Anda di halaman 1dari 4

Membuat Kurva-S [Manajemen Proyek]

5:45 AM

Haris Pradipta

43 comments

(Malang, HARISPRADIPTA.blogspot.com)
http://harispradipta.blogspot.co.id/2010/05/membuat-kurva-s-manajemen-proyek.html

Akhirnya gue mengerjakan Proyek Akhir juga. Apa itu Proyek Akhir? Proyek Akhir itu Skripsinya
Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang ambil studi D3. Lalu apa hubungannya dengan judul post ini?
Nah, begini ceritanya. Judul Proyek Akhir gue Studi Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan
Pekerjaan Dinding Menggunakan Batu Bata Ringan Citicon Dengan Batu Bata Merah Proyek
Pembangunan Rumah Dua Lantai Perumahan Araya Kavling 43 & 45, panjang ya? Karena menurut gue
yang panjang itu pasti keren!
Nah, seperti yang tertera dalam judul, gue membahas tentang biaya dan waktu. Untuk perhitungan biaya
proyek, teman-teman dapat membaca di post gue sebelumnya tentang cara-cara perhitungan RAB (klik
disini). Setelah perhitungan RAB, para kontraktor harus meneruskan pekerjaannya menghitung RAP atau
Rencana Anggaran Pelaksanaan. RAP kebutuhan material dan tenaga secara detail untuk
menyelesaikan suatu bangunan, atau dapat juga dimaksud dengan penjabaran dari RAB (Rencana
Anggaran Biaya). Pada umumnya RAB digunakan untuk mengajukan penawaran pekerjaan borongan,
sedangkan RAP digunakan untuk menentukan jumlah material dan tenaga dalam pelaksanaan
pembangunan.
Kemudian setelah jumlah duit berhasil diketahui, maka kontraktor dapat melangkah ke pembuatan kurva
S. Untuk contoh mudahnya saya ambilkan dari proyek yang kapasitasnya kecil (gue belum dapat
persetujuan untuk mempublikasikan RAB, RAP dan kurva S proyek yang gue gunakan sebagai obyek
Proyek Akhir. Sori).
Tapi sebelum itu, mari kita kenal dulu apa itu kurva S atau dalam bahasa kerennya disebut S-Curve.
Kurva S secara grafis adalah penggambaran kemajuan kerja (bobot %) kumulatif pada sumbu vertikal
terhadap waktu pada sumbu horisontal. Kemajuan kegiatan biasanya diukur terhadap jumlah uang yang
telah dikeluarkan oleh proyek. Perbandingan kurva S rencana dengan kurva pelaksanaan
memungkinkan dapat diketahuinya kemajuan pelaksanaan proyek apakah sesuai, lambat, ataupun lebih
dari yang direncanakan.
Bobot kegiatan adalah nilai persentase proyek dimana penggunaannya dipakai untuk mengetahui
kemajuan proyek tersebut.

Misalnya sebuah proyek memiliki bobot pekerjaan seperti pada tabel di bawah ini.

Maka perhitungan bobot kegiatan (2), beton/dinding adalah:

Setelah mendapatkan bobot kegiatan, selanjutnya adalah membuat tabel bar chartdan bobot kegiatan
yang didistribusikan ke setiap periode kegiatan. Misalnya, kegiatan beton/dinding akan dilaksanakan
selama enam minggu, maka bobot kegiatan beton/dinding per periode adalah:

Hasil setiap periode dijumlahkan dan selanjutnya bobot per periode ditambahkan periode sebelumnya
sehingga akhir proyek akan mencapai bobot 100 %. Selanjutnya, dibuatkan kurva dengan memplot nilai
bobot per periodenya, seperti pada gambar di bawah ini.

klik untuk perbesar

Banyak orang bingung tentang bagaimana mengalokasikan waktu untuk tiap-tiap jenis kegiatan
pekerjaan (dalam gambar tertera bahwa pekerjaan beton/dinding dialokasikan menjadi 6 minggu).
Mungkin bagi para ahli manajemen proyek, ini bukan hal yang sulit namun bagi gue hal ini cukup
membuat gue tidak bisa tidur semalaman.
Untuk mengalokasikan waktu dari sebuah pekerjaan kita dapat menggunakan cara volume pekerjaan
dinding keseluruhan harus dibagi dengan kecepatan konstruksi material batu bata merah, yaitu 6 8
m2/hari.
Jika dalam pembuatan Time Schedule waktu dibagi menjadi per minggu, maka hasil pembagian volume
pekerjaan dengan kecepatan konstruksi harus dibagi dengan tujuh hari dalam satu minggu.
Misalnya pada contoh proyek pada lantai satu memiliki volume pekerjaan dinding sebesar 51 m 3. Maka
langkah untuk menghitung alokasi pekerjaan, pertama adalah konversi satuan volume dari m 3 menjadi
m2, karena 1 m3 sama dengan 6,7 m2(tebal bata pada umumnya), maka:
51 m3 x 6,7 = 341,7 m2
Kemudian satuan luas yang didapat dari konversi volume pekerjaan dibagi dengan kecepatan konstruksi
dinding menggunakan pasangan batu bata merah:

Jika dalam time schedule waktu pelaksanaan didistribusikan menjadi satuan minggu, maka jumlah hari
yang diperoleh harus dibagi dengan tujuh hari:

Jadi jika bobot pekerjaan dinding batu bata merah misalnya 5,787 %, maka persentase tersebut harus
dibagi dengan jumlah minggu yang ditemukan. Kemudian hasilnya dimasukkan pada chart pada time
schedule dalam satuan persen yang telah ditemukan, yaitu 0,965 %.

Nah, sekarang sudah dapat kita ketahui darimana angka 0,965 di gambar time schedule di atas dan
bagaimana cara alokasi waktu enam minggu untuk pekerjaan beton/dinding.
Semoga post ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Pada post berikutnya gue janji akan
membagikan Proyek Akhir gue pada teman-teman sekalian. Tentunya kalau Proyek Ahir gue sudah diuji.
Gue harap teman-teman sudi memberikan kritik dan saran.(download laporan Proyek Akhir saya di sini)
NB: Sebagai referensi teman-teman dapat unduh file contoh perhitungan RAB dan pembuatan kurva-S
(klik disini).