Anda di halaman 1dari 2

LATAR BELAKANG

Pembangunan suatu bangsa pada hakekatnya untuk mewujudkan kesejahteraan


rakyat. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah peningkatan kualitas manusia.
Indikator pengukur tinggi rendahnya kualitas SDM antara lain Human Development Index
(HDI). Gizi yang baik merupakan salah satu faktor yang diperlukan untuk menghasilkan
manusia yang berkualitas. Upaya meningkatkan kualitas SDM seharusnya dimulai sedini
mungkin sejak janin dalam kandungan.
Status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra-hamil, saat kehamilannya dan saat
menyusui merupakan periode yang sangat kritis. Periode 1000 hari dimulai dari dalam
kandungan hingga usia 2 tahun atau yang dikenal dengan sebutan periode emas, yaitu 270
hari selama kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkannya,
merupakan periode sensitif karena masalah yang timbul selama periode ini sifatnya permanen
dan tidak dapat diubah. Salah satu masalah yang akan ditimbulkan antara lain gangguan pada
pertumbuhan fisik, gangguan pertumbuhan mental dan kecerdasan. Dampak akan terlihat saat
usia dewasa yang bisa ditandai dengan tidak optimalnya ukuran fisik dan kualitas kerja yang
tidak kompetitif dan mumpuni, yang pada akhirnya berakibat pada rendahnya produktivitas
ekonomi (Bappenas 2013b).
Masa kehamilan merupakan periode yang sangat menentukan kualitas SDM di masa
depan, karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan sejak masa janin dalam kandungan.
Bila keadaan kesehatan dan status gizi ibu hamil baik, maka besar peluang janin yang
dikandungnya akan baik dan keselamatan ibu sewaktu melahirkan akan terjamin. Begitu juga
dengan bayi yang dilahirkan, apabila masa ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan terjadi
kerusakan yang bersifat permanen (Kemenkes 2012). Kekurangan gizi pada awal kehidupan
anak akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Anak yang kekurangan gizi akan
tumbuh lebih pendek (berat lahir rendah) dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif
dan kemungkinan menghambat keberhasilan pendidikan serta menurunkan produktivitas pada
usia dewasa. Gizi kurang/buruk juga merupakan dasar kematian bayi. Reaksi penyesuaian
akibat kekurangan gizi juga meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular
seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes dengan berbagai risiko turunannya
pada usia dewasa (Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat 2012).
Diantara masalah-masalah gizi yang kompleks selama masa kehamilan dan terhadap
bayi yang dilahirkan, maka dalam pelayanan gizi menyebutkan bahwa konsultasi gizi adalah
kegiatan penyampaian pesan-pesan gizi yang dilaksanakan untuk menambah dan
meningkatkan sikap, pengertian serta perilaku positif penderita dan lingkungannya terhadap
upaya peningkatan gizi dan kesehatan. Diharapkan dengan adanya konsultasi gizi, akan
memberi efektifitas terhadap perbaikan kondisi gizi dan perubahan gaya hidup untuk
mengatasi masalah-masalah tadi.
Bisnis dalam pelayanan konsultasi gizi di masa kini menjadi hal yang menjanjikan
untuk prospek ke depan, seiring dengan berkembangnya IPTEK terkait gizi serta peningkatan
permintaan akan pentingnya gizi, terutama pada masa kehamilan dan masa pertumbuhan
anak.

TUJUAN

Tujuan Umum
Memberikan pelayanan profesional bagi seseorang (klien) yang menghadapi masalah
gizi dan perilaku makan guna mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapi
Tujuan Khusus
1. Memberikan pengetahuan gizi kepada klien tentang pentingnya menjaga kondisi
gizi agar tetap seimbang dan kesehatan yang optimal untuk ibu hamil dan baduta
2. Melayani terapi diet bagi klien/sasaran
3. Merencanakan menu bagi klien/sasaran
4. Memberikan pelayanan profesional dan berkualitas bagi klien/sasaran yang
berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan klien/sasaran

DAFTAR PUSTAKA
Khomsan. 2002. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Bogor: IPB
[Kemenkes] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. 1000 Hari Pertumbuhan yang
Menentukan. [diakses 2015 Mei 17].[Tersedia pada:www.depkes.go.id]
Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat. 2012. Kerangka Kebijakan Gerakan Sadar Gizi
dalam Rangka 1000 HPK Republik Indonesia.Jakarta : Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional. Tersedia di:http://kgm.bappenas.go.id (17 Mei 2015)
[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2013b. Pedoman Perencanaan
Program Gerakan Sadar Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000
HPK). Jakarta (ID): Bappenas.