Anda di halaman 1dari 4

PENYARINGAN PASIEN DENGAN TRIASE

PENGERTIAN
Kegiatan mengidentifikasi pasien yang potensial menularkan kuman
tuberkulosis
Tujuan
Pasien TB Cepat Datang, Cepat dilayani, Cepat Pulang agar
meminimalkan kontak sehingga bakteri Tb tak menyebar ke pasien lain,
pengunjung RS maupun petugas RS
Persiapan alat
a. Petugas pendaftaran menyiapkan masker
b. Petugas pendaftaran menyiapkan nomor antrian poli yang kosong 1-5
khusus untuk pasien TB dan Suspek TB
Pelaksanaan
a. Pasien datang ke pendaftaran
b. Petugas pendaftaran lakukan anamnesa keluhan pasien disertai
dengan melihat riwayat di status pasien
c. Segera beri dan motivasi pakai masker kepada pasien jika didapati
tanda- tanda TB seperti batuk lama >3 minggu.
d. Beri nomor antrian awal (1-5)
e. Arahkan pasien menunggu di tempat yang terkena sinar matahari dan
tempat yang terbuka (di kursi tunggu di depan kolam).
1. Protap pendidikan pasien mengenai etika batuk
Tujuan
Meminimalkan penyebaran bakteri saat pasien batuk
Persiapan alat
a. Tissue / sapu tangan
b. Masker bedah
Pelaksanaan
a. Petugas kesehatan (dokter dan perawat) cuci tangan
b. Tempatkan pasien di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari
c. Atur posisi nyaman pasien
d. Anjurkan pasien untuk menarik nafas dalam 4-5 kali
e. Pada tarikan selanjutnya, nafas ditahan dalam 1-2 detik
f. Persilahkan dan ingatkan pasien untuk selalu tutup mulut dan hidung
menggunakan tissue atau sapu tangan atau masker pada saat
batuk,atau tutup menggunakan lengan atas pasien jika tak tersedia
tissue, sapu tangan atau masker
g. Persilakan pasien angkat bahu dan longgarkan dada kemudian
batukkan dengan cepat dan kuat
h. Masukkan produk sekret ke dalam pot dahak jika spesimen dahak akan
diperiksa
i. Rapikan pasien dan alat
j. Buang sampah medis ke dalam tempat sempah medis
k. Petugas cuci tangan

2. Protap pengelolaan penunggu pasien


Tujuan
Mengatur pola penunggu pasien agar tidak terjadi penularan infeksi dari
pasien ke penunggu
Persiapan alat
a. Kartu tunggu pasien
b. Masker
Pelaksanaan
a. Pasien TB dikirim dari poli ke rawat inap
b. Petugas medis rawat inap memberikan penjelasan kepada penunggu
pasien
c. Jelaskan ke penunggu pasien bahwa pasien hanya boleh ditunggu oleh
satu orang penunggu
d. Penunggu diberikan kartu tunggu pasien yang berlaku satu kartu satu
penunggu
e. Setiap pergantian penunggu, penuggu wajib lapor ke ruang jaga
perawat untuk diberi kartu penunggu
f. Penunggu diberi penjelasan bahwa harus memakai masker bedah saat
di dalam ruangan pasien
g. Petugas kesehatan memasang pemberitahuan (Mohon penunggu dan
pengunjung hanya satu orang) yang ditempel dipintu ruang pasien TB
3. Protap perlindungan petugas pemakaian APD
Memakai masker bedah
4. Protap pengiriman pasien TB ke instansi lain

5. Protap sterilisasi ruangan (TB)


Tujuan
Mematikan bakteri TB yang sensitif terhadap sinar UV
Persiapan alat
a. Rol kabel
b. Lampu UV
c. Saklar
Pelaksanaan
a. Bersihkan dan pel ruangan terlebih dahulu dengan larutan disinfektan
b. Tutup semua jendela dan pintu kaca dengan plastik atau kertas warna
hitam atau gelap untuk menghalangi sinar masuk atau keluar
c. Letakkan lampu UV tepat di tengah ruangan
d. Pasang stop kontak di luar ruangan
e. Petugas keluar ruangan, pintu ditutup
f. Hidupkan dari luar, setting hidup selama 2 jam
g. Beri tanda larangan masuk ruangan di handle pintu
h. Setelah 30 menit lampu UV padam, ruangan dibuka dan seluruh
penutup kaca dibuka
i. Catat di buku sterilisasi ruang
6. Protap pengelolaan limbah sisa pasien TB
A. Pembuangan sampah

Persiapan alat
Tempat sampah infeksius
Pelaksanaan
a. Petugas memakai masker dan sarung tangan
b. Siapkan tempat sampah infeksius di poli D.O.T, IGD dan dekat
ruangan rawat inap pasien TB
c. Tempat sampah dilapisi dengan plastik warna kuning
d. Buka tempat sampah kemudian masukkan sampah medis dari
pasien TB (masker, pot sputum bekas pakai)
e. Tutup kembali tempat sampah
f. Lepas sarung tangan dan masukkan ke tempat sampah medis
g. Cuci tangan setelah buang sampah
B. Pengelolaan sampah
Pelaksanaan
a. Petugas memakai sarung tangan dan masker
b. Waktu pengangkutan dilakukan setiap hari pada pukul 06.00 s/d
10.00 dan pukul 19.00 s/d 20.00
c. Sampah medis diangkut dalam keadaan tertutup dengan
memperhatikan aspek K3
d. Sampah medis ditampung di tempat pembuangan sampah medis
sementara
e. Pengelolaan sampah medis bekerja sama dengan PT. Arah
Environtmental
f. Petugas cuci tangan

7. Protap penggunaan masker N95


a. Petugas menggunakan N95 jika melakukan kontak dengan pasien TB
BTA positif.
b. Periksa sisi masker yang menempel pada wajah untuk melihat cacat
atau lapisan yang tidak utuh, jika ditemukan maka masker tersebut
tidak dapat digunakan
c. Periksa tali masker apakah tersambung dengan baik, tali harus
menempel dengan baik di semua sambungan
d. Pastikan klip hidug yang terbuat dari logam berada pada tempatnya
dan berfungsi dengan baik
e. Genggamlah respirator dengan satu tangan
f. Posisikan sisi depan bagian hidung respirator pada ujung jarijari
anda, biarkan tali pengikat respirator menjuntai bebas di bawah tangan
anda
g. Posisikan respirator dibawah dagu anda dansisi untuk hidungberada di
atas
h. Tariklah tali pengikat respirator yang atas danposisikan agak tinggi
dibelakang kepala anda diatas telinga.
i. Tariklah tali pengikatrespirator yang bawah danposisikan tali di bawah
telinga

j. Letakkan jari jari kedua tangananda diatas bagian hidung yang


terbuat dari logam. Tekan sisi logam tersebut (gunakan 2 jari dari
masing-masing tangan mengikuti bentuk hidung anda.
k. Jangan
menekan
respiratordengan
satu
tangan
karena
dapatmengakibatkan respirator bekerjakurang efektif
l. Tutup bagian depan respirator dengan kedua tangan, dan hati hati
agar posisi respiratortidak berubah

m. Cek kerapatan respirator:


1) Hembuskannapas kuat kuat. Tekanan positifdi dalam respirator
berarti tidak ada kebocoran.Bila terjadi kebocoran atur posisi
dan/atauketegangan tali. Uji kembali kekuatan respirator.Ulangi
langkah tersebut sampai respirator benar benar tertutup rapat.
2) Tarik napas dalam dalam. Bila tidak ada kebocoran, tekanan
negatif akan membuatrespirator menempel ke wajah. Kebocoran
akanmenyebabkan hilangnya tekanan negatif didalam respirator
akibat udara masuk melalui celahcelah pada segelnya.
n. Masing-masing petugas memiliki satu masker N95 yang diberi nama
dan tanggal, disimpan maksimal 3 hari dengan penjemuran di bawah
sinar matahari pada siang hari.