Anda di halaman 1dari 10

SMF Bagian Ilmu Penyakit Mata

RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang


Fakultas Kedokteran
Universitas Nusa Cendana

Tugas
Juni 2016

DINAMIKA AQUEOUS HUMOR

Disusun Oleh
Leonita Vivian Homalessy, S. Ked
(1108012029)

KEPANITERAAN KLINIK
SMF/BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES
KUPANG
2016

DINAMIKA AKUOS HUMOR


Akuos humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi ruang bilik mata depan dan
belakang. Tekanan osmotik sedikit lebih tinggi dari plasma. Komposisi akuos humor serupa
dengan plasma, kecuali bahwa cairan ini memiliki konsentrasi askorbat, piruvat, dan laktat
yang lebih tinggi, dan protein, urea, dan glukosa yang lebih rendah. Akuos humor berfungsi
sebagai media refraksi dengan kekuatan rendah mengisi bola mata dan mempertahankan
tekanan intra okuler.
Akuos humor disekresi oleh epithel badan siliaris dengan kecepatan 2-3 L/menit dan
mengisi kamera okuli posterior 60L, serta mengisi kamera okuli anterior 25L. peranan
penting akuos humor dalam fisiologi mata manusia adalah sebagai pengganti sistem vaskular
untuk bagian mata yang avaskular, seperti pada kornea dan lensa, memberi nutrisi penting
bagi mata, antara lain oksigen, glukosa, dan asam amino, mengangkat metabolit dan
substansi toksik seperti asam laktat dan CO 2, akuos humor berputar dan mempertahankan
tekanan intra okuler yang penting bagi pertahanan struktur dan penglihatan mata, akuos
humor mengandung askorbat dalam kadar yang sangat tinggi yang sangat berperan untuk
membersihkan radikal bebas dan melindungi mata dari serangan sinar ultra violet dan radiasi
lainnya, saat terjadinya infeksi dan proses inflamasi, akuos humor memberi respon imun
humoral dan seluler. selama inflamasi, produksi akuos humor menurun dan meningkatkan
mediator imun.
Pembentukan akuos humor
Pembentukan akuos humor adalah suatu proses biologis yang mengikuti irama sikardian.
Akuos humor dibentuk oleh korpus siliaris yang masing-masing dibentuk oleh 2 lapis epitel
diatas stroma dan dialiri oleh kapiler-kapiler fenestrata, yang berisi pembuluh kapiler yang
sangat banyak, yang terutama difasilitasi oleh cabang lingkar arteri utama dari iris.
Permukaan apikal dari lapisan epitel luar yang berpigmen dan lapisan epitel dalam yang
tidak berpigmen satu dengan yang lainnya dan disatukan oleh tight junction, yang merupakan
bagian penting berhubungan dengan sawar darah akuos.
Lapisan epitel dalam yang tidak berpigmen yang menonjol ke kamera okuli posterior, berisi
banyak mitokondria dan mikrovilli, sel-sel ini diduga sebagai tempat yang pasti dari produksi
akuos humor.
Mekanisme fisiologis pembentukan akuos humor:
1. Difusi

Adalah pergerakan pasif ion-ion melalui membran karena perbedaan konsentrasi. Pada
waktu akuos humor melewati kamera okuli posterior menuju kanalis schlemm,
mengalami kontak dengan korpus siliaris, iris, lensa, vitreus, kornea dan trabekular
meshwork. Terjadi pertukaran secara difusi dengan jaringan sekitarnya, sehingga akuos
humor pada kamera okuli anterior lebih menyerupai plasma dibandingkan dengan akuos
humor pada kamera okuli posterior.
2. Ultra filtrasi
Adalah suatu proses dimana cairan dan bahan terlarut melewati membran semi
permeabel dibawah gradient tekanan. Setiap menitnya 150 ml darah mengalir melalui
kapiler prosesus siliaris. Selama darah melewati kapiler prosesus siliaris, sekitar 4% filter
plasma mengalami penetrasi dalam dinding kapiler kedalam rongga interstisial antara
kapiler dan epitel siliaris. Dalam korpus siliaris, gerakan cairan dipengaruhi oleh
perbedaan tekanan hidrostatis antara tekanan kapiler dan tekanan cairan interstisial,
ditahan oleh perbedaan antara tekanan onkotik plasma dan akuos humor. Dalam ruang
jaringan prosesus siliaris, konsentrasi koloid 75 % daripada konsentrasinya di dalam
plasma. Konsentrasi yang tinggi dari koloid didalam ruang jaringan prosesus siliaris
mempengaruhi pergerakan cairan dari plasma kedalam stroma siliar, akan tetapi akan
mengurangi gerakan cairan dari stroma ke kamera okuli posterior.
3. Transport aktif
Sekresi aktif,,membutuhkan energi untuk memindahkan substansi secara selektif
terhadap gradient elektrokimia serta tidak bergantung pada tekanan. Sekresi aktif
bertanggung jawab pada mayoritas produksi cairan dan melibatkan aktifitas dari enzim
karbonik anhidrase. Ion-ion yang diangkut melalui epitel siliaris tidak berpigmen belum
jelas, menurut kebanyakan teori termasuk sodium, klorida, dan bikarbonat. Sekresi aktif
diperkirakan memproduksi 80 % dari total produksi akuos humor. Sisanya(20 %) di
produksi secara difusi dan ultra filtrasi.

Komposisi akuos humor


Komposisi akuos humor normal antara lain: Air (99,9 %), Protein (0,04 %), Na +
(144mmol/kg), K+(4,5 mmol/kg), Cl- (110 mmol/kg, Glukosa (6,0 mmol/kg), Asam laktat
(7,4 mmol/kg), Asam amino (0,5 mmol/kg), inositol (0,1 mmol/kg).
Komposisi akuos humor ditentukan oleh transfer selektif (misalnya; Na +, K+ , Cl-, water
channel, Na+/ K+ ATP ase, K+ channel, Cl- channel,H+

ATP ase) yang berperan dalam

sekresi akuos humor oleh epitel siliaris. Aktivitas dan distribusi seluler di sepanjang membran
sel epitel berpigmen dan sel epitel tidak berpigmen menentukan pengaturan sekresi dari
stroma ke kamera okuli posterior yang meliputi 3 langkah:

Mengambil larutan dan air dari permukaan stroma oleh sel epitel berpigmen

Pemindahan dari epitel berpigmen ke epitel tidak berpigmen melalui gap junction

Pemindahan larutan dan air dari sel epitel tidak berpigmen ke kamera okuli posterior.

Dengan cara yang sama mekanisme transport larutan dan air dari kamera okuli posterior
kembali ke stroma. Dalam resorbsi ini transport lain mungkin juga terlihat dalam pengeluaran
Na+, K+ , dan Cl- kembali ke stroma.
Komposisi akuos humor merupakan suatu keseimbangan yang dinamis yang ditentukan
oleh produksi, aliran keluar, dan pertukaran dalam jaringan pada kamera okuli anterior.
Komposisi akuos humor lainnya yaitu: ion anorganik, ion organic, karbohidrat, glutation,
urea, protein, faktor pengatur pertumbuhan, oksigen, dan CO2.

ALIRAN AKUOS HUMOR


1. Trabekular outflow (pressure dependent outflow/ aliran keluar yang

tergantung pada tekanan)


Jaringan trabekular dibentuk oleh beberapa lapisan yang masing-masing memiliki inti
jaringan ikat berkolagen dilapisi lapisan endotel. Ini merupakan tempat aliran yang
bergantung tekanan. Jaringan trabekular berfungsi sebagai katup satu arah yang melewatkan
akuos humor meninggalkan mata, tetapi membasahi aliran dari arah lain tanpa menggunakan
energi.
Kanalis skhlemm dilapisi dengan endotel dan dipotong oleh tubuli. Saluran ini
merupakan saluran tunggal mempunyai diameter kira-kira 370m. pada bagian dalam
dinding saluran ini terdapat vakuola besar yang memiliki hubungan langsung dengam ruang
inter trabekular. Dinding luar saluran ini berupa sel endotel selapis dan tidak mempunyai
pori.
Sistem yang kompleks menghubungkan antara kanalis schlemm dengan vena episklera,
lalu dialirkan ke vena siliaris anterior dan vena optalmika superior yang selanjutnya
diteruskan ke sinus kavernosus.
Berdasarkan dinamika pengaliran akuos humor melalui jalur trabekular, ditemukan tiga
faktor yang saling berhubungan yang dirumuskan oleh Goldmann dengan:
Po = (F/C ) + Pv
Po

= tekanan intra okuler (mmHg)

= Kecepatan pembentukan akuos humor ( L/ menit)

= kemudahan aliran akuos humor (L/ menit/ mmHg )

Pv

= tekanan vena episklera ( mmHg )

Nilai normal

Po

= 9 mmHg

= 1,5 L/menit

= 0,25 L/menit/mmHg

Pv

= 15 mmHg

Tetapi dengan adanya faktor dari pengaliran melalui jalur uveosklera maka hubungan
keempat faktor ini dapat dirumuskan dengan :
IOP = F-U + Pev
C
IOP

= tekanan intra okuler (mmHg)

= Kecepatan pembentukan akuos humor ( L/ menit)

= pengaliran melalui uveosklera ( L/ menit)

= kemudahan aliran akuos humor (L/ menit/ mmHg )

Pv

= tekanan vena episklera ( mmHg )

2. Uveoskleral outflow (pressure independent outflow/aliran keluar yang

bebas tekanan)
Pada mata normal, setiap aliran non trabekular disebut sebagai pengaliran uveoskleral.
Aliran ini jga dapat diartikan sebagai aliran yang tidak tergantung pada tekanan. Aliran keluar
uveoskleral telah diestimasikan sekitar 5-15% dari aliran cairan total. Pada studi terbaru
menunjukkan bahwa mungkin didapati total persentase yang lebih tinggi pada mata normal
usia muda. Meningkat pada penggunaan sikloplegik, golongan adrenergik, prostaglandin, dan
pada pembedahan tertentu (misal pada cyclodialisis) serta menurun pada penggunaan
miotikum.

Bagan aliran akuos humor


Prosesus siliar

Akuos humor masuk kedalam bilik mata belakang


(melalui pupil)

Bilik mata depan


Jalinan trabekula

Kanal skhlemm

badan siliar

sirkulasi vena badan siliar

Vena-vena episklera

koroid dan sklera

Jalur trabekular (90%)


jalur Uveoskleral (10%)
Aliran akuos humor dari bilik mata belakang melalui pupil menuju bilik mata depan
kemudian mengalir melalui dua jalur: trabekular (konvensional/kanalikukar) melalui kanal
schlemm, kanalis intra sklera, vena episklera, untuk selanjutnya masuk kedalam sirkulasi.
Jalur ini meliputi 90 % dari seluruh aliran akuos humor. Jalinan trabekula terdiri dari
berkas-berkas jaringan kollagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekular yang
membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori semakin mengecil sewaktu mendekati
kanalis schlemm. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya kedalam jalinan trabekula
memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase akuos humor
juga meningkat. Aliran akuos humor kedalam kanalis skhlemm bergantung pada
pembentukan saluran-saluran transeluler siklik dilapisan endotel. Saluran eferen dari kanalis
skhlemm (sekitar 30 saluran pengumpul dan 12 vena akuos) menyalurkan cairan kedalam
sistem vena. Sejumlah kecil 10 % akuos humor keluar melalui jalur uveosklera
(unkonvensional/ekstra kanalikular). Jalur ini terdiri dari uveal meshwork dan korneosklera
meshwork, uvea pada trabekula ini menghadap ke bilik depan dan meluas dari skleral spur,
permukaan anterior badan siliar serta akar iris yang kemudian berakhir di membrane
Descemet (garis schwalbe).

Tekanan episklera
Hubungan antara tekanan vena episklera dan dinamika akuos humor sangat rumit karena
baru sebagian yang bisa diketahui. Tekanan episklera normal diperkirakan 8 12 mmHg.

Peningkatan tekanan vena episklera sebesar 1 mmHg biasanya akan diikuti peningkatan
tekanan intraokuler dalam besar yang sama.

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN


AKUOS HUMOR
1. Variasi diurnal
Aliran akuos humor lebih tinggi pada pagi hari dibandingkan pada sore hari. Laju
pembentukan akuos humor pada saat tidur kira-kira setengah kali laju pada saat bangun.
2. Umur
Penurunan pembentukan akuos humor berhubungan dengan usia seseorang, terutama
usia diatas 60 tahun. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan penurunan ultrastrukur
sel epitel siliaris.
3. Tekanan intra ocular
Terjadinya mekanisme feedback yang menyebabkan peningkatan atau penurunan
pembentukan akuos humor yang berhubungan dengan perubahan tekanan intra okuler.
4. Aliran darah ke badan siliaris
Penurunan aliran plasma yang sedikit menuju prosesus siliaris tidak menurunkan
produksi dari akuos humor, namun vasokonstriksi yang kuat akan mengurangi laju aliran
akuos humor.
5. Kontrol syaraf
Perangsangan syaraf simpatis servikal dapat menurunkan produksi akuos humor.
6. Hormonal
Melatonin, progesteron, dan desmopresin, memiliki efek terhadap laju pembentukan
akuos humor, namun tidak ditemukan efek yang berarti.
7. Regulasi intraseluler
Guanosin monofosfat siklik kemungkinan merupakan second massanger beta bloker,
simpatomimetik, dan penghambat carbonic anhidrase.
8. Penggunaan obat-batan
Berkurangnya sekresi akuos humor dikarenakan penggunaan obat-obatan seperti beta
bloker, dan penghambat karbonik anhidrase
9. Pembedahan
Tindakan cyclodestructive seperti cyclocryotherapy dan laser ablatio mengurangi
produksi akuos humor.

OBAT-OBAT YANG BERPENGARUH PADA PEMBENTUKAN DAN


ALIRAN AKUOS HUMOR
Banyak obat-obatan yang memberikan efek pada formasi akuos humor. Beberapa sekresi
dari rangsangan,dan penghalang lainnya. Hanya dua golongan dari obat-obatan yang yang
memiliki peran yang signifikan yang merangsang sekresi akuos humor. Diantaranya adalah
golongan -adrenergik dan kortikosteroid yang diatur secara endogen.
Golongan obat-obatan
--adrenergik agonists

Efek pada aliran akuos humor


Meningkatkan

-Sistem yang mengatur kortikosteroid

Meningkatkan

-pilokarpin

Meningkatkan

-quabain

Menurunkan

-cyclic guanosine monophosphate

Menurunkan

-atrial natriuretic peptide

Menurunkan

-vanadate

Menurunkan

-Cholera toxin

Menurunkan

-prazosin

Menurunkan

-metyrapone

Menurunkan

-vasopressin

Menurunkan

-halothane

Menurunkan (penting secara klinis)

-barbiturates

Menurunkan (penting secara klinis)

-Ketamine

Menurunkan (penting secara klinis)

-forskolin

Menurunkan

--adrenergic blocking agents

Menurunkan (secara klinis umum)

--adrenergic agonists

Menurunkan (secara klinis umum)

-carbonic anhidrase inhibitors

Menurunkan (secara klinis umum)