Anda di halaman 1dari 8

Kopi

Etimologi

Sejarah

an budidaya tanaman kopi tidak memungkinkan. Barulah pada tahun 1600-an, seorang peziarah India bernama
Kata kopi sendiri awalnya berasal dari bahasa Arab: Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil keluar dari
qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya ko- Mekah[2]dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar
pi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.[1] Kata Arab.
qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh
yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koe dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koe segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.[1]

2.1

Bermula di Afrika

Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM,[2]


pendapat lain mengatakan 850 M.[3] Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia,
mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak
hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein
dan energi tubuh.[4] Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja, ketika penggembala bernama Khalid
seorang Abyssiniamengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam, setelah memakan sejenis buah beri.[3] Ia pun
mencoba memasak dan memakannya.[2] Kebiasaan ini
kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih
menggunakan metode konvensional. Barulah beberapa
ratus tahun kemudian, biji kopi ini dibawa melewati Laut
Merah dan tiba di Arab dengan metode penyajian yang
lebih maju.[4]

Venesia, kota perdagangan kopi di era awal masuknya kopi di


Eropa.

2.2

2.4 Mencapai ke Martinik, Perancis

2.3 Kopi mencapai pasar Eropa


Biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia.[4] Ia
mendapatkan pasokan biji kopi dari orang Turki, namun
jumlah ini tidaklah mencukupi kebutuhan pasar. Oleh
kerena itu, bangsa Eropa mulai membudidayakannya.[4]
Bangsa Belanda adalah salah satu negara Eropa pertama yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616.
Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa ke Pulau
Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. Pada saat
itu, Indonesia masih merupakan negara jajahan Kolonial
Belanda.[4]

Penyebaran kopi di Arab

Bangsa Arab yang memiliki peradaban yang lebih maju


daripada bangsa Afrika saat itu, tidak hanya memasak biji kopi, tetapi juga direbus untuk diambil sarinya.[4] Pada
abad ke-13, umat Muslim banyak mengonsumsi kopi sebagai minuman penambah energi saat beribadah di malam hari.[5] . Kepopuleran kopi pun turut meningkat seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga
mencapai daerah Afrika Utara, Mediterania, dan India.[4]

Pada sekitar tahun 1714-an, Raja Perancis Louis XIV


menerima sumbangan pohon kopi dari bangsa Belanda
sebagai pelengkap koleksinya di Kebun Botani Royal Paris, Jardin des Plantes.[4] Pada saat yang sama, serorang
angkatan laut bernama Gabriel Mathieu di Clieu ingin
membawa sebagian dari pohon tersebut untuk dibawa ke
Martinique. Akan tetapi, hal tersebut ditolak oleh Louis XIV dan sebagai balasannya, ia memimpin sejumlah
Pada masa ini, belum ada budidaya tanaman kopi di luar pasukan untuk menyelinap masuk ke[6]dalam Jardin des
daerah Arab karena bangsa Arab selalu mengekspor biji Plantes untuk mencuri tanaman kopi.
kopi yang infertil (tidak subur) dengan cara memasak dan Keberhasilan Gabriel Mathieu di Clieu membawa tanammengeringkannya terlebih dahulu.[2] Hal ini menyebabk- an kopi ke Martinik merupakan suatu pencapaian yang
1

2 SEJARAH

sangat besar.[6] Hal ini dikarenakan budidaya tanaman


kopi di sana cukup baik. Hanya dalam kurun waktu 50
tahun, telah terdapat kurang lebih 18 juta pohon kopi dengan varietas yang beragam. Progeni inilah yang menjadi
salah satu sumber dari kekayaan jenis kopi di dunia.[6]

2.5

Bunga kopi untuk Brasil

Pada tahun 1727, pemerintah Brasil berinisiatif untuk


menurunkan harga pasaran kopi di daerahnya, karena pada saat itu kopi masih dijual dengan harga tinggi dan
hanya bisa dinikmati oleh kalangan elit.[4] Oleh karena
itu, pemerintah Brasil mengirimkan agen khusus, Letnan Kolonel Francisco de Melo Palheta, untuk menyelinap masuk ke Perancis dan membawa pulang beberapa bibit kopi. Perkebunan kopi di Perancis memiliki
penjagaan yang sangat ketat sehingga hal tersebut tidak
memungkinkan.[4] Palheta pun mencari jalan lain dengan
cara mendekati istri gubernur. Sebagai hasil kerja kerasnya, ia membawa pulang sebuah buket berisi banyak biji kopi yang diberikan oleh istri gubernur seusai jamuan
makan malam. Dari pucuk-pucuk inilah bangsa Brasil
berhasil membudidayakan kopi dalam skala yang sangat
besar sehingga bisa dikonsumsi oleh semua orang.[4]

2.6

Garis Waktu

Sejarah penemuan kopi telah dimulai ribuan tahun lalu.


Berikut sejarahnya secara singkat:[7]

untuk pertama kalinya dalam sejarah.


1453: Ottoman Turki memperkenalkan minuman
kopi di Konstantinopel. Di sana dibuka kedai kopi pertama di dunia bernama Kiva Han pada tahun
1475.
1511: Kopi dianggap minuman yang suci oleh
Sultan Mekah sebagai tindak lanjut dari aksi Khait
Beg yang ingin melarang peredaran kopi.
1600: Paus Clement VIII mengizinkan umat
Kristiani untuk meminum kopi setelah timbul berbagai perdebatan karena minuman ini berasal dari
imperium Ottoman.Pada tahun yang sama, minuman kopi masuk ke Italia.[2]
1607: Kapten John Smith memperkenalkan minuman kopi di Amerika Utara saat bertugas untuk
menemukan koloni Virginia di Jamestown.
1645: Kedai kopi pertama di Italia dibuka.
1652: Kedai kopi pertama di Inggris dibuka dan segera menjamur ke berbagai pelosok di setiap daerah.
1668: Bir tergantikan oleh kopi sebagai minuman
terfavorit di New York.
1672: Kedai kopi pertama di Paris dibuka.
1675: Franz Georg Kolschitzky menemukan biji
kopi dan mengklaimnya sebagai hadiahnya saat terjadi perang di Viena. Setelah itu, ia membuka kedai
kopi di Eropa Tengah dan menjual minuman kopi
yang telah disaring, diberi pemanis, dan susu.
1690: Bangsa Belanda mulai mendistribusikan dan
membudidayakan biji kopi secara komersial di
Ceylon dan Jawa.
1714: Gabriel Mathieu do Clieu berhasil mencuri biji kopi dari suguhan bangsawan Belanda kepada Raja Perancis Louis XIV dan menanamnya di
Martinik yang merupakan sumber dari 90% jenis
tanaman kopi di dunia saat ini.
1721: Kedai kopi pertama di Berlin dibuka.
1727: Era industri kopi di Brasil dimulai dan hal ini
dipelopori oleh Letnan Kolonel Francisco de Melo
Palheta.
1775: Sang Frederick dari Prusia memblok semua
import kopi hijau yang kemudian dengan segera dikecam oleh masyarakatnya.

Kafe Royal, salah satu kedai kopi pertama di London.

1000 SM: Saudagar Arab membawa masuk biji kopi


ke daerah Timur Tengah dan membudidayakannya

1900: Perusahaan Hill Bros. mengomersialkan minuman kopi kalengan.


1901: Satori Kato berhasil memproduksi minuman
kopi cepat saji.

3.1

Biji kopi arabika

Biji kopi arbika, jenis kopi dengan cita rasa terbaik.


Nescafe, dikomersialkan pertama kali pada tahun 1938 di Swiss.

1903: Ludwig Roselius, seorang keturunan German


berhasil memisahkan kafein dari biji kopi dan menjual produknya dengan nama Sanka di Amerika Serikat.
1920: Penjualan kopi di Amerika Serikat meningkat
tajam.
1938: Perusahaan Nestle mengkomersilkan produk
kopinya yang bernama Nescafe di Swiss.

dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika
Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia.[9] Secara
umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis
atau subtropis.[9] Kopi arabika tumbuh pada ketinggian
6002000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat
tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 o C. Biji kopi
yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.[9]

1946: Achilles Gaggia berhasil membuat kopi


mokacino untuk pertama kalinya.[7]

Biji kopi

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coea arabica) dan robusta (Coea robusta).[8] Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.

3.1

Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan ci- Biji kopi robusta, jenis kopi kelas 2.
ta rasa terbaik.[8] Sebagian besar kopi yang ada dibuat

3.2

5 PEMBUATAN MINUMAN KOPI

Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898.[9] Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi
kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam,
dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu.[8] Kopi robusta dapat
ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap
serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi
robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan
Amerika Selatan.[9]

4 Jenis-jenis minuman kopi


Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam
jenisnya.[11] Masing-masing jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik. Berikut
ini adalah beberapa contoh minuman kopi yang umum
dijumpai:[12]
Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari
perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.[11]
Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan
mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas
pada tekanan tinggi.[12]
Latte (coee latte), merupakan sejenis kopi espresso
yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan
kopi 3:1.[12]
Caf au lait, serupa dengan cae latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.[11]
Ca macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu
4:1.[12]
Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan
susu, krim, dan serpihan cokelat.[12]
Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu.[11]
Frapp, merupakan espresso yang disajikan
dingin.[11]

Biji kopi luwak hasil fermentasi alami di perut hewan luwak.

Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan


dan digranulasi.[12]
Kopi Irlandia (irish coee), merupakan kopi yang
dicampur dengan wiski.[11]

3.3

Kopi luwak

Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi arabika dan robusta. Biasanya disetiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing
dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas. Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli
Indonesia.[10]
Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi
di dunia.[9] Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat
unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini. Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis
arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau
sejenis musang.[8] Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini.[10] Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya.
Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan
luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat
oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan
cita rasa tambahan yang unik.[10]

Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan


memasak biji kopi bersama dengan gula.[11]
Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.[11]
Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.[12]
Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan
jagung, kacang kedelai, dan wijen.[11]

5 Pembuatan minuman kopi


Kopi akan menjalani serangkaian proses pengolahan
yang panjang dari biji kopi untuk menjadi minuman
kopi.[12] Berbagai metode pengolahan biji kopi telah dicoba untuk menghasilkan minuman kopi terbaik. Dalam hal ini, proses penanaman juga turut berperan dalam
menciptakan cita rasa kopi yang baik.[12]

5.4

Seni perebusan

5
baik akan menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan
yang baik.[1] Hasil penggilingan ini harus segera dimasukkan dalam wadah kedap udara agar tidak terjadi perubahan cita rasa kopi.[1]

Biji kopi siap panen dan bungan putihnya.

5.1

Pemanenan dan pemisahan cangkang

Tanaman kopi selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan


berbunga putih.[1] Bunga ini kemudian akan menghasilkan buah yang mirip dengan ceri terbungkus dengan
cangkang yang keras.[1] Hasil dari pembuahan di bunga
inilah yang disebut dengan biji kopi. Pemanenan biji kopi
biasanya dilakukan secara manual dengan tangan. Pada
tahap selanjutnya, biji kopi yang telah dipanen ini akan
dipisahkan cangkangnya.[12] Terdapat dua metode yang
umum dipakai, yaitu dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin. Pada kondisi daerah yang kering biasanya digunakan metode pengeringan langsung di bawah
sinar matahari.[12] Setelah kering maka cangkang biji kopi akan lebih mudah untuk dilepaskan. Di Indonesia, biji
kopi dikeringkan hingga kadar air tersisa hanya 30-35%
[13]
Metode lainnya adalah dengan menggunkan mesin.
Sebelum digiling, biji kopi biasanya dicuci terlebih dahulu. Saat digiling dalam mesin, biji kopi juga mengalami fermentasi singkat.[12] Metode penggilingan ini cenderung memberikan hasil yang lebih baik daripada metode
pengeringan langsung.[12]

Pot vakum, salah satu alat yang dapat digunakan untuk merebus
biji kopi.

5.4 Seni perebusan

Perebusan merupakan langkah akhir dari pengolahan biji kopi hingga siap dikonsumsi. Untuk menciptakan minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi
harus dilakukan dengan baik dan sempurna.[1] Terdapat
banyak variabel dalam perebusan biji kopi, antara lain
komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang
dipakai, metode, dan waktu perebusan.[1] Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat menyebabkan penurunan
cita rasa. Sebagai contoh, perebusan yang terlalu lama bi5.2 Pemanggangan
asanya akan menimbulkan rasa kopi yang terlalu pahit.[1]
Oleh karena itu, bukanlah hal yang mudah untuk menyaSetelah dipisahkan dari cangkangnya, biji kopi telah si- jikan kopi yang baik.[1]
ap untuk masuk ke dalam proses pemanggangan.[12] Proses ini secara langsung dapat meningatkan cita rasa dan
warna dari biji kopi. Secara sik, perubahan biji kopi 5.5 Dekafeinasi
terlihat dari pengeringan biji dan penurunan bobot secara keseluruhan.[12] Pori-pori di sekeliling permukaan biji Dekafeinasi atau penghilangan kafein termasuk ke dapun akan terlihat lebih jelas. Warna cokelat dari biji kopi lam metode tambahan dari keseluruhan proses pengolahan kopi.[12] Dekafeinasi banyak digunakan untuk mengjuga akan terlihat memekat.[12]
urangi kadar kafein di dalam kopi agar rasanya tidak terlalu pahit. Selain itu, dekafeinasi juga digunakan untuk menekan efek samping dari aktivitas kafein di dalam
5.3 Penggilingan
tubuh.[14] Kopi terdekafeinasi sering dikonsumsi oleh pePada tahap selanjutnya, biji kopi yang telah kering di- candu kopi agar tidak terjadi akumulasi kafein yang bergiling untuk memperbesar luas permukaan biji kopi[12] . lebihan di dalam tubuh[14] . Proses dekafeinasi dapat dilaDengan bertambah luasnya permukaan maka ekstraksi kukan dengan melarutkan kafein dalam senyawa metilen
akan menjadi lebih esien dan cepat. Penggilingan yang klorida dan etil asetat.[12]

9 REFERENSI

Kafein

Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi.[15]


Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit.[16] Berbagai efek kesehatan dari kopi
pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam
tubuh. Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah
meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek siologis berupa peningkatan
energi.[17] Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengonsumsi kopi.[16] Kafein
tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi
juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.[14][16]
Kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding.
Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh
perharinya adalah 100150 mg.[15] Dengan jumlah ini,
litian justru menyingkapkan hal sebaliknya. Kandungan
tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup
kafein yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu me[15]
untuk membuatnya tetap terjaga.
nekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap.[22] SelaSelama proses pembutan kopi, banyak kafein yang hi- in itu, kafein mampu menurunkan risiko terkena diabelang karena rusak ataupun larut dalam air perebusan.[15] tes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh
Di samping itu, pada beberapa kasus pengurangan kadar terhadap insulin.[17] Kafein dalam kopi juga telah terbukkafein justru dilakukan untuk disesuaikan dengan tingkat ti mampu mencegah penyakit serangan jantung.[22][23]
kesukaan konsumen terhadap rasa pahit dari kopi. Meto- Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat memde yang umum dipakai untuk hal ini adalah Swiss Water buat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentraProcess.[18] Prinsip kerjanya adalah dengan menggunak- si walau tidak signikan.[23][24] Di bidang olahraga, koan uap air panas dan uap untuk mengekstraksi kafein dari pi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertandalam biji kopi.[18] Pesatnya perkembangan ilmu penge- ding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningtahuan pada era ini juga telah memungkinkan implemen- katkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan
tasi bioteknologi dalam proses pengurangan kadar kafe- glikogen (gula cadangan dalam tubuh).[25]
in. Cara ini dilakukan dengan menggunakan senyawa
Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa
theophylline yang dilekatkan pada bakteri untuk mengantioksidan dalam jumlah yang cukup banyak.[26]
[15]
hancurkan struktur kafein.
Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam
menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal
bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon
imun.[23] Beberapa contoh senyawa antioksidan yang
7 Peranan dalam tubuh
terdapat di dalam kopi adalah polifenol, avonoid,
kumarin, asam klorogenat, dan
Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang bera- proantosianidin,
[27]
tokoferol.
Dengan
perebusan, aktivitas antioksidan
gam pada setiap manusia. Beberapa orang akan meng[26]
ini
dapat
ditingkatkan.
alami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait
dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein.[19] Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2). Terdapat 2 tipe
enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-2.[20] Orang yang
memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan esien sehingga efek dari kafein
dapat dirasakan secara nyata. Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan
efek yang negatif.[19][20][21]
Banyak isu yang berkembang mengenai efek negatif meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, diabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit
jantung, dan kehilangan konsentrasi.[22] Beberapa pene-

8 Lihat pula
Kopi Indonesia
Jenis-jenis kopi
Aia kawa - kopi daun
Hari Kopi

9 Referensi
[1] Kopi, Secangkir Minuman yang Nikmat. 2009. Diakses
pada 5 Mei 2010

[2] Bean Scoop. 2006. Coee History . Diakses pada 13 Mei


2010.
[3] http://www.decentcoffee.com/CoffeeHistory.html
Coee History Part One di Decentcoee.com
[4] National Geographic. 2009. Coee, Beyond The Buzz.
Diakses pada 13 Mei 2010.
[5] How Islamic inventors changed the world. Maret 2006.
Independent.co.uk
[6] Taubert RT. 2009. The Story of Coee. Diakses pada 13
Mei 2010.
[7] Muddy Waters oleh Mark Schapiro. 1994. UTNE Reader. http://www.2basnob.com/coffee-history.html. Diakses pada 12 Mei 2010.
[8] Coee Beans Varieties Of Coee: Arabica and Robusta. 2010. http://www.talkaboutcoffee.com/coffee_
beans.html. Diakses pada 13 Mei 2010.
[9] Coee Plants. 2009. Diakses pada 13 Mei 2010.
[10] Coee Plants. 2009. Diakses pada 13 Mei 2010.
[11] Types Of Coee Coee Varieties I & II. 2010. Diakses
pada 14 Mei 2010.
[12] Brown A. 2008. Understanding Food: Principles and Preparation. Thomson Learning: AS. Halaman: 518-521.
[13] Marsh T. 2006. Review of the Aceh Coee Industry.
UNDP ERTR Livelihood Component. Halaman 9.
[14] Du RL. 2006. American Dietetic Association Complete
Food and Nutrition Guide. John Wiley & Sons, Inc: Kanada. Halaman: 167-169.
[15] Hermanto S. 2007. Kafein, Senyawa Bermanfaat atau
Beracunkah?. Diakses pada 14 Mei 2010.
[16] Siswono. 2007. Kafein. Diakses pada 14 Mei 2010.
[17] Wildman REC.2007. Handboomk of Nutraceuticals and
Funtional Foods. Ed ke-2. CRC Press: AS. Halaman:
453-462.
[18] Taciuk T. 1991. Swiss Water decaeinated coee unlocking the Black Box. Tea Coee Trade J:1-2.
[19] Cornelis MC, El-Sohemy A, Kabagambe EK, and Campos H. 2006. Coee, CYP1A2 genotype, and risk of myocardial infarction. JAMA 295:1135-41.
[20] Bach C. 2008. Caeine Metabolism DNA Testing: CaeineGEN. Diakses pada 15 Mei 2010.
[21] Sata F, Yamada H, Suzuki K, Saijo Y, Kato EH, Morikawa M, Minakami H, Kishi R. 2005. Caeine intake,
CYP1A2 polymorphism and the risk of recurrent pregnancy loss. Mol Human Repro 11(5):357-60.
[22] Yuhardin. 2009. Delapan Khasiat Minum Kopi. Diakses
pada 15 Mei 2010.
[23] Smith A, Whitney H, Thomas M, Brockman P. 1999.
Eects of caeine and noise on mood, performance and
cardiovascular functioning. Hum Psychopharmacol Clin
Experimental 12(1):27-33.

[24] Frewer LJ, Lader M. 2004. The eects of caeine on


two computerized tests of attention and vigilance. Hum
Psychopharmacol Clin Experimental 6(2):119-128.
[25] McClaran, Wetter. 2007. Sports nutrition. J Int Soc 4:11.
[26] Yanagimoto K, Ochi H, Lee KG, Shibamoto T. 2004. Antioxidative activities of fractions obtained from brewed
coee. J Agric Food Chem 52(3):592-6.
[27] Antioxidants in Coee. 2009. Diakses pada 15 Mei 2010.

10 Pranala luar
(Indonesia) Indonesian Coee Community - Forum
Komunitas Pecinta Kopi Indonesia

11

11
11.1

TEXT AND IMAGE SOURCES, CONTRIBUTORS, AND LICENSES

Text and image sources, contributors, and licenses


Text

Kopi Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi?oldid=11515196 Kontributor: Meursault2004, Jacinta, Hayabusa future, Bennylin, Rintojiang, Muijz, Borgx, Jazle, Kembangraps, RobotQuistnix, Sentausa, Chobot, Zwobot, Ciko, Borgxbot, IvanLanin, Pirulika, Jagawana,
Mssetiadi, Serenity, Escarbot, Ricky Setiawan, Kia 80, Thijs!bot, JAnDbot, Acaramoy, TottyBot, Idioma-bot, Albertus Aditya, VolkovBot, Harisichwan, TXiKiBoT, YonaBot, Loveless, BotMultichill, SieBot, AlleborgoBot, Aldo samulo, DragonBot, Alexbot, SkullSplitter,
BodhisattvaBot, Hysocc, MelancholieBot, SpBot, Pras, OrophinBot, Luckas-bot, Gemini1980, Ptbotgourou, Billinghurst, Relly Komaruzaman, ArthurBot, Empu, Xqbot, GhalyBot, SassoBot, Omelngomel, Limpato, Kenrick95, Jrsab, TobeBot, FoxBot, Bangsanegara, TjBot,
Denny Farhan, Citottatarkusnoto, Kenrick95Bot, D'SpecialOne, Sasangps, EmausBot, ZroBot, 21Nico, 06Ivonne, RaymondSutanto, Wagino 20100516, AABot, JackieBot, Courcelles, ChuispastonBot, WikitanvirBot, Enthong74, Movses-bot, Moch. Nachli, JV035Hesti,
Sonny isdiarto, Anashir, Imanuel NS Uen, JohnThorne, Anthros, AvocatoBot, Minsbot, Igna, Yanu Tri, Denny eR Ge, Bonaditya, Kopiluwakliar, Addbot, Yogajogja, Qomar nurusy syamsu, Arin.wijaya, TobuscusTobyTurner, BP43Ammar, BP47Dhorifah, Indraco86, Ign
christian, JThorneBOT, Aldexa, BeeyanBot dan Pengguna anonim: 51

11.2

Images

Berkas:Ambox_content.png Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f4/Ambox_content.png Lisensi: Public domain Kontributor: Derived from Image:Information icon.svg Pembuat asli: El T (original icon); David Levy (modied design); Penubag
(modied color)
Berkas:Berlin_marathon.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9b/Berlin_marathon.jpg Lisensi: CC BY 3.0
Kontributor: Karya sendiri Pembuat asli: KJohansson
Berkas:Caffeine.svg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/d8/Caffeine.svg Lisensi: Public domain Kontributor:
Own work, created in Inkscape Pembuat asli: Icey, ClockworkSoul
Berkas:Canaletto_(1697-1768),_Venezia,_campo_Santi_Giovanni_e_Paolo,_1741.jpg Sumber:
https://upload.wikimedia.org/
wikipedia/commons/9/92/Canaletto_%281697-1768%29%2C_Venezia%2C_campo_Santi_Giovanni_e_Paolo%2C_1741.jpg Lisensi:
Public domain Kontributor: ? Pembuat asli: Canaletto
Berkas:Cappuccino.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3a/Cappuccino.jpg Lisensi: CC BY 2.0 Kontributor: originally posted to Flickr as Cappuccino Pembuat asli: Brian Snelson
Berkas:Coffea_canephora_W2_IMG_2430.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/18/Coffea_canephora_
W2_IMG_2430.jpg Lisensi: CC BY 3.0 Kontributor: Karya sendiri Pembuat asli: J.M.Garg
Berkas:CoffeePlant.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6b/CoffeePlant.jpg Lisensi: CC BY 2.5 Kontributor: ? Pembuat asli: ?
Berkas:Cup_of_Earl_Gray.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/Cup_of_Earl_Gray.jpg Lisensi: CC
BY 2.0 Kontributor: Flickr Pembuat asli: David Wilmot (daramot) from Wimbledon, United Kingdom
Berkas:Edit-clear.svg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f2/Edit-clear.svg Lisensi: Public domain Kontributor: The Tango! Desktop Project Pembuat asli: The people from the Tango! project
Berkas:IrishCoffee.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/93/IrishCoffee.jpg Lisensi: CC-BY-SA-3.0 Kontributor: Transferred from en.wikipedia to Commons. Pembuat asli: Dom0803 di Wikipedia bahasa Inggris
Berkas:Kopi_Tubruk_Jakarta.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b3/Kopi_Tubruk_Jakarta.jpg Lisensi:
CC BY 2.0 Kontributor: Kopi Tubruk Jakarta Pembuat asli: Mo Riza from New York, USA
Berkas:Kopi_luwak_090910-0075_lamb.JPG Sumber:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/3b/Kopi_luwak_
090910-0075_lamb.JPG Lisensi: CC BY-SA 3.0 Kontributor: Karya sendiri Pembuat asli: Wibowo Djatmiko (Wie146)
Berkas:Latte_Macchiato_aus_verschiedenen_Blickwinkeln01ca10cm.jpg Sumber:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/
commons/2/22/Latte_Macchiato_aus_verschiedenen_Blickwinkeln01ca10cm.jpg Lisensi: CC-BY-SA-3.0 Kontributor: Karya sendiri
Pembuat asli: Jahn Henne.
Berkas:Nescaf_tin_Classic.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/94/Nescaf%C3%A9_tin_Classic.jpg Lisensi: Public domain Kontributor: Karya sendiri Pembuat asli: Albertyanks Albert Jankowski
Berkas:Starr_070617-7331_Coffea_arabica.jpg
Sumber:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0a/Starr_
070617-7331_Coffea_arabica.jpg Lisensi: CC BY 3.0 Kontributor: Plants of Hawaii, Image 070617-7331 from http:
//www.hear.org/starr/plants/images/image/?q=070617-7331 Pembuat asli: Forest & Kim Starr
Berkas:Vacpot4.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/87/Vacpot4.jpg Lisensi: CC-BY-SA-3.0 Kontributor:
Taken with Canon Ixus v3 Pembuat asli: Einar Faanes
Berkas:William_Orpen_The_Caf_Royal,_London.jpg Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/cc/William_
Orpen_The_Caf%C3%A9_Royal%2C_London.jpg Lisensi: Public domain Kontributor: Karya sendiri, user:Rlbberlin Pembuat asli:
William Orpen

11.3

Content license

Creative Commons Attribution-Share Alike 3.0