Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL

PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA)
PDAM KOTA MALANG

disusun oleh :

ERVANDO TOMMY AL-HANIF


21080113140081

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO


SEMARANG
2016

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Air bersih adalah salah satu kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup

manusia. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut maka air yang ada di alam
harus memenuhi syarat kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Namun seiring meningkatnya

jumlah manusia, memacu manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dengan


mengembangkan pembangunan. Akibatnya terjadi penurunan kualitas lingkungan

dengan adanya tercemarnya badan air, seperti sungai, oleh sampah dan zat kimia
sehingga tidak layak untuk dijadikan bahan baku air minum.

Oleh sebab itu, sebelum didistribusikan ke masyarakat, air baku yang diperoleh dari

sumber harus melewati pengolahan terlebih dahulu agar hasilnya dapat memenuhi standar
kualitas air minum yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Pengolahan air baku ini
dilakukan pada suatu Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang di dalamnya terdapat berbagai

macam bangunan pengolahan air dengan desain dan fungsinya masing-masing. Bangunan
pengolahan air ini tentu memerlukan kriteria khusus dalam perancangannya. Biasanya

pertimbangan utama adalah kondisi air baku yang digunakan, dilihat dari kualitas air baku
tersebut. Selain itu, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah lokasi pembangunan

instalasi pengolahan air tersebut agar tidak terjadi kesalahan desain atau kerusakan yang
fatal dalam operasinya.

PDAM Kota Malang hadir di Malang untuk meningkatkan penyediaan dan

pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah Kota Malang sejak 18 Desember 1974,

Dengan semakin berkembangnya Kota Malang yang tentunya memicu pertambahan


jumlah penduduk Kota Malang mengakibatkan meningkatnya pula kebutuhan air bersih,
sehingga untuk memenuhi dan demi menjaga kelangsungan pelayanan air pada konsumen

selama 24 jam secara terus menerus, PDAM Kota Malang menambah kapasitas produksi
dengan mengelola Sumber Air Wendit yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan
beberapa mata air di Kota Malang dengan menggunakan sistem pompanisasi.

Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilaksanakan Kerja Praktek di PDAM Kota

Malang untuk dapat mempelajari dan lebih mengetahui kinerja proses pengolahan air,
terutama di Unit IPA Taman Kota.

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

1.2 Dasar Kegiatan Kerja Praktek

Dasar dari kegiatan Kerja Praktek ini adalah :


1. Tri Dharma Perguruan Tinggi.

2. Kurikulum Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas


Diponegoro Semarang.

1.3 Perumusan Kegiatan Kerja Praktek

Rumusan masalah dari kegiatan kerja praktek adalah:

1. Bagaimana gambaran umum PDAM Kota Malang?

2. Bagaimana kualitas dan kuantitas air baku sebelum diolah di PDAM Kota
Malang?

3. Bagaimana proses dan sistem pengolahan air yang ada pada PDAM Kota
Malang?

4. Apa parameter air minum yang diperhatikan dalam PDAM Kota Malang?

4. Bagaimana kualitas dan kuantitas air minum setelah diolah di PDAM Kota
Malang?

1.4 Tujuan Kegiatan Kerja Praktek

Tujuan dari kerja praktek ini adalah:

1. Mengetahui gambaran umum PDAM Kota Malang.

2. Mengidentifikasi sistem produksi pengolahan air yang ada pada PDAM Kota
Malang.

3. Menganalisis sistem produksi pengolahan air yang ada pada PDAM Kota
Malang.

1.5 Manfaat Kegiatan Kerja Praktek

Adapun manfaat dari pelaksanaan kegiatan kerja praktek antara lain :


1. Bagi Praktikan

Kerja praktek ini merupakan salah satu sarana untuk mengaplikasikan ilmu dan

teoriteori yang telah didapat selama mengikuti pendidikan pada Teknik


Lingkungan Universitas Diponegoro.

2. Bagi Perusahaan

Dapat digunakan sebagai acuan, pertimbangan bagi kegiatan produksi yang

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

sudah ataupun sedang direncanakan. Melalui kerja praktek ini diharapkan


diperoleh konsep pengolahan air dengan ukuran unit yang sudah sesuai dengan
kriteria desain yang ada pada literature.

3. Manfaat bagi Ilmu Pengetahuan

Kerja praktek ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam melakukan

kajian lebih lanjut mengenai ukuran unit proses pengolahan air bersih untuk air
minum.

4. Bagi Masyarakat

Dengan mengetahui proses pengolahan air bersih yang dilakukan oleh PDAM
Kota Malang diharapkan konsumen air bersih PDAM Kota Malang dapat merasa
aman dalam mengkonsumsinya.

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Umum tentang Air
2.1.1 Air Baku

Air baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut sebagai air

baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan
atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air baku untuk air minum.
(SNI-6773- 2008).
2.1.2 Air Minum

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses

pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Air minum
aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologi, kimiawi dan

radioaktif yang dimuat dalam parameter wajib dan parameter tambahan (Peraturan Menteri
Kesehatan RI No 492/MENKES/PER/IV/2010).
2.1.3 Bahan Mutu Air

Baku mutu air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat,energi, atau

komponen yang ada atau harus ada dan atau unsurpencemar yang ditenggang
keberadaannya di dalam air (Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001).
2.1.4 Kelas Air

Kelas air adalah peringkat kualitas air yang dinilai masih layak untuk dimanfaatkan

bagi peruntukan tertentu (Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001).


2.1.5 Mutu Air

Mutu air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan

parameter-parameter tertentu dan metoda tertentu berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku (Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001).
2.1.6 Kriteria Mutu Air

Kriteria mutu air adalah tolok ukur mutu air untuk setiap kelas air (Peraturan

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

Pemerintah No. 82 Tahun 2001).

2.2 Air Permukaan dan Karakteristiknya

Dalam siklus hidrologi air permukaan merupakan tempat yang letak geografisnya

paling rendah sehingga mampu menampung air bersih, baik yang berasal dari air hujan, air
limpasan dan air tanah yang meresap. Air permukaan yang dapat digunakan sebagai
sumber air baku adalah sungai, danau, dan waduk atau tanggul.

Menurut Darmasetiawan (2001), karakteristik air baku permukaan di Indonesia

secara umum dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang tinggi

2. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang rendah sampai sedang


3. Air permukaan dengan tingkat kekeruhan yang bersifat temporer

4. Air permukaan dengan kandungan warna yang sedang sampai tinggi


5. Air permukaan dengan kesadahan yang tinggi

6. Air permukaan dengan kekeruhan sangat rendah


2.3 Kualitas Air Baku

Kualitas Air Baku berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 Tentang

Klasifikasi dan Kriteria Mutu Air menerangkan bahwa mutu air diklasifikasikan dalam
empat kelas, seperti terdapat pada lampiran.
2.4 Kualitas Air Minum

Peraturan yang dijadikan standar sebagai kualitas air minum adalah Permenkes RI

No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air


Minum dapat diketahui syarat-syarat kualitas air minum yaitu dalam lampiran.
2.5 Pengolahan Air Minum
2.5.1 Intake dan screening

Intake adalah suatu konstruksi yang berguna untuk mengambil air dari sumber air

di permukaan tanah seperti reservoir, sungai, danau, atau kanal. Faktor utama sistem
intake adalah reabilitas, keamanan, operasi minimal dan biaya pemeliharaan. Intake

hendaknya ditempatkan pada sungai sebagai sumber air permukaan. Sumber air baku
berasal dari air sungai permukaan, maka sistem intake berupa intake sungai.
PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

Saringan merupakan satuan operasi yang digunakan pada tahap awal proses dalam

pengolahan air, guna mendapatkan air yang bebas dari benda kasar atau keras. Saringan

pada pompa intake atau pipa intake melindungi dari masuknya partikel-partikel terapung
berukuran besar pada instalasi pengolahan air. Partikel terapung biasanya dikontrol

menggunakan screen dengan lubang-lubang kecil diameter 0,9 cm. Pada beberapa situasi
dapat pula digunakan saringan kasar berdiamater antara 2,5-7,5 cm (Al-Layla, 1978).
Tabel 2.1

No.

Keterangan

Kriteria Desain Intake

Unit

Kawamura

60

Kecepatan

Barscreen

Cm

Jarak antar

Cm

2
4
5
6

Kemiringan
Tebal barscreen
Barscreen

m/s

Cm

<0,6

1,25-2
5-7,5

Droste
<0,6
2-5

5-15
1:2

Layla

0,4-0,8

2,5-7,5

Reynolds
-

30-75

1,25-5
2,5-5

7,5-15

Sumber : Kawamura,1991; Droste, 1997; Layla, 1978; Reynolds, 1982


2.5.2 Koagulasi

Pengertian koagulasi adalah penambahan dan pengadukan cepat (flash mixing)

koagulan yang bertujuan untuk mendestabilisasi partikel-partikel koloid dan suspended

solid (Reynolds, 1982). Sedangkan menurut Kawamura (2001) koagulasi didefinisikan


sebagai proses destabilisasi muatan koloid dan padatan tersuspensi termasuk bakteri dan
virus, dengan suatu koagulan. Pengadukan cepat (flash mixing) merupakan bagian
integral dari proses koagulasi.

No.

Keterangan

G x Td

2
4

Td

pH Alum Opmutimum

Tabel 2.2

Kriteria Desain Unit Koagulasi


Unit

Detik

Detik

300

10-30

300-1600

700-1000
20-60

4,5-8,0

700-1000
20-40

20.000-30.000

600-1000
10-60
5-7,5

Sumber : 1.Kawamura,1991;2.Reynolds,1982;3.Darmasetiawan,2001; 4.Peavy,1985

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

2.5.3 Flokulasi

Menurut kawamura (1991), flokulasi merupakan pengadukan lambat yang

mengiringi dispersi koagulan secara cepat melalui pengadukan cepat. Tujuannya adalah

mempercepat tumbukan yang menyebabkan terjadinya gumpalan partikel koloid yang

tidak stabil sehingga dapat diendapkan. Istilah koagulasi-flokulasi kadangkadang


digunakan secara bergantian dalam beberapa literatur. Namun penggumpalan partikel ini
pada prinsipnya terjadi dalam dua tahap proses.

Tabel 2.3

Kriteria Desain Unit Flokulasi

Faktor

Td

G x Td

Satuan
Detik-1
Menit

Kriteria Desain

20-70

10-20

104-105

Sumber : Darmasetiawan, 2001


2.5.4 Sedimentasi

Proses sedimentasi didasarkan pada pengendapan partikel secara gravitasi

sehingga harus diketahui kecepatan pengendapan masing-masing partikel yang disisihkan.

Kecepatan pengendapan flok bervariasi tergantung pada beberapa parameter yaitu : tipe

koagulan yang digunakan, kondisi pengadukan selama proses flokulasi dan materi koloid
yang terkandung di dalam air baku.

No.

Keterangan

Nre

Td

2
4

Nfr

Kecepatan
Pengendapan

Tabel 2.4

Kriteria Desain Unit Sedimentasi

Unit

Jam
m/jam

< 2000
>10-5

1,5-4

2-8

0,3-0,7

0,02-0,023

<500

<2000

0,5-1

2-4

>10-5

>10-5

0,0167-0,033

Sumber : 1.Kawamura, 1991; 2.Reynolds, 1982; 3.Darmasetiawan, 2001; 4.Montgomery,


1985

2.5.5 Filtrasi

Menurut Reynolds (1982) filtrasi adalah pemisahan zat padat-cair yang mana zat

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

cair dilewatkan melalui media berpori atau material berpori lainnya untuk menyisihkan

padatan tersuspensi yang halus. Proses ini digunakan untuk menyaring secara kimia air

yang sudah terkoagulasi dan terendapkan agar menghasilkan air minum dengan kualitas
yang tinggi.

Sedangkan menurut Darmasetiawan (2001) proses yang terjadi di filtrasi adalah

pengayakan atau straining, flokulasi antar butir, sedimentasi antar butir, dan proses
mikrobiologis.

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan

Kecepatan Penyaringan
Ukuran Pasir
Tinggi Filter
Tinggi bak

Waktu pencucian

Kecepatan backwash

Tinggi air di atas media


Ekspansi air

Headloss filter bersih

Tabel 2.5

Kriteria Desain Unit Filtrasi


Unit

m/jam

5,7,5

4,8-15

4,9-12,2

7-10

3,2-6

0,6-0,8

0,3-0,6

Menit

10

3-10

90-16-

90-120

300-400

0,2-3

Mm
M

m/jam

Cm

Cm

56

90-160

0,3-0,7
<18
-

20-50

2,5-5

0,35-1

2,4-5

18-2

Sumber : 1.Kawamura,1991;2Layla, 1978; 3.Reynolds,1982;4.Darmasetiawan,2001;

5.Peavy,1985

2.5.6 Reservoir

Pada umumnya reservoir diletakkan di dekat jaringan distribusi dengan ketinggian

yang cukup untuk mengalirkan (mendistribusikan) air bersih/minum secara baik dan
merata ke seluruh daerah pelayanan. Tinggi efektif air di dalam reservoir sekitar 36 m

dengan jarak freeboard 30 cm. Menurut Darmasetiawan (2001), waktu detensi di dalam
reservoir adalah 4 jam.
2.5.6 Desinfeksi

Salah satu metode desinfeksi adalah klorinasi. Senyawa Klor dapat mematikan

mikrorganisme dalam air. Karena oksigen yang terbebaskan dari senyawa asam
hypochlorous mengoksidasi beberapa bagian yang penting dari sel bakteri sehingga
menjadi rusak. Senyawa klor dalam air akan bereaksi dengan senyawa organik dan
PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

senyawa anorganik tertentu membentuk senyawa baru. Beberapa bagian klor akan

tersisa yang disebut sisa klor. Pada awalnya sisa klor ini merupakan klor terikat,
selanjutnya jika dosis klor ditambahkan maka sisa klor terikat akan semakin besar, dan

pada suatu ketika tercapai kondisi break point chlorination. Penambahan dosis klor
setelah titik ini akan memberikan sisa klor yang sebanding dengan penambahan klor.

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

BAB III

METODOLOGI PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK


3.1 Tujuan Operasional Kerja Praktek

Tujuan operasional pada kerja praktek adalah untuk mengidentifikasi dan

menganalisis sistem produksi pengolahan air yang ada pada PDAM Kota Malang
berdasarkan data-data mengenai sistem operasi IPA dan kualitas serta kuantitas air baku

serta hasil olahannya dengan proses observasi langsung ke lapangan. Adapun data yang
dibutuhkan adalah :

1. Gambaran Umum PDAM Kota Malang


2. Kualitas air baku sebelum diolah

3. Proses dan sistem produksi instalasi pengolahan air


4. Parameter air minum yang dijadikan acuan
5. Kualitas air setelah dilakukan pengolahan
3.2 Pelaksanaan Kerja Praktek
3.2.1 Tempat Kerja Praktek

Kerja praktek ini akan dilaksanakan di area PDAM Kota Malang.

3.2.2 Waktu Kerja Praktek

Kerja Praktek ini akan dilaksanakan selama 30 hari mulai tanggal 18 Juli 2016

sampai 16 Februari 2016 atau sesuai dengan kebijakan dari pihak PDAM Kota Malang.
Tabel 3.1

Jadwal Rencana Persiapan Kerja Praktek

Tahapan kegiatan KP
Persiapan

Maret-April
Minggu ke4

Juli

Minggu ke1

Persetujuan proposal
Pelaksanaan KP

Penyusunan laporan
Presentasi hasil KP

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

September

Agustus

Minggu ke1

Oktober

Minggu ke4

Minggu ke4

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

3.3 Tahap Pelaksanaan Kerja Praktek


3.3.1 Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan, dilakukan proses administrasi sampai diperoleh persetujuan

pelaksanaan kerja praktek pada tempat atau obyek yang dipilih, yaitu PDAM Kota Malang.

Pada tahap ini mulai dilakukan studi literatur yang berkaitan dengan instalasi pengolahan
air minum, khususnya di unit IPA PDAM Kota Malang.
3.3.2 Tahap Pelakasanaan

Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap proses pengolahan air bersih dari

intake hingga ke unit reservoir serta melakukan pengumpulan data-data, baik data primer
maupun data sekunder.

Data- data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode sebagai berikut:

1. Metode literatur yakni merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan

dengan membaca dan mempelajari literatur- literatur terkait untuk digunakan


sebagai pedoman dalam pembahasan objek studi.

2. Metode pengamatan, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan mengadakan


pengamatan secara langsung di lokasi kerja Praktek.

3. Metode pengukuran, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan melakukan


pengukuran secara langsung di lokasi kerja Praktek.

4. Metode wawancara, yaitu metode pengumpulan data dengan melakukan

pertanyaan secara langsung kepada operator instalasi pengolahan air yang


berkaitan langsung dengan objek studi.

3.3.2.1 Pengumpulan Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara melakukan pengamatan maupun

pengukuran secara langsung terhadap kinerja Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Kota
Malang. Data-data primer yang diperoleh antara lain seperti dalam tabel 3.1.
Tabel 3.1.

No

Data

Pengumpulan Data Primer

Lokasi dan gambaran umum profil air


baku

Sumber

Metode Pengamatan, pengukuran dan


wawancara

Tabel 3.1. (Lanjutan)


PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG
No

2
3

Data

Pengumpulan Data Primer

Lokasi dan unit IPA

Sumber

Metode Pengamatan dan wawancara

Metode Pengamatan dan wawancara

Kualitas dan kuantitas air baku serta


hasil olahannya

Sumber : Analisis Penulis, 2016

3.3.2.2 Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder merupakan data eksisting yang sudah tersedia di PDAM Kota

Malang. Data yang diperoleh digunakan sebagai pelengkap dan pembanding dari data
primer yang telah didapatkan. Seperti gambaran umum lokasi IPA, data kualitas dan

kuantitas air baku dan air bersih serta lainnya. Data-data sekunder yang diperoleh antara
lain seperti dalam tabel 3.2

N.o
1
2
3
4
5

Data

Tabel 3.2.

Pengumpulan Data Sekunder

Metode Perolehan Data

Gambaran umum perusahaan

Metode Literatur dan wawancara

Data kebutuhan bahan kimia

Metode Literatur

Data-data lain sebagai data pendukung

Metode Literatur

Data monitoring kualitas dan kuantitas


air baku dan hasil olahan
Data unit-unit IPA

Sumber : Analisis Penulis, 2016

Metode literatur (diambil dari Laporan Bulanan )

Metode Literatur

3.3.3 Tahap Penyususnan Laporan Kerja Praktek

Dalam tahap ini dilakukan analisis dan pembahasan terhadap sumber air baku,

instalasi pengolahan air serta air bersih yang dihasilkan Instalasi Pengolahan Air (IPA)

PDAM Kota Malang dengan membandingkan teori pada kajian pustaka dengan eksisting
di lapangan.

BAB I

Pendahuluan

Berkaitan dengan pemilihan judul, latar belakang, tujuan dan sasaran

kerja praktek, ruang lingkup dan sistematika penyusunan laporan kerja


praktek.

BAB II Tinjauan Pustaka


PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

Berisi landasan teori tentang pengolahan limbah cair

BAB III Gambaran Umum Perusahaan

Berisi gambaran umum PDAM Kota Malang

BAB IV Metodologi Kerja Praktek

Bab ini menguraikan tentang tahapan-tahapan pelaksanaan kerja praktek

BAB V

secara rinci dari proses perijinan sampai penulisan laporan

Analisis dan Pembahasan

Berisi analisis sekaligus pembahasan yang dilakukan berdasarkan data

yang telah diperoleh pada pelaksanaan kerja praktek mengenai


pengolahan air bersih di PDAM Kota Malang

BAB VI Kesimpulan dan Saran

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

3.4. Diagram Alir Kerja Praktek

Mulai

Tahap
Persiapan
Kerja
Praktek

Proses Administrasi
Pelaksanaan Kerja Praktek
Pengumpulan Data
Data Primer :

Tahap
Pelaksanaan
Kerja
Praktek

- Interview/ wawancara
- Pengamatan langsung

Data Sekunder :

- Data laporan rutin bagian


sistem produksi IPA

- Dokumentasi perusahaan

di lapangan

- Jurnal Laporan KP

- Dokumentasi pribadi

Sistem Produksi PDAM Kota Malang

Pengolahan Data

Tahap
Penyusunan
Laporan

Analisis dan Pembahasan


Kesimpulan dan Saran
Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir Tahapan Pelaksanaan Kerja Praktek

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

Studi
Literatur

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

BAB IV

PENUTUP
Demikian proposal kegiatan kerja praktek ini saya ajukan, semoga dapat

memberikan penjelasan maksud dan tujuan kerja praktek ini kepada PDAM Kota Malang.
Selain itu semoga dari kegiatan ini akan memberikan manfaat dan dapat menyumbangkan

pemikiran, wawasan tentang penerapan sistem pengolahan air yang tepat dan sesuai,

sehingga air yang dihasilkan dapat digunakan dengan baik dan tidak menimbulkan
dampak negatif bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas, serta akan lebih terjalin
kemitraan yang positif dan saling menguntungkan antara keduanya.

Besar harapan saya untuk dapat melaksanakan kerja praktek di PDAM Kota

Malang, karena akan menjadi suatu pengalaman dan sarana untuk memperdalam

pemahaman teori yang telah dipelajari selama ini, khususnya tentang pengolahan air. Atas
perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.

Semarang,

Juni 2016

Praktikan,

Ervando Tommy A

NIM. 21080113140081

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

DAFTAR PUSTAKA

Al-Laylaet. Al. 1980.Water Supply Engineering Design. Ann Arbor Science Publisher,

Inc. Darmasetiawan, Martin. 2001. Teori dan Perencanaan Instalasi Pengolahan Air.
YayasanSuryono. Bandung.

Kawamura, Susumu. 1991. Integrated Design of Water Treatment Facilities. John Wiley
& Sons.New York.

Reynolds, T.D. 1982. Unit Operations InEnviromental Engineering. Texas A & M


Univercity; B/C Engineering Division Boston, Massacusetts

Peraturan Menteri Kesehatan RI No 492/MENKES/PER/IV/2010).


Standar Nasional Indonesia No-6773-2008

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


SISTEM PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PDAM KOTA
MALANG

LAMPIRAN 1

LAMPIRAN
CURRICULUM VITAE

BIODATA
Nama
NIM
Tempat/TanggalLahir
Jenis Kelamin
Alamat Rumah

:
:
:
:
:

Ervando Tommy Al-Hanif


2108011310081
Pekalongan, 19 September 1995
Laki-laki
Jl. Flamboyan No.78 RT.05/RW.03, Kel. Sampangan, Kec.
Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah
082220223368 / (024)8501976
ervandot@gmail.com
Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro
Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro
Jl. Prof. H. Sudarto, SH Tembalang
Semarang.
Telp (024) 70130199
Fax (024) 7460055

Telp.
Email
Program Studi
Alamat Kampus

:
:
:
:

Riwayat Pendidikan :
1998-2001
2001-2007
2007-2010
2010-2013
2013-.

: TK Negeri Pembina Semarang


: SD Negeri Bendan Ngisor 01 Semarang
: SMP Nasima Semarang
: SMA Negeri 1 Semarang
: Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


UNIVERSITAS DIPONEGORO