Anda di halaman 1dari 7

Laporan Modul 3, MG 3017

FEEDER, CLASSIFIER DAN UJI PENGENDAPAN


Dimas Alfiandri (12113058) / Kelompok 5 / Kamis, 5 April 2016
Asisten: Indriani (12512003)

Abstrak Praktikum Modul 3 Praktikum modul tiga ini


diibagi menjadi 3 bagian, yang pertama menggunakan
feeder, yang kedua adalah alat classifier serta melakukan
uji pengendapan. Praktikum menggunakan feeder
bertujuan untuk memahami mekanisme kerja feeder dan
menghitung laju pengumpanan dari material. Lalu,
praktikum classifier bertujuan untuk memahami mekanisme
kerja alat hydrocyclone. Dan yang terakhir adalah
percobaan uji pengendapan bertujuan untuk memahami
pengaruh penambahan flocculating reagent, prosedur uji
pengendapan.
A. Tinjauan Pustaka
Feeding merupakan proses pengumpanan material dari
suatu alat ke alat yang lain untuk mengalami pengolahan
lebih lanjut yang menggunakan prinsip kecepatan
pengendapan. Alat pengumpan tersebut dinamakan feeder.
Mesin feeder pada dasarnya terdiri dari 3 kesatuan yaitu bin,
hopper dan feeder itu sendiri yang dirancang untuk
memproduksi aliran material yang cocok dengan bukaan
hopper. Ukuran feeder ini harus lebih besar dari ukuran
kritis dari bin dan hopper, jika tidak akan menyebabkan
terhambatnya aliran.

Klasifikasi adalah proses pemisahan partikel


berdasarkan kecepatan pengendapannya dalam suatu media
(udara atau air). Klasifikasi dilakukan dalam suatu alat yang
disebut classifier. Produk dari proses klasifikasi ada 2 (dua),
yaitu :

a.
b.

Produk yang berukuran kecil/halus (slimes)


mengalir di bagian atas disebut overflow.
Produk yang berukuran lebih besar/kasar (sand)
mengendap di bagian bawah (dasar) disebut
underflow.

Proses pemisahan dalam classifier dapat terjadi dalam


tiga cara (concept), yaitu :
1. Partition concept
2. Tapping concept
3. Rein concept
Hal ini dapat berlangsung apabila sejumlah partikel
dengan bermacam-macam ukuran jatuh bebas di dalam
suatu media atau fluida (udara atau air), maka setiap partikel
akan menerima gaya berat dan gaya gesek dari media. Pada
saat kecepatan gerak partikel menjadi rendah
(tenang/laminer), ukuran partikel yang besar-besar
mengendap lebih dahulu, kemudian diikuti oleh ukuranukuran yang lebih kecil, sedang yang terhalus (antara lain
slimes) akan tidak sempat mengendap.
Peralatan yang umum dipakai dalam proses klasifikasi
adalah :
1. Scrubber
2. Log washer
3. Sloping tank classifier (rake, spiral & drag)
4. Hydraulic bowl classifier
5. Hydraulic clindrical tank classifier
6. Hydraulic cone classifier
7. Counter current classifier
8. Pocket classifier
9. Hydrocyclone
10. Air separator
11. Solid bowl centrifuge
12. Elutriator

Tinggi Pengendapan (cm)


Uji pengendapan bertujuan untuk mengetahui
kecepatan pengendapan suatu material di dalam zat pelarut
(biasanya air). Kecepatan pengendapan setiap material
berbeda-beda dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya
adalah komposisi kimia material atau senyawa. Suatu zat
ketika dilarutkan kedalam suatu pelarut akan mengalami
tiga proses, yaitu belum jenuh, jenuh dan lewat jenuh.

B. Data Percobaan
Feeder
Metode 1

waktu

10

4,45

6,75

20

4,95

7,35

30

5,25

7,95

40

5,65

8,25

50

5,85

8,25

60

5,85

70

5,85

Keterangan :

Massa tiap 1 sekon (gr)


f = 15 Hz
1,4

f = 50 Hz
15,8

1,7

19

27

2,1

46,4

2,3

73

1,4

15,8

Massa
(gram)

C. Pengolahan Data Percobaan


1. Rumus-Rumus yang Digunakan
- Persen Solid

% =
100%
+
100
%1 =
100%
100
100 + ((1000
) 1)
2,67

Waktu (s)

15

500

231,73

50

500

13,67

Classifier
%2 =
Ukuran
Feed

Underflow

50,6

47,98

2,62

-50

+100

267,23

250,67

16,56

-100

+150

324,4

150,8

173,6

-150

+200

294,8

98,56

196,24

389,03

50,78

338,25

Uji Pengendapan
100 gram

10

2,6

3,1

20

3,1

3,7

30

3,4

3,9

40

3,5

3,9

50

3,5

3,9

60

3,5

70

3,5

200 gram

100%

%2 = 17,20%

waktu

200
) 1)
2,67

Overflow

+50

Tinggi Pengendapan (cm)

%1 = 17,77%
200
200 + ((1000

Berat (gram)

-200

a = tanpa flocculant
b = dengan flocculant

Volume Pulp = 1000 ml


Tinggi Pulp = 33 cm
s = 2,67 gr/ml
air = 1 gr/ml

Metode 2
Frekuensi

Kecepatan pengendapan

=
=

D50
Adalah diameter lubang ayakan dimana 50%-nya
lolos
Volume air
Vair = Vpulp Vsolid

2. Prosedur

Prosedur Percobaan Classifier

Prosedur Percobaan Feerd

Siapkan sampel
Siapkan sampel seberat
500g

Nyalakan alat dan atur


frekuensi menjadi 15 Hz

Tuangkan sampel secara


rapi

Nyalakan stopwatch
ketika sampel telah jatuh
dari alat

Ambil sampel stiap 1


detik sebanyak 5 kali

masukkan sampel pada


tampungan alat, sehingga
akan terbentuk pulp

nyalakan alat hydrocyclone

perhatikan apa yang terjadi


pada alat

rasakan butiran sampel yang


keluar melalui vortex
maupun bawah alat

Setelah semua sampel


habis, catat waktu yang
ada pada stopwatch
rasakan butiran sampel yang
keluar melalui vortex
maupun bawah alat

Lakukan kembali pada


frekuensi 50 Hz

Grafik UF/F vs d

siapkan sampel sebrat 100 gram


dan 200 gram

%UF/F

Prosedur Percobaan Uji Pengendapan


100
80
60
40
20
0

y = 344,52x - 7,1369

0,1

0,2

masukan masing-masing kedalam


tabung ukur dan isi dengan air
hingga mencapai volume 1000 ml

0,3

0,4

d (mm)

Dari grafik diatas, kita dapat mengetahui nilai d50 yaitu


sebagai berikut :

aduk masing-masing tabung dan


catat ketinggian pengendapan
pada selang waktu 10 detik

50 = 344,52 7,1369
=

57,1369
= ,
344,52

Maka didapat d50 = 0,1658 mm

apabila ketinggian tidak


bertambah maka sudahi

a.

Settling Test
Praktikal

v (cm/s) 100 v (cm/s) 200


gr
gr
A
b
a
B
0,26
0,31 0,445 0,675
0,05
0,06 0,05 0,06
0,03
0,02 0,03 0,06
0,01
0 0,04 0,03
0
0 0,02
0
0
0

waktu
lakukan hal yang sama dengan
ditambahkan flocculant

3. Data
- Feeder

Massa (gr) Debit (gr/s)


M1
M2 M1
M2
1,9 500
15
1,9 2,16
36,24
500
50
36,24 36,58

10
20
30
40
50
60

Frekuensi

b.

Regresi Linear

Grafik h-x vs t 100 gr tanpa


flocculant

Hydrocyclone
%UF/F

94,8221

93,8031

0,297

46,4858

0,149

33,4328

0,105

13,053

0,074

h-x

d (mm)

0
-2

20

y = -0,056x + 2,38
40

t (s)
V = 0,056 cm/s

60

V = 0,097 cm/s

Grafik h-x vs t 200 gr tanpa


flocculant
6

h-x

4
2
0
-2 0

20

y = -0,0659x + 3,28
40
60

80

t (s)

V = 0,0659 cm/s

grafik h-x vs t 200 gr dengan


flocculant

h-x

10
5
0
-5

20

y = -0,138x + 5,79
40

60

t (s)

Pemisahan mineral menggunakan hidrosiklon


menggunakan dua buah gaya, yaitu gaya sentrifugal dan
gaya gravitasi. Saat feed masuk yang dibawa oleh air
bertekanan tinggi yang menciptakan gaya sentrifugal. Alat
yang memiliki 3 buah bentuk membuat air bergerak
melingkar dan menurun. Pada bagian bawah alat yang
merupakan tabung yang lebih kecil akan menyebabkan
tekanan menjadi besar sehingga mineral berat akan menjadi
terangkat keatas yang disebut dengan vortex dan keluar
melalui vortex finder, sedangkan yang berat akan keluar
melalui lubang bawah. Faktor yang mempengaruhi
hidrosiklon adalah tekanan, dimensi alat, feed (ukuran butir,
keseragaman), dan ukuran vortex.
D50 yang didapat dari praktikum adalah 0,1658 mm.
D50 adalah ukuran ayakan yang meloloskan 50% sampel.
Faktor pengendapan adalah persen solid, berat jenis,
ukuran butir dan reagen atau zat kimia yang ditambahkan.
Flocculant adalah reagen atau zat kimia yang digunakan
untuk memicu ikatan kovalen. Persen solid adalah
persentase massa solid dibanding dengan massa slurry.
Terdapat perbedaan hasil praktikal, regresi dan teori.
Menurut saya hasil yang lebih bagus adalah yang praktikal
karena langsung dilakukan.
E. Jawaban Pertanyaan dan Tugas
Feeder

V = 0,138 cm/s
c.

1. Untuk apa gunanya feeder?


Untuk memberikan laju aliran pengumpanan yang
seragam dalam waktu tertentu

Teori
=

( )

/ (, ) (, )/
, /
= , /

2.

Ada berapa macam feeder yang


laboratorium yang saudara ketahui?
Belt Feeder, untuk material kering.

ada

di

3.

Untuk umpan yang bagaimana diaphragm feeder


dipakai
Slurry
4.

D. Analisa Hasil Percobaan


Metode pertama dan metode kedua pada percobaan
feeder terdapat perbedaan. Metode pertama memiliki hasil
yang lebih akurat dibandng metode kedua karena metode
pertama diambil dalam satuan kecil sehingga data lebih
akurat. Feeder dalam pengolahan data sangat penting agar
alat lebih optimum dalam melakukan kerjanya.
Keseragaman laju pengumpanan hanya bisa dicapai dengan
feeder.

Alat pengontrol apa saja untuk mengatur rate of


delivery laju pengumpan pada disc feeder?
Frekuensi getaran, berat jenis material dan kecepatan
putaran dari disc.
6. Apa urgensi adanya feeding?
Feeding adalah proses awal dari pengolahan bahan
galian. Hal tersebut menjelaskan urgensi dari feeding

1.

Classifier yang ada di laboratorium termasuk


golongan classifier yang mana?
Hydrocyclone, memanfaatkan gaya sentrifugal

h-x

5.

Classifier

Grafik h-x vs t 100 gr dengan


flocullant

2.

2
0
-2

Apa keburukannya apabila belt feeder dipakai


untuk feeder yang kasar?
Apabila dimasukkan umpan yang kasar dapat
berpotensi merusak belt.

10

y = -0,097x + 3,4
20
30
40

t (s)

50

Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi


kapasitas dari classifier?
Kemiringan tangka, laju pengumpanan, dilusi, tinggi
bibir overflow, pengadukan.

3.

Umpan yang bagaimanakah yang baik dikerjakan


oleh alat ini?
Ukuran butir kasar dan persen solid 60%.
4.

semakin kecil laju pengendapan. Yang terakhir adalah


jenis flocculant. Jenis flocculant yang memanfaatkan
kaogulasi akan lebih baik dalam memperlambat laju
pengendapan dibandingkan dengan flocculant yang
memanfaatkan prinsip flokulasi.

Jelaskan prinsip pemisahan yang terjadi pada


classifier!

8.

Berapa d 50 yang diperoleh dan jelaskan apa itu


d50?
D50 adalah ukuran dari ayakan agar interval dari feed dapat
mengendap 50% overflow dan 50% underflow. Dari
pengolahan data menggunakan regresi serta %UF/F dan d,
maka ukuran ayakan adalah 0.119 mm.
F.

Kesimpulan
Praktikan telah memahami mekanisme kerja feeder.
Feeder memberikan laju pengumpanan yang konstan untuk
mencapai optimasi alat. Laju pengumpanan ada dua yaitu
yang teori dan praktikal. Hasil teori pada 15 hz adalah 2,16
gr/s sedangkan pada 50 hz adalah 36,58 gr/s. Hasil praktikal
pada 15 hz adalah 1,9 gr/s sedangkan pada 50 hz adalah
36,24 gr/s.
Classifier
merupakan
metoda
konsentrasi
menggunakan gaya sentrifugal dan gaya gravitasi.
Praktikan paham mekanisme kerja alat classifier.
Praktikan memahami prosedur dan prosedur percobaan
terdapat pada bab percobaan dan data percobaan. Pengaruh
bahan penggumpal adalah untuk mempercepat terjadinya
pengumpalan, pada praktikum ini menggunakan flocculant
yang berfungsi untuk membentuk ikatan kovalen.

5.

Mekanisme apa saja yang menyebabkan adanya


hindered settling dan free settling pada alat ini?
Menggunakan gaya gravitasi dan sentrifugal. Akibat
perbedaan ukuran dan berat jenis, akan terjadi
pemisahan.
6.

Berikan gambaran gaya-gaya yang bekerja pada


partikel-partikel sehingga terjadi pemisahan!
Free settling terjadi pada persenair lebih banyak dari
padatan.
Persen solid bijih terpisah sempurna 15%
Hindered settling persen solid bijih lebih dari 15%
7.

Jelaskan mekanisme hydrocyclone dan factor yang


mempengaruhi!
Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan
hydrocyclone adalah kapasitas dan kecepatan aliran,
kecepatan tangensial, dan gaya sentrifugal. Pada
percobaan settling test, faktor-faktor yang berpengaruh
dari laju pengendapan yang pertama adalah % solid.
Berdasarkan dari percobaan yang kami lakukan,
semakin besar nilai % solid dalam pulp, maka laju
pengendapan akan semakin besar. Faktor yang kedua
adalah berat jenis. Semakin besar berat jenis suatu
partikel solid, maka laju pengendapan akan semakin
cepat. Faktor yang ketiga adalah ukuran partikel,
semakin besar ukuran partikel maka laju pengendapan
akan semakin cepat. Faktor yang keempat adalah luas
penampang dari tempat pengendapan. Semakin besar
luas penampang tempat pengendapan, maka akan

G. Daftar Pustaka
- Modul praktikum MG-3017 Pengolahan Bahan
Galian 2015
- Modul praktikum MA-2081 Statistika Dasar 2015
- www.britannica.com (diakses tanggal 10 April
2106)
- Unit Operation Of Mineral Processing, Kelly &
Spottishwood

H. LAMPIRAN