Anda di halaman 1dari 4

SOAL MATERI : PUSKESMAS

PENGAMPU : dr. LANAWATI


1. Puskesmas menurut Permenkes No. 75 Tahun 2014 adalah :
a. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat.
b. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Perseorangan.
c. Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama
d. Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif
e. Semua pernyataan diatas benar.
2. Dibawah ini adalah Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas, kecuali :

a.
b.
c.
d.
e.

Pertanggungjawaban Wilayah
Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
Kemandirian Masyarakat
Pemerataan.
Teknologi Tepat Guna

3. Fungsi Puskesmas adalah :


a. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat di wilayah Kerjanya.
b. Memiliki kewenangan dan kompetensi
c. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perseorangan di wilayah Kerjanya
d. Jawaban yang benar adalah a dan c
e. Semua Jawaban diatas benar
4. Lebih dari 50% aktivitas penduduknya pada sektor industri dan jasa merupakan salah satu
criteria dari :
a. Puskesmas Pedesaan
b. Puskesmas Perkotaan
c. Puskesmas Terpencil
d. Puskesmas Sangat Terpencil
e. Semua jawaban diatas salah.
5. Yang termasuk dalam Tenaga Kesehatan di Puskesmas adalah :
a. Tata Usaha
b. Pengelola Keuangan Puskesmas
c. Tenaga Kesehatan Lingkungan
d. Administrasi Sistem Informasi Kesehatan
e. Petugas Kasir Puskesmas
6. Berdasarkan kemampuan penyelenggaraannya Puskesmas dibagi menjadi :
a. Puskesmas Rawat Inap
b. Puskesmas Non Rawat Inap
c. Puskesmas Perkotaan
d. Jawaban yang benar a dan b
c. Jawaban yang benar hanya c.

7. Dibawah ini pernyataan yang benar untuk Perizinan dan Regristrasi Puskesmas :
a. Perizinan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.
b. Sifatnya tidak wajib
c. Berlaku hanya 3 tahun .
d. Perizinan diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi
e. Registrasi diajukan oleh Kepala Puskesmas kepada Dinas Kesehatan Kota /Kabupaten .
Kunci Jawaban :
1. e
2. b
3. d.
4. b
5. c
6. d
7. a
4.11 VCT Klinik VCT
Klinik VCT Wijaya Kusuma mulai beroperasi 21 Desember 2011 oleh Walikota Denpasar. Klinik
ini dikembangkan untuk mendekatkan pelayanan VCT kepada masyarkat , kegiatan klinik VCT
Wijaya Kusuma meliputi : koseling pre dan post test, testing secara berkala serta rujukan kasus
ke unit layanan lainya untuk penanganan lebih lanjut. Hasil kegiatan klinik VCT Wijaya Kusuma
tahun 2014 aalah sebagai berikut :

Tabel 4.55 Hasil Kegiatan Klinik VCT Wijaya kusuma Perdesa/Kelurahan Puskesmas II
Denpasar Barat Tahun 2014
No

Desa/kelurahan

Kunjungan

HIV Positif

Tindak

Ket

1
2
3
4
5
6
7

Ds Pemecutan kelod
Ds Dauh Puri Kauh
Kel. Dauh Puri
Ds Dauh Puri Klod
Ds Pd Sambian Kelod
Ds. Dauh Puri Kangin

LW
Jumlah

VCT Lengkap
130
46
158
475
114
25
785
1.733

4
3
5
26
4
1
41
84

Lanjut
Rujuk
Rujuk
Rujuk
Rujuk

Tabel 4.56 Cakupan Hasil Kegiatan Klinik VCT Wijaya kusuma Berdasarkan Katagori
Klien di Puskesmas II Denpasar Barat Tahun 2014
No

Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
September
Desember

Katagori
WPS
Umum
5
13
24
28
59
43
14
6
40
16
52
4
0
14
18
18
75
11
3
7
53
22
0
7

VCT Lengkap
99
158
206
138
94
87
33
78
103
29
119
15

Bumil
52
78
88
81
91
88
63
41
62
38
131
59

TB
6
6
3
3
2
6
4
2
0
2
9
0

Tabel 4.57 Cakupan Penemuan Odha Berdasarkan Kategori Klien di Wilayah Puskesmas
II Denpasar Barat Tahun 2014
No

Bulan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
September
Desember

VCT Lengkap
99
158
206
138
94
87
33
78
103
29
119
15

WPS
2
1
3
4
4
-

Katagori
Umum
Bumil
1
3
4
1
1
2
1
-

TB
1
-

LSL
3
5
5
5
8
4
1
8
5
4
7
1

Waria
1
-

Data diatas menunjukan klien yang melakukan VCT lengkap pada tahun 2014 terbanyak pada
kelompok wanita pekerja seksual kemudian disusul oleh kelompok ibu hamil karena adanya
program PPTCT ( Prevention Parents To Child Transmission). Kasus HIV juga lebih banyak
ditemukan pada kelompok resiko tinggi (WPS) dari pada kelompok lainnya.
Klien yang positif HIV telah ditindak lanjuti dengan merujuk klien ke unit pelayanan CST baik
pada lembaga swadaya masyarakat maupun ataupun rumah sakit untuk mendapatkan penanganan
secara komprehensif karena puskesmas belum memiliki layanan CST.