Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

CHAPTER 12
CAPITAL MARKET RESEARCH

KELOMPOK 8
Komang Ayu Widia

1306452972

Dede Lucky Armanta

1306453092

Noviatrisnawati Hasya

1306453155

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Indonesia
2016

STATEMENT OF AUTHORSHIP

Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas


terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang
saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas
pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menyatakan
dengan jelas menggunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan
atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.
Mata ajaran

: Teori Akuntansi Keuangan

Judul tugas

: Makalah Teori Akuntansi Keuangan Chapter 12 Capital Market Research

Tanggal

: 27 April 2016

Dosen

: Vitria Indriani

Nama : Komang Ayu Widia Utami Putri


NPM : 1306452972
TTD

Nama : Dede Lucky Armanta


NPM : 1306453092
TTD

Nama : Noviatrisnawati H
NPM : 1306453155
TTD

LO 1. PHILOSOPHY OF POSITIVE ACCOUNTING THEORY


Teori akuntansi positif pada umumnya lebih menekankan pada pengamata kejadian
empiris dan menggunakan pengamatan tersebut untuk membuat prediksi kejadian di masa depan.
Watts dan Zimmerman mengatakan bahwa tujuan dari teori akuntansi adalah untuk menjelaskan
alasan dari praktik tertentu (explanation) dan memprediksi unobserved phenomenon (prediction).
Unobserved phenomenon meliputi fenomena di masa depan dan fenomena yang teah terjadi
namun bukti sistematisnya belum terkumpul semua.
Teori akuntansi positif juga memiliki fokus ekonomi dan mencoba untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan biaya dan manfaat dari penggunaan suatu metode
akuntansi dan proses penetapan standar akuntansinya, efek laporan keuangan pada harga saham,
serta model valuasi akuntansi yang paling baik. Pertanyaan ini dapat dijawab dengan beberapa
asumsi, yaitu:
-

Para pemangku kepentingan bersifat rasional


Manajer memiliki diskresi untuk memilih kebijakan akuntansi yang dapat memaksimalkan

keuntungan dirinya
Manajer akan mengambil tindakan yang memaksimalkan nilai perusahaan.

LO 2. STRENGHTS OF POSITIVE THEORY


Kekuatan dari teori positif terdapat pada fakta bahwa hipotesis yang mampu diuji melalui
pengujian empiris. Selain itu, penelitian bertujuan untuk menyediakan pemahaman mengenai
bagaimana sesuatu bekerja dibandingkan menjelaskan bagaimana sesuatu seharusnya bekerja.
Penelitian juga menekankan pada pemahaman terkait hubungan antara informasi akutansi,
manajer, perusahaan, dan pasar, serta menganalisis hubungan tersebut.

LO 3. SCOPE OF POSITIVE ACCOUNTING THEORY


Tahap pertama dari perkembangan teori akuntansi positif yaitu penelitin mengenai
akuntansi dan perilaku pasar modal. Literature-literatur pada tahap ini kebanyakan

mengivestigasi hubungan antara pengumuman data akuntansi dengan reaksinya terhadap harga
saham.
Tahap kedua menjelaskan dan memprediksi praktik akuntansi dalam perusahaan yang
terdiri dari 2 fokus yaitu persepektif bahwa perusahaan memilih suatu kebijakan akuntansi
karena peluang tertentu (ex post) dan persepektif bahwa perusahaan memilih kebijakan tertentu
karena alasan efisiensi (ex ante).

LO 4. CAPITAL MARKET RESEARCH AND THE EFFICIENT MARKETS HYPOTHESIS


Dua tipe penelitian terkait pasar modal yang penting bagi teori positif, antara lain:
-

Penelitian yang menekankan untuk menentukan dampak dari dikeluarkannya informasi

akuntansi pada imbal balik saham


Penelitian yang mempertimbangkan efek perubahan kebijakan akuntansi pada harga
saham.

Kebanyakan penelitian pada area ini dilakukan dengan berdasakan pada hipotesis pasar yang
efisien, atau efisien market hypothesis (EMH) yang menekankan pada permintaan dan penawaran
dari informasi dalam pasar. Efisiensi pasar dalam kaitannya dengan EMH berarti bahwa harga
sekuritas merefleksikan dampak agregat dari segala informasi yang relevan.
Asumsi dalam EMH terdiri dari:
-

Tidak ada biaya transaksi dalam traksaksi penjualan sekuritas


Informasi tersedia secara gratis untuk semua orang
Terdapat kesepakatan pada implikasi dari informasi saat ini dengan harga sekarang dan
distribusi dari harga masa depan.

Dampak dari asumsi ini adalah adanya pembedaan terhadap tipe information sets, yang terdri
dari:
-

Weak form, dimana harga sekuritas selalu menunjukkan informasi yang mengandung

harga masa lalunya.


Semistrong form, dimana harga sekuritas merefleksikan seluruh informasi yang tersedia
untuk umum sehingga tidak akan ada transaksi yang menimbulkan laba.

Strong form, dimana harga sekuritas merefleksikan seluruh informasi termasuk yang tidak
tersedia secara umum (informasi privat).

Dari ketiga bentuk ini, semistrong merupakan bentuk yang paling berhubungan dengan
penelitian akuntansi.
Selain EMH, penelitian juga kadang menggunakan Capital Market Reseach (CRM) yang
biasanya menggunakan metode statistic untuk menguji hipotesis terkait perilaku dalam pasar
modal. Kebanyakan CMR menggunakan market model yang diturukan dari capital asset pricing
model (CAPM). Market model dapat digambarkan dengan:
+
Constant
return
Raw return on
day= average daily
Return
moves
due to firm moves
+ due to marketReturn

Berdasarkan hal di atas dapat dilihat bahwa harga saham dapat dipengaruhi oleh pasar secara
luas dan kejadian spesifik ertentu dalam perusahaan. Adanya kejadian spesifik tertentu dalam
perusahaan menyebabkan munculnya imbal balik yang abnormal. Asumsi yang terdapat dalam
market model antara lain:
-

Investor bersifat risk-averse


Imbal balik didistribusikan secara normal dan investor memilih portfolionya berdasarkan

hal ini
Investor memiliki ekspektasi yang homogeny
Pasar lengkap (tidak ada biaya transaksi, peserta merupakan price taker, investor bersifat
rasional).

LO 5. IMPACT ON ACCOUNTING PROFITS ANNOUNCEMENTS ON SHARE PRICES


Direction
Ball dan Brown berpendapat bahwa apabila informasi yang terkandung dalam profit
berguna dan informative maka harga saham akan menyesuaikan untuk merefleksikan informasi
tersebut. Unexpected yang muncul dalam profit merupakan refleksi dari adanya informasi baru.
Dalam EMH, perubahan ekspektasi perusahaan pada arus kas akan menimbulkan perubahan
pada harga saham yang terjadi sebelum, atau segera setelah laba dumumkan. Sehingga imbal
5

balik positif dapat berhenti setelah tanggal pengumuman karena pasar bergerak cepat untuk
membendung informasi tersebut.
Dalam penelitiannya, Ball dan Brown berpendapat bahwa kebanyakan penyesuaian harga
terhadap perubahan laba (85-90%) terjadi sebelum bulan pengumuman, dan hal ini berhubungan
dengan perilisan informasi baik akuntasi maupun non akuntansi.
Magnitude
Selain arahan, kita juga dapat menentukan besaran perubahan tidak terduga dari laba dan
keuntungan abnormal. Teori yang mendasari tes ini adalah jika keuntungan akuntansi memiliki
konten informasi, maka besarnya keuntungan abnormal akan berhubungan dengan besarnya laba
tidak terduga. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Beaver, Clarke, dan Wright terhadap
perusahaan-perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange, menunjukkan bahwa ratarata hanya sekitar 0.1 0.15 persen keuntungan abnormal yang berhubungan dengan 1 persen
laba tidak terduga. Alasannya karena tes tersebut tidak menunjukkan kemungkinan bahwa
perusahaan memiliki proporsi yang berbeda-beda atas hubungan antara laba tidak terduga dan
keuntungan abnormal.
Information asymmetry and firm size
Informasi mengenai laba tidak terduga mungkin akan berbanding terbalik dengan ukuran
perusahaan tersebut, di mana semakin kecil perusahaan maka semakin banyak informasi yang
terkandung dalam laporan akuntansinya. Hal ini muncul karena informasi yang ada dari selain
laporan akuntansi menunjukkan adanya peningkatan fungsi dari ukuran perusahaan, yang
dikembangkan dari teori biaya transaksi dan perbedaan insentif atas pencarian informasi.
Dengan adanya pengetahuan yang salah mengenai pricing, laba yang besar dapat diraih
dibandingkan dengan pengetahuan yang salah tersebut pada perusahaan kecil. Tetapi, Freeman
berpendapat bahwa kemungkinan peningkatan biaya pencarian berhubungan dengan peningkatan
kompleksitas perusahaan besar yang di-offset oleh:

Informasi yang bervariasi lebih banyak disediakan oleh perusahaan besar


Pengaruh laporan keuangan lebih besar terhadap perusahaan besar

Karena institusi adalah sumber utama atas informasi, maka analis keuangan akan
berpusat pada pencarian aktivitas perusahaan besar. Sehingga, hipotesis perbedaan
informasi menunjukkan bahwa informasi dalam laporan akuntansi akan lebih penting
bagi perusahaan kecil dibandingkan perusahaan besar. Studi empiris menunjukkan bahwa
pemberitaan laba perusahaan akan berdampak besar bagi informasi perusahaan kecil.
Grant menemukan bahwa reaksi pasar atas pengumuman laba tahunan akan besar bagi
perusahaan yang melakukan over-the-counter. Atiase menyimpulkan bahwa tingkat
perubahan harga sekuritas perusahaan yang berhubungan dengan pengumuman laba,
memiliki hubungan terbalik dengan ukuran perusahaan. Freeman menunjukkan bahwa
harga sekuritas perusahaan besar merefleksikan informasi laba perusahaan dan kumulatif
keuntungan tidak terduga akan lebih besar bagi perusahaan kecil. Hasil riset Shores juga
sejalan dengan hipotesis diferensial ukuran perusahaan.
Magnitude of profit releases from other firms
Riset pasar modal lainnya juga membahas mengenai responsivitas pendapatan
atas pengumuman laba perusahaan lainnya. Riset transfer informasi ini didasarkan atas
kepercayaan bahwa laba tidak terduga dalam sebuah industri akan ditransfer ke industri
lainnya. Oleh karena itu, informasi laba pertama yang keluar ke public akan mengandung
paling banyak informasi. Foster menemukan bahwa varians keuntungan abnormal bagi
perusahaan yang berkompetisi akan meningkat ketika perusahaan dalam industri yang
sama melakukan pengumuman laba. Clinch dan Sinclair juga menunjukkan bahwa
perusahaan dalam industry yang paling lama mengumumkan labanya maka ia akan
mengalami reaksi paling kecil terhadap harga. Freeman dan Tse menemukan bahwa
hubungan antara reaksi harga atas pengumuman terlama dan tercepat sangat kuat pada
industri yang memiliki korelasi laba terbesar.
Volatility
Alternatif lain mengenai informasi laba yaitu varians atas keuntungan abnormal,
yang pertama dikemukakan oleh Beaver. Teori yang melandasinya adalah jika ada
informasi yang terkandung dalam pengumuman laba, kita akan mengharapkan untuk
melihat perubahan harga terbesar pada saat hari pengumuman. Hasilnya konsisten dengan
hipotesis ini karena varians dalam minggu pengumuman menunjukkan 67 persen lebih
7

tinggi dari biasanya. Grant menemukan bahwa saat hari pengumuman, perusahaan yang
melakukan over-the-counter akan mengalami varian keuntungan abnormal yang lebih
besar dari perusahaan yang terdaftar pada New York Stock Exchange. Hal ini mendukung
teori sebelumnya di mana informasi laba akan besar ketika perusahaannya kecil dan
hanya ada sedikit alternatif untuk sumber informasi. Meskipun pengumuman laba tidak
terlalu berpengaruh kepada perusahaan besar, namun tetap berperan ketika ukuran
perusahaan semakin kecil dan akses terhadap informasi lainnya terbatas. Jadi, dalam
pasar yang mengalami arus informasi terbatas, peran akuntansi menjadi semakin penting.
Association studies and earnings response coefficients
Studi asosiasi ini mengukur pengaruh pengukuran akuntansi terhadap harga
saham dalam kurun waktu tertentu (biasanya lebih dari satu tahun). Secara umum,
tujuannya untuk menguji dampak variabel akuntansi dan kumpulan informasi yang lebih
banyak, yang terefleksikan dalam keuntungan sekuritas selama periode yang lebih lama.
ERC dilakukan dengan menjadikan ordinary least-squares regression with returns
sebagai variabel dependen dan laba sebagai variabel independen. R2 dan koefisien
kemiringan dapat digunakan untuk mengukur tingkat informatif sebuah laba.
Determinants of firm value
Brown mengaplikasikan versi yang lebih sederhana dari model valuasi
perusahaan oleh Modigliani dan Miller, untuk menggambarkan ERC sebagai timbal balik
atas cost of capital perusahaan. Model ModiglianiMiller dirumuskan sebagai:
V D=X (1 )/ +G
dimana
V- D
X

= capitalized value of the firm adjusted for the tax benefit of leverage

= sustainable earnings before interest and tax

X(1-

= tax-adjusted earning

= cost of capital
8

= value of growth opportunities


Ada tiga model regresi linear yang dapat digunakan untuk mengukur ERC. Model

pertama menunjukkan model informasi yang berhubungan dengan tingkat pendapatan


dan perubahan atas perubahan harga. Model kedua diturunkan dari riset Easton dan
Harris yang hanya menambahkan perubahan pendapatan sebagai variabel penjelas. Model
ketiga adalah variasi dari model Ohlson dan biasa dikenal sebagai model valuasi karena
mengombinasikan koefisien pendapatan dengan koefisien buku, untuk menjelaskan
tingkat harga saham tertentu.
Factors which can affect the ERC

Risk and uncertainty


Risiko yang lebih besar akan memperbesar tingkat diskonto, yang berdampak
mengurangi nilai kini dari revisi laba masa depan yang diharapkan, dan juga ERC.
Oleh karena itu, ada hubungan berbanding terbalik yang signifikan antara beta dan
ERC menggunakan regresi reverse dari laba yang tidak terduga atas pendapatan
mentah.
Di sisi lain, ketidakpastian juga memiliki pengaruh tidak langsung terhadap ERC.
Ketidakpastian akan operasi masa depan dapat mempengaruhi ekspektasi future
economic benefit dan tingkat diskonto. Dampak yang diprediksi untuk ERC pun akan
menjadi negatif. Jeter dan Chaney menemukan bahwa perusahaan yang memiliki
performa laba yang buruk akan mengandung noise atau ketidakrasionalan yang lebih
banyak.

Audit quality
Jika besarnya ERC adalah fungsi dari kredibilitas laba yang dilaporkan, dan jika
proses audit eksternal bermaksud untuk meningkatkan kredibilitas laba, maka
besarnya ERC harus menjadi fungsi dari audit quality. Riset analitis menemukan
bahwa audit firm size dan audit quality berhubungan erat. Knapp menambahkan bukti
bahwa angota komite audit melihat auditor size secara signifikan mempengaruhi
kualitas jasa audit yang diberikan. Bukti yang lebih langsung mengenai hubungan
9

positif antara besarnya ERC dan audit quality juga ditunjukkan dengan persetujuan
SEC yang melawan auditor sebagai pengukuran audit quality.

Industry
Perusahaan dalam satu industri seharusnya lebih homogen dalam konteks
ketidakpastian dibandingkan dengan perusahaan di industri lainnya. Peneliti membuat
hipotesis bahwa industri dengan ketidakpastian outcome terbesar akan memiliki ERC
yang lebih besar.

Interest rates
Collins dan Kothari memprediksikan hubungan berbanding terbalik temporer
antara ERC dan risk-free rates. Tingkat diskonto merupakan jumlah risk-free rate dan
risk premium. Jika risk-free rate meningkat, maka nilai kini dari ekspektasi laba masa
depan akan turun. Hal inilah yang menunjukkan mengapa hubungan berbanding
terbalik antara ERC dan tingkat bunga. Namun, argument ini mengabaikan
kemungkinan perubahan tingkat bunga yang dipengaruhi oleh perubahan tingkat
inflasi, di mana perusahaan berusaha untuk menanggungkan perubahannya kepada
pelanggannya dengan cara menaikkan harga. Hal ini tentu berlawanan dengan
argument tersebut karena ERC tidak terlalu berhubungan dengan perubahan tingkat
bunga tersebut.

Financial leverage
Jeter dan Chaney menemukan bahwa ada hubungan berbanding terbalik antara
leverage dan ERC. Hubungan beta dan ERC tidak signifikan dalam pengontrolan efek
leverage, di mana debt-to-equity ratio perusahan lebih merepresentasikan perubahan
risiko secara efektif dibandingkan beta. Teori default mengatakan bahwa ERC
berhubungan lurus dengan profit persistence factor dan berbanding terbalik dengan
risiko default perusahaan. Teori maximum debt mengatakan ketika financial leverage
perusahaan meningkat, harga saham secara bersamaan meningkat karena dua hal,
10

yaitu pengurangan tingkat pajak yang mengakibatkan adanya tax shield yang
kemudian mengecilkan ratat tetimbang dari cost of capital. Yang kedua, keinginan
manajer untuk meningkat financial leverage menunjukkan kepercayaan bahwa
perusahaan akan memiliki rata tetimbang cost of capital yang tinggi.

Firm growth
Kemungkinan untuk tumbuh akan tinggi ketika ERC juga sedang tinggi.
Pertumbuhan terlihat dari tercapainya yield rates of return yang melebihi risk of
return. Collins dan Kothari berpendapat bahwa terdapat korelasi positif antara ERC
dan market-to-book value of equity ratio yang mereka gunakan untuk mengukur
pertumbuhan. Berita baik dan buruk mengimplikasikan prospek akan pertumbuhan
laba. Semakin tinggi pertumbuhan laba, akan semakin besar pula reaksi pula
(semakin tinggi ERC).

Permanent and temporary profits


Investor mengestimasi berapakah laba tidak terduga yang permanen dari
pengumuman laba dengan kepercayaan bahwa peningkatan laba secara permanen
akan meningkatkan dividen. Jadi, jika ekspektasi akan laba tidak terduga muncul,
maka keuntungan abnormal akan diekspektasikan pula oleh investor.Oleh karena itu,
ada hubungan positif antara ekspektasi laba permanen dan ERC.

Non-linear modelling
Hubungan nonlinear menunjukkan nilai absolut dari laba tidak terduga
berhubungan terbalik dengan kestabilan laba. Jadi, jika ada kenaikan melonjak pada
laba, maka kemungkinan kenaikan tersebut menjadi permanen adalah kecil. Freeman
dan Tse berpendapat bahwa laba tidak terduga akan mudah dijelaskan menggunakan
S-shaped arctan yang menunjukkan perusahaan dengan berita buruk (dilambangkan
dengan cembung) dan perusahaan dengan berita baik (dilambangkan dengan cekung).
Namun, ada pula kemungkinan berita baik memiliki dampak yang berbeda atas harga
saham ketika dibandingkan dengan berita buruk.
11

Disaggregating profits
Lipe menguji enam komponen laba: laba kotor, beban umum dan administrative,
beban depresiasi, beban bunga, pajak pendapatan, dan item lainnya, dikaitkan dengan
keuntungan abnormal dan perubahan tidak terduga. Reaksi pendapatan ternyata
positif terhadap persistensi masing-masing komponen. Pendekatan alternatif ini untuk
memisahkan cash flow dan akrual pada laba.

Cash flows
Bowen, Burgstahler, dan Daley berpendapat bahwa arus kas harus ditambahkan
sebagai penjelasan variabel tambahan terhadap harga karena baik laba maupun kas
secara individual dan pertambahannya sama pentingnya, atau keduanya secara
individual penting namun tidak secara pertambahan penting, ataupun keduanya secara
individual penting namun laba lebih penting secara pertambahannya. Para ahli ini
menyatakan arus kas memiliki informasi incremental untuk working capital from
operation (WCFO) tetapi tidak dapat mendemonstrasikan adanya pertambahan
informasi untuk WCFO over profit. Dengan menggunakan model arctan nonlinear,
Ali dan Pope menemukan bahwa arus kas menambahkan informasi namunn tidak
sebanyak laba. Cheng dan Liu berpendapat bahwa pertambahan informasi dari data
arus kas akan meningkat seiring dengan berkurangnya tingkat informatif dari laba.
Laba diprediksikan menjadi kurang informatif seiring dengan peningkatan laba
sementara.

Balance sheet and balance sheet components


Ohlson menyatakan balance sheet, bersama dengan profit menyediakan proporsi
kekuatan dalam menjelaskan lebih tinggi untuk harga. Francis dan schipper
menunjukkan profit dan net book value account untuk sekitar 60% harga.

Methodological Issues
Pasar bisa saja tertipu oleh angka akuntansi yang disajikan manajer. Tidak ada kemampuan EMH
untuk membedakan dari persaingan hipotesis:

12

1. Hipotesis mekanistik: manajer sengaja menggunakan laporan akuntansi untuk


menyesatkan investor
2. Hipotesis no effect: pasar mengabaikan perubahan konsekuensi yang tidak memiliki
konsekuensi arus kas
LO 6. TRADING STRATEGIES
Post-announcement drift
Asumsi yang digunakan dalam kebanyakan studi mengenai kandungan informasi dari
angka-angka akuntansi adalah bahwa pasar modal bersifat efisien. Artinya, harga saham telah
menangkap dan mencerminkan semua informasi yang relevan dan tersedia. Dengan asumsi pasar
modal efisien, saham selalu diperdagangkan pada harga wajar dan investor ataupun trader tidak
dapat melakukan pembelian dengan harga yang undervalue ataupun menjual dengan harga yang
overvalue. Dengan demikian, seorang investor tidak mungkin untuk melampaui kinerja pasar
secara keseluruhan melalui keahliannya memilih saham, dan satu-satunya cara bagi investo
memperoleh return yang tinggi hanya membeli aset yang lebih beresiko.
Namun terdapat dua penyimpangan dalam hipotesis pasar modal efisien ini, yakni:
1. Post-announcement drift yakni

kondisi berlangsungnya return abnormal setelah

keuntungan perusahaan diumumkan.


2. Return abnormal dapat diperoleh dari trading yang didasarkan pada informasi akuntansi
yang bersifat public.
Winner/losers and overconfidence
Salah satu contoh dari anomali jangka panjang adalah winne/loser effect. Saham-saham
yang akan menghasilkan return positif yang ekstrim cenderung akan menjadi saham yang akan
menghasilkan return negatif yang ekstrim ke depan. Debondt dan Thale mengatakan bahwa
adanya pembalikan return dalam jangka panjang adalah terkait dengan overcofidence terhadap
informasi yang bersifat privasi. Selanjutnya dalam membentuk ekspektasi, investor memberikan
bobot yang terlalu besar terhadap kinerja masa lalu perusahaan dan bobot yang kecil terhadap
fakta bahwa adanya kecenderungan mean reverting dari return.

13

Mechanistic behavioral effect


Terdapat dua hipotesis seperti:
1. Reaksi pasar terhadap angka-angka akuntansi bersifat mekanistik, terepas dari apakah
angka tersebut hanya berupa kosmetik ataupun mempunyai implikasi cash flow.
Hipotesis ini berimplikasi bahwa perubahan akuntansi yang bersifat kosmetik dapat
mengelabui pasar
2. Pasar cenderung mengabaikan perubahan angka akuntansi yang tidak mempunyai implasi
cash flow. Hipotesis ini berimplikasi bahwa tidak ada return yang abnormal ketika terjadi
perusahaan akuntansi yang bersifat kosmetik

Manipulating accounting numbers


Dalam melakukan estimasi dan mengelola ataupun memanipulasi laporan keuangan,
akuntan dipengaruhi oleh subjektivitas dan interpretasi budaya yang berbeda-beda. Terdapat dua
pandangan terkait manipulasi akuntansi, yakni perspektif opportunistik dan informasional.
Dengan perspektif opportunistik, kecurangan merupakan manajemen penerimaan yang paling
ekstrim, dan manajemen perusahaan melakukan kecurangan tersebut untuk mengelabui
pengguna laporan keuangan. Sedangkan perspektif informasional terutama bekisar pada teori
signalling yang merupakan praktik dimana manajer menggunakan pengetahuan insider mengenai
laporan keuangan untuk memberikan sinyal informasi keuangan perusahaan kepada pihak yang
berkepentingan.

Detecting the quality and probability of accounting manaagement


Bukti-bukti di pasar modal menunjukkan bahwa perubahan akrual yang bersifat kosmetik
mempengaruhi harga saham. Bukti yang menunjukkan bahwa harga-harga akan kembali pada
nilai fundamentalnya meskipun dalam waktu yang cukup lama. Terdapat beberapa indikator yang
dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas dari penerimaan perusahaan, yakni pertama reaksi
harga saha, dapat digunakan sebagai indikasi kualitas. Namun, penelitian Sloan menunjukkan
14

bahwa pasar secara keseluruhan tidak mempunyai pemahaman yang cukup tentang akrual, dan
cenderung memberikan reaksi yang berlebihan terhadap akrual yang menaikkan pendapatan.
Kedua yakni reaksi analis finansial juga dapat digunakan untuk mengukur kualitas karena
keahlian para analis tersebut. Ketiga takni kekuatan corporate governance juga dapat digunakan
sebagai indikator kualitas. Beberapa peneliti menemukan bahwa kemungkinan manipulasi
akuntnasi opportunistik lebih besar ketika ada kebutuhan untuk menarik financial resources dan
perusahaan mempunyai board of directors yang didominasi oleh seorang CEO tidak mempunyai
komite audit dan kemungkinan kecil mempunyai anggota board dari luar.
Dari indikator tersebut, yang paling lemah adalah reaksi harga saham mengingat pasar
secara keseluruhan mempunyai pemahaman yang kurang mengenai akrual. Sementara itu,
indikator yang paling kuaat adalah reaksi inside trading menginat insider mempunyai
pengetahuan yang spesifik tentang perusahaan dan implikasinya pada akrual secara spesifik.

LO 7. ISSUES FOR AUDITORS


Terdapat bukti-bukti yang menjelaskan bahwa ada asosiasi antara cost of capital dengan
audit yang dilakukan Backwell, Noland dan Winters menyelidiki bahwa cost of capital
berhubungan dengan kualitas auditor. Hal ini dikarenakan bahwa Big auditor dipercaya
memiliki kualitas lebih baik dibandingkan auditor lain. Auditor besar dipercaya mampu
memberikan jaminan yang lebih meyakinkan terkait risiko gagal bayar perusahaan.
Perusahaan yang menggunakan jasa big auditor memiliki cost of capital yang lebih
rendah karena beberapa hal berikut:
1. Investor menilai kualitas audit. Ketika hasil audit memberikan hasil yang baik, maka
investor bersedia membayar lebih untuk membeli saham atau membebankan bunga yang
lebih rendah.
2. Perusahaan dianggap sebagai tempat investasi yaang baik. Dengan cost of capital yang
rendah ini memungkinkan manajer untuk memberikan kompensasi lebih tinggi kepada
large auditor.
3. Cost of capital dan pilihan auditor, dapat didasarkan pada kualitas dari manajemen
perusahaan atau peluang investasi yang muncul.

15

16

DAFTAR PUSTAKA

Godfrey, Jayne, Allan Hodgson, Ann Tarca, Jane Hamilton, and Scott Holmes. Accounting
Theory, 7th Ed. John Wiley & Sons, Inc. 2010

17