Anda di halaman 1dari 2

Diagnosis Banding

Demam Tifoid
Disebabkan masuknya kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi ke dalam tubuh
manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Sebagian kumam dimusnahkan dalam
lambung, sebagian lolos ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak.

Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP) Immune thrombocytopenic purpura (ITP, yang disebut juga
autoimmune thrombocytopenic purpura, morbus Wirlhof, atau purpura hemorrhagica, merupakan
kelainan perdarahan (bleeding disorder), akibat destruksi prematur trombosit yang meningkat akibat
autoantibodi yang mengikat antigen trombosit. Umumnya terjadi pada anak usia 2-4 tahun, dengan
insiden 4-8 kasus per 100.000 anak per tahun. ITP terjadi akut dan biasanya sembuh sendiri dalam 6
bulan, bila dalam waktu 6 bulan tidak sembuh maka diagnosis menjadi ITP Kronis. Diagnosis
Anamnesis - Umumnya trombositopenia terjadi 1-3 minggu setelah infeksi virus, atau bakteri (infeksi
saluran napas atas, saluran cerna), bisa juga terjadi setelah vaksinasi rubella, rubeola, varisela, atau
setelah vaksinasi dengan virus hidup. - Perdarahan yang terjadi tergantung jumlah trombosit didalam
darah. Diawali dengan perdarahan kulit berupa petekie hingga lebam. Perdarahan ini biasanya
dilaporkan terjadi mendadak. - Obat-obatan, misalnya heparin, sulfonamid, kuinidin/kuinin, aspirin
dapat memicu terjadinya kekambuhan. Obat yang mengandung salisilat dapat meningkatkan risiko
timbulnya perdarahan. Pemeriksaan fisis - Pada umumnya bentuk perdarahannya ialah purpura pada
kulit dan mukosa (hidung, gusi, saluran cerna dan traktus urogenital). - Pembesaran limpa terjadi pada
10-20 % kasus. Pemeriksaan penunjang - Darah tepi : - Morfologi eritrosit, leukosit, dan retikulosit
biasanya normal. - Hemoglobin, indeks eritrosit dan jumlah leukosit normal. Anemia bisa terjadi bila
ada perdarahan spontan yang banyak Pedoman Pelayanan Medis Edisi II 139 - Trpmbositopenia.
Besar trombosit umumnya normal, hanya kadang ditemui bentuk trombosit yang lebih besar (giant
plalets), - Masa perdarahan memanjang (Bleeding Time) - Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang: Tidak
perlu bila gambaran klinis dan laboratoris klasik. Dilakukan pemeriksaan aspirasi sumsum tulang bila
gagal terapi selama 3-6 bulan, atau pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya pembesaran hepar/
lien/kelenjar getah bening dan pada laboratorium ditemukan bisitopenia. Tabel 1. Intervensi
penanganan ITP berdasarkan jumlah trombosit dan manifestasi klinis Trombosit ( x109 /L) Gejala dan
pemeriksaan fisis Rekomendasi >50-150 Tidak ada Tidak ada >20 Tidak ada Pengobatan individual
(terapi/preventif) >20 dan/atau Perdarahan mukosa Dirawat di RS dan 30.000/L dan tidak memiliki
keluhan umumnya tidak akan diberikan terapi, hanya diobservasi saja. 2. Pemberian suspensi
1

trombosit dilakukan bila : - Jumlah trombosit < 50.000/ul** - Kecurigaan/pasti perdarahan intra
kranial - Menjalani operasi, dengan jumlah trombosit 50.000/ul disamping pemberian trombosit
pikirkan penyebab lain (koagulasi). Beberapa kemungkinan pengobatan ITP pada anak dapat dilihat
pada tabel 2. Tabel 2. Beberapa kemungkinan pengobatan ITP pada anak Imunoglobulin intravena
Dosis inisial 0,8 g/kg BB, 1 kali pemberian diulang dengandosis yang sama jika jumlah trombosit 10
tahun, kelainan ini cenderung menjadi kronik dan dihubungkan dengan kelainan imun yang umum.
Pedoman Pelayanan Medis Edisi II 141 Gambar 1. Pendekatan anak dengan trombositopenia. 4
Anamnesis Pemeriksaan fisis Pemeriksaan darah Hitung jenis Trombosit Apus darah tepi
Trombositopenia Splenomegali atau limfadenopati Sindrom Bernard-Souliier Sindrom WiskottAldrich Anomali May-Hegglin Glazmanns thrombastenia Sindrome Gray plalelet Aspirasi sumsum
tulang Normal Kelainan kongenital Keganasan Infeksi HIV Storage disease Hipersplenisme Kelainan skelet o Anemia Fanconi o Trombocytopenia-absent radii (TA) - HIV - Penyakit jantung
sianosis - Eksim o Sindrom Wislott-Aldrich - Hemangioma o Sindrom Kasabach-Merritt Morfologi
trombosit ITP Disebabkan virus Disebabkan obat-obatan HIV Penyakit kolagen pembuluh darah pada
bayi : aloimun autoimun (placental Ab transfer) Hemangioma Anemia apalstik Anemia Fanconi
Familial Tidak normal 142 Immune Thrombocytopenic Purpura Kepustakaan 1. Imbach P. Immune
thrombocytopenic purpura. Dalam: Arceci RJ, Hann IM, Smith OP, penyunting. Pediatric
Hematology. Edisi ke-3. Massachusetts: Blackwell Publishing; 2006. h. 526-547. 2. Lanzkowsky P.
Disorders of platelets. Dalam: Lanzlowsky P, penyunting. Manual of pediatric hematology and
oncology. Edisi ke-4. Burlington USA: Elsevier Academic Press; 2005. h. 250-294. 3. Lilyman JS.
Disorders of platelets: thrombocytopenia and thrombocytosis. Dalam: Lillyman JS, Hann IM,
penyunting. Paediatric Hematology. Edisi ke-1. Edinburgh: Churchill Livingstone; 1992. h.129-68. 4.
Shad AT, Gonzales CE, Sandler SG. Treatment of Immune Thrombocytopenic Purpura in children.
Pediatr Drugs 2005;7:325-336 5. Working Party of the British Committee for Standards in
Hematology Task Force. Guideline for the investigation and management of idiopathic
thrombocytopenic purpura in adults, children and in pregnancy. Br J Hematol 2003;120:574-96 6.
Beardsky DS. Platelet abnormalities in infancy and childhood. Dalam: Nathan DG, Oski FA,
penyunting. Hematology of infancy and childhood. Edisi ke-4. Philadelphia: Saunders; 1993. h.1561604. 7. Grabowski EF, Corrigan JJ. Hemostasis: General considerations. Dalam: Miller DR, Baehner
RL, Miller LP, penyunting. Blood diseases of infancy and childhood. Edisi ke-7. St. Louis: Mosby;
1995. h.849-923. 8. Hastings CA, Lubin BH, Blood. Dalam: Rudolph AM, Kamel RK, penyunting,
Rudolphs Fundamentals of Pediatrics. Edisi Ke-2. Norwalk, CT: Appleton & Lange; 1998. h.441-90.