Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PMI

KOMPONEN DARAH

Oleh:

Wahyu Eka Maulyani (011.06.0032)


I Wayan Widi Arditya (011.06.0011)
Atmayadi Gunawan (010.06.0055)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR
MATARAM
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang

Setiap tahunnya, terkumpul sekitar 92 juta donasi darah dari


seluruh dunia. Rata-rata, 50% dari total donasi darah tersebut terkumpul
dari negara yang memiliki pendapatan yang tinggi, dimana negaranegara ini mendominasi 15% dari total populasi seluruh dunia.
Transfusi darah sebaiknya dilakukan secara efisien dan rasional,
dimana

artinya

darah

yang

ditransfusikan

kepada

pasien

hanya

mengandung komponen yang dibutuhkan oleh pasien tersebut dan


komponen lainnya dapat disumbangkan ke pasien lain yang lebih
membutuhkan. Sehingga, hanya komponen darah atau derivat plasma
tertentu saja yang diberikan kepada pasien, karena darah terdiri dari
komponen elemen-elemen seluler dan bermacam-macam protein plasma
yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, dimana masing-masing bagian
tersebut dapat dipisahkan. Meskipun demikian, ada keadaan dimana kita
lebih baik mentransfusikan darah dengan komponen lengkap, seperti
pada pasien dengan perdarahan hebat atau jika komponen darah yang
diperlukan tidak dapat diberikan secara terpisah.
1.2.

Rumusan Masalah
Jenis komponen darah trasfusi dan proses pembuatan komponen darah di PMI Unit Donor
Darah Lombok Barat.
Tujuan
a. Mengetahui jenis-jenis komponen darah.
b. Mengetahui proses komponen pembuatan darah
BAB I
TINJAUAN PUSTAKA

1.3.

2.1. DARAH
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang
dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme,
dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang
berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari
bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Kandungan yang terdapat dalam darah :

a. Air : 91%
b. Protein : 3% (Albumin, Globulin, Fibrinogen)
c. Mineral : 0,9% (Natrium klorida, Natrium karbonat, garam fosfat, kalsium,
dan zat besi)
d. Bahan organic : 0,1% (glukosa, lemak, asam urat, keratin, kolesterol, dan
asam amino)
2.1.1. Komponen Darah
1. Komponen seluler
2. Komponen non selur

1. Komponen Seluler
a. Darah Merah Pekat (DMP) /Packed Red Cell (PRC)
Isi utama dari darah merah pekat adalah eritrosit dengan kandungan
nilai hematokrit 70%. Volume sediaan darah merah pekat antara 150-300 ml,
tergantung kantong darah yang dipakai. Darah merah pekat berguna untuk
meningkatkan jumlah eritrosit yang terlihat pada peningkatan Hb dan Ht.
Manfaat dari penggunaan darah merah pekat adalah untuk mengurangi
volume transfusi, dimana hal ini sangat penting untuk pasien dengan anemia
kronis, gagal jantung kongestif, atau orang lain yang mengalami kesulitan
mengatur volume darahnya. Manfaat lainnya adalah memungkinkan transfusi
cocok serasi tidak identik ABO pada keadaan darurat, seperti DMP golongan
O. Kadar anti A dan anti B dalam DMP untuk golongan darah O adalah
rendah, sehingga aman untuk penderita yang bukan golongan darah O.
b. Darah Merah Pekat Miskin Leukosit (DMP ML)/Leucopoor PRC
Isi utama darah merah pekat miskin lekosit (DMP ML) adalah
eritrosit. Komponen darah ini berguna untuk meningkatkan jumlah eritrosit

pasien yang sering memerlukan transfusi darah. Manfaatnya adalah untuk


mengurangi reaksi panas dan alergi.
c. Trombosit Pekat/Trombocyte Concentrate (TC)
Isi utama trombosit pekat adalah trombosit dengan volume 50 ml
yang didapat dari pemutaran Darah Lengkap (WB) dan 150-400 ml dengan
tromboferesis. Konsentrasi tromboferesis berasal dari satu donor sehingga
mengurangi jumlah pajanan donor dibandingkan dengan konsentrat yang
dikumpulkan secara acak dan berasal dari darah lengkap sehingga risiko
imunisasi atau infeksi terkait transfusi berkurang. Komponen darah ini
berguna untuk meningkatkan jumlah trombosit, dengan peningkatan post
transfusi pada dewasa rata-rata 5.000 10.000 /uL. Meskipun mampu
meningkatkan jumlah trombosit, akan tetapi transfusi TC ini dapat
menimbulkan efek samping, seperti urtikaria, menggigil, demam, dan
alloimunisasi antigen trombosit donor. Trombosit Pekat diberikan pada
pasien yang mengalami gangguan jumlah atau fungsi trombosit.
d. Leukosit Pekat
Isi utama leukosit pekat adalah granulosit. Leukosit pekat ini
disiapkan dalam bentuk Buffy Coat, lebih dianjurkan menggunakan lukosit
pekat yang dikoleksi dengan cara apheresis. Volume sediannya adalah 50-80
ml. Komponen darah ini berguna untuk meningkatkan jumlah granulosit
dengan efek samping uritkaria, menggigil, dan demam. Leukosit pekat
merupakan komponen darah yang paling jarang digunakan.
2. Komponen Non Seluler
a. Plasma Donor Tunggal/Liquid Plasma
Isi utama plasma donor tunggal adalah plasma, selain itu berisi pula
faktor pembekuan stabil dan protein plasma. Volumenya berkisar 150-220
ml. Plasma donor tunggal berguna untuk meningkatkan volume plasma,
meningkatkan faktor pembekuan stabil (Faktor pembekuan II, VII, X dan

XI). Efek samping pemberian plasma donor tunggal diantaranya: urtikaria,


menggigil, demam dan hipervolemia.

b. Plasma Segar Beku/Fresh Frozen Plasma (FFP)


Isi utama plasma segar beku adalah plasma dan faktor pembekuan
labil dengan volume 150-220 ml. Komponen darah ini berguna untuk
meningkatkan faktor pembekuan labil apabila faktor pembekuan pekat/
kriopresipitat tidak ada. Plasma Segar Beku diberikan pada pasien penderita
Hemofili. Pemakaian komponen darah ini dapat menimbulkan efek samping
seperti pada plasma donor tunggal.
c. Kriopresipitat/Cryoprecipitate/Anti Hemophilic Factor (AHF)
Isi utama kriopresipitat adalah faktor pembekuan VIII, faktor
pembekuan XIII, Faktor von Willebrand dan Fibrinogen. Kriopresipitat
merupakan bagian plasma yang dingin dan tidak larut yang diproses dari FFP.
Kriopresipitat berguna untuk meningkatkan faktor VIII, XIII, Faktor von
Willebrand dan fibrinogen. Komponen darah ini dapat diberikan pada pasien
penderita Hemofili dan Von Willbrand. Efek samping setelah pemberian
kriopresipitat adalah demam dan alergi.
2.1.2. Tata cara pengambilan darah dan sampel darah :
Pengambilan darah harus sesuai dengan sopyang ada pada utd dengan cara
kerja sbb :
a. Donor dipersilahkan mencuci lengan dengan sabun antiseptic
b. Donor dipersilahkan bebaring pada tempat tidur yang telah disediakan
dengan posisi terlentang
c. Tangan donor ditempatkan lurus di samping dengan posisi menghadap ke
atas.Tensi meter dipasang pada lengan donor dengan posisi selang di atas

d. Kantong darah diidentifikasi dan tabung sampel harus sesuai dengan


formulir donor darah, yaitu :
Nomor kantong
Golongan darah
Tanggal pengambilan
Tanggal kadaluarsa
Nama petugas
Jam pengambilan darah
e. Tensimeter dinaikkan hingga batas antara sistol dan diastol, raba dan
tentukan lokasi vena yang akan ditusuk; turunkan tekanan manset
f. Desinfeksi lokasi dengan kapas + alkohol 70% dengan melakukan
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.

gerakan melingkar dari dalam ke luar minimal 3 kali


Buat simpul longgar pada selang kantong darah 15 cm dari jarum
Tempatkan kantong darah di atas timbangan atau haemo scale
Naikkan kembali tekanan manset hingga batas antara sistole dan diastole
Lakukan penusukan vena
Darah masuk selang, turunkan tekanan manset hingga 40 mmhg
Lakukan fiksasi selang dengan plester
Kocok darah perlahan agar bercampur dengan antikoagulan
Apabila volume darah sudah tercapai klem selang dengan pean 1 dan
pean 2 dengan jarak 5 cm; potong selang antara klem, kencangkan

simpul selang
o. Ambil sampel darah dengan menggunakan tabung contoh ; turunkan
tekanan manset hingga 0.
p. Letakkan kapas steril di atas jarum, angkat plester; cabut jarum perlahan;
tangan donor dilipat.
q. Sealer selang dengan hand sealer hingga darah yang tertinggal di selang
tercampur dengan antikoagulan 2-3 kali
r. Cocokkan nomor sampel dengan nomor kantong dan nomor pada
formulir
s. Rapikan selang dan masukkan darah ke dalam blood bankPeriksa bekas
tusukan pada vena donor, bila tidak berdarah lagi tutup dengan
tensoplast; angkat manset.
t. Persilahkan donor ke ruang istirahat bila tidak ada keluhan dari donor
Pelayanan donor Setelah selesai donasi, para pendonor harus
diberi kesempatan untuk beristirahat minimal 20 menit, sehingga tubuh

bisa menyesuaikan terhadap berkurangnya darah. Dalam waktu ini,


sekedar

minuman

dan

makanan

ringan

perlu

diberikan

untuk

menggantikan cairan tubuh yang hilang.


2.1.3. Cara Pemisahan Komponen Darah
Komponen darah bagian-bagian darah yang dipisahkan dengan cara
mekanik /fisik tanpa menambahkan bahan kimia ke dalamnya.Pengolahan
darah adalah tindakan memisahkan komponen darah donor dengan prosedur
tertentu menjadi komponen darah yang siap pakai. Dalam proses tersebut asek
kualitas dan kemanan harus terjamin untuk mendapatkan produk akhiryang
diharapkan. Satu unit darah terdiri dari elemen-elemen selular dan nonselular
yang memiliki fungsi beragam. Terapi transfusi darah ditujukan untuk
mengganti komponen-komponen yang berkurang pada pasien simptomatik.
Setiap produk memiliki resiko terkait dan perbandingan resiko atau
keuntungan harus selalu dipertimbangkan.
1. Teknik pemisahan komponen darah dengan dua cara yaitu :
a. Pengendapan
b. Pemutaran

Prinsip pemisahan komponen darah yaitu menggunakan alat


steril,bebas priogen. Di lakuakan dengan cara aseptik. Menggunakan
kantong darah ganda, kantong darah tunggal dengan transfer bag.
Ketentuan umum pengolahan darah diantaranya sebagai berikut :
Seterilitas harus diperhatikan pada saat menyimpan komponen
darah. Komponen darah harus dibuat secara aseptik dengan menggunakan
alat-alat dan caairan steril yang bebas priogen serta harus menggunakan
kantong ganda Darah untuk pembuatan komponen di simpan pada suhu
yang sesuai, kemudian di olah menjadi komponen maksimal 8 jam
sesudah penggambilan darahUnit darah yang akan diolah menjadi
trombosit harus disimpan pada suhu 20c -24. Untuk menghasilkan
trombosit dan plasma segar beku ( Fresh Frozen Plasma ) yang baik untuk

mencegah aktivitas dan pembkuan darah, datah harus diambil dengan


trauma minimal. Lama waktu pengambilan darah 4-15 menit Proses
pembuatan FFP dengan sistem tertutup maksimal dalam waktu 8 jam
setelah penyadapan. Apabila komponen tersebut dicairkan maka
komponen dapat disimpan pada suhu 10 C 60 C dan harus ditransfusikan
dalam waktu 24 jam, untuk mempertahankan faktor pembekuan yang labil
( faktor V dan VIII ) Segel penutup kantong darah harus dalam keadaan
utuh dan tertutup.
A. Persiapan Alat dan Bahan
Darah dalam kantong ganda tiga
Refrigererated centrifuge (alat pemutar berpendingin)
Balance (alat penyeimbang)
Plasma ekstraktor
Klem plastik
Electric sealer
Handsealer
Timbangan
Penyeimbang (tissue, karet, dll)
Label darah
Alat tulis
Alat hitung
B. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Identifikasi kantong satelit :
No. Kantong
Golongan darah
Tanggal pengambilan
Tanggal pembuatan
Tanggal kadaluwarsa
Jenis komponen
Volume
Nama petugas
Suhu simpan
3. Timbang berat darah, rapikan selang, ikat dengan karet gelang.
4. Bersihkan cubing dari sel darah merah dengan handsealer
5. Seimbangkan darah beserta mangkok centrifuge dengan balance
6. Letakkan mangkok centrifuge pada refrigerated centrifuge dengan
posisi berhadapan.
7. Putar dengan kecepatan 375 xG, suhu 22oC selama 15 menit.

8. Ansgkat mangkok centrifuge dengan hati-hati.


9. Tempatkan kantong darah pada plasma ekstraktor, jepit, buka klem,
alirkan plasma (PRP) ke kantong satelit I, tinggalkan plasma 2cm
dari permukaan sel darah merah.
10. Sealer selang kantong PRC dengan electric sealer, kemudian pisahkan
PRC dari rangkaian.
11. Seimbangkan PRP dengan mangkok centrifuge pada balance.
12. Letakkan mangkok centrifuge dengan posisi berhadapan pada
refrigerated centrifuge.
13. Putar 1500 xG, 22oC, selama 15 menit.Angkat mangkok centrifuge
perlahan, tempatkan kantong setelit I pada plasma eksraktor, jepit,buka
klem, alirkan plasma (PPP) ke kantong satelit II.
14. Kembalikan alat-alat ke tempat semula dan simpan komponen darah
pada blood bank dan platelet agetator.
2.1.4. Alur Pemisahan Komponen Darah.
1.

Pengolahan Komponen Darah dengan Kantong Ganda Dua WB.

2.

Komponen yang diperoleh : PRC, LP/FFP


Pengolahan Komponen Darah dengan Kantong Ganda Tiga Komponen
yang diperoleh : PRC, TC, LP/FFP

2.1.5. Masa Penyimpanan Komponen


Darah Lengkap atau Whole Blood disimpan pada suhu 2O 6O C
hingga 21 hari (dengan CPD) dan hingga 35 hari (dengan CPDA),
Packed Red Cells disimpan pada suhu 2O 6O C hingga 21 hari
(dengan CPD), dan hingga 35 hari (dengan CPDA), Thrombocite
Concentrate disimpan pada suhu 20O 24O C hingga 3 hari, Buffy
Coat disimpan pada suhu 20O 24O C segera dipakai (24 jam), Fresh
Frozen Plasma disimpan pada suhu < -18O C (beku) hingga 1 tahun
(bila cair 6 jam), Cryoprecipitate disimpan pada suhu < -18 O C (beku)
hingga 1 tahun (bila cair 6 jam), Wash Packed Cells setelah dicuci
segera dipakai (< 4 jam).
BAB II
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Transfuse darah mencakup pemberian infus seluruh darah atau suatu komponen darah

dari satu individu (donor) ke individu lain (resipien).


Meskipun transfuse darah penting untuk mengembalikan homeostasis, transfuse darah

dapat membahayakan.
Komponen darah harus diberikan oleh petugas yang kompeten, berpengalaman, dan
dilatih dengan baik dan mengikuti pedoman organisasi dan badan-badan yang telah
diakreditasi dalam memberikan terapi komponen darah
DAFTAR PUSTAKA