Anda di halaman 1dari 2

Model Rekah Hidraulik Elemen Hingga

Model elemen hingga berbasis model zona kohesif dibuat untuk


menganalisis proses rekah hidraulik pada lubang bor vertikal.
Pada metode ini, perilaku softening batuan diwakili oleh model
kerusakan berdasarkan hukum traction-separation. Oleh karena
keterbatasan data, perilaku softening linier material diasumsikan.
Hukum traction-separation diilustrasikan oleh Gambar 1. Area di
bawah kurva tegangan-perpindahan sama dengan laju pelepasan
energi, Gc ketika ukuran zona kohesif relatif kecil dibanding
panjang rekahan yang terbentuk. Adapun untuk perilaku elastis
material, fracture toughness, Kic dihubungkan dengan Gc melalui
persamaan berikut ini.
K ic 2=

GcE
1v 2

E merupakan modulus young dan v adalah poissons ratio. Jika


nilai fracture toughness, Kic dan kuat tarik batuan, Tmax
diketahui maka hukum stres-displacement dapat ditentukan.
Displacement pembukaan, f saat traksi rekahan bernilai 0
dapat dihitung dengan persamaan berikut ini.
f=

2G c
T max

Gc dapat dihitung dari persamaan (1). Displacement pembukaan


0
kritis untuk menginisiasi rekahan,
memiliki hubungan
dengan
0= f

f yang disebut sebagai koefisien pemisahan,


,

0< <1

Untuk melengkapi deskripsi model, stiffness awal elemen kohesif


dihitung menggunakan persamaan berikut ini.
K n=

T 2 max
2G c

Gc

Gambar 1. Hukum traction-separation


Nilai

yang kecil menunjukkan bahwa energi kohesif sebagian

besar digunakan pada fase kerusakan (damage), berarti zona


proses rekahan (fracture proses zone) besar. Sementara itu jika

besar, berarti sebagian besar energi kohesif disimpan


sebagai energi elastis.
Model
yang
dibuat
menggunakan
fluida
newtonian
incompressible dengan debit injeksi konstan serta tekanan pada
ujung rekahan bernilai 0. Selain itu, pada model ini efek leak-off
diabaikan.