Anda di halaman 1dari 34

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN, HATTA RAJASA MENGATAKAN PEMERINTAH AKAN

MENYELESAIKAN KONFLIK TATA RUANG YANG DAPAT MENGHAMBAT PERTUMBUHAN EKONOMI


DAN INVESTASI. IA MENGATAKAN PERCEPATAN PENYELESAIAN KONFLIK TATA RUANG INI DILAKUKAN DI
BERBAGAI DAERAH SEPERTI BATAM, BALI, DAN BEBERAPA WILAYAH LAIN. PERCEPATAN DILAKUKAN, APALAGI SAAT
INI SUDAH ADA 19 PROVINSI YANG MEMILIKI PERATURAN DAERAH (PERDA) RENCANA TATA RUANG WILAYAH
(RTRW). SEDANGKAN RTRW UNTUK KABUPATEN DAN KOTA SUDAH SELESAI 70%," UJARNYA, SENIN (13/1).
HATTA MENGATAKAN, PENYELESAIAN KONFLIK TATA RUANG PENTING MENJADI PERHATIAN. SALAH SATUNYA
TERJADI DI BATAM KARENA MERUPAKAN KAWASAN INDUSTRI. NAMUN, INI BELUM SESUAI DENGAN

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN (MENHUT) YANG MENYATAKAN ITU ADALAH HUTAN


LINDUNG. MENURUT HATTA, TIM TERPADUNYA SUDAH MELAKUKA N PENYESUAIAN TATA RUANG UNTUK
KONSERVASI

DAN

INVESTASI.

SELAIN DI BATAM, ADA PULA KONFLIK TATA RUANG DI BALI KARENA ADA KETIDAKSESUAIAN ANTARA WILAYAH
KONSERVASI DAN INVESTASI DI TANJUNG BENOA. "KAMI SUDAH MINTA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN
PERIKANAN (KKP) MELAKUKAN KAJIAN UNTUK KEDUA WILAYAH ITU. DIHARAPKAN TIDAK ADA KONFLIK LAGI
ANTARA
KAWASAN
INVESTASI
DENGAN
KONSERVASI,"
PAPARNYA.
MENURUT HATTA, INVESTOR AKAN BERPIKIR ULANG JIKA TATA RUANG SEBUAH WILAYAH BERMASALAH,
APALAGI JIKA KAWASAN INDUSTRI TAK SESUAI DENGAN TATA RUANG YANG DITETAPKAN,
SEHINGGA PERLU ADA PENATAAN.

Apa itu Konflik?

Hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau


kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki sasaran
yang tidak sejalan (Fisher 2000).
Situasi dimana tindakan salah satu kelompok mengurangi
nilai hasil dari kelompok lain (Sissons dan Ackoff 1966).
Interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain
saling bergantung namun terpisahkan oleh perbedaan
tujuan dimana setidaknya salah satu dari pihak-pihak
tersebut menyadari perbedaan tersebut dan melakukan
tindakan terhadap perbedaan tersebut (Minnery 1985) .

Jenis konflik

Konflik dalam proses perencanaan


Konflik dalam proses pengendalian
Konflik dalam proses pemanfaatan

Lingkup konflik
Sosial
Lingk
Ekonomi

Lingkup konflik
Antar Wilayah
Antar Lembaga
Antar Individu

Konflik perencanaan

Data yang tdk sinkron


Data

penggunaan lahan
Data penduduk
dll

Alokasi ruang sektoral


Lahan

pertanian pangan berkelanjutan

Konflik pengendalian

Konflik dalam proses perijinan


Konflik dalam pemberian insentif
Konflik dalam penertiban

Konflik Pemanfaatan Ruang

Perwujudan
Struktur Ruang

Perwujudan
Kaw. Lindung

Perwujudan
Kaw. Budidaya

Konflik pemanfaatan ruang


Permukiman
Permukiman KRB Merapi

Ketentuan umum peraturan zonasi


Kawasan rawan bencana
tidak diperbolehkan pengembangan hunian hidup
di area terdampak langsung letusan merapi
2010;
tidak diperbolehkan menambah prasarana dan
sarana baru di area terdampak langsung letusan
merapi 2010;
tidak diperbolehkan pengembangan permukiman
baru di kawasan rawan bencana Merapi III;

Permukiman kumuh perkotaan

Memanfaatkan kawasan
lindung sempadan sungai
Rawan bencana (banjir,
longsor)
Kualitas lingkungan kurang
Masyarakat kurang mampu

Urban Sprawl

Perkembangan permukiman
tidak terkontrol
Mempercepat alih fungsi
Boros infrastruktur

Pertambangan

Tambang batubara vs
hutan
Tambang pasir vs resapan
air

Transportasi

Pedagang kaki lima


Papan reklame
Galian pipa dan kabel

Pembangunan Jalan dan Jembatan

Flyover Jombor
terkendala tanah warga
Jalan Tol
Jembatan jalan Melati
Wetan

Konflik Mall depan Polda

Tanah eks BHS luas kurang lebih 5 ha


Analisis sosial, ekonomi, lingkungan
Ijin sudah dikeluarkan
Terjadi penolakan dari sebagian warga

Solusi Konflik

Rencana tata ruang harus berkualitas (proses


penyusunan dan hasilnya) dan rinci
Sinkronisasi produk rencana tata ruang
Pelibatan masyarakat
Pemanfaatan ruang dilakukan melalui kajian yang
komprehensif (ekonomi, sosial, lingkungan)

Pola Ruang

Kendala Regulasi
Pasal 37 ayat 7 UUPR
Setiap pejabat pemerintah dilarang menerbitkan izin
pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan
rencana tata ruang
Pasal 73 ayat 1 UUPR
Setiap pejabat yang menerbitkan izin tidak sesuai dg
tata ruang dipenjara paling lama 5 tahun dan
didenda paling banyak Rp.500.000.000

Dasar Perijinan di Sleman


Ditetapkan kebijakan Pengaturan penggunaan tanah
dengan Perda 19 tahun 2001 tentang IPPT

Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 9 Tahun 2009


Tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah
Kabupaten Sleman

Ditetapkan SK Bupati nomor 53 tahun 2003 tentang Juklak


IPPT

Perbub 11 TAHUN 2005 Perubahan atas Keputusan Bupati


Sleman Nomor 53/Kep.Kdh/A/2003 Tentang Petunjuk
Pelaksanaan Perda Kabupaten Sleman Nomor 19 Tahun
2001 Tentang Izin Peruntukan Penggunaan Tanah

Dasar Perijinan di Sleman


Perbub 19/Per.Bup/2005 Juklak Pelepasan Perubahan
Peruntukan Dan Sewa Menyewa Tanah Kas Desa

Perbub 18/Per.Bup/2005 Persyaratan Tata Bangunan


Dan Lingkungan

Perbub 9/Per.Bup/2006 Perubahan atas keputusan


Bupati Sleman No.16/Kep.KDH/A/2004 Tentang
pengendalian kegiatan dikawasan lindung

Perbub 12/Per.Bup/2006 Perubahan atas Keputusan


Bupati Sleman No.18/Per.Bup./A/2005 Tentang
persyaratan tata bangunan dan lingkungan (RTBL)

Beberapa Kebijakan lainnya:

Dasar Perijinan di Sleman

Perda 5 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung


Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2006 Tentang
Pembangunan Menara Telekomunikasi Seluler.

Perda 5 Tahun 2006 Retribusi Izin Pembangunan Menara


Telekomunikasi Selular

18 Tahun 2006 Persyaratan Tata Bangunan Dan


Lingkungan

Peraturan Bupati Sleman Nomor 11 Tahun 2007 tentang


Pengembangan Perumahan

Proses Perijinan di Sleman


Permohonan kepada Bupati
melalui BPPD

Sesuai Dengan
Tata Ruang

Kondisi
Eksisting

Dokumen
Perencanaan TR

Masukan
SKPD
Teknis

Peraturan
Perundangan
Ketataruangan

Rapat Koordinasi
Perijinan (IPPT)

REKOMENDASI
BPPD
Bupati
Diijinkan/Ditolak

Beberapa Kebijakan lainnya:

Aspek Kajian

Aspek tata ruang


Kondisi lahan eksisting
Rencana pemanfaatan ruang berdasarkan RTRW dan
RDTR

Kondisi eksisting dan rencana Sarana dan prasarana


Aspek penguasaan tanah
Status tanah
Hubungan hukum dengan pemilik tanah

Beberapa Kebijakan lainnya:

Aspek Kajian

Aspek ekonomi

Peluang kerja
Peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat

Aspek sosial budayaya


Akseptabilitas masyarakat
Pengaruh terhadap budaya masyarakat
Aspek lingkungan
Pengaruh terhadap lingkungan biogeofisik

Beberapa Kebijakan lainnya:


Tugas (Membuat rekomendasi)
Rencana
pembangunan
ecowisata di
Candibinangun,
Pakem Sleman

Kawasan
lindung resapan
air, budidaya
pertanian

Eksisting sawah

Beberapa Kebijakan lainnya:


Tugas (Membuat rekomendasi)
Rencana
pembangunan
International
Fishing and Park
di Trihanggo
Gamping

Kawasan
Permukiman
Perkotaan

Ekisting sawah

Beberapa Kebijakan lainnya:


Tugas (Membuat rekomendasi)
Rencana
pembangunan
WaterPark di
Sendangadi
Mlati

Kawasan
Permukiman
Perkotaan

Ekisting sawah