Anda di halaman 1dari 17

Fungsi dan Peran Kelembagaan dalam

Mengelola Keragaman Sosial Budaya


untuk Pembangunan Nasional
1) Lembaga keluarga berperan penting dalam
mengelola keberagaman sosial budaya.
2) Keluarga memiliki peran strategis dalam melakukan
pendidikan keberagaman.
3) Keluarga yang mampu melaksanakan peran
pendidikan dengan baik akan menghasilkan anakanak yang berkualitas.
4) Keluarga yang menjalankan fungsinya akan
menyebabkan terganggunya proses sosialisasi pada
anak-anak.
5) Beberapa lembaga agama di Indonesia:
a) Majelis Ulama Indonesia (MUI).
b) Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).
c) Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).
d) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
e) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).
f) Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia
(Matakin).
6) Fungsi dan peran lembaga agama dalam mengelola
keberagaman sosial budaya bangsa Indonesia:
a) Pemberdayaan umat.
b) Melakukan komunikasi antarumat beragama.
7) Keragaman sosial budaya adalah salah satu aset
bangsa yang dapat dimanfaatkan untuk
kesejahteraan masyarakat.
8) Lembaga-lembaga ekonomi dapat memanfaatkan
keragaman sosial budaya tersebut untuk
pembangunan nasional.
1

9) Salah satu fungsi dan peran lembaga ekonomi dalam


memanfaatkan keragaman sosial budaya yaitu untuk
mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat.
10) Lembaga pendidikan berperan penting dalam
melakukan transformasi budaya masyarakat.
11) Salah satu bentuk pelestarian dan pengembangan
budaya berupa bahasa daerah yang dipelajari di
sekolah, seni tradisional seperti membatik dan seni
tari yang dipelajari di sekolah.
12) Lembaga adat sebagai salah satu lembaga budaya
yang berperan mewariskan dan mengembangkan
budaya secara turun-temurun.
13) Fungsi dan peran lembaga politik dalam mengelola
keragaman sosial budaya:
a) Menyusun perundang-undangan yang melindungi
keragaman sosial budaya masyarakat Indonesia.
b) Menyusun perundang-undangan yang
memungkinkan berkembangnya keragaman
sosial budaya.
c) Mengelola keragaman sosial budaya demi
pembangunan nasional.

Kemerdekaan sebagai Modal


Pembangunan
14) Perubahan masyarakat Indonesia pada masa
penjajahan meliputi:
a) Perluasan penggunaan lahan.
b) Persebaran penduduk dan urbanisasi.
c) Pengenalan tanaman baru.
d) Penemuan tambang-tambang.
e) Transportasi dan komunikasi.
f) Perkembangan kegiatan ekonomi.
g) Mengenal uang.
h) Perubahan dalam pendidikan.
i) Perubahan dalam aspek politik.
j) Perubahan dalam aspek budaya.
15) Tujuan transmigrasi pada akhir abad ke-19 adalah
untuk menyebarkan tenaga murah di berbagai
perkebunan Sumatra dan Kalimantan.
16) Sejarah terbentuknya uang:
a) Masa sebelum barter.
b) Masa barter.
c) Masa uang barang.
d) Masa uang.
e) Mengenal sistem kredit.
17) Pertukaran dengan sistem barter mengalami
kesulitan yaitu:
a) Kesulitan menemukan barang yang dibutuhkan.
b) Kesulitan menentukan nilai dari barang yang
ditukarkan.
c) Kesulitan memenuhi kebutuhan yang bermacammacam.

18) Penggunaan uang barang juga banyak mengalami


kesulitan antara lain:
a) Sulit disimpan.
b) Sukar dibawa ke mana-mana.
c) Sukar dibagi menjadi bagian yang lebih kecil.
d) Tidak tahan lama.
e) Nilainya tidak tetap.
19) Salah satu sisi negatif dalam sistem kredit adalah
munculnya lintah darat di berbagai daerah.
20) Pada masa penjajahan Belanda telah berkembang
perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung
(ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
21) Pada masa pemerintahan Kolonial Barat, sekolah
dibedakan menjadi dua golongan yaitu sekolah untuk
bangsa Eropa dan sekolah untuk penduduk pribumi.
22) Munculnya elit intelektual melahirkan pekerjaan baru
seperti guru, administrasi, dan pegawai pemerintah.
23) Perubahan dalam bidang politik terjadi dengan
dikenalnya sistem pemerintahan baru.
24) Perubahan dalam aspek budaya:
a) Seni banguan gaya Eropa.
b) Perubahan kesenian.
c) Perubahan kehidupan beragama dengan adanya
persebaran agama Kristen di Indonesia.
25) Orang-orang Portugal menyebarkan agama Kristen
Katolik dan orang-orang Belanda menyebarkan
agama Kristen Protestan.
26) Para pastor yang menyebarkan agama Katolik di
Indonesia yaitu Fransiskus Xaverius, SJ dari Ordo
Yesuit.
27) Fransiskus Xaverius aktif mengunjungi desa-desa di
sepanjang Pantai Leitimor, Kepulauan Lease, Pulau
Ternate, Halmahera Utara, dan Kepulauan Morotai.
4

28) Kemudian dilanjutkan oleh pastor-pastor lain ke


daerah Nusa Tenggara Timur seperti Flores, Solor,
dan Timor.
29) Agama Kristen berkembang di Pulau Maluku yang
disebarkan oleh para zendeling dengan semangat
menekankan pertobatan.
30) Tiga tempat penting pendaratan Jepang ketika masuk
ke Indonesia yaitu:
a) Tarakan (Kalimantan).
b) Palembang (Sumatera).
c) Jakarta (Jawa).
31) Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, Jepang
melakukan pembagian tiga daerah pemerintahan
militer di Indonesia:
a) Pemerintahan Angkatan Darat Tentara XXV untuk
Sumatera, berpusat di Bukit Tinggi.
b) Pemerintahan Angkatan Darat Tentara XVI untuk
Jawa dan Madura, berpusat di Jakarta.
c) Pemerintahan Angkatan Laut (Armada Selatan II)
untuk daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku,
berpusat di Makassar.
32) Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia
dengan berbagai cara:
a) Propaganda Tiga A:
i) Jepang Pemimpin Asia.
ii)Jepang Pelindung Asia.
iii) Jepang Cahaya Asia.
b) Memudahkan bangsa Indonesia dalam melakukan
ibadah.
c) Mengibarkan bendera merah putih berdampingan
dengan bendera Jepang.
d) Menggunakan bahasa Indonesia.
5

33)

34)

35)

36)
37)
38)

39)

40)

41)

e) Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya


bersama lagu kebangsaan Jepang Kimigayo.
Program yang paling mendesak bagi Jepang adalah
mengerahkan seluruh sumber daya yang ada di
Indonesia untuk tujuan perang.
Beberapa kebijakan Jepang:
a) Membentuk organisasi-organisasi sosial.
b) Pembentukan organisasi semi militer.
c) Pengerahan romusha.
d) Eksploitasi kekayaan alam.
Organisasi-organisasi sosial bentukan Jepang:
a) Gerakan Tiga A.
b) Pusat Tenaga Rakyat.
c) Jawa Hokokai.
d) Masyumi.
Gerakan Tiga A dipimpin oleh Mr. Syamsuddin untuk
meraih simpati penduduk dan tokoh masyarakat.
Pusat Tenaga Rakyat didirikan pada tanggal 1 Maret
1943.
Gerakan Petera dipimpin oleh tokoh nasional Empat
Serangkai yaitu Sukarno, Mohammad Hatta, K. H.
Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara.
Pemerintah Jepang kurang puas dengan kegiatan
yang dilakukan oleh gerakan Putera karena para
tokoh gerakan Putera memanfaatkan organisasi ini
untuk melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh
perjuangan.
Tujuan poko Jawa Hokokai (Gerakan Rakyat Jawa)
adalah menggalang dukungan untuk rela berkorban
demi pemerintah Jepang.
Jepang membubarkan Majelis Islam Ala Indonesia
dan menggantikannya dengan Masyumi (Majelis

42)

43)

44)
45)
46)
47)

48)

49)

50)
51)

52)

53)

Syuro Muslimin Indonesia) yang dipimpin oleh K. H.


Hasyim Ashari dan K. H. Mas Mansyur.
Jepang membentuk berbagai organisasi semi militer
seperti Seinendan, Fujinkai, Keibodan, Heiho, dan
Pembela Tanah Air (Peta).
Organisasi Barisan Pemuda (Seinendan) dibentuk
untuk member bekal bela Negara agar siap
mempertahankan tanah airnya.
Funjinkai terdiri dari kaum wanita di atas 15 tahun.
Keibodan merupakan barisan pembantu polisi terdiri
dari laki-laki berumur 20-25 tahun.
Heiho merupakan organisasi prajurit pembantu
tentara Jepang.
Peta merupakan pasukan bersenjata yang
memperoleh pendidikan militer secara khusus dari
Jepang.
Romusha dibentuk untuk mencari bantuan tenaga
yang lebih besar untuk membantu perang dan
melancarkan aktivitas Jepang.
Anggota-anggota Romusha dikerahkan oleh Jepang
untuk membangun jalan, kubu pertahanan, rel kereta
api, jembatan, dan sebagainya.
Jumlah Romusha paling besar berasal dari Jawa.
Banyak gadis-gadis desa diambil paksa tentara
Jepang untuk menjadi Jugun Ianfu untuk melayani
kebutuhan Jepang di berbagai pos pertempuran.
Pada masa panen, rakyat wajib melakukan setor padi
yang menyebabkan musibah kelaparan dan penyakit
busung lapar di Indonesia.
Beberapa bentuk perjuangan pada zaman Jepang
adalah:
a) Memanfaatkan organisasi bentukan Jepang.
b) Gerakan bawah tanah.
7

54)

55)
56)

57)

58)
59)

c) Beberapa perlawanan bersenjata.


Tokoh-tokoh yang masuk dalam garis pergerakan
bawah tanah adalah Sutan Syahrir, Achmad
Subardjo, Sukarni, A. Maramis, Wikana, Chairul Saleh,
dan Amir Syarifuddin.
Mereka terus memantau perang Pasifik melalui radioradio gelap.
Kelompok bawah tanah ini sering disebut golongan
radikal/keras karena tidak kenal kompromi dengan
Jepang.
Beberapa perlawanan daerah di Indonesia:
a) Perlawanan Rakyat Aceh
i) Dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil, seorang
ulama di Cot Plieng.
ii)Perlawanan dilakukan pada tanggal 10
November 1942.
b) Perlawanan Singaparna, Jawa Barat.
i) Dipimpin oleh K. H. Zainal Mustofa yang
menentang saikerei (menghormati Kaisar
Jepang).
ii)Perlawanan dilakukan pada tanggal 25 Februari
1944.
c) Perlawanan Indramayu, Jawa Barat.
i) Dipimpin oleh H. Madrian yang menolak
pungutan padi yang terlalu tinggi.
ii)Pemberontakan terjadi pada Juli 1944.
d) Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur.
i) Dipimpin oleh Supriyadi.
ii)Pemberontakan terjadi pada tanggal 14
Februari 1945.
Kegiatan pendidikan dan pengajaran menurun.
Jepang memaksakan budaya Jepang kepada
Indonesia.

60) Komisi penyempurnaan bahasa Indonesia didirikan


pada tanggal 20 Oktober 1943.
61) Komisi penyempurnaan bahasa Indonesia bertugas
untuk menentukan istilah-istilah modern dan
menyusun suatu tata bahasa normative dan
menentukan kata-kata yang umum bagi bahasa
Indonesia.
62) Pada akhir pendudukan Jepang, terjadi revolusi politik
di Indonesia yaitu kemerdekaan Indonesia.
63) Kedudukan Jepang terdesak oleh Sekutu dalam
Perang Dunia 2 di Asia Pasifik.
64) Koiso menjanjikan kemerdekaan Indonesia pada
tanggal 7 September 1944.
65) Proses kemerdekaan Indonesia:
a) Pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
b) Pembentukan PPKI.
c) Peristiwa Rengasdengklok.
d) Perumusan teks proklamasi kemerdekaan
Indonesia.
66) Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai
dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 oleh panglima
pemerintahan Jepang di Jawa Yitu Jenderal Kumakici
Harada.
67) BPUPKI bertujuan untuk menyelidiki hal-hal penting
yang berhubungan dengan persiapan kemerdekaan
Indonesia.]
68) BPUPKI terdiri dari 63 orang yang terdiri dari
perwakilan dari Cina, Arab, dan Indonesia serta 7
orang Jepang.

69) Pengurus BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April


1945 dan diketuai oleh Dr. K. R. T Radjiman
Wedyodiningrat.
70) Siding BPUPKI bertujuan untuk merumuskan dasar
Negara dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.
71) Pembicaraan pertama dalam persidangan adalah
merumuskan dasar Negara dengan mendengarkan
pidato dari beberapa tokoh pergerakan seperti
Mohammad Yamin, Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno.
72) Dibentuk sebuah panitia kecil yang beranggotakan
Sembilan orang pada tanggal 22 Juni 1945.
73) Panitia kecil ini diketuai oleh Ir. Soekarno, dengan
anggota-anggotanya:
a) Drs. Mohammad Hatta.
b) Mr. Mohammad Yamin.
c) Mr. Achmad Soebardjo.
d) Mr. A. A. Maramis.
e) Abdul Kahar Muzakir.
f) K. H. Wahid Hasyim.
g) H. Agus Salim.
h) Abikusno Tjokrosujoso.
74) Panitia kecil ini disebut Panitia Sembilan.
75) Hasil penting dari panitia Sembilan adalah berupa
Rancangan Pembukaan Hukum Dasar yang berisi
tentang tujuan berdirinya Negara Indonesia Merdeka.
76) Rumusan tersebut dikenal dengan sebutan Piagam
Jakarta atau Jakarta Charter.

77) Piagam Jakarta memuat dasar Negara Indonesia


(Pancasila) yang bunyinya:
10

78)
79)
80)
81)

82)

83)

84)

a) Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan


syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
b) (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan
beradab.
c) Persatuan Indonesia.
d) (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan.
e) (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sila pertama dalam piagam Jakarta diubah menjadi
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Sidang kedua BPUPKI membahas rencana UndangUndang Dasar (UUD) dan bentuk Negara.
Bentuk Negara Indonesia yang disetujui adalah
bentuk republik.
BPUPKI membentuk panitia kecil beranggotakan 9
orang untuk mempercepat kerja yang diketuai oleh Ir.
Soekarno.
Panitia perancang UUD membentuk panitia kecil
beranggotaka 7 orang yang diketuai oleh Soepomo
untuk merumuskan batang tubuh UUD.
Panitia perancang UUD yang diketuai oleh Ir.
Soekarno melaporkan hasil kerja panitia pada tanggal
14 Juli 1945:
a) Pernyataan Indonesia merdeka.
b) Pembukaan Undang-Undang Dasar.
c) Batang Tubuh UUD.
Setlah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI
menyerahkan seluruh hasil kerjanya kepada Saiko
Shikikan (panglima tertinggi tentara) di Jawa.

11

85) BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan Panitia


Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau
Dokuritsu Junbi Inkai pada tanggal 7 Agustus 1945.
86) Tugas utama PPKI adalah mempersiapkan segala
sesuatu berkaitan dengan keperluan pergantian
kekuasaan.
87) Jenderal Terauchi memanggil 3 tokoh nasional pada
tanggal 9 Agustus 1945 yaitu Ir. Soekarno, Drs.
Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat
ke Saigon/Dalat, Vietnam untuk menerima informasi
tentang kemerdekaan Indonesia.
88) Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Kota
Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan di
Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.
89) Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada
tanggal 14 Agustus 1945.
90) Beberapa perkumpulan yang termasuk golongan
muda yaitu:
a) Kelompok Asrama Menteng 31, yang dipelopori
oleh Shaerul Saleh dan Sukarni.
b) Kelompok Asrama Indonesia Merdeka yang
dipelopori oleh Mr. Soebarjo.
c) Kelompok Asrama Mahasiswa Kedokteran yang
mendukung Sjahrir.
91) Golongan muda mendesak agar Indonesia segera
memproklamasika kemerdekaan sementara golongan
tua menginginkan untuk menunggu perkembangan
untuk menghindari pertumpahan darah.
92) Para pemuda mendesak Sukarno dan Hatta untuk
segera memproklamasikan kemederdekaan karena
saat itu Indonesia sedang mengalami kekosongan
kekuasaan.
12

93) Sikap golongan muda diputuskan dalam rapat di


Pegangsaan Timur Jakarta pada tanggal 15 Agustus
1945 yang dipimpin oleh Chaerul Saleh dan dihadiri
oleh Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto,
Margono, Armansyah, dan Wikana.
94) Rapat ini memutuskan bahwa kemerdekaan
Indonesia adalah hak dan masalah rakyat Indonesia
sendiri bukan menggantungkan kepada pihak lain.
95) Keputusan rapat disampaikan oleh Darwis dan
Wikana kepada Sukarno dan Hatta di Pegangsaan
Timur No.56 Jakarta.
96) Golongan muda mendesak mereka untuk
memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 16
Agustus 1945.
97) Golongan muda memutuskan membawa Sukarno dan
Hatta ke luar Jakarta untuk menjauhkan Sukarno dan
Hatta dari pengaruh Jepang.
98) Golongan muda memilihi Shodanco Singgih untuk
melaksanakan pengamanan terhadap Sukarno dan
Hatta.
99) Sukarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok yang
ada di sebelah timur Jakarta.
100)
Di Jakarta terjadi dialog antara golongan muda
yang diwakili oleh Wikana dan golongan tua yang
diwakili oleh Ahmad Subardjo.
101)
Dialog tersebut menyepakati bahwa Proklamasi
Kemerdekaan harus ilaksanakan di Jakarta pada
tanggal 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul
12.00.
102)
Golongan muda mengutus Yusuf Kunto
mengantarkan Ahmad Subardjo ke Rengasdengklok
untuk menjemput Sukarno dan Hatta.
13

103)
Sukarno dan Hatta tiba di Jakarta pukul 23.00
menuju rumah kediaman Laksamana Maeda, Kepala
Kantor Penghubung Angkatan Laut di daerah
kekuasaan Angkatan Darat.
104)
Golongan muda yang terdiri dari Sukarni, Mbah
Diro, dan B.M. Diah hadir dalam pertemuan itu untuk
menyaksikan perumusan teks proklamasi.
105)
Sukarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik
naskah proklamasi tersebut disertai dengan
perubahan-perubahan yang disetujui bersama.
106)
Rakyat dan tentara Jepang menyangka bahwa
pembacaan proklamasi akan dilaksanakan di
Lapangan Ikada.
107)
Dr. Muwardi memerintahkan kepada Latief
Hendraningrat untuk menjaga keamanan
pelaksanaan upacara.
108)
Dalam melaksanakan pengamanan, Latief
dibantu oleh Arifin Abdurrahman.
109)
Wakil walikota Jakarta, Suwiryo, meminta kepada
Wilopo untuk mempersiapkan perlengkapan yang
diperlukan. Wilopo meminjam mikrofon dan beberapa
pengeras suara ke took elektronik milik Gunawan.
110)
Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud
Komandan Pengawal Rumah Sukarno untuk mencari
tiang bendera.
111)
Bendera yang dijahit dengan tangan
dipersiapkan oleh Fatmawati.
112)
Upacara dipimpin Latief Hendraningrat.
113)
Latief dan Suhud mengibarkan bendera merah
putih secara perlahan setelah pembacaan proklamasi
selesai.

14

114)
Bendera merah putih dinaikkan dan diiring lagu
Indonesia Raya yang secara spontan dinyanyikan
oleh hadirin.
115)
Upacara ditutup dengan sambutan Wakil Walikota
Suwiryo dan Muwardi.
116)
Kelompok pemuda yang berperan dalam
penyebarluasan berita proklamasi adalah kelompok
Sukarni.
117)
Hampir seluruh harian di Jawa memuat berita
proklamasi dan UUD Negara Republik Indonesia pada
tanggal 20 Agustus 1945.
118)
Kemerdekaan adalah jembatan emas menuju
keberhasilan pembangunan nasional.
119)
Langkah pertama yang dilakukan bangsa
Indonesia adalah melengkapi struktur pemerintahan
Negara Indonesia.
120)
PPKI segera menyelenggarakan rapat yang
menghasilkan beberapa keputusan penting, yaitu:
a) Pengesahan UUD 1945.
b) Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
c) Pembagian Wilayah Indonesia.
d) Pembentukan kementerian.
e) Pembentukan Komite Nasional Indonesia.
f) Membentuk Kekuatan Pertahanan dan Keamanan.
121)
UUD terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh yang
terdiri dari 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan dan 2
ayat aturan tambahan disertai dengan penjelasan.
122)
Sukarno dan Hatta dipilih menjadi Presiden dan
Wakil Presiden pertama Republik Indonesia secara
aklamasi damlam musyawarah untuk mufakat.
123)
Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengiringi
penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
15

124)
Rapat PPKI tanggal 19 Agustus memutuskan
pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi:
a) Jawa Timur.
b) Jawa Tengah.
c) Jawa Barat.
d) Borneo (Kalimantan).
e) Maluku.
f) Sulawesi.
g) Sunda Kecil (Nusa Tenggara).
h) Sumatera.
125)
Mr. Ahmad Subardjo melaporkan hasil rapat
Panitia Kecil yang mengajukan adanya 13
kementrian.
126)
PPKI menyelanggarakan rapat pada tanggal 22
Agustus 1945 yaitu rapat pembentukan KNIP (Komite
Nasional Indonesia Pusat).
127)
Sukarno dan Hatta mengangkat 135 orang
anggota KNIP.
128)
Seluruh anggota KNIP dilantik pada tanggal 29
Agustus 1945.
129)
Tugas dan wewenang KNIP adalah menjalankan
fungsi pengawasan dan berhak ikut serta dalam
menetapkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
130)
Presiden Soekarno mengesahkan Badan
Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 23 Agustus
1945.
131)
Sebagian besar anggota BKR terdiri dari mantan
anggota PETA, KNIL, dan Heiho.
16

132)
Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berdiri pada
tanggal 5 Oktober.
133)
Supriyadi terpilih menjadi pimpinan TKR.
134) Urip Sumarhadjo segera membentuk Markas Besar
TKR yang berpusat di Yogyakarta.

17