Anda di halaman 1dari 6

1.

a. Sebutkan gejala dan tanda paringioma


Gejala dan tanda antara lain:
Perubahan mental
Sulit tidur
Mual, muntah (terutama di pagi hari)
Masalah keseimbangan
Tumor besar pada orang dewasa dapat menyebabkan gejala neuropsikiatri, hilang
ingatan, apatis, inkontinensia, depresi, dan kelelahan.
b. Bagaimana predisposisi / lokasi tersering
Supraseller dengan obstruksi dari foramen intraventrikular yang menyebabkan
hidrosefalus. Dapat pula tumbuh pada ventrikel III
c. Berasal dari sel apa
Tumor ini berasal dari sisa jaringan embrional, dan 50% usia pasien kurang dari 20
tahun
d. Bagaimana prognosis
Meskipun diobati, hanya sekitar 25% penderita kanker otak yang bertahan hidup
setelah 2 tahun. Prognosis yang lebih baik pada tumor otak lain seperti ditemukan
pada astrositoma dan oligodendroglioma, dimana kanker biasanya tidak kambuh
dalam waktu 3-5 tahun setelah pengobatan. Sekitar 50% penderita paringioma yang
diobati bertahan hidup lebih dari 5 tahun
e. Deskripsikan gambaran ct scan kasus paringioma baik polos maupun dengan kontras
Gambaran CT Scan:
Memperlihatkan densitas iso, hipo, dan hiperdens yang heterogen dan mempunyai
tepi yang ireguler, dengan kontras terdapat enhanchement pada bagian tepi
(Peripheral rim) atau bentuk cincin dengan density yang heterogen
Pada kraniofaringioma yang kistik danmemperlihatkan lesi hipodens yang bulat
dengan enchancement cincin perifer, perlu di differesiasi diagnosa:
Adenoma pituitary
Meninioma juxtaseller
Glioma pada khiasma optikus
2.
a. Sebutkan gejala dan tanda astrocitoma
Gejala-gejala yang umumnya terjadi pada tumor astrositoma ialah hasil daripada
peningkatan tekanan intracranium. Gejala-gejala tersebut antara lain sakit kepala,
muntah, dan perubahan status mental. Gejala lainnya, seperti mengantuk, letargi,
penurunan konsentrasi, perubahan kepribadian, kelainan konduksi dan kemampuan
mental yang melemah terlihat pada awal-awal timbulnya gejala. Biasanya terdapat pada
satu dari empat penderita tumor otak maligna.
Pada anak kecil, peningkatan intra cranium yang disebabkan oleh tumor astrositoma
bisa memperbesar ukuran kepala. Perubahan-perubahan (seperti pembengkakkan) dapat
diobservasi di bagian belakang retina mata, dimana terdapat bintik buta, yang

disebabkan oleh terjepitnya Nn.Optici. Biasanya tidak terdapat perubahan pada


temperatur, tekanan darah, nadi atau frequensi pernafasan kecuali sesaat sebelum
meninggal dunia. Kejang-kejang juga dapat ditemukan pada astrositoma diferensiasi
baik.
Walaupun spektrum dari gejala-gejala sama pada semua jenis tumor glia namun
frekuensi dari gejala-gejala yang berbeda bervariasi tergantung dari apakah lesinya
grade rendah atau tinggi. Sebagai contoh, glioma grade rendah dimulai dengan kejangkejang terdapat pada sekitar 80% dari pasien dan kebanyakan dari mereka tidak
memiliki kelainan pada pemeriksaan neurologis; sekitar 25% pasien-pasien dengan
glioblastoma mengalami kejang-kejang tetapi yang paling banyak memiliki gejalagejala sensoris atau motoris terlateralisasi yang jelas terlihat.
Gejala-gejala daripada tumor astrositoma juga memiliki variasi yang tergantung
pada bagian mana dari otak yang terkena. Terkadang tipe dari kejang-kejangnya dapat
membantu untuk menentukkan lokasi mana tumor tersebut berada.
b. Bagaimana predisposisi / lokasi tersering
Sering didapat pada usia muda (9-10 tahun), dan sering diketemukan di daerah
ventrikel atau serebelum dan jarang pada sereberum
c. Berasal dari sel apa
Sel astrocit
d. Bagaimana prognosis
Pasien dengan Astrositoma grade rendah dapat bertahan hidup sampai lima tahun.
Rentang kemampuan untuk bertahan hidup bervariasi, dimana beberapa pasien hanya
dapat bertahan selama satu tahun, tetapi ada yang sanggup untuk bertahan hidup hingga
sepuluh tahun ke depan. Sebagian besar pasien meninggal karena tumor yang telah
berkembang ke grade yang lebih tinggi.
Pasien yang menderita glioblastoma multiform sebagian besar hanya dapat bertahan
sampai satu tahun, sedangkan pada anaplastic astrocytoma rata-rata dapat bertahan
hidup sampai tiga tahun. Tumor sering kali muncul kembali lokal dan secepatnya harus
diterapi kembali. Namun, sebagian pasien dapat hidup sampai sepuluh tahun tanpa
adanya tumor rekuren.
e. Deskripsikan gambaran ct scan kasus paringioma baik polos maupun dengan kontras
Gambaran CT Scan :
Menunjukkan gambaran hipodens bentuk tak teratur dan tepi tak rata. Pada jenis
lain mungkin diketemukan kista. Kalsifikasi didapat 8-10% dan efek dari masa
50% kasus. Enchanchement pada 50% kasus, biasanya tak merata

3.
a. Apa yang dimaksud dengan supra tentorial dan infra tentorial
Supratentorial, adalah tumor yang letaknya di atas tentorium (misalnya : cerebral
hemispher )
infratentorial adalah tumor yang letaknya di bawah tentorium. misalnya serebelli,
medula spinalis

b. Sebutkan fungsi dari nucleus caudatus, nucleus lenticularis, capsula interna, capsula
eksterna, thalamus dan hipotalamus
fungsi nucleus caudatus : bagian otak tengah yang ikut membangun struktur ganglia
basalis dan berfungsi untuk mengatur gerakan motorik sadar, memori, tidur dan
perilaku sosial
nuclueus lenticularis : sebagai lapisan subtansia yang tipis di antara korteks dan
permukaan lateral putamen
kapsula interna : mengatur serabut serabut saraf motorik dan sensorik
kapsula eksterna : menerima informasi dari otak dan mengirimkannya ke daerah lain
yang bertanggung jawab untuk mengendalikan fungsi motorik kompleks.
thalamus :
Terminal akhir pengiriman impuls sensorik untuk kemudian dipahami,
pengaturan suasana perasaan, dan pusat awas waspada
Kenaikan aktivitas impuls ke talamus menyebabkan tidak mengantuk,
apabila aktivitas impuls menurun maka rasa mengantuk segera timbul,
bahkan jika terjadi total blok impuls dapat jatuh ke keadaan koma.

Hipotalamus
Kordinasi dan integrasi susunan saraf otonom seperti irama jantung,
vasomotor, termoregulator, peristaltik usus dan lambung

Memproduksi releasing hormon

Pengaturan lapar dan haus, kontraksi kandung kemih, dan tekanan darah

4.
a. Sebutkan gejala dan tanda tumor tumor plexus choroideus
Tekanan intrakranial (ICP) yang meningkat, seizure, perdarahan, defisit neurologi
lokal, dan gejala-gejala umum/konstitusional, hidrosefalus.
b. Bagaimana predisposisi / lokasi tersering
Lokasi kejadian tumor yang paling umum adalah ventrikel ke-empat, diikuti dengan
ventrikel ke-tiga, dan terakhir lokasi ekstraventrikular.
c. Berasal dari sel apa
Neuroepithelium plexus choroid
d. Bagaimana prognosis
Karena kelangkaan CPT, dan perbedaan dalam pengobatan lesi, maka sulit untuk
menarik kesimpulan pasti tentang prognosis secara keseluruhan dan kualitas hidup pada
pasien-pasien ini. Outcome dari anak-anak yang mengalami tumor ini mencakup
seluruh spektrum tumor ini mulai dari mortalitas intra-operatif akiat perdarahan tak
terkendali, derajat efek samping enruologi terapi pasca-operasi dan pasca-radiasi,
kesulitan jangka-panjang yang terkait dengan kebutuhan akan diversi CSF permanen.
Akan tetapi, dalam laporan-laporan kasus terbaru, outcome yang semakin baik telah
dicapai. Penyembuhan bedah dari CPP adalah outcome yang diharapkan. Untuk pasien

yang mengalami CPC, prognosis kurang menjanjikan; akan tetapi, kelangsungan hidup
jangka panjang telah dilaporkan setelah reseksi bedah agresif yang sekarang bisa
dicapai secara aman dengan menggunakan kemoterapi pra-bedah dan embolisasi praoperatif imediet. Follow-up ketat dengan pencitraan beruntun terhadap aksis
kraniospinal dianjurkan pada kelompok pasien ini.
e. Deskripsikan gambaran ct scan kasus paringioma baik polos maupun dengan kontras
Gambaran CT Scan :
tampak sebagai massa bulat atau multilobul, hiperdens pada korteks. Sekitar 20%
bisa mengandung kalsifikasi, biasanya pada anak yang lebih tua. Selain itu, beberapa
bisa mengandung area kista. Dengan penggunaan zat kontras, keduanya menunjukkan
peningkatan intensitas homogen yagn kuat.
5.
a. Sebutkan gejala dan tanda tumor sekunder parenchim cerebri / cerebeli (metastase)

Muncul sakit kepala atau perubahan pola sakit kepala


Sakit kepala secara bertahap menjadi makin sering dan makin parah
Mual atau muntah tanpa sebab
Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, dan lain-lain
Secara bertahap hilang sensasi atau gerakan tangan atau kaki
Sulit menjaga keseimbangan
Sulit berbicara
Kebingungan terhadap persoalan sehari-hari
Perubahan kepribadian atau kebiasaan
Kejang, khususnya pada seseorang yang tidak pernah mengalami kejang
Masalah pendengaran
Tergantung berasal dari mana tumornya berasal

b. Bagaimana lokasi tersering


parenkim sel otak

c. berasal dari sel apa Berasal dari sel pada :


Kanker payudara
Kanker usus besar
Kanker ginjal
Kanker paru-paru
Melanoma

d. Bagaimana prognosisnya
Prognosisnya tergantung jenis tumor spesifik. Berdasarkan data di Negara-negara
maju, dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan
dilanjutkan dengan radioterapi, angka ketahanan hidup 5 tahun (5 years survival)

berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahaun (10 years survival) berkisar 3040%. Terapi tumor otak di Indonesia secara umum prognosisnya masih buruk,
berdasarkan tindakan operatif yang dilakukan pada beberapa rumah sakit di Jakarta.
e. Deskripsikan gambaran ct scan kasus paringioma baik polos maupun dengan kontras
Gambaran CT scan :
Tanda proses desak ruang:
Pendorongan struktur garis tengah itak
Penekanan dan perubahan bentuk ventrikel
Kelainan densitas pada lesi: hipodens, hiperdens atau kombinasi, kalsifikasi,
perdarahan
Udem perifokal
6.
a. Sebutkan gejala dan tanda glioblastoma

Sakit kepala berulang lebih dari 30% pasien;


Serangan berulang-ulang dari 20% untuk 30% pasien;
Disfungsi kognitif progresif Hal ini tergantung pada lokasi tumor. Mungkin ada
masalah dengan penglihatan, pidato, fungsi motorik;
Perubahan kepribadian;
Perubahan perilaku, pengembangan perilaku yang tidak pantas;
Hilang ingatan

b. Bagaimana lokasi tersering


Sering ditemukan di di ventrikel, cerebrum atau cerebelum
c. berasal dari sel apa
Sel sel glia
d. Bagaimana prognosisnya
Prognosis penderita glioblastoma tergantung dari usia, status fungsional, grade
histologist, banyaknya tumor yang diambil saat operasi, sedikitnya defisit neurologis
pre operasi, lama munculnya gejala sampai dilakukan operasi, kejang sebagai gejala
awal dan riwayat operasi pada tahun terakhir. Penderita usia 45 tahun mempunyai
kelangsungan hidup empat kali lebih besar dibandingkan penderita berusia 65 tahun.
Pada low grade glioblastoma, prognosis lebih buruk jika disertai dengan peningkatan
tekanan intracranial, gangguan kesadaran, perubahan perilaku, defisit neurologis yang
bermakna dan adanya penyangatan kontras pada pemeriksaan radiologi.2 Usia saat
terdiagnosis merupakan faktor terpenting yang berhubungan dengan harapan hidup.11
Harapan hidup setelah tindakan operatif dan radioterapi dapat menguntungkan bagi
glioblastoma grade rendah. Bagi pasien yang menjalani operasi, prognosis tergantung
pada perkembangan neoplasma, apakah berkembang menjadi lesi yang lebih ganas atau
tidak. Untuk lesi grade rendah, waktu harapan hidup setelah tindakan bedah
dirataratakan mencapai 6-8 tahun.

e. Deskripsikan gambaran ct scan kasus paringioma baik polos maupun dengan kontras
Gambran CT scan :
Tampak gambaran yang tidak homogen, sebagian massa hipodens, sebagian
hiperdens dan terdapat gambaran nekrosis sentral. Tampak penyangatan pada tepi lesi
sehingga memberikan gambaran seperti cincin dengan dinding yang tidak teratur.

Beri Nilai