan air
minum dan sanitasi perdesaan.

29

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

6.2. Formulir Pemantauan dan Evaluasi.


Tabel. 6.1.
Formulir Pemantauan dan Evaluasi RAD AMPL 2015-2019

No

(1)

Sasaran
IndikaProgram/
AMPL
tor
Kegiatan
2015
Kinerja
(2)

(3)

(4)

Data
Capaian pd
Awal
Perenca
naan
(5)

Target Capaian
Akhir Tahun
Perencanaan

Target RAD Tahun ke-

Rp

Rasio Capaian pada Tahun ke-

SKPD

2015

2016

2017

2018

2019

2015

2016

2017

2018

2019

2015

2016

2017

2018

2019

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

(6)
K

Realisasi Capaian Tahun ke-

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

(22)

Rp

Rata-rata capaian kinerja (%)


Predikat kinerja
Faktor pendorong pencapaian kinerja:
Faktor penghambat:
Usulan tindak lanjut pada RKPD berikutnya:

Catatan: K = kinerja; Rp = Anggaran


Format disusun sesuai format evaluasi Hasil RPJMD dalam Permendagri N0 54/2010
......................., tanggal ...................
Kepala Bappeda
KAB/KOTA ....................................

Menyetujui
......................., tanggal ...................
Bupati/Walikota
KAB/KOTA ....................................

30

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Petunjuk Pengisian:
1. Kolom (1) diisi dengan nomor urutan pengisian
2. Kolom (2) diisi dengan sasaran AMPL 2015 sebagaimana tercantum dalam Tabel Tujuan dan Sasaran Pembangunan AMPL Kab/Kota s.d. 2015
3. Kolom (3) diisi dengan program yang dilaksanakan untuk setiap sasaran. Setiap program diikuti dengan kegiatannya
4. Kolom (4) diisi dengan indikator outcome program untuk baris program dan indikator output kegiatan untuk baris kegiatan
5. Kolom (5) diisi dengan data outcome program untuk baris program dan data output kegiatan untuk baris kegiatan sesuai data tahun terakhir yang
digunakan pada penyusunan RAD AMPL
6. Kolom (6) K diisi dengan target outcome program untuk baris program dan target output kegiatan untuk baris kegiatan sampai dengan 2015
7. Kolom (7) Rp diisi dengan perkiraan anggaran program untuk baris program dan perkiraan anggaran kegiatan untuk baris kegiatan pada tahun 2011
8. Kolom (8) sampai dengan kolom (11) diisi dengan cara yang sama dengan kolom (7)
Total target kinerja pada Kolom (7) sd Kolom (11) harus sama dengan target kinerja pada Kolom (6), demikian juga dengan target anggaran.
Penulisan target kinerja pada Kolom (7) sd Kolom (11) dapat berupa target kumulatif dimana target pada tahun terakhir harus sama dengan target
pada kolom (6), demikian juga dengan target anggaran. Jika penulisan target kinerja pada Kolom (7) sd (11) dilakukan secara kumulatif, maka
penghitungan realisasi capaian pada Kolom (12) sd (16) juga harus secara kumulatif.
9. Kolom (12) K diisi dengan realisasi outcome program untuk baris program dan realisasi output kegiatan untuk baris kegiatan pada tahun 2011
10. Kolom (13) sampai dengan kolom (16) diisi dengan cara yang sama dengan kolom (12)
11. Kolom (17) K diisi dengan rasio (perbandingan) antara Kolom (12) K dengan Kolom (7) K, dinyatakan dalam persentase
Kolom (17) Rp diisi dengan rasio (perbandingan) antara Kolom (12) Rp dengan Kolom (7) Rp, dinyatakan dalam persentase
12. Kolom (18) sampai dengan kolom (21) diisi dengan cara yang sama dengan kolom (17)
13. Kolom (22) diisi dengan SKPD pelaksana/penanggung jawab kegiatan
14. Baris Rata-rata capaian kinerja diisikan dengan rata-rata rasio capaian seluruh kegiatan yang dilaksanakan pada tahun yang dievaluasi
15. Baris Predikat kinerja diisikan dengan predikat yang disepakati oleh daerah, misalnya sangat rendah jika rata-rata rasio kurang dari 30%, rendah jika
rata-rata rasio antara 30%-60%, cukup jika rata-rata rasio antara 60%-80%, dan tinggi jika rata-rata rasio lebih dari 80%.
16. Baris Faktor pendorong pencapaian kinerja diisikan dengan faktor-faktor yang dinilai perlu dipertahankan agar kinerja dapat
dipertahankan/ditingkatkan
17. Baris Faktor penghambat diisikan dengan faktor-faktor yang dinilai harus diatasi/diminimalisir pada tahun pelaksanaan berikutnya
18. Baris Usulan tindak lanjut pada RKPD berikutnya diisikan dengan rekomendasi tindak lanjut dalam bentuk kebijakan, prosedur pelaksanaan,
program, kegiatan, atau penambahan/pengurangan anggaran program/kegiatan pada RKPD berikutnya

31

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

BAB VII
PENUTUP.
Tujuan pembangunan AMPL Kabupaten Sorong Selatan yang ditargetkan tercapai
di Tahun 2020 dapat dijadikan sebagai salah satu pemacu dan semangat untuk dapat
melakukan upaya yang lebih baik dalam mensejahterakan masyarakat. Penanggulangan
permasalahan air minum dan penyehatan lingkungan bukanlah masalah yang harus
diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan saja, namun oleh seluruh
masyarakat Kabupaten Sorong Selatan termasuk masyarakat yang menjadi sasaran.
Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan mendukung dan melaksanakan upaya
pembangunan AMPL. Komitmen tersebut telah tertuang di dalam dokumen-dokumen
perencanaan baik jangka panjang, menengah maupun tahunan, dengan melaksanakan
berbagai program dan kegiatan serta berbagai sumber dana melalui strategi penanganan
langsung maupun tidak langsung.
Terkait dengan sosiokulural masyarakat, upaya pengembangan AMPL tidak akan
berhasil apabila tidak diimbangi dengan program penyadaran masyarakat (public
awareness) yaitu sebuah upaya untuk mengurangi atau bahkan menghapuskan mental dan
budaya miskin dengan jalan mengingatkan, meyakinkan dan memberikan semangat kepada
masyarakat agar berusaha untuk bangkit dari kemiskinan dengan melakukan kerja keras
dan membiasakan diri untuk malu menerima bantuan sebagai orang miskin.
Koordinasi diantara stakeholders maupun instansi sangat perlu dioptimalkan,
terutama dalam hal penentuan target dan sasaran program kegiatan AMPL secara
berjenjang dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Lembang sampai ke tingkat
kelompok sasaran. Hal ini dilakukan melalui mekanisme Musrenbang dalam siklus
perencanaan dan penganggaran tahunan daerah.
Dalam rangka mencapai tujuan RAD AMPL perlu didukung oleh upaya penciptaan
tata pemerintahan yang baik. yaitu sebuah tata pemerintahan yang mengedepankan
hubungan sinergi antara elemen-elemen pemerintah, swasta Dan masyarakat sipil dengan
melibatkan masyarakat itu sendiri berdasarkan prinsip-prinsip partisipasi, akuntabilitas,
transparansi, dan pada pengutamaan kepentingan masyarakat.
Percepatan Pencapaian RAD AMPL ini memerlukan dukungan dan peran serta
seluruh pelaku pembangunan dari kalangan pemerintah, DPRD, perguruan tinggi, organisasi
dan lembaga swadaya masyarakat, swasta dan lembaga internasional. Keterlibatan dan
dukungan ini diharapkan terus berlanjut sampai pada pelaksanaan RAD AMPL dan evaluasi
pencapaian hasil RAD AMPL. Keterlibatan seluruh pelaku pembangunan diharapkan akan

32

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

mendorong terbangunnya sebuah kesamaan cara pandang, kesepakatan dan sinergi dalam
melakukan upaya Percepatan Pencapaian target Universal Acces 100%.
Dokumen RAD AMPL ini merupakan acuan bagi seluruh pelaku pembangunan baik
di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat dalam melakukan upaya peningkatan
kinerja pelayanan air minum dan sanitasi Kabupaten Sorong Selatan sampai dengan 2020
mendatang Dokumen ini terbuka untuk perubahan/penyesuaian berdasarkan hasil
pemantauan dan evaluasi pelaksanaannya. Dokumen RAD AMPL ini diharapkan mampu
menjadi pemandu arah bagi peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan air minum dan
sanitasi Kabupaten Sorong Selatan menuju sasaran yang disepakati selama 2016-2020.

33

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Lampiran
MATRIKS RAD AMPL KABUPATEN SORONG SELATAN
TAHUN 2016 - 2020
NO
1

KEBIJAKAN /
PRIORITAS /
PROGRAM
/KEGIATAN

INDIKATOR /
OUTPUT

CAPAI
AN

TARGET CAPAIAN

ANGGARAN (Rp. 000.000,-)

2015

2016

2017

2018

2019

2020

2016

2017

2018

2019

2020

SUMBER
PENDANA
AN

10

11

12

13

14

15

16

1500

1900

2100

2700

3400

APBD

UPTD-SPAM

UPTD-SPAM

PELAK
SANA

KET
17

Program Peningkatan kinerja pengelolaan air minum dan sanitasi

1.1

Peningkatan
kapasitas di
Daerah
perkotaan

1.

2.

1.
1.2

Peningkatan
kapasitas Unit
Distribusi dan
Pelayanan
2.

1.3

Fasilitasi dan
stimulan air
bersih dan
sanitasi
berbasis
masyarakat

Pembangun
an Jaringan
& Sumber
Air
Pemanfaata
n Idle
Kapasitas
Tambahan
SR hasil
pembangun
an jaringan
baru 14.746
SR
Tambahan
SR hasil
Program
JDU untuk
MBR

Proporsi
rumah
tangga/kelu
arga yang
menggunaka
n air bersih

15
lt/dt

19

23

27

31

35

1 lt/dt

10

15

20

1761
Unit

4600

7500

9400

12500

14246

2839

2900

1900

3100

1746

APBD

500
Unit

200

300

300

300

500

200

300

300

300

500

APBN

1436

APBN,
DAK

1,17

1,09

0,25

0,25

0,25

0,24

4555

1078

1186

1305

Tarkim

APBD II
0,56

0,59

900

990

APBN
/LOAN

0,32

0,23

0,23

0,23

0,22

891

800

800

800

760

DAK

0,31

0,02

0,02

0,02

0,02

447

98

107

118

130

APBD Kab.

0,21

0,17

35

25

Swadaya

34

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

0,42

0,58

0,64

0,56

0,31

1869

3456

4012

3888

2737

APBN,
DAK,
APBD II

0,26

0,32

0,25

1400

1750

1400

APBN/
LOAN

0,13

0,38

0,29

0,29

0,28

0,28

1699

1869

2056

2262

2488

DAK

0,01

0,04

0,03

0,03

0,03

0,03

170

187

206

226

249

APBD II

Tarkim

Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya
3.1

Proporsi
rumah
tangga yang
menggunaka
n jamban

0,14

Peningkatan
Konservasi Air
Tanah

Tersedianya
Raperda
pengelolaan air
tanah

25

50

75

100

100

150

200

250

350

APBD II

BMSDA

Program Pengembangan Lingkungan Sehat


4.1

Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat

Penyadaran
PROHISAN
masyarakat
pemukiman
dan
masyarakat
sekolah

Cakupan
Kelurahan/Desa
ODF

0%

5%

10%

15%

20%

25%

100

100

110

120

130

APBD/AP
BN

Dinkes

Advokasi dan
sosialisasi
program
kesling

Jumlah rumah
tangga yang
diadvokasi
tentang program
kesling

50

50

50

50

50

25

30

35

45

50

APBD/AP
BN

Dinkes

65%

69%

73%

77%

80%

500

265

285

300

315

APBD/AP
BN

BPPLH

4.2

Penyedian air bersih dan sanitasi dasar


Pengawasan
Kualitas Air
Bersih dan
peningkatan
cakupan Air
Bersih

Jumlah/cakupan
titik yang
mendapat
pengawasan

10%

35

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

Peningkatan
cakupan
Jamban
Keluarga
terutama
Kelurahan/Des
a calon ODF
Peningkatan
cakupan SPAL
rumah tangga

Cakupan Jamban
Keluarga

Cakupan SPAL
Rumah Tangga

35,33
%

75%

78%

81%

84%

88%

700

265

375

400

425

APBD/AP
BN

Tarkim

5%

62%

69*%

75%

80%

85%

500

80

85

90

100

APBD/AP
BN

Tarkim

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Kelurahan/Desa


5.1

5.2

Fasilitasi
Pembanguna
n Sarana dan
Prasaran Air
Bersih
Fasilitasi
Pembinaan
BPSPAMS

2
Kelurahan/Lemban
g yang difasilitasi
per tahun

50

50

50

50

50

APBD

BPMPL

Cakupan BPSPAMS
yang meningkat
statusnya

10

10

10

10

100

100

100

100

APBD

BPMPL

36

RENCANA AKSI DAERAH KABUPATEN SORONG SELATAN 2016 - 2020

2017

2018

2019

2020

2016

AlokasiAnggaran

2020

2019

2018

Indikator

2016

Program/Kegiatan

2017

TargetPencapaian

Diisidgpe
rkiraanan
ggaranun
tukmenca
paioutputt
ahun201
7

Diisidgpe
rkiraanan
ggaranun
tukmenca
paioutputt
ahun201
8

Diisidgpe
rkiraanan
ggaranun
tukmenca
paioutputt
ahun201
9

Diisidgpe
rkiraanan
ggaranun
tukmenca
paioutputt
ahun202
0

Sumbe
rPendan
aan

Pelaksa
na

Target RPJMN Tahun 2019 : Akses Air Minum dan Sanitasi 100 %
85 % Memenuhi Standard Pelayanan Minimum dan 15 % Memenuhi Kebutuhan Dasar.
Program n: (diisi dgn judul program)
Kegiatan1:(diisidgnju
dulkegiatan

Diisiden
ganindik
atoroutp
utkegiat
an

Diisidgta
rgetoutp
utth2016
sesuaiin
dikatoro
utputkeg
iatan

Diisidgt
argetout
puttahu
n2017
sesuaiin
dikatoro
utputkeg
iatan

Diisidgt
argetout
puttahu
n2018
sesuaiin
dikatoro
utputkeg
iatan

Diisidgt
argetout
puttahu
n2019
sesuaiin
dikatoro
utputkeg
iatan

Diisidgt
argetout
puttahu
n2020
sesuaiin
dikatoro
utputkeg
iatan

Diisidgpe
rkiraanan
ggaranun
tukmenca
paioutputt
ahun201
6

DiisidgAP
BDatauAP
BDProvins
iAtauAPB
NatauCSR
,dll

DiisidgSKPDp
elaksana/pena
nggungjawabk
egiatan

Kegiatann(diisidgnjudulk
egiatan)

37