Anda di halaman 1dari 9

TUGAS RANCANGAN PERCOBAAN

Rancangan Percobaan Dengan Pengamatan Berulang (Repeated Measures)

OLEH
KELOMPOK 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

ADE IRMA SURYANI


PAULINA M.D. HIPIR
MIRA WADU
DAMIANUS E. G. GARE
HARYANTO P. AGUSTINUS
ALFRET LALEL
MAKROTUMIA WETANG

1406040022
1406040032
1406040004
1406040014
1406040039
1406040010
1406040002

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2016

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Beakang
Rancangan percobaan dengan pengamatan berulang (repeated measures) muncul dalam berbagai
bidang kehidupan. Pengamatan berulang adalah pengamatan dari suatu respon yang dilakukan lebih
dari satu kali pada waktu yang berbeda selama masa penelitian.
Banyak percobaan yang dilakukan baik di lapangan maupun laboratorium, pengukuran respon dari
unit-unit percobaan dilakukan berulang-ulang pada waktu yang berbeda. Misalnya percobaan melihat
pengaruh pemupukan pada tanaman cabe. Perlakuan pemupukan N yang dicobakan yaitu dosis (0, 100,
200, 300kg/h) Pengamatan produksi dilakukan beberpa kali panen, misal 3 kali panen pertama.
Percobaan pengamatan berulang memerlukan penanganan model analisis yang lain dari model
rancangan dasar agar informasi yang peroleh lebih luas. Disamping perlakuan yang dicobakan tentunya
juga diharapkan mampu melihat perkembangan/pertumbuhan respon selama penelitian berjalan.
Adapun ruang lingkup materi ini meliputi percobaan dengan pengamatan berulang yang mempunyai
rancangan dasar faktorial atau disebut faktorial dalam waktu (Factorial in time). Keterkaitan modul ini
dengan modul lainnya adalah bahwa modul ini merupakan perluasan dari bahan-bahan pembelajaran
sebelumnya, namun difokuskan pada pengamatan terhadap satuan amatan/unit percobaan berulang kali
dalam waktu yang berbeda untuk mengetahui respon dari satuan atau unit percobaan tersebut terhadap
perlakuan yang diberikan.
1.2 Rumusan Masalah :
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas maka masalah-masalah dalam penulisan makalah
ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Apa itu rancangan percobaan dengan pengamatan berulang (repeated measures) ?


Apa tujuan dari rancangan percobaan dengan pengamatan berulang (repeated measures)?
Apa Asumsi pengamatan berulang (repeated measure)?
Bagaimana model linier setiap pengamatan rancangan percobaan dengan pengamatan
berulang (repeated measures)?
5. Bagaimana langkah-langkah Analisis variansi (anava) dan langkah-langkah
perhitungannya serta kaedah keputusan

1.3 Tujuan
:
Dari masalah yang telah dirumuskan pada rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah
ini antara lain:
1. Untuk mengetahui defenisi rancangan percobaan dengan pengamatan berulang (repeated
measures).
2. Untuk mengetahui tujuan dari rancangan percobaan dengan pengamatan berulang (repeated
measures)
3. Untuk mengetahui asumsi pengamatan berulang (repeated measure)
4. Untuk mengetahui model linier setiap pengamatan rancangan percobaan dengan pengamatan
berulang (repeated measures)
5. Untuk mengetahui langkah-langkah Analisis variansi (anava) dan langkah-langkah
perhitungannya serta kaedah keputusan

BAB II

PEMBAHASAN
Analisis untuk rancangan percobaan dengan pengamatan berulang (repeated measures) ini
mengikuti pola rancangan split plot dengan perlakuan yang dicobakan dialokasikan sebagai petak
utama dan waktu pengamatan dipandang sebagai faktor tambahan yang dialokasikan sebagai anak
petak atau satuan yang terkecil. Rancangan pengamatan berulang digunakan pada percobaan yang
responnya diamati atau diukur beberapa kali dalam jangka waktu tertentu dan setiap subjek menerima
perlakuan yang dialokasikan secara acak.
Tujuan dari rancangan pengamatan berulang ini adalah untuk menyelidiki kecepatan perubahan dari
satu periode waktu ke periode waktu berikutnya, atau dengan kata lain ingin diketahui pengaruh
perlakuan terhadap pola pertumbuhan berdasarkan respons yang diamati. Selain itu juga ingin diketahui
pengaruh interaksi antar perlakuan dan periode waktu pengamatan.
Berbeda halnya dengan analisis ragam biasa, pada pengamatan berulang ini akan terdapat
korelasi diantara respons yang diukur. Hal ini terjadi karena pengambilan respons diukur dari subjek
yang sama dari waktu ke waktu. Jika jangka waktu pengambilan respons semakin dekat maka korelasi
yang terjadi juga semakin besar. Dalam analisis ragam dengan pengamatan berulang terdapat dua
bagian utama total keragaman, yaitu yang berasal dari lapis subjek dan lapis subjek waktu.
Keragaman lapis subjek dibagi lagi menjadi keragaman untuk pengaruh utama dan pengaruh
interaksi. Sedangkan keragaman pada lapis subjek waktu dibagi menjadi pengaruh utama dari waktu
ke waktu itu sendiri dan pengaruh interaksi antara waktu dengan faktor-faktor percobaan.
Respon yang diamati dalam suatu percobaan kadang kadang tidak tunggal, melainkan sebanyak p
buah (p2), sehingga diperlukan analisis dalam bentuk multivariat. Bila dalam suatu penelitian
percobaan dikaji pengaruh dari berbagai perlakuan terhadap lebih dari satu respon, maka metode
analisis yang tepat adalah analisis ragam multivariat. Analisis ragam multivariat ini dapat diterapkan
pada rancangan faktor tunggal maupun rancangan multifaktor. Setiap bentuk rancangan akan
mempunyai analisis ragam multivariat yang bersesuaian. Manova untuk RAL in Time dapat
dipandang sebagai manova split-plot.
Asumsi pengamatan berulang (repeated measure), diantaranya adalah :
1. Variable berskala interval atau ratio (continuous).
2. Dependent variable memiliki normally distributed.
3. Asumsi Sphericity (mirip uji homokedastisitas).
Sphericity adalah kondisi dimana varians dari perbedaan antara semua grup terkait kombinasi
(tingkat) adalah sama. Pelanggaran Sphericity adalah ketika varians dari perbedaan antara semua
grup terkait kombinasi tidak sama. Sphericity dapat disamakan dengan homogenitas varians di
antara subjek Anova.
4. Pengukuran dilakukan lebih dari dua kali.
Suatu percobaan faktor tunggal (misalnya A) dengan a buah taraf faktor, waktu pengamatan
dilakukan b kali, satuan percobaan relatif homogen masing masing perlakuan diulang n kali,
respon yang diamati sebanyak p buah (p2), mempunyai model linier setiap pengamatan :
y ijkl =l + il + ikl + jl +( )ijl + ijkl
Dengan :
y ijkl : pengamatan respon ke l dari satuan percobaan ke k
faktor

yang memperoleh taraf ke i

A dan waktu pengamatan ke j .


l : rata-rata dari respon ke l .
il : pengaruh taraf ke i faktor A terhadap respon ke l .
ikl : komponen galat(a)
jl : pengaruh waktu pengamatan ke

terhadap respon ke l .

( )ijl : pengaruh interaksi taraf ke i faktor A dan waktu pengamatan ke

terhadap respon

ke l .
ijkl : komponen galat(b)

Layout Data Pengamatan untuk Rancangan Faktorial Dua Faktor dengan Rancangan Dasar
Rancangan Acak Lengkap dan Pengamatan Berulang

Faktor
A

Wakt
u

Ulangan
1
Respon

..
p

N
Respon
1

.
1

..
A

1
..
b
.
1
..
b

..

Y 1111

Y 111 p

Y 11n 1

Y 11np

Y 1 b 11

..
Y 1b1p

..
Y 1 bn1

..
Y 1 bnp

..

..

..

Y a 111

Y a 11 p

Y a1n1

Y a 1 np

..
Y ab 11

..
Y ab 1 p

..
Y abn1

..
Y abnp

Sumber-sumber Keragaman :
Penguraian keragaman total akan dilakukan untuk faktorial AxB dalam waktu dengan RAL. faktor A
terdiri dari a taraf , faktor B terdiri dari b taraf, dan ulang sebanyak r kali serta pengamatan dilakukan
sebanyak c kali, maka sumber-sumber keragaman yang muncul dapat dilihat pada tabel anava
berikut :
Sumber
Keragaman

Derajat
Bebas
(Db)

Jumlah
Kuadrat
(JK)

Kuadrat
Tengah
(KT)

F-Hitung

F-Tabel

Faktor A

a-1

JKA

KTA

KTA/KTG(a)

F( a1) ;ab (r 1 ) ( )

Faktor B

b-1

JKB

KTB

KTB/KTG(a)

F( b1) ;ab (r 1 ) ( )

Interaksi
A*B
Galat(a)
Waktu W

(a-1)(b-1)

JKAB

KTAB

KTAB/KTG(a)

F( a1) (b1 ); ab( r1) ( )

ab(r-1)
c-1

JKG(a)
JKW

KTG(a)
KTW

KTW/KTG(b)

F( c1 ) ;ab(c1) (r1 )( )

Galat(b)
Interaksi
A*W
Interaksi
B*W
Interaksi
A*B*W
Total

c(r-1)
(a-1)(c-1)

JKG(b)
JKAW

KTG(b)
KTAW

KTAW/KTG(b)

F(a1) ( c1) ;ab (c1) (r 1) ( )

(b-1)(c-1)

JKBW

KTBW

KTBW/KTG(b)

F(b1) ( c1) ;ab (c1) (r 1) ( )

(a-1)(b-1)(c-1)

JKABW

KTABW

KTABW/KTG(b)

F( a1)(b1) ( c1 ); ab(c1) (r1 )( )

abcr-1

JKT

H0 ditolak jika Fhitung > Ftabel yang bersesuaian. Bila ada H 0 yang ditolak selanjutnya dilakukan
uji lanjut diantaranya menggunakan uji wilayah berganda Duncan, dan uji beda nyata terkecil.
Bentuk umum hipotesis yang akan diuji sebagai berikut :
1). Pengaruh Waktu

2). Pengaruh interaksi faktor A dengan Waktu :

3). Pengaruh interaksi faktor B dengan Waktu

4). Pengaruh interaksi faktor A dan B dengan Waktu

Langkah-langkah perhitungan pada anava sebagai berikut:


1. Dari tabulasi silang antara AxBxCXR Faktor Korekasi (FK)

Jumlah Kudrat Total (JKT)

2. Rekap data, tabulasi silang AxBxR


Jumlah Kuadrat Subtotal 1 (JKST1)

3. Rekap data tabulasi silang AxB


Jumlah Kuadrat Faktor A (JKA)

Jumlah Kuadrat Faktor B (JKB)

Jumlah kuadrat interaksifaktor A dan faktor B (JKAB)


JKAB = JKP JKA JKB dimana :

Jumlah Kuadrat Galat (a) atau (JKG(a))


JKG(a) = JKST1 JKP
4. Rekap data, tabulasi silang WxR
Jumlah Kuadrat Subtotal2 (JKST2)

Jumlah Kuardat Waktu (JKW)

Jumlah Kuadrat Galat (B) atau (JKG(b))


JKG(b) = JKST 2 JKW
5. Rekap data, tabulasi silang AxBxW
Jumlah Kuadrat Interaksi AxW
JKAW = JKP1 JKA JKW dimana :

Jumlah Kuadrat interaksi BxW


JKBW = JKP2 JKB JKW dimana :

Jumlah Kuadrat interaksi AxBxW


JKABW = JKP3 JKA JKB JKW JKAB JKAW JKBW
dimana :

Jumlah Kuadrat Galat (c) atau JKG(c)

Koefisien keragaman percobaan ini ada tiga jenis yaitu :


1). Koefisien keragaman dalam perlakuan (KK1)

2). Koefisien kegaraman dalam waktu (KK2)

3). Koefisien keragaman dalam perlakuan dan waktu (KK3)

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan di BAB II dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengamatan berulang adalah pengamatan dari suatu respon yang dilakukan lebih dari satu kali
pada waktu yang berbeda selama masa penelitian.
2. Tujuan dari rancangan pengamatan berulang ini adalah untuk menyelidiki kecepatan perubahan
dari satu periode waktu ke periode waktu berikutnya, atau dengan kata lain ingin diketahui
pengaruh perlakuan terhadap pola pertumbuhan berdasarkan respons yang diamati. Selain itu
3.

4.

juga ingin diketahui pengaruh interaksi antar perlakuan dan periode waktu pengamatan.
Asumsi pengamatan berulang (repeated measure), diantaranya adalah :
Variable berskala interval atau ratio (continuous).
Dependent variable memiliki normally distributed.
Asumsi Sphericity (mirip uji homokedastisitas).
Pengukuran dilakukan lebih dari dua kali.
Model linier setiap pengamatan berulang : y ijkl =l + il + ikl + jl +( )ijl + ijkl

5. Langkah-langkah perhitungan pada anava sabgai berikut :


Menentukan Faktor Korekasi (FK) , Jumlah Kudrat Total (JKT) , Jumlah Kuadrat
Subtotal (JKST), Jumlah Kuadrat Faktor (JK), Jumlah Kuardat Waktu (JKW), Jumlah
Kuadrat Galat atau (JKG), Jumlah Kuadrat Interaksi dan Koefisien keragaman

3.2 Saran
Untuk menghitung secara manual dengan data yang banyak sangat tidak mudah bila dihitung
dengan tidak menggunakan bantuan maka disarankan menggunakan software misalnya SPSS. Harus
memiliki ketelitian dan kesabaran yang tinggi untuk mencari hasilnya baik dalam software maupun
manual maka disarankan untuk mencari data yang sederhana untuk memudahkan mencarinya, seperti
data yang digunakan pada makalah ini.