Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit Meniere adalah suatu sindrom yang terdiri dari serangan vertigo, tinnitus,
berkurangnya pendengaran yang bersifat fluktuatif dan perasaan penuh di telinga.
Sebagian besar kasus timbul pada laki-laki atau perempuan dewasa. Paling banyak
ditemukan pada usia 20-50 tahun.
Penyebab pasti Meniere belum diketahui. Namun terdapat berbagai teori termasuk
pengaruh neurokimia dan hormonal abnormal pada aliran darah yang menuju labirin dan
terjadi gangguan elektrolit dalam cairan labirin, reaksi alergi dan autoimun. Para peneliti
juga sedang melakukan penyelidikan dan penelitian terhadap kemungkinan lain penyebab
penyakit Meniere dan masing-masing memiliki keyakinan tersendiri terhadap penyebab
dari penyakit ini, termasuk faktor lingkungan seperti suara bising, infeksi virus HSV,
penekanan pembuluh darah terhadap saraf (microvascular compression syndrome).
Patofisiologi Meniere muncul karena hidrops endolimfa pada koklea dan vestibulum :
1. Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri
2. Berkurangnya tekanan osmotik di dalam kapiler
3. Meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler
4. Jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat sehingga penimbunan cairan
endolimfa
Gejala klinis penyakit Meniere disebabkan oleh adanya hidrops endolimfa
(peningkatan endolimfa yang menyebabkan labirin membranosa berdilatasi) pada kokhlea
dan vestibulum. Hidrops yang terjadi dan hilang timbul diduga disebabkan oleh
meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri, menurunnya tekanan osmotik dalam
kapiler, meningkatnya tekanan osmotik ruang ekstrakapiler, jalan keluar sakus
endolimfatikus tersumbat (akibat jaringan parut atau karena defek dari sejak lahir)
B. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai tugas laporan kasus pada kepaniteraan
klinik departemen telinga, hidung, tenggorokan RS UKI Jakarta Timur, sekaligus sebagai
pertemuan ilmiah dan diskusi tentang penyakit Meniere Disease.
C. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang dapat diambil ialah penulis dan pembaca dapat mengetahui
tentang penyakit Meniere Disease sehingga dapat mengobati penyakit ini dengan benar.

BAB II

STATUS PASIEN

A. Identitas
Berikut adalah identitas dari pasien yang berobat di Poli THT RS UKI :

Nama
: Tn. M
Umur
: 40 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat
: Cawang, Jakarta Timur
Pekerjaan
: Karyawan
Pendidikan : SMA
Agama
: Islam
Suku
: Jawa

B. Anamnesis

Keluhan Utama :
Berdenging pada telinga sebelah kanan 7 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke poliklinik THT RS UKI dengan mengeluhkan telinga
sebelah kanan berdenging sudah sejak 7 hari SMRS. Pada telinga sebelah kanan
tidak dirasakan nyeri dan tidak keluar cairan. Keluhan tersebut terjadi hilang timbul,
keluhan berdenging bertahan selama 2 menit. Keluhan dirasakan tetap sama ketika
keluhan muncul. Seminggu yang lalu berdenging muncul saat pasien sedang bekerja,
selama

pasien

bekerja,

pasien

tidak

pernah

memakai

alat

pelindung

telinga.Sebelumnya pasien belum pernah ke dokter dan belum pernah minum


obat.Saat telinga berdenging pasien tidak melakukan apapun untuk menguranginya,
keluhan berkurang hingga menghilang dengan sendirinya. Keluhan demam disangkal,
keluhan sakit tenggorokkan disangkal.
Keluhan tambahan pusing berputar hingga muntah, kurang mendengar.

Riwayat Penyakit Dahulu :


o Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya
o Keluhan keluar cairan dari telinga sebelumnya disangkal
o Keluhan telinga terasa penuh sebelumnya disangkal
o Pasien mempunyai riwayat hipertensi sudah sejak 5 tahun yang lalu
dan mengkonsumsi amlodipine 10 mg sehari sekali, pasien meminum
obat ketika tensinya tinggi saja

Riwayat Penyakit Keluarga :


o Anggota keluarga lain tidak pernah mengalami keluhan yang sama
dengan pasien
o Riwayat Alergi disangkal
o Riwayat hipertensi pada ibu
Riwayat Kebiasaan Pasien :
o Pasien memiliki hobi makan jeroan dan santan-santan

C. Pemeriksaan Fisik

Kesadaran
Keadaan umum

Vital Sign

: Compos Mentis
: Tampak sakit ringan

Tekanan darah

: tidak dilakukan

Nadi

: 85 x/menit

RR

: 19 x/menit

Suhu

: 37,1o C

Status Generalisata
Kepala
Mata
Telinga:

Kanan
Normotia
Normal, nyeri tarik (-)
Normal, nyeri tekan (-), tidak

: Normocephali, rambut hitam


: Tidak dilakukan pemeriksaan

Telinga Luar
Bentuk telinga luar
Daun telinga
Retroaurikular

Kiri
Normotia
Normal, nyeri tarik (-)
Normal, nyeri tekan (-), tidak ada

ada benjolan
Tidak ada

Nyeri tekan tragus

benjolan
Tidak ada

Kanan

Liang Telinga

Kiri

Lapang

Lapang / Sempit

Lapang

Warna menyerupai kulit

Warna Epidermis

Warna menyerupai kulit

Tidak ada

Sekret

Tidak ada

Ada

Serumen

Ada

Tidak ditemukan

Kelainan Lain

Tidak ditemukan

Kanan

Membran Timpani

Kiri

Intak

Bentuk

Intak

Putih mutiara

Warna

Putih mutiara

(+)

Reflek Cahaya

(+)

Tidak ada

Perforasi

Tidak ada

Tidak ada

Kelainan Lain

Tidak ada

Kanan

Uji Pendengaran

Kiri

Tidak dilakukan

Tes Berbisik

Tidak dilakukan

(+)

Rinne

(+)

Tidak ad lateralisasi

Weber

Lateralisasi

Memendek

Scwabach

Sama dengan pemeriksa

Tidak dilakukan

Tes Berbisik

Tidak dilakukan

Tes Audiometri

: Tidak dilakukan

Kanan

Hidung

Kiri

Normal

Bentuk Hidung Luar

Normal

Tidak ditemukan

Deformitas

Tidak ditemukan

Nyeri Tekan
Tidak ada

Dahi
Pipi

Tidak ada
Tidak ditemukan

Tidak Ada
Tidak Ada

Krepitasi

Tidak ditemukan

Normal
Hidung :

Bentuk Hidung Luar

Normal

Kanan

Rinoskopi Anterior

Kiri

Tenang

Vestibulum Nasi

Tenang

Dalam batas normal, tidak

Cavum Nasi

Dalam batas normal, tidak ada

ada massa

massa
Mukosa

Tidak Hiperemis

Tidak Hiperemis

Eutrofi

Konka Media

Eutrofi

Eutrofi

Konka Inferior

Eutrofi

Normal

Meatus Nasi

Normal

Tidak ada

Septum Deviasi

Tidak Ada

Tidak ada

Sekret

Tidak Ada

Tidak ada

Massa

Tidak Ada

Tidak ada

Kelainan Lain

Tidak ada

Kanan

Rinoskopi Posterior

Kiri

Normal

Koana

Normal

Tidak Hiperemis

Mukosa Konka
Sekret

Tidak Hiperemis

(-)

(-)

Sulit dinilai

Muara Tuba Eustachii

Sulit dinilai

(-)

Massa

(-)

Kanan

Transiluminasi

Kiri

Terang

Sinus Frontalis

Terang

Terang

Sinus Maksila

Terang

Tenggorok
Faring
Dinding Faring
Mukosa
Uvula
Arkus Faring

Hasil Pemeriksaan
Tidak Oedem, Tidak bergranul
Tidak hiperemis
Di tengah
Simetris, tidak hiperemis

Tonsil
Pembesaran
Kripta
Detritus
Perlekatan
Sikatrik

Hasil Pemeriksaan
T1 T1
Tidak melebar
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Laringoskopi Indirek
Valekula
Epiglotis
Aritenoid
Plika Interaritenod
Plika ventrikularis
Plika vokalis
Sinus Morgagni
Sinus Piriformis
Cincin Trakea
Massa / kelainan lain

Hasil Pemeriksaan
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai
Sulit dinilai

D. Resume
Pasien datang ke poliklinik THT RS UKI dengan mengeluhkan telinga sebelah
kanan berdenging sudah sejak 7 hari yang lalu. Keluhan tersebut terjadi hilang
timbul. Keluhan dirasakan tetap sama ketika keluhan muncul. Keluhan demam
disangkal, keluhan sakit tenggorokkan disangkal. Pasien belum pernah mengalami hal
seperti ini sebelumnyaKeluhan keluar cairan dari telinga disangkal. Pasien
mempunyai riwayat hipertensi sudah sejak 5 tahun yang lalu dan mengkonsumsi
amlodipine 10 mg sehari sekali, pasien meminum obat ketika tensinya tinggi saja
Keluhan tambahan pusing berputar, kurang mendengar
Pemeriksaan Fisik :
Telinga: Dalam batas normal
Hidung
:

Kanan

Uji Pendengaran

Kiri

Tidak dilakukan

Tes Berbisik

Tidak dilakukan

(-)

Rinne

(+)

Lateralisasi

Weber

Tidak ada lateralisasi

Memendek

Scwabach

Sama dengan pemeriksa

Tidak dilakukan

Tes Berbisik

Tidak dilakukan

Tenggorok

: Dalam batas normal

E. Diagnosa Kerja
Meniere disease

F. Diagnosa Banding
BPPV
Vestibular neuritis
G. Rencana Pemeriksaan Penunjang
Elektronistagmografi
Pemeriksaan nistagmus dengan lensa Frenzel
Audiometri
H. Rencana Terapi
Medikamentosa

Analog Histamin betahistine mesylate (Merislon) 3x12 mg


Calsium Channel Blocker Cinnarizine (Stugeron) 3x15 mg

Non Medikamentosa
Olahraga yang menggerakkan kepala (gerak rotasi, fleksi, ekstensi, gerak miring)
Berjalan tandem (kaki dalam posisi garis lurus, tumit kaki yang satu menyentuh

jari kaki lainnya dalam melangkah)


Perbanyak makan buah dan sayuran dan kurangi makan-makanan tinggi minyak
dan santan

I. PROGNOSIS
Ad vitam

: ad bonam

Ad functionum

: dubia ad bonam

Ad sanationum

: dubia ad bonam