Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGI

Dosen : DR. Tubagus Achmad Darojat, M.P.

Nama : Mohamad Fauzi


NPM : 1510632020032
Kelas : MM 2015 A
Nomor Absen : 32

UNIVERSITAS NEGERI SINGAPERBANGSA KARAWANG


2015

EVALUASI STRATEGI

Pendahuluan
Pertanyaan yang muncul dalam evaluasi strategi adalah: Bagaimana langkahlangkah mengevaluasi yang baik, kapan waktunya dan bagaimana pembahasannya ?
Sebelum menjawab pertanyaan diatas perlu diuraikan terlebih dahulu hal-hal yang
terkait dengan evaluasi strategi. Menurut Fred R. David (2011 : 286) evaluasi
strategi adalah tahap akhir yang dilakukan dalam manajemen strategis. Para manajer
harus mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik,

sehingga

evaluasi strategi dilakukan untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat
dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah.
Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah
1. Mengkaji ulang atas landasan Evaluasi Strategi
2. Mengukur kinerja organisasi dengan membandingan hasil yang diharapkan
dengan hasil yang sebenarnya
3. Pengambilan tindakan korektif untuk memastikan bahwa kinerja sesuai
dengan rencana

Hakekat Evaluasi Strategi


Mengevaluasi strategi sangat penting untuk kehidupan organisasi, dikarenakan
manajemen strategis merupakan proses yang menghasilkan keputusan-keputusan
yang mempunyai konsekuensi penting dan bersifat jangka panjang, yang jika
keputusan strategis tersebut tidak tepat dapat menyebabkan kerugian besar yang akan
sulit sekali untuk memperbaikinya. Sehingga evaluasi yang tepat waktu dapat
memberikan peringatan kepada manajemen mengenai akan adanya masalah atau
potensi masalah sebelum hal tersebut menjadi kritis dan tidak dapat diatasi.

Evaluasi strategi sebagai bagian dari manajemen strategi merupakan proses


yang pelik dan sensitif dimana jika terlalu sering dilakukan kegiatan evaluasi strategi
dapat menghabiskan biaya yang sangat mahal dan sangat mungkin menjadi kontra
produktif terhadap tujuan perencanan strategi. Namun perlu diingat bahwa evaluasi
strategi penting untuk memastikan tujuan-tujuan strategi yang telah ditetapkan dapat
tercapai. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kegiatan evaluasi strategi
dilakukan dengan mengkaji landasan strategi bisnis/perusahaan, membandingkan
hasil yang diharapkan dengan kenyataan, dan mengambil tindakan perbaikan untuk
memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Sebelum

evaluasi

strategi

dilakukan,

perlu

diketahui

kriteria

dalam

melaksanakan evaluasi strategi. Menurut Richard Rumelt (1979 : 199) kriteria yang
harus dipenuhi dalam mengevaluasi strategi, yaitu:
1. Kesesuaian (consonance); kesesuaian mengacu pada kebutuhan para
perencana strategi untuk mengkaji serangkaian trend maupun masing-masing
tren dalam mengevaluasi strategi. Kebanyakan tren merupakan hasil interaksi
antar tren.
2. Keunggulan (advantage); sebuah strategi harus mendorong penciptaan
dan/atau mempertahankan keunggulan kompetitif dibidang kegiatan tertentu.
Keunggulan kompetitif biasanya merupakan hasil dari keunggulan sumber
daya, keterampilan dan posisi.
3. Konsistensi (consistency); sebuah strategi tidak boleh memiliki tujuan dan
kebijakan yang tidak konsisten. Tiga pedoman yang mendasari konsistensi
strategi, yaitu persoalan manajerial, keberhasilan departemen dan isu
kebijakan organisasi.
4. Kelayakan (feasibility); sebuah strategi tidak boleh terlalu banyak membebani
sumberdaya yang ada dan tidak boleh menciptakan sub masalah yang tidak
dapat dipecahkan

Kapan Dilakukan Evaluasi Strategi


Seperti telah diulas diatas, evaluasi strategi adalah sebuah proses yang rumit
dan sensitif. Beberapa hal berikut menguraikan mengapa evaluasi strategi itu sulit,
diantaranya:
1. Meningkatnya kompleksitas lingkungan
2. Sulit memprediksi masa depan secara akurat
3. Bertambahnya jumlah variabel
4. Cepatnya laju pengusangan suatu rancangan
5. Kejadian dalam negeri dan dunia yang mempengaruhi organisasi.
6. Berkurangnya rentang waktu dalam menjalankan perencanaan
Penentuan waktu yang tepat, selain kemampuan untuk mengubah strategi, benarbenar dapat menpertahankan atau menghancurkan bisnis. Seorang praktisi
manajemen strategi Rich Horwath (2014) menyampaikan daftar lima saat-saat sangat
penting untuk mengevaluasi strategi, yaitu
1. Tujuan yang dicapai atau diubah.
Ketika tujuan yang telah ditetapkan melalui perencanaan strategis telah
tercapai maka harus dilakukan evaluasi mengenai pencapaian tersebut untuk
membuat perencanaan strategis selanjutnya dengan tujuan yang diperbarui.
Ataupun jika tujuan tidak tercapai maka evaluasi diperlukan untuk melihat
bagian implementasi strategi yang tidak berjalan dan bila perlu dilakukan
perubahan tujuan.
2. Kebutuhan pelanggan berkembang.
Perkembangan kebutuhan pelanggan juga mengharuskan para perencana
strategi untuk melakukan evaluasi strategi agar perusahaan selalu dapat
mengikuti perkembangan dan memenuhi kebutuhan pelanggan sehingga
produknya tidak ditinggalkan pelanggan.
3. Inovasi perubahan pasar.

Inovasi dapat digambarkan sebagai menciptakan nilai baru bagi pelanggan.


Evaluasi strategi perlu dilakukan diantaranya dengan senantiasa meningkatkan
nilai baru bagi pelanggan melalui inovasi-inovasi.
4. Pesaing mengubah persepsi nilai.
Saat pesaing mengubah persepsi nilai, saat itulah evaluasi strategi harus
dilakukan. Karena setiap langkah yang diambil pesaing harus dapat
diantisipasi bila perlu dengan membuat perencanaan strategi baru. Namun
seperti juga sudah dipaparkan sebelumnya langkah evaluasi ini jangan sampai
kontra produktif.
5. Kemampuan tumbuh atau penurunan.
Untuk melihat kekuatan pertumbuhan yang dimiliki perusahaan dapat dilihat
melalui

evaluasi

strategi.

Demikian

juga

ketika

terjadi

penurunan

pertumbuhan, evaluasi strategi dilakukan untuk menentukan langkah-langkah


yang dapat memperbaiki situasi.

Proses Evaluasi Strategi


Evaluasi strategi harus mempertanyakan harapan dan asumsi manjerial, harus
memicu tinjauan sasaran dan nilai dan harus merangsang kreativitas dalam
menghasilkan alternatif dan memformulasikan kreteria evaluasi. Evaluasi strategi
harus dilakasnakan secara berkelanjutan, bukan hanya diakhir periode waktu tertentu
atau hanya setelah terjadi masalah.
Langkah evaluasi strategi dapat digambarkan dalam bagan berikut.
AKTIVITAS SATU :
KAJI ULANG LANDASAN STRATEGI
AKTIVITAS DUA :
MENGUKUR KINERJA ORGANISASI
AKTIVITAS TIGA :
AMBIL TINDAKAN KOREKTIF

1. Mengkaji ulang landasan strategi


Buat revisi Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE): Kekuatan & Kelemahan
Bandingkan Matriks IFE revisi dengan yang sudah ada
Buat revisi Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE): Peluang & Ancaman
Bandingkan Matriks EFE revisi dengan yang sudah ada
2. Mengukur kinerja organisasi
Pembandingan hasil yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya
Penyelidikan terhadap penyimpangan dari rencana
Evaluasi kinerja individu
Pengamatan kemajuan yang telah dibuat ke arah pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan
Dalam mengukur kinerja organisasi dapat digunakan beberapa alat ukur,
diantaranya:
a. Kriteria Kuantitatif berdasarkan tiga perbandingan :
1) Perbandingan kinerja dari waktu ke waktu
2) Perbandingan kinerja dengan kinerja pesaing
3) Perbandingan kinerja dengan rata-rata industri
b. Kriteria kuantitatif Rasio Keuangan :
1) Pengembalian atas Investasi / ROI
2) Pengembalian ata Ekuitas / ROE
3) Marjin Laba
4) Pangsa Pasar
5) Pertumbuhan Penjualan
6) Pertumbuhan Asset
7) Laba Per Saham
8) Utang terhadap ekuitas
Namun penggunakan kriteria kuantitatif

dalam penerapan evaluasi strategi

terdapat persoalan potensial yang harus diperhatikan :

a) Kriteria kuntitatif sebagian besar menjadi dasar dalam penentuan tujuan


tahunan dan tujuan jangka panjang
b) Metode akuntansi yang berbeda bisa memberikan hasil yang berbeda
c) Penilaian berdasar intuisi hampir selalu ada dalam dalam penentuan kriteria
kuantitatif
Selain metode kuantitatif, terdapat pula alat ukur menggunakan Kriteria Kualitatif,
diantaranya dapat melihat :

Pergantian karyawan (turnover)

Tingkat kualitas produk

Kepuasan karyawan

Pemasaran

Penelitian dan Pengembangan

Sistem Informasi Manajemen

Enam pertanyaan kualitatif penting dalam evaluasi strategi menurut Seymour


Tilles :
1) Apakah strategi secara internal konsisten ?
2) Apakah strategi konsisten dengan lingkungan ?
3) Apakah strategi tepat dengan SDM yang ada ?
4) Apakah strategi melibatkan tingkat resiko yang wajar ?
5) Apakah strategi mempunyai kerangka waktu yang benar ?
6) Apakah strategi bisa dijalankan ?

3. Mengambil tindakan korektif


Tindakan korektif diperlukan untuk membuat organisasi tetap berada pada jalur
tujuan. Selain itu diharapkan juga mendorong organisasi agar berhasil beradaptasi
dengan lingkungan yang sedang berubah. Hal lain yang ingin dicapai dari tindakan
korektif yaitu harus membawa organisasi

ke posisi yang lebih baik dengan

memanfaatkan kekuatan internal, mengambil keuntungan peluang eksternal utama,


mengurangi ancaman eksternal, dan memperbaiki kelemahan internal.
Contoh - contoh tindakan korektif :

Perubahan struktur organisasi

Pergantian karyawan

Penjualan saham untuk menggalang modal

Penciptaan kebijakan baru

Penetapan atau revisi tujuan

Penambahan tenaga penjualan

Alat Evaluasi Strategi


Alat evaluasi strategi yang sering digunakan yaitu Balanced Scorecard yang
menggunakan ukuran kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi strategi. Sebuah
analisis Balanced Scorecard mengharuskan perusahaan untuk menjawab pertanyaanpertanyaan ini :
1. Bagaimana kemampuan perusahaan dalam meningkatkan dan menciptakan nilai
bersama dengan langkah-langkah seperti inovasi, kepemimpinan teknologi,
kualitas produk, efisiensi proses operasional, dll?
2. Bagaimana kemampuan perusahaan dalam mempertahankan atau meningkatkan
kompetensi inti dan keunggulan kompetitif?
3. Bagaimana kepuasan pelanggan perusahaan?

Sebagai contoh dari Balanced Scorecard sebuah perusahaan dalam mengevaluasi


strateginya akan memeriksa enam isu kunci: (1) pelanggan, (2) manajer / karyawan,
(3) operasi / proses, (4) masyarakat / tanggung jawab sosial, (5) etika bisnis / alami
lingkungan, dan (6) keuangan.
Masing-masing organisasi yang berbeda mungkin akan memiliki bentuk dasar
Balanced Scorecard yang berbeda.

Karakteristik Sistem Evaluasi Strategi yang efektif


Evaluasi strategi yang efektif memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:
1. Kegiatan evaluasi strategi harus ekonomis, bermakna, dan terkait dengan tujuan
perusahaan
2. Evaluasi

strategi

harus

dirancang

untuk

menyediakan

gambaran

yang

sesungguhnya mengenai apa yang terjadi


3. Proses evaluasi strategi harus membangun pemahaman bersama, kepercayaan, dan
masuk akal seluruh pemangku kepentingan.

Kesimpulan
1. Dengan evaluasi strategi yang efektif, sebuah organisasi akan mampu
memanfaatkan kekuatan internal bagi perkembangan, mengeksploitasi peluang
eksternal bagi pertumbuhannya, menyadari dan mempertahankan diri dari
ancaman, serta menangani berbagai kelemahan internal sebelum hal itu menjadi
sesuatu yang melumpuhkan.
2. Dengan evaluasi strategi memungkinkan organisasi membuat keputusan jangka
panjang yang efektif, menjalankan keputusan tersebut secara efektif dan dapat
mengambil tindakan korektif bila diperlukan.

Referensi
David, Frank R. 2011. Strategic Management, Concept and Cases. New Jersey:
Prentice-Hall.
Rumelt, Richard P. 1979. Evaluation of strategy: Theory and models. Journal
Strategic management: A new view of business policy and planning
(halaman 196-212).
Horwath, Rich. 2014. 5 Critical Moments to Evaluate Your Strategy. http://www.
skipprichard.com/5-critical-moments-to-evaluate-your-strategy/ diakses pada
20 Oktober 2015.